15.Penyelidikan Geofisika Terpadu Daerah Panas Bumi Sumani
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Indikasi keberadaan panas bumi daerah ini dicirikan oleh manifestasi permukaan panas bumi Wapsalit berupa mata air panas, tanah panas, fumarol dan hembusan gas dengan suhu
panas Padusan, Coban dan Cangar serta alterasi di Gunung Pundak dengan jarak yang cukup jauh dan muncul di bagian lereng Gunung Arjuno-Welirang, diperkirakan merupakan zona outflow
Pembentukan sistem panas bumi di daerah Bora diperkirakan berkaitan erat dengan aktivitas tektonik yang menyebabkan terbentuknya zona depresi Bora dan memicu terjadinya
Nilai anomali rendah di bagian utara mata air panas kanandede dan mata air panas salurongkong berupa pola melurus dan membuka kearah utara, yang ditafsirkan sebagai batuan granit
Struktur yang lainnya diperlihatkan di bagian utara hingga ke tengah daerah penyelidikan terlihat memanjang ke arah baratdaya terlihat pola anomali dengan liniasi kerapatan
Sedangkan anomali gaya berat rendah di sekitar manifestasi air panas Sampiri dan Kaleosan diduga merupakan zona lemah sebagai reservoir dari sistem panas bumi
Luas daerah prospek di asumsikan dari kompilasi survai geologi, geokimia dan geofisika, yang terletak diantara sesar Tinggi Raja, Partulatula, Balakbak dan Bahbotala, seluas ±
Teknik Panas Bumi, [3] Tim Penyelidikan Rinci Geologi, Geokimia, dan Geofisika Terpadu Daerah Panas Bumi Merawa/Marana, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, 2004.. Laporan Penyelidikan