PEMANFAATAN TEKNOLOGI PONSEL UNTUK SISTEM PENERIMA DATA STASIUN CUACA RAHARDI

Teks penuh

(1)

PEMANFAATAN TEKNOLOGI PONSEL

UNTUK SISTEM PENERIMA DATA STASIUN CUACA

RAHARDI

DEPARTEMEN GEOFISIKA DAN METEOROLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(2)

PEMANFAATAN TEKNOLOGI PONSEL

UNTUK SISTEM PENERIMA DATA STASIUN CUACA

RAHARDI

G02400027

Skripsi

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar

Sarjana Sains

pada

Departemen Geofisika dan Meteorologi

DEPARTEMEN GEOFISIKA DAN METEOROLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(3)

Judul

:

Pemanfaatan Teknologi Ponsel Untuk Sistem Penerima Data Stasiun Cuaca

Nama : Rahardi

NRP : G02400027

Disetujui,

Pembimbing I

Ir. Bregas Budianto, Ass. Dpl

NIP. 132 089 516

Mengetahui,

Dekan

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Dr. Ir. Yonny Koesmaryono, M.S

NIP. 131 473 999

(4)

ABSTRAK

Seiring dengan berjalannya perkembangan teknologi saat ini, berbagai kekurangan dari stasiun klimatologi maupun stasiun meteorologi mulai dapat teratasi. Seperti halnya pengamatan unsur cuaca yang masih manual, saat ini sudah mulai digantikan dengan sistem pengamatan otomatis. Begitu juga dengan sistem pengumpulan data, sudah mulai menggunakan sistem database komputer. Akan tetapi, ada satu kekurangan yang masih dalam perbincangan yaitu mengenai pengumpulan data dari stasiun – stasiun yang lokasinya jauh dari pusat pengumpulan data. Hal ini yang menjadi alasan untuk penulis, membuat sistem penerima data pada stasiun cuaca, dengan menggunakan teknologi telepon seluler.

Kelebihan pemanfaatan teknologi ini ialah cakupan signal dari celluler phone ini yang cukup luas. Diharapkan, kita dapat mengumpulkan data – data dari stasiun klimatologi dan meteorologi di daerah yang sulit di jangkau oleh manusia, dimana daerah itu masih dalam cakupan dari celluler phone tersebut. Sistem penerima data stasiun cuaca ini memanfaatkan fasilitas yang terdapat pada celluler phone yang berupa Short Message Service ( SMS) dan memanfaatkan gelombang frekuensi yang dihasilkan oleh operator GSM, sehingga dapat menekan biaya operasional dan seperti layaknya memiliki stasiun klimatologi dan meteorologi yang tempatnya sulit dijangkau oleh pengguna.

Pada sistem data yang di terima di simpan dalam file (*.mdb) dan file (*.xls) yang disesuaikan dengan nomor stasiun. Selain itu program ini juga akan terhubung kepada program penerima datanya, yang akan menyimpan dan mengolah data cuaca maupun iklim dengan hasil berupa grafik dan peta. Hal ini mempermudah penyampaian informasi cuaca dan iklim kepada pengguna.

(5)

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Bandung, pada tanggal 16 September 1980 merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dengan orang tua Sidharta Gautama dan Enung Sumiati.

Pada tahun 2000 penulis diterima di Institut Pertanian Bogor Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam pada Departemen Geofisika dan Meteorologi melalui jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN).

Selama mengikuti perkuliahan, penulis aktif dalam himpunan keprofesian di Departemen Geofisika dan Meteorologi salah satuya tahun 2002 sebagai ketua panitia Meteorologi Interaktif. Penulis melakukan Praktik Lapang di Laboratorium Teknologi Sistem Kebumian dan Mitigasi Bencana (Lab. Geostech Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam (P2TISDA), Kedeputian Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), mengikut program magang COOP kerjasana IPB dengan Dikti di PT Vena Sentra Informasi. Penulis pernah bekerja di PT. Enerren Technologies sebagai pogrammer, saat ini bekerja di PT. Triasta (Integritas Teknologi) sebagai konsultan IT. Selain itu juga peneliti bersama teman-teman membuat sebuah CV. Perdana Mandiri yang juga bergerak dalam bidang IT konsultan.

(6)

i

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahi robbil’alamin, puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan kasih sayang-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini yang berjudul “Pemanfaatan Teknologi Ponsel untuk Sistem Penerima Data Stasiun Cuaca”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sains (S.Si) pada Departemen Geofisika dan Meteorologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor.

Selama melaksanakan penelitian ini penulis mendapatkan bimbingan, bantuan, dan dukungan dari banyak pihak. Untuk itu penulis sangat menghargainya, dan tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada :

1. Ir. Bregas Budianto, Ass. Dpl selaku pembimbing yang dengan kesabarannya mengarahkan dan membimbing penulis selama penelitian hingga selesainya penulisan skripsi.

2. Tim Bengkel Instrumentasi Meteorologi “Joko, Ka Nandang, Pak Khairun, Hesty, Mian, Rochmad” yang banyak memberikan informasi maupun bantuannya.

3. Kedua orang tua “Bapa dan Mama” atas kesabaran dan dukungan doanya saya dapat menyelesaikan penelitian ini.

4. Keluarga Adri Gautama atas dukungan dan doanya.

5. Kepada Noor “Umi” Laily Adhyani …. “you are my spirit of love”

6. Seluruh “Weather ’37” terutama Ibnu Atoirahman yang tidak lupa selalu mendukung dan memberikan semangat pada penulis.

Penulis menyadari penulisan ini tidak lepas dari kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun untuk perbaikan di masa datang dan semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Bogor, Januari 2007

(7)

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR TABEL ... iii

DAFTAR GAMBAR ... iii

DAFTAR LAMPIRAN ... iv PENDAHULUAN ... 1 1.1. Latar Belakang ... 1 1.2. Tujuan ... 2 TINJAUAN PUSTAKA ... 2 2.1. Perangkat Keras ... 2 2.2. Perangkat Lunak ... 2

2.3. Perkembangan Sistem Telekomunikasi ... 3

2.4. Short Message Service (SMS) Gateway ... 3

BAHAN DAN METODE ... 4

3.1. Waktu dan Tempat ... 4

3.2. Alat dan Bahan ... 4

3.3. Metode Penelitian ... 4

HASIL DAN PEMBAHASAN ... 10

4.1. Teknologi Ponsel ... 10

4.2. Sistem Penerima Data Stasiun Cuaca ... 10

4.3. Pengujian ... 15 KESIMPULAN ... 24 5.1. Kesimpulan ... 24 5.2. Saran ... 24 DAFTAR PUSTAKA ... 25 LAMPIRAN ... 26

(8)

iii

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Keterangan Kode Sistem Penerima Data ... 12

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Diagram Alir untuk Membaca Pesan (SMS) ... 5

Gambar 2. Diagram Alir untuk Menampilkan Grafik... 6

Gambar 3. Diagram Alir untuk Menampilkan Peta Spasial ... 7

Gambar 4. Struktur Sistem Penerima Data ... 8

Gambar 5. Proses Transformasi Data ... 11

Gambar 6. Proses Pembacaan Data... 12

Gambar 7. Format Data Cuaca yang Diterima... 13

Gambar 8. Direktori Penyimpanan Data ... 13

Gambar 9. Bentuk Penyimpanan Data dalam Format *.xls per stasiun ... 14

Gambar 10. Bentuk Penyimpanan Data dalam Format *.mdb ... 14

Gambar 11. Form Load ... 15

Gambar 12. Form Menu Utama ... 16

Gambar 13. Tabel Informasi Stasiun ... 15

Gambar 14. Form Menu Pemantauan ... 17

Gambar 15. Sub Menu Data Iklim Setempat ... 18

Gambar 16. Tampilan Proses Save As ... 19

Gambar 17. Sub Menu Input Grafik ... 20

Gambar 18. Grafik Keluaran Program ... 20

Gambar 19. Menu Data Terkini ... 21

Gambar 20. Hasil Peta Isohyet dari Data Iklim ... 22

Gambar 21. Hasil Peta Isoterm dari Data Iklim ... 23

(9)

iv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Source Code Koneksi Handphone dengan PC Lampiran 2. Source Code Ambil Data Cuaca Terkini Lampiran 3. Source Code Mengirim Email

Lampiran 4. Source Code Membuat Peta Spasial

(10)

1

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Pengamatan, pengumpulan, penyimpanan, pengolahan, dan pengiriman data cuaca dan iklim kepada para pengguna data tersebut merupakan salah satu tugas lembaga pemerintah terkait. Informasi data cuaca dan iklim dibutuhkan pengguna guna melancarkan kegiatannya, salah satu contohnya Departemen Pertanian membutuhkan data curah hujan untuk memperhitungkan sistem tanam dan irigasi yang akan diterapkan pada sawah.

Pada kenyataannya pengiriman informasi cuaca dan iklim yang diterima pengguna tidak update. Hal ini karena adanya hambatan dalam pengiriman informasi yang masih menggunakan jasa pos atau titipan kilat. Selain itu untuk mendapatkan data yang lengkap satu wilayah pengamatan tertentu pun sulit didapatkan karena memerlukan waktu dan biaya. Hal ini terjadi karena stasiun-stasiun klimatologi yang terbatas baik jumlah maupun peralatannya serta lokasinya. Sedangkan saat ini kalangan pengguna meluas, tidak hanya instansi pemerintah yang membutuhkan informasi tesebut, perusahaan swasta, petani, mahasiswa maupun masyarakat kini merasa perlu untuk menggunakannya demi kelancaran hidupnya.

Jika informasi cuaca dan iklim dapat terpenuhi, pengguna dapat mengetahui peringatan awal terhadap perubahan cuaca yang terjadi dan akan terjadi, seperti prakiraan cuaca apakah hari ini hujan, berawan atau cerah, prediksi banjir, kekeringan, badai, dan lain-lain. Diharapkan dengan informasi yang diterima lebih awal maka apat mencegah timbulnya korban atau kerugian. Oleh karena itu harus dilakukan perlu adanya pemikiran untuk memudahkan penyebaran informasi cuaca dan iklim kepada pengguna.

Oleh karena itu perlu dilakukan sistem otomatisasi yang dapat menerima dan memberikan informasi cuaca dan iklim, yaitu dengan memanfaatkan teknologi elektronika. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi mobile. Diantara berbagai teknologi mobile Short Message Service (SMS) dapat dikatakan merupakan teknologi yang paling popular pada saat ini, bukan hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. SMS sering disebut sebagai killer application dikarenakan traffic penggunaannya

yang sangat besar. Puluhan miliar pesan tiap bulannya dikirimkan lewat SMS di seluruh dunia.

Namun banyak masyarakat belum mengetahui SMS dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan lainnya. Aplikasi-aplikasi berbasis SMS dapat dibangun untuk berbagai keperluan bisnis, seperti: reservasi tiket, pengisian ulang pulsa ponsel, informasi valuta asing, vending machine, bahkan mobile banking. Disamping itu aplikasi-aplikasi berbasis SMS dapat pula dibangun untuk keperluan “bersenang-senang”, seperti download ring tone, download operator logo, informasi jadwal film, dan lain-lain. JIka kita lihat dari format SMS yang digunakan, maka aplikasi berbasis SMS dapat kita kategorikan ke dalam 3 kategori yaitu: plain SMS, encoded SMS, dan encrypted SMS.

Aplikasi dengan plain SMS adalah aplikasi dimana komunikasi antara dua pihak yang berhubungan menggunakan bentuk teks biasa. Misalnya aplikasi SMS untuk informasi nilai manasiswa, pengguna mengirimkan pesan ke server yang berisi: #NAMA#JNS KELAMIN#NO KTP. Tentu saja aplikasi dengan plain SMS ini membutuhkan kesepakatan format SMS yang digunakan antara kedua pihak. Aplikasi dengan encoded SMS adalah aplikasi yang menggunakan SMS dengan sebuah format tertentu yang dikenali oleh ponsel yang bersangkutan. Aplikasi dengan encoded SMS ini sangat bergantung pada ponsel yang digunakan. Contoh pesan yang dapat dikirimkan dengan encoded SMS ini adalah ring tone, operator logo, picture messaging, screen saver, start-up logo, dan lain-lain. Sedangkan encrypted SMS adalah aplikasi yang menggunkan SMS dengan format tertentu sehingga hanya dengan kode-kode tertentu SMS tersebut bisa dibaca oleh orang. Biasanya encrypted SMS ini dipakai untuk password atau sandi-sandi tertentu.

Dengan berawal dari pesatnya laju perkembangan penggunaan SMS tersebut, dan dari keterangan sebelumnya bahwa saat ini dibutuhkan suatu sistem/alat yang mampu mengkolaborasikan beberapa teknologi, yakni elektronika, informatika dan telekomunikasi, maka proyek akhir yang kami buat ini nantinya diharapkan agar dapat memenuhi kebutuhan akan data cuaca maupun data iklim tersebut dengan membuat sistem sistem penerima data pada stasiun cuaca yang memanfaatkan teknologi SMS. Salah satu kelebihan pemanfaatan

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :