• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oktary Handini 1, Dwi Fitri Puspa 1, Ethika 2 Accounting Departement, Economic Faculty, Bung Hatta University

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Oktary Handini 1, Dwi Fitri Puspa 1, Ethika 2 Accounting Departement, Economic Faculty, Bung Hatta University"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PAJAK HOTEL, PAJAK RESTORAN, PAJAK REKLAME, DAN PAJAK HIBURAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH

DI PEMERINTAHAN KABUPATEN/KOTA SUMATERA BARAT Periode 2009-2013

Oktary Handini1, Dwi Fitri Puspa1, Ethika2

Accounting Departement, Economic Faculty, Bung Hatta University Email : [email protected]

ABSTRACK

This report aims to review the influence of the hotel, the restaurants, advertisement, and entertainment tax on local revenue in the district administration / the west sumatra in 2009-2013.

The population in research is 19 / city district in government west sumatra .

This research in a total of sampling. The analysis used in this research that is descriptive analysis and regression analysis linear multiple. Descriptive analysis explain picture research data consisting of hotel tax, restaurant tax, advertisement tax, and entertainment tax on local revenue in government districts west sumatra in the 2009-2013 .While regression analysis linear multiple used to prove a hypothesis influence hotel tax, restaurant tax, advertisement tax, and entertainment tax on local revenue.

The research results show restaurant tax, advertisement tax, and entertainment tax have had a positive impact and significant on local revenue in government districts west sumatra.

Another result also produced that tax hotels do not have had a positive impact and significant on local revenue in government districts west Sumatra.

Keywords : local revenue, hotel tax, restaurant tax, advertisement tax, entertainment tax .

Pendahuluan

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah menyatakan bahwa, ”Pendapatan Asli Daerah adalah pendapatan yang diperoleh daerah yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang- undang”. Pendapatan asli daerah merupakan sumber pendapatan dari daerah yang digunakan pemerintah dalam membiayai

pembangunan dan usaha-usaha daerah (Saputra,2013).

Salah satu instrumen yang meningkatkan Pendapatan Asli Daerah yaitu pemungutan pajak daerah. Pajak daerah merupakan penerimaan daerah yang memberikan kontribusi yang cukup terhadap Pendapatan Asli Daerah. Pemungutan pajak daerah di Indonesia diatur dalam Undang- Undang Nomor 28 Tahun 2009.

(2)

Berikut profil Pendapatan Asli Daerah Provinsi Sumatera Barat Tahun 2009-2013.

Table 1.1

Target dan Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Di Pemerintahan Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera

Barat Tahun 2009 s/d 2013

Tahun

Pendapatan Asli Daerah (Kabupaten Pesisir Selatan)

Target Realisasi %

2009 17.003.137.800 17.317.502.489 101.85 2010 22.480.000.000 17.910.076.633 79.67 2011 38.286.012.674 30.276.287.003 79.08 2012 36.322.931.991 40.254.884.211 110.82 2013 40.051.483.817 34.881.469.246 87.09 Sumber Data : Dinas Pengelolaan Keuangan Dan Aset

Berdasarkan tabel 1.1 pada target Pendapatan Asli Daerah Kab.Pesisir Selatan mengalami kenaikan namun pada tahun 2012 pemerintah Kab.Pesisir Selatan menurunkan target PAD nya hal ini disebabkan karena pada tahun 2010-2011 realisasi pendapatan asli daerah Kab.Pesisir Selatan masih jauh untuk mencapai target yang ditetapkan, oleh sebab itu pada tahun 2012 target diturunkan, penurunan target ini menghasilkan tercapainya realisasi pendapatan asli daerah Kab.Pesisir Selatan tercapai. Lain halnya pada tahun 2013 pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan meningkatkan target tetapi realisasinya tidak mencapai target yang ditetapkan.

Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Reklame dan Pajak Hiburan sebagai bagian dari pajak daerah diharapkan dapat

mempunyai peran yang berarti untuk pembangunan daerah, penyelenggaraan pemerintah dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Dari semua jenis pajak daerah yang ada di kabupaten/kota Sumatera Barat, objek penelitian ini adalah Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Reklame dan Pajak Hiburan dengan pertimbangan semakin banyaknya hotel dan restoran yang di bangun apakah akan berdampak terhadap PAD di Sumatera Barat. Selanjutnya Pajak Reklame dengan pertimbangan bahwa semakin banyak usaha, dan pelayanan jasa suatu daerah apakah juga akan berpengaruh terhadap PAD di Sumatera Barat. Dan terakhir Pajak Hiburan semakin banyaknya pajak atas penyelengaraan hiburan, apakah juga akan memberi pengaruh terhadap PAD di Sumatera Barat.

Dari uraian di atas menunjukkan pajak memiliki peranan yang sangat penting di provinsi Sumatera Barat. Berdasarkan penjelasan tersebut, peneliti tertarik untuk mengambil judul, “Pengaruh Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Reklame Dan Pajak Hiburan Terhadap Pendapatan Asli Daerah Di Pemerintahan Kabupaten/Kota Sumatera Barat Periode 2009-2013”.

(3)

1.1 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, perumusan masalah penelitian adalah sebagai berikut :

1. Apakah Pajak Hotel berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah di Pemerintahan Kabupaten/Kota Sumatera Barat periode 2009-2013?

2. Apakah Pajak Restoran berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah di Pemerintahan Kabupaten/Kota Sumatera Barat periode 2009-2013?

3. Apakah Pajak Reklame berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah di Pemerintahan Kabupaten/Kota Sumatera Barat periode 2009-2013?

4. Apakah Pajak Hiburan berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah di Pemerintahan Kabupaten/Kota Sumatera Barat periode 2009- 2013?

TINJAUAN TEORI Teori Keagenan

Teori yang mendeskripsikan hubungan antara pemerintah daerah sebagai prinsipal dan pembayar pajak sebagai agen yang salah satunya berakar pada teori ekonomi, teori keputusan, sosiologi, dan teori organisasi. Teori prinsipal-agen

menganalisis susunan kontraktual di antara dua atau lebih individu, kelompok, atau organisasi. (Edi,2011).

Pengertian Pendapatan Asli Daerah Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah menyatakan bahwa, Pendapatan Asli Daerah merupakan pendapatan yang diperoleh dari suatu daerah yang dipungut berdasarkan peraturan daerah tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undang

PAD bersumber dari:

a. Pajak Daerah b. Retribusi Daerah

c. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yg dipisahkan

d. Lain-lain PAD yang sah.

Pajak Daerah

Menurut Siahaan (2013:7), pajak daerah adalah kontribusi wajib kepada daerah yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan daerah bagi sebesar-besarya kemakmuran rakyat.

Pajak Hotel

Menurut Siahaan (2013) Pajak Hotel adalah pajak atas pelayanan yang disediakan

(4)

oleh hotel. Hotel merupakan fasilitas penyedia jasa penginapan/peristirahatan termasuk jasa terkait lainnya dengan dipungut bayaran.

Objek, Subjek, dan Wajib Pajak Hotel Objek Pajak Hotel adalah pelayanan yang disediakan oleh hotel dengan pembayaran, termasuk pelayanan seperti fasilitas penginapan atau fasilitas tinggal jangka pendek, yang sifatnya memberikan

kemudahan dan kenyamanan

(Siahaan:2013).

Pada Pajak Hotel subjek pajak adalah konsumen yang menikmati dan membayar pelayanan yang diberikan oleh pengusaha hotel. (Siahaan:2013).

Pajak Restoran

Menurut Siahaan (2013) Pajak Restoran adalah pajak atas pelayanan restoran. Yang dimaksud dengan restoran adalah fasilitas penyediaan makanan dan minuman dengan dipungut bayaran.

Objek, Subjek Dan Wajib Pajak Restoran

Objek pajak restoran adalah pelayanan yang disediakan oleh restoran yang meliputi pelayanan penjualan makanan dan minuman yang dikonsumsi pembeli, baik dikonsumsi di tempat pelayanan maupun di tempat lain. (Siahaan:2013).

Pada pajak restoran yang menjadi subjek pajak adalah konsumen yang menikmati dan membayar pelayanan yang diberikan oleh pengusaha restoran (Siahaan:2013).

Pajak Reklame

Menurut Siahaan (2013) Pajak reklame adalah pajak atas penyelenggaraan reklame. Yang dimaksud dengan reklame adalah benda, alat, atau media yang bentuk dan corak ragamnya dirancang untuk tujuan komersial memperkenalkan, menganjurkan, mempromosikan atau untuk menarik perhatian umum.

Objek, Subjek Dan Wajib Pajak Reklame Objek Pajak Reklame adalah semua penyelenggaraan jasa periklanan reklame.

Penyelenggaraan reklame dapat dilakukan oleh penyelenggara reklame atau perusahaan jasa periklanan yang terdaftar pada Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten/Kota.

Penyelenggaraan reklame yang ditetapkan menjadi objek pajak reklame antara lain :

a. Reklame papan/billboard;

b. Reklame kain;

c. Reklame selebaran;

d. Reklame berjalan;

e. Reklame film/slide, dan lain-lain Pada pajak reklame yang menjadi subjek pajak adalah orang pribadi atau badan yang menyelenggarakan atau

(5)

melakukan pemesanan reklame (Siahaan:2013).

Pajak Hiburan

Menurut Siahaan (2013) Pajak Hiburan adalah pajak atas penyelenggaraan hiburan. Jenis hiburan ini berupa tontonan, pertunjukan, permainan, dan keramaian yang dinikmati dengan dipungut bayaran.

Objek, Subjek Dan Wajib Pajak Hiburan Objek Pajak Hiburan adalah jasa penyelenggaraan hiburan dengan dipungut bayaran. Hiburan yang atas jasa penyelenggaraannya ditentukan menjadi objeknya adalah tontonan film, pagelaran kesenian, pameran, dan lain-lain.

Pada pajak hiburan yang menjadi subjek pajak adalah konsumen yang menikmati hiburan (Siahaan:2013).

METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2011). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh Pemerintahaan Kabupaten/Kota di Sumatera Barat yang terdiri dari 19 Kabupaten dan Kota.

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulan akan dapat diberlakukan untuk populasi (Sugiyono, 2011). Sampel penelitian ini menggunakan total sampling dimana jumlah populasi dijadikan sampel.

Jenis Data dan Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) dan Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) di Pemerintahan Kabupaten/Kota Sumatera Barat. Rincian data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah perkembangan target dan realisasi pajak daerah Kabupaten/Kota di Sumatera Barat Tahun 2009-2013.

Model regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Rumus :

+ + e

Dimana :

Y : Penerimaan Pajak Daerah a : Konstanta/ Koefisien b : Koefisien Regresi X1 : Pajak Restoran X2 : Pajak Hotel X3 : Pajak Reklame X4 : Pajak Hiburan e : Error

(6)

Hasil dan Pembahasan

Metode analisis penelitian ini adalah uji asumsi klasik (uji normalitas, uji multikolonieritas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokolerasi). Uji Determinasi (R2 ), uji Simultan (Uji F), dan uji Parsial (uji t).

Dalam pengujian hipotesis penulis menggunakan analisis regresi linier berganda. Setelah melakukan uji asumsi klasik, disimpulkan tidak terdapat masalah pada uji asumsi klasik..

Dari hasil Pengujian F-statistik, diperoleh nilai F-Prob sebesar 0.0000. Hasil pengolahan data menggunakan tingkat kesalahan sebesar 0,05. Dari hasil diketahui probability sebesar 0.0000< alpha 0,05 dengan demikian model regresi dikatakan layak atau fit.

Hasil uji regresi yang diperoleh nilai R² sebesar 0.9277 atau 92,8%. Hal ini berarti 92,8% Pendapatan Asli Daerah dipengaruhi oleh variabel pajak hotel, pajak restoran, pajak reklame, dan pajak hiburan.

Sedangkan sisanya 8,2% dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel penelitian.

Hasil penguji hipotesis dapat dilihat dari tabel 1 dibawah ini.

Tabel 1 Hasil Uji Regresi

Keterangan Koefisien regresi

Prob Kesimpulan Kesimpulan Hipotesis Pajak Hotel -1.4895 0.2139 Tidak

signifikan

Ditolak

Pajak Restoran

11.3707 0.0000 Signifikan Diterima

Pajak Reklame

-7.1992 0.0396 Signifikan Diterima

Pajak Hiburan

1.3262 0.0000 Signifikan Diterima

R2 0.9277

F-Prob 0.0000

Sumber : Hasil pengolahan data menggunakan Eviews 3

Berdasarkan hasil pengujian H1 terlihat koefisien bertanda positif pada tabel 1, Pajak Hotel sebesar -1.4895 dengan nilai signifikan sebesar 0.2139 menggunakan tingkat kesalahan sebesar 0,05. Hasil ini menjelaskan bahwa nilai signifikan sebesar 0.2139 > alpha 0,05 maka keputusannya hipotesis pertama (H1) ditolak dapat disimpulkan bahwa pajak hotel tidak memberikan berpengaruh yang signifikan terhadap pendapatan asli daerah. Ini menujukkan bahwa pajak hotel tidak memberikan pengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah.

Berdasarkan hasil pengujian H2 terlihat koefisien bertanda positif pada tabel 1, Pajak Restoran sebesar 11.3707 dengan nilai signifikan 0.0000 menggunakan tingkat kesalahan sebesar 0,05. Hasil ini menjelaskan bahwa nilai signifikan sebesar 0.0000<alpha 0,05 maka keputusannya hipotesis kedua (H2) diterima sehingga

(7)

dapat disimpulkan bahwa Pajak Restoran berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah.

Berdasarkan hasil pengujian H3 terlihat koefisien bertanda positif pada tabel 1, Pajak Reklame sebesar -7.1992 dengan nilai signifikan 0,0396 menggunakan tingkat kesalahan sebesar 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai signifikan sebesar 0,0396<alpha 0,05 maka keputusannya hipotesis ketiga (H3) diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa pajak reklame berpengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah.

Berdasarkan hasil pengujian terlihat koefisien bertanda positif H4 pada tabel 1, Pajak Hiburan sebesar 1.3262 dengan nilai signifikan 0.000 menggunakan tingkat kesalahan sebesar 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai signifikan sebesar 0.000<alpha 0,05 maka keputusannya hipotesis keempat (H4) diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa Pajak Hiburan berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah.

Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pajak hotel, pajak restoran, pajak reklame, dan pajak hiburan terhadap pendapatan asli daerah di pemerintahan Kabupaten/Kota Sumatera

Barat tahun 2009-2013. Berdasarkan hasil analisis dan uji hipotesis dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Penelitian yang diajukan telah memenuhi uji kebaikan yaitu model (goodness of fit model) karena angka koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,9277. Hal ini menunjukan bahwa pajak daerah dapat dijelaskan oleh variabel, Pajak Restoran, Pajak Reklame, dan Pajak Hiburan sebesar 92,8%. Sedangkan sisanya dijelaskan oleh pajak lain-lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

Implikasi

Adapun implikasi dari penelitian ini yang dapat peneliti ajukan adalah sebagai berikut :

1. Implikasi Akademik, untuk dapat melakukan penelitian lebih dalam lagi terkait faktor-faktor yang mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah ini, karena masih dibutuhkan hasil penelitian yang lebih kuat tentang faktor-faktor lainnya yang tidak ada dalam penelitian ini, namun juga dapat mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah.

2. Implikasi praktek, bagi pemerintah daerah dapat menjadikan acuan dalam meningkatkan pendapatan asli daerah

(8)

seoptimal mungkin dan tidak melanggar peraturan yang telah ditetapkan.

Keterbatasan dan Saran

Selama melakukan penelitian ini peneliti menyadari masih terdapat kelemahan dan kekurangan, hal ini terjadi karena beberapa keterbatasan yang peneliti hadapi. Secara umum keterbatasan itu adalah :

1. Penelitian ini menggunakan data pengamatan selama lima tahun. Bagi peneliti berikutnya disarankan untuk memperpanjang jangka observasi, 2. Variabel independen yang digunakan

dalam penelitian ini kurang bervariasi, disarankan untuk peneliti selanjutnya menambahkan variabel independen lainnya seperti jenis-jenis penerimaan pajak daerah lainnya untuk dapat mengetahui apakah sektor pajak lain tersebut dapat membantu peningkatan pendapatan pajak daerah.

3. Untuk pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Barat untuk lebih meningkatkan potensi dan mengelola dengan baik dari segi perpajakan yang ada pada daerahnya sehingga dapat meningkatkan sumber dari pendapatan asli daerah.

DAFTAR PUSTAKA

Asriyawati, Mutia Hendayani. 2014.

Pengaruh Pajak Hotel, Pajak Restoran dan Pajak Reklame Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Tanjung Pinang periode 2009- 2013. Jurnal Falkutas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjung Pinang.

Gozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Dengan Multivariate Program IBM SPSS. Universitas Diponegoro : Semarang.

Halim, Abdul & Syukriy Abdullah. (2004).

Pengaruh Dana Alokasi Umum dan Pendapatan Asli Daerah Terhadap Belanja Pemda: Studi Kasus Kabupaten dan

Kota di Jawa dan Bali. Jurnal Ekonomi STEI No.2/Tahun XIII/25.

Mardiasmo, 2011. Perpajakan Indonesia.

Edisi Revisi, penerbit Andi, Yogyakarta.

Marselina, B Ega. 2013. Analisis Kontribusi Pajak Parkir dan Retribusi Pasar Terhadap Pendapatan Asli Daerah Pemerintah Kota Padang. Jurnal Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang.

Nirbeta, Hadis. 2013. Pengaruh Pemungutan Pajak Reklame, Pajak Hotel, Pajak Hiburan, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Restoran Dan Pajak Parkir Terhadap Pendapatan asli Daerah Kota Tanjung Pinang periode 2010-

(9)

2013. Jurnal Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjung Pinang.

Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Republik Indonesia, Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pertimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah.

Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 revisi kedua Undang Undang Nomor 25 Tahun 1999tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Saputra, Doli Kurnia. 2013. Pengaruh Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah Di Provinsi Sumatera Barat.

Falkutas Ekonomi Universitas Andalas, Padang.

Sarwono, Edi. 2011. Pengaruh Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Pendapatan Lainnya Yang Sah Dan Dana Alokasi Umum (DAU) Terhadap Belanja Daerah Pada

Kabupaten/Kota Se Indonesia.

Jurnal Falkutas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro.

Sekaran, Umar. 2011. Research Method For Bussines Metodologi Penelitian Untuk Bisnis. Salemba Empat : Jakarta.

Siahaan, Marihot Pahala, 2013 Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Edisi Revisi, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Suartini, Ni Nyoman dan Utama, Made 2011. Pengaruh Jumlah Kunjungan Wisatawan, Pajak Hiburan, Pajak Hotel dan Pajak Restoran Terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Gianyar. Jurnal Falkutas EkonomiUniversitas Udayana (Unud), Bali.

Sugiono. 2011. Statistik Untuk Penelitian.

Cetakan Keempat Belas. Alfabeta : Bandung.

Supranto. 2001. Statistik Teori dan Aplikasi.

Edisi Keenam. PT.Glora AksaraPratama. Erlangga. Jakarta.

Wulandari, Suci. 2014. Pengaruh Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, dan Pajak Parkir Terhadap Pendapatan Asli Daerah periode 2009-2013 Jurnal Falkutas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji,Tanjung Pinang.

Zuhri, Fikri, 2011. Analisis efisiensi dan efektifitas pemungutan Pajak Restoran di kota Padang, Jurnal

(10)

Falkutas Ekonomi Universitas Andalas : Padang

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan aplikasi sistem informasi geografis manajemen aset wakaf di Kota Semarang yang dapat digunakan untuk menyimpan,

Dalam berkomunikasi, bahasa merupakan alat yang penting bagi setiap orang. Gangguan bahasa dan berbicara adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang

Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dapat dirumuskan judul penelitian ini yaitu Penerapan Model Student Team Achievement Division (STAD) Berbasis Media PhET

Para penulis berbeda dalam mendefinisikan pengertian Pendidikan Islam Agama Islam, namun secara substansial keseluruhan definisi tadi mencakupa apa yang telah diuraikan di

Menurut internet yang diunduh disitus eprints.undip.ac.id/7410/ tanggal 29 Oktober 2012 yang berisi tentang hasil penelitian dari Litbang yang dibuat dalam

2.6 Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Auditor Sudah banyak penelitian mengenai pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan yang sudah dilakukan sebelumnya, antara

Rasio ini perlu mendapatkan perhatian perusahaan, karena merupakan pertumbuhan pelanggan baru untuk mengetahui berapakah jumlah konsumen baru pada periode 2012 dan

Kegiatan Pendanaan Startup adalah program yang diberikan kepada startup melalui lembaga inkubator bisnis untuk menjalankan proses inkubasi terhadap perusahaan pemula/startup