PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MANAJEMEN DESAIN KELAS KREATIF TEMA ILMU PENGETAHUAN ALAM

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN MANAJEMEN DESAIN KELAS

KREATIF TEMA ILMU PENGETAHUAN ALAM

Jumiati1*, Sari Kumala2, Tutus Rani Arifa 3, Zakky Zamrudi 4 1Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Universitas Islam Kalimantan, Indonesia 2Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Universitas Islam Kalimantan, Indonesia

3Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Universitas Islam Kalimantan, Indonesia 4Manajemen, Universitas Islam Kalimantan, Indonesia

1jumiati.jumi88@gmail.com, 2Sarikumalapgmi@gmail.com, 3Tutusuniska17@gmail.com, 4jzakky@gmail.com

ABSTRAK

Abstrak: Kompetensi profesional atau akademik adalah salah satu keterampilan yang harus dimiliki guru. Guru diharapkan merencanakan dan mengelola pembelajaran mereka dengan baik sebagai bagian dari penggunaan profesional mereka. Guru umumnya hanya fokus pada pembuatan alat belajar multimedia, sedangkan faktor yang terkait dengan lingkungan belajar tidak dikembangkan secara optimal. Guru tidak hanya harus mengetahui dan menyiapkan materi, metode, media dan penilaian, tetapi faktor manajemen kelas adalah salah satu faktor penting dalam pengembangan pembelajaran. manajemen kelas yang masih monoton berpengaruh terhadap keefektifan penyampaian materi dan motivasi belajar siswa. Berdasarkan permasalah tersebut maka tim pengusul merancang solusi penyelesaian permasalahan dalam rangka mengembangkan kemampuan dan keterampilan mitra dalam mendesain kelas kreatif sebagai prasarana pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan dengan cara tatap muka, praktek dan tanya jawab. Hasil dari pelaksanaan kegiatan peserta mengetahui dan memahami bahwa manajeman desain kelas kreatif dapat dikelola melalui tempat duduk, pajangan di dalam kelas dan hasil karya murid yang bisa dijadikan pajangan serta peserta mampu mendesain kelas yang kreatif.

Kata Kunci: Manajeman, Desain Kelas Kreatif

Abstract: Professional or academic competence is one of the skills that teachers must possess. Teachers are expected to plan and manage their learning well as part of their professional use. Teachers generally only focus on making multimedia learning tools, while factors related to the learning environment are not developed optimally. Teachers not only have to know and prepare material, methods, media and assessment, but classroom management is an important factor in the development of learning. Monotonous classroom management affects the effectiveness of the delivery of material and student learning motivation. Based on these problems, the proposing team designs problem solving solutions in order to develop partners' abilities and skills in designing creative classes as learning infrastructure. Activities carried out by way of face to face, practice and question and answer. The results of the implementation of the participant's activities know and understand that creative classroom design management can be managed through seats, displays in the classroom and student work that can be used as displays and participants are able to design creative classes.

(2)

A. LATARBELAKANG

Kompetensi profesional atau akademik adalah salah satu keterampilan yang harus dimiliki guru. Perencanaan dan manajemen pembelajaran melibatkan pembuatan alat belajar, menyiapkan bahan, dan menciptakan lingkungan belajar yang efektif yang memungkinkan siswa untuk memaksimalkan tujuan pembelajaran.

Menurut UU No 14 Tahun 2005 Pasal 32 menyebutkan bahwa, “Pembinaan dan pengembangan profesi dan karier. Pembinaan dan pengembangan profesi guru tersebut meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional”. Salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh guru adalah keterampilan mengelola kelas atau manajemen kelas mengingat bahwa tugas seorang guru adalah mendidik siswa dan menciptakan kondisi belajar yang optimal sesuai tujuan pengajaran yang hendak di capai.

Guru MI diharapkan merencanakan dan mengelola pembelajaran mereka dengan baik sebagai bagian dari penggunaan profesional mereka. Guru umumnya hanya fokus pada pembuatan alat belajar multimedia, sedangkan faktor yang terkait dengan lingkungan belajar tidak dikembangkan secara optimal. Guru tidak hanya harus mengetahui dan menyiapkan materi, metode, media dan penilaian, tetapi faktor manajemen kelas adalah salah satu faktor penting dalam pengembangan pembelajaran. Lingkungan belajar yang baik harus menumbuhkan interaksi yang baik antara mengajar dan belajar. Guru mendapat hasil yang baik, didukung oleh fasilitas pendukung sekolah. Namun, guru tidak memperhatikan faktor yang terkait dengan manajemen kelas.

Berdasarkan wawancara dengan beberapa guru MI di Minftahul Ulum Kintap, diperoleh hasil bahwa selama pembelajaran formasi bangku siswa sering monoton, siswa jarang bahkan tidak pernah berpindah-pindah tempat saat diskusi maupun belajar individu, dan guru malas mengelola pajangan di kelas. Hal ini dapat dilihat dari guru yang membiarkan dinding kelas kosong kalaupun ada gambar atau media, biasanya gambar tersebut dipasang bertahun-tahun. Hasil karya siswa dikumpulkan dan ditumpuk di dalam lemari.

Secara teori, ruang kelas merupakan suatu ruangan dalam bangunan sekolah, yang berfungsi sebagai tempat untuk bertatap muka antara guru dan siswa dalam pembelajaran. Mebeler mengatakan bahwa dalam ruangan kelas terdiri dari meja siswa, meja guru, lemari, papan tulis (black board atau white board), serta aksesoris ruang lainnya yang lazim disebut pajangan kelas. Lingkungan fisik dalam ruangan kelas ini dapat menjadikan suasana belajar menjadi aktif. Chatib mengungkapkan ada dua hal sederhana yang perlu diperhatikan agar ruang kelas itu menyenangkan dan tidak menjadi penjara bagi siswa, yaitu: 1) menyusun barang-barang

(3)

perlengkap yang ada di dalam kelas layaknya seorang desainer interior; 2) membuat pajangan kelas. Hal senada juga diungkapkan oleh Silberman yang mengungkapkan bahwa dekorasi interior dari belajar aktif adalah menyenangkan dan menantang bagi siswa. Walaupun pembelajaran tidak selalu dilakukan di luar kelas, umumnya banyak dilakukan di dalam kelas. Oleh sebab itu, ruang kelas hendaknya menjadi tempat yang menyenangkan karena berfungsi sebagai tempat belajar bagi guru dan siswa.

Masalah-masalah desain kelas ini terkadang diremehan karena guru menganggap yang terpenting adalah penyampaian materi. Dananjaya (2010: 265) mengungkapkan bahwa pengaturan kelas dapat mendorong motivasi siswa dalam pembelajaran. Selain itu, Arends (2013: 134) berpendapat bahwa susunan siswa, meja, kursi, tidak hanya membantu menentukan pola komunikasi kelas dan hubungan interpersonal antara guru dan siswa, melainkan mempengaruhi berbagai keputusan harian yang harus dibuat guru terkait dengan pengelolaan dan penggunaan sumber-sumber belajar.

Seorang guru yang efektif melihat ruang kelas sebagai suatu bentuk kehidupan yang bergerak dan mengamati semua gerakan. Untuk itu, guru membutuhkan perhatian langsung dan memotivasi siswa untuk berpasrtisipasi aktif serta memberikan kesempatan yang cukup bagi siswa untuk mengembangkan diri. Pengaturan bangku siswa yang tidak monoton membuat siswa mendapatkan pengalaman-pengalaman baru dalam belajar. Faktor kesibukan, kurangnya kemampuan dan keterampilan menjadi alasan guru untuk malas mengelola pajangan kelas. Padahal saat ini guru-guru dituntut dapat melaksanakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Kurikulum 2013 yang berbasis tema memungkinkan guru untuk mengkreasikan pembelajaran sesuai tema, baik melalui materi yang disampaikan maupun desain kelas.

Berdasarkan masalah yang ada di MI terkait dengan manajemen kelas maka disusunlah sebuah kegiatan pelatihan dan pendampingan manajemen desain kelas kreatif tema Ilmu Pengetahuan Alam bagi guru MI Miftahul Ulum Desa Sumber Jaya Kecamatan Kintap Kabupaten Tanah Laut. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi guru-guru SD untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui manajemen desain kelas yang kreatif. Hal ini mengingat suasana dan desain ruang kelas secara tidak langsung memberikan pengaruh yang luar biasa dalam keefektifan penyampaian materi dan motivasi belajar siswa. Alternatif kegiatan ini dimaksudkan untuk membantu memberikan solusi permasalahan pembelajaran di MI dan memberikan kontribusi yang positif untuk kualitas pendidikan dasar.

(4)

Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada peserta mengenai manajeman desain kelas kreatif, seperti bagaimana mengelola tempat duduk, pajangan di dalam kelas dan hasil karya murid yang bisa dijadikan pajangan sehingga menumbuhkan motivasi siswa dalam pembelajaran. Selain itu juga dapat melatih dalam mendesain manajemen desain kelas kreatif .

Manfaat dalam kegiatan ini peserta mengetahui dan memahami bahwa manajeman desain kelas kreatif dapat dikelola melalui tempat duduk, pajangan di dalam kelas dan hasil karya murid yang bisa dijadikan pajangan serta peserta mampu mendesain manajemen desain kelas kreatif

B. METODEPELAKSANAAN

Adapun metode yang akan diterapkan untuk penyelesaian permasalahan Mitra di MI Miftahul Ulum Kintap terdiri dari beberapa tahapan dalam pelaksanaannya yaitu

1. Ceramah atau presentasi materi

Tahapan ini digunakan untuk menyampaikan materi dan menjelaskan manajemen desain kelas kreatif tema ilmu pengetahuan alam fungsinya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Mitra mengenai manajemen desain kelas kreatif

2. Diskusi dan tanya jawab

Pada tahapan ini para peserta diberi kesempatan untuk melakukan sharing diskusi dalam bentuk forum diskusi sebagai wadah untuk membahas permasalahan materi yang masih belum dipahami Mitra dari tahapan ceramah atau presentasi materi sebelumnya

3. Demonstrasi praktek

Tahapan ini bertujuan untuk mendemonstrasikan desain kelas kreatif tema ilmu pengetahuan alam

4. workshop atau pelatihan dan pendampingan

Pada tahap ini instruktur memberikan pelatihan keterampilan dalam mendesain kelas yang kreatif sebagai prasarana pembelajaran untuk meningkatkan hasil terhadap keterampilan dan kemampuan Mitra dalam mendesain kelas kreatif. Pada tahap pendampingan pelaksanaan berperan aktif sebagai pendamping dan monitoring pelaksanaan yang masing-masing peserta

5. evaluasi

Tahapan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan peserta dalam mendesain kelas kreatif. Evaluasi keberhasilan Mitra dilakukan dengan pengukuran tingkat keberhasilan para guru melalui penilaian hasil praktek dari masing-masing peserta dan dilakukan

(5)

pendampingan kembali sesuai dengan kekurangan dari hasil evaluasi masing-masing peserta.

C. HASILDANPEMBAHASAN

Pada tahap persiapan dilakukan dengan pertemuan dengan kepala sekolah yang dilakukan pada tanggal Desember 2019 untuk memastikan waktu pelaksanaan dan tempat pelaksanaan kegiatan. Kegiatan pelaksanaan pengabdian masyarakat dilaksankan pada hari Sabtu, Januari 2020 yang dimulai pada pukul 11.00 sampai dengan pukul 16.00 WITA, bertempat di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Kintap yang diikuti oleh 12 orang peserta, terdiri dari pimpinan Madrasah, , Kepala Sekolah dan Guru-guru di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Ulum Kintap.

Gambar 1. Peserta dan Tim Instruktur

Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk ceramah,

demonstrasi/praktek dan tanya jawab. Dengan rincian sebagai berikut:

a. Ceramah

Diawali dengan penjelasan tentang manajemen desain kelas kreatif dengan tema Ilmu Pengetahuan Alam. Dalam pelaksanaan tim instruktur menjelaskan bahwa manajemen desain kelas kreatif dengan tema Ilmu Pengetahuan Alam sangat bagus digunakan agar proses belajar mengajar tidak membosankan.

(6)

Gambar 2. Penjelasan Materi Desain Kelas Kreatif

Dalam pelaksanaan instruktur menjelaskan mengenai manajeman desain kelas kreatif bisa dimulai dari pengelola tempat duduk kemudian pajangan yang ada di dinding kelas dan pajangan di dinding kelas bisa berupa hasil karya siswa yang mereka buat.

b. Praktek

Setelah semua peserta memahami tentang manajemen desain kelas kreatif dengan tema Ilmu Pengetahuan Alam, maka tim instruktur masuk kepada sesi mempraktekkn pembuatan desain kelas kreatif dengan tema Ilmu Pengetahuan Alam dengan panduan foto-foto serta bahan ajar desain kelas kreatif dengan tema Ilmu Pengetahuan Alam yang dibuat oleh tim instruktur.

c. Tanya Jawab

Semua peserta pelatihan ini diberikan kesempatan untuk bertanya tentang sesuatu yang belum jelas, baik yang telah disampaikan dalam presentasi maupun hal-hal lain yang berkaitan dengan manajemen desai kelas kreatif dengan tema Ilmu Pengetahuan Alam.

d. Pelatihan

Pada tahap pelatihan, seluruh peserta diminta membuat media pembelajaran untuk dijadikan pajangan yang ada di dalam kelas, dalam pelaksanaan ini hasil yang didapat dari 12 orang peserta pelatihan 9 orang sudah bisa membuat media pembelajaran sedangkan 3 orang peserta masih kesulitan dalam membuat media pembelajaran.

(7)

Gambar 3. Hasil Membuat Media Pembelajaran

Adapun target luaran untuk guru/mitra yang ingin dicapai dalam kegiatan ini yaitu guru mengetahui dan memahami mengenai manajeman desain kelas kreatif serta mampu mendesain kelas yang kreatif.

D. SIMPULANDANSARAN

Manajeman desain kelas kreatif dapat dikelola melalui tempat duduk, pajangan di dalam kelas dan hasil karya murid yang bisa dijadikan pajangan serta peserta mampu mendesain kelas yang kreatif . Kegiatan dilaksanakan dengan cara tatap muka, praktek dan tanya jawab. Manajemen desain kelas di MI MIftahul Ulum Kintap tidak monoton sehingga proses belajar mengajar efektif baik dalam penyampaian materi maupun motivasi siswa untuk belajar.

UCAPANTERIMAKASIH

Tim penulis mengucapkan terima kasih kepada Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin dan Dekan Fakultas Studi Islam yang telah memberikan persetujuan, arahan dan dukungan moril untuk kelancaran pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat serta Saudara-saudari dan Rekan-rekan yang turut membantu pelaksanaan pengabdian maupun pembuatan laporan pengabdian pada masyarakat ini.

(8)

Arends, Richard I. (2013). Learning to Teach. Jakarta: Salemba Humanika.

Chatib, Munif. (2015). Kelasnya Manusia: Memaksimalkan Fungsi Otak Belajar

dengan Manajemen Display Kelas. Bandung: Mizan Media Utama.

Dananjaya, Utomo. (2010). Media Pembelajaran Aktif. Bandung: Nuansa.

Ika Maryani, dan Putri Dwi Septiani. (2019). Pelatihan dan pendampingan pengelolaan kelas berbasis gaya belajar bagi guru PAUD dan TK di Desa

Muntuk, Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Jurnal Pemberdayaan

Silberman, Mel. (2009). Active Learning: 101 Strategi Pembelajaran Aktif.

Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.

Putri Rachmadyanti, Suprayitno, Ganes Gunansyah. (2019). Peningkatan Kualitas

Pengelolaan Kelas Melalui Manajemen Display Kreatif Bagi Kelompok Kerja

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :