Persamaan Diferensial Stokastik
dan Beberapa Penerapannya
Herry Pribawanto Suryawan
Isi Presentasi
Motivasi
Derau Putih dan Gerak Brown Persamaan Diferensial Stokastik Beberapa Penerapan
Model Pertumbuhan Populasi
Model Malthus (1798):
dN(t)
dt =rN(t) N(0) =N0>0
Tidak realistis!
Persamaan Logistik / Model Verhulst (1845):
dN(t) dt =rN(t) 1−N(t) K , N(0) =N0>0 Penyelesaian: N(t) = N0K N0+ (K−N0)e−rt
Beberapa cara untuk memperbaiki model logistik:
1 Persamaan logistik yang dimodikasi: dN(t) dt =rN(t) N(t) L −1 1− N(t) K , 0<L<K, N(0) =N0>0
2 Laju pertumbuhan takkonstan: dN(t) dt =r(t)N(t) 1−N(t) K , N(0) =N0>0
3 Persamaan logistik stokastik(mempertimbangkan adanya derau (noise)): dNt dt =rNt 1−Nt K +αNt·Dt N0=Y >0
Kita tidak tahu perilaku eksak dari derauDt, hanya distribusi peluang dariDt
kurva logistik deterministik vs stokastik
deterministik:
Beberapa pertanyaan (matematis) yang muncul
Apa artinya dan formulasi matematika dari:
Kuantitas acakNt untuk setiap waktu t => peubah acak (random variable)
Keluarga kuantitas acak(Nt)t≥0yang diindeks oleh waktut => proses stokastik (stochastic processes)
DerauDt =>derau putih Gaussian (Gaussian white noise)(turunan dari
gerak Brown) Integral stokastik
Z T 0
Nt·Dtdt
=>integral Ito atau integral Stratonovich
Persamaan diferensial stokastik
dNt dt =rNt 1−Nt K +αNt·Dt
Tonggak sejarah gerak Brown dan derau putih
1 R. Brown (1827): percobaan serbuk sari tumbuhan pada larutan 2 L. Bachelier (1900): pemodelan bursa saham Paris dengan gerak Brown 3 A. Einstein (1905): teori pertama gerak Brown terkait dengan persamaanpanas/difusi
4 N. Wiener (1923): fondasi matematika yang rigor untuk gerak Brown 5 K. Ito (1942): penemuan kalkulus stokastik (integral terhadap gerak Brown) 6 F. Black dan M. Scholes (1973): Rumus Black-Scholes untuk harga opsi
tipe Eropa dalam keuangan
7 T. Hida (1976): fondasi matematika yang rigor untuk derau putih (white
noise analysis)
8 L. Streit (1983): Pemecahan masalah integral Feynman di dalam mekanika
kuantum dengan analisis derau putih
9 M. Scholes dan R. Merton (1997): Nobel Ekonomi untuk rumus
Black-Scholes
10 W. Werner (2006): Medali Field untuk masalah self-intersection gerak
Derau Putih (White Noise)
Derau: takperiodik, kompleks, tidak menyenangkan, suara atau sinyal yang rusak (corrupted)
Derau putih: derau akustik atau elektrik yang memuat semua frekuensi yang dapat didengar dengan intensitas yang sama
Putih berarti derau tersebut tersusun dari semua frekuensi pada spektrum yang dapat didengar, terdistribusi secara acak. Hal ini analog dengan cahaya putih yang tersusun dari semua warna pada spektrum visual.
Di dalam penerapan, derau putih digunakan sebagai sebuah idealisasi matematis dari fenomena-fenomena yang memuat uktuasi yang mendadak dan sangat besar.
Derau putih Gaussian (Gaussian white noise): terkait dengan teori bahwa derau putih adalah turunan (terhadap waktu) dari gerak Brown.
Gerak Brown:
Gerak Brown adalah proses stokastikB = (Bt)t≥0yang terdenisi pada sebuah
ruang peluang(Ω,F,P)sehingga: 1 B0=0 P-hampir pasti
2 B memiliki kenaikan yang bebas (independent increments) 3 Bt−Bs∼ N(0,t−s)(normally distributed)
4 P-hampir pastit7→Bt(ω)kontinu
Partikel Brownian tidak memiliki laju:
Bt+ε−Bt ε ∼ N(0, 1 ε) =⇒ dBt dt =ε→lim0 Bt+ε−Bt ε tidak ada! Fakta:
Dengan peluang satu, trayektori (lintasan sampel) gerak Brownian bersifat kontinu dimana-mana tapi tidak terdiferensial dimana-mana. =>integral Riemann-Stieltjes tidak bisa digunakan
Gerak Brown bersifat serupa diri (self-similar) =>terkait dengan fraktal
Proses stationer lemah adalah proses stokastik(Xt)t≥0dengan sifat:
1 E(Xt) =m
2 E((Xt+u−m)(Xu−m)) =F(t)
F positif denit danF(0) =E(Xu−m)2=σ2. Dengan asumsiF kontinu,
teorema Bochner memberikan
F(t) = Z
R
eitxf(x)dx.
Derau putih adalah sebagai proses Gaussian stationer lemah sehingga fungsi kepadatan spektralnyaf konstan. Akibatnya,σ2=∞.
Derau putih adalah proses GaussianDt yang saling bebas pada waktu yang
berbeda dan memiliki distribusi identik dengan rata-rata 0 dan variansi∞, dalam
arti:
E(DtDs) = Z
R
ei(t−s)xdx=δ(t−s)
(secara matematika, kedua denisi di atas belum bisa diterima 100 persen) Teori derau putih yang rigor secara matematika adalah melalui teori distribusi (generalized function) stokastik pada sebuah ruang vektor topologi berdimensi takhingga. (T. Hida,1976).
Contoh
Persamaan Langevin
dXt =−bXtdt+a dBt, X0=x0
Solusi PDS ini adalah proses Ornstein-Uhlenbeck
Xt =e−btx0+a Z t
0
e−b(t−u)dBu
Persamaan Logistik Stokastik
dNt =rNt 1−Nt K dt+αNtdBt, N0=Y >0
Solusi PDS ini adalah proses Logistik
Nt = e(rK−12α2)t+αBt Y−1+rRt 0e(rK− 1 2α2)s+αBsds
Secara umum: Persamaan diferensial stokastik
dXt =f(t,Xt)dt+σ(t,Xt)Dtdt, X0=Y
dituliskan sebagai
dXt =f(t,Xt)dt+σ(t,Xt)dBt, X0=Y
dan diinterpretasikan (dimaknai secara matematis) sebagai persamaan integral stokastik Xt=Y + Z t 0 f(s,Xs)ds | {z } integral deterministik + Z t 0 σ(s,Xs)dBs | {z } integral stokastik
integral deterministik : integral Riemann, integral Lebesgue, integral Henstock, dsb
Teorema Eksistensi-Ketunggalan Solusi dalam kalkulus Ito
Theorem
Misalkanf(t,x)danσ(t,x)adalah fungsi-fungsi terukur pada[0,T]×Ryang
memenuhi kondisi Lipschitz dan kondisi membesar secara linear dalam peubahx,
danY adalah peubah acak yang teradaptasi terhadapF0dengan E(Y2)<∞.
Maka persamaan integral
Xt =Y + Z t 0 f(s,Xs)ds+ Z t 0 σ(s,Xs)dBs
mempunyai sebuah solusi kontinu yang tunggal. Lebih lanjut solusi ini adalah sebuah proses Markov.
Alat penting lainnya: Rumus Ito
Diberikan sebuah fungsi kontinuf(t,x)dengan turunan-turunan parsial yang
kontinu ∂f ∂t, ∂f ∂x, dan ∂2f ∂x2, maka f(t,Bt) =f(0,B0) + Z t 0 ∂f ∂x(s,Bs)dBs+ Z t 0 ∂f ∂t(s,Bs) + 1 2 ∂2f ∂x2(s,Bs) ds
Penyaringan Stokastik (stochastic ltering)
Keadaan sistem (proses input)Xt pada setiap waktu t: dXt =α(t)dBt+β(t)Xtdt,X0 pada saatt=0,
α(t), β(t)fungsi deterministik,Bt gerak Brown, distribusi awalX0saling
bebas denganBt
Observasi (proses output)Zt dari sistem pada waktu t: dZt=f(t)dWt+g(t)Xtdt, Z0=0,
f(t),g(t)fungsi deterministik,Wt gerak Brown yang saling bebas denganBt
danX0
Masalah penyaringan: berdasarkan nilai-nilai yang teramatiZs, 0≤s ≤t,
bagaimana menentukan estimator terbaikXtˆ dari keadaanXt dari sistem
Penyelesaian dengan menggunakan metode kesalahan rata-rata kuadrat terkecil (least mean square error method):
Dicari estimatorXtˆ yang meminimalkan kesalahan rata-rata kuadrat: Rt:=E Xt−Xtˆ2 ≤E (Xt−Y)2
untuk setiap peubah acakY ∈L2(P)yang terukur terhadap aljabar-σ
FZ
t :=σ{Zs :s≤t}.
EstimatorXˆt adalah proyeksi ortogonal dari Xt ke ruang HilbertL2(FZ t )dan berlaku ˆ Xt =E Xt FtZ
Jadi, ekspektasi bersyarat adalah estimator terbaik untuk keadaanXt dari
sistem berdasarkan observasiZs, 0≤s≤t.
Bagaimana menentukanE XtFtZ
Theorem (Kalman-Bucy)
Jika
1 keadaanXt dari sebuah sistem diberikan olehdXt =α(t)dBt+β(t)Xtdt, 2 distribusi initialX0 saling bebas dengan gerak BrownBt dan memiliki
rata-rataµ0dan variansiσ20
3 ObservasiZt dari sistem diberikan olehdZt=f(t)dWt+g(t)Xtdt,Z0=0,
dengan gerak BrownWt saling bebas denganBt danX0,
maka ekspektasi bersyaratXtˆ =E Xt FtZ
adalah penyelesaian dari persamaan
diferensial stokastik dXtˆ = g(t)Rt f(t)2 dZt+ β(t)−g(t)2Rt f(t)2 ˆ Xtdt, Xˆ0=µ0,
denganRt adalah penyelesaian persamaan Riccati dRt dt =α(t) 2+2β(t)Rt−g(t)2 f(t)2R 2 t, R0=σ20. Lebih lanjut,Rt =E (Xt−Xtˆ )2.
Penerapan lainnya dari Gerak Brown, derau putih dan PD
stokastik
Matematika keuangan (dinamika harga saham/aset berharga/nilai kurs valuta asing, dsb)
Rangkaian listrik dengan derau
Pergerakan acak dari (mikro)organisme
Masalah turbulensi dalam dinamika uida (persamaan Navier-Stokes stokastik)
Pemodelan polimer pada sika
Integral Feynman dalam mekanika kuantum Transformasi Fourier dimensi takhingga
Masalah Dirichlet dalam persamaan diferensial parsial dsb
Daftar Pustaka
B. Oksendal. Stochastic Dierential Equations, 6th ed. , Springer, 2005 I. Karatzas and S. Shreve. Brownian Motion and Stochastic Calculus, 2nd ed, Springer, 1999
J.M. Steele. Stochastic Calculus and Financial Applications, Springer, 2001 P. Kall and J. Mayer. Stochastic Linear Programming, 2nd ed. Springer, 2011 J. Xiong. An Introduction to Stochastic Filtering Theory, OUP, 2008
M. Bachar, et al. Stochastic Biomathematical Models, Springer, 2013 P. Kloeden and E. Platen. Numerical Solution of SDEs, Springer, 1992 R. Khasminskii. Stochastic Stability of Dierential Equations, 2nd ed. Springer, 2012
C. Prevot and M. Röckner. A Concise Course on Stochastic Partial Dierential Equations, Springer, 2007
T. Hida, H-H. Kuo, J. Pottho, and L. Streit. White Noise. An Innite Dimensional Calculus, Kluwer, 1993