• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEBERADAAN KOMUNITAS MEDAN DRUMMER FOUNDATION DI KOTA MEDAN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KEBERADAAN KOMUNITAS MEDAN DRUMMER FOUNDATION DI KOTA MEDAN."

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

KEBERADAAN KOMUNITAS MEDAN DRUMMER

FOUNDATION DI KOTA MEDAN

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana

Oleh:

Ryanda Shatria Mandala Lubis

209142048

PROGRAM STUDI SENI MUSIK

JURUSAN SENDRATASIK

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan

rahmat dan hidayah-Nya sehingga Skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.Adapun judul Skripsi ini adalah “Keberadaan komunitas Medan Drummer Foundation di kota Medan”

Skripsi ini dibuat sebagai persyaratan yang telah di tetapkan untuk

memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di Universitas Negeri Medan. Ada banyak

terdapat kendala selama proses penelitian. Tetapi selama menghadapi kendala –

kendala tersebut penulis sangat terbantu oleh beberapa pihak baik moral mau pun

materil. Oleh karena itu, dengan ketulusan dan kerendahan hati penulis

mengucapkan terima kasih yang tiada terhingga kepada:

1. Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si. Selaku Rektor Universitas Negeri Medan,

2. Dr. Isda Pramuniati, M.Hum. Selaku Dekan Fakultas Bahasa dan Seni

Unversitas Negeri Medan.

3. Dra. Tuti Rahayu, M.Si. Selaku Ketua Jurusan Sendratasik.

4. Uyuni Widiastuti, M.Pd selaku Sekertaris Jurusan Sendratasik

5. Panji Suroso M.Si selaku Ketua prodi Pendidikan Seni Musik, serta

Dosen Pembimbing skripsi dua saya yang telah banyak memberi

bimbingan, semangat dan motivasi untuk penulis dalam menyelesaikan

skripsi.

6. Dra. Theodora Sinaga, M.Pd selaku pembimbing skripsi satu saya

yang telah banyak memberi bimbingan, semangat dan motivasi untuk

penulis dalam menyelesaikan skripsi.

7. Terima kasih untuk Ibu saya Rosmaniar dan Ayahanda saya Hassan

Basyri Lubis, S.H.yang telah sangat memberi dukungan dan kasih

sayang baik dari segi moril, materil, motivasi selama ini.

8. Terima kasih yang sebesar-besarnya juga saya haturkan untuk kakak

(10)

telah memberi berbagai macam dukungan yang berarti dalam

pengerjaan skripsi ini.

9. Kepada teman SMA saya Roby Ardiansyah, Riski Pristian, Hesti

Yunita Wulandari, Yaumil Rizki Adinda, Chairunisa, Putri dahliani,

Riri Handayani, dan lain-lain yang tidak bisa saya sebutkan satu

persatu.

10.Kepada teman seperjuangan saya di kampus, Eko Gunawan, Achmad

Mieka Husaeini, Agung Pratama, Eri Irawan, Samsiah, Azizi Apri

Indaya, Maysari Lubis, Larasati, Yunica Hutagalung, Rizka Tri

Ananda, Dedek Riyando, Yunica Hutagalung, Michael Christianda, Sri

Larasati, Utari Septiana dan lain-lain.

11.Terkhusus juga kepada anggota komunitas Medan Drummer

Foundation dan Center of Medan Drummer yaitu Eluyan Boy sebagai

Ketua dan beberapa anggotanya Momon Wahyuda, Fadly, Dio, Faisal,

Andika, dan Romi yang telah membantu saya dalam hal memberi

informasi tentang komunitas Medan Drummer Foundation.

Penulis juga menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari yang diharapkan,

baik segi kalimat, isi dan juga tehnik penguraiannya.Oleh sebab itu, penulis

mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi penyempurnaan

skripsi ini.

Akhir kata, semoga skripsi ini bermanfaat bagi pengembangan ilmu

pengetahuan khususnya dibidang Pendidikan Seni Musik.

Medan, Juni 2014

Penulis,

(11)

1

ABSTRAK

Ryanda Shatria Mandala Lubis, 209142048. Keberadaan komunitas Medan Drummer Foundation di Medan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang, sarana dan prasarana, dan tanggapan masyarakat/ penonton terhadap komunitas Medan Drummer Foundation.

Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Untuk melengkapi data-data dalam penelitian ini, peneliti melakukan observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi.

Sampel dalam penelitian ini adalah personil Medan Drummer Foundation yang berjumlah 5 orang.

(12)

i

DAFTAR ISI

Hal

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... v

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 5

C. Pembatasan Masalah ... ... 6

D. Perumusan Masalah ... 7

E. Tujuan Penelitian ... 7

F. Manfaat Penelitian ... .. 8

BAB II LANDASAN TEORITIS DAN KERANGKA KONSEPTUAL A. Landasan Teoritis ... ... 10

1. Pengertian Keberadaan ... 11

2. Pengertian Komunitas ... . 11

(13)

ii

4. Pengelompokan jenis-jenis alat musik ... 13

5. Bagian pada drum atau Drum Set ... ... 16

6. Tekhnik-Tekhnik dalam Bermain Drum... 20

B. Kerangka Konseptual ... 29

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian ... 32

B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 33

C. Populasi dan Sampel ... 33

1. Populasi ... 34

2. Sampel ... 34

D. Teknik Pengumpulan Data ... 35

1. Observasi ... 35

2. Wawancara ... 36

3. Dokumentasi ... 37

4. Studi Kepustakaan ... 38

E. Teknik Analisis Data ... 40

BAB IV HASIL PENELITIAN A. Latar Belakang terbentuknya komunitas Medan drummer foundatiom ... 41

B. Kegiatan yang Dilakukan Oleh Komunitas Medan Drummer Foundation ... 47

(14)

iii

D. Dampak komunitas Medan Drummer Foundation bagi

Anggota Komunitasnya ... 60

E. Tanggapan Masyarakat Tentang Komunitas Medan

Drummer Foundation ... 64

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ... 67

B. Saran ... 68

(15)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seni merupakan suatu wadah untuk menyalurkan kegemaran dan

kreatifitas manusia yang dilakukan untuk memberikan rasa senang, keindahan,

serta rasa ketertarikan bagi pelaku seni maupun orang yang menikmatinya. Salah

satu seni yang sering kita jumpai dalam masyarakat adalah musik. Musik

berkembang seiring dinamika kebudayaan yang berkembang dari waktu ke waktu,

perkembangan itu bersifat kompleks, yang mencakup konsep estetika, komposisi,

rekayasa, instrument musik, harmoni dan berbagai hal yang melatarbelakangi

aktivitas berkomposisi dalam kegiatan musik.

Keberadaan musik tidak lepas dari kehidupan manusia. Keberadaan musik

tidak hanya dijadikan sebagai media hiburan, melainkan dapat dijadikan sebagai

pendukung acara keagamaan, pendidikan, komunikasi bahkan sebagai makna

kebersamaan. Sebagai media hiburan maksudnya adalah musik yang dapat

memberi kesenangan dan rasa puas bagi seseorang maupun sekelompok orang

yang mendengarkannya. Musik juga merupakan salah satu cara untuk

menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas yang dijalani sehari hari. Penggunaan

musik dalam upacara adalah mendukung upacara, sekaligus sebagai bagian

penting upacara yaitu sebagai wadah sakral yang dapat menghubungkan manusia

(16)

dengan alam gaib, termasuk pula hubungan manusia dengan Tuhan yang

pelaksanaannya dimeriahkan dengan music sebagai lambang kemegahan upacara.

Perkembangan musik tidak terlepas dari kehidupan manusia karena musik

tumbuh dan berkembang di tengah-tengah kehidupan manusia dan bersumber dari

perasaan manusia, baik itu perasaan senang, perasaan sedih, ataupun perasaan

marah. Musik dapat didengar dan dinikmati dimana saja, dan pada umumnya

seseorang memiliki selera musik yang berbeda-beda. Hal tersebut disebabkan oleh

faktor lingkungan, ekonomi, suku, dan agama. Seseorang dapat menikmati musik

tersebut dikarenakan merasa puas akan irama yang ia dengarkan, ditambah lagi

dengan keharmonisan melodi dan didukung juga dengan dinamik-dinamik yang

ada dalam musik tersebut. Dalam hal ini musik sebagai salah satu media ungkapan

kesenian, musik mencerminkan kebudayaan mesyarakat pendukungnya, Didalam

musik terkandung nilai dan norma–norma yang menjadi bagian dari proses

enkulturasi budaya, baik dalam bentuk formal maupun informal pada masyarakat.

Musik itu sendiri memiliki bentuk yang khas, baik dari sudut struktual maupun

jenisnya dalam kebudayaan.

Ada juga indikasi lain yang menunjukkan kegandrungan masyarakat

dalam bidang musik yaitu dengan perkembangan jumlah grup band atau

komunitas musik yang ada di Indonesia. Kondisi tersebut menunjukkan

kegandrungan masyarakat di Indonesia yang sangat antusias terhadap kegiatan

yang bersifat musik. Kegairahan masyarakat terhadap musik tersebut di dukung

oleh beberapa lembaga di daerahnya untuk mendapatkan dukungan yang bersifat

(17)

Di Indonesia juga banyak tersebar musik dengan jenis-jenis aliran musik

yang berbeda pula, seperti klasik, pop, rock, dangdut, metal, jazz, blues dan lain

sebagainya. Seiring perkembangan jaman, jenis musik semakin banyak dan

beraneka ragam. Mereka mencoba mengembangkan jenis aliran yang sudah ada

menjadi sebuah aliran musik baru untuk memberi efek penyegaran dalam

bermusik. Para pemusik di Indonesia mulai mencoba mengembangkan aliran

musik mereka, salah satu nya dengan membuat komunitas. Sudah banyak

komunitas yang telah ada di kota Medan seperti Youth Jazz Community, Medan

Drummer Foundation, Bass Komunitas Medan, Panggung Indie Medan, Medan

Guitar Family, Dan lain sebagainya. Mereka mempunyai ciri khas yang terletak

pada ruang lingkup komunitas, aliran musik, minat, maupun tempat komunitas

tesebut berada. Keberadaan sebuah komunitas sangat ditentukan oleh aktivitas

anggota sebagai sumber kekuatan utama dari komunitas tersebut.

Salah satu komunitas yang sedang berkembang di kota Medan yaitu

Komunitas Medan Drummer Foundation yaitu sebuah komunitas yang di bentuk

dan barasal mula dari keinginan para drummer Medan yang berniat berkumpul

dan berdiskusi melalui grup Blackberry Messanger, mulai dari diskusi masalah

permainan drum, saling bertukar informasi penjualan alat musik bekas, hingga

berdiskusi tanpa tujuan yang sekedar dilakukan untuk mempererat pertemanan

antar pemain drum di kota Medan.

Uniknya komunitas ini, mereka hanya bermain dengan alat musik drum

saja sebanyak tiga sampai lima set drum tergantung berapa anggota yang bisa

(18)

sambil memainkan irama-irama yang beraneka ragam secara bergantian sehingga

munculah sebuah ansambel musik yang hanya terdiri dari alat musik drum saja.

Setiap anggota memiliki latar belakang aliran musik yang berbeda seperti jazz,

rock, pop, metal, dan lain sebagainya. Perbedaan itulah yang membuat

pertunjukan bermain drum bersama ini menjadi lebih menarik karena kaya akan

jenis-jenis irama pada permainan drum mereka. Selain itu komunitas ini juga

sudah di sponsori oleh salah satu toko musik di kota Medan yang bernama Raja

Musik. Raja Musik sering mensponsori kegiatan komunitas Medan Drummer

Foundation dalam hal pemberian job kepada komunitas ini ataupun hanya sekedar

ikut menyumbang memberikan drum untuk keperluan acara-acara yang komunitas

Medan Drummer Foundation jalankan.

Dari hasil sementara yang telah dilakukan, penulis merasa tertarik untuk

meneliti bagaimana eksistensi komunitas Medan Drummer Foundation, tentang

apa yang melatar belakangi dibentuknya komunitas ini, kegiatan dan materi apa

saja yang dibahas, dampaknya bagi anggota, dan beberapa hal lain yang di anggap

penting bagi peneliti untuk diteliti. Intinya komunitas Medan Drummer

Foundation tetap bertujuan kepada tujuan utama mereka yaitu memajukan

drummer di kota Medan agar menjadi pemain drum yang lebih berkualitas dan

tidak terus bermain dengan otodidak. Dari fenomena tersebutlah penulis tertarik

(19)

B. Identifikasi Masalah

Jika seorang peneliti ingin membuat sebuah penelitian, maka haruslah dia

mengetahui kira-kira apa saja kasus yang akan di letakkan dalam identifikasi

masalah. Menurut Suryadi (2007:23) bahwa “Identifikasi masalah adalah

sejumlah masalah yang berhasil ditarik dari uraian latar belakang masalah atau

kedudukan masalah yang akan diteliti”. Tujuannya adalah agar penelitian yang

dilakukan menjadi terarah serta cakupan masalah yang di bahas tidak terlalu luas.

Dari uraian yang terdapat pada latar belakang masalah, maka permasalahan dalam

penelitian ini dapat di identifikasikan sebagai berikut :

1. Apa latar belakang terbentuknya komunitas Medan Drummer

Foundation di kota Medan ?

2. Kegiatan apa saja yang dilakukan oleh komunitas Medan Drummer

Foundation di kota Medan ?

3. Apa materi drum yang dibawakan oleh komunitas Medan Drummer

Foundation di kota Medan ?

4. Jenis alat musik apa saja yang dipakai oleh komunitas Medan

Drummer Foundation di kota Medan ?

5. Jenis irama apa saja yang komunitas Medan Drummer Foundation

bawakan di dalam kegiatannya ?

6. Apa dampak komunitas Medan Drummer Foundation bagi anggota

(20)

7. Bagaimana tanggapan masyarakat tentang komunitas Medan Drummer

Foundation di kota Medan?

C. Pembatasan Masalah

Mengingat luasnya cakupan masalah, keterbatasan waktu, dana dan

kemampuan teoritis, maka penulis marasa perlu mengadakan pembatasan masalah

untuk memudahkan penyelesaian masalah yang dihadapi dalam penelitian ini.

Silitonga (2011:120) menyatakan bahwa: “Permasalahan yang terlalu luas dan

belum operasional harus dibatasi dengan menuliskan batasan-batasan yang jelas,

sehingga dapat diukur apakah permasalahan tersebut telah terjawab nantinya pada

akhir penelitian”.

Oleh karena itu, melalui pembatasan ini peneliti memilih beberapa

pembatasan masalah sebagai berikut :

1. Apa latar belakang terbentuknya komunitas Medan Drummer Foundation di kota Medan ?

2. Kegiatan apa saja yang dilakukan oleh komunitas Medan Drummer Foundation di kota Medan ?

3. Apa materi drum yang dibawakan oleh komunitas Medan Drummer Foundation di kota Medan ?

4. Apa dampak komunitas Medan Drummer Foundation bagi anggota komunitasnya ?

(21)

D. Perumusan Masalah

Mengingat sebuah penelitian merupakan upaya untuk menemukan

jawaban dari pertanyaan, maka permasalahan dalam penelitian perlu dirumuskan

dengan baik.

Menurut Maryaeni (2007:14) yang menyatakan bahwa :

“Rumusan masalah merupakan jabaran detail fokus penelitian

yang akan di garap. Rumusan masalah menjadi semacam kontrak bagi peneliti karena penelitian merupakan upaya untuk menentukan jawaban pertanyaan sebagaimana yang terpapar

pada rumusan masalahnya”.

Berdasarkan pendapat, uraian latar belakang, indentifikasi masalah,

dan pembatasan masalah maka permasalahan di atas dapat dirumuskan

yaitu :

“ Keberadaan Komunitas Medan Drummer Foundation di Kota

Medan ”.

E. Tujuan Penelitian

Setiap kegiatan manusia selalu berorientasi kepada tujuan. Salah satu

keberhasilan penelitian adalah tercapainya tujuan penelitian. Tujuan penelitian

selalu dirumuskan untuk mendapat gambaran yang jelas tentang hasil yang akan

dicapai. Berhasil tidaknya suatu penelitian yang dilakukan oleh peneliti terlihat

dari tercapai atau tidaknya tujuan penelitian. Silitonga (2011:120) menyatakan

(22)

atau diperoleh melalui penelitian tersebut. Tujuan penelitian harus sinkron dengan

rumusan masalah yang diteliti”.

Tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan penelitian ini adalah :

1. Mengetahui latar belakang terbentuknya komunitas Medan Drummer

Foundation di kota Medan.

2. Mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan oleh komunitas Medan

Drummer Foundation di kota Medan.

3. Mengetahui apa materi drum yang dibawakan oleh komunitas Medan

Drummer Foundation di kota Medan.

4. Mengetahui dampak komunitas Medan Drummer Foundation bagi

anggota komunitasnya.

5. Mengetahui tanggapan masyarakat tentang komunitas Medan

Drummer Foundation di kota Medan.

F. Manfaat Penelitian

Penelitian akan bermanfaat jika tujuan yang diharapkan tercapai.

Manfaat penelitian akan menberikan informasi dan faedah yang akan

mendatangkan keuntungan bagi peneliti, lembaga, maupun orang lain. Westra

(2007 : 263) menyatakan bahwa: “Dalam hasil penelitian dapat membantu

manusia untuk meningkatkan kemampuannya dalam menginterpresentasikan

fenomena yang terjadi dalam masyarakat dan sekitarnya”.

Setelah penelitian ini dirampungkan, diharapkan dapat memberi

(23)

1. Menambah wawasan peneliti dalam rangka menuangkan gagasan ke

dalam karya tulis dalam bentuk skripsi.

2. Sebagai bahan acuan pembelajaran bagi mahasiswa.

3. Untuk menambah wawasan peneliti mengenai kegiatan komunitas

Medan Drummer Foundation di kota Medan.

4. Sebagai bahan referensi bagi peneliti yang memiliki keterkaitan

dengan topik ini.

(24)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya, dapat ditarik

kesimpulan, antara lain sebagai berikut:

1. Komunitas Medan Drummer Foundation merupakan salah satu

komunitas drum yang sedang berkembang dan mulai terbentuk

sejak tanggal 13 Januari 2012.

2. Latar belakang terbentuknya komunitas Medan Drummer

Foundation diawali dengan ide sang penggagas Eluyan Boy yang

membuat suatu percakapan antar para pemain drum di grup

Blackberry Messanger untuk saling berbagi pengetahuan seputar

drum.

3. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh komunitas Medan

Drummer Foundation sesuai dengan Misi nya yaitu

mempersatukan para drummer di kota Medan yang terdiri dari

berbagai macam aliran musik dan latar belakang untuk memajukan

dalam bidang drum khususnya. Lalu sesuai juga dengan visinya

nya yaitu Mendrum kan Medan dan me-Medankan drum. Yaitu

dengan akan sering melakukan kegiatan seperti coaching clinic,

Sticking bersama, street drum, dan master class.

4. Materi permainan drum yang dibawakan adalah teknik permainan

drum, cara memegang stik drum, dan pengenalan notasi drum.

(25)

5. Dampak komunitas Medan Drummer Foundation bagi anggotanya

sangat bersifat positif, seperti mempererat tali silaturahmi antar

anggota, menanamkan rasa saling menghargai antar sesama

musisi,dan menambah pengetahuan di dalam teknik bermain drum.

B. Saran

Dari beberapa kesimpulan hasil penelitian diatas, maka penulis

mengajukan beberapa saran untuk komunitas Medan Drummer Foundation, yaitu:

1. Diharapkan kepada komunitas Medan Drummer Foundation untuk

tetap mempertahankan keberadaan komunitas ini. Hendaknya

komunitas Medan Drummer Foundation dapat mencari beberapa

sponsor lagi untuk menunjang kebutuhan yang di butuhkan oleh

komunitas Medan Drummer Foundation agar tidak terlalu

membebankan biaya pendaftaran dan iuran perbulan untuk komunitas

ini.

2. Diharapkan kepada komunitas ini agar dapat berkerja sama dengan

komunitas lain dalam membangun dan mengembangkan musik di kota

Medan.

3. Untuk lebih mengembangkan komunitas Medan Drummer Foundation

diharapkan kepada anggota-anggotanya untuk lebih memunculkan

ide-ide baru yang lebih menarik bagi masyarakat maupun

(26)

4. Penulis berharap hasil penelitian ini dapat bermanfaat dan menjadi

pedoman untuk peneliti berikutnya yang mengangkat judul yang

(27)

Daftar Pustaka

Latief, Abdul. Jago Main Drum.Jakarta:Niaga Swadaya

Aswita..2011. Komunitas Rock di Indonesia. Bandung: Alfabeta

Bugin, Burhan. 2007. Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana

Djohan. 2005. Psikologi Musik. Yogyakarta: Buku Baik

Elliot. 2005. Musik Dalam Gustina. Jakarta: Gunung Bumi

Hamzah Arianto. 2008. Bermain Drum Bagi Pemula. Medan: Aksara

Http://www.google.com/imgres?client=firefox\a&rls=org.mozilla%3AenUS%3A. . official&channel=np&noj=1&tbm

http://irfanfauzi78.blogspot.com/2010/09/tips-cara-memegang-stick-drum.html)

Jube. 2008. Musik Reggae. Jakarta: PT. Gramedia

Marpaung, Dwi.2012. Keberadaan Musik Beat Box Komunitas Gendang Mulut Jalan Gagak Hitam Ringroad Medan. Medan: Universitas Negeri Medan

Maryaeni..2007. Metode Penelitian Kebudayaan. Jakarta Bumi Aksara.

Muhammad Ichsan Ramadhan..2013. Perkembangan Musik Grunge di Kota Medan Tinjauan Terhadap Band Depresi Demon Dari Tahun 2004-2012.Medan: Universitas Negeri Medan

Pramono Gandi. 2011. Struktur dan Bagian Buku. Surabaya. Surabaya: Cakra.

Purba, Suhendro. 2011. Perkembangan Musik Rock di Kota . . Medan Tinjauan Terhadap The oh Good Band. Skripsi. Medan:

Universitas Negeri Medan

(28)

Sipangkar, Roventus. 2012. Eksistensi Grup Musik Roris band Sebagai. Entertainer di Kota Medan. Skripsi. Medan: Universitas Negeri Medan.

Soemarwoto.2005. Dampak Musik Dikalangan Remaja. Medan: Puspa

Sugiono 2012. Metode penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Susi Gustina.2005. Pendidikan Musik Kreatif Alternatif Model Pembelajaran . Musik di Sekolah. Jurnal Seni Musik, Tanggerang: . Jurusan Musik-Fakultas Ilmu Seni UPH

Tambunan Esmita Samaria Dewi.2013. Keberadaan Komunitas Musik Coconut Head di Medan. Skripsi. Medan. Unimed Negeri Medan

Tando Thamrin.2009. Teknik Wawancara Pada Penelitian. Jakarta. PT. Gramedia

Wendi Westra.2007. Metode Penelitian Kebudayaan. Jakarta: PT. Gramedia.

Widiastuti Uyuni dan Tobing, Octaviana. 2011 Metode Penulisan: Universitas . Negeri Medan

Referensi

Dokumen terkait

Youth Jazz Community adalah sebuah komunitas yang di dalamnya terdapat sekumpulan anak muda penggemar musik jazz, mereka tergabung dalam satu komunitas yang

Perhelatan konser musik yang di promotori event organizer menjadikan event organizer adalah sebagai wadah dalam mengembangkan bakat para seniman dan sebuah bisnis yang

Sie Kenly pendiri komunitas ini mengatakan: “Lomba yang mulai diadakan sejak tahun lalu ini akan dibuat secara rutin setiap tahun dengan harapan dapat menyalurkan hobi merakit

bincang dengan salah seorang anggota komunitas Parkour di Kota Pekanbaru. Pada observasi awal peneliti, peneliti melihat anggota komunitas Parkour Pekanbaru ini

Melalui sebuah judul penelitian “Pola Komunikasi Komunitas Gay Pada Komunitasnya Di Kota Malang”, Maka peneliti menggunakan metode kualitatif sebagai cara untuk

Apa yang menjadi alasan dan landasan komunitas Saksi Yehuwa dalam?. penolakan untuk terjun di dunia politik dan juga

Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi komunitas Saksi Yehuwa dalam upayanya mempertahankan keberadaan mereka di tengah-tengah masyarakat yang majemuk sifatnya

Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi komunitas Saksi Yehuwa dalam upayanya mempertahankan keberadaan mereka di tengah-tengah masyarakat yang majemuk sifatnya