• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proceeding Diseminasi Hasil Penelitian TK Nasional

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Proceeding Diseminasi Hasil Penelitian TK Nasional"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

fi $ffi ffi : S?S-SSA-8429-27-6

Bidang : Pendidikan,

Olahraga,

Kajian

Wanita Dan Gender

,*;

f

$

f*'*

t-L.-i

r*p

i *

q

t*

. &

id$sr

flr

d l

. & . !

"Membangun Perilaku Kritis llmiah, Berwawasan Mu ltid imensi

Menuju Insan Cendikia, Mandiri dan Bernurani"

LEMBAGA PENELITIAN

(2)

KATA PENGANTAR

Memperoleh pendidikan yang bermutu merupakan salah satu hak warga negara Republik Indonesia yang pertu diperoleh sejak usia dini sampai dewasa. Oleh karena itu, penelitian-penelitian tentang pendidikan dari berbagai perspektif perlu terus dilakukan dan hasilnya juga perlu disampaikan kepada masyarakat. Demikian pula olahraga (rekreasi, pendidikan dan prestasi) memiliki peran penting dalam mengembangkan manusia yang bugar, tumbuh kuat dan cerdas. Tidak bisa dikesampingkan adalah semakin kompleksnya persoalan perempuan pada berbagai bidang yang perlu diantisipasi dan dijawab melalui berbagai penelitian misalnya tentang: (1) rendahnya tingkat pendidikan perempuan, (2) terbatasnya kesempatan kerja yang layak bagi perempuan, (3) rentannya kaum perempuan dalam bidang ekonomi dan kesehatan, dan (a) rendahnya partisipasi kaum perempuan dalam kancah politik'

Diseminasi hasil penelitian merupakan salah satu forum terbuka untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian kepada sesama peneliti, akademisidan praktisl, Melihat betapa pentingnya diseminasi dan permasalahan di atas, pada 5 Desember 2009 Lembaga Penelitian Universitas Negeriyogyakarta memfasilitasi peneliti untuk mempublikasikan berbagai hasil penelitian yang terkait dengan bidang pendidikan, olahraga, dan kajian wanita & kesetaraan gender'

Melalui diseminasi hasil-hasil penelitian tingkat nasional ini berhasil disusun proceeding yang bertema "Membangun Perilaku Kritis llmiah, Berwawasan Multidimensi Menuju Insan c e n d e k i a , M a n d i r i , d a n B e r n u r a n i " d i h a r a p k a n m a m p u m e m b e r i k a n s u m b a n g s a r a n b a g i kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologiyang bermanfaat bagi peningkatan kualitas manusia Indonesia yang paripurna sebagaimana diamanatkan oleh Renstra Depdiknas' Selain itu, menjadi a j a n g s a l i n g m e m p e r k a y a d a n m c m p e r l u a s W a w a s a n a n t a r p e s e r t a y a n g b e r g u n a u n t u k ' meningkatkan kualitas penelitian masing-masing dl hari-hari mendatang'

Akhir kata, semoga proceeding ini bermanfaat dan layak dijadikan rujukan bagi penemuan-penemuan berikutnya, tak lekang oleh panas dan tak rapuh oleh waktu, tetapi akan terkoreksi secara ilmiah oleh kebenaran llmu pengetahuan yang teruji yang ditemukan oleh para cendekiawan muda pada waktu-waktu yang akan datang.

Yogyakarta, 5 Desember 2009 Ktstrm. I embaoa Penelitian UNY

N I P . 1 9 5 3 0 5 1 9 i 9 7 8 1 1 1

i i i

0 0 1

'1'roctttfitE'Dtsemin,si'Jla-:i/-litt-<il'Ile neLittttn'Iitgkat \nstttrnL 200:) hmb tg tt'lene fiti a n'U nia ersitts \eg en')b q t 1 t \Lt r t n

(3)

DAFTAR

IS!

Halaman SamPut

Daftar lsi

DAMPAK

coMPuTER

ArnrutE

DAN

JEry.D:ll:,11f?i:Ito*tl^):tt::T:

y :i:-ylTTI)::

D A M P A K C A M F U ' t r r t t + t t t I v v L . " ^ ' : . - - : ; l ^ : ^ : ^ , , + n t ^ t 6 ^ o n 2

Oleh: Dian lndriPurnamasari - Universitas Kristen DutaWacana

EVALUAsIPH0GRAIVIPEMBERDAYAAN|!lF.l!SuANPENGRAJ|Nl3T.Hl-Lo(KERUP[.|KS|NGK0NG)

BERBASTS

IPTEK

Dr

DUSUN

PRrGrrEPus-slD:HAHS"iiTuiiAi(i*i,tl:'

::lit:.T":Tl

7i€ hi N;;iy;:hJi ii i ^, r, - rJ n iv e r sitas N e g e ri Yo gy akarta . "...'..'.'... "

PEREMPuAN

'

P0LlrtKus

DI

PR0PINsI

DrY:,tl].11li"EHAN

DAN

HAritl]ll

::::]T::

diii'iili,v u;'n t ai di F t, u' - lJ n w e r sitas N e g e ri Yo gy akarta " " " " " " " "

SENSITIVITAS DAN APLTKASI KESETARAAN GENDEH DIORGANISASI

KEMAHASISWAAN UNIVERSITAS

[t?tfiffifi]ffi1f;r\,tunuoo,n,

dan

supardi

- t)niversitas

Neseri

yosvakarta

pEMTNGGTRAN pEREMpuAN DALAM BAHlql poLITlK: suATu KAJIAN "JARG.N

PoLlrlK" DIIND.NESIA OIeh : Rosida riu,ma wtanut'i'g--^Gi;i"'ttt K'itt" Maranatha

PoLAKERJADANPENDAPATANBURUHPEREMPUANINDUSTRIGARMEND|KABUPATENSEMARANG OIeh: Enta Setyowati - uiiluiiiut N'gerisemarang

PERANPEREMPIJANPADASEKToRDoMESTTKDANPUBLIKDIKoTAYoGYAKARTA o t e h : P e n nv R an m u* ^ty l'i iie i silas N e g e ri Yogy akarta " " " " " " " "

KoNTROVERSICITRA PERETVIPUAN DALAM O.LAHRAGA 60 oleh:M. Hamid Anwar o^n i'l,l/ono - universitas NegeriYogyakarfa . ". '... " "" " "

PENGARUHSENAMAERoB|KLow"IMPAITDANH,GH,MPACTTERHADAPKESEGARANJASMAN| Oleh: A, Erlina tistiyarini - tiiversrtas N

KEsEGARANJASMANIsISWAsEKoLAHDASARMENINGKATMELALUIPENDEKATANBERMAIN

UPAYAPENINGKATANHASILBELAJARLoMPATJAUHMELALUIIFy+I''I|ATANBARANG.BARANGBEKAS

yANc

ADA

Dr

sEKrrAR

s;"Kbiliisi:bAcnr

nrnrtii,r;u frnieetA.Jrnnii

iror slswA

sMpN

5 wATEs

GilfrxAiArun

pEmlnnnN2ooe-2o1o

84

;;; P;i,;r,:,'

:sl''iPrv

s wAT

ES

"

PERBEDAANEFEKTIVITASPEMBELAJAR4I,I].EJISLAPANGANMENGGUNAKANMEToDEC/PENTRAINING

fll'*f;*iy,tk':nYall,luan'o::::ll

e3

MoTlvASl BERPRESTASI ATLET sEl4[PgflMAHAslswA PlqnH'lgrlMEWA YoGYAKARTA

DALAM

MENGHADApT

iiiir-nr

oinHnrcn

rurniii'siiri,-r'r'insioH*

tpd''i'r'ind-i)

or r^-tmANTAN

SELATAN

T A H U N 2 0 0 7 : r - ^ t r ^ ^ n t i v a n r t c k n r t A

l n n

Oleh: Konarudin dan Saryono - I?niversitas NegeriYogyakarta - -

'vv

PERBEDAANKEKUATANDANDAYATAHANoToTTUNGKAIPEMAINBELAKANGTENGAHDANDEPAN

D A L A M S E P A K B o L A , t ^ ; . , ^ , ^ ; t ^ a ^ r a n a r i y n n v A k a r t a . . . , . , . O|eh:FtrdianWaluyodanSoniNopembri-|JniversitasNegeriYogyakarta

EFEKTIV|TASSENAMAERIBIID^LAMMEN|NGKATKANKESEGARANJASMANIKL|ENPSKW

oteh:A, E'LtNA,sryA;iii:;r;;i;.umu Ke,ffi# u;;r;;r,r* xeieii-iogvakarta """"""'

1'10

15

25

41

c1

(4)

PENGARUH

SENAM AEROBIK LOW IMPACT DAN HIGH

TERHADAP

KESEGARAN

JASMANI

IMP,

O l e h :

A. Erlina listiyarini { Universitas Negeri YogYakarta

Abstrak

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam aerobik low impact dan impact terhadap kesegaran jasmani. Metode penelitian yang digunakan adalah de eksperimen lapangan. Instrument untuk mengukur kesegaran jasmani dengan

fitness test. Design penelitian dengan analisa kovarian ubahan taut (criterion) tingkat jasmani pada akhir eksperimen, ubahan bebas senam aerobik low impad, high impact, -seftaan,

tlmu6 tinggi badan, berat badan dan tingkat kesegaran iasmani pada awal eksl populasi yang digunakan adalah mahasiswa putri FIK UNY angkatan 1998/1999. I cuplikan 45 orang. Teknik pengambilan cuplikan dengan randomized control group posttest design. Hasil analisis data, uji persyaratan analisis, uji normalitas, sebaran normal, uji tinieritas semua tinie6 uii homogenitas, uji C. Cochran P= 0,233 status ho uji Barttett P= 0,606 status homogen. IJji hipotesis penelitian ada pengaruh yang intara senam aerobik low impact dan high impact terhadap peningkatan kesegaran < 0,05. Senam aerobik low impact memberi pengaruh lebih rendah terhadap jasmani P > 0,05 daripada senam aerobik high impact'

Kata Kunci : Senam aerobik low impact, senam aerobik high impact, kesegaran iasmani,

P E N D A H U L U A N

Senam aerobik merupakan latihan yang menggerakkan otot seluruh otot

otot besar dengan gerakan yang terus menerus berirama, maju, dan berkelanjutan. aerobik dapat meningkatkan kesegaran jasmani dan kesehatan. Faktor tersebut adalah tercapainya peningkatan olahraga prestasi, Selain itu senam aerobik juga memilikicirise dancing entertainment, yang oleh keindahan gerak gemulainya merupakan olahraga bersifat rekreatif (Hamengku Buwono X, 1993). Sehingga senam aerobik banyak diminatic kaum wanita. Dalam pelaksanaanya senam aerobik bisa dilakukan secara low impact(bentu ringan) atau dengan high impact (benturan keras) namun kenyataan di lapangan dalam s sei peiaksanaan senamaerobik biasanya dilakukan dengan dua cara atau dua model y dengan low impaet dan high impact. Low impacf cjisarankan bagi peserta yang ticiak melikukan benturan keras atau gerak berloncat-loncat. High impact disarankan bagi pe yang masih kuat melakukan gerakan loncat-loncat, dan yang masih kuat atau tahan melakukan gerakan high impacf biasanya kaum muda atau usia dewasa.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan anak coba mahasiswi FIK UNY angka 1998/1999 (semester 3) yang seluruhnya masuk kategori usia dewasa, Informasi tentl

pengaruh senam aerobik dapat meningkatkan kesegaran jasmani memang sudah ada, sehin melilui penelitian ini diharapkan mahasiswi tersebut bisa meningkatkan kesegaran jasmani karena mahasiswa merupakan salah satu aset Negara yang sangat perlu dipersiapkan secara global baik persiapan fisik maupun non fisiknya, karena mahasiswa sebagai insan yang professional dalam penerus cita-cita bangsa, maka harus mempunyai fondasi yang kuat serta memiliki kemampuan ketrampilan kerja sebagai sumber daya manusia yang dapat mandiri.

8 ro rce[ntg D Lserniwsi ]{asiL fiui[ Peru[itian'Tirg futt \asio nal 2009 I*m 6 ag a P e ne [iti an tI ni z't er -s i t as l$g e n ) bg y a fut ta

(5)

Untuk memiliki itu semua, peran fisik sangat penting pula karena menurut Fox (1997: 6) kesegaran total (tofal fitness) memberi kelanggupari atau kemampuan kepada

seseorang untuk menjalankan hidup produktif dan dapat menyesuaikan diri dengan pembebanan (sfress) fisik yang layak' Pendapat inijuga terbukti sesuai d.ngun hasil peneftian Tomolius (1993: 22)

dengan meningkatnya kesegaran jasmani akibat latihan senam aerobik membawa dampak yang positif terhadap peningkatan produksi kerja.

Dengan didukung pendapat diatas, maka peneliti ingin sekali membuktikan pengaruh senam aerobik low impacf dan senam aerobik high impicf terhadap kesegaran jasmani. Berdasarkan uraian diatas masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebalai berikut:

1' Apakah senam aerobik low impact dan senam aerobik high impacf memberi pengaruh terhadap peningkatan kesegaran jasmani,

2. Manakah yang lebih efektif untuk meningkatkan kesegaran jasmani mahasiswa FIK UNy angkatan 1998/1999

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam aerobik low impactdan senam aerobik high impacf terhadap kesegaran jasmani,

-KAIIAN PUSTAKA Senam Aerobik

Senam aerobik merupakan latihan yang menggerakkan seluruh otot terutama otot besar dengan gerakan yang terus menerus beriiama, -niu;, Oun berkelanjutan. oatam senam aerobik dipilih gerakan yang mudah, menyenangkan dan bervariasi sehingga memungkinkan

seseorang untuk melakukannya secara teratur dalam kurun waktu yang 6;1a dan karinanya libutuhkan oksigen untuk pembentukan energinya. (wuryati, 1996).

Pada gerakan senam aerobik terdapat beberapa variasi gerakan, yang pertama kali nalkan di Indonesia adalah gerakan dengan benturan-bentriran yang kerJs dan gerakan energikyang dikategorikan dengan high impact. Pada gerakan hig'h iipactiniada kalanya I kakitidak berpijak sepertigerakan melompat. Pada tJhun 1984 Dokter Sadoso membuat tu modifikasi gerakan diantaranya adalah latihan dengan gerakan salah satu kaki selalu ada di lantai guna mengurangi benturan-benturan yani t

"r'as, disebut dengan low impact soft impact (aerobik benturan ringan). Modifikasi beniuk ketiga disebut nin impacttanpa ;gunakan benturan. Senam aerobik bisa bermanfaat bagi fisik apabila dilaksanakan menurut an/ketentuan yang harus dipenuhi yaitu:

Berdasarkan intensitas latihan

Menurut Strauss (1979:414) resep latihan agar mempengaruhi kebugaran orang dewasa maka intensitas yang digunakan adalah 60-90% dari den-yut nadi maksimal. Denyut nadi dapat dihitung dengan meraba pergelangan tangan dengan jari telunjuk dan jari tengah daritangan lain' Denyut nadiyang baik wlktu kitJ menjalinkan latihan adalah denyut nadi maksimal 220 dikurangi umur (dalam tahun). Apabila l}oto-Bsotodaridenyut nadi maksimal itu disebut Target Zone. Kalau berlatih dengan intensitas di bawah 70o/okurang bermanfaat, biasanya keadaan iniakan menjadi lebih gemuk. Bila berlatih melampaui 85% dari denyut nadi maksimal akan berbahaya. Untuk mudahnya dapat dilihat dalam keterangan berikut lni:

U m u r Tarqet Zone Umur Tarqet Zone 20

25 3 0 3 5 40

I44 - L74 140 - 169 1 3 6 - 165 1 3 3 - 161 1 3 0 - 157

45 50 5 5 60 65

126 - r52 122 - T4B 119 - r43

1 i 5 - 1 8 9 1 1 1 - 1 3 5

rg Disemiuts i l{a,si[- li n,: i [ ?ene [it iLt rt,Ii ry7 ka t Nls io nn[ 2009

(6)

M e n g u k u r | a t i h a n y a n g t e r l a | u b e r a t a k a n m e n g a k i b a t k a n s u h u b a d a n fungsi otot yang menuiun.-Latihan yang terlalu ringan akan bermanfaat

preitasi, maka perhatikan sebagai berikut'

Mengukur beban latihan : Denyut nadi maksimal Usia

Kapasitas 100o/o

Kapasitas untuk Prestasi

= 220

= 25 tahun - (dikurangi) = 195 denYut nadi/menit

= antara 80 % s'd 90o/o dari 195 ( D N M )

Untuk B0 o/o dari kapasitas maksimal 85o/o dari kaPasitas maksimal 90% dari kaPasitas maksimal

Kapasitas DNM sekitar 80o/o s.d 90 o/o haruslah dicapai pada setiap Matra Taekwondo 1988: 2)

2. Takaran LamanYa Latihan

ruil ffiir r.*. berada

dalam

target

zone

akan

semakin

baik'

Kalau

menit berarti kurang cukup takaran latihannya'

Menurut Strauss (1979:414) resep latihan 9g.ar]ngmpengaruhi keb-r dewasa durasi tatirran ri-OO menit aktivitas aerobik' Dalam penelitian ini nl.nggrnukan waktu 60 menit terdiri dari 40 menit bentuk latihan senam menit bentuk senam lantai,

3 , F r e k u e n s i L a t i h a n

j a s m a n i .

4. Lama Program Latihan

= 8 0 7 o x 1 9 5 = 1 5 6 = 85 o/o x 195 = 165,75 = g0o/o x 195 = t75

A g a r a d a p e n g a r u h b a i k p a d a o t o t , j a n t u n g d a n p e r e d a r a n d a r a h m a k a

bertatih

sampai

me,icafiai

iurg"i zone..

lutenurut

Sbedjat'"o

::":oi_"t1."tt"(,1?

##;r']ffi;;;.ilrs

Jip".ttut.'unkan

sekitar

151

kali per menit,

maka

ya

n g d i la

ku

ka

n 1

2-

20 m-en

it' M

en

u rut s:{91t !1?:: ::I:il:'1"1?n?l'i1'13

Menurut Sadoso (1992: 6) agar dapat meningkatkan, kesegaran jasmani t

frekuensi

latihan

parNg!:.oi[t

I Ctigal

kali

dalam

sem.inss4

Pbil lil13?:1ltlj':

il-il:,; ;il1,]iui;;l kali

seminssu,,

sebab

setetah

48 jam endurance

(da

seseo

ra

n

s a tca

n m

u t a

i ;

"

; ; t; ;' r a

ii"se

be

t u m

.?

ily* : ::,ffii:T

:-t-P^t]yf

"11

Menurut Mcre Hcus! Gg;le:z+l dan Ccoper (1g76:55) frekuensi latihan mi kali seminggu dan maksimal B (delapan) kali seminggu'

D a | a m p e n e l i t i a n i n i f r e k u e n s i l a t i h a n 3 ( t i g a ) k a | i s e m i n g g u d e n g a n j a c rabu, jum,at. Dengan demikian telah memenuhi iyarat untuk dapat meningkatkan

P r o g r a m | a t i h a n a g a r d a p a t d i c a p a i t i n g k a t k e s e g a r a n j a s m a n i y a n g b a i k ,

coo

per

(te7

6 : s : - s ol nJg

i tt itra va

ns

lttt3:y

kji::g:':,:1:sli.Yi:l?'

HI:

il1i; ; i;i';;;,.i ; i; i 6 ; i GJ sio

a

1el<,a

I l:I*i ^lT,?

i:n i:* li::?"'

harus mengikuti prog13* tiilt'an i#*u B miriggu' ninggu. Dalam Dalam Renelitiaf peneltl7l Inl waKLu niwaktu yang ydrrgdi

Q r o ce e ding D is e rrirws i t{nsi [- (a's i I P ene [itian'Iing l<! t Lzm 6 ag a e e(kU an U nia er sit as 9tls1

(7)

untuk mengadakan eksperimen selama 8 minggu dengan pertimbangan bahwa lama waktu latihan tersebut sudah memenuhi syarat antara 6-16 minggu.

Kesegaran Jasmani

Menurut pandangan modern, kesegaran jasmani dibedakan menjadi dua kelompok yaitu kebugaran yang terkait dengan kesehatan dan yang terkait dengan ketrampilan berolahraga (Nieman, 1986: 34). Untuk memperjelas pembagian kelompok tersebut, berikut ini disajikan skema kesegaran jasmani dengan komponen-komponen yang tercakup dalam masing-masing kelompok.

- Ketahanan kardiorespirasr - Kekuatan otot

- Ketahanan otot - Kelentukan

Skema diambil dari Nieman (1986: 34)

Kesegaran jasmani penting sekali bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) karena kuliah di FIK banyak sekali aktivitas yang pasti harus dilakukan sehingga kesegaran jasmani menjadi perhatian utama agar melakukan kegiatan tidak mengalami kelelahan yang berarti. Pendapat ini diperkuat oleh Heyden (1986: 28) bahwa program kesegaran jasmani memberikan keuntungan dalam bentuk pengurangan resiko kesehatan, peningkatan percaya diri, penurunan berat badan dan pengurangan tingkat kecemasan serta ketegangan. Beberapa komponen dasar kesegaran jasmani:

a, Ketahanankardiorespirasi

Adalah kemampuan jantung, paru-paru dan system sirkulasi utuk menyajikan oksigen dan bahan makanan ke kerja otot secara efisien (Fox, 1987: 634). Ketahanan kardiorespirasi sangat penting karena setiap evaluasi kesegaran jasmani harus melibatkan pengukuran fungsi kardiorespirasi baik dalam keadaan istirahat maupun dalam keadaan dinamis. Para ahli faal olahraga berkeyakinan, bahwa VO. max merupakan pengukuran paling sahih tentang kapasitas fungsisystem kardiorespirasi (Hayward 1984:19). Ketahan kardiorespirasi mempunyai ciri kontraksi kelompok otot besar dengan tingkat kerja sedan dan relativ lama, Menurut Buncher (1985:12) menyatakan bahwa kapasitas aerobik maksimal (VO, max) dapat diprediksi dengan mengukur denyut jantung dalam berbagai pembebanan dari beberapa alasan diatas dan pertimbangan ekonomis penelitian ini menggunakan Multistage Fitness Test.

b. Kekuatan Otot

K e k u a t a n o t o t d i d e f i n i s a k a n s e b a g a i k a p a s i t a s s e k e l o m p o k o t o t u n t u k membangkitkan kontraksi maksimal melawan resistensi (Hayward L9B4:71) kekuatan

diperlukan dalam berbagai tingkat kerja dan aktivitas fisik. Otot yang kuat mempunyai fungsi proteksi terhadap persendian tubuh dan mengurangi strain, sprain, dan keluhan

lainnya (Bucher 1985: i0). Otot

Kekuatan dan ketahanan otot merupakan dua komponeT kesegaran jasmani yang otot sering disebut "Musfular fitnest'. Ketahan otot Kekuatan dan ketahanan

I{asi[- f'asi['P eile[itian'h rg fot'Nasio r n[ 2009

Kesegaran Jasmani yang Terkait denoan Kesehatan

K e l i n c a h a n Koordinasi Kecepatan Power

R o a k e i

Kesegaran Jasmani yang Terkait dengan Keterampilan

tlnia er s i t as itr{q en /og q a frar t n

(8)

adalah kapasitas otot untuk berkontraksi sub maksimal terus menerus secara ulang (Stone, 199t:71)

d. Kelenturan (Fl exi bi I ity)

Adalah kapasitas persendian untuk bergerak bebas sepanjang lintasan range of motion) (Hayward- 1984:140) Kelentukan dapat diukur dengan cara dinamis, akan tetapi pengukuran kelentukan statis dianggap lebih sahih untuk total ruang gerak sendi (Hayward 1984:140). Baik kelentukan dinamis sama pentingnya dalam prestasi olahraga

METODE PENELITIAN

Pada penelitian ini, diajukan beberapa hipotesis yang akan 1. Ada pengaruh antara senam aerobik low impact dan high

j a s m a n i .

di uji sebagai berikut: impact terhadap 2' Ada perbedaan yang signifikan antara latihan senam aerobik low impactdan high

terhadap kesegaran jasmani mahasiswa FIK uNy angkatan 1998/1999

Jenis penelitian, eksperimen lapangan dengan teknik test kesegaran jasmi pengukuran. Rancangan penelitian dengan randomized control group preiest posttest Orang coba: mahasiswi FIK UNY = 45 orang.

Identifikasi va riable:

1. Variabel bebas (Perlakuan) a. Latihan aerobik low impact. b. Latihan aerobik high impact

2. Variabel tergantung : tingkat kesegaran jasmani 3. Variabel kendali: umut berat badan, tinggi badan, Instrumen dan satuan pengukrrran

1. Umur dengan satuan pengukuran bulan.

2. Berat badan dengan satuan pengukuran kilogram tingkat ketelitian 0,1kg. 3. Tinggi badan satuan pengukuran centimeter tingkat ketelitian 0,lcm. 4. Tingkat kesegaran jasmani deirgan Multi Stage Fitness Test.

5. Tape recorder dengan dilengkapi alat pengatur beat musik.

6. Kaset senam aerobik berisi lagu-lagu untuk mengiringi senam aerobik. Teknik analisis data

1. Uji normalitas distribusi frekuensi data dengan chi kuadrat (Sutrisno Hadi). 2. Uji linieritas data dengan data analisa bentuk regresi

3. Uji F design analisa kovarian (Sutrisno Hadi 1983:23-32). 4. t_tji t pasca uji F 1 jalur uji t antar-A.

5. Aturan menerima dan menolak hipotesis pada taraf signifikansi 5olo,

(9)

.]il-Design penelitian.

Design eksperimen analisa kovarian dilukiskan seperti pada gambar ini:

1, Ubahan taut (criterion) adalah t kesegaran jasmani akhir eksperimen (y) 2, Ubahan bebas adalah:

a) 41 = Senam aerobik high impacflbenturan keras A2 = Senam aerobik low impactlbenturan ringan A3 = Kontrol

b) Ubahan sertaan/kovariabel ( x ) ialah:

X1 = umur X, = tinggi badan X: = berat badan X+ = tingkat kesegaran jasmani pada awal eksperimen. Prosedur/ langkah penelitian

Sebelum pelaksanaan eksperimen semua anak coba dicatat umur, diukur tinggi badan dan berat badan lalu diberitest kesegaran jasmani dengan Multi Stage Fitness lesf. Pelaksanaan eksperimen, peserta diundi menjadi 3 kelompok. Kelompok A, melakukan senam aerobik high impact, kelompok A, melakukan senam aerobik low impact, kelompok A, sebagai kelompok pembanding yang tidak dikenai perlakuan. Ini dilaksanakan selama 8 minggu dengan 24x latihan efektif. Setelah itu, semua ditest lagi dengan Multi Stage Fitness Stage.

Penelitian pendahuluan dilakukan terhadap masing-masing kelompok untuk menentukan kecepatan beat music. Kecepatan beat music yang diperoleh pada penelitian ini dipakai sebagai pedoman dalam memberikan latihan senam aerobik yang dilakukan selama 8 minggu dengan frekuensi latihan 3x seminggu. Kelompok pertama denyut nadi sesuai intensitas sedang, kelompok 2 denyut nadi sesuai intensitas tinggi. ,

Masing-masing subyek penelitian dilatih untuk meraba denyut nadinya sendiriyaitu denyut nadi pada afteria radialis sebagai indikator untuk menilai kecukupan latihan, dilakukan pemeriksaan denyut nadi latihan segera setelah latihan inti selesai. Perhitungan denyut nadidilakukan selama 10 detik dan kemudian dikonversikan dengan tabel untuk mengetahui denyut nadi dalam 1 menit. Postesf dilakukan setelah 8 minggu latihan dengan melakukan pengukuran-pengukuran seperti yang dilakukan pada saat posffesf.

HASIL PENELITIAN

Sebelum data penelitian dianalisis dengan analisis kovarian satu jalur, terlebih dahulu diadakan uji prasyarat. Adapun macam dan hasil uji tersebut antara lain:

a) Uji normalitas sebaran, diperoleh hasil p=9,687 sebarannya normal, b) Uji linieritas, diperoleh p=0,223 korelasinya linier.

c) Uji homogenitas: uji C. Cohran p=0,233 status homogen. Analisis uji Bartlett p= 0,606 status homogen.

Uji F pasangan:

High impact>< low impact p=0,199 status homogen High impact >< control p= 0,200 status homogen Low impact >< controlp=0,499 status homogen

Pro rceding D isernirasi Hns i[- fins i[ P ene[inan' nng lint']l.!tsio rn/' 2009 fu m 6 ag a Q ene [i i an'U nia e r s i t a -s 1{eg e n f og t1 a liar t a

A1 X Xz X. v

A2 Xr Xz Xr

v

A3 X' Xt X.

v

.-...'--,

(10)

'i:T%'Jffi3.11r''i1:lr

sisnifikan

allu'?

:'l:'

aerobik

tow

impact

dan

hish

i

'

pJii'igLitun

t<ese{aran

j?:,tunl

q-:^0'0s'

2. Adaperbedaan

vu?,g

,ignirikan

antara

Junu*

aerobik

low impactdan

high

-

kesegaran jasmani P > 0'05'

P

E

M

B

AHASAT'.

ca

r a u ntu

k m

en

i n

s katka

", I:':::: T l::ili: L

:X'

*;1H,113

,.rufffi ::l#' ;"il.,k. ;d.,

"r.iu*u*u

n sJna

m aerobi

k bisa

menssunar

;;; ;i.t high imp'act disamping variasi vang lain'

DarampeneritiJf,

inlffi

'#"*rllll*y::::':t"'li"##Tgtl?

,".#l'fr

TJ,ff

:l[ffi

Hfi :ffi ffi4 n

g

[utu

n kgseo

a

r_a1_rasm

a

n

i p > 0,0

5

disebabkanbebanr'iir}?*"ilP;'d?-{9:::i:*"llt#il?:i:?1;Hffi

:;

fl

L:"j;:[T

i:31;j

l'' g'fi [XTi

il'* : I ; -;; ;; il;

; ;. I a-ku

ka

n se

n

a

m

a

e

robi

k

dapatmemberikanpensaruh'"0*t.ndii'.'^1i

jffi

:i;t;:t;#?lill{;'*

*lP-ltfliTff

[:?:J.'X'?i.:'#;;;',.'.s'i.osehinssadapatmemberikans

system kerja jantuil; paru. elna'iiutif'tun sangat besar

pengaruh te

tu

b

u

h, ba

s

i se

seo':t'

; ffi ;:'':i[ ^1""

"t,:l

"?

::fi

1,,

fl ?:

:3:tiJffii:.

I

tu

b u h, bas

t seseo

Tr'?.in}ililil;

r"Oufig

kx seba

tiknya

apabi

la lati

ha

nnya

memberikan Pengar

yang sangat berat ;ffi menyenaOf<an keruiakan organ-organ

karena tidak

ou

"''ffil?,il:

i :?:ffi

.. ne

! a

I

a

m

?:i:ll

il :i:T

*ff

-:-'J

5,li

: HIIJ;'tr

vrengrlrsdL "' ";';;;i[-irr'i

ipact kurang tepat, akibatnya penlngKatdr maka latihan senat

jasmaninya rendah dan lebih baik bila oit.tiiutill* dengan intensitas tinggi (high

KESTMPULAN L r:-:-^{.rr,an hrhrnrA cenam aerobik low impactdan

Da

la

m penelita

n i ni d a pat

olsi

m

qltk1:^t'i:i :Tl1;n, u t ow i m p a ctmembe

oupu,oillll'nfi

ff ffi #i.

j;;ra,",:.,:f

i:::11Tj::hf#gfiff

S:ff

'

r

eb

i h re

nda

h te

rh

a

d

a

p ne

nl

no

gia I I?T! :iiitT: li ;llj.ll,li' [:il.T

aerobik

';:'ff:?ff;tr;e:ffi

TJri;

il.dE i. inroi

p"

p

e

n

i n

s kata

n keseg

a

ra

n j a

sma

n

t

PE. (1985) ' Fitness For Cottege On Life' St' Louis'

.."oii?lt{'??nru, rhe New Aerobik'-New

York'

Batan

Books

inc'

Fox

E

I a

n

d Ki

r bv

t t' i iiat i' $'y^9

1,r

tf^:'.:tx:y

l:'l;Ji, J i " 3

:, L' ?i'l'y

i,Tj'ffilX''y J: rl.},,"|,

i .i."i';ni;);.''ffio,rooi

of Exercise,

sains

Louis:

rhe

ComPanY'

M o e k i j a t ' ( 1 9 8 8 ) ' M a t r a T a e k w o n d o T i p s K o m p e f i s i h t t p : w w w ' m a t r a S 8 ' h o n

Sutrisno

Hadi.

(1e83i"''Zt'iiiiiii:lnt:l!:il:l:-:*:)jI2TL:'trii,H?:i:ttr'

Sutrisno Hadi. (19UJ)' )tdtrst'^ J'ttu LLL' )ii,li'xroigaran Para Eksekutf. lakarta.

::i:;m;'#:i|.:i:rJir,?f

soedlatmon#j'j:i:ft::,;.;iti;

Tili"i:it':i{#ziii{"!:i!*'danPen

rolur.u'.vu

senam

pasi

ldonesia.

N.M

Stone, W'J., Kroll, w'n' trggr I' p'og;; io' A'tnrcti Completion' Dubuge: \

',," "oui?lf

t"

1T;

n,

I p

e

n

s

a

r u

h

"' ! ?:

^:

:::::: :?

::i #i"[f,

|#{flffi:

r a

s

m

a

n

i

" [::; )iY,i' ;r,i] i, : :;; " ;;;',!9svu

r'u

"a

: P

u

sat Pe

n

e

I iti

a

n I KI

P'

wuryati,

'

s wara

*,'*i,"rr..i'"r'riii'gg,ii"ilJ,

oitar Latihan

Senam

Aerobik'

FPOK. IKIP YogYakarta'

'Pr o ce ediq D is eminasi Hasi [- hns tt I erc tttian'Iing kO't I zmb ag a P ene[itian Uniaersitas 1t[97

(11)

EFEKTIVITAS

SENAM AEROBIC

DALAM

KESEGARAN

JASMANI KLIEN

M E N I

PSKW

O l e h :

A. ERLINA LISTYARINE

Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta

jasmani; aata aianiiii ,rnglgurukan statistik inferensial dengan analisis

Abstrak

Penelitian ini bertuiuan untuk mengetahui seberapa besar efektivitas senam meningkatkan kesegaran jasmani klie.n PSKW

penetitian ini merufitcin penetitian eksperimen.deng.an.desai, !:!::t:!,:!:::,

';;

;;;;,i ; ; |Jr:;';; e n. i e n e t i ti a n i n i m e n s s u n a ka n d u g ke t o m p o k e ksp e ri m,, .d u !, kontrol. Sampeldalam penelitian inimeruiikan seluruh.p"p,'!?:!y1i::::::i:::

N;' ;;;; ;;." ir nii' 2, oas

i me

niad

i d u a'ket

o m

pok, ya itu ketom

pok eksperimen,

Pertakuan

setama

eksperimen

menggunakan

senam

aer9li7

s-!!7?^Y!

f:f:!:

yang digunaXan unt[,i ienguXuiiingkat kesegaran jasmani adalah tes ACS P FT IJ ntu k r r i i r'tu n ur i ii n g ka t ke e fe kti fa n s" l a! e ro ! i !< ! 1 !1y -'^':1

signifikansi 5o/o'

Hasil penelitian menuniukkan bahwa: senam aerobic sangat efektif dalan

kesegaran

iasmani'xinri-pikw

densan

nila,i

,y 7 !:?9!, ::::::1:',:t::':t:';

;';;t;'#;"i;;i;;L;,

kesesaran

iasmani

kt'ien

psKW

mencapai

le.se 0/o

dari

kesegaran jasmaninYa.

Kata Kunci: senam Aerobic, Kesegaran Jasmani, Anggota PSKW

P E N D A H U L U A N . , , , - . * ^ , - r , r i Pelaksanaan penanganan masalah sosial tuna susila khususnya melalui

merupakan serangka-ian l.iuyunun {a.lam suatu proses penyantunan dan melalui tahap renaOititiii iosial, resosialisasi, dan bimbingan lanjut' Proses itu

:;Hril:r].iriffi

;*rj udka

n terbina

da

n berkem

ba

ns

nva

tata

keh

id

u pan

dan

sosial

para

penyanlung'tunu

susila

Ygng

diliputi

"l:h-?T:'fif*:li"t":

ffi;;#;,io-iiii ..'..'

gg

;ng ;u*a o sosiat,

serra

berkemauan

dan

berkema

mpuan

r* gti t6tia

'u' 'er' '':t#

t nya'oa

ti-ni

ke"h

rd

u pa

n d a n . pe n s hld:f l gllXt]:i:,|::. nr^', n

ijjt<llil io..ii soribr Karya wanila) sidoarum, Yogyakarta, pada u

m a n t a n w a n i t a t u n a s u s i | a ( W T S ) . M e r e k a m e n j a d i W T S d i s e b a b k a n k a r e n a

atau patah hati (berdasarkin laporan keadaan umum di PSKW Sidoarum-Yc

1977).

r.iei.eka

(kt;;t;;;iutu*in pi-ofesi

tersebut

hanya_rareT-:.i.?::?i

;:l;ij.';:;;;.iletanssa nnya

sa

mpai

ta

rut mata

m, sehi

nssa

badannva

akan

bersema

ngat/

oergai;

r't'

nOu

sebag

ian

van

g sering

lelam

ynt

1u:T*::^t*3

t ur"guru,i iasmaninya tidak dipeihatikan, maka akan mudah terserang penya

penya

kit fisi

k ma

u p u I p. tv. rii ps

Li

t' Disa

m

pi

n

s |y: gtl" tily J?tg"t:lyf Tli

ffiill[:;il;?;;:'Lffi

i;ffi;ayar<an mereka

asar

diterima

kembari

oreh

l.liku r.ri.n itu perlu diberi suatu bekal pendidikan dan latihan

{i, Guna pemulihan kembali agar tidak menjadi wanita susila, maka perlu d

pe

n

d

i d i ka

n' u

ryur.u

rJi vu1

e iL" u

I . d e n s l n-1:lll?.

3'l9l ?:-T:#: l,

*ll'::l

!5i..,]i,

ffi'r.i.i.rp'ran. Daram

kaitann-ya

pendidikan

dan

keterampilan

ini,

agar

yans

ycrrrg | | rsr I ruqJr\qr'

memuaskan

;;k; brfr; sorv

$.11,?:::3li^y*:l1l

lilfl.:-''j*ill

;;:;;"rr;; ,."f.r"n- U pabila bimbingan fisik ini

i.tuui dengan bidangnya yang relevan' Untuk' tepat kiranya a1

Qr o cee ding D keminnsi tlasif-firci[ gene[ittan'Ii

(12)

I seorang ahli olahraga, sehingga untuk membuat program latihan olahraga (bimbingan ) bisa tercapai sesuai dengan tujuannya. Sebab kenyataan di lapangan unluktbimbingan

belum diserahkan atau dipegang oleh ahliolahraga.

Seorang ahli olahraga bisa mencarikan suatu bentuk latihan olahraga therapy yang bagi mereka khususnya bagi wanita mantan WTS. Klien PSKW Sidoirum-yogyalcrtS uhnya wanita, yang berusia 16-25 tahun (keadaan tahun ajaran tggTllgg1)yang teigolong muda dan dewasa. Untuk memperbaiki tingkat kebugaran mereka, maka-perhi diclrikan

k latihan olahraga therapy yang tepat bagi mereka. Peneliti memandang bahwa senam ictepat diberikan di PSKW dengan alasan bahwa: (1) senam aerobicmudah dilaksanakan, ta dipandu oleh seorang instruktur senam aerobic, (2) senam earobik diringi musik dari recorder sehingga dilaksanakan mengikuti irama musik, dilakukan bersama-sama/ kompak

berafti melatih kerjasama dan tanggung jawab serta mengurangi depresi, (3) senam ic indah, karena dilakukan dengan variasi gerakan yang bagus dan seOit<it faktor sulitannya dalam variasi gerakan sehingga melatih otak berfungsi lebih baik dalam bertikir, )senam aerobic pada umumnya dilakukan di ruangan sehingga tepat diberikan di pSKW rena klien PSK adalah wanita bermasalah dan mantan WTS yang biasanya malu berolahraga luar ruangan.

Senam aerobic merupakan salah satu aktivitas jasmani yang masuk dalam program lan fisik di PSKW Tetapisampaisaat ini belum pernah dicoba untuk diteliti pengaruhnya

p kesegaran jasmani, maka peneliti berkeinginan sekali untuk mencari tahu efektifitas aerobic dalam meningkatkan kesegaran jasmani klien PSKW. Permasalahan yang pfut senam aerobic dalam meningkatkan kesegaran jasmani klien pSKW

Sidoarum-ts, maka permasalahan tersebut terbatas pada senam aerobic dalam meningkatkan n jasmani klien PSKW

Berdasarkan uraian di atas masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai "sejauhmana efektivitas senam aerobic dalam meningkatkan kesegaran jasmani klien 1 Berdasarkan hal itu, maka penelitian ini beriujuan untuk mengetahui seberapa besar vitas senam aerobic dalam meningkatkan kesegaran jasmani klien PSKW. Manfaat llitian secara praktis: (1) bagi klien PSKW yang menjadi eksperimen/ percobaan akan getahui status kesegaran jasmaninya, (2) bagi Panti Sosial Karya Wanita (pSKW), ingkatkan mutu program yang sudah ada dalam menyusun serta mengembangkan rarn-program baru dalam pengelolaan pada diklat PSKW.

PUSTAKA

Aerobic

Senam aerobic merupakan latihan yang menggerakkan seluruh otot terutama otot r dengan gerakan yang terus menerus berirama, maju, dan berkelanjutan. Dalam senam brc dipilih gerakan yang mudah, menyenangkan dan bervariasi sehingga memungkinkan

ang untuk melakukan secara teratur dalam kurun waktu yang lama dan karenanya r h k a n o k s i g e n u n t u k p e m b e n t u k a n e n e r g i n y a ( w u r y a t i , 1 9 9 1 : 1 ) . s e n a m a e r o b i c enggunakan iringan musik selama latihan dengan harapan dapat meningkatkan motivasi tihan, pengaturan waktu latihan, kecepatan latihan, sefta menjaga agar latihan dapat dilakukan ;an melakukan gerakan yang bersamaan (Holder dan Stronghton, 1997). Senam aerobic bermanfaat bagi fisik (kesegaran jasmani) apabila dilaksanakan menurut aturan/ ketentuan yang harus dipenuhi yaitu:

Dk eminas i J{os i l- fi as i[,I erc [i ti an,Iin17 frat h{os io na [ 2009

li A

_ ,,-/ ,

(13)

Berdasarkan fntensitas Latihan

Menurut sadoso (1992:fl dalam seminar program olahraga untuk ekskutr\, seba\knlaxr\aber\atrh sampa\ denyu\ nad\ maks\ma\ (\dea\nya 72 o/o- 87

700/o -B5o/o dari denyut nadi maksimal itu disebut Target Zone. Kalau berlatih denc di bawah 70Yo kurang bermanfaat, biasanya keadaan ini akan menjadi lebih gir adanya rangsangan nafsu makan yang besar. Bila berlatih melampaui 85 o/o diri maksimal akan berbahaya. Untuk jelasnya lihat gambar dibawah ini.

xn t 9 0 1 0 0 l f o t f c t q 1 4 0 l 1 r l ? 0 1 t 0 I r?l

1 0 0 % I ' l a x i r n u m

E 0) E o rr Z \ \

t 7 0

\ : ' frrining Zcno

\*t

-__{i,

t { 3

7 ? Y . ! . . t r i n t u q

| ---i- t39

otr. L"*,-,)-{s

i$=;""---.-t l i$=;""---.-t

l C 2 5 3 0 f , S d e c'o 65

[image:13.595.13.573.22.692.2]

U r r r U r r i a i r u i i l

Gambar 1. Target Training Zone

umur dan target zone dapat dilihat dalam tabel 1 berikut ini: Tabel 1. Umur dan Target Zone

U m u r Tarqet Zone U m u r Tarqet Zone 20

25 3 0 3 5 40

I44 - 174 140 - 169 1 3 6 - 1 6 5 1 3 3 - i 6 1 1 3 0 - 1 5 7

45 50 5 5 60 65

126 - t52 122 - 748 1 1 9 - 143 1 1 5 - 189 1 1 1 - 1 3 5

Mengukur berat tidaknya latihan dibandingkan dengan kemampuan diri ser latihan yang terlalu berat akan mengakibatkan suhu badan tidak stabil dan funqsi menurun. Latihan yang terlalu ringan akan bermanfaat bagi kemajuan prestasi, maka sebagai berikut.

'Pro cte [ing D Ls erninasi

Hasi l- flist[ perc[itian,Iing ftgt

r12

(14)

Mengukur beban latihan: Denyut nadi maksimal

Usia

Kapasitas 100%

Kapasitas untuk Prestasi

( D N M ) Untuk B0 o/o dari kapasitas maksimal

B5o/o dari kaPasitas maksimal 90o/o dari kaPasitas maksimal Kapasitas DNM sekitar 80o/o s'd 90 o/o Matra Taekwondo 1988 : 2)

= 220

= 25 tahun - (dikurangi) = 195 denyut nadi/menit

= antara 80 o/o s,d 90o/o dari 195 = B0 o/o x 195 = 156 = 85 %o x 195 = 165,75 = 90o/o x 195 -- 175

haruslah dicapai pada setiap latihan' (Jurnal

Takaran LamanYa Latihan

Agar ada pengaruh baik pada otot, jantung dan- peredaran darah maka sebaiknya be4agh sampai mencapai target zone. Menurut SaJoso (1992: 6) target zone paling geOi!'t! 20-45 menit, makin lama berada dalam target zone akan semakin baik. Kalau kurang dari 20 menit berarti t<urang-iukup takaran ratiharinya. Menurut strauss (Lg7g : 4L4) resep latihan agar mempungarunit.Urdutun orang dewasa durasi latihan 15 * 60 menit aktivitas aerobic' Daram peneritian ini rama ratihan menggunakan waktu 60 menit terdiri dari 40 menit bentuk latihan senam aerobicdan 20 menit bentuk senam lantai.

Frekuensi Latihan

Menurut Sadoso (lgg2: 6) agar dapat meningkatkan kesegaran jasmani sebaiknya frekuensi latihan puring iJkii E (t1gaj kari daram seminggu, lebih baik lagi apabila berlatih 4 (empat) atau 5 (limaj iali seminggul S"nun setelah 48 jam endurance (daya tahan) seseorang akan mulai runurun. Jadi sebelum enduren menurrin sebaiknya harus berlatih lagi' Dalam fenelitian ini frekuensi latihan 3 (tiga) kali seminggu dengan jadwal senin, rabu, jum'at' Dengan demikian telah memenuhi syarat untut< dapat meningkatkan kesegaran jasmani'

Lama Program Latihan

Program latihan agar dapat dicapai tingkat kesegaran jasmani yang baik, menurut Cooper (Lg7G: 53 - ie) nigi meieka yang telmlsuk kategori sangat kui'ang, harus mengikuti p.druni latihan selama 1'6 minggu. Se-dangkan mereka yang termasuk kategori sedang harus mengikuti projram latihan s-.-tara 8 miriggu. Dalam penelitian iniwaktu yang diperlukan untuk mengadakan Lksperimen selama B minggu dengan pertimbangan bahwa lama waktu latihan terJebut sudah memenuhi syarat antara 6 - 16 minggu.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat diperkirakan dengan latihan senam selama 60 menit setiap kali latihan dengan frekuensi 3 (tiga) kali seminggu dan lama eksperimen 8 (delapan) minggu, dengan intensitas memenuhi target zone, maka akan meningkatkan kesegaran jasmani'

Pro ceediw Disemiflssi r{asi[.fiasi[ Pene fitian'Iing kat n{gsio m L ZOOS hm iaqnTPe nz fi ti a n t] n i ue rsi tas A{ege i $ogyn fta r t a

(15)

Kesegaran jasmani

Kesegaran jasmani tidak hanya meningkatkan kesanggupan ses( kerja, tetapi juga mempunyai hubungan langsung dengan kemampuan beban dari lingkungannnya. Latihan kesegaran jasmani merupakan olahraga re seminar lokakarya nasional ilmu keolahragaan, 1984 : 4) yaitu jenis kegiatan latihan jasmani yang menekankan tujuan terutama aspek fisik dan bahkan aspek psikis dan tingkah laku.

Kesegaran jasmani berperan pula dalam penjcegahan penyakit. p, pengobatan tidak hanya ditujukan untuk penyakit jasmani, akan tetapi juga mental, sehingga olahraga makin besar peranannya dalam kehidupan sehari tepat diberikan di PSKW. Pendapat ini diperkuat oleh Heyden (19B6 : 2g) bahr kesegaran jasmani memberikan keuntungan dalam bentuk pengurangan resiko peningkatan rasa percaya diri, penurunan berat badan, dan pengurangannya ting serta ketegangan.

Dengan kondisi fisik yang baik dan kondisi psikologis yang mantap PSKW Sidoarum-Yogyakarta akan lebih terbina dan berkembang tata kehidu yang meliputi pemulihan kembali rasa harga diri, rasa percaya diri, tanggung berkemauan dan berkemampuan melaksanakan fungsi sosial dalam feniOupin serta terhindar dari segala jenis penyakit sehingga akan lebih produktif dan b dalam mengerjakan segala keterampilannya.

METODE PENELITIAN

Pene\itian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain pretest pr kelompok non-ekuivalen. Penelitian ini menggunakan dua kelompok eksperimen dan kontrol yang diperbandingkan untuk menjelaskan keberadaan fenomena yang penelitian sbb:

Tabel 2. Desain Prefesf-Postest Dengan Kelompok Non-Ekuivabn j Pre-Test Kelompok Treatment/ perlakuan Post-Test

K I K I I

K I K I I Keterangan:

K I = K e l o m p o k l K II = Kelompok II Kelompok I diberi perlakuan senam aerobic seram 2 bulan lalu di post test kesegaran jasmani ACSPFT. Kelompok Ii tidak diberi perlakuan selam 2 bulan test dengan test kesegaran jasmani ACSPFT. Ganti kelompok I tidak diberi per 2 bulan lalu dipost-test dengant tes kesegaran jasmani ACSPFT. Kelompok il < senam aerobic selama 2 bulan lalu dipost-test dengan senam aerobic.

Variabel bebas (perlakuan) adalah senam aerobic yaitu latihan dengan seluruh otot terutama otot yang dengan gerakan yang terus menerus, berir berkelanjutan. Variabel tergantung (Peubah) adalah tirgkat kes_egaranjasmani. tesinr

ffifAf{fd'An yAfl( {erd1n'{m

7-fenii tedyatfu: ({f taricepat f0 mea6 eJ Lompat

tanpa awalan, (3) Bergantung siku tekuk (putri), (4) Lari hilir mudik 4 x 10 meter, (5) Baring duduk 30 detik. (6) Lentuh togoh ke muka, dan (7) Lari jauh 800 meter.

Procee fi rg D se m i ntts i ]{as i [. fi n si [ ?e rc I i n a n'17 ng(at

T14

[image:15.595.9.582.30.842.2]
(16)

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh klien PSKW Sidoarum-Yogyakarta yang 60 orang. Sampel yang digunakan adalah keseluruhan populasi (total sampling) dibagi menjadi dua kelompok (kelompok eksperimen dan kontrol) dengan metode match

Instrumen yang digunakan dalam melakukan tes kesegaran jasmani ACSPFT di nya stopwafch, lintasan lari, bendera staft, nomor dada,bak lompat jauh, meteran/roll

palang tunggal, papan berskala dan bangku, sebuk kapur, matras, sera formulir tes alat tulis. Teknik pengumpulan data mengikuti standar pelaksanaan tes kesegaran jasmani

. S e l a n j u t n y a h a s i l k a s a r d a r i t i a p - t i a p j e n i s tes diubah m e n j a d i n i l a i d e n g a n unakan tabelt. Nilai darites dijumlahkan, kemudian dengan rnempergunakan norma kesegaran jasmani, dan disesuaikan dengan umur dan juga jenis kelamin sehingga dapat

hui tingkat kesegaran jasmani.

Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi 5ol0, Uji-t untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan rerata dua kelompok. Dalam proses analisis penulis menggunakan batuan program SPSS 15'0.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Data Tingkat Kesegaran jasmani pada pada Eksperimen I dan II

Tabel 3. Deskripsi Data Prefest dan Posttesf Tingkat Eksperimen dan Kontrol

No Kelompok

Pretest Posttest o/o

Kenaikan

Rerata o/o Kenaikan Eksperimen Rerata S D Rerata SD

I

Eksperimen348,56 3 5 , 3 4 420.45 9 . 2 3 20.62

1 9 . 5 9 Kontrol 345.7 49.32 3s6.32

3s.29

3 , 0 7

II

Eksperimen3s6.3235.29 422.46 LO.L2 1 8 . 5 6 Kontrol 424.45 12.23 397.r9 L9.42 - 5 , 5 3 Kategori Tingkat Kesegaran jasmani pada Ekperimen I

Tabel 4. Deskripsi Data Prefesf dan Posftesf Tingkat Kesegaran jasmani Pada Eksperimen N o Kategori Ekperimen Kontrol

Pretest Posffest Pretest Posttest

1 Baik Sekali 0 5 2 1

2 Baik 9 1 9 4 5

3 Sedanq 1 5 5 1 3 L2

4 Kuranq 5 I 1 0 1 1

5 Kuranq Sekali 1 0 I 1

J u m l a h 3 0 30 30 30

Kelompok Eksperimen dan Kontrol

Kesegaran jasmani pada Kelompok

Pr o ce e [ing'D is eminasi t{as i [- fiosi[ P enc fitian'Iing kat n{asA rn t zOOS I*m 6 og a Q ene fitian Ll nia er si t as Neg en /og y a frar t a

[image:16.595.37.584.23.828.2]
(17)

No Kategori Ekoerimen Kontrol Pretest Posffest Pretest Posttest

I Baik Sekali 1 7 5 1

2 Baik 5 1 5 1 9 1 0

3 Sedanq L2 6 5 1 1

4 Kuranq 1 1 1 1 7

5 Kurano Sekali 1 1 0 1

J u m l a h 30 30 30 30

Kategori Tingkat Kesegaran jasmani Tabel 5. Deskripsi Data Prefesf dan

pada Ekperimen Posttest Tingkat

II

Kesegaran jasmani Pada

Hasil Uji-t

Tabel 6. Hasil Uji t Tingkat Kesegaran jasmani

No Variabel p Keteranqan

1 Pretest - Posffest Eksperimen 0,000 Siqnifikan

Pretest - Posttest Kontrol 0,367 Tidak Siqnifikan

2 Pretest - Posttest Eksoerimen 0,000 Siqnifikan Pretest - Posttest Kontr ol

0,02r

Siqnifikan

3 PosttestEksperimen I - Posttest Kontrol I 0,000 Siqnifikan 4 PosttestEksperimen II - Posffest Kontrol II 0,000 Siqnifikan

PEMBAHASAN

Analisis ada kelompok eksperimen pertama, menunjukkan nilai rerata pretest

kesegaran jasmani PSKW Sidoarum Yogyakarta sebesar 348,56 dan meningkat menjadi 420, pada posttesf. Sedangkan pada kelompok kontrol rerata pretest tingkat kesegaran PSKW Sidoarum Yogyakarta sebesar 345,70 dan meningkat menjadi 356,32 pada Selanjutnya pada kelompok eksperimen kedua, rerata pretest tingkat kesegaran j PSKW Sidoarum Yogyakarta sebesar 356,32 dan meningkat menjadi 422,46 pada Sedangkan pada kelompok kontrol rerata pretest tingkat kesegaran jasmani PSKW

perbedaan ti P = 0,000' kesegaran j Berdasarkan analsis uji-t dan nilkai rerata di atas, maka hasil penelitian menunju adanya peningkatan signifikan pada tingkat kesegaiEq-iasmani PSKW Sidoarum Yogy dengan perlakuan senam aerobic. Peningkatan terjadi pa\kelompok eksperimen, baik eksperimen pertama maupun kedua. Sedangkan piOa ketor\ok kontrol peftama tiOat< te4add kenaikan yang signifikan, sebaliknya pada kelompok kontrol kddua justru terdapat penurunan, Hal ini makin memperkuat bahwa pemberian senam aerobic papa PSKW Sidoarum Yogyakafta eksperimen pertama maupun kedua. Sedangkan pada kelom\ok kontrol pertama tidak terj

berpengaruh signifikan pada tingkat kesegaran jasmaninya.

Latihan senam aerobic merupakan latihan yang menggerakkan seluruh bagian tubuh, dengan gerakan yang terus-menerus, berirama, maju dan berkelanjutan. Dalam senam aerobic

Qro cee fing D is eminns i tTas i [- fissi I P ene [itian Iing kat grtuio rnt ZOA Lem6 ag a Qenz[iian'Llniaersitas 1@g en /ogy akgrta

Yogyakarta sebesar 420,45 dan menurun menjadi 397,I9 pada posffesf' Pada eksperimen pertama, analisis uji-t menghasilkan adanya kesegaran jasmani aniara kelompok eksperimen dan kontrol ciengan niiai juga pada kelompok eksperimen kedua, yaitu terdapat perbedaan tingkat antara kelompok eksperimen dan kontrol dengan nilai p = 0,000.

[image:17.595.30.567.36.633.2]
(18)

memiliki ciri gerakan yang mudah, menyenangkan dan bervariasi. Latihan senam aerobic memiliki fase-fase latihan yang jelas dan terukur dalam meningkatkan kesegarna jasmani. Latihan senam tersebut akan efektif dan aman sepanjang memperhatikan prinsip latihan, tahapan latihan, dan sistematis.

KESIMPULAN

Berdasarkan analisis hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa senam aerobic sangat efektif dalam meningkatkan kesegaran jasmani klien PSKW dengan nilai p = 0,000, Persentase efektivitas senam aerobic dalam meningkatkan kesegaran jasmani kiien PSKW mencapai 19,59o/o dari kondisi awal kesegaran jasmaninya,

Berdasarkan kesimpulan penelitian di atas, ada beberapa saran yang dapat disampaikan yaitu: (1) bagi pihak Panti Sosial atau lembaga yang terkait, diharapkan dapat memanfaatkan senam aerobic sebagai sarana meningkatkan kesegaran jasmani para anggota (wanita), (2) bagi para wanita di PSKW khususnya dan masyarakat pada umumnya dapat memanfaatkan senam aerobic sebagai sarana peningkatan kesegaran jasmaninya, (3) bagi peneliti lain, perlu diadakan penelitian yang sejenis dengan menambah variabel penelitian yang terkait dengan kesehatan dan melakukan pengontrolan terhadap gizi, pola istirahat, kebiasaan hidup dan faktor lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA

Cbopen KH. (1979). The New Aerobrc. New York. Batam Books. Inc.

Heyden, Donald, F Murray, Tenkien and Edward. (!986). Employed Heatth and Fitness program. Unique Begestion. Joper.

More House, L E, Mill; AT, (1976). Physiologi of Exercise, Sains Louis. The CV Mosby Company. Sadoso, S. (1992). Program Olahraga untuk Kebugaran Para Eksekutif. JakarLa. PT. Gramedia

Pustaka Utama.

(1997). Pengetahuan Praktis Kesehatan dalam Keluarga, Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Utama.

Woerjati, S. dkk, (1996). Dasar-Dasar Latihan Senam Aerobik. Yogyakarta. FPOK-IKIP

)

?ro r eerfi r g'D is etLinosi Hasif- finsi[,P ene fi tia n' Ii ng k4 t Nr-s io na [ 20t)9 [tmb ag o Pen e[iia n llniaersi to s \e1J e i loEl n (nr tn

(19)

Gambar

Gambar 1. Target Training Zone
Tabel 2. Desain Prefesf-Postest Dengan Kelompok
tabelt. Nilai darites dijumlahkan, kemudian dengan rnempergunakan dan disesuaikan dengan umur dan juga jenis kelamin sehingga
Tabel 6. Hasil Uji t Tingkat Kesegaran jasmani

Referensi

Dokumen terkait

Dari simpulan diatas dapat penulis kemukakan beberapa saran yang patut diperhatikan oleh berbagai pihak yang terkait, antara lain : (1) diharapkan kepada

Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian seperti dipaparkan sebelumnya, maka pada bagian berikut perlu diberikan beberapa saran pada pihak- pihak yang terkait dengan penelitian

Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian seperti dipaparkan sebelumnya, maka pada bagian berikut perlu diberikan beberapa saran pada pihak- pihak yang terkait dengan penelitian

Berdasarkan kesimpulan peneltan di atas, maka dapat dikembangkan menjadi beberapa saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan maupun pihak-pihak lain,

Berdasarkan kesimpulan diatas maka dikemukakan beberapa saran yang anggap berguna serta dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi pihak-pihak terkait dalam rangka

Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah dari beberapa aspek terkait dengan fasilitas untuk penyandang disabilitas masih adanya beberapa

Saran Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian, maka penulis memberikan beberapa saran yang diharapkan dapat dipertimbangkan oleh pihak KSPPS BMT Itqan agar terhindar dari pengembalian

Saran Dari kesimpulan diatas, dapat diambil beberapa saran yang diharapkan bisa bermanfaat bagi peneliti atau pihak bank selanjutnya mengenai analisa mitigasi risiko pembiayaan