Penyelidikan Terpadu, Geologi, Geokimia dan Geofisika Daerah Panas Bumi Bukit Kili, Solok-Sumbar: Potensi, Pemanfaatan dan Kendalanya.
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Merupakan produk kontak antara fluida asam yang berhubungan dengan sistem panas bumi dengan batuan sedimen, yang sehingga terjadi netralisasi membentuk mata air panas Cikawah
panas Padusan, Coban dan Cangar serta alterasi di Gunung Pundak dengan jarak yang cukup jauh dan muncul di bagian lereng Gunung Arjuno-Welirang, diperkirakan merupakan zona outflow
Pembentukan sistem panas bumi di daerah Bora diperkirakan berkaitan erat dengan aktivitas tektonik yang menyebabkan terbentuknya zona depresi Bora dan memicu terjadinya
Manifestasi panas bumi yang muncul berupa fumarol, mata air panas, dan batuan ubahan di daerah Candradimuka (lereng selatan Gunung Lawu) dengan temperatur antara 93 - 94 0 C,
batupasir gampingan, satuan batugamping rijangan, satuan batugamping, satuan kolovium dan endapan alluvium. Penyebaran satuan batuan dapat dilihat pada gambar 2. Geologi Wae
Daerah Lejja tersusun oleh empat satuan batuan yaitu; satuan batuan sedimen berupa batu pasir tufaan dan batupasir coklat kehitaman, satuan lava andesit, satuan
Luas daerah prospek di asumsikan dari kompilasi survai geologi, geokimia dan geofisika, yang terletak diantara sesar Tinggi Raja, Partulatula, Balakbak dan Bahbotala, seluas ±
Morfologi daerah penyelidikan terdiri dari perbukitan bergelombang, perbukitan kubah lava dan pedataran, dimana pembentukan bentang alam ini dikontrol oleh litologi