Rancang Bangun Aplikasi E-Learning Sebagai Model Proses Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi1

13 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Nova Rijati adalah Dosen Fakultas Ilmu Komputer UDINUS Semarang 53

RANCANG BANGUN APLIKASI e-Learning

Sebagai Model Proses Pembelajaran

Berbasis Teknologi Informasi

Nova Rijati

Abstrak : E-learning merupakan suatu inovasi dalam model pembelajaran berbasis teknologi

informasi dalam dunia pendidikan. Ada dua hal mendesak yang melatarbelakangi pembuatan e-learning ini, yaitu kelemahan pola pembelajaran (pembelajaran tatap muka di dalam kelas) yang dipakai oleh suatu sekolah dan karena perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang telah maju dengan pesat. Tujuan utama penulisan ini adalah mendesain sebuah web pembelajaran dan untuk mengetahui feedback dari user (pengguna) setelah memakai e-learning tersebut.

Hasil penelitian mengungkapkan feedback user terhadap e-learning mendapat hasil sebagai berikut : e-learning yang telah dibuat mempunyai tingkat kesulitan yang cukup rendah dalam cara pengoperasiannya, selain itu web ini juga dinilai cukup interaktif (meskipun secara asychronous). Fasilitas pembelajaran yang terdapat dalam e-learning ini cukup lengkap.

Kata kunci: E-Learning, model pembelajaran, teknologi informasi dan komunikasi

PENDAHULUAN

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ( IPTEK ) yang demikian pesat, khususnya informasi dan komunikasi (Information, Comunication, and Technologi atau ICT) yang telah mengalami perkembangan dan meluas dalam bidang pendidikan, sebagai alat (sarana) untuk menyebarluaskan pelajaran dan latihan-latihan bagi siswa dan pengguna (pembaca) untuk tujuan belajar mandiri. Saat ini banyak sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan lain yang telah mendirikan pembelajaran virtual (maya), disamping kepercayaan tradisional akan pendidikan yang difokuskan pada pembangunan fisik bangunan,

Pembelajaran On-Line atau sering disebut dengan pembelajaran E-learning, pembelajaran yang menggunakan sistem online sebagai medium perantaraan diantara pengajar dan pelajar. Belajar melalui online ini akan memudahkan kedua pihak, karena penyampaian materi ajar lebih cepat, mudah dan lebih efisien dibandingkan dengan cara-cara yang lain. Guru dapat memberikan materi pelajarannya lewat sarana internet yang dapat diakses setiap saat dan dimana saja. Siswa juga tidak perlu harus selalu belajar di kelas untuk mendapatkan informasi mengenai materi yang ingin didapatkan atau diperolehnya. Bahkan siswa dapat mengembangkan proses belajarnya dengan mencari referensi dan mencari sumber lain. Dalam pelaksanaan pembelajaran, e-learning

(2)

54 Techno.Com, Vol. 7 No. 2, Mei 2007

menggunakan sistem jaringan elektronik (LAN, WAN atau Internet) untuk penyampaian materi ajar, interaksi atau evaluasi pembelajaran.

Tanpa harus mengurangi mutu pembelajaran, bahkan untuk meningkatkan mutu pembelajaran itu sendiri, diinginkan adanya kombinasi antara kedua sistem pendidikan diatas. Yaitu penyampaian materi, informasi, bahan- bahan pelajaran, ujian, tugas dan lain-lain dapat dilakukan dengan sistem pendidikan jarak jauh (e-learning) dan pematangan pelaksanaan proses belajar mengajar dengan dilakukan secara tatap muka. Sehingga akan meningkatkan kemandirian siswa untuk menguasai mata pelajaran di sekolah masing-masing.

Dengan inovasi tehnologi informasi e-learning, belajar siswa tidak hanya mengandalkan tatap muka dengan guru, meskipun diakui bahwa untuk beberapa hal peran guru-guru tidak dapat digantikan oleh komputer. Dengan memanfaatkan kemajuan tehnologi, proses belajar mengajar untuk menguasai IPTEK makin hemat waktu dan prosesnya pun semakin individual sesuai dengan kebutuhan setiap siswa, tapi sekaligus jangkauannya massal. Sekolah yang berbasis E-learning, guru dan siswa mempunya peluang yang luas untuk mengakses informasi yang mereka butuhkan dari manapun dan tempat apapun secara virtual/online.

TEORI PENDUKUNG

E-Learning

Menurut Aswan Bin Abidin dan Rozita bt Nawi (2002), ”E-Learning merupakan pembelajaran yang

menggunakan sistem online sebagai medium perantasaan diantara pelajar dan pengajar”. Belajar melalui online

akan memudahkan kedua belah pihak, karena penyampaian mata pelajaran lebih cepat, mudah dan lebih efisien dibanding cara-cara yang lain. Guru dapat memberikan materi pelajarannya lewat internet yan dapat diakses setiap saat dan dimana saja. Siswa juga tidak perlu harus selalu belajar di kelas untuk mendapatkan informasi mengenai materi yang ingin diperolehnya. Bahkan siswa dapat mengembangkan proses belajarnya dengan mencari referensi dan informasi dari sumber lain.

Secara umum E-learning didefinisikan metode pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan sistem jarinngan (LAN, WAN atau Internet) untuk penyampaian bahan ajar, interaksi atau komunikasi antar pengajar dan peserta didik. Internet, Intranet, satelit, tape audio/video, TV interaktif dan CD-Rom adalah sebagian dari media elektronik yang digunakan untuk media pengajaran dan pembelajaran. Metode E-learning menggunakan tehnologi

syncronous dan asyncronous. Syncronous adalah pembelajaran yang dilakukan dalam waktu yang sama,

sedangkan asyncronous adalah pembelajaran yang dilakukan dalam waktu yang berbeda. Dengan sistem jaringan ini pula, e-learning dapat memghubungkan siswa dengan sumber belajaranya (database, pakar/guru, perpustakaan) yang secara secara fisik terpisah atau bakan berjauhan. Interaktifitas ini dilakukan secara langsung (syncronous) maupun tidak langsung (asyncronous).

(3)

55 Rancang Bangun Aplikasi e-Learning (Rijati)

Gambar 1. Struktur e-learning

E-Learning dalam Pembelajaran Berbasis Kompetensi

Dengan berpikir kreatif siswa yang diperoleh dari pembelajaran menggunakan pendekatan e-learning, secara otomatis kompetensi siswa berkembang sehingga siswa akan lebih kompeten dalam menghadapi permasalahan pada kehidupan sehari-hari (life skill). Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir kreatif, dimungkinkan bila dalam proses pembelajaran terjadi komunikasi elektronik antara guru dengan siswa atau siswa dengan siswa, yang merangsang tercipnya partisipasi siswa. Siswa diberi peluang untuk lebih memahami suatu konsep mata pelajaran dan keterkaitannya dari hasil sharing ideas antar siswa. Dalam pembelajaran seperti ini, guru dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang memancing siswa berpikir dalam memecahkan suatu permasalahan. Guru dapat merancang proses pembelajaran dengan memungkinkan siswa mencari jawaban, atau metode lebih dari satu atas persoalan yang diajukan.

Dalam menerapkan e-learning pada pembelajaran berbasis kompetensi setidaknya-tidaknya pertimbangan faktor yakni :

1. Siswa (pembelajar), sistem e-learning idealnya dapat dibangun sesuai dengan karakteristik siswa atau pola belajar sebagai subjek dalam keseluruhan proses.

2. Materi (bahan ajar) ; restrukturisasi materi perlu dilakukan agar sesuai dengan format teknologi yang digunakan disamping itu dapat memberikan nilai lebih dibanding proses kelas tradisional.

CONTENT

-materi ajar

-materi bacaan

-referensi, dll

INFRASTRUCT

UR

-server

-personal

computer

SERVICE

-implementasi

adminitrator

APLIKASI E-LEARNING

INTERNET BROWSER

(4)

56 Techno.Com, Vol. 7 No. 2, Mei 2007

3. Organisasi ; kebijakan dan komitmen pimpinan organisasi belajar sangat dibutuhkan dalam mengiring dan mensosialisasikan proses perubahan ini.

4. Proses sistem ; merupakan proses kerja (bisnis) pelaksanaan e-learning yang harus didefinisikan secara lengkap terkait pada peran dan tanggung jawab administrator, guru teknisi, perancangan materi, implementasi proses belajar mengajar serta penataan keseluruhan proses sistem.

5. Teknologi ; sebagai alat yang mendukung tercapainya efektifitas tujuan dari e-learning bagi organisasi belajar.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Metode pengembangan sistem menggunakan System Development Life Cycle Model (SDLC Model) atau juga dikenal dengan model Waterfall. Metode pengembangan System Development Life Cycle Model (SDLC Model) ini mengusulkan pendekatan pegembangan perangkat lunak yang sistematik dan sekuensial, metode ini didasarkan pada beberapa aktifitas berikut :

A. Analisa Sistem

1. Identifikasi Masalah dan Sumber Masalah.

Permasalahan yang dipilih adalah kurangnya jam efektif dalam kegiatan belajar mengajar. 2. Identifikasi Kebutuhan Informasi

Perlunya menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama dengan sasaran keseluruhan atau perbaikan sistem yang ada agar berjalan dengan baik dengan adanya sistem yang akan dikembangkan.

3. Alternatif Sistem Yang Diusulkan

Sistem baru yang diusulkan adalah mengenai sistem pembelajaran yang lebih efektif yang menggunakan komputer sebagai sarana penyampaian materi. Identifikasi Kebutuhan Perangkat Keras ( Hardware )

4. Identifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak ( Software ) 5. Identifikasi Kebutuhan Sumber Daya Manusia ( SDM ) 6. Analisa Biaya dan Manfaat

(5)

57 Rancang Bangun Aplikasi e-Learning (Rijati)

B. Desain Sistem

Gambar 2 . Rancangan Proses Pembelajaran Berbasis TIK 1 Pendaftaran 2 Pembelajaran 3 Ubah Data Diri 4 Tanya Jawab Admin Siswa Guru data_siswa data_guru data_mapel data_materi data_konsultasi data_soal form_admin form_siswa form_siswa form_siswa form_guru form_admin data_siswa ubah_data_diri jawab_konsultasi data_jawaban daftar_materi daftar_konsultasi dafrar_soal daftar_materi daftar_mapel daftar_tutorial daftar_pertanyaan data_soal Data_Mapel daftar_jwban data_materi daftar_pertanyaan data_konsultasi konfirmasi data_guru data_guru data_siswa daftar_jwban daftar_pertanyaan data_jwban data_pertanyaan ubah_data_diri konfirmasi data_jawaban data-jwb_kons soal materi

(6)

58 Techno.Com, Vol. 7 No. 2, Mei 2007

C. Implementasi Sistem

Dalam implementasi sistem ini dilakukan dalam bentuk uji coba pada Aplikasi yang telah didesain dan direalisasikan. Tujuan dari kegiatan uji coba e-learning ini bertujuan untuk melihat efektivitas program / produksi yang telah dibuat. Dalam penelitian ini yang telah dilakukan adalah :

1. Mendesain (merancang bangun) sebuah web pembelajaran yang nantinya dapat digunakan dalam proses pembelajaran sebagai alternatif pembelajaran yang sudah ada..

2. Mengetahui feedback dari pembuatan e-learning. Sistem e-learning ini terdiri atas dua bagian besar yaitu tampilan dan database. Tampilan dibuat dengan menggunakan dua bahasa pemrograman yang berbeda yaitu HTML (Hyper Text Markup Language) dan PHP. HTML digunakan untuk membuat tampilan web e-learning sehingga tampilan menjadi indah. PHP digunakan untuk melakukan transfer data dari server ke client dan penulisan PHP (dalam e-learning ini) terintegrasi dengan HTML. Database dalam e-learning ini menggukan SQL dengan MySQL sebagai aplikasi databasenya.

Dalam e-learning ini terdapat dua pengguna user utama yaitu siswa dan administrator. Kedua user tersebut dibedakan berdasarkan peran yang diambil, yaitu:

1. Siswa

User siswa terlibat dalam pembelajaran secara langsung dan mampunyai fasilitas akses yang hanya dapat melihat, mengambil dan mengirimkan data pembelajaran.

2. Administrator

User administrator adalah user utama yang mengendalikan jalannya sistem web ini. Fasilitas yang dimiliki oleh user jenis ini berbeda dengan user yang lain karena administrator bertugas dalam pengolahan data secara global. Ketiga user tersebut tidak dapat masuk ke dalam sistem web dengan sembarangan, karena mereka harus memasukkan user id dan password yang cocok dengan data yang ada dalam database. Setelah user id dan password dicek sistem dan terbukti cocok, maka user akan mamasuki halaman utama yang berbeda antara satu user dengan user lainnya.

3. Guru

User guru terlibat dalam pembelajaran secara langsung dan mampunyai fasilitas dapat melihat daftar mata pelajaran dan mengupload materi yang nantinya akan digunakan siswa sebagai materi pembelajaran. Guru juga dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan oleh para siswa.

User siswa memiliki berbagai halaman web dalam sistem e-learning, yaitu: a. Halaman Materi

Halaman ini khusus digunakan oleh siswa untuk melihat materi pembelajaran yang telah diup-load oleh admin.

(7)

59 Rancang Bangun Aplikasi e-Learning (Rijati)

Gambar 3 : Form Materi b. Halaman Soal

Halaman soal digunakan siswa untuk melihat soal-soal sebagai follow up dari pemberian materi. Halaman ini juga bisa digunakan sebagai alat untuk mengukur tingkat penguasaan terhadap materi yang diterimanya.

(8)

60 Techno.Com, Vol. 7 No. 2, Mei 2007

c. Halaman Tanya Jawab

Apabila user siswa mempunyai kesulitan untuk mengoperasikan web tersebut atau ingin memberikan komentar/saran, user siswa dapat mengirimkan saran/keluhan melalui form yang telah disediakan di halaman ini. User admin memiliki otoritas penggunaan yang lebih luas daripada user siswa. Fasilitas untuk user admin yang ada dalam sistem e-learning hampir sama dengan fasilitas dengan user siswa.

Gambar 5 : Form konsultasi d. Halaman Kuisioner

Halaman Kuisioner berfungsi untuk mengukur sampai mana yang mereka dapatkan dari sekolah yang disajikan oleh admin untuk para siswa.

(9)

61 Rancang Bangun Aplikasi e-Learning (Rijati)

e. Halaman Tutorial

Halaman Tutorial berfungsi untuk menambah dan mencari ilmu atau materi yang siswa butuhkan yang nantinya bisa digunakan untuk menambah ilmu penegetahuan para siswa.

f. Halaman Daftar Mata Pelajaran

Halaman ini berfungsi untuk mengetahui mata pelajaran apa yang dapat mereka ambil dan mata pelajaran apa saja yang di sediakan oleh admin dalam e-learning.

Gambar 7: Form daftar mata pelajaran

Fasilitas yang dimiliki oleh user administrator berbeda dengan user yang lain. Hal ini disebabkan fungsi administrator sebagai pengatur data-data user yang lainnya. Fasilitas yang dikhususkan bagi user administrator, yaitu:

a. Halaman Daftar Mata Pelajaran

Halaman ini berfungsi untuk menambah, menghapus dan mengedit nama mata pelajaran didalam e-learning. b. Halaman Materi

Halaman materi berfungsi untuk menambah, menghapus dan mengedit materi yang ada di dalam e-learning yang nantinya bisa dipakai dan didownload para siswa.

c. Halaman Soal

Halaman soal berfungsi untuk menambah, menghapus dan mengedit soal yang ada di dalam e-learning yang nantinya bisa digunakan untuk mengetaui tingkat kemampuan belajar mereka.

(10)

62 Techno.Com, Vol. 7 No. 2, Mei 2007

Gambar 8 : Form soal

d. Halaman Kuisioner

Halaman Kuisioner berfungsi untuk menambah, menghapus dan mengedit data kuis yang akan disajikan oleh admin untuk para siswa.

e. Halaman Tutorial

Halaman Tutorial berfungsi untuk menambah, menghapus dan mengedit tutorial yang ada di dalam e-learning yang nantinya bisa digunakan untuk menambah ilmu penegetahuan para siswa.

f. Halaman Kategori

Halaman kategori berfungsi untuk menambah, menghapus dan mengedit kategori yang akan digunakan pada form tutorial yang ada di dalam e-learning.

(11)

63 Rancang Bangun Aplikasi e-Learning (Rijati)

Fasilitas yang dimiliki oleh user guru antara lain sebagai berikut; a. Halaman Daftar Mata Pelajaran

Halaman ini berfungsi untuk mengetahui mata pelajaran apa yang dapat mereka ambil dan mata pelajaran apa saja yang di sediakan oleh admin dalam e-learning.

b. Upload Materi

Halaman ini berfungsi untuk mengupload materi yang digunakan siswa dalam pembelajaran yang di sediakan oleh admin dalam e-learning.

Gambar 10 : Form upload materi c. Halaman Tanya Jawab

Pada halaman ini user guru dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan oleh para siswa.

(12)

64 Techno.Com, Vol. 7 No. 2, Mei 2007

d. Upload Soal

Halaman ini berfungsi untuk mengupload soal yang digunakan siswa dalam pembelajaran yang di sediakan oleh admin dalam e-learning.

Hasil Uji Coba

Kegiatan uji coba ini dilakukan di laboratorium komputer di SMA PGRI Wirosari dengan menggunakan komputer sebanyak 4 unit. Uji coba ini melibatkan 20 siswa. Sepuluh siswa yang menjadi responden melakukan ujicoba secara bergantian mengingat keterbatasan jumlah komputer yang dipakai dalam uji coba.

Setelah melakukan uji coba diatas, maka penulis berhasil mendapatkan beberapa hasil yang sangat menggembirakan. Berikut ini adalah hasil uji coba e-learning yang disajikan dalam bentuk prosentase:

1. Desain Tampilan

Dalam hal desain tampilan, sebagian besar responden tidak merasa keberatan dengan tampilan yang ada, tetapi sebagian kecil yang lain menyatakan beberapa kritik yang mendasar. Desain tampilan yang terlalu sederhana (12 dari 20 responden) merupakan hal utama yang menjadi sorotan. Ada responden yang menilai tampilan desain ini tidak menarik (8 dari 20 responden). Hal lain yang menjadi kritik adalah tulisan yang terlalu keil (7 dari 20 responden). Bagi beberapa responden, ukuran font yang ada dalam web menyulitkan mereka dalam pembacaan informasi dan tulisan pada tombol. Warna juga mendapat sorotan dari beberapa responden,mereka menganggap warna yang ada tidak bervariasi (6 dari 20 responden ) dan hal ini agak menyulitkan dalam hal pemilihan tombol operasi.

2. Operasional E-Learning

Dari segi operasional E-Learning, sebagian besar menganggap hal tersebut mudah. Mereka menyatakan bahwa cara pengoperasiannya sangat sederhana dan mudah. Para responden juga mengakui meskipun cara pengoperasinal e-learning ini mudah, mereka merasa canggung ketika mencoba web ini pertama kali (5 dari 20 responden).

Pernyataan yang bersifat kritik juga ada. Beberapa responden menyatakan meskipun cara pengoperasiannya mudah tetapi terlalu berbelit-belit dan kurang ringkas. Hal ini dibuktikan dengan adanya pemisahan materi, soal dan jawaban ke dalam halaman yang berbeda (7 dari 20 responden).

3. Pembelajaran

Dari segi pembelajaran, para responden menyatakan bahwa fasilitas yang cukup lengkap dalam web ini memungkinkan user dapat melakukan pembelajaran online dengan baik. Secara spesifik mereka menyatakan bahwa pembelajaran yang terjadi di dunia maya belum bisa menggantikan pembelajaran konvensional, sehingga perlu menggabungkan kedua metode tersebut secara seimbang (10 dari 20 responden).

Bagi beberapa responden, fasilitas yang ada dirasakan masih belum lengkap (10 dari 20 responden). Mereka mengharapkan beberapa fasilitas tambahan, yaitu: forum kritik dan chatting.

4. Fungsi Lainnya

Para responden umumnya setuju bahwa e-learning ini cocok dan layak untuk diterapkan sebagai alternatif pembelajaran. E-learning ini bukan sebagai pengganti metode yang sudah ada tetapi hanya sebagai pelengkap

(13)

65 Rancang Bangun Aplikasi e-Learning (Rijati)

dan memperkaya metode yang ada. Kurangnya komunikasi dua arah antara guru-siswa atau sebaliknya menjadi perhatian beberapa responden (15 dari 20 responden). Mereka menyatakan bahwa kalau web ini diterapkan, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, yaitu: SDM (Sumber Daya Manusia) user, perlengkapan yang memadai (komputer yang dilengkapi fasilitas internet), sosialisasi dan mainternance secara berkala.

KESIMPULAN

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa :

1. Para guru serta siswa masih banyak yang awam terhadap pembelajaran online serta kurangnya sumber daya manusia guru dan siswa terhadap dunia komputer dan internet.

2. Pada proses pembelajaran sekarang ditemukan adanya permasalahan sehingga dibutuhkan suatu sistem yang dapat menangani hal-hal sebagai berikut:

1. Memfasilitasi siswa untuk melakukan proses pembelajaran di luar kelas pembelajaran. 2. Memberikan kemudahan kepada siswa untuk memperoleh bahan pelajaran dari guru.

3. Memberikan kemudahan kepada siswa untuk berkomunikasi dengan siswa lain maupun guru.

DAFTAR PUSTAKA

1. Hadiana, Ana. Sistem Pendukung E-Learning di Web. http://www.lipi.org/. 26 Februari 2006. 2. Jogiyanto H. M, Analisa dan Desain Sistem Informasi, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta, 2001 3. Multimethodology. http://en.wikipedia.org/wiki/Multimethodology. 16 September 2006 4. Sidik, Betha. 2004. Pemrograman Web Dengan PHP. Bandung: Informatika SQL.

5. Setiawan, Andi. 2004. Mudah Tepat Singkat Pemrograman HTML: Standarisasi, Konfigurasi, dan

Implementasi. Bandung: Yrama Widya

6. Riyanto, Geger. Teknologi Informasi, Inovasi Bagi Dunia Pendidikan.

http://www.ilmukomputer.com/2006/09/06/teknologi-informasi-inovasi-bagi-dunia-pendidikan/. 6 September 2006.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...