Contusio Pulmonum Trauma Abdomen
Teks penuh
Garis besar
Dokumen terkait
Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan sekresi mucus yang kental, kelemahan upaya batuk ditandai dengan suara nafas ronchi, terdapat sputum saat pasien batuk.
Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan sekret ditandai dengan bunyi nafas abnormal ronkhi klien sesak nafas RR 32x/i, nadi 88x/i, sputum (+) kental berwarna
Intervensi pertama yang dibuat penulis berdasarkan diagnosa keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan penyakit paru obstruksi kronis (PPOK)
Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan sekresi mucus yang kental, kelemahan upaya batuk ditandai dengan suara nafas ronchi, terdapat sputum saat pasien batuk.
diagnosa ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan hiperventilasi akibat Tuberkulosis. Intervensi yang digunakan NOC: keefektifan pola nafas, tidak adanya
Masalah keperawatan yang timbul pada klien antara lain: defisit volume cairan dan elektrolit berhubungan dengan perdarahan intra abdomen; nyeri berhubungan adanya trauma abdomen
Dari pengelompokan data didapat 3 urutan diagnosis keperawatan berdasarkan prioritas diantaranya ketidakefektifan bersihan jalan nafas yang berhubungan dengan sekresi yang
Diagnosis 1: Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan hambatan upaya nafas: kelemahan otot pernafasan tindakan keperawatan yang dilakukan yaitu 1 Jam 20.20 WIB mengatur posisi