DRAFT
(hanya untuk diskusi)
TANGGAL 31 DESEMBER 2008 DAN 2007
FOR THE YEARS ENDED
DECEMBER 31, 2008 AND 2007
PT WIJAYA KARYA (PERSERO), Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN/
AND ITS SUBSIDIARIES
No./Number : 13/LA-WIKA/III/09
Page
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN /
INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT ………... 1
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN /
THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS………
3
•
Neraca Konsolidasian /
Consolidated Balance Sheets ………
4
•
Laporan Laba-Rugi Konsolidasian /
Consolidated Statements of Income ……….
6
•
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian /
Consolidated Statements of Changes in Equity ...
7
•
Laporan Arus Kas Konsolidasian /
Consolidated Statements of Cash Flows………...
8
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN /
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS……… 9
INFORMASI TAMBAHAN /
ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan Setara Kas Cash and Cash Equivalent
Piutang Usaha Trade Receivables
Pihak Hubungan Istimewa Related Parties
Pihak Ketiga Third Parties
Piutang Retensi Retention Receivables
Tagihan Bruto Pemberi Kerja Due to Customer
Pendapatan Yang Akan Diterima Accrued Income
Piutang Lain-lain Other Receivables
Jumlah Aset Lancar Total Current Assets
ASET TIDAK LANCAR NON CURRENT ASSETS
Aset Pajak Tangguhan Deferred Tax Assets
Investasi Pada Perusahaan Asosiasi Investment in Associated Companies
Tanah Belum Dikembangkan Land for Development
Aset Tetap Fixed Assets
Setoran Dana Kerja Sama Operasi Joint Operation Fund Deposits
Goodwill Goodwill
Aset Lain-lain Other Assets
Jumlah Aset Tidak Lancar Total Non Current Assets
JUMLAH ASET TOTAL ASSET 2008 dan Rp. 22.071.310 tahun 2007)
(setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp.16.627.386 tahun 2008 dan 2007 )
(setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 168.888.168 tahun 2008 dan Rp.131.290.004 tahun 2007)
(less allowance for doubtful accounts of Rp.75.034.886 In 2008 and Rp.22.071.310 in 2007)
(less allowance for doubtful accounts of Rp.16.627.386 in 2008 and 2007)
(less accumulated depreciation of Rp. 168.888.168 in 2008 and Rp. 131.290.004 in 2007)
Lihat catatan atas laporan keuangan kosolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
KEWAJIBAN DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
KEWAJIBAN LANCAR CURRENT LIABILITIES
Pinjaman Jangka Pendek Short Term Loans
Hutang Usaha Trade Payables
Pihak Ketiga Third Parties
Pihak Hubungan Istimewa Related Parties
Hutang Lain-lain Other Payables
Kewajiban Bruto Pemberi Kerja Due from Customer
Hutang Pajak Tax Payables
Uang Muka Dari Pelanggan Advance From Customers
Biaya Yang Masih Harus Dibayar Accrued Expenses
Pendapatan Yang Diterima Dimuka Unearned Revenue
Hutang Jangka Panjang Jatuh Tempo Current maturities of Long-Term
Dalam Satu Tahun Liabilities
Hutang Obligasi-Bersih Bonds Payable - Net
Hutang Bank Bank Loan
Jumlah Kewajiban Lancar Total Current Liabilities
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR NON CURRENT LIABILITIES
Kewajiban Pajak Tangguhan Deferred Tax Liabilities
Kewajiban Imbalan Pasca Kerja Post Employment Benefits Liability Uang Muka Proyek Jangka Panjang Advance for Long Term Projects Hutang Bank Jangka Panjang setelah Long Term Liabilities Net of
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar Total Non Current Liabilities
175.994.348
Modal saham yang diperoleh kembali Treasury stock
Tambahan Modal Disetor Additional Paid-in Capital
Saldo laba Retained Earning
Jumlah Ekuitas Total Equity
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
584.615.400
See accompanying notes to the consolidated financial statements which are an integral part of the financial statements taken as a whole
Lihat catatan atas laporan keuangan kosolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
Authorized Capital 16.000.000.000 shares, par value of Rp. 100 (full in Rupiah) per share, paid-in capital 5.846.154.000 shares in 2008 and 2007. 31
disajikan dengan nilai nominal 127.448.000 saham
presented in par value of 127.448.000 share
Modal Dasar 16.000.000.000 saham -nilai nominal Rp. 100 (Rupiah penuh) per saham, Modal ditempatkan dan disetor 5.846.154.000 saham tahun 2008 dan
PENJUALAN BERSIH NET SALES
BEBAN POKOK PENJUALAN COST OF SALES
Laba Kotor Sebelum Bagian Laba (Rugi) Gross Profit Before Income Portion
Proyek KSO From JO Project
Laba (Rugi) Proyek KSO Profit (Loss) JO Project
Laba Kotor Setelah Bagian Laba (Rugi) Gross Profit After Income Portion
Proyek KSO From JO Project
BEBAN USAHA OPERATING EXPENSES
Beban Penjualan Sales Expenses
Beban Umum dan Administrasi General and Administrative Expenses
Jumlah Beban Usaha Total Operating Expenses
LABA USAHA OPERATING INCOME
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN OTHER INCOME (EXPENSE)
Pendapatan Bunga Interest Income
Laba (rugi) selisih kurs - bersih Gain (Loss) in Foreign Exchange-Net Laba Penjualan Aktiva Tetap Gain on Disposal of Fixed Assets
Beban Bunga dan Denda Interest Expense and Finalty
Beban Penyisihan Piutang Allowance for Doubtful Account
Lain-lain Bersih Others - Net
Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain TOTAL OTHER EXPENSES-NET
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN PROFIT BEFORE INCOME TAX
446.030.546
PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK INCOME TAX (EXPENSE)
Pajak Kini Current Tax
Pajak Tangguhan Deferred Tax
Jumlah Penghasilan (Beban) Pajak Total Tax Expense
LABA BERSIH SEBELUM NET INCOME BEFORE MINORITY
HAK MINORITAS INTEREST
HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH MINORITY INTEREST IN NET
ANAK PERUSAHAAN INCOME OF ITS SUBSIDIARIES
LABA BERSIH NET INCOME
Laba Bersih Per Saham Dasar Basic Earning Per Share
(Rupiah Penuh) 45,09 (full Rupiah)
Lihat catatan atas laporan keuangan kosolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
Treasury Stock Additional Paid-In Revaluation Increment Changes in Equity of Cadangan Lainnya/ Cadangan Bertujuan/ Penggunaannya/ Total Capital of Fixed Assets Subsidiary Company Others Reserve General Reserve Unappropriated
SALDO PER 1 JANUARI 2007 69.523.000 563 87.635.040 19.246.853 99.272.565 126.579.754 402.257.775 BALANCE AS OF JANUARY 1, 2007
Tantiem Direksi dan Komisaris - - - - - (1.012.793) (1.012.793) Tantiem for Directors and Commissioners Bina Lingkungan - - - - - (376.000) (376.000) Environmental Conservation Program Kemitraan - - - - - (751.000) (751.000) Funding for Small-Scale Business Dana Cadangan Bertujuan - - - - 92.458.932 (92.458.932) - Appropriation of General Reserves Kapitalisasi ke Modal Disetor 330.477.000 (563) (87.635.040) (19.246.853) (191.731.497) (31.863.047) - Capitalized to Paid in Capital Penerbitan saham: - Share issued - Penawaran Umum Saham 166.153.860 - - - - - 166.153.860 - Initial Public Offering - Program ESA 18.461.540 - - - - - 18.461.540 - ESA Program Agio saham - 577.339.779 - - - - 577.339.779 Additional Paid In Capital
584.615.400
577.339.779 - - - - 117.982 1.162.073.161
Laba Bersih - - - - - - 129.138.907 129.138.907 Net Income
SALDO PER 31 DESEMBER 2007 584.615.400 577.339.779 - - - - 129.256.889 1.291.212.068 BALANCE AS OF DECEMBER 31, 2007
Pembelian Kembali Saham yang Beredar (12.744.800) (11.461.806) (24.206.606) Treasury Stock Deviden (34.907.865) (34.907.865) Dividend Bina Lingkungan (1.163.595) (1.163.595) Environmental Conservation Program Kemitraan (2.327.191) (2.327.191) Funding for Small-Scale Business Dana Cadangan Bertujuan 11.635.955 (11.635.955) - Appropriation of General Reserves Cadangan lainnya 79.104.301 (79.104.301) - Others Reserve
584.615.400
(12.744.800) 565.877.973 - - 79.104.301 11.635.955 117.982 1.228.606.811
Laba Bersih - - - - - - - 156.034.395 156.034.395 Net Income
SALDO PER 31 DESEMBER 2008 584.615.400 (12.744.800) 565.877.973 - - 79.104.301 11.635.955 156.152.377 1.384.641.206 BALANCE AS OF DECEMBER 31, 2008
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan See accompanying notes to the consolidated dari laporan keuangan secara keseluruhan part of the financial statements taken as a whole
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan Kas dari Pelanggan Received from Customers
Pembayaran Kepada Pemasok Payment to Suppliers
Pembayaran Kepada Direksi dan Karyawan Payment for Director and Employee
Pembayaran Beban Usaha Payment for Operating Expense
Penerimaan Bunga Interest Received
Pembayaran Bunga Pinjaman Payment of Interest
Pembayaran Pajak Penghasilan Payment - received of Income Tax
Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Net Cash Provided by (Used For)
Aktivitas Operasi Operating Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES
Penurunan (Penambahan) Jaminan Usaha Decrease (Increase) Business Guarantee
Pembelian Aktiva Tetap Acquisition of Fixed Assets
Dividen Perusahaan Asosiasi Dividend from Associated Company Penempatan pada Perusahaan Assosiasi Release Associated Company Share Penurunan (Kenaikan) Kerjasama Operasi Increase (Decrease) of Joint Operation Pengeluaran Investasi Lainnya Increase in Other Investing Activities
Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Net Cash Provided by (Used For)
Aktivitas Investasi Investing Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES
Kenaikan (Penurunan) Pinjaman Bank Increase (Decrease) of Bank Loans
Pembelian Kembali Obligasi Payment of Buy Back Bonds
Pembelian Kembali Saham yang Beredar Treasury Stock
6.382.186.684
Setoran Modal Additional Paid in Capital
Pembayaran Dividen Dividend Payment
Pembayaran Program Kemitraan Payment of Tantiem, Services Product
dan Bina Lingkungan and PUKK
Pembayaran Dividen Hak Minoritas Payment of Minority Interest Divident
Setoran modal dan Paid in Capital and
bagian laba hak minoritas yang dikonsolidasi consolidated income of minority interest
Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Net Cash Provided by (Used For)
Aktivitas Pendanaan Financing Activities
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN INCREASE (DECREASE) OF NET CASH AND
SETARA KAS CASH EQUIVALENT
SALDO KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN BEGINNING BALANCE OF CASH AND EQUIVALENT
SALDO KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN ENDING BALANCE OF CASH AND EQUIVALENT
-Lihat catatan atas laporan keuangan kosolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
1. UMUM 1. GENERAL
a. Pendirian Perusahaan a. Establishment of The Company
Pursuant to Government Regulation No.40 dated 22 July 1971, PN. Widjaja Karja shall be declared to be dissolved and the form shall be transferred into The Perseroan (PERSERO), as referred to in article 2 paragraph 3 of Law No.9 year 1969 (State Gazette of the Republic of Indonesia No.40 year 1969, Suplement to the State Gazette of the Republic of Indonesia 2904). Hereinafter this Company shall bear the name "PT. Widjaja Karja" on the basis of Deed of Limited Liability Company No.110 dated 20 December 1972, drawn up and passed before Dian Paramita Tamzil, for the time being was Alternate Notary Public for Djojo Muljadi, SH,. Notary Public practicing in Jakarta, in conjunction with Deed of Amendment to the Draft of Establishment of Limited Liability Company "PT WIdjaja Karja" No.106, dated 17 April 1973 drawn up and passed before Kartini Muljadi, SH, Notary Public practicing in Jakarta, both shall be legalized by Minister of Justice of the Republic of Indonesia by the virtue of Decree No.Y.A.5/165/14 dated 8 May 1973, registered in Jakarta District Court No. 1723 and No1724 dated 16 May 1973, and promulgated in State Gazette of the Republic of Indonesia No.76 dated 21 September 1973, Supplement to the State Gazette No.683.
Perseroan didirikan berdasarkan Undang-undang No.19 Peraturan Pemerintah tahun 1960 jo Peraturan Pemerintah No. 64 tahun 1961 tentang Pendirian Perusahaan Negara "Widjaja Karja", tanggal 29 Maret 1961 . Berdasarkan Peraturan pemerintah No. 64 ini pula, Perusahaan Bangunan bekas milik Belanda yang bernama Naamloze Vennootschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedrijf Vis en Co. yang telah dikenakan nasionalisasi, dilebur ke dalam PN. Widjaja Karja.
The Company shall be duly established and organized under Law No.19 of Government Regulation year 1960 in conjunction with Government Regulation No.64 year 1961 regarding Establishment of State Company "Widjaja Karja" dated 29 March 1961. By the virtue of this Government Regulation No.64, Construction Company as formely held by Dutch namely Vennootschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedrijf Vis en Co imposed nationalization was merged into PN. Widjaja Karja.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 40 tanggal 22 Juli 1971, PN. Widjaja Karja dinyatakan bubar dan dialihkan bentuknya menjadi Perusahaan Perseroan (PERSERO), sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 3 Undang-Undang No.9 tahun 1969 (Lembaran Negara Republik Indonesia No. 40 tahun 1969, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 2904). Selanjutnya Perseroan ini dinamakan "PT Wijaya Karya", berdasarkan Akta Perseroan Terbatas No. 110 tanggal 20 Desember 1972 yang dibuat di hadapan Dian Paramita Tamzil, pada waktu itu pengganti dari Djojo Muljadi, SH., Notaris di Jakarta, jo Akta Perubahan Naskah Pendirian Perseroan Terbatas "PT Wijaya Karya" No. 106, tanggal 17 April 1973 yang dibuat di hadapan Kartini Muljadi, SH., Notaris di Jakarta, keduanya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusan No. Y.A.5/165/14 tanggal 8 Mei 1973, didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta dengan No. 1723 dan No. 1724 tanggal 16 Mei 1973, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 76 tanggal 21 September 1973, Tambahan No. 683.
Anggaran Dasar Perseroan yang termuat dalam Akta Pendirian, telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir Perseroan menjadi perusahaan terbuka berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Perubahan Anggaran Dasar, Akta Perubahan Anggaran Dasar No. 28 tanggal 13 Agustus 2007 dibuat dihadapan Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta juncto Akta Perubahan Anggaran Dasar No. 13 tanggal 11 September 2007 dibuat dihadapan Nila Noordjasmani Soeyasa Besar, S.H, pengganti dari Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta yang masing-masing telah disetujui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan persetujuan No.W7-09068 HT.01.04-TH.2007 tanggal 16 Agustus 2007 dan No. W7-10030 HT.01.04-TH.2007 tanggal 11 September 2007.
b. Bidang Usaha b. Business Segment
c. Pengurus Perseroan c. Management of the Company
Dewan Komisaris : Board of Commissioner:
Komisaris Utama Komisaris Komisaris
Komisaris Independen Komisaris Independen
Direksi : Board of Director
Direktur Utama Direktur Operasi I Direktur Operasi II Direktur Keuangan
Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan
Ir. Slamet Maryono Operational Director II Drs. R. Ganda Kusuma, MBA. Director of Finance
Ir. Tonny Warsono., MM.
Director of Human Resources and Development Perusahaan beralamat di Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9, Jakarta
Timur, Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1961
The Company shall have domiciled at Jl. D.I. Panjaitan Kav.9 East Jakarta, the Company shall commence to be operated in commercial manner in 1961.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perseroan adalah turut serta melaksanakan dan menunjang kebijakan serta program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya serta pembangunan di bidang industri konstruksi, industri pabrikasi, jasa penyewaan, jasa keagenan, investasi, agro industri, perdagangan, pengelolaan kawasan, layanan jasa peningkatan kemampuan di bidang jasa konstruksi, teknologi informasi dan pengembang pada khususnya.
In accordance with article 3 of articles of association of the Company, the purpose and objective of the Company shall be to participate to implement and support the Governmental Policy and program in state economic and developmental sectors in general and development in construction industry, fabrication industry, rental services, agency services, investment, agroindustry, trading, area management, capability improvement services in construction, information and development technology services especially.
Kegiatan usaha yang saat ini dilakukan adalah Jasa Konstruksi, Mekanikal Elektrikal, Real Estate, Industri Pabrikasi dan Perdagangan.
Business activities as currently conducted shall be Construction, Electrical Mechanical, Real Estate, Fabrication and Trading Industry.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara selaku Rapat Umum Pemegang Saham No.KEP-208/MBU/2007 tanggal 21 September 2007 dan Akta Pernyataan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara No.149 tanggal 31 Agustus 2007 dibuat dihadapan Imas Fatimah S.H Notaris di Jakarta, susunan Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut :
By the virtue of Letter of Decision of State Minister of State Owned Enterprise as General Meeting of Shareholders No.KEP-208/MBU/2007dated 21 September 2007 and Deed of Statement of State Minister of State Owned Enterprise No.149 dated 31 August 2007 drawn up and passed before Imas Fatimah S.h. Notary Public practicing in Jakarta, the structure of Board of Commissioner shall be as follows :
Ir. Agoes Widjanarko. MIP President Commissioner Pontas Tambunan, SH. MM. Commissioner Soepomo, SH, SP.N, L.LM Commissioner Brigjend TNI (Pur) Dadi Pratjipto, SE. Independent Commissioner DR. Amanah Abdulkadir. MA Independent Commissioner
Berdasarkan Akta No. 59 tanggal 23 Mei 2008 mengenai Pernyataan Keputusan Rapat Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Wijaya Karya Tbk dibuat dihadapan Notaris Imas Fatimah. SH., Notaris di Jakarta, susunan Direksi tanggal 31 Desember 2008, sebagai berikut :
By the virtue of Deed No.59 dated 23 May 2008 regarding Statement of Meeting Resolution of the Company (The Company) of PT. WIdjaja Karja Tbk drawn up and passed before Notary Public Imas Fatimah. Sh., Notary Public practicing in Jakarta, the structure of Board of Director dated 31 December 2008 shall be as follows :
Direktur Utama Direktur Direktur Direktur Direktur
Komite Audit : Audit Committee :
Ketua Anggota Anggota
Ketua Anggota Anggota Anggota
Sekretaris Perusahaan : Secretary of the Company :
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.SK.02.01/A.DIR.0362/2008, Perusahaan telah mengangkat Sdr. Imam Sudiyono sebagai Pejabat Sementara Sekretaris Perusahaan.
By the virtue of Letter of Decision of Board of Director No.SK.02.01/A.DIR.0362/2008, the Company hereto shall appoint Mr. Imam Sudiyono as Temporary Official for the Secretary of the Company.
Biaya remunerasi Direksi Perusahaan untuk tahun 2008 dan 2007, masing-masing sebesar Rp.3.852.572.482 (rupiah penuh) dan Rp.1.646.230.000 (rupiah penuh). Biaya remunerasi Dewan Komisaris Perusahaan untuk tahun 2008 dan 2007 masing-masing sebesar Rp. 1.523.547.087 (rupiah penuh) dan Rp.553.334.916 (rupiah penuh).
Remuneration cost of Board of Director of the Company for the year 2008 and 2007 shall be respectively Rp.3.852.572.482 ( full rupiah) and Rp.1.646.230.000 (full rupiah). Remuneration cost of Board of Commissioner of the Company for the year 2008 and 2007 shall be respectively Rp 1.523.547.087 (full rupiah) and Rp.553.334.916 (full rupiah).
Jumlah karyawan Perusahaan (organik dan non organik) untuk tahun 2008 sebanyak 1.268 orang (tidak diaudit) dan tahun 2007 sebanyak 1.177 orang (tidak diaudit).
Total number of the Company's employee (both organic and non-organic) in 2008 shall be 1.268 peoples (unaudited) and in 2007 of 1.177 people (unaudited). Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No.
98/DK/PTWK/2007 tanggal 9 Oktober 2007, susunan Komite Audit tanggal 31 Desember 2007, sebagai berikut:
By the virtue of Letter of Decision of Board of Commissioner No. 98/DK/PTWK/2007, the structure of Audit Committee dated 31 December 2007 shall be as follows:
DR. Amanah Abdulkadir, MA. Chairman
Rosmala, SE. Ak. Member
Ir. Tri Budi Santoso Member
Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 65/DK/WIKA/2008 tanggal 6 Nopember 2008, telah diangkat Sdr. Shalahuddin Haikal sebagai anggota komite audit, sehingga susunan Komite Audit tanggal 31 Desember 2008, sebagai berikut:
By the virtue of Letter of Decision of Board of Commissioner No. 65/DK/WIKA/2008 dated 6 November 2008, Mr. Shalahuddin Haikal shall be appointed as the member of audit committee, and therefore the structure of Audit Committee dated 31 December 2008 shall be as follows:
DR. Amanah Abdulkadir, MA. Chairman
Rosmala, SE. Ak. Member
Ir. Tri Budi Santoso Member
Shalahuddin Haikal, SE. MM.LLM. Member Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Badan
Usaha Milik Negara RI No. KEP-114/M-MBU/2002 tanggal 30 Juli 2002 yang diikuti dengan Surat Keputusan Komisaris PT. Wijaya Karya No. 39/DK/PT.WK/2002 tanggal 8 Agustus 2002, susunan Dewan Direksi tanggal 31 Desember 2007, sebagai berikut:
By the virtue of Letter of Decision of State Minister of State Owned Enterprise of the Republic of Indonesia No. KEP-114/M-MBU/2002 dated 30 July 2002 followed by Letter of Decision of Board of Commissioner of PT. WIjaya Karya No.39/DK/PT. WK/2002 dated 8 August 2002, the structure of Board of Director dated 31 December 2007 shall be as follows:
Ir. A. Sutjipto, MM.,MT. President Director
Ir. Slamet Maryono Director
Ir. Djokomulyono, MM. Director
d. Perusahaan Anak d. Subsidiary Company
PT Wijaya Karya Beton Concrete Industry PT Wijaya Karya Realty Real estate PT Wijaya Karya Intrade Trading
PT Wijaya Karya Beton ("WIKA BETON") PT Wijaya Karya Beton ("WIKA BETON")
Jumlah aktiva (sebelum eliminasi)/ Total Assets (before elimination) Nama Perusahaan/
The Companies
Bidang Usaha/
Business Field
Kegiatan Komersial/
Commercial Operations
Persentase Kepemilikan/
Percentage
99,00% 50.093.001
-Seluruh anak perusahaan berdomisili di Indonesia The entire subsidiary companies shall have domiciled in Indonesia
WIKA BETON merupakan Anak Perusahaan dari Perseroan. Sebelum menjadi Anak Perusahaan dari Perseroan, sejak tahun 1974 WIKA BETON merupakan bagian dari Induk Perusahaan yaitu Divisi Produk Beton. Seiring dengan visi dan misi Perseroan maka WIKA BETON resmi menjadi Anak Perusahaan dari Perseroan pada tanggal 11 Maret 1997 sesuai dengan Akta Perseroan Terbatas WIKA BETON No. 44 tanggal 11 Maret 1997, yang dibuat dihadapan Achmad Bajumi, SH; selaku pengganti dari Imas Fatimah, SH; Notaris di Jakarta.
WIKA BETON shall constitute Subsidiary Company. Before being the Subsidiary Company of the Company, as of 1974, WIKA BETON was the part of Parent Company i.e. Division of Concrete Product. Along with the vision and mission of the Company, then consequently, WIKA BETON was officially established as Subsidiary Company of the Company on the date of 11 March 1997 in accordance with Deed of Limited Liability Company of WIKA BETON No.44 dated 11 March 1997 drawn up and passed before Achmad Bajumi, SH., then as an alternate notary public for Imas Fatimah, SH, Notary Public practicing in Jakarta. .
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir berdasarkan Akta Perubahan Anggaran Dasar PT Wijaya Karya Beton No. 31 tanggal 15 Agustus 2007 ("Akta No. 31") yang dibuat dihadapan Hambit Maseh, SH., Notaris di Jakarta yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI. No.W7-09069HT.0104-TH.2007 tanggal 16 Agustus 2007. Kantor Pusat WIKA BETON, beralamat di Jln. D.I Panjaitan Kav. 3 - 4, Jakarta. Perusahaan dalam menjalankan operasinya mempunyai 6 Wilayah Penjualan ("WP") dan 7 Pabrik Produk Beton ("PPB"), yang berlokasi tersebar di beberapa Wilayah Indonesia.
Articles of Association of the Company shall be amended several times and most recently by Deed of Amendment to Articles of Association of PT Wijaya Karya Beton No.31 Dated 15 August 2007 ("Deed No.31") drawn up and passed before Hambit Maseh, SH., Notary Public practicing in Jakarta so obtained approval from Minister of Justice and Human Right of the Republic of Indonesia No.W7-09069HT.0104-TH.2007 dated 16 August 2007. Head Office of WIKA BETON shall have official address at Jln. D.I Panjaitan Kav. 3 - 4, Jakarta. The Company in implementing the operation shall have 6 Selling Areas ("WP") and 7 Concrete Producing Plant ("PPB") having official location spreading within several Indonesian teritories.
Berdasarkan Anggaran Dasar WIKA BETON, kegiatan usaha WIKA BETON bergerak dalam bidang usaha industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lainnya yang terkait.
By the virtue of Articles of Association of WIKA BETON, business activities of WIKA BETON shall engage in the business of providing concrete industry, construction services and such other related business fields.
Perusahaan memiliki secara langsung lebih dari 50% saham anak perusahaan, dengan rincian sebagai berikut :
The Company in direct manner shall have more than 50% shares of subsidiary company, under the following detail specifications :
2008 2007
1997 78,40% 1.370.998.105 747.052.414 2000 78,40% 421.879.881 322.309.915 2000 78,40% 650.195.372 248.800.490
PT Catur Insan Pertiwi
Construction, Electrical
Mechanical 1984 70,08% 34.603.012 33.065.359 PT Wijaya Karya Bangunan
Gedung
Construction and Engineering
Pemegang Saham/
Shareholders
Modal Dasar/Authorized Capital
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh/Paid in Capital : - PT Wijaya Karya (Persero)
- Yayasan Kesejahteraan Pegawai PT WIKA - Koperasi Karya Mitra Satya
Jumlah/Total
Saham dalam Portepel/Portapel Stock
Ikhtisar Data Keuangan Financial Data Summary
Uraian
Jumlah Aktiva Jumlah Kewajiban Jumlah Ekuitas
PT Wijaya Karya Realty ("WIKA REALTY") PT Wijaya Karya Realty ("WIKA REALTY")
No. 33 tanggal 15 Agustus 2007 ("Akta No. 33") yang dibuat dihadapan Hambit Maseh. SH, Notaris di Jakarta yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI No.W7-09022HT.0104-TH2007 tanggal 21 Agustus 2007.
HT.01.04.TH.2004 dated 8 July 2004. Recent Amendment shall be made on the basis of Deed of Amendment to Articles of Association of PT Wijaya Karya Realty Tbk. No.33 dated 15 August 2007 ("Deed No.33") drawn up and passed before Hambit Maseh.SH. Notary Public practicing in Jakarta obtained approval from Minister of Justice and Human Right of the Republic of Indonesia No.W7-09022HT.0104-TH2007 tanggal 21 Agustus 2007.
WIKA REALTY didirikan pada tanggal 20 Januari 2000 berdasarkan akte Notaris Imas Fatimah, SH. No 17 telah memperoleh persetujuan dari Menteri Negara Penanaman Modal dan Pembinaan BUMN nomor S-01/MDU.1-PBUMN/1999 tentang persetujuan Pendirian Anak Perusahaan PT Wijaya Karya (Persero). Akte pendirian tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C-20856 HT 01.01 tahun 2000 tanggal 15 September 2000. Maksud dan tujuan WIKA REALTY telah dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat no. 67 Notaris Imas fatimah, SH dimana Perusahaan bergerak dibidang usaha Realty dan bidang properti memulai kegiatan komersialnya pada tanggal 21 Januari 2000. Pada tanggal 2 Juli 2004, dalam rangka peningkatan modal dasar perusahaan dan pemecahan nilai saham, anggaran dasar perusahaan dirubah dengan akta No. 4 dari notaris Imas Fatimah, SH. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI no C-1689 HT.01.04.TH.2004 tanggal 8 Juli 2004. Perubahan terakhir adalah berdasarkan Akta Perubahan Anggaran Dasar PT Wijaya Karya Realty Tbk. No. 33 tanggal 15 Agustus 2007 ("Akta No. 33") yang dibuat dihadapan Hambit Maseh. SH,
WIKA REALTY was officially established on the date of 20 January 2000 on the basis of Notarial Deed of Imas Fatimah, SH. No.19 so obtained approval from State Minister for Investment and Guideliness of BUMN number S-01/MDU.1-PBUMN/1999 regarding approval for Establishment of Subsidiary Company of PT Wijaya Karya (The Company). Deed of Establishment shall have obtained legalization from Minister of Justice of the Republic of Indonesia No. C-20856 HT 01.01 year 2000 dated 15 September 2000. The purpose and objective of WIKA REALTY shall have been entered into in Deed of Statement of Meeting Resolution No.67 Notary Public of Imas Fatimah, SH., in which the company shall engage in the business of providing Realty and property business fields and commence the activities on 21st January 2000. On the date of 2 July 2004, for the purpose of the Company authorized capital increase and share value fraction, articles of association of the company shall be amended by deed No.4 from notary public, Imas Fatimah, SH. This amendment has been approved by Minister of Justice and Human Right of the Republic of Indonesia no C-1689 HT.01.04.TH.2004 dated 8 July 2004. Recent 2.800.000.000 280.000.000.000
548.800.000 54.880.000.000 78,40% 9.030.000 903.000.000 1,29% 142.170.000 14.217.000.000 20,31% 700.000.000 70.000.000.000 100% Berdasarkan akta berita acara Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa WIKA BETON No. 15 tanggal 30 April 2007, dibuat dihadapan Hambit Maseh, SH, Notaris di Jakarta, struktur permodalan dan susunan pemegang saham WIKA BETON adalah sebagai berikut :
By the virtue of deed of minutes of General Extraordinary Meeting of Shareholders No.15 dated 30 April 2007, drawn up and passed before Hambit Maseh, SH., Notary Public practicing in Jakarta, the structure of capitalization and the structure of shareholders of WIKA BETON shall be as follows :
Nilai Nominal/Par Value of Rp.100,- per share
- PT Wijaya Karya (Persero)
- Yayasan Kesejahteraan Pegawai PT WIKA - Koperasi Karya Mitra Satya
Jumlah/Total
Saham dalam Portepel/Portaple Stock
Ikhtisar Data Keuangan Financial Data Summary
Uraian
Jumlah Aktiva Jumlah Kewajiban Jumlah Ekuitas
PT Wijaya Karya Intrade ("WIKA INTRADE") PT Wijaya Karya Intrade ("WIKA INTRADE")
421.879.881 322.309.915 Total Assets 318.122.335 232.515.164 Total Liabilities
103.757.546 89.794.751 Equity
WIKA INTRADE didirikan pada tanggal 20 Januari 2000 berdasarkan Akte Perseroan Terbatas No 16 dibuat dihadapan Nila Noordjasmani Soeyasa Besar, SH. pengganti dari Imas Fatimah, SH Notaris di Jakarta, dimana telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia dengan No. C-19656HT 01 tahun 2000 tanggal 4 September 2000 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.10 tanggal 2 Februari 2001. Anggaran Dasar WIKA INTRADE telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir mencakup perubahan Nilai Nominal Saham Dasar, dengan Akta Notaris Imas Fatimah, SH No.3 tanggal 2 Juni 2004 Perihal Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham dan pengesahan dari Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C-16985.HT.01.04.TH.2004 tanggal 8 Juli 2004, serta telah terdaftar dalam Daftar Perusahaan di Jakarta Timur TDP No. 090415115039 tanggal 26 Juli 2004.
WIKA INTRADE was officially established on 20th January 2000 on the basis of Deed of Limited Liability Company No.16 drawn up and passed before Nila Noordjasmani Soeyasa Besar, SH., then as an alternate notary public for Imas Fatimah, SH., Notary Public practicing in Jakarta, in which she has obtained approval from Minister of Laws and Regulations of the Republic of Indonesia No. No. C-19656HT 01 tahun 2000 dated 4 September 2000 and promulgated in State Gazette of the Republic of Indonesia No.10 dated 2 February 2001. Articles of Association of WIKA INTRADEW shall be amdended in several times and most recently by amendement to Nominal Value of Authorized Shares, under Notarial Deed of Imas Fatimah, SH., No.3 dated 2 June 2004 Regarding Statement of General Meeting Resolution of Shareholders and Legalization from Ministry of Law and Human Right of the Republic of Indonesia No. C-16985.HT.01.04.TH.2004 dated 8 July 2004, and registered in Registration of the Company in East Jakarta TDP No. 090415115039 dated 26 July 2004. .
901.600.000 90.160.000.000 78,40% 14.835.000 1.483.500.000 1,29% 233.565.000 23.356.500.000 20,31% 1.150.000.000 115.000.000.000 100,00% 3.450.000.000 345.000.000.000
2008 2007 Description
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 67 tanggal 15 Agustus 2001 Notaris Imas Fatimah, SH disebutkan maksud dan tujuan bidang usaha WIKA REALTY yaitu Realty, Property dan Jasa kecuali jasa dalam bidang hukum dan pajak.
By the virtue of Deed of Statement of Meeting Resolution No.67 dated 15 August 2001 of Notary Public of Imas Fatimah SH., the purpose and objective of WIKA REALTY business field shall be Realty, Property and Services, except services in legal and tax field. .
Berdasarkan akta berita acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa WIKA REALTY No. 17 tanggal 30 April 2007, dibuat dihadapan Hambit Maseh, SH, Notaris di Jakarta, struktur permodalan dan komposisi susunan pemegang saham WIKA REALTY adalah sebagai berikut :
By the virtue of deed of minutes of General Extraordinary Meeting of Shareholders of WIKA REALTY No/17 dated 30 April 2007, drawn up and passed before Hambit Maseh, SH, Notary Public practicing in Jakarta, the structure of capitalization and composition of structure of shareholders of WIKA REALTY shall be set forth as follows :
Pemegang Saham/Shareholders Nilai Nominal Rp.100,- per saham/par value of Rp.100
Saham/Shares Rupiah %
Nilai Nominal Rp.100,- per saham/par value of Rp.100 per shares Pemegang Saham/shareholders
Modal Dasar/authorized capital
- PT Wijaya Karya (Persero)
- Yayasan Kesejahteraan Pegawai PT WIKA - Koperasi Karya Mitra Satya
Jumlah
Saham dalam Portepel/Portapel Stock
Ikhtisar Data Keuangan Financial Data Summary
Uraian Jumlah Aset Jumlah Kewajiban Jumlah Ekuitas
PT Catur Insan Pertiwi PT Catur Insan Pertiwi
Modal Dasar/authorized capital
- PT Wijaya Karya (Persero). Tbk - Wijadjanarko Tantono
- Suprapto - Ir. Hastjaryo
Jumlah / Total Saham dalam Portepel
62 62.000.000 9,92% 625 625.000.000 100,00% 93 93.000.000 14,88% 32 32.000.000 5,12%
-
-Terhitung November 2008 PT Wijaya Karya, Tbk telah mengambil alih 70.08% saham PT Catur Insan Pertiwi.
As of November 2008, PT Wijaya Karya, Tbk shall have taken over 70.08% shares of PT Catur insan Pertiwi.
Struktur permodalan dan komposisi susunan pemegang saham PT Catur Insan Pertiwi adalah sebagai berikut :
The structure of capitalization and composition of the structure of shareholders of PT Catur Insan Pertiwi shall be as follows :
Pemegang Saham/Shareholders Nilai Nominal Rp.1.000.000,- per saham/per value of Rp.1.000.000 per shares
Saham/Shares Rupiah %
625 625.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh/full
subscribed and paid up capital:
438 438.000.000 70,08% 810.000.000 81.000.000.000
2008 2007 Description
650.195.372
248.800.490 Total Assets 606.501.617
208.471.662 Total Liabilities 43.693.755
40.328.828 Equity
PT. Catur Insan Pertiwi merupakan perseroan swasta nasional yang mengkhususkan diri di bidang konstruksi mekanikal dan elektrikal, dengan berbagai pengalaman di proyek-proyek Pembangkit Tenaga Diesel, Pembangkit Listrik Panas Bumi dan lainnya.
PT. Catur Insan Pertiwi shall constitute national private company engaging in special manner in mechanical and electrical construction with various experiences in projects of Siesel powered electric generator, geothermal powered electric generator and others.
1.080.000.000 108.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh/full subscribed and
paid up capital:
211.680.000 21.168.000.000 78,40% 3.483.000 348.300.000 1,29% 54.837.000 5.483.700.000 20,31% 270.000.000 27.000.000.000 100,00% WIKA INTRADE bergerak dalam bidang Industri dan
Perdagangan umum baik untuk memenuhi permintaan dalam negeri maupun permintaan luar negeri meliputi Bisnis Unit Metal, Konversi Energi, Pressing dan Jasa Handling Ekspor dan Impor.
WIKA INTRADE shall engage in the business of providing public Industry and Trading both in order to fulfill domestic and foreign requirements including Metal, Energy Conversion, Pressing and Exported and Imported Handling Services Business Unit.
Berdasarkan akta berita acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa WIKA INTRADE No. 19 tanggal 30 April 2007, dibuat dihadapan Hambit Maseh, SH, Notaris di Jakarta, struktur permodalan dan komposisi susunan pemegang saham WIKA INTRADE adalah sebagai berikut :
Pursuant to deed of minutes of Extraordinary General Meeting of Shareholders of WIKA INTRADE No.19 dated 30 April 2007, drawn up and passed before Hambit Maseh, SH., Notary Public Practicing in Jakarta, the structure of capitalization and composition of the structure of shareholders of WIKA INTRADE shall be set forth as follows :
Ikhtisar Data Keuangan Financial Data Summary
Uraian Description
Jumlah Aktiva Total Assets
Jumlah Kewajiban Total Liabilities
Jumlah Ekuitas Equity
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung PT Wijaya Karya Bangunan Gedung
Modal Dasar/authorized capital
- PT Wijaya Karya (Persero). Tbk - Koperasi Karya Mitra Satya
Jumlah / Total
Saham dalam Portepel/Portapel Stock
Ikhtisar Data Keuangan Financial Data Summary
Uraian 2008 Description
Jumlah Aktiva 50.093.001 Total Assets Jumlah Kewajiban - Total Liabilities
Jumlah Ekuitas 50.093.001 Equity
e. Penawaran Umum Saham Perusahaan e. Public Offering of the Company Shares
2008
Pada tanggal 11 Oktober 2007, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM dengan suratnya No. S-5275/BL/2007 untuk melakukan penawaran perdana kepada masyarakat atas 1.846.154.000 lembar saham Seri B baru, denga nilai nominal Rp. 100 per saham dan harga penawaran Rp 420 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta pada tanggal 29 Oktober 2007
On the date of 11 October 2007, the Company has obtained effective statement from the Chairman of Capital Market Supervisory Agency under the letter No. No. S-5275/BL/2007 to conduct initial offer to the public for 1.846.154.000 shares of New Serie B with nominal value of Rp.100 per share and bid price of Rp.420 per share. Such shares shall be listed in Stock Exchange on 29th October 2007
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung didirikan sesuai Akta No. 43 tanggal 24 Oktober 2008 dibuat dihadapan Imas Fatimah, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta. Anggaran Dasar Perusahaan telah mendapat Pengesahan dari Menteri hukum dan hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai surat No. AHU.92223.AH.01.01.Tahun 2008 tanggal 1 Desember 2008.
PT Wijaya Karya Bangunan Gedung was officially established pursuant to Deed No.43 dated 24 October 2008 drawn up and passed before Imas Fatimah, Bachelor of Law, Notary Public practicing in Jakarta, whose Articles of assocciation of the Company has obtained Legalization from Minister of Law and Human Right of the Republic of Indonesia under the letter No. AHU.92223.AH.01.01. Year 2008 dated 1 December 2008. Maksud dan tujuan dari Perseroan adalah Industri
konstruksi dan engineering, jasa pemborongan dengan pola progres termyn maupun turnkey/Build Operate Transfer (BOT), pengelolaan dan penyewaan gedung/kawasan niaga terpadu, perdagangan dan pemeliharaan peralatan serta material konstruksi, layanan peningkatan kemampuan di bidang jasa konstruksi dan engineering pada khususnya sesuai dengan prinsip-prinsip perseroan terbatas.
The Purpose and objective of the Company shall be construction and engineering industry, contracting services under the pattern of termyn and turnkey progress/Build Operate Transfer (BOT), building/integrated commercial area management and rental, equipment construction material trading and maintenance and capability improvement services in construction and engineering services especially in accordance with the principles of limited liability company.
Struktur permodalan dan komposisi susunan pemegang saham PT Wijaya Karya Bangunan Gedung adalah sebagai berikut :
The Structure of Capitalization and composition of the structure of shareholders of PT Wijaya Karya Bangunan Gedung shall be as follows :
Pemegang Saham/Shareholders Nilai Nominal Rp.1.000.000,- per saham/per value of Rp.1.000.000 per sharesSaham/
Program Penjatahan Saham Shares Allocation Program Seluruh saham Perusahaan sebanyak 5.846.154.000
saham pada tahun 2008 dan 2007 telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
All shares of the Company of 5.846.154.000 shares in 2008 and 2007 have been listed in Indonesian Stock Exchange.
Program ESA adalah penjualan saham Perseroan kepada peserta program ESA, melalui penjatahan pasti pada saat penawaran umum perdana saham dilaksanakan. Jumlah saham dalam program ESA sebanyak-banyaknya 10% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Perdana Saham, dengan harga diskon sebesar 20% (dua puluh persen) dari harga Penawaran Umum, yang harus dibayar secara penuh oleh peserta Program ESA pada saat melakukan Pemesanan Saham. Saham yang diperoleh dari program ESA diberlakukan Lock Up Period selama 8 (delapan) bulan sejak tanggal pencatatan di BEJ. Adapun beban diskon harga sebesar 20% tersebut akan ditanggung oleh Perseroan.
ESA Program shall be Individual shares selling offered to the participant of ESA Program, through definite allocation at the time of initial public offer implementation. The total amount of shares in ESA program shall be at most of 10% of total shares so offered in Initial Public Offer of Shares, with the discounted price of 20% (twenty percent) of Public Bid Price so fully payable \by participant of ESA Program in the course of Shares Order implementation. The acquired shares from ESA program shall apply Lock Up Period within 8 (eight) months as of the date of list in BEJ. The discounted price of 20% shall be duly borne by the Company.
Dari jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran umum kepada masyarakat tersebut sebesr 10% atau sebanyak 184.615.400 lembar saham biasa seri B dijatahkan secara khusus kepada Manajemen dan Karyawan Perusahaan melalui program penjatahan saham untuk pegawai Perusahaan (Employee Stock Allocation / ESA).
Of the total shares so offered in public offer to the public of 10% or 184.615.400 shares of general of serie B shall be allocated in special manner to the Management and Employees of the Company through shares allocation program to the Employee Stock Allocation/ ESA.
Program ESA diimplementasikan sesuai dengan Peraturan Bapepam No. IX.A.7.
ESA Program shall be implemented in accordance with Regulation of Capital Market Supervisory Agency No. IX.A.7.
Porsi saham ESA untuk Manajemen (Pengurus dan Pengawas) adalah sebesar 22,5%, dengan pembagian sebesar 17,5% untuk manajemen Perusahaan Induk dan sebesar 5% untuk manajemen Anak Perusahaan. Adapun porsi saham ESA untuk pegawai sebesar 77,5% dengan pembagian sebesar 62,5% untuk pegawai Perusahaan Induk dan sebesar 15% untuk pegawai Anak Perusahaan.
The ESA Share Portion to Management (both Management and Supervisor) shall be 22.5% under distribution of 17.5%, to management of the Parent Company and 5% to Subsidiary Company. ESA shares portion to the employee shall be 77.5% under the distribution of 62.5% to the employee of the Parent Company and 15% to the employee of Subsidiary Company.
Rencana Opsi Pembeliaan Saham untuk management dan karyawan
Shares Purchase Optional Plan for Management and Employees
Program ESOP/MSOP adalah pemberian Hak Opsi Pembelian Saham kepada Peserta Program ESOP/MSOP untuk membeli saham baru yang akan dikeluarkan dari portepel Perseroan sebanyak-banyaknya 5% dari modal ditempatkan dan disetor dalam Perseroan yang berdasarkan Peraturan Bapepam No. IX.D.4 merupakan maksimum saham yang dapat diterbitkan oleh perusahaan publik dalam periode 5 (lima) tahun tanpa memberikan hak lebih dahulu kepada pemegang saham lama (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu/HMETD).
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. ACCOUNTING POLICY
a. a.
b. b.
Consolidated financial statement shall be arranged by principal acquisition price (historical cost) and goinc concern principle. The consolidated financial statement shall be also arranged on the basis of acrual concept. This accounting policy has been applied consistently, unless otherwise it is expressed that there is amendment to the applied accounting policy. As of 2000, the Company adjusts the presentation of financial statement on the basis of Regulation of Capital Market Supervisory Agency No.VIII.G.7 dated 13 March 2000 regarding Guidelines for Presentation of Financial Statement in 2003. The Company shall also adjust the presentation of financial staement on the basis of circular letter of Capital Market Supervisory Agency Number: SE-02/PM/2002 dated 27 December 2002 regarding Guidelines for Presentation and Disclosure of Emitten Financial Statement or Public Company to Construction Industry. In 2005, the company shall commence to apply accounting manual for construction State Owned Enterprise so further implemented under Letter of Decision of Board of Director No. No.KU.04.09/A.DIR.0806/2005 .
Accounting policy so required in the presentation of consolidated financial statement shall be applied consistenly by the Subsidiary Company, unless otherwise expressly stated in special manner.
Kepemilikan pemegang saham minoritas atas ekuitas Perusahaan Anak disajikan sebagai "Hak Minoritas" pada neraca konsolidasian.
The Ownership of minority shares for the equity of Subsidiary Company shall be served as Minority Interest in consolidated balance sheet.
Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian Principal Arrangement for Consolidated Financial Statement.
Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan dasar harga perolehan (historical cost) dan disusun berdasarkan prinsip berkesinambungan (going concern). Laporan keuangan konsolidasian juga disusun berdasarkan konsep akrual. Kebijakan akuntansi ini telah diterapkan secara konsisten kecuali apabila dinyatakan adanya perubahan dalam kebijakan akuntansi yang dianut. Sejak tahun 2000, Perseroan menyesuaikan penyajian laporan keuangan berdasarkan Peraturan Bapepam No.VIII.G.7 tanggal 13 Maret 2000 mengenai Pedoman Penyajian Laporan Keuangan. Pada tahun 2003, Perseroan juga menyesuaikan penyajian laporan keuangan berdasarkan Surat Edaran Bapepam Nomor: SE-02/PM/2002 tanggal 27 Desember 2002 tentang Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, untuk Industri Konstruksi. Pada tahun 2005, perusahaan mulai menerapkan manual akuntansi BUMN konstruksi yang ditindaklanjuti dengan SK Direksi No.KU.04.09/A.DIR.0806/2005.
Laporan arus kas konsolidasian untuk aktivitas operasi disusun menggunakan metode langsung dan arus kas dikelompokkan atas dasar aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Consolidated cash flow statement shall be arranged using direct method and such cahs flow shall be classified on the basis of operational, investment and funding activities.
Seluruh angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini, kecuali dinyatakan secara khusus, dinyatakan dalam ribuan Rupiah.
All nominal number contained in this consolidated financial statement unless otherwise expressly stated shall be amounted in thousand of Rupiah.
Prinsip Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian The Principle for Presentation of Consolidated Financial Statement
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perseroan dan Perusahaan Anak dengan kepemilikan lebih dari 50%, baik langsung maupun tidak langsung.
Consolidated financial statement shall consist of financial statement of the Company and Subsidiary Company with the ownership of more than 50%, both in direct and indirect manner.
Pengaruh dari seluruh transaksi dan saldo antara Perusahaan Anak di dalam Perseroan telah dieliminasi dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian.
The consequence of all transaction and balance made among the Subsidiary Companies within the organization of the Company shall have been elimited in the presentation of consolidated financial statement.
c. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing c. Transaction and Balance in Foreign Currency
Dolar Amerika Serikat Euro Eropa
Yen Jepang Dolar Singapura Dinar
d. d.
1) 1)
2) 2)
3) Perorangan yang memiliki, baik secara langsung 3) maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara
di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor).
Individual having both directly and indirectly voting right interest in the reporting company influencing significantly and member of close family from the said individual person (the terms of member of close family shall be those who could be expected to have influence or been influenced by the individual person in terms of transaction made with the reporting company).
7.608,00 - Singapore Dollar 156,24 - Dinar
Pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa Related Parties
Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 7, "Pengungkapan atas Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa".
The Company shall hold transaction with other parties establishing special relationship. In accordance with Statement of Financial Accounting Standard No.7 "Disclosure in respect of Parties establishing Special Relationship".
Yang dimaksud dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah:
The terms of parties establishing special relationship shall have the following meaning:
Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies, subsidiaries, dan fellow subsidiaries).
The Company through one or more agencies shall control or shall be controlled by, or under the mutual control with the reporting company (including holding companies, subdidiaries and fellow subsidiaries).
Perusahaan asosiasi Associated Company Penyertaan pada Anak Perusahaan seperti dijelaskan pada
Catatan 1d.
Participation in Subsidiary shall be notified in Notes 1d.
Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan dilakukan dalam satuan Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia. Keuntungan dan kerugian kurs yang timbul dibebankan dalam laporan laba rugi konsolidasi dalam tahun yang bersangkutan. Kurs tengah yang digunakan pada tanggal neraca, adalah sebagai berikut :
Bookkeeping of the Company and subsidiary company shall be made in Rupiah currency. Current year transactions in foreign currency shall be listed in the applicable foreign exchange rate in the course of transaction. On the date of balance sheet, monetary asset and obligation in foreign currency shall be notified in Rupiah Currency using medium foreign exchange rate of Bank Indonesia. the accrued profit and loss of foreign exchange rate shall be charged in consolidated profit loss statement in the related years. The medium foreign exchange rate so required on the date of balance sheet shall be as follows :
2 0 0 8 2 0 0 7
4) 4)
5) 5)
1) 1)
2) 2)
3) 3)
4) 4)
Karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut, dan.
Key Employee shall be the person having authority and liability to plan, lead and control the activities of reporting company including member of board of commissioner, board of director and manager of the company and member of close family of the said persons, and.
Perusahaan dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung, oleh setiap orang yang diuraikan dalam angka 3) atau 4), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor.
The Company in which substancial interest in voting right held both in direct and indirect manner, by each person so notified in point 3) or 4), or such each person holdling significant influence to the aforementioned company. It includes companies having member of board of commissioner, board of director, or main shareholders of the reporting company and the companies holding key management member so similar with the reporting company.
Sifat hubungan istimewa yang terjadi pada perusahaan adalah sebagai berikut :
The characteristic of related parties established by the company shall be as follows:
Pemerintah Republik Indonesia yang diwakili oleh Menteri Negara BUMN merupakan pemegang saham mayoritas Perseroan. Oleh karena itu Perseroan dan BUMN lain memiliki hubungan afiliasi melalui Penyertaan Modal Pemerintah Republik Indonesia.
Government of the Republic of Indonesia represented by State Minister for State Owned Enterprise shall constitute majority shareholders of the Company. Therefore, the Company and other State Owned Enterprises shall establish affiliation through Capital Participation of the Government of the Republic.
Perseroan menempatkan dana dan memiliki pinjaman dana pada bank-bank pemerintah atau bank-bank yang dimiliki oleh BUMN dengan persyaratan dan tingkat bunga normal sebagaimana yang berlaku pada pihak ketiga.
The Company shall subscribe fund and have funding loan in govenrmental banks or any banks held by the State Owned Enterprise under the terms and conditions and normal interest rate as applicable to the third party.
Perseroan mengadakan perjanjian dalam rangka usaha Perseroan dengan BUMN-BUMN lain maupun anak perusahaan serta lembaga-lembaga pemerintah berwenang
The Company shall enter into agreement for the purpose of business made by the Company and other State Owned Enterprises and subsidiaries and competent authorized governmental institutions
Mempunyai anggota pengurus yang sama dengan Anak Perusahaan yaitu Direksi perseroan menjadi anggota Dewan Komisaris Anak Perusahaan.
It shall have member of management so similar with the Subsidiary i.e. Board of Director of the company to be the member of Board of Commissioner of the Subdisiary Company.
Semua transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan tingkat bunga atau harga, persyaratan dan kondisi yang sama sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasi.
e. Kas dan Setara Kas e. Cash and Cash Equivalent
f. Penyisihan Piutang Ragu-Ragu f. Allowance for Doubtful Accounts
Umur Piutang/Ageing Accounts
> 12 s.d. 15 bulan > 15 s.d. 18 bulan > 18 s.d. 21 bulan > 21 s.d. 24 bulan > 24 s.d. 27 bulan > 27 s.d. 30 bulan > 30 s.d. 33 bulan > 33 s.d. 36 bulan
g. Piutang Retensi g. Retention Receivable
h. h.
40% 60% 80% 100%
Piutang retensi merupakan piutang perusahaan kepada pemberi kerja yang akan dilunasi setelah penyelesaian kontrak atau pemenuhan kondisi tertentu yang ditetapkan dalam kontrak. Piutang retensi dicatat pada saat pemotongan sejumlah persentase tertentu dari setiap tagihan termin untuk ditahan oleh pemberi kerja sampai suatu kondisi setelah penyelesaian kontrak dipenuhi.
Retension Receivable shall constitute the company receivable provided to the employer that shall be fully paid upon the completion of contract or compliance with certain condition as stipulated in contract. The retension receivable shall be recorded at the time of set off by several definite percentage of each installment receivable to be retained by the said employer until certain condition upon the completion of contract.
Tagihan Bruto Pemberi Kerja atas Kontrak Konstruksi Due from Customer
Tagihan bruto pemberi kerja merupakan piutang perusahaan yang berasal dari pekerjaan kontrak konstruksi yang dilakukan namun pekerjaan yang dilakukan masih dalam pelaksanaan. Tagihan bruto disajikan sebesar selisih antara biaya yang terjadi ditambah dengan laba yang diakui dikurangi dengan kerugian yang diakui dan termin.
Gross Bill of the Employer shall constitute the company receivable sourcing from contruction employment contract so duly conducted, but the activities as carried out shall be in the course of the implementation. Gross Bill shall be served amounting to the difference between the accrued cost so added by admitted profit and decreased by the admitted loss and installment.
Tagihan bruto diakui sebagai pendapatan sesuai dengan metode persentase penyelesaian yang dinyatakan dalam berita acara penyelesaian pekerjaan yang belum diterbitkan faktur karena perbedaan antara tanggal berita acara progress fisik dengan pengajuan penagihan pada tanggal neraca.
Gross Bill shall be admitted as income in accordance with the method of completion percentage declared in minutes of completion of the works in which the invoice has not been yet issued due to diferrences between the date of physical progress and submission of invoice on the date of balance sheet.
Kas dan setara kas mencakup kas, bank dan investasi jangka pendek yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang. Kas dan setara kas yang telah ditentukan penggunaannya atau yang tidak dapat digunakan secara bebas tidak tergolong dalam kas dan setara kas.
Cash and cash equivalent shall include short term cash, bank and investment due within the period of three months or less. Cash and cash equivalent so determined the use or could not required freely may not be classified as cash and cash equivalent.
Perusahaan menerapkan akuntansi BUMN Konstruksi yang ditindaklanjuti dengan SK Direksi No. IN.03.00/A.DIR.0003/2005 tentang pembentukan penyisihan piutang ragu-ragu dengan kriteria sebagai berikut:
The Company shall apply Construction State Owned Enterprise acccounting as further implemented by Letter of Decision of Board of Director No. IN.03.00/A.DIR.0003/2005 regarding formation of provision for bad and doubtful debt under the following criteria:
Prosentase/
Prosentage
i. Persediaan i. Inventory
Persediaan Real Estat Real Estate Inventory
j. Biaya Dibayar Dimuka j. Prepaid expenses
Persediaan real estat terdiri dari tanah dan bangunan, bangunan sedang dalam penyelesaian dan tanah sedang dikembangkan dinyatakan sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah.
Real estate inventory consists of land and building. the building is in the process of completion, while the land is being developed. It is declared amounting to acquisition cost or net realization value, which is the lower one.
Biaya perolehan tanah sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan ditambah dengan biaya pengembangan langsung dan tidak langsung pada aktiva pengembangan real estat ditambah dengan biaya pinjaman.
Land acquisition cost is being developed including Land for Developmentacquisition cost as added by direct and indirect developed cost on real estate developed asset and added by loan cost.
Biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan meliputi biaya pra perolehan dan perolehan tanah dan dipindahkan ke tanah yang sedang dikembangkan pada saat pematangan tanah akan dimulai atau dipindahkan ke tanah matang pada saat tanah tersebut siap dibangun.
Land acquisition cost not yet developed shall include pre land acquisition cost and land acquisition and removed to the land that is being developed at the time of improvement on land is begun or removed to the improved land at the time the land is ready to be built.
Biaya perolehan bangunan sedang penyelesaian meliputi biaya perolehan tanah yang telah selesai dikembangkan ditambah dengan biaya pembangunan dan biaya pinjaman serta dipindahkan ke aktiva tanah dan bangunan pada saat dibangun dan siap dijual.
Building acquisition cost that is being completed shall include land acquisition cost that has been completed to be developed and added by developed cost and loan cost and removed to the land and building assets during the development and it is ready to be sold.
Biaya pinjaman yang berhubungan dengan kegiatan pengembangan proyek dikapitalisasi ke proyek yang sedang dikembangkan.
Loan cost in connection with the project developing activities is capitalized to the project that is being developed.
Biaya dibayar dimuka terdiri dari biaya usaha, biaya produksi, biaya pengadaan, biaya pengelolaan, biaya distribusi, biaya sewa dan asuransi.
Prepaid expenses consist of business expenses, production cost, procurement cost, management cost, distribution cost, rental and insurance fee.
Untuk biaya usaha, biaya produksi, biaya pengadaan, biaya distribusi akan dibebankan secara proporsional dengan pendapatan yang diakui pada setiap periode.
business fee, production cost, procurement cost, distribution cost shall be borne in proportional manner under the income so admitted per period.
Untuk biaya dibayar dimuka sewa dan asuransi diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.
Prepaid expenses in terms of rental and insurance fee shall be amortized during the benefit perid of each cost pursuant to pro rate method.
Persediaan barang jadi, bahan baku, perlengkapan dan barang dalam proses diakui berdasarkan nilai terendah antara harga perolehan atau nilai realisasi bersih, harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. Persediaan barang dagangan yang tidak terjual karena tipe, bentuk atau model tidak sesuai dengan kebutuhan pasar, dipindahkan ke pos "Aktiva lain-lain". Persediaan yang tidak terjual disisihkan sebesar 20% dari nilai saldo akhir persediaan yang bersangkutan.
k. Investasi k. Investment
Investasi Jangka Pendek Short term investment
Investasi Pada Perusahaan Asosiasi Investment on Associated Company
l. Tanah Belum Dikembangkan l. Land for Development
m. Aktiva Tetap m. Fixed Assets
1) Kepemilikan Langsung 1) Direct Acquisition Penyertaan dalam bentuk saham yang dimiliki kurang dari
20% dinyatakan sebagai biaya perolehan (metode biaya). Penyertaan dengan kepemilikan 20% atau lebih dan dapat mempengaruhi kebijakan manajemen dicatat dengan metode ekuitas, akan tetapi, apabila Perusahaan mampu mengendalikan anak perusahaan walaupun Perusahaan mempunyai penyertaan kurang dari atau sama dengan 20%, maka dicatat dengan metode ekuitas.
Investment in shares owned less than 20% shall be declared as acquisition cost (cost method). The investment with the ownership of 20% or more and may influence the management policy shall be recorded under equity method. However, if the Company is capable to control the subsidiary, though, the Company invests less than or equal to 20%, then consequently it shall be recorded under equity method.
Dengan metode ekuitas, penyertaan saham dinyatakan sebesar biaya perolehannya dan ditambah atau dikurangi dengan bagian laba (rugi) perusahaan asosiasi yang bersangkutan dan dividen yang diterima sejak tanggal perolehan.
By the equity method, investment in shares shall be declared amounting to the acquisition cost and added or deducted by profit (loss) of the relevant associated companies and dividend so received as of the date of the acquisition.
Tanah belum dikembangkan merupakan tanah yang sudah dimiliki tetapi belum mulai dikembangkan dinyatakan berdasarkan nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value) dan akan dipindahkan sebagai akun persediaan pada saat mulai dikembangkan dan dibangunnya prasarana
Land for Development shall constitute the land that has been owned, but has not yet been developed. It shall be considered on the basis of the lowest value between acquisition value and net realization value and removed as inventory account at the time the infrastructure beguns to be developed and built.
Aktiva tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan, kecuali untuk aktiva tetap tertentu yang digunakan dan diperoleh sebelum tahun 1987,dinilai kembali berdasarkan Peraturan Pemerintah No.45 tanggal 2 Oktober 1986 dengan dikredit ke akun "Selisih penilaian kembali aktiva tetap" dalam bagian ekuitas di neraca.
Fixed assets shall be declared on the basis of acquisition cost after deduction of depreciation accumulation, except in terms of certain fixed assets so required and acquired prior to 1987, revalued under Government Regulation No.45 dated 2 October 1986 so creditted into the account "Difference of reassessment on fixed asset" in part of equity in balance sheet.
Peralatan proyek disusutkan berdasarkan metode jumlah angka tahun (sum of the years digit method) yang disesuaikan, sedangkan aktiva tetap yang lainnya berdasarkan metode garis lurus (straight line method).
Project equipment is depreciated under sum of the years digit method so duly adjusted, while, other fixed asset shall be made under straight line method.
Deposito berjangka yang jatuh tempo kurang dari tiga bulan namun dijaminkan dan deposito berjangka yang jatuh tempo lebih dari tiga bulan disajikan sebagai "Investasi jangka pendek" dan dinyatakan sebesar nilai perolehan.
Aset Tetap Fixed Assets
Prasarana Infrastructure
Bangunan semi permanen dan pabrik Semi permanent building and plant
Perlengkapan kantor Office equipment
Kendaraan bermotor Motor Vehicles
Mesin dan peralatan pabrik Machines and plant equipment
2) Sewa 2) Leases
a) a)
b) b)
Klasifikasi sewa sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi didasarkan pada substansi transaksi dan bukan pada bentuk kontraknya. Contoh dari sutuasi yang secara individual atau gabungan dalam kondisi normal mengarah pada sewa yang diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan adalah:
Lease classification as financing rental or operational lease shall be made under the substance of transaction and instead of the form of the contract. The example of either individual or collective situation in normal condition refering to the lease so classified as financing lease shall be as follows:
sewa mengalihkan kepemilikan aset kepada lessee pada akhir masa sewa
Lease shall transfer the ownership of assets to the lessee at the termination of lease period.
Lessee mempunyai opsi untuk membeli aset pada harga yang cukup rendah dibandingkan nilai wajar pada tanggal opsi mulai dapat dilaksanakan, sehingga pada awal sewa dapat dipastikan bahwa opsi memang akan dilaksanakan.
Lessee shall have option to purchase the assets on sufficient low price rather than fair value as of the date of the commencement of the implementation of the option. Therefore, in the initial lease, it may ensured that the option shall be implemented. 10
4 4 Peralatan proyek - Mesin dan peralatan prefab
housing
4 - 8 Project equipment-Prefab housing machine and equipment
Peralatan produksi/pabrik - Mesin dan peralatan pabrik tiang beton
4 - 8 Project equipment-Machines and plant equipment piling
4 - 8
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya, pemugaran dan peningkatan daya guna dalam jumlah besar dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, biaya perolehan serta akumulasi penyusutan dan amortisasinya dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang diperoleh/diderita dilaporkan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan.
Maintenance and repair cost shall be borne in consolidated profit loss statement during the renovation and improvement of productivity in siginificant quantity so duly capitalized. Fixed asset not required again or sold out, acquisition cost and depreciation accumulation and amortization shall be issued from the group of fixed asset and profit or loss so acquired/borne shall be reported in profit loss statement in the related years.
Aktiva dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan dipindah ke aktiva tetap pada saat selesai dan siap digunakan.
Asset in terms of completion shall be declared amounting to acquisition cost and removed into fixed asset at the time of the completion and it is ready to be used.
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.
Lease is classified as financing lease, if such lease transfers substantially all risks and benefits related to the ownership of the assets. Lease is classified as operational lease, if such rental does not transfer substantially all risks and benefits related to the ownership of the assets. Umur ekonomis aktiva tetap sesuai Surat Keputusan
Direksi No.01.09/A.DIR 0702/95 tanggal 22 Desember 1995, adalah sebagai berikut:
Economic aging of fixed asset pursuant to Letter of Decision of Board of Director No.01.09/A.DIR 0702/95 dated 22 December 1995 shall be set forth as follows:
Masa manfaat (Tahun)
20 Bangunan kantor, mess/guest house, rumah
tinggal/villa permanen