BAB
BAB 1
1
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1
1.1 L
LATAR
ATAR
B
BELAKANG
ELAKANG
Dalam kehidupan manusia ada sebuah sebutan yaitu bangunan yang
Dalam kehidupan manusia ada sebuah sebutan yaitu bangunan yang
dimaksudkan segala sarana, prasarana dan infrastruktur dalam kebudayaan atau
dimaksudkan segala sarana, prasarana dan infrastruktur dalam kebudayaan atau
kehidupan manusia dalam membangun peradabannya. Bangunan ini memiliki
kehidupan manusia dalam membangun peradabannya. Bangunan ini memiliki
beragam ukuran dan fungsi, da
beragam ukuran dan fungsi, dan telah mengalami penyesuaian sepanjang sejar
n telah mengalami penyesuaian sepanjang sejarah
ah
yang disebabkan beberapa faktor. Sehingga karakteristik dari bangunan harus
yang disebabkan beberapa faktor. Sehingga karakteristik dari bangunan harus
disesuaikan akan kegunaannya. Sebagai contoh rumah sakit yang memiliki
disesuaikan akan kegunaannya. Sebagai contoh rumah sakit yang memiliki
fasilitas penyembuhan kanker menggunakan radiasi gamma harus memiliki
fasilitas penyembuhan kanker menggunakan radiasi gamma harus memiliki
bangunan yang dapat
bangunan yang dapat menahan radiasi gamma agar
menahan radiasi gamma agar tidak terjadi
tidak terjadi paparan radiasi
paparan radiasi
pada tubuh m
pada tubuh manusia diluar fasilitas
anusia diluar fasilitas penyembuhan kanker.
penyembuhan kanker. Dengan sifat
Dengan sifat bangunan
bangunan
seperti yang disebutkan sebelumnya, perencanaan pembuatan bangunan itu
seperti yang disebutkan sebelumnya, perencanaan pembuatan bangunan itu yang
yang
sepenuhnya menggunakan beton untuk bagian strukturnya diharuskan memenuhi
sepenuhnya menggunakan beton untuk bagian strukturnya diharuskan memenuhi
sifat tersebut. Dengan perkembangan jaman, masalah itu telah terselesaikan
sifat tersebut. Dengan perkembangan jaman, masalah itu telah terselesaikan
dengan penggunaan beton kelas berat dengan kekedapan yang tinggi. Dengan itu
dengan penggunaan beton kelas berat dengan kekedapan yang tinggi. Dengan itu
makalah ini dibuat bertujuan membantu pembaca memahami beton berat
makalah ini dibuat bertujuan membantu pembaca memahami beton berat
sepenuhnya.
sepenuhnya.
1.2
1.2 R
R
UMUSAN
UMUSAN
M
MASALAH
ASALAH
Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalah pembuatan
Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalah pembuatan
makalah ini adalah:
makalah ini adalah:
a.
a.
Apa pengertian dari beton berat?
Apa pengertian dari beton berat?
b.
b.
Apa saja kegunaan beton berat?
Apa saja kegunaan beton berat?
c.
c.
Apa saja kelebihan dari beton
Apa saja kelebihan dari beton berat?
berat?
d.
d.
Apa saja kekurangan dari beton berat?
Apa saja kekurangan dari beton berat?
e.
e.
Apa saja bahan-bahan dari beton berat?
Apa saja bahan-bahan dari beton berat?
f.
f.
Bagaimana pengaruh radiasi terhadap beton berat?
Bagaimana pengaruh radiasi terhadap beton berat?
1.3
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah tersebut, maka tujuan
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah tersebut, maka tujuan
penulisan makalah ini adalah:
penulisan makalah ini adalah:
a.
a.
Mengetahui pengertian beton berat
Mengetahui pengertian beton berat
b.
b.
Mengetahui kegunaan dari beton berat
Mengetahui kegunaan dari beton berat
c.
c.
Mengetahui kelebihan dari beton berat
Mengetahui kelebihan dari beton berat
d.
d.
Mengetahui kekurangan dari beton berat
Mengetahui kekurangan dari beton berat
e.
e.
Mengetahui bahan-bahan dari beton berat
Mengetahui bahan-bahan dari beton berat
f.
f.
Mengetahui pengaruh radiasi terhadap beton berat
Mengetahui pengaruh radiasi terhadap beton berat
1.4
1.4 M
METODE
ETODE
P
PENGUMPULAN
ENGUMPULAN
D
DATA
ATA
Dalam pembuatan makalah ini penulis menggunakan metode dokumen
Dalam pembuatan makalah ini penulis menggunakan metode dokumen
dengan sumber data sekunder yaitu data-data yang didapatkan dari
dengan sumber data sekunder yaitu data-data yang didapatkan dari
buku/dokumen dan artikel-artikel pada internet.
buku/dokumen dan artikel-artikel pada internet.
1.5
1.5 M
MANFAAT
ANFAAT
P
PENULISAN
ENULISAN
Manfaat yang diharapkan dari penulisan makalah ini
Manfaat yang diharapkan dari penulisan makalah ini adalah:
adalah:
a.
a.
Mahasiswa/i diharapkan dapat mengetahui maksud dari beton berat
Mahasiswa/i diharapkan dapat mengetahui maksud dari beton berat
berserta kegunaannya.
berserta kegunaannya.
b.
b.
Mahasiswa/i diharapkan mengetahui kelebihan dan kekurangan beton
Mahasiswa/i diharapkan mengetahui kelebihan dan kekurangan beton
berat
berat
c.
c.
Mahasiswa/i diharapkan dapat mengetahui bahan-bahan dari beton
Mahasiswa/i diharapkan dapat mengetahui bahan-bahan dari beton
berat
berat
d.
d.
Mahasiswa/i diharapkan mengetahui macam-macam radiasi dan
Mahasiswa/i diharapkan mengetahui macam-macam radiasi dan
pengaruhnya terhadap beton ber
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 PENJELASAN
BETON
Beton umumnya didefinisikan sebagai batu buatan yang terdiri dari
campuran agregat (alam atau buatan),semen (umumnya PC), dan air; yang setelah
mengeras menjadi massa yang padat dan punya kekuatan serta tidak larut dalam
air. Beton umumnya mempunyai kuat tarik kecil tetapi sangat kuat menahan gaya
tekan. Sesuai dengan berat satuan dalam SNI 03-2847-2002, beton dikelompokan
menjadi :
a.
Beton
ringan
: berat satuan < 1.900 kg/m³
b.
Beton
normal
: berat satuan 2.200 kg/m³ –
2.500 kg/m³
c.
Beton
berat
: berat satuan > 2.500 kg/m³
Sifat beton berubah karena sifat semen, agregat dan air, maupun
perbandingan pencampurannya. Untuk mendapatkan beton optimum pada
penggunaan yang khas, perlu dipilih bahan yang sesuai dan dicampur secara
tepat. Sifat umum beton dapat dikemukakan sebagai berikut :
Kelebihan:
a.
Dapat dicetak menurut bentuk yang dikehendaki.
b.
Dapat dicor di tempat sehingga memudahkan pekerjaan.
c.
Mempunyai sifat lebih tahan api.
d.
Lebih awet dan tahan lama.
e.
Lebih ekonomis.
Sebaliknya kekurangan dari beton adalah sebagai berikut :
a.
Untuk pembuatan beton yang dilaksanakan di lapangan memerlukan
kontrol/pengawasan yang ketat.
b.
Keseragaman beton sukar dipertahankan jika kondisi dilapangan
berubah-ubah.
Commented [AS1]:Karena sifat beton segar yang berupa liquid mengikuti bentuk acuan yang dibuat
Commented [AS2]:Membuat biaya perawatan lebih rendah
Commented [AS3]:Karena tahan aus dan panas Commented [AS4]:Dapat memakai bahan lokal
Commented [AS5]:Beton keras (beton) mengembang dan menyusut bila terjadi perubahan suhu, sehingga perlu dibuat dilatasi (Expansion Joint) untuk mencegah terjadinya
retak-c.
Dalam penggunaannya beton dibatasi oleh suatu harga yang diinginkan
dalam perencanaan.
d.
Jika proses pengerjaan dan perawatan tidak sesuai dengan yang
dibutuhkan, mutu beton dapat menurun secara signifikan.
2.2 P
ENGERTIAN
B
ETON
B
ERAT
Beton dengan kepadatan yang lebih tinggi dari 2500 kg/m3 di klasifikasikan
sebagai beton kelas berat (HWC) (BAS yigit et al., 2010). HWC adalah salah satu
jenis umum dari beton yang digunakan di pembangkit listrik tenaga nuklir, unit
medis dan dalam struktur dimana perlindungan radioaktif diperlukan (gencel et
al, 2010a;. Gencel et al, 2010b;. Akkurt et al, 2010). Hal ini disebabkan
kemampuannya untuk meredam radiasi (Akkurt et al., 2006). Selain itu, HWC
juga dapat digunakan untuk ballasting untuk jaringan pipa dan struktur serupa
untuk aplikasi lepas pantai. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa
agregat yang memiliki kepadatan lebih tinggi dari 3000 kg/m3 dapat dianggap
sebagai agregat kelas berat untuk produksi beton kelas berat (Kilincarslan et al,
2006;. Sakr dan EL-Hakim 2005). Barit telah banyak digunakan dalam
pembuatan beton kelas berat karena kepadatan tinggi (4,1 g / cm3). Esen And
Yilmazer (2010) menyelidiki beberapa sifat fisik dan mekanik beton dibuat
dengan menggunakan barit (BaSO4) agregat pada rasio pengganti yang berbeda.
Mereka menemukan bahwa satuan berat, kecepatan pulsa ultrasound (UPV),
modulus elastisitas beton barit agregat meningkat dengan peningkatan kadar
agregat barit. Sebaliknya, tarik dan kekuatan tekan ditemukan menurun dengan
peningkatan kadar agregat barit karena kekuatan mekanik yang lebih rendah dari
agregat barit. Juga, Topcu (2003) menemukan bahwa optimal FAS untuk beton
barit kelas berat sekitar 0,4 dan konten semen tidak boleh kurang dari 350 kg/m3.
Akkurt et al. (2008) meneliti pengaruh pembekuan dan pencairan (F-T) pada sifat
beton yang dibuat dengan barit agregat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
siklus F-T tidak berpengaruh signifikan pada berat satuan dan kuat tekan beton
barit. Namun, modulus elastisitas menurun dengan meningkatnya F-T siklus.
Beton kelas berat dapat dikumpulkan, diangkut dan ditempatkan
menggunakan peralatan konvensional, meskipun ada jelas aspek-aspek tertentu,
seperti jumlah yang dapat dibawa oleh truk siap dicampur, yang akan dibatasi
oleh kepadatan. Karena kepadatan yang lebih tinggi, tekanan bekisting akan
meningkat. Tingkat keausan mixer dan pompa juga akan meningkat. Pemadatan
akan membutuhkan lebih banyak energi daripada beton dan vibrator harus
Commented [AS6]:Bahan yang digunakan untuk memberikan stabilitas untuk kendaraan atau struktur
Commented [AS7]:Menggunakan barit kepadatan akan berada di wilayah 3.500 kg/m3, sedangkan dengan magnetit
kepadatan akan 3.900 kg/m3. Sangat beton berat dapat dicapai dengan besi agregat, kepadatan akan berada di atas 6.000 kg/m3.
dimasukkan di pusat-pusat lebih dekat. Mungkin ada kecenderungan yang lebih
besar untuk campuran terjadi bleeding.
Sifat kritis dari beton berat adalah:
a.
Kepadatan homogen dan kedekatan spasial beton
b.
Bebas dari retak dan honeycombing
c.
Kuat tekan sering kali hanya kriteria sekunder karena ukuran besar
struktur
d.
Sebebas mungkin dari rongga udara
e.
Amati panas hidrasi
f.
Menjaga penyusutan tetap rendah
2.3 P
ENGGUNAAN
B
ETON
B
ERAT
Penggunaan beton berat dapat diklasifikasikan menjadi dua penggunaan
yaitu untuk keperluan umum dan keperluan khusus.
a.
Beton berat untuk keperluan umum, dibuat untuk pondasi, kolom,
balok, lantai jembatan atau elemen bangunan lainnya yang harus
diperhitungkan dengan baik berat sendirinya terutama jika dicor di
tempat ( insitu ), agar
formworknya
dapat dirancang sesuai dengan
berat sendirinya tersebut.
b.
Beton berat untuk keperluan khusus, harus mempunyai kepadatan
tinggi dan tahan terhadap pengaruh cuaca. Termasuk pembekuan dan
pencairan kembali (freezing & thawing). Tetapi beton dengan mutu
sangat tinggi berkisar 100 MPa atau lebih secara otomatis akan
menjadikan beton berat bermutu lebih baik dan memenuhi syarat diatas
karena agregat yang digunakan bermutu sangat baik dengan kekerasan
dan berat jenis diatas rata-rata.
a)
Beton yang secara periodik atau permanen berhubungan dengan
air baik air tawar atau air laut sebagai contoh beton pemecah
gelombang. Pemecah gelombang atau dalam bahasa inggris
breakwater
adalah prasarana yang dibangun untuk memecahkan
ombak/gelombang air laut dengan menyerap sebagian energi
gelombang.
Pemecah
gelombang
digunakan
untuk
mengendalikan abrasi yang menggerus pantai dan untuk
menenangkan gelombang di pelabuhan sehingga kapal dapat
merapat di pelabuhan dengan lebih mudah dan cepat.
Breakwater
atau pemecah gelombang dapat dibedakan menjadi dua macam
Commented [AS8]:Dalam suatu kondisi beton telah mengeras dapat terjadinya kenaikan air dari bawah lapisan beton sehingga agregat menjadi jenuh, sehingga ketika
terjadinya siklus pembekuan dan pencairan, beton mulai retak berawal dari agregat jenuh di bagian bawah dan berlangsung ke atas hingga mencapai permukaan. Karena
ketika air membeku, terjadi pengembangan sebesar 9%, jadi jika terjadi pada beton lembab yang membeku menghasilkan
tekanan dalam pori-pori beton. Jika tekanan dikembangkan melebihi kekuatan tarik beton, rongga akan membesar dan pecah. Efek kumulatif dari berturut siklus beku-mencair dan
gangguan pasta dan agregat a khirnya dapat menyebabkan ekspansi dan retak, scaling, dan runtuh beton.
Masalah ini dapat dikurangi baik dengan memilih agregat yang tampil lebih baik dalam siklus beku-mencair atau, di mana marginal agregat harus digunakan, dengan mengurangi ukuran partikel maksimum. Juga, instalasi sistem drainase yang efektif untuk membawa air gratis dari bawah trotoar yang dapat membantu.
Bahan kimia deicing untuk perkerasan termasuk natrium klorida, kalsium klorida, magnesium klorida, dan kalium klorida. Bahan kimia ini mengurangi titik beku curah hujan karena jatuh di trotoar. Sebuah tren baru-baru telah melihat berbagai macam campuran bahan-bahan tersebut untuk
meningkatkan kinerja sambil mengurangi biaya, dan praktek terbaik menunjukkan bahwa dosis liberal lebih dari empat persen dalam larutan cenderung menurun potensi scaling permukaan perkerasan. Konsentrasi tinggi dari deicers
mengurangi jumlah pembekuan dan pencairan siklus eksposur ke trotoar secara signifikan menurunkan titik beku. Beton mendapatkan sangat sedikit kekuatan pada suhu rendah. Oleh karena itu, beton segar yang dit empatkan harus dilindungi dari pembekuan sampai derajat kejenuhan beton telah cukup dikurangi dengan hidrasi semen.
Penggunaan Fly Ash pada beton.
Dalam kondisi cuaca dingin dan musim salju beton yang mengandung fly ash sangat menantang. Terutama bila digunakan pada tingkat yang tinggi, fly ash beton biasanya memiliki waktu ikat lebih dan mendapatkan kekuatan yg lambat, yang mengarah ke kekuatan awal usia rendah dan keterlambatan dalam tingkat konstruksi. Selain itu, beton yang mengandung fly ash sering dilaporkan lebih rentan terhadap scaling permukaan bila terkena bahan kimia deicing dari beton semen portland.Oleh karena itu penting untuk mengetahui bagaimana untuk menyesuaikan jumlah fly ash untuk meminimalkan kelemahan, sekaligus memaksimalkan manfaat.
Scaling didefinisikan sebagai hilangnya umum mortar pada permukaan atau mortar di sekitar partikel agregat kasar pada permukaan beton.
De-icing didefinisikan sebagai penghapusan salju, es ata u salju dari permukaan. Anti es dipahami aplikasi bahan kimia yang tidak hanya penghapusan es, tetapi juga tetap di permukaan dan terus menunda reformasi es untuk jangka
yaitu pemecah gelombang sambung pantai dan lepas pantai. Tipe
pertama banyak digunakan pada perlindungan perairan
pelabuhan, sedangkan tipe kedua banyak digunakan untuk
perlindungan pantai terhadap erosi. Pemecah gelombang tipe
lepas pantai adalah bangunan yang dibuat sejajar dengan pantai
dan berada pada jarak tertentu dari garis pantai. Berdasarkan
bentuknya, pemecah gelombang terdiri pemecah gelombang sisi
miring, pemecah gelombang sisi tegak dan pemecah gelombang
campuran (Triatmojo, 1999). Beton untuk pemecah gelombang
harus memeliki berat satuan yg besar agar mampu menahan
kekuatan ombak yang menerjang, jika tidak formasi beton dapat
hancur atau beton terbawa ombak.
b)
Beton yang harus tahan panas atau
refractory concrete
c)
Beton yang harus tahan terhadap asam atau lingkungan kimia
agresif
d)
Beton yang akan digunakan untuk dinding penyekat radiasi
sinar
x
dan
sinar gamma
. Untuk menyekat sinar x dan sinar gamma
beton harus memiliki kepadatan yang tinggi serta dibutuhkan
material yang berat dan mengandung sejumlah hidrogen dan
oksigen yang memenuhi syarat untuk menurunkan neutron dan
menyerapnya. Kadar hidrogen pada beton pelindung inti nuklir
dapat mencapai 4% dari berat betonnya (lebih dari yang
dibutuhkan = 0,45%). Hidrogen tersebut terdapat dalam air, baik
berupa air bebas dalam pori-pori beton, air dari proses hidrasi
semen atau air yang terdapat dalam agregat. Dalam beton yang
kering kandungan hidrogennya dapat turun mencapai 0,25% dari
berat betonnya. Agregat alam yang biasa digunakan adalah barites
(barium sulphate), limonite, goethite yang memiliki berat jenis
lebih besar dari 4. Limonite dan goethite merupakan agregat
sumber hidrogen beton, asal panas pada beton tidak lebih dari
2000 . Agregat Serpentine lebih baik lagi karena hidrogen di
dalamnya tahan sampai suhu lebih dari 4000. Pemakaian barites
sama dengan agregat batu pecah lainnya. Pada waktu
pencampuran sebaiknya perlu diperhatikan, karena adanya batuan
barites yang halus dapat memperlambat pengikatan dan
pengerasan. Selain hidrogen, oksigen pun dapat menyerap radiasi,
maka pemilihan agregat yang mengandung oksigen tinggi sangat
Commented [AS9]:Kapiler dan air interstitial mulai menguap pada suhu sekitar titik didih air (100 ºC). Uap membutuhkan lebih banyak ruang dan karena itu tekanan ekspansinya pada struktur beton. Matriks semen mulai berubah pada suhu sekitar 700 ° C. Efek dari agregat
terutama tergantung pada asal mereka dan dimulai pada sekitar 600 ° C.
Ketahanan api didefinisikan sebagai kemampuan struktur untuk memenuhi fungsi yang diperlukan nya (fungsi bantalan beban dan / atau fungsi memisahkan) untuk
ditentukan paparan api dan jangka waktu tertentu (integritas).
Ketahanan api berlaku untuk elemen bangunan dan bukan materi itu sendiri, tetapi sifat material mempengaruhi kinerja unsur yang membentuk bagian. Dalam kebanyakan kasus peningkatan suhu api cepat hitungan menit, yang mengarah
ke timbulnya peledakan materi menjadi bagian yg lebih kecil sebagai kelembaban yang melekat dalam beton
mengkonversi uap dan mengembang. Kebanyakan beton mengandung baik Portland semen atau Portland dicampur semen yang mulai menurun sehubungan dengan sifat penting di atas 300 ° C dan mulai kehilangan kinerja struktural di atas 600 ° C. Tentu saja kedalaman zona beton melemah dapat berkisar dari beberapa milimeter sampai sentimeter banyak tergantung pada durasi api dan suhu puncak alami.
Semen alumina tinggi yang digunakan untuk melindungi lapisan tahan api mencapai suhu 1'600 ° C memiliki kinerja...
Commented [AS10]:Siklus hidup yang dimaksudkan dari struktur beton dijamin oleh desain campuran beton sesuai yang disesuaikan dengan eksposisi diharapkan berbagai dampak. Sulfat yang terkandung dalam air bereaksi dengan trikalsium aluminat (C3A) dalam semen untuk membentuk ettringite (juga thaumasite dalam kondisi t ertentu), yang mengarah ke peningkatan volume.
Meningkatkan volume ini menyebabkan tekanan internal yang tinggi dalam struktur beton yang menginduksi retak dan spalling. Serangan tersebut diklasifikasikan antara jenis serangan kimia di mana beton standar dirancang tanpa tindakan khusus dapat mengalami kerusakan yang signifikan. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa hilangnya adhesi dan kekuatan biasanya lebih parah daripada kerusakan beton yang dihasilkan dari ekspansi dan retak.
Resistensi sulfat beton ditentukan oleh resistensi sulfat dari matriks semen serta kemampuannya untuk menahan difusi ion sulfat melalui matriks. Beton dimaksudkan untuk menjadi tahan sulfat karena itu harus ditandai dengan impermeabilitas tinggi serta kuat tekan yang lebih tinggi di
satu sisi. ...
Commented [AS11]:X-ray dan radiasi gamma yang terbaik diserap oleh atom dengan inti berat; lebih berat inti, semakin baik penyerapan. Dalam beberapa aplikasi khusus, uranium atau torium digunakan, tetapi memimpin jauh lebih umum; beberapa sentimeter sering diperlukan. Barium sulfat digunakan dalam beberapa aplikasi juga. Namun, ketika biaya penting, hampir bahan apapun dapat digunakan, tetapi
harus jauh lebih tebal. Kebanyakan reaktor nuklir
menggunakan perisai beton tebal untuk membuat BioShield dengan lapisan utama berupa air tipis yang didinginkan di dalam untuk melindungi beton berpori dari pendingin dalam. Beton juga dibuat dengan agregat berat, seperti Baryte atau MagnaDense (magnetit), untuk membantu dalam sifat melindungi beton. Sinar gamma yang lebih baik diserap oleh bahan dengan nomor atom tinggi dan kepadatan tinggi,
meskipun efek tidak penting dibandingkan dengan total massa per luas di jalur sinar gamma.
diperlukan. Pasir silika merupakan bahan yang banyak
mengandung oksigen. Agregat yang digunakan harus memiliki
gradasi yang baik. Kadang-kadang digunakan
scrap
atau logam
untuk memperoleh berat yang tinggi, tetapi harus diingat bahwa
permukaan logam yang licin dapat menurunkan kemampuan
menerima beban. Pengadukan beton harus sangat rata karena beda
berat yang besar akan cenderung membuat agregat terkonsentrasi
pada satu tempat yang disebut kantong-kantong agregat. Adanya
kantong agregat dalam beton membuat beton keropos atau tidak
homogen sehingga memperkecil penyerapan sinar gamma. Pada
beton yang ditempatkan di air atau harus tahan asam dan kimia
agresif, beton yang keropos akan membuatnya tidak berfungsi
sebagaimana mestinya. Untuk mencegah segregasi , agregat dapat
diletakkan terlebih dahulu dalam cetakan beton, lalu dicor dengan
pasta semen. Atau dapat pula dengan cara memperbanyak semen,
sehingga berat jenis pasta semennya mendekati berat jenis
agregat. Untuk alasan ekonomis, tidak ada semen khusus untuk
struktur penyekat, tapi pemakaian semen putih sangat dianjurkan
pada beton pelindung inti nuklir karena dapat mereduksi neutron.
Pada beton yang berfungsi menahan radiasi harus diperhatikan
adanya penurunan kekuatan dalam jangka waktu tertentu akibat
penyinaran. Beton yang kedap mempunyai FAS kecil dan
membutuhkan semen banyak sehingga mempunyai susut muai
tinggi. Pemakaian
blending cement
yang memperlambat reaksi
hidrasi semen sangat dianjurkan untuk mereduksi retak yang
membuat beton tidak kedap. Berat isi betonnya bervariasi
tergantung dari perbandingan campuran dan mutu agregatnya.
Sebagai contoh dengan agregat batuan barit campuran 1 : 4,6 : 6,4
dan FAS 0,58 berat isinya 3700 kg/m3 dengan kuat tekan 42
MPA. Dengan FAS 0,9 kekuatannya dapat mencapai 24 MPA.
2.4 K
ELEBIHAN
BETON
BERAT
a.
Mempunyai kuat tekan yang tinggi
Dalam penggunaan agregat berat yang memiliki berat jenis > 3 yang
menunjukan bahan agregat itu memiliki porositas yang rendah sehingga jika
dalam pembuatannya dilakukan dengan baik akan menghasilkan beton
Commented [AS12]:Dalam beberapa kasus, perisai yang tidak benar sesungguhnya dapat membuat situasi lebih buruk, ketika radiasi berinteraksi dengan bahan perisai dan
menciptakan radiasi sekunder yang menyerap dalam organisme lebih mudah. Sebagai contoh, meskipun tinggi bahan nomor atom sangat efektif dalam melindungi foton,
menggunakan mereka untuk melindungi partikel beta dapat menyebabkan paparan radiasi yang lebih tinggi karena produksi bremsstrahlung x-ray, dan maka bahan nomor atom
rendah dianjurkan. Juga, menggunakan bahan dengan neutron yang tinggi aktivasi penampang untuk melindungi neutron akan menghasilkan bahan perisai itu sendiri menjadi radioaktif dan karenanya lebih berbahaya daripada jika tidak ada.
Commented [AS13]:Memasukan beberapa agregat kasar terlebih dahulu ke dalam cetakan lalu memasukan
mortarnya. Dan juga untuk mencegah segregasinya dengan menggunakan vibrator agar semua tercampur merata dan meminimalisir rongga dan juga agar agregat beratnya tidak hanya terkontaminasi di bagian bawah beton.
Commented [AS14]:Dalam penggunaan bahan tambah dibutuhkan additive yang memberikan pengaruh
pengurangan FAS tanpa mengurangi jumlah semen dan memperlambat reaksi hidrasi untuk menghasilkan beton yang kedap.
dengan mutu diatas K250 dengan penggunaan FAS yang tinggi, jika dengan
FAS kecil akan mendapatkan beton diatas mutu K400.
b.
Mempunyai massa yang tinggi
Dalam penggunaan beton untuk jembatan dibutuhkan beton dengan
massa yang berat untuk kuat menahan gaya angin agar jembatan tidak rubuh.
Beton berat dengan berat satuan > 2.500 kg/m³ memenuhi syarat menahan
gaya angin.
c.
Mempunyai daya tahan terhadap panas
Refractory Concrete
atau beton tahan terhadap panas dalam
pembuatannya biasanya menggunakan ganister yang merupakan pasir yang
termasuk dalam klasifikasi agregat berat.
d.
Mempunyai kepadatan tinggi
Agregat keras/kuat yang tidak memiliki rongga udara di dalam agregat
memiliki berat jenis yang besar membuat agregat tersebut dikatakan agregat
berat.
e.
Tahan terhadap pengaruh cuaca
Beton yang padat atau tidak memiliki keropos membuat beton tersebut
lebih awet dibandingkan dengan beton yang tidak padat karena zat-zat atau
bahan-bahan perusak beton dapat memasuki beton melalui rongga-rongga
beton yang kemudian merusak beton secara perlahan ataupun langsung
menghancurkan beton.
2.5 K
EKURANGAN
BETON
BERAT
a.
Mahal
Penggunaan semen putih dan agregat berat yang digunakan pada beton
berat memiliki harga yang lebih besar dibandingkan dengan semen Portland
dan agregat normal karena bahan-bahan tersebut memiliki mutu diatas
bahan beton normal. Kemudian penggunaan banyaknya semen untuk
menyamakan berat jenis semen dengan agregat berat cukup banyak yang
membuat beton berat tidak ekonomis.
Beberapa agregat berat banyak terletak pada tanah batuan dasar yang
membuatnya sulit diketahui.
c.
Kuat tarik relatif kecil
Salah satu agregat berat yaitu barytes memiliki permukaan yang halus
sehingga membuat beton memiliki ikatan yang rendah.
d.
Bersifat getas (daktail)
Karena ikatan antar butiran rendah membuat kekuatan beton juga
rendah yang akhirnya beton mudah patah.
2.6 B
AHAN
-
BAHAN
B
ETON
B
ERAT
2.6.1
S
EMEN
Pada beton berat yang umumnya digunakan untuk bagian bangunan
struktur dan keperluan khusus seperti menahan radiasi memerlukan mutu
beton yang tinggi sehingga dalam pencampurannya, bahan yang digunakan
harus memiliki mutu yang tinggi sehingga semen yang cocok untuk beton
berat adalah semen putih, namun untuk segi ekonomis semen portland dapat
digunakan menggantikan semen putih.
a.
Semen Putih
Semen hidrolis yang berwarna putih dan dihasilkan dengan cara
menggiling terak semen portland putih yang terutama terdiri atas kalsium
silikat dan digiling bersama-sama dengan bahan tambahan berupa satu atau
lebih bentuk kristal senyawa kalsium sulfat. Semen portland putih dapat
digunakan untuk semua tujuan di dalam pembuatan adukan semen serta
beton yang tidak memerlukan persyaratan khusus, kecuali warna putihnya.
Kandungan Fe
2o
2yang sedikit membuat mutu semen putih lebih tinggi
dibandingkan semen portland biasa, karena senyawa tersebut merupakan
bahan yang dapat merusak semen jika besi terkena air atau udara secara
berkala akan terjadi karat. Semen portland putih harus memenuhi syarat
kimia dan fisika seperti tertera pada tabel berikut:
Commented [AS15]:Jika akan menggunakan curing, tepatnya dengan curing untuk perlindungan dari pengeringan dini, alasan curing yang dimulai sedini mungkin dan dipertahankan untuk jangka waktu yang cukup memiliki pengaruh yang signifikan pada plastik dan pengeringan penyusutan
Commented [AS16]:Untuk mix design menargetkan volume pasta semen serendah mungkin untuk metode pengecoran.
b.
Semen Portland
Semen hidrolisis yang dihasilkan dengan cara menggiling terak semen
portland terutama yang terdiri atas dan digiling bersama-sama dengan bahan
tambahan berupa satu atau lebih bentuk kristal senyawa kalsium sulfat dan
boleh ditambah dengan bahan tambahan lain. Mineral Pembentuk Semen
a)
Tipe 1 (Ordinary Portland Cement)
Semen yang dipakai untuk penggunaan keperluan umum yang
tidak memerlukan persyaratan khusus.
b)
Tipe 2 (Moderat Sulfat Resistance)
Semen yang memerlukan ketahanan terhadap sulfat sedang dan
kalor hidrasi sedang ketika digunakan.
c)
Tipe 3 (High Early Strength)
Semen yang dalam penggunaannya memerlukan kuat tekan awal
yang tinggi.
d)
Type IV (Low Heat of Hydration)
Semen yang dalam penggunaannya memerlukan kalor hidrasi
rendah
e)
Type V (Sulfat Resistance)
Semen yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan
terhadap sulfat tinggi
Chemical Name
Chemical
Formula
Notation
%
Mass
Tricalcium silicate
3CaO.SiO
2C
3S
55-65
Dicalcium silicate
2CaO.SiO
2C
2S
15-30
Tricalcium aluminate
3CaO.Al
2O
3C
3S
5-10
Tetracalcium
aluminoferrat
4CaO.Al
2O
3.Fe
2O
3C
4AF
5-10
Calcium
sulfate
dihydrate
CaSO
4.2 H
2O
CSH
2±4
c.
Semen Portland Pozzolan
Suatu semen hidrolis yang terdiri dari campuran yang homogen antara
semen portland dengan pozolan halus, yang di produksi dengan menggiling
klinker semen portland dan pozolan bersama-sama, atau mencampur secara
merata bubuk semen portland dengan bubuk pozolan, atau gabungan antara
menggiling dan mencampur, dimana kadar pozolan 6 % sampai dengan 40%
massa semen portland pozolan.
d.
Semen Portland Campur
Suatu bahan pengikat hidrolis hasil penggilingan bersama-sama dari
terak semen portland dan gips dengan satu atau lebih bahan anorganik yang
bersifat tidak bereaksi (inert). Semen portland campur dapat digunakan
untuk semua tujuan dalam pembuatan adukan semen dan beton untuk
konstruksi yang tidak memerlukan persyaratan khusus dengan kuat tekan
karakteristik (f’c) setinggi
-tingginya 20 Mpa (200 kg/cm2) pada umur 28
hari
e.
Semen Portland Komposit
Bahan pengikat hidrolis hasil penggilingan bersama-sama terak semen
portland dan gips dengan satu atau lebih bahan anorganik, atau hasil
pencampuran antara bubuk semen portland dengan bubuk bahan anorganik
lain. Bahan anorganik tersebut antara lain terak tanur tinggi (
blast furnace
slag
), pozolan, senyawa silikat, batu kapur, dengan kadar total bahan
anorganik 6%
–
35 % dari massa semen portland komposit
2.6.2
A
GREGAT
B
ERAT
Agregat
adalah butiran mineral alami yang berfungsi sebagai bahan
pengisi dalam campuran beton atau mortar. Agregat menempati sebanyak
kurang lebih 70 % dari volume beton atau mortar. Oleh karena itu sifat-sifat
agregat sangat mempengaruhi sifat-sifat beton yang dihasilkan.
Agregat
berat,
agregat yang mempunyai berat jenis lebih dari 2,8. Biasanya
digunakan untuk beton yang terkena sinar radiasi sinar X. Contoh agregat
berat : Magnetit, butiran besi
Agregat
dengan
kandungan
taman mineral
Jenis
Agregat
Kandungan
Utama Senyawa
Kimia
Berat
Jenis
Kemampuan
Melindungi
Serpentine
Batu pecah,
hidrat
batuan
beku
Mg3Si2O
5(OH)4
2,5-3,2
Neutron
cepat (H)
Limonit
Batu pecah,
hidrat bijih
besi
(HFeO
2)x(h
2O)
y3,4-3,8
Neutron
cepat (H)
Gutit
Batu pecah HFeO
23,5-4,5
Neutron
cepat (H)
Barit
Kerikil atau
batu pecah
Ba SO
44,0-4,8
Sinar
Gamma
Ilmenit
Batu pecah,
biji besi
Fe Ti O
34,2-4,8
Sinar
Gamma
Hematit
Batu pecah,
biji besi
Fe
2O
34,6-5,2
Sinar
Gamma
Magnetite
Batu pecah,
biji besi
FeFe
2O
44,6-5,2
Sinar
Gamma
Forofosforus
Sintesis
Fe
nP
5,8-6,3
Sinar
Gamma
Boron fit
Frit sintesis B
2O
3 1A1
2O
3,
Si
2CaO
2,6-2,8
Neutron (B)
Boron karbit
Sintesis
B
4C
1B
2O
3C
2,8
Neutron (B)
Kalsium borit sintesis
Ca B
6, C
2,8
Neutron (B)
a.
Serpentine
Serpentine agregat termasuk besar, platy, berserat (membentuk serat
tangguh, fleksibel dan elastis), botryoidal, kolumnar, earthy, micaceaus, di
pengelompokan kristal berbentuk piramida, dalam kelompok berbilah
paralel, dan sebagai urat berserat. Vena berserat mungkin lurus, tetapi lebih
sering di melengkung, vena miring. Beberapa bentuk berserat sangat lembut
dan fleksibel dan menyerupai wol. Serpentine juga pseudomorphs setelah
banyak mineral, di mana ia membentuk dalam bentuk kristal yang sama
dengan mineral pseudomorphed. Komposisi serpentina yaitu, silika dasar
magnesium, besi, aluminium, nikel, seng, dan mangan. (Beberapa varietas
langka mengandung air di tempat hidroksil, dan mengganti logam yang
berbeda dalam pertukaran perbedaan biaya). Serpentine cukup umum di
Commented [AS17]:Menggambarkan kristal yang kecil, datar, dan tampak serpihan.
Commented [AS18]:Agregat menyerupai buah anggur dengan permukaan bulat halus atau gelembung. Juga dikenal sebagai bulat.
Commented [AS19]:Agregat mendefinisikan mineral yang memiliki paralel, ramping, kompak, menghubungkan kristal.
Commented [AS20]:Mineral yang hancur seperti batu pasir lepas ketika terkena tegangan adalah earthy.
Istilah ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan properti hancur ini sebagai jenis fraktur.
Commented [AS21]:Agregat yang kompak, datar, paralel, fleksibel, dan lembar mampu terkupas, atau menggambarkan mineral yang terjadi pada agregat semacam.
Commented [AS22]:Salah satu mineral yang secara kimia menggantikan mineral lain tanpa mengubah bentuk eksternal dari mineral aslinya.
banyak lingkungan, dan merupakan batu penting yang membentuk mineral
di banyak lingkungan metamorf.
b.
Limonit
Limonit secara ilmiah tidak dianggap sebagai mineral sejati karena
tidak memiliki rumus kimia dan struktur kristal definitif. Namun, semua
panduan referensi mineral daftar itu bersama-sama dengan mineral lainnya.
Limonit adalah dasar matriks banyak mineral lainnya, dan gossan istilah
digunakan sebagai referensi untuk limonit bila digunakan sebagai aa matriks
untuk mineral lain atau telah membentuk pewarnaan yang tidak diinginkan
di atasnya.
Limonit sangat umum dan membentuk bahan pewarna di banyak tanah.
Hal ini juga bertanggung jawab untuk pewarnaan pada permukaan batuan
batuan. Banyak Limonit, terutama jenis berserat, adalah baik gutit atau
diubah goethite yang diserap air dalam struktur kimianya.
Limonit umumnya membentuk sebagai pseudomorph atas mineral lain,
terutama Pyrite, Marcasite dan siderit. Pseudomorphs ini sangat
diidentifikasi oleh mereka parsial berkarat tampilan dan pewarnaan kuning.
c.
Goethite
Goethite adalah mineral yang sangat umum, dan merupakan bahan
matriks sering untuk mineral lebih estetis lainnya. Ini biasanya merupakan
mineral gelap jelek, meskipun spesimen dari beberapa lokasi (terutama
Colorado) yang luar biasa untuk pertumbuhan kristal halus dan indah atau
aneh dibentuk botryoidal dan beludru stalactitic pertumbuhan. Goethite juga
sering seperti semprotan kristal hitam yang terbentuk dalam geodes di drusy
Quartz. Ini biasanya membentuk pseudomorph setelah mineral lainnya,
terutama Marcasite, Pyrite, siderit, dan Gypsum. Goethite dinamai Johann
Wolfgang von Goethe (1749-1832), penyair, filsuf, ahli biologi, dan antusias
mineral terkenal Jerman.
Sebagai mineral sekunder dalam deposito pengganti hidrotermal, di
pegmatites beku dan basal, dan batu pasir sedimen, batugamping, dan tanah
liat.
d.
Barytes
Commented [AS23]:Menyatakan bahwa selama pembentukannya agregat ini jika terpapar air akan menyerap
air itu yang membuat agregat tersebut jenuh.
Commented [AS24]:Menggambarkan lingkungan beku di mana batu dibentuk di bawah ta nah dengan memampatkan magma.
Sebuah jenis batuan dari asal vulkanik, terbentuk ketika magma mendingin dan membeku. Batuan beku dapat menjadi intrusif, terpampatkan di dalam bumi, atau ekstrusif, terpampatkan luar bumi. Batuan beku dapat kaca, kristal, atau keduanya.
Agregat barit jatuh ke dalam kategori beton berat dengan kepadatan
yang lebih besar dari 2700 kg / m³. Jenis beton terutama digunakan dalam
membangun nuklir (barit memiliki kemampuan untuk melindungi x-ray),
bangunan industri dan kesehatan. Beton barit tidak mudah dibuat dan mudah
untuk menginstal karena barit yang hancur dan berat cenderung menurunkan
kemampuan kerja dari campuran. Untuk alasan ini, desain beton barit
memerlukan studi yang sangat dekat, terutama mengenai penggunaan aditif
khusus yang meningkatkan rheologi dan kekompakan campuran, serta
penambahan pipa pompa.
e.
Hematite
Hematit adalah salah satu mineral yang paling umum. Warna yang
paling merah dan coklat batu, seperti batu pasir, disebabkan oleh sejumlah
kecil Hematite. Hal ini juga bertanggung jawab untuk warna merah dari
berbagai mineral seperti Garnet, Spinel, dan sampai batas tertentu, Ruby.
Bentuk non-kristal hematit mungkin transformasi dari mineral Limonit yang
hilang air, mungkin karena panas.
Hematite terbentuk pada semua lingkungan sedimen, batuan beku,
metamorf dan berbeda.
Agregat halus adalah butiran halus yang memiliki kehalusan 2mm
–
5mm. Menurut SNI 02-6820-2002, agregat halus adalah agregat dengan
besar butir maksimum 4,75 mm.
Persyaratan agregat halus secara umum menurut SNI 03-6821-2002
adalah sebagai berikut:
a.
Agregat halus terdiri dari butir-butir tajam dan keras.
b.
Butir-butir halus bersifat kekal, artinya tidak pecah atau hancur oleh
pengaruh cuaca. Sifat kekal agregat halus dapat di uji dengan larutan
jenuh garam. Jika dipakai natrium sulfat maksimum bagian yang
hancur adalah 10% berat. Sedangkan jika dipakai magnesium sulfat.
c.
Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% (terhadap
berat kering), jika kadar lumpur melampaui 5% maka pasir harus di
cuci.
Macam-macam agregat halus untuk beton berat umumnya adalah
a.
Pasir Silika
Commented [AS26]:Reologi adalah studi tentang aliran materi, terutama dalam keadaan cair, tetapi juga sebagai 'padatan lunak' atau padat dalam kondisi di mana mereka merespon dengan aliran plastik daripada deformasi elastis dalam menanggapi diterapkannya kekuatan.
Workability beton dan mortar yang berkaitan dengan sifat reologi dari pasta semen segar. Sifat mekanik mengeras beton meningkat jika air kurang digunakan dalam desain
campuran beton, namun mengurangi rasio air-to-semen dapat mengurangi kemudahan pencampuran dan aplikasi. Untuk menghindari efek yang tidak diinginkan, superplasticizers biasanya ditambahkan untuk mengurangi stres yield jelas dan
viskositas pasta segar. Selain itu superplasticizers sangat meningkatkan sifat beton dan mortar
Pasir silika adalah salah satu varietas yang paling umum dari pasir yang
ditemukan di dunia. Hal ini digunakan untuk berbagai macam aplikasi, dan
dapat dibeli dari berbagai pemasok di seluruh dunia. Pasir silika digunakan
dalam industri pengolahan, untuk membuat kaca, sebagai pengisi, dan
membuat adukan dan cetakan. Mineral yang paling umum di kerak benua
bumi adalah kuarsa, dan sebagian pasir silika terdiri dari pemecahan kristal
kuarsa. Silica adalah nama lain untuk silikon dioksida, SiO2, dimana kuarsa
merupakan struktur berkisi-kisi spesifik. Jadi pasir silika kuarsa yang selama
bertahun-tahun, melalui kerja air dan angin, telah terpecah menjadi butiran
kecil. Butiran ini dapat digunakan untuk berbagai tujuan, dan dapat
ditemukan di daerah non-tropis sebagian besar dunia. Satu dari penggunaan
utama pasir silika di dunia modern adalah sebagai bahan dalam industri
beton. Pasir silika menghasilkan sebagian besar banyak beton, meskipun
beberapa beton dengan melewati penggunaannya untuk alasan keamanan
dan kekuatan. Pada skala industri, pasir silika memiliki biaya kurang dari $
0,50 dolar Amerika (USD) per pon, sementara tingkat konsumen sekitar $
1,50 USD per pon. Karena butiran halus yang terlibat dalam pasir silika,
dapat menimbulkan risiko kesehatan jika tidak ditangani dengan baik.
Dalam proyek-proyek di mana produk yang mengandung pasir silika sedang
dipotong atau ditumbuk, seperti proyek pembongkaran melibatkan beton,
atau operasi peledakan pasir, perawatan harus dilakukan untuk menjaga
pasir silika dari paru-paru. Kegagalan untuk memakai respirator atau masker
dapat menyebabkan iritasi paru-paru, dan kontak yang terlalu lama dapat
menyebabkan kondisi kronis yang dikenal sebagai silikosis. Silikosis tidak
memiliki pengobatan siap, dan dapat menyebabkan sakit parah atau
kematian. Selain itu, silikosis meningkatkan kemungkinan infeksi sekunder,
seperti tuberkulosis, dan telah dikaitkan dengan peningkatan kejadian
kanker paru-paru. Akibatnya, semua bahan yang mengandung lebih dari
0,1% dari pasir silika harus diberi label dengan jelas, dan kode kesehatan
kerja berlaku.
2.6.1
AIR
Air berpengaruh terhadap kekuatan beton, semakin banyak air justru
akan mengurangi kekuatan beton. Air cukup digunakan untuk melarutkan
semen. Air juga yang membuat adukan menjadi kohesif, dan mudah
dikerjakan (workable).
a)
Bersih
b)
Tidak mengandung lumpur, minyak, benda terapung lain yang
bisa dilihat secara visual
c)
Tidak mengandung benda tersuspensi > 2 gram/liter
d)
Tidak mengandung garam yang mudah larut dan mudah
merusak beton (asam, zat organik) > 15 gram/liter
e)
Kandungan Cl < 500 ppm
f)
Senyawa sulfat < 1000 ppm sebagai SO3
g)
Bila dibandingkan dengan kekuatan tekan beton yang memakai
air suling, maka penurunan kekuatan beton yang memeakai air
yang diperiksa tidak lebih dari 10%
h)
Semua air yang mutunya meragukan harus dianalisa secara kimia
dan dievaluasi mutunya menurut pemakaiannya
i)
Untuk beton pratekan kecuali persyaratan air diatas tidak boleh
mengandung Cl > 50 ppm
b.
Persyaratan air menurut ACI 318-83
a)
Bersih
b)
Tidak mengandung minyak, alkali, garam, bahan organik
yang berbahaya terhadap beton
c)
Untuk beton pratekan, atau beton yang dekat dengan alumunium,
maka air tidak boleh mengandung Cl
d)
Bukan air minum tidak boleh dipakai untuk campuran beton,
kecuali uji adukan standar seperti tersebut dalam ASTM C109.
kuat tekan umur 7 dan 28 hari tidak kurang dari 90% dibanding
kuat tekan kubus yang dibuat dengan air minum
c.
Persyaratan air menurut British Standard 3148-1959
a)
Bersih
b)
Larutan padat tidak lebih dari 2000 ppm
c)
Alkali karbonat dan/atau bikarbonat tidak lebih dari 1000 ppm
untuk air tersebut jika dibuat kubus percobaan kekuatan tekannya
tidak turun lebih dari 20%
d)
Kadar SO3 < 1000 ppm
e)
Kadar Cl < 500 ppm
2.6.2
ADMIXTURE
Bahan tambah dalam campuran beton segar diatur dalam ASTM C-494
(Standard Specification for Chemical Admixtures for Concrete) dan
diklasifikasikan dalam kelompok fungsi sebagai berikut:
a.
Tipe A : Water reducing admixture
Bahan tambah dengan fungsi water reducing digunakan dengan tujuan
utama sesuai kebutuhan, sebagai berikut :
a)
Mengurangi kadar air (
fas
) dengan tidak mengurangi semen dan
slump
Dengan mengurangi/memperkecil fas (jumlah air dikurangi,
jumlah semen tetap) dan menambahkan WRA pada beton segar akan
diperoleh beton dengan kekuatan yang lebih tinggi. Dari beberapa hasil
penelitian ternyata dengan fas yang lebih rendah tetapi workability
tinggi maka kuat tekan beton meningkat.
b)
Meningkatkan slump dengan tidak mengurangi semen dan kadar
air (
fas
) yang digunakan
Dengan slump yang lebih tinggi, maka beton segar akan lebih
mudah dituang, diaduk dan dipadatkan. Karena jumlah semen dan air
tidak dikurangi dan workability meningkat maka akan diperoleh
kekuatan tekan beton keras yang lebih besar dibandingkan beton tanpa
WRA.
Commented [AS27]:Penggunaan superplaticizer tergantung pada penempatan dan persyaratan kekuatan awal, digunakan untuk pengurangan air yang cukup besar, meningkatkan penempatan (workability dan pemadatan).
Commented [AS28]:Cocok digunakan untuk pembuatan beton berat karena tidak ada pengurangan semen dimana
semen dibutuhkan cukup banyak untuk menyamakan berat jenis agregat. Dengan slump tetap, beton segar tersebut tidak
terlalu plastis yang membuat waktu ikat awal tidak tinggi dan gelembung pada beton.
c)
Mengurangi semen yang digunakan dengan tidak mengurangi
slump dan kadar air (
fas) --
harus memperhatikan ketentuan
pemakaian semen minimum sesuai peraturan
Dengan menambahkan WRA dan mengurangi jumlah semen serta
air, maka akan diperoleh beton yang memiliki workability sama dengan
beton tanpa WRA dan kekuatan tekannya juga sama dengan beton
tanpa WRA. Dengan demikian beton lebih ekonomis karena dengan
kekuatan yang sama dibutuhkan jumlah semen yang lebih sedikit.
Bahan tambah ini pada umumnya mengurangi pemakaian air
sebanyak 5% - 12% dari pemakaian pada desain mix beton normal.
Penggunaan bahan tambah ini harus memperhatikan pengaruhnya pada
waktu ikat (setting) beton segar yang pada umumnya akan menjadi
lebih cepat dari beton normal - pelaksanaan finishing harus
dipersiapkan dengan baik supaya tidak terlambat dimulai dan
diselesaikan.
b.
Tipe B : Retarding Admixtures
Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk
menghambat waktu pengikatan beton. Penggunaanya untuk menunda waktu
pengikatan beton (setting time) misalnya karena kondisi cuaca yang panas,
atau memperpanjang waktu untuk pemadatan untuk menghindari cold Joint
dan menghindari dampak penurunan saat beton segar pada saat pengecoran
dilaksanakan.
Efek dari penggunaan retarding admixture yang perlu diwaspadai,
antara lain :
a)
Beberapa retarder mempunyai sifat menimbulkan gelembung
udara dalam beton
b)
Beberapa retarder menyebabkan kehilangan slump yang lebih
cepat walaupun menyebabkan waktu setting yang lebih lambat
memperbesar resiko susut pengeringan dan rangkak yang lebih
tinggi.
c.
Tipe C : Accelerating Admixtures
Accelerating Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk
mempercepat pengikatan dan pengembangan kekuatan awal beton. Bahan
ini digunakan untuk mengurangi lamanya waktu pengeringan (hidrasi), dan
mempercepat pencapaian kekuatan beton.
d.
Tipe D : Water Reducing and Retarding Admixtures
Jenis bahan tambah yang berfungsi ganda yaitu untuk mengurangi
jumlah air pengaduk yang diperlukan pada beton tetapi tetap memperoleh
adukan dengan konsistensi tertentu sekaligus memperlambat proses
pengikatan awal dan pengerasan beton. Dengan menambahkan bahan ini ke
dalam beton, maka jumlah semen dapat dikurangi sebanding dengan jumlah
air yang dikurangi. Bahan ini berbentuk cair sehingga dalam perencanaan
jumlah air pengaduk beton, maka berat admixture ini harus ditambahkan
sebagai berat air total pada beton.
e.
Tipe E : Water Reducing and Accelerating Admixtures
Jenis bahan tambah yang berfungsi ganda yaitu untuk mengurangi
jumlah air pengaduk yang diperlukan pada beton tetapi tetap memperoleh
adukan dengan konsistensi tertentu sekaligus mempercepat proses
pengikatan awal dan pengerasan beton. Beton yang ditambah dengan bahan
tambah jenis ini akan dihasilkan beton dengan waktu pengikatan yang cepat
serta kadar air yang rendah tetapi tetap workable. Dengan menggunakan
bahan ini diinginkan beton yang mempunyai kuat tekan tinggi dengan waktu
pengikatan yang lebih cepat (beton mempunyai kekuatan awal yang tinggi.
f.
Tipe F : Water Reducing High Range Admixtures
Bahan tambah dengan fungsi HRWR digunakan untuk mendapatkan
tingkat konsistensi yang diinginkan atau ditetapkan spesifikasi dengan
mengurangi berat air sebesar 12% atau lebih (sampai 40%).
Dengan menambahkan bahan ini ke dalam beton, diinginkan untuk
mengurangi jumlah air pengaduk dalam jumlah yang cukup tinggi sehingga
diharapkan kekuatan beton yang dihasilkan tinggi dengan jumlah air sedikit,
tetapi tingkat kemudahan pekerjaan (workability beton) juga lebih tinggi.
Bahan tambah jenis ini berupa superplasticizer.
g.
Tipe G : Water Reducing, High Range Retarding Admixtures
Water Reducing, High Range Retarding admixtures adalah bahan
tambah yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air pencampur yang
Commented [AS29]:Paling cocok digunakan untuk beton berat karena memiliki banyak fungsi tambahan yang sangat berguna.
diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu, sebanyak
12 % atau lebih sekaligus menghambat pengikatan dan pengerasan beton.
Bahan ini merupakan gabungan superplasticizer dengan memperlambat
waktu ikat beton. Digunakan apabila pekerjaan sempit karena keterbatasan
sumber daya dan ruang kerja.
2.6.3
A
DDITIVE
a.
Fly Ash
Fly ash/Abu Terbang adalah limbah padat yang terdiri dari
partikel- partikel halus yang muncul dengan gas buang pembakaran dan diangkut dari
ruang batubara pada pembangkit listrik tenaga uap.
Fly ash mengandung unsur kimia antara lain silica (SiO
₂), alumunia
(Al
₂O
₃), fero oksida, ( Fe
₂O
₃) dan kalsium oksida (CaO) dan juga
mengandung unsure tambahan lain yaitu magnesium oksida ( MgO),
titanium oksida (TIO2), alkalin (Na
₂O dan K
₂O), sulfur trioksida ( SO
₃) ,
pospor oksida (P2O5) dan carbon.
b.
Silica Fume
Menurut standar ASTM silika fume adalah material pozollon yang
halus, dimana komposisi silika lebih banyak yang dihasilkan dari tanur
tinggi atau sisa produksi silikon atau
alloy
besi silikon (dikenal sebagai
gabungan antara microsilika dengan silika fume).
Penggunaan
silica fume
dalam campuran beton dimaksudkan untuk
menghasilkan beton dengan kekuatan tekan yang tinggi. Beton dengan
kekuatan tinggi digunakan, misalnya, untuk kolom struktur atau dinding
geser, pre-cast atau beton pra-tegang dan beberapa keperluan lain. Kriteria
kekuatan beton berkinerja tinggi saat ini sekitar 50-70 Mpa untuk 28 hari.
Penggunnaan
silica fume
berkisar antara 0-30% untuk memeperbaiki
karakteristik kekuatan dan keawetan beton dengan faktor air semen sebesar
0.34 dan 0.28 dengan atau tanpa bahan superplastisizer dan nilai slump 50
mm (Yogendran, et al, 1987:124-129).
c.
Slag
Slag merupakan hasil residu pembakaran tanur tinggi. Defenisi Slag
dalam ASTM adalah produk non-metal yang merupakan material berbentuk
Commented [AS30]:Silica fumesangat dianjurkan untuk dipergunakan pada beton karena penggunaan silica fume
menghilangkan limbah produksi yang dapat mencemari lingkungan, dan terlebih meningkatkan kualitas beton.
Commented [AS31]:Untuk mix design dapat digunakan ground granulated blast furnace slag, dengan syarat konten kehalusan yang cukup dengan penyesuaian isi pengikat
halus, granular hasil pembakaran yang kemudian didinginkan, misalnya
dengan mencelupkannya kedalam air.
Keuntungan menggunakan Slag dalam campuran beton adalah sebagai
berikut (Lewis, 1982).
a)
Mempertinggi kekuatan tekan
beton karena kecenderungan
melambatnya kenaikan kekuatan tekan
b)
Menaikkan ratio antara kelenturan dan kuat tekan beton
c)
Mengurangi variasi kekutan tekan beton
d)
Mempertinggi kekuatan terhadap sulfat dalam air laut
e)
Mengurangi serangan alkali-silika
f)
Mengurangi panas hidrasi dan menurunkan suhu
g)
Memperbaiki penyelesaian akhir dan memberi warna cerah pada
beton
h)
Mempertinggi keawetan karena pengaruh perubahan volume
i)
Mengurangi porositas dan serangan klorida
Faktor-faktor untuk menentukan sifat penyemenan (cementious) dalam
slag adalah kompisisi kimia, konsentrasi alkali dan reaksi terhadap sistem,
kandungan kaca dalam slag, kehalusan , dan temperatur yang ditimbulkan
selama proses hidrasi berlangsung (Cain, 1994:505).
2.7 M
ACAM
-
MACAM
R
ADIASI
a.
α
Alpha
Dapat dihentikan setelah bepergian melalui 3 sentimeter (sekitar 1,2
inci) dari udara, 0,2 milimeter (sekitar 0,008 inci) air, atau selembar kertas
atau kulit. Sepotong tipis kertas, atau bahkan sel-sel mati di lapisan luar kulit
manusia memberikan perisai yang memadai karena partikel alpha tidak
dapat menembus itu. Namun, jaringan hidup dalam tubuh tidak menawarkan
perlindungan terhadap inhalasi atau tertelan emitter alpha.
b.
β
Beta
Hanya dapat berhenti setelah bepergian melalui 3 meter (sekitar 10
kaki) dari udara, beberapa sentimeter (kurang dari 2 inci) air, atau lapisan
tipis kaca atau logam. Meliputi tambahan, misalnya pakaian yang berat,
perlu untuk melindungi terhadap emisi beta. Beberapa partikel beta dapat
menembus dan membakar kulit.
Commented [AS32]:Radiasi neutron dengan pengaruh lebih dari 1 x 19 1on / cm mungkin memiliki efek yang merugikan pada kekuatan beton dan nodulus elastisitas. Koefisien termal ekspansi, konduktivitas termal dan sifat melindungi beton yang sedikit terpengaruh oleh radiasi. Radiasi kerusakan terutama disebabkan oleh cacat kisi dalam agregat yang menyebabkan peningkatan volume agregat dan beton. Berbeda agregat menunjukkan resistensi radiasi yang berbeda sehingga seleksi agregat cocok adalah parameter
yang paling penting dalam desain dari beton tahan radiasi. Radiasi nuklir dapat mempengaruhi sifat struktural dan mekanik bahan secara signifikan: Jika dalam bahan kristal nuklir radiasi bertabrakan dengan atom tunggal dalam struktur kristal atom dapat keluar dari situs kesetimbangan kisi untuk posisi baru sehingga menyebabkan cacat kisi. Sebagai akibatnya bahan menjadi lebih rapuh. Dalam polimer energi yang diberikan oleh radiasi utama nuklir pembentukan lintas tambahan link dan dengan demikian
untuk embrittlement material. Sinar terionisasi dapat menyebabkan pembusukan gratis atau terikat air yang mengarah ke pembentukan H2 dan O2. Akhirnya radiasi dapat menyebabkan pemecahan ikatan atom. Seperti telah dinyatakan perisai radiasi neutron dapat menyebabkan sekunder radiasi gamma. Akhirnya bahan mungkin menjadi radioaktif sebagai konsekuensi dari paparan radiasi nuklir. Embrittlement, adalah hilangnya daktilitas material, membuatnya rapuh.