31
Boks 2. Perubahan Tahun Dasar Perhitungan Inflasi Kota Palangka Raya dan Sampit
Perubahan Tahun dasar dan penimbang penghitungan IHK/Inflasi diperbaharui setiap 5 -10 tahun
sekali. Penimbang terakhir tahun (2002=100) selanjutnya dimutahirkan menjadi (2007=100) melalui
hasil Survei Biaya Hidup (SBH) 2007. Hal ini dilakukan BPS mengingat pola konsumsi masyarakat
telah banyak mengalami perubahan, yang menyebabkan cakupan paket komoditas dan bobot
masing-masing komoditas berubah. Disamping itu, semakin beragamnya komoditas (kualitas, merk,
kemasan) yang beredar dan dikonsumsi masyarakat. Dengan bertambahnya provinsi dan
menyebarnya kegiatan ekonomi di beberapa kota potensi, maka cakupan kota perlu diperluas,
demikian pula bobot setiap kota akan berubah.
Dengan demikian paket komoditas Kota Palangka Raya hasil SBH 2002 berjumlah 303, sekarang
menjadi 335, begitu pula Kota Sampit dari 285 menjadi 325 komoditas.
Perubahan /perbedaan SBH 2002 dan SBH 2007
Formula Penghitungan IHK/Inflasi (Modifikasi Laspeyres)
100
- 33 Kota/Kabupaten 2007=100 - 15 Kota/Kabupaten 2002=100 - 33 Kota/Kabupaten 2007=100 - 15 Kota/Kabupaten 2002=100P(n-1)i Qoi = Nilai konsumsi jenis barang i, periode ke-(n-1)
Poi Qoi = Nilai konsumsi jenis barang i pada tahun dasar
32
Formula perhitungan Andil Inflasi
Boks 3. Penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat) di Kalimantan Tengah
Penyaluran KUR di Kalimantan Tengah menunjukkan perkembangan yang semakin baik.
Sampai dengan Bulan Mei 2008 KUR tumbuh 45,69% dibandingkan bulan lalu. Berdasarkan jenis
kredit yang dikucurkan, masih didominasi oleh kredit modal kerja dengan jangka waktu yang lebih
panjang. Tercatat sebanyak 95,14% KUR adalah kredit modal kerja. Kredit modal kerja tumbuh
45,71% dibandingkan bulan April 2008, begitu pula kredit investasi tumbuh 45,17%(mtm).
Berdasarkan sektor ekonomi,
KUR disalurkan sebagian besar kepada
sektor perdagangan (73,90% dari jumlah
KUR) diikuti sektor pertanian, perkebunan
dan sarana pertanian. Kredit untuk sektor
perdagangan tercatat mengalami
pertumbuhan 60,31% (mtm). Sementara
itu, kredit untuk sektor pertanian dalam arti
luas tumbuh 7,34% (mtm).
Menurut daerah, Kota Palangka Raya membukukan penyaluran KUR terbesar yaitu
Rp18,96 miliar diikuti Sampit Rp18,12 miliar dan Kuala Kapuas Rp13,97 miliar. Kredit yang
dikucurkan Kota Palangka Raya tumbuh cukup tinggi yaitu mencapai 148,51% (mtm). Hal ini terkait
dengan komitmen ekspansi kredit KUR yang dikumandangkan pada bulan April 2008 saat peresmian
KUR oleh Bapak Presiden di Palangka Raya. Sementara itu, kinerja penyaluran KUR di Kuala Kapuas
tumbuh 34,72% diikuti Sampit 11,70%.
100
%
%
RH
nix
NK
(n−1)i∆
= Persentase perubahan harga
= Persentase Bobot terhadap total NK komoditas i bulan (n-1) ni
RH
%
i n
NK
( 1)%
−Penyaluran KUR menurut Wilayah (dalam Rp Juta)
WILAYAH Mar-08 Apr-08 Mei-08
Sampit 12.817,00 16.273,50 18.177,50
Palangka Raya 7.056,10 7.631,10 18.964,10
Pangkalan Bun 1.421,84 5.986,14 11.046,50
Sukamara 292,00 574,00 574,00
Lamandau 293,00 732,50 732,50
Muara Teweh 2.385,75 4.891,00 5.401,00
Buntok 2.536,00 3.770,50 4.233,00
Kuala Kapuas dan Pulang Pisau 6.285,00 10.367,50 13.967,00
Katingan 0,00 0,00 80,00
Total 33.086,69 50.226,24 73.175,60
Sumber : Bank Indonesia Palangka Raya