• Tidak ada hasil yang ditemukan

Populasi Fusarium oxysporum f.sp. capae Intensitas Penyakit Moler dan Hasil Umbi Lapis Bawang Merah di Tiga Daerah sentra Produksi.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Populasi Fusarium oxysporum f.sp. capae Intensitas Penyakit Moler dan Hasil Umbi Lapis Bawang Merah di Tiga Daerah sentra Produksi."

Copied!
62
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1.  Luas tanam, produksi, dan produktivitas bawang merah tahun 2005                     di beberapa provinsi di Indonesia
Tabel  2.  Intensitas  penyakit  moler   pada  6 kultivar  bawang merah berumur
Gambar  2.  Kerusakan beberapa kultivar bawang merah karena penyakit moler
Gambar  4.  Pembentukan mikrokonidium Fusarium  oxysporum f. sp. cepae
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tidak dilakukannya pergiliran dengan padi, yang berarti kurang dilakukan pengolahan tanah secara intensif di lahan-lahan yang akan digunakan untuk penanaman bawang merah,

Periode inkubasi penyakit moler tercepat terjadi 4,00 hari setelah tanam pada kultiivar Kuning (dari Brebes) yang diinokulasi dengan isolat H (dari kultivar Bauji

Tidak dilakukannya pergiliran dengan padi, yang berarti kurang dilakukan pengolahan tanah secara intensif di lahan-lahan yang akan digunakan untuk penanaman bawang merah,