• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN PEMBELAJARAN IPA DI MADRASAH IBTIDAIYAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MANAJEMEN PEMBELAJARAN IPA DI MADRASAH IBTIDAIYAH"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

70

MANAJEMEN PEMBELAJARAN IPA DI MADRASAH

IBTIDAIYAH

Sri Enggar Kencana Dewi1, Effendi2

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nurul Huda,

Email: [email protected].,[email protected]

ABSTRAK

Latar belakang penelitian ini adalah adanya guru yang kurang mengetahui penyusunan dan pengembangan rancangan kegiatan pembelajaran, adapun sebagian guru menganggap rancangan kegiatan pembelajaran hanya sebagai bagian administrasi, lemahnya pelaksanaan proses pembelajaran, serta proses penilaian pembelajaran yang menekankan pada penguasaan konsep. Hal itu termasuk dalam manajemen pembelajaran, yang dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Maka untuk memperoleh data penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini yaitu menggunakan analisis model siklus interaktif Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, manajemen pembelajaran IPA di MIN Tempel Sleman meliputi perencanaan pembelajaran IPA dengan menyiapkan perangkat pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran yang meliputi menyiapkan prota, promes, silabus, dan RPP. Guru menyiapkan perangkat pembelajaran tersebut sebelum pembelajaran di madrasah aktif, sehingga pelaksanaan pembelajaran berjalan sesuai dengan rencana yang diinginkan. Pelaksanaan pembelajaran IPA terdiri dari memulai pembelajaran yang berkaitan tentang materi IPA, kemudian penyampaian materi IPA dengan menggunakan beberapa metode pembelajaran serta menggunakan model pembelajaran yang membuat siswa aktif serta dapat menumbuhkan sikap-sikap yang ada dalam pembelajaran IPA. Dan tahap terakhir yaitu penilaian pembelajaran IPA yang diterapkan dengan baik. Dalam pembelajaran IPA, penilaian yang digunakan guru yaitu dengan tugas, ulangan harian, ujian tengah semester dan ujian akhir semester.

Kata Kunci: Manajemen Pembelajaran, IPA,

I. PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan upaya membangun peradaban, sebagai suatu bentuk kegiatan kehidupan dalam masyarakat untuk mewujudkan manusia seutuhnya yang berlangsung sepanjang hayat. Menurut UUSPN No. 20 Tahun 2003, pendidikan dapat diungkapkan yaitu usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengenalan diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Permasalahan pendidikan di lapangan adalah masih adanya guru yang belum melaksanakan seperti apa yang diamanatkan oleh Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang

(2)

71

mengamanatkan bahwa setiap satuan pendidikan agar membuat rancangan pembelajaran sebagai produk pengembangan kurikulum. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan kepada guru kelas IV, V, dan VI di beberapa kabupaten menunjukkan bahwa banyak guru belum mengetahui bagaimana menyusun dan mengembangkan rancangan kegiatan pembelajaran. Sebagai guru menganggap rancangan kegiatan pembelajaran hanya sebagai bagian dari adminstrasi, sehingga hanya diperlukan ketika akan akreditasi sekolah atau untuk keperluan administrasi.

Tantangan dan perkembangan pendidikan dan pembelajaran di Indonesia adalah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) para guru dan professional sebagai guru. Karena pembelajaran selalu dipengaruhi oleh faktor SDM. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu siswa agar dapat belajar dengan lebih baik dan meningkat prestasi akademik maupun non akademiknya.

Berdasarkan kompetensi profesionalis-pedagogiknya, seorang pendidik dituntut untuk mampu mewujudkan proses pembelajaran yang efektif dan efisien, melalui pemahaman dan penguasaannya terhadap berbagai strategi dan model pembelajaran yang diaplikasikan dalam proses pembelajaran. Begitu juga model pembelajaran, yaitu kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar. Ilmu Pengetahuan Alam, yang sering disebut juga dengan istilah pendidikan sains, disingkat menjadi IPA. IPA merupakan salah satu mata pelajaran pokok dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, termasuk pada jenjang sekolah dasar. Mata pelajaran IPA merupakan mata pelajaran yang selama ini dianggap sulit oleh sebagian besar peserta didik, mulai dari jenjang sekolah dasar sampai sekolah menengah.

Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tempel merupakan lembaga pendidikan dasar yang berada dalam naungan Kementrian Keagamaan serta yang telah dinegerikan oleh pemerintah. Kurikulum yang diterapkan di lembaga ini yaitu kurikulum 2006 dan kurikulum 2013. Pada kurikulum 2006/ KTSP ini masih diterapkan untuk kelas III dan kelas VI, sedangkan kurikulum 2013 diterapkan pada kelas 1, II, IV dan V. Jadi dalam pembelajaran IPA untuk kurikulum 2006 yang dilaksanakan di sana diampu dengan guru bidang studi yakni khusus mengajarkan IPA.

Dengan demikian penelitian ini yang berjudul “Manajemen Pembelajaran IPA di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tempel Sleman Yogyakarta”, adapun rumusan masalah:

(3)

72

Bagaimanakah manajemen pembelajaran IPA yang dilaksanakan di Madarasah Ibtidaiyah Negeri Tempel Yogyakarta?. Kemudian tujuan penelitiannya antara lain: Untuk mengetahui dan menggali lebih dalam tentang manajemen pembelajaran yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.

II. LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Manajemen Pembelajaran

Manajemen pembelajaran terdiri dari dua kata, yaitu manajemen dan pembelajaran. Kata manajemen juga berasal dari Bahasa Latin, yaitu dari asal kata manus yang berarti tangan dan agree yang berarti melakukan. Kata-kata itu digabung menjadi kata kerja

manager yang artinya menangani. Managere diterjemahkan kedalam Bahasa Inggris

dalam bentuk kata kerja to manage, dengan kata benda management dan manager untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen. Akhirnya, management diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi manajemen atau pengelolaan. Selain itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, manajemen adalah proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran.

Menurut Mary Parker Follet menyatakan bahwa manajemen adalah the art of

getting things done through people, yaitu sebagai suatu seni untuk mendapatkan segala

sesuatu dilakukan melalui orang lain. Manajemen ini sebagai suatu sistem yang setiap komponennya menampilkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan.

Adapun menurut istilah (terminologi) terdapat banyak pendapat mengenai pengertian manajemen salah satunya menurut George R. Terry Manajemen adalah suatu proses khas yang terdiri atas tindakan-tindakan perncanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian untuk menentukan serta mencapai tujuan melalui pemanfaatan SDM dan sumber daya lainnya.

Secara umum manajemen adalah kemampuan mengarahkan dan mencapai hasil yang diinginkan dengan tujuan dari usaha-usaha manusia dan sumber daya lainnya. Namun dalam perspektif yang lebih luas, manajemen adalah suatu proses pengaturan dan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki organisasi melalui kerjasama para anggota untuk mencapai tujuan organisasi secara aktif dan efisien.

Selanjutnya, mengenai pembelajaran berasal dari kata “instruction” yang berarti “pengajaran”. Pembelajaran pada hakikatnya adalah suatu proses interaksi antara anak dengan anak, anak dengan sumber belajar, dan anak dengan pendidik.

(4)

73

Menurut Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem pendidikan. Pembelajaran adalah proses interaktif peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran juga termasuk penguasaan atau pemerolehan pengetahuan tentang suatu objek atau sebuah keterampilan dengan belajar, penagalaman atau intruksi.

Menurut Sue dan Glover bahwa manajemen pembelajaran adalah proses menolong murid untuk mencapai pengetahuan, keterampilan, kemampuan dan pemahaman terhadap dunia sekitar mereka. Dalam hal manajemen pembalajaran, berarti dikaji konsep strategi pembelajaran, dan gaya mengajar guru akan menentukan keberhasilan dalam mencapai tujuan pengajaran. Manfaat manajemen pembelajaran adalah sebagai aktivitas professional dalam menggunakan dan memelihara satuan program pengajaran yang dilaksanakan.

Dari beberapa pengertian diatas dapat dikatakan bahwa manajemen pembelajaran merupakan usaha untuk mengelola pembelajaran yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran serta pengawasan guna mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efesien.

2.2. Tahap-Tahap Manajemen Pembelajaran 1. Perencanaan Pembelajaran

Perancanaan adalah menentukan sebelumnya apa yang harus dibuat di awal atau sebelum melakukan apa yang akan dilakukan. Sehingga perencanaan pembelajaran ini dibuat agar dalam pelaksanaan pembelajaran maupun evaluasinya berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai secara efektif dan efisien, meliputi Menentukan Alokasi Waktu dan Minggu Efektif, Menyusun Program Tahunan (Prota), Menyusun Program Semester (Promes), Menyususn Silabus Pembelajaran, dan Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

2. Pelaksanaan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran merupakan proses berlangsungnya belajar mengajar di kelas yang merupakan inti dari kegiatan di sekolah. Jadi pelaksanaan pengajaran adalah interaksi guru dengan murid dalam rangka menyampaikan bahan pelajaran kepada siswa dan untuk mencapai tujuan pengajaran. Oleh karena itu dalam hal pelaksanaan pembelajaran mencakup dua hal yaitu, pengelolaan kelas dan peserta didik serta pengelolaan guru. Sehingga dalam pelaksanaan pembelajarana tersebut dapat dilihat dalam proses pembelajaran

(5)

74

yaitu sebgai berikut: memulai pembelajaran, penyampaian materi, pengelolaan kelas dan peserta didik, metode pembelajaran, alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran, dan kegungguhan guru dalam menyampaikan pembelajaran.

3. Evaluasi Pembelajaran atau Penilaian, meliputi Evaluasi Formatif dan Evaluasi Sumatif

III. MANAJEMEN PEMBELAJARAN MODERN

Untuk dapat mendefinisikan manajemen pembelajaran modern ini yakni dengan memaparkan terlebih dahulu tentang beberapa model pembelajaran. Dari beberapa model itu yang muncul atau yang sering digunakan, maka diharapkan dapat memberikan gambaran tentang manajemen pembelajaran. Adapun beberapa model pembelajaran sebagai berikut:

1. Pembelajaran Aktif

Pembelajaran aktif secara sederhana didefinisikan sebagai metode pengajaran yang melibatkan siswa secara akif dalam proses pembelajaran. pembelajaran aktif mengkondisikan agar sisiwa selalu melakukan pengelaman belajar yang bermakna dan senantiasa berfikir tentang apa yang dapat dilakukannya selama pembelajaran. pembelajaran aktif melibatkan siswa untuk melakukan sesuatu dan berpikir tentang sesuatu yang sedang dilakukannya.

2. Pembelajaran Tematik

Model pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema-tema tertentu. Selain itu, ialah model pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran, sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna pada siswa. Misalnya, tema air dapat ditinjau dari mata pelajaran IPA, IPS, PAI, bahasa Indonesia dan pendidikan kewarganegaraan. Melalui pembelajaran tematik, siswa dapat memperoleh pengalaman langsung, sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan dan menerapkan konsep yang telah dipelajarinya. Dengan demikian, siswa terlatih untuk menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari secara menyeluruh (holistik), bermakna, autentik dan aktif.

3. Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan

Model PAKEM merupakan singkatan dari pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. PAKEM merupakan model pembelajaran yang menciptakan variasi kondisi eksternal dan internal dengan melibatkan siswa

(6)

75

secara aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna.

4. Pembelajaran Berbasis Masalah

Model pembelajaran berbasis masalah merupakan model pembelajaran yang mengarahkan pada pemahaman konsep dan prinsip dari suatu materi yang dimulai dari bekerja dan belajar terhadap situasi atau masalah yang diberikan melalui investigasi, inquiry, dan pemecahan masalah. Siswa membangun konsep atau prinsip dengan kemampuannya sendiri yang mengintegrasikan keterampilan dan pengetahuan yang sudah dipahami sebelumnya.

5. Pembelajaran Kooperatif (cooperative learning)

Model pembelajaran ini bertitik tolak dari teori kontruktivisme. Pada dasarnya, pendekatan teori kontruktivisme dalam belajar adalah suatu pendekatan dimana siswa harus secara individual menemukan dan mentransformasikan informasi yang kompleks, memeriksa informasi dengan aturan yang ada, dan merevisinya bila perlu. Menurut Slavin, pembelajaran kooperatif menggalakkan siswa untuk berinteraksi secara aktif dan positif di dalam kelompok. Ini artinya, siswa boleh bertukar ide dan memeriksa ide sendiri dalam suasana yang tidak terancam, sesuai dengan filsafat kontruktivisme. Dengan demikian, pembelajaran hendaknya dapat mengoptimalkan dan membangkitkan potensi siswa, menumbuhkan aktivitas serta daya cipta (kreativitas), sehingga akan menjamin terjadinya dinamika dalam proses pembelajaran.

IV. ILMU PENGETAHUAN ALAM

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berasal dari bahasa Inggris ‘science’. Kata ‘science’ sendiri berasal dari kata dalam Bahasa Latin ‘scientia’ yang berarti saya tahu. Ada yang mendefinisikan bahwa “IPA merupakan ilmu yang sistematis dan dirumuskan, yang berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan dan didasarkan terutama atas pengamatan dan induksi” Sedangkan Noker di dalam bukunya “Science in Education” menyatakan bahwa IPA adalah pengetahuan teoritis yang diperoleh dengan metode khusus.

Menurut H.W Fowler, IPA adalah pengetahuan yang sistematis dan dirumuskan, yang berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan dan didasarkan terutama atas pengamatan dan deduksi. Adapun Wahyana mengatakan bahwa IPA adalah suatu kumpulan pengetahuan tersusun secara sistematik, dan dalam penggunaannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam. Perkembangannya tidak hanya ditandai oleh adanya kumpulan fakta, tetapi oleh adanya metode ilmiah dan sikap ilmiah.

(7)

76

Pada hakikatnya IPA dibangun atas dasar produk ilmiah dan sikap ilmiah. Selain itu, IPA dipandang pula sebagai proses, sebagai produk, dan sebagai prosedur. Sebagai proses diartikan semua kegiatan ilmiah untuk menyempurnakan pengetahuan tentang alam maupun untuk menemukan pengetahuan baru. Sebagai produk diartikan sebagai hasil proses, berupa berupa pengetahuan yang diajarkan dalam sekolah atau luar sekolah ataupun bahan bacaan untuk penyebaran atau disiminasi pengetahuan. Sebagau prosedur dimaksudkan adalah metodologi atau cara yang dipakai untuk mengetahui sesuatu (riset pada umumnya) yang lazim disebut metode ilmiah (scientific method).

V. METODE PENELITIAN

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif adalah penelitian lapangan, menghasilkan gambaran yang terorganisir dengan baik dan lengkap mengenai unit sosial tersebut. Menurut sumbernya, data penelitian digolongkan menjadi dua macam, yaitu: Sumber data primer adalah sumber data yang langsung dari subjek penelitian dengan menggunakan alat pengukur atau alat pengambilan data langsung (melalui wawancara dan observasi). Sedangkan sumber data sekunder adalah data yang diperoleh lewat pihak lain, yaitu melalui orang lain, arsip, dokumen-dokumen data dan lainnya, yang diantaranya yaitu berupa profil madrasah, keadaan pendidik (guru), dan peserta didik (siswa) dan keadaan sarana prasarana di MIN Tempel Sleman Yogyakarta.

Untuk mendapatkan data-data yang diperlukan, peneliti menggunakan beberapa pengumpulan data, adapun pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain, yaitu Metode Observasi (Pengamatan) dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh gambaran secara umum kondisi MIN Tempel serta untuk mengetahui kegiatan pembelajaran yang terkait pada manajemen pembelajaran IPA kedua lembaga tersebut. Metode Wawancara (Interview) dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana guru dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran IPA di MIN Tempel. Dalam hal ini responden yang dipilih adalah guru bidang studi IPA atau guru (wali kelas) yang mengajar bidang studi IPA. Metode Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data tentang pemetaan kompetensi dasar mata pelajaran IPA, pengembangan silabus, pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), penetapan jadwal dalam pembelajaran IPA, implementasi pembelajaran dan evaluasi mata pelajaran IPA di MIN Tempel Sleman.

Penelitian ini menggunakan analisis model siklus interaktif sebagaimana dikemukakan oleh Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, display dan verifikasi data.

(8)

77

Penelitian ini menggunakan triangulasi dalam menguji keabsahan datanya. Triangulasi dalam kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu. Dengan demikian terdapat triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data dan waktu.

VI. PEMBAHASAN

Agar mudah dalam mendiskripsikan pembahasan mengenai manajemen pembelajaran IPA di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tempel Sleman, maka akan dibagi menjadi sebagai berikut:

1. Perencanaan Pembelajaran

Perencanaan merupakan bagian penting yang harus diperhatikan dalam implementasi KTSP yang akan menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan dan menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan dan menentukan kualitas pendidikan serta kualitas sumber daya manusia (SDM), baik di masa sekarang maupun masa depan. Proses perencanaan pembelajaran menuntut guru harus mempersiapkan program semester, silabus, sumber dan alat pembelajaran, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), rencana pengelolaan kelas. Adapun persiapan yang dilaksanakan guru menurut wawancara dan observasi peneliti adalah sebagai berikut:

a. Program Semester

Berdasarkan hasil penelitian di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tempel, maka di dapat dideskrifsikan bahawa guru diharuskan menyusun program semester untuk mengalokasikan waktu penyampaian kompetensi dasar yang tersedia secara teratur, serta diminta menyusun program semester disaat pembelajaran di madrasah belum aktif atau sebelum masuk madrasah sehingga guru diberi waktu oleh kepala madrasah untuk menyelesaikan program semester tersebut. Program semester ini akan di alokasikan waktunya setelah perhitungan minggu efektif dari kalender pendidikan yang dibuat dari sekolah setelah disinkronkan dari diknas dan KEMENAG. Jadi, dengan adanya program semester tersebut maka pelaksanaan pembelajaran IPA selama 1 semester ini akan terlaksanan dengan baik, efektif dan efisien sesuai dengan keinginan yang telah di alokasikan waktunya. Alokasi waktu ini dibuat serta dihitung sesuai dengan materi yang akan disampaikan.

(9)

78 b. Silabus

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tempel berkaitan dengan perencanaan pembelajaran yaitu silabus. Berdasarkan analisis silabus IPA untuk kurikulum 2013 bahwa dalam silabus ini telah dibuat untuk memenuhi kebutuhan siswa yang belum ada di dalam silabus sebelumnya dengan kurikulum sebelumnya. Seperti yang telah disebutkan dalam Kompetensi Inti (KI) yang meliputi aspek spiritual, aspek sosial, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan. Kurikulum 2013 ini merupakan pengembangan kurikulum sebelumnya. Sebagaimana telah diketahui bahwa kurikulum 2013 ini berupaya untuk memadukan antara kemampuan sikap, keterampilan dan pengetahuan. Hanya saja dalam kurikulum ini, sikap dan keterampilan lebih diprioritaskan utama dibandingkan pengetahuan.

c. Rencana Pembelajaran

Setiap awal semester Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tempel memberikan waktu untuk membuat perencanaan yang tahapannya meliputi: membuat silabus, memetakan standar kompetensi, membuat program semester, dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Hal ini sesuai dengan hakikat pembelajaran IPA yang memuat beberapa dimensi yaitu produk, proses dan sikap, yang seperti para ilmuwan-ilmuwan miliki, sehingga siswa dibekali kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh para ilmuwan tersebut dengan melalui pembelajaran IPA.

d. Sumber dan Alat Pembelajaran

Guru dalam mempersiapkan sumber pembelajaran dengan mengacu pada buku LKS dan buku paket yang telah ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tempel pada mata pelajaran IPA serta menggunakan sumber-sumber pembelajaran lainnya yang guru harus mencari sendiri. Dalam pembelajaran, alat pembelajaran yang ada yakni LCD dan laptop yang bisa digunakan dalam pembelajaran. Guru juga menggunakan alat pembelajaran yang ada di madrasah dan sekitarnya seperti spidol, papantulis, penghapus, serta gambar-gambar yang disediakan dan benda-benda sekitar yang mendukung pembelajaran IPA tersebut. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tempel, dapat dideskripsikan bahwa guru juga meminta siswa untuk menyiapkan

(10)

79

peralatan tersendiri jika akan melakukan percobaan di kelas. Misalnya yang telah dilakukan yaitu dengan melakukan percobaan perubahan wujud zat. alat yang akan dibawa sebagai berikut lilin, korek api, sendok, lap tangan, gelas beserta tutupnya dan piring kecil.

2. Pelaksanaan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran ini merupakan tahapan selanjutnya setelah melakukan perencanaan pembelajaran. Berikut ini adalah aktifitas pembelajaran IPA yang dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tempel berdasarkan observasi peneliti, yaitu:

1) Pelaksanaan Pembelajaran di kelas IV

Berikut ini adalah aktifitas pembelajaran IPA yang dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tempel berdasarkan observasi peneliti, yaitu:

a) Memulai pembelajaran

Guru dalam memulai pembelajaran dengan mengucapkan salam karena semua siswa beragama Islam. Guru memastikan siswanya untuk menjawab salamnya, jika belum ada yang menjawab dan bersamaan maka guru akan mengulang kembali pengucapan salamnya. Sebelum membahas materi tersebut, guru mengajak siswa untuk bernyayi tentang materi yang akan dipelajari, dengan lagu “Paman Datang” yang liriknya diganti tentang Indra Pendengar (materi yang akan dibahas).

Jadi berdasarkan penjelasan di atas bahwa dalam melakukan apersepsi atau sebelum memulai pembelajaran guru sangat bervariatif dalam melaksanakannya, yaitu dengan tepuk atau bernyanyi bersama siswa yang terkait materi yang akan dilaksanakan, dengan demikian akan menumbuhkan semangat siswa sebelum memulai pembelajaran.

b) Penyampaian Materi Pembelajaran.

Penyampaian materi pembelajaran guru juga sangat bervariasi caranya. Oleh karena itu, guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tempel menyampaikan materi pembelajarannya dengan cara menjelaskan materi dengan jelas dengan mengajak siswa untuk aktif dalam menjelaskan pelajaran, yakni dengan memberikan pertanyaan

(11)

80

kepada siswa pada saat memberikan penjelasan, memberitahukan kepada siswa juga bahwa siswa diperbolehkan untuk mengajukan pertanyaan kepada guru yang sedang menjelaskan materi pelajaran, serta guru juga langsung menjawab tanpa menyelesaikan terlebih dahulu penjelasan materi pelajaran tersebut.

Guru menjelaskan materi yang akan dibahas pada hari itu, guru menjelaskan materi dengan menggunakan alat bantu pembelajaran yang modern yaitu menggunakan LCD. Materi yang di bahas yaitu tentang indera pendengar (Telinga), materi yang berkaitan tentang telinga dan bagian-bagian serta fungsinya. setelah selesai menjelaskannya, kemudian guru memutar sebuah vidio yang berkaitan tentang telinga yang berfungsi dengan baik. Guru juga mengaitkan materi yang dibahas dengan penciptaan Allah yang luar biasa, serta mengingatkan untuk selalu bersyukur kepada Allah.

c) Pengelolaan Kelas

Konsep pengelolaan kelas Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tempel menerapkan pengaturan tempat duduk yang memperhatikan siswa yang aktif menyebabkan ribut atau yang lainnya, kemudian pada kelas ini guru menyusun tempat duduk siswa yang langsung berposisi berkelompok, serta banyak pajangan karya siswa di dalam kelas.

d) Penggunaan Sumber dan Alat Pembelajaran

Sumber pembelajaran IPA di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tempel adalah dengan buku paket pegangan guru dan siswa, LKS, dan buku-buku yang relevan yang terkait dalam materi yang akan disampaikan. Alat pembelajaran yang disediakan oleh madrasah seperti papan tulis, spidol, penghapus, LCD dan peralatan yang lain itu yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan materi pembelajaran. Selain itu guru juga membawakan alat pembelajaran jika di sekolah tidak memfasilitasi, misalnya laptop. kemudian guru juga menyediakan sendiri berupa kertas yang telah ada gambar tentang materi yang disampaikan yaitu gambar telinga,

(12)

81

serta kertas yang bertulisan nama bagian telinga, lem pelekat, gunting dan lain-lain.

e) Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran yang digunakan pada pelajaran IPA di kelas ini tidak hanya satu metode pembelajaran saja yang dipakai dalam menyampaikan pembelajaran. Metode yang dipakai dalam menyampaikan materi disesuaikan dengan materi yang akan dibahas. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi pelajaran yaitu meliputi ceramah, tanya jawab, penugasan, pengamatan, diskusi dan demonstrasi. Sedangkan jika dilihat dari proses penggunaannya, metode pembelajaran ini dikombinasikan dengan pelaksanaan pembelajaran yang di dalam kelas.

Setelah guru menjelaskan materi dengan mengikut sertakan siswa dengan tanya jawab terkait materi yang dipelajarinya. Kemudian guru memberikan yang berisikan hal-hal yang akan didiskusikan dengan kelompok yang telah ditata dari sebelumnya. Guru meminta siswa berdiskusi dengan teman kelompoknya agar mereka dapat saling bekerja sama dengan teman-teman sekelompoknya. Siswa diminta untuk mengerjakan atau melaksanakan diskusi untuk menyelesaikan hal yang ada pada kertas yang telah dibagikan oleh guru.

Selain itu, guru memilih metode-metode tersebut karena agar siswa melakukan pengamatan sendiri serta menumbuhkan dan mengembangkan dimensi yang ada dalam pembelajaran IPA, agar siswa memiliki bekal kemampuan-kemampuan seperti para ilmuwan sehingga siswa dapat memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan.

f) Mengakhiri Pembelajaran

Guru melakukan refleksi dengan memberikan kertas dengan 3 warna, kemudian diminta untuk menuliskan hal yang belum difahami (kertas kuning), hal yang ingin diketahui lebih jauh (kerta biru), dan jika pembelajaran menyenangkan (kertas merah).

(13)

82

2) Pelaksanaan Pembelajaran di Kelas V

Berikut ini adalah aktifitas pembelajaran IPA yang dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Yogyakarta II berdasarkan observasi peneliti, yaitu:

a) Memulai Pembelajaran

Guru dalam memulai pembelajaran dengan mengucapkan salam, kemudian sebelum guru memulai pembelajaran guru mengajak siswa untuk bernyayi bersama, judul lagu yang dinyayikan yaitu “Hari Kemerdekaan”. Setelah itu guru melakukan apersepsi terlebih dahulu sebelum memulai pembelajaran yaitu seperti mengulang pembelajaran sesudahnya dengan mengajukan pertanyaan kepada siswa tentang materi yang telah dibahas pada pertemuan sesudahnya, seperti “siapa yang masih ingat kemaren

kita membahas tentang apa?”.

b) Penyampaian Materi Pembelajaran

Berdasarkan hasil observasi, bahwa guru menjelaskan materi dengan menggunakan slide di laptop dengan LCD di kelas, slidenya disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan, agar penyampaian materi tersebut dapat menarik siswa dan belajar tidak menimbulkan rasa bosan pada siswa maka guru juga menyertakan gambar di dalam slide tersebut.

Jadi, beberapa uraian di atas bahwa penyampaian materi pembelajaran IPA ini sama dengan guru-guru yang lain, dalam melakukan penyampaian materi pembelajaran yang bervariasi karena guru juga menghindari kebosanan yang akan dihadapi oleh siswa dalam proses pembelajaran tersebut. Pembelajaran IPA ini, guru mengajak siswa untuk melakukan pengamatan dengan tujuan untuk memberikan peluang kepada siswa untuk terus mengambangkan potensi diri secara optimal, baik dari sisi kognitif, afektif dan psikomotor. Pembelajaran IPA bukan menjadikan ilmuan, tetapi setidaknya untuk membekali siswa dengan kemampuan-kemampuan untuk memecahkan masalah untuk menghadapi kehidupannya.

(14)

83

Pengelolaan kelas seperti tempat duduk siswa juga menuntut guru mengaturnya secara variatif, guru biasa mengatur tempat duduk siswa perkelompok. Tetap berbaris bangkunya kelompoknya yang ada dibelakangnya, sehingga tidak terlalu banyak memakan waktu jika akan mengatur kelompok dan mengatur kembali ke tempat semula.

d) Penggunaan Sumber dan Alat Pembelajaran

Sumber pembelajaran IPA ini adalah dengan buku pegangan guru dan siswa, LKS, dan buku-buku lain yang relevann, serta alam sekitar yang berkaitan dengan materi IPA. Alat pembelajaran yang disediakan oleh madrasah seperti papan tulis, spidol dan peralatan yang lain itu yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan materi pembelajaran. Selain itu guru juga membawakan alat pembelajaran jika di sekolah tidak memfasilitasi, bahkan ketika siswa tidak mampu untuk memiliki alat pembelajaran tersebut, misalnya akan melakukan praktek atau percobaan di kelas secara kelompok maka setiap kelompok diminta untuk membawa peralatan yang akan dibutuhkan dalam percobaan atau praktek. e) Penggunaan Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran yang digunakan pada pelajaran IPA di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tempel ini tidak hanya satu metode pembelajaran saja yang dipakai dalam menyampaikan pembelajaran. Metode yang dipakai dalam menyampaikan materi disesuaikan dengan materi yang akan dibahas. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi pelajaran yaitu meliputi ceramah, tanya jawab, penugasan, demonstrasi, presentasi, dan pengamatan. Dalam penggunaannya metode pembelajaran ini dikombinasikan dengan pelaksanaan pembelajaran yang di dalam kelas.

Jadi, berdasarkan uraian penjelasan yang terkait pelaksanaan pembelajaraan IPA di atas bahwa guru menggunakan sumber dan alat pembelajaran yang selain buku paket juga buku-buku lain yang relevan dengan pembelajaran IPA, serta alat pembelajaran yang digunakan sesuai dengan kebutuhan dalam penyampaian materi, kemudian juga

(15)

84

jika alat pembelajaran terkait tentang alam sekitar maka guru mengajak siswa untuk belajar diluar kelas. Hal ini terkait tentang dimensi yang dimiliki oleh pembelajaran IPA yaitu produk.

Pembelajaran IPA ini guru selalu melakukan pembelajaran praktek langsung dengan berkelompok sehingga siswa dapat melakukan diskusi terkait yang dipraktekkan langsung. sehingga akan dapat menumbuhkan keterampilan proses dan sikap ilmiah dalam diri siswa, dalam sikap ilmiah tersebut ada 9 aspek yang harus dimiliki oleh siswa bisa didapat dari diskusi tersebut, seperti dimensi yang ada dalam pembelajaran IPA yaitu proses dan sikap ilmiah.

a. Penilaian Pembelajaran

Penilaian pembelajaran merupakan unsur penting yang dilakukan guna mengetahui keberhasilan siswa dalam pembelajaran materi dan evaluasi bagi guru dalam mengajar. Penilaian yang dilakukan oleh guru IPA di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tempel ini yaitu meliputi PR/Tugas, ulangan harian, UTS dan UAS/UKK.

Berdasarkan uraian yang dijelaskan oleh para guru IPA di madrasah tersebut yakni guru telah melakukan tugasnya dengan baik dengan adanya penilaian ini, maka guru akan mengetahui sejauh mana siswa dapat mengikuti pembelajaran yang telah dilakukan dan faham dengan penyampaian materi yang guru sampaikan.

Jadi, berdasarkan uraian di atas tentang manajemen pembelajaran IPA pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tempel Sleman bahwa telah cukup baik dari persiapan pembelajaran, bahkan telah dirancang dari sebelum pembelajaran di madrasah aktif, kemudian pelaksanaan pembelajaran IPA dengan melakukan praktek atau percobaan langsung siswa yang melaksanakannya.

VII. PENUTUP

Berdasarkan uraian dan penjelasan tentang hasil penelitian yang dilakukan, maka peneliti dapat memberikan beberapa kesimpulan bahwa: Manajemen pembelajaran IPA yang dilaksanakan di MIN Tempel antara lain dalam merencanakan pembelajaran IPA ada beberapa yang dipersiapkan yaitu program semester, silabus, RPP, sumber dan alat pembelajaran, dan pengelolaan kelas. Perencanaan pembelajaran ini disiapkan pada saat belum belajar mengajar di madrasah aktif. Pelaksanaan pembelajaran IPA di MIN Tempel

(16)

85

telah lebih bervariasi dan inovatif yaitu dengan kegiatan awal pembelajaran, penyampaian materi dengan menggunakan berbagai metode yang dikolaborasikan serta model pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran IPA dan menggunakan media pembelajaran yang dapat disesuaikan dalam pembelajaran IPA agar berjalan sesuai dengan yang diinginkan dan kegiatan akhir pembelajaran. Kemudian penilaian yang dilaksanakan berupa ulangan harian, tugas/PR, UTS, dan UAS/UKK. Guru melaksanakan tindak lanjut yang meliputi remidial dan pengayaan.

DAFTAR PUSTAKA

Fatonah, Siti dan Zuhdan K. Prasetyo. 2014. Pembelajaran Sains. Yogyakarta: Ombak.

Syaifurahman dan Tri Ujianti. 2013. Manajemen Dalam Pembelajaran. Jakarta: Indeks.

Mufarokah, Anissatul. 2013. Strategi dan Model-Model Pembelajaran. Tulung Agung: STAIN Tulungagung Press.

Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana.

Usman, Husaini. 2008. Manajemen Teori Praktek dan Riset Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara, 2008.

Suharso dan Ana Retnoningsih. 2011. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Semarang: Widya Karya.

Hasibuan, Malayu S.P.. 2007. Manajemen; Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Syaifuddin. 2015. Manajemen Lembaga Pendidikan Islam. Jakarta: Ciputat Press.

Mansur, Muslich. 2007. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Konstekstual. Jakarta: Bumi Aksara.

Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

Fattah, Nanang. 2013. Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Warsono dan Hariyanto. 2013. Pembelajaran Aktif Teori dan Asesmen. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset.

Prastowo, Andi. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Tematik Panduan Lengkap Aplikatif. Yogyakarta: Diva Press.

(17)

86

Aly, Abdullah dan Eny Rahma. 2011. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.

Azwar, Syarifuddin. 1999. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Pustaka.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.

Mulyasa. 2008. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kemandirian Guru

dan Kepala Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.

Wawancara dengan Ali Shofa selaku kepala MIN Tempel Sleman Yogyakarta, tanggal 26 Maret 2016.

Wawancara dengan Erni Yulianti selaku guru kelas IV yang mengajar pelajaran IPA, tanggal 19 Februari 2016.

Wawancara dengan Tri Suhartiningsih selaku guru kelas V yang mengajar pelajaran IPA, tanggal 19 Februari 2016.

Wawancara dengan Ummu Aiman selaku guru kelas IV yang mengajar pelajaran IPA, tanggal 27 Juli 2016.

Wawancara dengan Isti Asfiah selaku guru kela V yang mengajarkan pelajaran IPA, tanggal 27 Juli 2016.

Referensi

Dokumen terkait

Toksin yang bertanggung jawab atas komplikasi utama dari miokarditis dan neuritis dan juga dapat menyebabkan rendahnya jumlah trombosit (trombositopenia) dan protein dalam

mengakibatkan unculnya banyaknya kesalahn atau kondisi atau kesalahan seseorang. 2) Jadwal Kerja Atau Jam Kerja. Jumlah waktu untuk melakukan kerja berkontribusi terhadap

SASARAN PERUBAHAN PARADIGMA SEHAT (2).. PENGUATAN PELAYANAN KESEHATAN a) Pemenuhan tenaga b) Peningk sarana pelayanan primer c) Pemenuhan prasarana pendukung d) Inovasi

Atas dasar hal-hal tersebut maka perancangan branding untuk wisata pemandian air panas Padusan Pacet ini perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan brand awareness,

dengan kedudukannya dalam struktur kelompok tersebut; (4) pembinaan dan pemeliharaan kelompok, yaitu usaha untuk menjaga kehidupan kelompok; (5) kesatuan/kekompakan kelompok,

Hasil penelitian dan analisis terhadap beberapa parameter yang dijadikan acuan dalam menentukan potensi shale gas di Cekungan barito maka dapat diketahui bahwa

Oleh sebab itu dalam penelitian ini akan dibuat suatu miniatur rumah kaca yang dapat mengoptimalkan kebutuhan intensitas cahaya di dalam rumah kaca dengan

Program ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas rehabilitasi & Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas LLAJ yang difokuskan pada peningkatan jumlah penumpang