• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENATAAN ARSIP DINAMIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENATAAN ARSIP DINAMIS"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

BIRO UMUM - SETJEN

(2)

PENDAHULUAN

ARSIP

adalah rekaman kegiatan atau peristiwa

dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan

perkembangan teknologi informasi dan komunikasi

yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara,

pemerintahan daerah, lembaga pendidikan,

perusahaan, organisasi politik, organisasi

kemasyarakatan, dan perseorangan dalam

pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa,

dan bernegara.

(3)

PENGERTIAN

ARSIP AKTIF

adalah arsip yang frekuensi penggunaannya

tinggi dan/ atau terus menerus.

ARSIP INAKTIF

adalah arsip yang frekuensi penggunaannya

telah menurun.

(4)
(5)

1. PENCIPTAAN ARSIP

1. Meliputi kegiatan: Pembuatan Arsip dan Penerimaan Arsip;

2. Dilaksanakan berdasarkan: Tata Naskah Dinas, Klasifikasi Arsip, serta Sistem Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip;

Ditetapkan oleh Pimpinan Pencipta Arsip berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan, meliputi:

1) Permenkes Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Tata Naskah Dinas di Lingkungan Kementerian Kesehatan;

2) Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: HK.02.02/Menkes/377/2016 tentang

Pedoman Pola Klasifikasi Arsip dan Kode Unit Pengolah di Lingkungan Kementerian Kesehatan;

(6)

PEMBUATAN ARSIP

(Pasal 33 ,Peraturan

Pemerintah RI Nomor 28/2012)

•Pembuatan Arsip

harus diREGISTRASI;

•Sesudah diregistrasi;

1.Didistribusikan kepada pihak yang berhak

secara: CEPAT, TEPAT, LENGKAP dan AMAN;

2.Diikuti tindakan PENGENDALIAN

PENERIMAAN ARSIP

(Pasal 34 ,Peraturan

Pemerintah RI Nomor 28/2012)

Penerimaan Arsip

dianggap sah setelah

(7)

2. PENGGUNAAN ARSIP

1. Diperuntukkan bagi kepentingan:

Pemerintahan dan

Masyarakat

2. Pimpinan

UNIT PENGOLAH

bertanggung jawab terhadap

ketersediaan, pengolahan, penyajian

ARSIP VITAL

dan

ARSIP

AKTIF

3. Pimpinan

UNIT KEARSIPAN

bertanggung jawab terhadap

ketersediaan, pengolahan, penyajian

ARSIP INAKTIF

untuk

kepentingan penggunaan internal dan kepentingan publik

4. Penggunaan arsip dilaksanakan berdasarkan Sistem

(8)

3. PEMELIHARAAN ARSIP

1. Tujuan pemeliharaan arsip dinamis dilakukan???

a) Untuk menjaga keautentikan (ttd/paraf pejabat yg berwenang);

b) Keutuhan (lengkap);

c) Keamanan (tertata dan tersimpan); dan

d) Keselamatan arsip (bukti akuntabilitas kinerja)

2. Pemeliharaan arsip dinamis meliputi ARSIP VITAL, ARSIP AKTIF dan

ARSIP INAKTIF;

3. Pemeliharaan arsip dinamis dilakukan melalui kegiatan:

a) Pemberkasan Arsip Aktif;

b) Penataan Arsip Inaktif;

c) Penyimpanan Arsip;

(9)

PERBEDAAN

ARSIP AKTIF

1. Penyimpanan dilaksanakan di tiap

UNIT PENGOLAH

2. Pemberkasan dilaksanakan sesuai materi arsip (alfabetis, numerik, subjek, geografis)

3. Instrumen yang digunakan : pola klasifikasi dan indeks

4. Peralatan : folder, sekat/guide, filing cabinet.

ARSIP INAKTIF

1. Dilaksanakana di UNIT

KEARSIPAN pada Kementerian dan Unit Kearsipan pada Unit Utama.

2. Prinsip penataan: original order

(Aturan Asli) dan provenance (Asal Usul)

3. Instrumen yang digunakan : daftar arsip inaktif

(10)

PEMBERKASAN ARSIP AKTIF

1. Pemeliharaan arsip aktif dilaksanakan melalui kegiatan:

PEMBERKASAN dan PENYIMPANAN ARSIP;

2. Dilakukan terhadap arsip yang DIBUAT dan yang DITERIMA;

3. Dilaksanakan berdasarkan KLASIFIKASI ARSIP;

4. Kegiatan pemberkasan Arsip Aktif menghasilkan:

a) Tertatanya Fisik Arsip;

b) Tertatanya Informasi Arsip;

c) Tersusunnya Daftar Arsip Aktif.

(11)

PEMBERKASAN ARSIP AKTIF

Pemberkasan

adalah Pengaturan dan penyimpanan arsip

secara logis dan sistematis dengan menggunakan huruf,

nomor atau kombinasi huruf dan nomor yang digunakan

sebagai identitas arsip yang akan disimpan

v

Pemberkasan Arsip dilakukan terhadap ARSIP AKTIF dan

ARSIP VITAL

(12)

TUJUAN

PEMBERKASAN ARSIP AKTIF

1. Menyatukan informasi arsip;

2. Memudahkan temu balik arsip secara cepat, tepat,

lengkap dan aman

3. Arsip akan mempunyai identitas

(13)

MENGAPA DILAKUKAN

PEMBERKASAN ARSIP AKTIF

Ø

Ruang kerja penuh dengan arsip;

Ø

Perbedaan arsip aktif dan inaktif tidak jelas;

Ø

Tidak ada petugas yang secara khusus menangani arsip;

Ø

Informasi tidak aman;

Ø

Arsip disimpan sesuai kepentingan petugas masing-masing;

Ø

Penemuan kembali arsip tidak bisa dilakukan secara cepat

(14)

DIMANA

PEMBERKASAN ARSIP AKTIF

Pemberkasan Arsip Aktif dilakukan di

UNIT PEGOLAH

;

Unit Pengolah adalah Satuan Kerja pada pencipta arsip yang

mempunyai tugas dan tanggung jawab

MENGOLAH SEMUA

ARSIP

yang berkaitan dengan kegiatan penciptaan arsip di

lingkungannya.

Contoh Unit Pengolah di Biro Umum

vBagian TU Pimpinan dan Protokol vBagian Kearsipan dan Administrasi vBagian Rumah Tangga

(15)

LANGKAH-LANGKAH

PEMBERKASAN ARSIP AKTIF

1. Pemeriksaan (Inspecting)

Ø Apakah sudah ada disposisi simpan atau belum?

Ø Arsip yang saling terkait dalamsatu kegiatan atau permasalahan dijadikan satu

berkas, sedangkan untuk arsip yang tidak terkait dipisahkan.

Ø Untuk arsip yang klasifikasinya berbeda tetapi berkaitan agar dibuatkan tunjuk

silang.

Ø Apabila terdapat lampiran berupa peta, buku, bagan, atau sesuatu yang tidak

sesuai dengan jenis fisik arsipnya agar dipisahkan dan disimpan tersendiri.

2. Membuat Indeks (Indexing)

Ø Indeks harus singkat, jelas, dan mewakili isi arsip; Ø Indeks harus satu pengertian/tidak bermakna ganda; Ø Kata yang digunakan adalah yang lazim;

(16)

LANGKAH-LANGKAH

PEMBERKASAN ARSIP AKTIF

3. Pengkodean (Coding)

Merupakan kegiatan pemberian tanda/kode yang mewakili arsip yang akan

menunjukkan pada tempat yang paling tepat dalam file, sehingga petugas dapat menempatkan sesuai tempatnya.

Contoh:

Kode Klasifikasi Arsip : Primer : UM. UMUM

(17)

LANGKAH-LANGKAH

PEMBERKASAN ARSIP AKTIF

4. Tunjuk Silang (Cross Reference)

Merupakan sarana untuk memudahkan penemuan kembali, diperlukan bila ada berkas yang memiliki keterkaitan dengan berkas yang lain.

Contoh

Indeks : Kode: UM.01.03. Tanggal : 20 Feb.2017

Rapat Dengan DPR Agenda Pimpinan No. : UM.01.03/I/223/2017

Lihat : Arsip foto UM.01.03/I/223/2017 Rapat Dengan DPR

Indeks : Kode :UM.01.03 Tanggal : 20 Feb. 2017

(18)

LANGKAH-LANGKAH

PEMBERKASAN ARSIP AKTIF

5. Filing

Arsip yang telah ditentukan kode dan indeksnya dimasukkan dalam folder, kemudian disusun sesuai dengan kelompoknya yang ditunjukkan dengan sekat / guide kemudian menempatkan folder pada bagian belakang sekat sesuai dengan urutan abjadnya / kelompoknya.

6. Pelabelan Berkas

Kegiatan pemberian tanda pengenal berkas pada tab folder, dengan ukuran label sesuai dengan ukuran tab folder dan guide. Label diketik judul berkas, indeks yang telah ditetapkan serta kode klasifikasi selanjutnya ditempel pada guide atau tab folder di mana berkas surat akan disimpan.

(19)
(20)
(21)

PERALATAN

(22)

FILING CABINET

• Digunakan sebagai tempat menyimpan folder berkas arsip aktif.

• Penggunaannya menurut susunan laci dari atas ke bawah. Guide/sekat dan folder diatur dalam posisi berdiri di dalam laci.

(23)

GUIDE/SEKAT

Guide/Sekat adalah sekat pembatas sebagai sarana penunjuk dari bagian satu ke bagian lain dalam file.

Fungsi guide/sekat antara lain adalah :

q Menunjuk ke suatu kelompok folder

q Menunjuk pada suatu urusan kegiatan masalah khusus

(24)

FOLDER

q Folder adalah tempat seperti map yang terbuat dari bahan kertas/manila

yang tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis, bila folder terlalu tebal akan banyak memakan tempat dan kurang efisien sedangkan bila terlalu tipis akan cepat rusak dan jika diletakkan berdiri akan cepat jatuh.

q Satu folder digunakan untuk menyimpan satu berkas nama koresponden

(25)

LABEL

q Label adalah kertas yang di tempelkan di folder

q Pelabelan merupakan realisasi dari kegiatan penentuan indeks dan kode. q Label sebaiknya mempergunakan kertas yang berkualitas agar tidak mudah

(26)

OUT INDICATOR

adalah alat yang digunakan untuk menandai adanya keluarnya arsip dari laci atau filing cabinet

q Apabila yang sedang dipinjam semua berkas

(satu folder) maka yang digunakan adalah out guide

q Sedangkan bila yang dipinjam hanya beberapa

(27)

Pola Klasifikasi Arsip

Keputusan Menteri Kesehatan

No HK.02.02/MENKES/377/2016

(Revisi

Kepmenkes RI No.

198/MENKES/SK/V/2012

)

(Revisi

Kepmenkes RI No.

(28)

Pola klasifikasi

adalah suatu skema yang digunakan sebagai

landasan atau pegangan untuk penataan berkas, khususnya

bagi arsip yang diatur atas dasar masalah.

(29)

Kode klasifikasi

adalah tanda pengganti masalah yang berguna

untuk membedakan subjek/masalah yang satu dengan

subjek/masalah yang lain dalam berbagai jenjang klasifikasi arsip.

Kode klasifikasi Kementerian Kesehatan gabungan angka dan

huruf sebagai tanda pengganti/pengenal subyek.

(30)

Penggunaan kode klasifikasi arsip KP.01.01 adalah untuk sub sub masalah yang ada kaitannya dengan penyusunan formasi dan kebutuhan pegawai meliputi bezetting dan usulan formasi CPNS, rincian alokasi formasi CPNS, formasi tenaga penugasan khusus D-III Kesehatan, perencanaan kebutuhan tenaga penugasan khusus D-III Kesehatan, formasi pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS melalui formasi khusus (Insendentil) baik untuk persiapan meliputi undangan peserta, narasumber, moderator, nota dinas, telaah, kajian maupun laporan kegiatan.

KP 01 01

POKOK MASALAH: KEPEGAWAIAN SUB MASALAH: PENGADAAN PEGAWAI

SUB SUB MASALAH: PENYUSUNAN FORMASI DAN KEBUTUHAN PEGAWAI

(31)

Penggunaan kode klasifikasi arsip JP.02.01 adalah untuk sub sub masalah yang ada kaitannya dengan KEPESERTAAN baik untuk persiapan meliputi undangan peserta, narasumber, moderator, nota dinas, telaah, kajian maupun laporan kegiatan.

JP 02 01

POKOK MASALAH: PEMBIAYAAN DAN JAMINAN KESEHATAN

SUB MASALAH: BIDANG JAMINAN KESEHATAN

SUB SUB MASALAH: KEPESARTAAN

(32)

PENOMORAN NASKAH DINAS

Contoh penomoran:

KP.…../ …../ ……./ …….

Kode Klasifikasi yang berkaitan dengan Kepegawaian

Kode Unit Pengolah

Nomor Uru t Su rat

(33)
(34)
(35)
(36)

Referensi

Dokumen terkait

adalah arsip yang ditata berdasarkan isi surat / perihal / masalah yang sama. Dalam sistem ini semua naskah / dokumen disusun dan dikelompokkan berdasarkan pokok soal / masalah.

Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem penataan arsip dinamis aktif pada Sub Bagian Umum Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Jawa Tengah sudah

Dengan demikian penemuan kembali arsip dinamis pada Pengadilan Negeri Payakumbuh belum terlaksana dengan baik karena penemuan kembali arsip dinamis yang baik menurut

1) Arsip hilang atau salah penyimpanan kecil sekali terjadi, karena arsip dikelola oleh tenaga-tenaga yang telah dipersiapkan untuk tugas pengelolaan arsip. 2) Kemungkinan

Format Pola Kasifikasi Arsip maupun Sistem Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip pada Universitas Padjadjaran yang merujuk pada Peraturan Rektor Universitas Padjadjaran

(4) Arsip rahasia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c merupakan klasifikasi informasi dari Arsip yang apabila diketahui oleh pihak yang tidak berhak dapat

Mengindeks Arsip Mengindeks adalah pekerjaan yang menentukan nama atau subjek apa, atau kata tangkap lainnya surat akan disimpan, pada sistem abjad kata tangkapnya adalah nama pengirim

Peraturan Bupati Sumbawa Barat Nomor 9 Tahun 2023 mengatur tentang klasifikasi arsip dan pedoman sistem klasifikasi keamanan dan akses arsip dinamis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa