PERCOBAAN III
A. Judul : Penetapan Besi secara Spektrofotometri
B. Tujuan : dapat menetapkan kandungan besi dalam suatu sampel dengan teknik kurva kalibrasi biasa dan teknik standar adisi. C. Dasar Teori :
Besi merupakan salah satu elemen kimiawi yang banyak terdapat di perairan dan tanah. Besi di perairan terdapat sebagai Fe2+ dan Fe3+. Konsentrasi Fe3+ dapat ditentukan secara simultan dengan spektrofotometri tampak menggunakan o-fenantrolin sebagai agen pengompleks.
Analisis spektrofotometri campuran Fe3+ secara umum merupakan metode tidak langsung yang dilakukan secara bertahap. Orthfenantrolin (atau o-fenantrolin) sebagai agen pengompleks dapat berikatan dengan Fe3+ membentuk kompleks berwarna kuning besi(II)-1,10-fenantrolin [Fe(II)o-fenantrolin], senyawa ini memiliki warna sangat kuat dan kestabilan yang relative lama sehingga Fe3+ dalam campuran bisa ditentukan secara langsung sebagai senyawa kompleks dengan metode spektrofotometri. Pada pembentukan kompleks ini biasanya ditambahkan senyawa hidroksilamin hidroklorida sebagai reduktor yang akan mereduksi Fe3+ menjadi Fe2+.
Penentuan kompsosisi kompleks dan absorptivitas molar dilakukan pada panjang gelombang maksimum masing-masing kompleks. Pada panjang gelombang maksimum 510 nm, secara kuantitatif konsentrasi Fe3+ ditentukan menggunakan persamaan Lambert Beer. Konsentrasi Fe3+ sebagai kompleks o-fenantrolin secara simultan diukur menggunakan Spektofotometer Uv-Vis dalam suasana asam yaitu pada pH optimum sekitar 4-5, untuk pengaturan pH
ditambahkan senyawa natrium asetat. Disukai pada kondisi sedikit asam (3-4) untuk menghindari mengendapnya Fe3+ sebagai Fe(OH)3.
Metode yang sering digunakan dalam penentuan kadar suatu zat secara spektrofotometri adalah metode kurva kalibrasi dan metode adisi standar. Metode kurva kalibrasi menggunakan beberapa larutan standar untuk menentukan
yang sama dengan komposisi larutan sampel dan konsentrasi sampel berada diantara konsentrasi-konsentrasi larutan standar. Konsentrasi sampel dapat ditentukan dengan memasukkan nilai absorbansinya kedalam persamaan yang diperoleh dari kurva kalibrasi konsentrasi larutan standar versus absorbansi.
Pengukuran kadar besi mengunakan metode adisi standar dilakukan dengan menambahkan larutan standar kedalam larutan sampel, sehingga kadar besi dalam campuran adalah kadar besi dari sampel ditambah kadar besi dari larutan standar. Konsentrasi besi dapat ditentukan dengan megurangkan nilai interpolasi (nilai x jika y sama dengan nol) dikalikan faktor pengenceran dari kurva metode kurva kalibrasi dengan kurva metode adisi standar.
Reaksi:
4 Fe3+ + 2NH2OH.HCl 4Fe2+ + N2O + 4H+ +H2O
Larutan senyawa kompleks ini akan menyerap sinar pada panjanng gelombang kira-kira 500-525 nm.
D. Alat dan Bahan
Alat Bahan
Spektrofotometer Kuvet Feriklorida 10-3 M dalam 0.5 M HCl Peralatan gelas lainnya Natrium Asetat 2 M
Kertas pH 1,10-Phenantrolin 0.3%
Hidroksilamin Hidroklorida 10% (dibuat baru)
E. Cara Kerja
Cara Kurva Kalibrasi Biasa
Ditambah 0.5 ml larutan NH2OH.HCl 10%
Dibiarkan kurang lebih 1-2 menit
Ditambah 4 ml larutan 0.3% o-fenantrolin
Ditambah ± 10 tetes larutan Na-asetat
Diencerkan hingga 50 ml
Diukur absorbansinya pada 510 nm
Dibuat kurva kalibrasi
Diukur absorbansi larutan sampel
Dihitung konsentrasi larutan sampel
HASIL larutan blanko 2.5 ml larutan induk Fe 2 ml larutan induk Fe 1 ml larutan induk Fe 0.5 ml larutan induk Fe
Cara Adisi Standar
Ditambah 2.5 ml larutan sampel
Ditambah 0.5 ml larutan NH2OH.HCl 10%
Dibiarkan kurang lebih 1-2 menit
Ditambah 4 ml larutan 0.3% o-fenantrolin
Ditambah ± 10 tetes larutan Na-asetat
Diencerkan hingga 50 ml
Diukur absorbansinya pada 510 nm
Dibuat kurva kalibrasi
Diukur absorbansi larutan cuplikan
Dihitung konsentrasi larutan sampel HASIL larutan blanko 2.5 ml larutan induk Fe 2 ml larutan induk Fe 1 ml larutan induk Fe 0.5 ml larutan induk Fe
F. Data Pengamatan
1. Cara Kurva Kalibrasi No
.
Volume FeCl3 10-3 M (ml) Absorbansi (A) pada panjang gelombang 510 nm 1. 1.0 0.252 2. 2.0 0.540 3. 2.5 0.551 4. Sampel X 0.217 Keterangan Volume Sampel : 2.5 ml
Diencerkan hingga volume : 50 ml
2. Cara Adisi Keterangan
Volume sampel yang ditambahkan : 2.5 ml
Faktor pengenceran : 2.5 ml x 2 = 4050 ml No
.
Volume FeCl3 10-3 M (ml) Absorbansi (A) pada panjang gelombang 510 nm 1. 0.0 0.370 2. 0.5 0.386 3. 1.0 0.462 4. 2.0 0.592 5. 2.5 0.789 G. Analisis Data
1. Cara Kurva Kalibrasi Perhitungan: Volume FeCl3 10-3 M (ml) Konsentrasi pengenceran (ml) (M1.V1=M2.V2) Mol ( massaMr ) Massa ( n.Mr) Volume FeCl3 10-3 M (ppm) Absorbansi (A)
1.0 0.00002 0.000001 0.1625 3.25 0.252
2.0 0.00004 0.000002 0.325 6.5 0.54
2.5 0.00005 0.0000025 0.40625 8.125 0.551
Grafik Kurva Kalibrasi:
3 4 5 6 7 8 9 0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 f(x) = 0.07x + 0.06 R² = 0.91 Konsentrasi (ppm) Absorbansi (A)
Perhitungan konsentrasi sampel: y = 0.0652x + 0.059
x = 0.217−0.0590.0652 = 2.42 ppm
konsentrasi sampel dikali faktor pengenceran:
konsentrasi sampel = 2.42 x ( 2.5 x2) = 96.93 ppm50 2. Cara Adisi
Volume FeCl3 10-3 M (ml) konsentrasi pengenceran (ml) (M1.V1=M2.V2) mol ( massaMr ) massa ( n.Mr) Volume FeCl3 10-3 M (ppm) Absorbansi (A) 0 0 0 0 0 0.37 0.5 0.00001 0.0000005 0.08125 1.625 0.386 1 0.00002 0.000001 0.1625 3.25 0.462 2 0.00004 0.000002 0.325 6.5 0.592 2.5 0.00005 0.0000025 0.40625 8.125 0.789
Grafik Kurva Adisi Sebelum diregresi:
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 f(x) = 0.05x + 0.33 R² = 0.92 Konsentrasi (ppm) Absorbansi (A)
-8 -6 -4 -2 0 2 4 6 8 10 0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 Konsentrasi (ppm) Absorbansi (A)
Perhitungan konsentrasi sampel: y = 0.0496x + 0.3265
x = 0−0.32650.0496 = 6.58 ppm
konsentrasi sampel dikali faktor pengenceran:
konsentrasi sampel = 6.58 x ( 2.5 x2) = 263.31 ppm50
H. Pembahasan
Metode yang digunakan dalam penentuan kadar besi secara spektrofotometri adalah metode kurva kalibrasi dan metode adisi standar. Metode kurva kalibrasi menggunakan beberapa larutan standar untuk menentukan absortivitas molar. Larutan standar yang digunakan harus memiliki komposisi yang sama dengan komposisi larutan sampel dan konsentrasi sampel berada diantara konsentrasi-konsentrasi larutan standar. Konsentrasi sampel dapat ditentukan dengan memasukkan nilai absorbansinya kedalam persamaan yang diperoleh dari kurva kalibrasi konsentrasi larutan standar versus absorbansi.
Pengukuran kadar besi mengunakan metode adisi standar dilakukan dengan menambahkan larutan standar kedalam larutan sampel, sehingga kadar besi dalam campuran adalah kadar besi dari sampel ditambah kadar besi dari larutan standar. Konsentrasi besi dapat ditentukan dengan megurangkan nilai interpolasi (nilai x jika y sama dengan nol) dikalikan faktor pengenceran dari kurva metode kurva kalibrasi dengan kurva metode adisi standar.
Hasil analisis kadar besi menggunakan metode kurva kalibrasi dan metode adisi standar menunjukkan adanya perbedaan kadar besi yang cukup besar. Perbedaan ini dapat terjadi karena adanya zat pengganggu yang terdapat dalam sampel. Zat pengganggu tersebut dapat menurunkan atau meningkatkan absorbansi. Zat pengganggu yang terdapat dalam sampel yang dianalisis dalam percobaan ini diperkirakan berupa zat yang dapat meningkatkan nilai absorbansi. Artinya, zat tersebut memiliki absorbansi pada sekitar panjang gelombang 510 nm, sehingga absorbansi yang terukur bukan hanya berasal dari ion besi, tetapi juga dari ion pengganggu. Oleh karena itu, kadar besi hasil analisis menggunakan metode kurva kalibrasi lebih kecil daripada metode adisi standar.
Analisis menggunakan metode adisi standar memiliki tingkat ketelitian yang lebih tinggi daripada metode kurva kalibrasi. Pengaruh zat pengganggu dapat dihindari dalam metode adisi standar karena sampel dalam jumlah yang sama ditambahkan dalam zat standar, sehingga dalam setiap larutan terdapat zat pengganggu dalam jumlah yang sama. Apabila zat pengganggu itu memiliki efek meningkatkan absorbansi, maka absorbansi semua seri larutan akan meningkat. Berbeda dengan metode kurva kalibrasi, zat pengganggu hanya mempengaruhi absorbansi sampel, sementara zat standar tidak terpengaruh.
Perbedaan hasil yang cukup tinggi ini juga bisa terletak pada perhitungan yang kurang tepat.
Kandungan besi dalam sampel dengan menggunakan cara kurva kalibrasi sebesar 96.93 ppm, dan dengan cara adisi satndar sebesar 263.31 ppm.
J. Daftar Pustaka
Buku Petunjuk Pratikum Analisis Instrumentasi. Jurusan Kimia Malang. Universitas Negeri Malang.
https://core.ac.uk/download/files/379/11706722.pdf (online)/diakses tanggal 15 Februari 2016.
http://documents.tips/documents/laporan-penentuan-kadar-besi-secara-spektrofotometri.html (online)/diakses tanggal 15 Februari 2016.
http://konservasiborobudur.org/download/jurnal/2014/jurnal2/Perbandi ngan%20Metode%20Kalibrasi%20dan%20Adisi%20Standar%20untuk.pdf (online)/diakses tanggal 15 Februari 2016.
http://dokumen.tips/documents/menentukan-konsentrasi-sampel-dengan-cara-kurva-kalibrasi.html (online)/diakses tanggal 15 Februari 2016.