• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN HASIL PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN HASIL PENELITIAN"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN HASIL PENELITIAN

KAJIAN STANDAR AKSESIBILITAS DAN FASILITAS

BAGI PENYANDANG DISABILITAS PADA TRANSMART

DEPOK

Pelaksana Penelitian :

Boby Candra (Ketua)

Wahyu Prakosa, ST., MT ( Anggota)

Bersumber dari dana : Mandiri

UNIVERSITAS GUNADARMA

JAKARTA

(2)

ii 1. Judul Penelitian : KAJIAN STANDAR AKSESIBILITAS DAN

FASILITAS BAGI PENYANDANG

DISABILITAS PADA TRANSMART DEPOK» 2. Tim Peneliti

Nama : Boby Chandra

Wahyu Prakosa, ST., MT Fakultas : Teknik Sipil & Perencanaan 3. Jangka Waktu Penelitian : 4 bulan

4. Lokasi Penelitian : Jakarta

5. Biaya Penelitian : Rp. 3.500.000 6. Sumber Biaya Penelitian : Mandiri

Jakarta, Agustus 2020 Mengetahui

Ketua Program Studi Peneliti,

Arsitektur

Dr. Arief Rahman, ST., MT Wahyu Prakosa, ST., MT

Menyetujui

Direktur Ketua Lembaga Penelitian,

Teknik Sipil & Perencanaan Universitas Gunadarma

(3)

ABSTRAKSI

Boby Candra, 21316456 Wahyu Prakosa, 960128

“KAJIAN STANDAR AKSESIBILITAS DAN FASILITAS BAGI PENYANDANG DISABILITAS PADA TRANSMART DEPOK”

Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan. Universitas Gunadarma. 2020

(xi + 39 Halaman)

Hak aksesibilitas bagi penyandang disabilitas sudah diatur dalam berbagai peraturan, mulai dari peraturan di pemerintah pusat hingga peraturan Menteri pekerjaan umum maupun peraturan daerah. namun Aksesibilitas penyandang disabilitas yang dijanjikan pemerintah pada kenyataannya tetap saja belum mempermudah akses pergerakan mereka.

Salah satunya seperti pada bangunan Transmart Depok, yang terdapat beberapa fasilitas dan juga aksesibilitas yang masih sulit untuk digunakan oleh penyandang disabilitas. hasil pengamatan dilapangan menunjukkan bahwa beberapa fasilitas yang ada di Transmart Depok masih belum memenuhi standar. hal tersebut dibuktikan melalui penelitian dengan metode kualitatif yang dilakukan secara deskriptif dengan menjelaskan data yang ada dilapangan dan standar-standar yang ada sehingga akan didapatkan penjelasan tentang fasilitas apa saja yang masih belum memenuhi standar untuk penyandang disabilitas.

(4)

iv

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan bimbingan, petunjuk serta hidayah-Nya, hingga penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik. Bagaimanapun juga terselesaikannya penelitian ini berkat dukungan dan kerjasama yang baik diantara berbagai pihak, untuk itu pada kesempatan ini penulis mengucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Ibu Prof. Dr. E.S. Margianti, SE, MM selaku Rektor Universitas Gunadarma 2. Bapak Prof. Suryadi Harmanto, SSi, MMSI selaku Pembantu Rektor II

Universitas Gunadarma

3. Bapak Dr. Aris Budi Setyawan selaku Direktur Program Teknik Sipil & Perencanaan Universitas Gunadarma

4. Bapak Dr. Arief Rahman, ST., MT. selaku Ketua Program Studi Arsitektur Universitas Gunadarma

5. Ibu Dr. Ir. Hotniar Siringoringo, MSc. selaku Ketua Lembaga Penelitian Universitas Gunadarma

6. Rekan-rekan dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang telah membantu hingga terselesaikannya penelitian ini.

Penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun guna kesempurnaannya. Akhir kata semoga penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca, khususnya bagi penulis untuk referensi penelitian berikutnya.

Jakarta, Agustus 2020

(5)

DAFTAR ISI

Halaman Judul... i Lembar Pengesahan ... ii Abstraksi ... iii Kata Pengantar ... iv Daftar Isi... v

Daftar Tabel ... vii

Daftar Gambar... viii

Daftar Diagram... x BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 2 1.3 Tujuan Penelitian ... 2 1.4 Manfaat Penelitian ... 2 1.4.1 Subjektif... 2 1.4.2 Objektif ... 3 1.5 Sistematika Penulisan ... 3

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 4

2.1 Pengertian Disabilitas... 4

2.1.1 Klasifikasi Penyandang Disabilitas ... 5

2.1.2 4 Macam Difabel menurut Selwyn Goldsmith ... 6

2.2 Persyaratan Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas ... 7

2.2.1 Sirkulasi ... 7

2.2.2 Ramp... 9

(6)

vi

BAB III TINJAUAN LOKASI DAN METODE PENELITIAN... 22

3.1 Tinjauan Lokasi... 22

3.2 Metode Penelitian... 25

3.2.1 Pemaparan Data ... 25

3.2.2 Tahapan Penelitian... 25

BAB IV PEMBAHASAN PENELITIAN ... 27

4.1 Fasilitas Penyandang Disabilitas Transmart Depok... 27

4.1.1 Sirkulasi... 27

4.1.2 Ramp ... 28

4.1.3 Tangga ... 29

4.1.4 Toilet... 29

4.1.5 Parkir... 31

4.2 Analisis Standar Fasilitas Penyandang Disabilitas Transmart Depok ... 31 4.2.1 Sirkulasi ... 31 4.2.2 Ramp ... 33 4.2.3 Tangga ... 33 4.2.4 Toilet... 34 4.2.5 Parkir... 35

4.3 Fasilitas Penyandang Disabilitas Transmart Depok yang tidak tersedia ... 36

4.3.1 Ramp diujung Trotoar... 36

4.3.2 Guiding Block Trotoar ... 36

4.3.3 Lift... 37

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN... 38

5.1 Kesimpulan ... 38

5.2 Saran... 38

(7)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Indikator Penilaian Sirkulasi ... 8

Tabel 2.2 Indikator Penilaian Ramp... 9

Tabel 2.3 Indikator Penilaian Tangga ... 11

Tabel 2.4 Indikator Penilaian Lift ... 12

Tabel 2.5 Indikator Penilaian Toilet... 15

Tabel 2.6 Indikator Penilaian Parkir... 19

(8)

viii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Logo Difabel... 4

Gambar 2.2 Maksimum Pergerakan Bagi Pengguna Kursi Roda ... 7

Gambar 2.3 Lebar Jarak Pergerakan Bagi Ambulant Disabled... 7

Gambar 2.4 Gambaran Sirkulasi ... 8

Gambar 2.5 Denah Ramp ... 10

Gambar 2.6 Tangga ... 11

Gambar 2.7 Dimensi Lobby Lift ... 13

Gambar 2.8 Dimensi Ukuran Lift dan Perspektif ... 13

Gambar 2.9 Tatanan Interior Lift ... 14

Gambar 2.10 Sirkulasi Entrance pada Toilet ... 16

Gambar 2.11 Perlengkapan pada Toilet ... 16

Gambar 2.12 Mobilitas pada Ruang Toilet ... 17

Gambar 2.13 Perlengkapan Toilet... 17

Gambar 2.14 Spesifikasi Wastafel ... 18

Gambar 2.15 Mobilitas Wastafel... 18

Gambar 2.16 Parkir Lot ... 20

Gambar 2.17 Passanger Loading Zone... 20

Gambar 3.1 Lokasi Transmart Depok ... 22

Gambar 3.2 Transmart Depok ... 22

Gambar 3.3 Jalan Dewi Sartika Depan Transmart Depok ... 23

Gambar 3.4 Pertokoan dan Pasar didepan Transmart Depok... 23

Gambar 3.5 Jarak tempuh dari Stasiun Depok Baru ke Transmart Depok ... 24

Gambar 3.6 Jarak tempuh dari Stasiun Depok Lama ke Transmart Depok ...24

Gambar 4.1 Trotoar didepan Transmart Depok ... 27

Gambar 4.2 Ujung Trotoar didepan Transmart Depok ... 27

Gambar 4.3 Jalan menuju Lobby Transmart Depok... 28

Gambar 4.4 Ramp TravelatorTransmart Depok... 28

Gambar 4.5 Tangga Berjalan (Eskalator) Transmart Depok... 29

Gambar 4.6 Toilet untuk Penyandang Disabilitas di Transmart Depok... 29

(9)

Gambar 4.8 InteriorToilet Penyandang Disabilitas di Transmart Depok ... 30

Gambar 4.9 Parkir untuk Penyandang Disabilitas di Transmart Depok ... 31

Gambar 4.10 Analisis Trotoar Transmart Depok ... 31

Gambar 4.11 Analisis ujung Trotoar Transmart Depok... 32

Gambar 4.12 Analisis jalan menuju Lobby Transmart Depok ... 32

Gambar 4.13 Ramp berjalan/Travelator Transmart Depok ... 33

Gambar 4.14 Analisis Tangga Eskalator Transmart Depok... 33

Gambar 4.15 Simbol Toilet Disable Transmart Depok... 34

Gambar 4.16 Analisis area tunggu didepan toilet Disable Transmart Depok ... 34

Gambar 4.17 Analisis interior toilet Difable Transmart Depok ... 35

Gambar 4.18 Parkir Difable Transmart Depok ... 35

Gambar 4.19 Ramp diujung Trotoar ... 36

Gambar 4.20 Guiding Block Trotoar ... 36

(10)

x

DAFTAR DIAGRAM

(11)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pemberitaan pada tahun 2017 disalah satu media elektronik (Internet) menyebutkan bahwa fasilitas publik di Kota Depok tak ramah disabilitas. Padahal hak aksesibilitas bagi penyandang disabilitas sudah diatur dalam berbagai peraturan, mulai dari peraturan di pemerintah pusat hingga peraturan Menteri pekerjaan umum maupun peraturan daerah. Salah satunya adalah pada peraturan Menteri pekerjaan umum yang disusun pada tahun 2006 yang memuat tentang pedoman teknis fasilitas dan aksesibilitas pada bangunan Gedung dan lingkungan.

Pada Undang – Undang Nomor 4 Tahun 1997, pasal 1 (ayat 1) dan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1998, Khususnya pasal 1 (ayat 1) ditegaskan juga bahwa sebagaimana warga masyarakat lainnya, penyandang disabilitas berhak mempunyai kesamaan kedudukan, hak dan kewajiban dalam berperan dan berintegrasi secara total sesuai dengan kemampuannya dalam segala aspek kehidupan dan penghidupannya (Anonim, 2004:37).

Namun Aksesibilitas penyandang disabilitas yang dijanjikan pemerintah pada UU No.4 tahun 1997 pada kenyataannya tetap saja belum mempermudah akses pergerakan mereka. Beberapa sarana umum yang dibangun dengan mempertimbangkan penyandang disabilitas bahkan pada pelaksanaanya masih ada yang menyulitkan mereka.

Salah satunya seperti pada bangunan Transmart Depok, yang terdapat beberapa fasilitas dan juga aksesibilitas yang masih sulit untuk digunakan oleh penyandang disabilitas. dari hal tersebut, penulis ingin menganalisis lebih dalam mengenai fasilitas dan juga aksesibilitas yang terdapat pada Transmart Depok, apakah fasilitas dan aksesibilitasnya memenuhi standar atau bahkan tidak ramah terhadap penyandang disabilitas.

(12)

2

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan Latar Belakang masalah, maka lingkup dari penelitian arsitektur ini dibatasi berdasarkan rumusan persoalan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut :

1. Bagaimana kelengkapan fasilitas bagi penyandang disabilitas pada Transmart Depok ?

2. Apakah fasilitas bagi penyandang disabilitas pada Transmart Depok sudah memenuhi Standar ?

3. Apa saja fasilitas penyandang disabilitas yang tidak tersedia di Transmart Depok ?

1.3 Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana standar dan kelengkapan dari fasilitas penyandang disabilitas di Transmart Depok serta untuk menambah wawasan dan pengetahuan penulis tentang fasilitas bagi penyandang disabilitas.

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Subjektif

a. Sebagai landasan dan acuan teori Arsitektur, yang memungkinkan nantinya dapat diterapkan pada dunia pendidikan ataupun ranah praktisi.

(13)

1.4.2 Objektif

a. Sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan khususnya didalam disiplin ilmu arsitektur, beserta masyarakat umum yang membutuhkan.

b. Diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan, sehingga dapat menjadi acuan dalam menentukan perencanaan dan perancangan.

1.5 Sistematika Penulisan

BAB I berisikan tentang latar belakang pemilihan Judul dan Tema Penelitian,

perumusan masalah yang berisikan tentang masalah sebagai latar belakang penelitian, manfaat dan tujuan yang berisikan manfaat serta sistematika penulisan.

BAB II berisikan Landasan teori yang dipakai, seperti standar- standar

fasilitas untuk penyandang disabilitas sebagai pelengkap penelitian ini.

BAB III berisikan tentang Tinjuauan Lokasi yang terletak di Kota Depok,

dengan informasi luasan Transmart Depok dan Metode Penelitian yang dipakai Untuk penelitian ini.

BAB IV berisikan tentang Analisa pada Transmart Depok terkait penerapan

fasilitas dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

(14)

4

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Disabilitas

Gambar 2.1 Logo Difabel

(Sumber : 2004 edition of Standard Highway Signs)

Pada Undang – Undang No.4 tahun 1997 tentang Penyandang Cacat, Difabel/Disabilitas adalah setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan/atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan dan hambatan baginya untuk melakukan kegiatan secara selayaknya.

Menurut Goldsmith (1984), difabel didefinisikan sebagai orang yang memiliki gangguan fisik dan tidak mampu untuk menggunakan fasilitas bangunan karena tidak tersedianya fasilitas pendukung bagi kemudahan mereka.

Sedangkan pengertian pada situs Wikipedia dijelaskan bahwa Istilah difabel dan disabilitas sendiri memiliki makna yang agak berlainan. Difabel (different ability—kemampuan berbeda) didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki kemampuan dalam menjalankan aktivitas berbeda bila dibandingkan dengan orang-orang kebanyakan, serta belum tentu diartikan sebagai "cacat" atau disabled. Sementara itu, disabilitas (disability) didefinisikan sebagai seseorang yang belum mampu berakomodasi dengan lingkungan sekitarnya sehingga menyebabkan disabilitas.

(15)

2.1.1 Klasifikasi Penyandang Disabilitas

a. Tunanetra

Tunanetra adalah istilah umum yang digunakan untuk kondisi seseorang yang mengalami gangguan atau hambatan dalam indra penglihatannya. Berdasarkan tingkat gangguannya Tunanetra dibagi dua yaitu buta total dan yang masih mempunyai sisa penglihatan.

b. Tunarungu

Tunarungu adalah kondisi fisik yang ditandai dengan penurunan atau ketidak mampuan seseorang untuk mendengarkan suara.

c. Tunawicara

Tunawicara adalah ketidakmampuan seseorang untuk berbicara. Biasanya disebabkan oleh gangguan pada organ – organ seperti tenggorokan, pita suara, paru – paru, mulut, lidah dan sebagainya. Bisu umumnya berkaitan dengan tuli.

d. Tunadaksa

Tunadaksa adalah kondisi dimana seseorang yang belum mampu berakomodasi dengan lingkungan sekitarnya sehingga menyebabkan disabilitas.

(16)

6

e. Tunalaras

Tunalaras adalah individu yang mengalami hambatan dalam mengendalikan emosi dan kontrol social. Individu tunalaras biasanya menunjukkan perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku di sekitarnya.

f. Tunagrahita

Tunagrahita adalah keadaan keterbelakangan mental, keadaan ini dikenal juga sebagari retardasi mental. Anak tunagrahita memiliki IQ dibawah rata-rata anak normal pada umumnya, sehingga menyebabkan fungsi kecerdasan dan intelektual mereka terganggu yang mengakibatkan permasalahan – permasalahan lainnya yang muncul pada masa perkembangannya.

g. Tunaganda

Tunaganda adalah anak yang memiliki kombinasi kelainan (baik dua jenis kelainan atau lebih) yang menyebabkan adanya masalah Pendidikan yang serius, sehingga dia tidak hanya dapat diatasi dengan suatu program Pendidikan khusus untuk satu kelainan saja, melainkan haris didekati dengan variasi program Pendidikan sesuai kelainan yang dimilik.

2.1.2 4 Macam Difabel menurut Selwyn Goldsmith

Menurut Selwyn Goldsmith jenis – jenis difabel terbagi menjadi 4 macam, yaitu Ambulant Disabled, Semi Ambulant Wheelchair,

(17)

Dari keempat jenis difabel yang telah dijelaskan diatas, menggunakan alat bantu gerak berupa kruk, walker, dan kursi roda seperti pada Gambar 2.2 dan Gambar 2.3.

Gambar 2.2 Maksimum pergerakan bagi pengguna kursi roda. (Sumber : Decree of The Minister of Public Works No. 468/KPTS/1998)

Gambar 2.3 Lebar jarak pergerakan bagi Ambulant Disabled (Sumber : Universal Design, 2000)

2.2 Persyaratan Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas

2.2.1 Sirkulasi

Ketentuan teknis sirkulasi diambil berdasarkan Peraturan Menteri PU No.30/PRT/M/2006 yang dapat dilihat pada Tabel 2.1 dan Gambar 2.4.

(18)

8 (Sumber : Peraturan Menteri PU No.30/PRT/M/2006)

Gambar 2.4 Gambaran Sirkulasi

(Sumber : Decree of The Minister of Public Works No.468/KPTS/1998)

2.2.2 Ramp

Ramp merupakan jalur sirkulasi yang memiliki bidang dengan kemiringan tertentu, sebagai alternative bagi orang yang tidak mampu menggunakan tangga. Ketentuan Teknis ramp juga berdasarkan

(19)

Peraturan Menteri PU No.30/PRT/M/2006 yang dapat dilihat pada Tabel 2.2 dan Gambar 2.5

Tabel 2.2 Indikator Penilaian Ramp

(20)

10 Gambar 2.5 Denah Ramp

(Sumber : Decree Of The Minister Of Public Works No.468/KPTS/1998)

2.2.3 Tangga

Tangga merupakan jalur sirkulasi vertical yang dirancang dengan mempertimbangkan ukuran dan kemiringan pijakan dan tanjakan dengan lebar yang memadai. Ketentuan teknis tangga berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.30/PRT/M/2006 dapat dilihat pada Tabel 2.3 dan Gambar 2.6.

(21)

Tabel 2.3 Indikator Penilaian Tangga

(Sumber : Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.30/PRT/M/2006)

Gambar 2.6 Tangga

(22)

12

2.2.4 Lift

Lift merupakan alat mekanis elektris yang berfungsi untuk membantu pergerakan vertikal didalam bangunan. Lift juga dapat digunakan sebagai alternatif alat sirkulasi vertikal selain tangga bagi penyandang disabilitas. Ketentuan teknis lift berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.30/PRT/M/2006 dapat dilihat pada tabel 2.4 dan Gambar 2.7, Gambar 2.8, dan Gambar 2.9.

Tabel 2.4 Indikator Penilaian Lift

(23)

Gambar 2.7 Dimensi Lobby Lift

(Sumber : Decree Of The Minister Of Public Works No. 468/KPTS/1998)

Gambar 2.8 Dimensi Ukuran Lift dan Perspektif

(24)

14 Gambar 2.9 Tatanan Interior Lift

(Sumber : Decree Of The Minister Of Public Works No.468/KPTS/1998)

2.2.5 Toilet

Ketentuan teknis toilet berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.30/PRT/M/2006 dapat dilihat pada Tabel 2.5 dan Gambar 2.10, Gambar 2.11, Gambar 2.12, Gambar 2.13, Gambar 2.14 dan Gambar 2.15.

(25)

Tabel 2.5 Indikator Penilaian Toilet

(26)

16 Gambar 2.10 Sirkulasi Entrance pada Toilet

(Sumber : Decree Of The Minister Of Public Works No. 468/KPTS/1998)

Gambar 2.11 Perlengkapan pada Toilet

(27)

Gambar 2.12 Mobilitas pada Ruang Toilet

(Sumber : Decree Of The Minister Of Public Works No. 468/KPTS/1998)

Gambar 2.13 Perlengkapan Toilet

(28)

18 Gambar 2.14 Spesifikasi Wastafel

(Sumber : Decree Of The Minister Of Public Works No. 468/KPTS/1998)

Gambar 2.15 Mobilitas Wastafel

(29)

2.2.6 Parkir

Ketentuan teknis parkir berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.30/PRT/M/2006 dapat dilihat pada Tabel 2.6 dan Gambar 2.16, dan Gambar 2.17.

Tabel 2.6 Indikator Penilaian Parkir

(30)

2

Gambar 2.16 Parkir Lot (Sumber : Universal Design , 2000)

Gambar 2.17 Passanger Loading Zone

(Sumber : Decree Of The Minister Of Public Works No.468/KPTS/1998)

Setelah mengetahui standar spesifikasi tempat parkir kaum difabel, terdapat standar untuk menentukan jumlah tempat parker bagi kaum difabel berdasarkan total jumlah tempat parker yang terdapat pada Transmart Depok dapad dilihat pada Tabel 2.7.

(31)

Tabel 2.7 Standar Jumlah Tempat Parkir

(Sumber : Decree Of The Minister Of Public Works No.468/KPTS/1998)

(32)

22

BAB III

TINJAUAN LOKASI DAN METODE PENELITIAN

3.1 Tinjauan Lokasi

Gambar 3.1 Lokasi Transmart Depok (Sumber : Google Earth, 2019)

Gambar 3.2 Transmart Depok (Sumber : Dokumentasi Lapangan, 2019)

Transmart Depok merupakan salah satu mall yang ada di Kota Depok, tepatnya Transmart Depok ini berlokasi di Jl. Dewi Sartika No.9, Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat.

(33)

Gambar 3.3 Jalan Dewi Sartika Depan Transmart Depok (Sumber : Dokumentasi Lapangan, 2019)

Kondisi jalan didepan Transmart Depok diwaktu – waktu tertentu mengalami kemacetan, dikarenakan adanya palang pintu kereta api. Kemudian terdapat beberapa tukang ojek online yang berkumpul didepan Transmart Depok ini.

Gambar 3.4 Pertokoan dan Pasar didepan Transmart Depok (Sumber : Dokumentasi Lapangan, 2019)

Kemudian diarea depan Transmart Depok juga terdapat beberapa Toko – Toko dan Pasar. Transmart Depok juga dapat di akses melalui Stasiun Depok Baru dan juga Stasiun Depok Lama.

(34)

24 Gambar 3.5 Jarak tempuh dari Stasiun Depok Baru ke Transmart Depok

(Sumber : Google Maps, 2019)

Jika mengakses Transmart Depok melalui Stasiun Depok Baru, maka jarak yang dapat ditempuh adalah sekitar 2,9 Km.

Gambar 3.6 Jarak tempuh dari Stasiun Depok Lama ke Transmart Depok (Sumber : Google Maps, 2019)

Kemudian untuk mengakses Transmart Depok melalui Stasiun Depok Lama, maka jarak yang dapat ditempuh adalah sekitar 1 Km dengan jalan kaki dan 4,4 Km dengan kendaraan pribadi.

(35)

3.2 Metode Penelitian

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan metode penelitian Kualitatif. Dimana secara garis besar metode ini digunakan untuk mendapatkan data dan informasi selengkapnya mengenai kondisi fisik. Data yang terkumpul nantinya akan dianalisis secara deskriptif dan komparatif.

3.2.1 Pemaparan Data

Seluruh data observasi dipaparkan dengan lengkap dan jelas berdasarkan hasil observasi yang ada dilapangan dengan meliputi seluruh variable yang telah ditentukan. Pemaparan data juga didukung oleh gambar – gambar hasil observasi dan dilengkapi dengan penjelasan secara deskriptif.

3.2.2 Tahapan Penelitian

Sesuai dengan tujuan metode penelitian maka tahapan – tahapan yang akan dilakukan secara umum ada 2 yaitu :

a. Penelitian Kepustakaan

Penelitian kepustakaan merupakan tahap awal atau bagian dari kegiatan penelitian berupa pencarian data dari internet maupun jurnal dan buku.

b. Penelitian Lapangan

(36)

Beberapa sarana umum yang dibangun dengan mempertimbangkan penyandang disabilitas bahkan pada pelaksanaanya masih ada yang menyulitkan mereka. Salah satunya seperti pada bangunan Transmart Depok, yang terdapat beberapa fasilitas dan juga aksesibilitas yang masih sulit untuk digunakan oleh penyandang disabilitas.

Rumusan Masalah :

o Bagaimana kelengkapan fasilitas bagi penyandang disabilitas pada Transmart Depok ?

o Apakah fasilitas bagi penyandang disabilitas pada Transmart Depok sudah memenuhi Standar ?

o Apa saja fasilitas penyandang disabilitas yang tidak tersedia di Transmart Depok ?

Tujuan :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana standar dan kelengkapan dari fasilitas penyandang disabilitas di Transmart Depok serta untuk menambah wawasan dan pengetahuan penulis tentang fasilitas bagi penyandang disabilitas sehingga dapat diterapkan dalam proses perencanaan dan perancangan Tugas Akhir.

Kesimpulan dan Saran Metode Penelitian : Menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis kualitatif. Analisis :

Ditinjau dari penerapan standar aksesibilitas dan fasilitas penyandang disabilitas pada Transmart Depok.

Kajian Pustaka :

Teori tentang pengertian disabilitas, klasifikasi penyandang disabilitas, Syarat Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas Penyandang Disabilitas.

Diagram 3.1 Langkah – Langkah Penelitian (Sumber : Hasil Analisis)

26

Judul Penelitian :

Analisis Aksesibilitas dan Fasilitas Penyandang Disabilitas Pada Transmart Depok

(37)

BAB IV

ANALISA DAN PEMBAHASAN

4.1 Fasilitas Penyandang Disabilitas Transmart Depok

4.1.1 Sirkulasi a. Trotoar

Gambar 4.1 Trotoar didepan Transmart Depok (Sumber : Hasil Survey, 2019)

Terdapat trotoar didepan Transmart Depok yang sering dilalui oleh pejalan kaki untuk melintas maupun untuk menuju ke Transmart Depok.

Gambar 4.2 Ujung trotoar didepan Transmart Depok (Sumber : Hasil Survey, 2019)

Namun pada ujung trotoar tidak terdapat ramp, dan juga ketinggiannya tidak ramah untuk penyandang disabilitas. Begitu juga pada trotoarnya itu sendiri tidak memiliki Guiding Block untuk

(38)

2

b. Sirkulasi Lobby

Gambar 4.3 Jalan menuju Lobby Transmart Depok (Sumber : Hasil Survey, 2019)

Untuk jalan menuju Lobby, ketinggian antara jarak paving dan lantai tidak terlalu tinggi sehingga ramah terhadap penyandang disabilitas. Kemudian pada lantai Lobby itu sendiri sangat kering dan tidak licin sehingga aman untuk dilalui.

4.1.2 Ramp

Gambar 4.4 Ramp Travelator Transmart Depok (Sumber : Hasil Survey, 2019)

Terdapat Ramp Berjalan yang terletak di Basement 1 – 2, Lantai 1, dan di Lantai 2 Transmart Depok. Penggunaan Ramp berjalan ini sangat memudahkan orang-orang untuk berjalan dan juga memudahkan penyandang disabilitas untuk melintas.

(39)

4.1.3 Tangga

Gambar 4.5 Tangga Berjalan (Eskalator) Transmart Depok (Sumber : Hasil Survey, 2019)

Untuk tangga berjalan di Transmart Depok terletak di Lantai 3, yang digunakan untuk menuju area bermain yang ada di lantai 4. untuk tangga berjalan ini agak sulit untuk dilalui oleh penyandang disabilitas tunadaksa.

4.1.4 Toilet

Gambar 4.6 Toilet untuk Penyandang Disabilitas di Transmart Depok (Sumber : Hasil Survey, 2019)

(40)

30

Gambar 4.7 Pintu Toilet Penyandang Disabilitas di Transmart Depok (Sumber : Hasil Survey, 2019)

Pintu yang digunakan pada toilet penyandang disabilitas ini menggunakan sistem geser untuk buka tutupnya.

Gambar 4.8 Interior Toilet Penyandang Disabilitas di Transmart Depok (Sumber : Hasil Survey, 2019)

Pada interior toilet penyandang disabilitas ini terdapat pegangan besi yang digunakan untuk mempermudah penyandang disabilitas dalam menggunakan toilet. Kemudian di sisi kanannya terdapat Kaca dan juga wastafel yang ketinggiannya disesuaikan untuk penyandang disabilitas.

(41)

4.1.5 Parkir

Gambar 4.9 Parkir untuk Penyandang Disabilitas di Transmart Depok (Sumber : Hasil Survey, 2019)

Untuk parkir penyandang disabilitas yang ada di Transmart Depok terletak di parkiran Outdoor.

4.2 Analisis Standar Fasilitas Penyandang Disabilitas Transmart Depok 4.2.1 Sirkulasi

a. Analisis Trotoar

Gambar 4.10 Analisis Trotoar Transmart Depok (Sumber : Analisis Pribadi, 2019)

Permukaan pada trotoar stabil, kuat dan juga tahan terhadap cuaca. tekstur pada permukaan trotoar halus dan juga tidak licin, kemudian untuk lebar jalurnya sebesar 1,46 m dan pada belokannya

(42)

32

Gambar 4.11 Analisis ujung Trotoar Transmart Depok (Sumber : Analisis Pribadi, 2019)

Ketinggian pada trotoar ini sebesar 15 cm. namun pada ujung trotoar tidak memiliki ramp yang dapat digunakan untuk penyandang disabilitas. kemudian untuk gundukan semacam ini seharusnya dihindari atau tidak lebih dari 1,25 cm sesuai standar.

b. Analisis Sirkulasi Lobby

Gambar 4.12 Analisis jalan menuju Lobby Transmart Depok (Sumber : Hasil Survey, 2019)

Ketinggian antara paving dan lantai tidak terlalu jauh, yaitu sekitar kurang 1,2 cm. ketinggian antara paving dan lantai ini sudah sesuai standar yaitu tidak lebih dari 1,25 cm. kemudian tekstur permukaan lantainya halus dan juga tidak licin.

(43)

4.2.2 Ramp

Gambar 4.13 Ramp berjalan/Travelator Transmart Depok (Sumber : Hasil Survey, 2019)

Tekstur pada permukaan ramp bertekstur dan juga tidak licin. untuk derajat kemiringannya melebihi 7 derajat sedangkan untuk standar maksimum ramp interior hanya diperbolehkan maksimal 7 derajat. lebar jalur pada ramp ini 120 cm, dan ini sesuai dengan standar yang diberikan yaitu minimum 120 cm. ketinggian handrail nya juga sesuai standar yaitu setinggi 83 cm.

4.2.3 Tangga

Gambar 4.14 Analisis Tangga Eskalator Transmart Depok (Sumber : Analisis Pribadi, 2019)

Dimensi anak tangga memiliki ketinggian sekitar 21 cm, ukuran tersebut melebihi standar yang hanya 15-19 cm. ketinggian handrail pada

(44)

34

4.2.4 Toilet

Gambar 4.15 Simbol Toilet Disable Transmart Depok (Sumber : Hasil Survey, 2019)

Untuk simbol pada toilet ini, menggunakan sistem cetak timbul, hal ini sesuai dengan standar. namun letak simbol yang seharusnya adalah terletak pada pintu toilet (bagian luar) jika mengikuti standar.

Gambar 4.16 Analisis area tunggu didepan toilet Disable Transmart Depok (Sumber : Analisis Pribadi, 2019)

Lebar pada pintu toilet sudah memenuhi standar yaitu sebesar 90 cm, kemudian pada area depan pintu toilet memiliki lebar lebih dari 160 cm (pada standar) yaitu sebesar 2,1 m. lalu untuk pintu toilet ini sistem buka tutupnya menggunakan pintu geser.

(45)

Gambar 4.17 Analisis interior toilet Difable Transmart Depok (Sumber : Analisis Pribadi, 2019)

Ketinggian tisu dari lantai sebesar 55 cm, ukuran tersebut sudah memenuhi standar. kemudian untuk ruang bebas dibawah wastafel yang pada standar memiliki tinggi minimal 25 cm dari lantai, pada pengukuran dilapangan memiliki ketinggian 40 cm (sudah memenuhi standar). kemudian untuk ukuran Panjang wastafel adalah 50 cm. permukaan pada lantai juga tidak licin dan kering dan untuk kran airnya menggunakan putaran yang tidak licin. lalu untuk ketinggian pada handrailnya juga sudah memenuhi standar yaitu sebesar 85 cm dari lantai. namun pada fasilitas toilet difable ini tidak terdapat pengering.

4.2.5 Parkir

Gambar 4.18 Parkir Difable Transmart Depok (Sumber : Hasil Survey, 2019)

Untuk jumlah parkir di Transmart Depok adalah sebesar 904 tempat parkir (313 mobil dan 591 motor), namun hanya memiliki 1 ruang parkir

(46)

36 yang menyebutkan bahwa untuk jumlah parkir 501 – 1000 tempat parkir seharusnya memiliki jumlah parkir untuk penyandang disabilitas sebesar 2% dari total jumlah keseluruhan parkir.

4.3 Fasilitas Penyandang Disabilitas Transmart Depok yang tidak tersedia 4.3.1 Ramp diujung Trotoar

Gambar 4.19 Ramp diujung Trotoar (Sumber : www.kagepc.com/pedestrian-ramps)

Pada ujung trotoar Transmart Depok tidak memiliki ramp, sehingga trotoar tersebut tidak dapat dilalui oleh penyandang disabilitas untuk.

4.3.2 Guiding Block Trotoar

Gambar 4.20 Guiding Block Trotoar (Sumber : www.goresankata.com)

Tidak ada guiding block pada trotoar yang berada di depan Transmart Depok, sehingga dapat menyulitkan penyandang disabilitas melalui area trotoar tersebut.

(47)

4.3.3 Lift

Gambar 4.21 Lift

(Sumber : jakarta.tribunnews.com)

Transmart Depok tidak memiliki fasilitas lift, padahal fasilitas lift sangat beguna untuk memudahkan penyandang disabilitas dalam beraktifitas di Transmart Depok.

(48)

38

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah dari beberapa aspek terkait dengan fasilitas untuk penyandang disabilitas masih adanya beberapa fasilitas yang belum terpenuhi pada di Transmart Depok seperti ramp diujung trotoar, guiding block trotoar dan juga lift. kemudian terdapat beberapa fasilitas juga yang masih belum memenuhi standar yang telah ditentukan oleh pemerintah seperti pada trotoar, dan ruang parkir untuk penyandang disabilitas. namun dari beberapa fasilitas yang ada, terdapat juga fasilitas yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh pemerintah seperti sirkulasi lobby, ramp berjalan/travelator, eskalator, dan toilet bagi penyandang disabilitas.

5.2 Saran

Penelitian ini merupakan kajian mengenai fasilitas disabilitas di bangunan pusat perbelanjaan, dimana gedung ini menjadi tujuan orang belanja dan memiliki beragam pengunjung bahkan pengunjung disabilitas pun datang ke bangunan ini. Sehingga dengan penelitian ini diharapkan dapat dilanjutkan untuk melakukan penelitian yang lebih lanjut, diharapkan dapat diperoleh kajian-kajian yang lebih tajam lagi dalam merencanakan sebuah gedung dan penunjangnya untuk disabilitas sehinga dapat memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi penyandang disabilitas.

(49)

DAFTAR PUSTAKA

Federal Highway Administration, 2004. Standard Highway Signs.

Goldsmith, Selwyn dan PRP Architects, 2000. Universal Design, A Manual of

Practical Guidance for Architects. Architectural Press.

Kementrian PU, 1998. Decree of The Minister of Public Works The Republic of

Indonesia No. 468/Kpts/1998, Technical Requirements For Accessibility of The Public Buildings and Its Environment.

Kementerian PU, 2006. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 30/ PRT/

2006 Bab II Persyaratan Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas.

Undang – undang, 1997. UU No. 4 tahun 1997 tentang Penyandang Cacat,

(50)

Perpustakaan Universitas Gunadarma BARCODE

BUKTI UNGGAH DOKUMEN PENELITIAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS GUNADARMA

Nomor Pengunggahan

SURAT KETERANGAN

Nomor: 196/PERPUS/UG/2020

Surat ini menerangkan bahwa:

Nama Penulis : BOBY CANDRA

Nomor Penulis : 21316456

Email Penulis : [email protected]

Alamat Penulis :

dengan penulis lainnya sebagai berikut:

Penulis ke-2/Nomor/Email : Wahyu Prakosa / 960128 / [email protected]

Telah menyerahkan hasil penelitian/ penulisan untuk disimpan dan dimanfaatkan di Perpustakaan Universitas Gunadarma, dengan rincian sebagai berikut :

Nomor Induk : TT//PENELITIAN/196/2020

Judul Penelitian : KAJIAN STANDAR AKSESIBILITAS DAN FASILITAS BAGI PENYANDANG DISABILITAS

PADA TRANSMART DEPOK

Tanggal Penyerahan : 15 / 08 / 2020

Demikian surat ini dibuat untuk dipergunakan seperlunya dilingkungan Universitas Gunadarma dan Kopertis Wilayah III.

Gambar

Gambar 2.2 Maksimum pergerakan bagi pengguna kursi roda.
Gambar 2.4 Gambaran Sirkulasi
Tabel 2.2 Indikator Penilaian Ramp
Gambar 2.6 Tangga
+7

Referensi

Dokumen terkait

Keraf (1981) meninjau reduplikasi dari segi morfologis dan semantis yaitu melihat reeduplikasi dari segi bentuk, fungsi dan makna. Keempat ahli bahasa diatas mengkaji reduplikasi

Simposium lahan gambut internasional ini dimaksudkan untuk memperkuat momentum dan menjadikannya menjadi aksi untuk mentransformasi restorasi lahan gambut dari fase

Alur pengujian pada game space shooter ini adalah mencari dua tipe player yang dapat mewakili player pemula dan player handal untuk mencoba game yang telah dibuat

Untuk mencapai akurasi dan kecepatan optimal pengenalan citra tanda tangan menggunakan metode 2DPCA dan 2DLDA yaitu dengan menggunakan jumlah data training 160 dari 200 data

Sementara kategori sikap kemandirian belajar siswa terhadap mata pelajaran Fisika menunjukkan : kategori sikap siswa selalu sebanyak 22.53 % (16 dari 71 siswa) atau

Peran sebagai model dapat diwujudkan dengan cara membagi pikiran tentang suatu hal (thinking aloud) atau menunjukkan pada siswa tentang bagaimana melakukan sesuatu secara

Perairan Muara Badak memiliki 24 jenis plankton, dari hasil analisis indeks keanekaragaman, indeks keseragaman dan indeks dominansi menunjukkan bahwa perairan ini

kekurangannya.pendapatan dari sumber-sumber lain yang berkaitan dengan proyek atau pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini peningkatan tarif atau juga