• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV Kesimpulan, Batasan, dan Anggapan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB IV Kesimpulan, Batasan, dan Anggapan"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS AKHIR

118 PEREMAJAAN RUMAH SUSUN PEKUNDEN SEMARANG

Ashri Amalia Hadi-L2B008014 73 BAB IV

KESIMPULAN BATASAN DAN ANGGAPAN

4.1KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat diambil

kesimpulan yang merupakan landasan pokok dari laporan perencanaan dan

perancangan “Peremajaan Rumah Susun Pekunden Semarang”.

Kesimpulan-kesimpulan yang bila diuraikan secara sistematis, sebagai berikut:

a) Kota Semarang dalam lingkup regional Jawa Tengah merupakan kota yang berada

dalam hirarki tertinggi dalam fungsi administrasi, kegiatan sektor ekonomi maupun

politik dibandingkan dengan kota-kota lain di Jawa Tengah

b) Jumlah penduduk Kota Semarang cenderung mengalami peningkatan setiap tahun

yang berdampak pula pada meningkatnya aktivitas untuk memenuhi kebutuhan

hidup, salah satunya adalah kebutuhan akan tempat tinggal.

c) Sejalan dengan usaha pendayagunaan tanah perkotaan yang semakin sempit dan

mahal, tuntutan pencapaian ke tempat kerja supaya menjadi lebih mudah dan cepat,

dan tuntutan akan kenyamanan, keamanan, dan kepraktisan, serta tuntutan akan

gaya hidup modern, maka perlu adanya perancangan hunian vertikal berupa Rumah

Susun sebagai solusi hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang

menghuni permukiman kumuh yang terletak di pusat kota.

d) Rumah Susun merupakan hunian vertikal yang dibangun dalam suatu lingkungan

yang di dalamnya terdapat aktivitas hunian, sosial, ekonomi, dan aktivitas lainnya

sehingga terdapat suatu bagian bersama, milik bersama, dan tanah bersama.

e) Kawasan Pekunden Semarang, merupakan kawasan yang berpotensi untuk

dikembangkan sebagai fungsi permukiman, dan komersial. Lokasi yang strategis

dengan fasilitas sosial, dan perkantoran,membuat kawasan ini memiliki nilai yang

tinggi sehingga layak dilakukan sebuah peremajaan kawasan pada daerah tersebut.

f) Dalam melakukan sebuah peremajaan dan mendirikan bangunan rumah susun harus

berpedoman pada syarat-syarat pedoman peremajaan serta organisasi ruang,

(2)

TUGAS AKHIR

118 PEREMAJAAN RUMAH SUSUN PEKUNDEN SEMARANG

Ashri Amalia Hadi-L2B008014 74 Dengan Dasar tersebut, akan dilakukan peremajaan pada rumah susun

Pekunden dan kawasan sekitarnya yaitu RW I Pekunden Barat untuk dikembangkan

menjadi hunian vertikal dengan konsep arsitektur tropis.

4.2BATASAN

Di dalam perencanaan “Peremajaan Rumah Susun Pekunden Semarang”

terdapat hal-hal di luar kemampuan dan wewenang perencana. Oleh karena itu, agar

pendekatan-pendekatan dalam memecahkan masalah dapat dilakukan, maka

digunakan batasan-batasan yang relevan, yaitu:

a) Peraturan bangunan yang akan digunakan mengacu pada peraturan daerah

setempat yang tercantum dalam RTRW Kota Semarang Tahun 2010-2030.

b) Penentuan lokasi Peremajaan mengacu pada RTRW Kota Semarang.

c) Permasalahan mengenai kondisi lahan, struktur tanah, serta kondisi daya dukung

tanah tidak akan dibahas secara mendetail dalam lingkup ini.

d) Dampak sosial yang berkaitan dengan pembangunan rumah susun ini tidak

termasuk dalam lingkup pembahasan.

e) Segmen pasar yang dijangkau adalah masyarakat Kota Semarang golongan

menengah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah

yang menghuni kawasan Pekunden sebelumnya.

f) Bangunan rumah susun yang akan didirikan terdiri dari dua jenis dalam satu

lingkup kawasan, yaitu rumah susun sederhana untuk masyarakat berpenghasilan

rendah, dan rumah susun untuk masyarakat berpenghasilan menengah. Sehingga

diharapkan adanya suatu konsep subsidi silang.

g) Besaran luas ruang-ruang bangunan yang merupakan tuntutan kebutuhan ruang

hasil studi kasus dan wawancara dengan pihak terkait dapat digunakan sebagai

acuan dalam strategi perancangan, di samping standar ruang untuk hunian rumah

susun yang ideal atau yang telah ditentukan.

h) Titik berat perencanaan dan perancangan adalah pada masalah-masalah

arsitektural, dengan demikian permasalahan di bidang ekonomi, politik, dan di

(3)

TUGAS AKHIR

118 PEREMAJAAN RUMAH SUSUN PEKUNDEN SEMARANG

Ashri Amalia Hadi-L2B008014 75 4.3ANGGAPAN

a) Situasi, kondisi dan daya dukung tanah kawasan yang digunakan termasuk

jaringan utilitas kota, serta sarana infrastruktur yang lain, dianggap siap untuk

mengantisipasi berdirinya bangunan rumah susun.

b) Masalah status tanah, lokasi, dan tapak dianggap dapat diatasi.

c) Dalam kurun waktu perencanaan sampai dengan tahun 2020 dianggap tidak

terjadi perubahan dramatis pada kondisi tapak.

d) Jaringan infrastruktur kota sudah menjangkau kawasan dan mampu melayani

kebutuhan yang ada.

e) Biaya pembangunan dianggap tersedia dan pengadaan tenaga kerja dianggap telah

terpenuhi.

f) Peralatan dan teknologi yang digunakan dianggap telah tersedia dan

dimungkinkan pelaksanaannya.

g) Luas dan dimensi tapak disesuaikan dengan batas alam yang ada dan dapat diatur

sesuai dengan kebutuhan ruang dengan memperhatikan peraturan bangunan

setempat.

Studi dan data yang didapat dari instansi terkait mengenai kondisi Kota

Semarang adalah relevan dan dapat dipertanggungjawabkan untuk dijadikan acuan

atau pedoman dalam perencanaan dan perancangan “Peremajaan Rumah Susun

Referensi

Dokumen terkait

Agar pembahasan ini dapat lebih terarah dan tidak menyimpang dari permasalahan yang akan dibahas, maka ruang lingkup pembahasan yang akan dibahas yaitu berapa

Strategi komunikasi yang sebaiknya diterapkan oleh operator CDMA untuk segmen pasar yang tidak ingin menggunakan/tidak butuh (not willingness to use) maupun yang tidak ingin

Ruangan pada Industri Pengolahan Susu yang dapat memaksimalkan penggunaan pencahayaan alami yaitu ruang servis, ruang pengelola, dan ruang.. Selain itu, lobby juga dapat

Penekanan desain pada Rumah Sakit Mata Kelas B Kota Semarang adalah arsitektur tropis - berkelanjutan dengan citra bangunan yang mengkombinasikan antara arsitektur daerah tropis

Besaran luas ruang – ruang bangunan yang merupakan tuntutan kebutuhan ruang hasil studi kasus dan wawancara dengan pihak terkait, dapat digunakan sebagai acuan dalam

Dari segi arsitektural, pembangunan SMA Boarding Al-Adzkar tidak harus sama dengan bangunan eksisting MTs Boarding Al-Adzkar supaya dapat dibedakan bangunan MTs

urwodadi yang merupakan terminal tipe B.. rgerakan masyarakat ke luar kota

Penekanan desain pada Rumah Sakit Gigi dan Mulut di Kabupaten Gianyar adalah arsitektur neo – vernakular yang mengkombinasikan antara budaya tradisional