• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyelidikan Terpadu, Geologi, Geokimia dan Geofisika Daerah Panas Bumi Bukit Kili, Solok-Sumbar: Potensi, Pemanfaatan dan Kendalanya.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penyelidikan Terpadu, Geologi, Geokimia dan Geofisika Daerah Panas Bumi Bukit Kili, Solok-Sumbar: Potensi, Pemanfaatan dan Kendalanya."

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 3  Struktur geologi daerah Bukit Kili                    diinterpretasi dari foto udara
Gambar 4b Diagram segitiga kandungan relatif                    Cl,Li,B
Gambar 9  Peta sama tahanan jenis AB/2 1000 m
Gambar 13  Model tentatif geohidrologi panas

Referensi

Dokumen terkait

Merupakan produk kontak antara fluida asam yang berhubungan dengan sistem panas bumi dengan batuan sedimen, yang sehingga terjadi netralisasi membentuk mata air panas Cikawah

panas Padusan, Coban dan Cangar serta alterasi di Gunung Pundak dengan jarak yang cukup jauh dan muncul di bagian lereng Gunung Arjuno-Welirang, diperkirakan merupakan zona outflow

Pembentukan sistem panas bumi di daerah Bora diperkirakan berkaitan erat dengan aktivitas tektonik yang menyebabkan terbentuknya zona depresi Bora dan memicu terjadinya

Manifestasi panas bumi yang muncul berupa fumarol, mata air panas, dan batuan ubahan di daerah Candradimuka (lereng selatan Gunung Lawu) dengan temperatur antara 93 - 94 0 C,

batupasir gampingan, satuan batugamping rijangan, satuan batugamping, satuan kolovium dan endapan alluvium. Penyebaran satuan batuan dapat dilihat pada gambar 2. Geologi Wae

Daerah Lejja tersusun oleh empat satuan batuan yaitu; satuan batuan sedimen berupa batu pasir tufaan dan batupasir coklat kehitaman, satuan lava andesit, satuan

Luas daerah prospek di asumsikan dari kompilasi survai geologi, geokimia dan geofisika, yang terletak diantara sesar Tinggi Raja, Partulatula, Balakbak dan Bahbotala, seluas ±

Morfologi daerah penyelidikan terdiri dari perbukitan bergelombang, perbukitan kubah lava dan pedataran, dimana pembentukan bentang alam ini dikontrol oleh litologi