• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA INDUK PENGEMBANGAN ( )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA INDUK PENGEMBANGAN ( )"

Copied!
170
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA INDUK PENGEMBANGAN

(2017-2032)

|||

|||

|||

|||

|||

|||

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KERINCI - JAMBI

2017

(2)

RENCANA INDUK PENGEMBANGAN

(2017-2032)

|||

|||

|||

|||

|||

|||

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KERINCI - JAMBI

2017

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GAMBAR ... ix

BAB I : PENDAHULUAN ... 1

A. Dasar Pemikiran ... 1

B. Sejarah Singkat IAIN Kerinci ... 6

C. Definisi Istilah ... 8

D. Prinsip Dan Nilai Dasar ... 11

1. Prinsip Dasar ... 11

2. Nilai Dasar ... 11

E. Visi, Misi, Dan Tujuan ... 13

1. Visi ... 13

2. Misi ... 22

3. Tujuan ... 29

F. Logo Dan Makna Logo ... 30

1. Gambar Logo ... 30

2. Makna Logo ... 30

G. Hymne ... 31

H. Fungsi Rencana Induk Pengembangan (RI) ... 32

I. Strategi Pencapaian ... 33

J. Landasan Hukum ... 34

BAB II : Arah Strategis Pengembangan Jangka Panjang STAIN Watampone (Tahun 2016 - 2032) ... 36

A. Peran Perguruan Tinggi Islam ... 36

(4)

ii | RIP: IAIN Kerinci-Jambi

B. Rencana Induk Pengembangan ... 39 1. Fase I (Tahun 2017-2020) : Institutional

Management Reinforcement ... 41 2. Fase II (Tahun 2021-2024) : Development of

Faculty and Study Course ... 45 3. Fase III (Tahun 2025-2028) : Institutional

Transformation ... 48 4. Fase IV (Tahun 2029-2032) : Institutional

Regional/International Recognition ... 51

BAB III : Kebijakan Strategis Fase I (Tahun 2017-2020) :

Institutional Management Reinforcement ... 55 A. Penguatan Kelembagaan dan Mengembangkan

Program Studi ... 56 B. Penguatan Tatakelola Organisasi dan Manajemen 57 1. Pengembangan Struktur Organisasi ... 58 2. Pengelolaan Anggaran Dan Pelaksanaan

Anggaran... 58 3. Pengembangan Standar Mutu Pendidikan ... 59 C. Penguatan Citra Positif Kelembagaan ... 60

1. Pencapaian Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi... 61 2. Pencapaian Akreditasi Masing-Masing Program

Studi ... 61 3. Mendapatkan Pengakuan Penyelenggaraan

Pendidikan Tinggi Bermutu Dari Insititusi Penyelenggara Penjamin Mutu ... 62 4. Memperkokoh Peran Lembaga Penjamin Mutu

(LPM) dan Satuan Pengawas Internal (SPI) ... 63 5. Memperkuat Kehidupan Kampus Yang Kondusi 64 6. Memperkuat Hubungan Baik Dengan Para

Alumni (Customer Relationship Management). 66 7. Memperkokoh Akuntabilitas Penyelengga-

raan Pendidikan Tinggi Kepada Publik ... 70

(5)

ii | RIP: IAIN Kerinci-Jambi 8. Menyebarluaskan Citra Positif Melalui

Teknologi Informasi & Komunikasi ... 72 D. Penguatan Kualitas Sistem Pembelajaran ... 73

1. Peningkatan Kualitas Proses Pembelajaran

Secara Berkelanjutan ... 74 2. Re-Orientasi Kurikulum Program Studi Secara

Berkelanjutan Sesuai Perubahan Lingkungan

Nasional, Regional, Dan Global . 75 3. Peningkatan Penguasaan Bahasa Asing Dan

Teknologi Informasi ... 78 4. Peningkatan Standar Kompetensi Lulusan ... 79 5. Penguatan Penyelenggaraan Perkuliahan

Bermutu ... 81 E. Penguatan Kuantitas Dan Kualitas Penelitian ... 83 1. Fungsi dan Peran LP2M ... 84

2. Arah dan Fokus Penelitian yang Disesuaikan dengan Masing-Masing Program Studi di

Lingkungan IAIN Kerinci ... 85 3. Pendanaan Penelitian ... 86 F. Penguatan Peran Dan Sasaran Kegiatan

Pengabdian Masyarakat ... 86 1. DIPA IAIN Kerinci ... 88 2. Dana Sumber Lain ... 88 G. Penguatan Manajemen Perguruan Tinggi Berbasis

Teknologi Informasi & Komunikasi ... 88 H. Penguatan Kerjasama Antara Insititusi ... 95 1. Tujuan, Sifat Dan Prinsip Kerjasama ... 95 2. Bentuk, Ruang Lingkup Dan Jenis Kerjasama

Di IAIN Kerinci ke Depan ... 96 3. Pembiayaan Kerjasama ... 97 I. Penguatan Budaya Akademik ... 97 J. Penguatan Dan Peningkatan Kuantitas Dan

Kualitas Sumber Daya Manusia ... 101 1. Perencanaan Dosen Dan Tenaga Adminis-

(6)

ii | RIP: IAIN Kerinci-Jambi

trasi ... 101 2. Orientasi, Penempatan, Pembinaan Dan

Pengembangan Karir ... 102 3. Remunerasi, Penghargaan, Dan Sanksi ... 105 4. Monitoring Dan Evaluasi Kinerja ... 106 5. Pengembangan Kualifikasi Dan Kompetensi .. 108 6. Budaya Kerja ... 109 7. Tata Nilai, Norma, Dan Perilaku ... 110 K. Penguatan Pengelolaan Kegiatan Kemahasis-

waan ... 112 1. Prinsip Pembinaan Mahasiswa ... 113 2. Arah Dan Fokus Pengembangan Kegiatan

Mahasiswa ... 114 3. Strategi Dan Fasilitas Pengembangan

Kemahasiswaan ... 116 4. Bidang Pengembangan Kemahasiswaan .. 117 L. Pengembangan Sarana Dan Prasarana

Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi ... 119 1. Pengembangan Prasarana ... 119 2. Pengembangan Sarana Penyelenggaraan

Pendidikan Tinggi ... 127 3. Pendekatan Pengelolaan Sarana Dan

Prasarana ,... 127 4. Strategi Pengembangan Sarana Dan Prasarana 128 M. Transformasi Menjadi Perguruan Tinggi Badan

Layanan Umum (BLU) ... 128

BAB IV : Arah Kebijakan Strategis Fase II (Tahun 2021- 2024) : Development of Faculty and Study

Course... 130 A. Dasar Pemikiran ... 130 B. Pengembangan Kelembagaan ... 132 C. Faktor Keberhasilan Pengembangan Fakultas dan

Program Studi Baru ... 141

(7)

BAB V : Arah Kebijakan Strategis Fase III (Tahun 2025-

2028) : Institutional Transformation Regional ... 142 A. Dasar Pemikiran ... 142 B. Pengembangan Kelembagaan Menjadi Universitas

Islam Negeri (UIN) ... 142 C. Faktor Kunci Keberhasilan Transformasi IAIN

Menjadi UIN ... 148

BAB VI : Arah Kebijakan Strategis Fase IV (Tahun 2029- 2032) : Institutional Regional/International

Recognition ... 149 A. Pengantar ... 149 B. Deskripsi Estimasi Sasaran Strategis dan Indikator

Keberhasilan ... 150

BAB VII : Penutup ... 166

(8)

DAFTAR TABEL

2.1 Rencana Pengembangan Fakultas dan Jurusan tahun 2021-

2024 ... 46 2.2 Pengembangan Strategis Program Studi Pascasarjana IAIN

Kerinci Kurun Waktu Tahun 2021-2024 ... 48 2.3 Perguruan Tinggi di Kabupaten Kerinci dan Sekitarnya ... 49 3.1 Penguatan Kelembagaan Tahun 2017-2020 Berupa

Pembukaan Fakultas/Jurusan Baru Program Strata-1 (S.1) .... 56 3.2 Penguatan Kelembagaan Pascasarjana Tahun 2017-2020

(Program Strata Dua/S.2) ... 57 3.3 Pengembangan Prasarana IAIN Kerinci Tahun 2017-2020 ... 125 4.1 Rencana Pengembangan Strategis Melalui Pengembangan

Fakultas dan Jurusan/Program Studi IAIN Kerinci Tahun

2021-2024 ... 132 4.2 Pengembangan Strategis Melalui Pengembangan Program

Studi Pascasarjana IAIN Kerinci Tahun 2021-2024 ... 134 4.3 Misi dan Visi Umum Pengembangan Kelembagaan Program

Strata Satu (S.1) pada IAIN Kerinci Tahun 2021-2024 ... 135 4.4 Faktor Kunci dan Indikator Keberhasilan Pengembangan

Fakultas dan Program Studi Baru ... 141 5.1 Rencana Pengembangan Strategis Fakultas dan Jurusan/

Program Studi Umum pada Saat Menjadi UIN Kerinci Tahun

2025-2028 ... 143 5.2. Rencana Pengembangan Strategis Jurusan pada Saat Menjadi

UIN Kerinci Tahun 2025-2028 ... 143 5.3 Misi dan Visi Umum Pengembangan Strategis Pembukaan

Fakultas Baru (S.1) dan Jurusan Baru (S.2 & S.3) pada Saat

Menjadi UIN Kerinci Tahun 2025-2028 ... 145 6.1 Deskripsi Ringkas Sasaran Strategis dan Indikator

Keberhasilan Fase IV Institutional Regional/International

Recognition Tahun 2029-2032 ... 154

(9)

DAFTAR GAMBAR

1.1. Logo IAIN Kerinci ... 30 2.1 Arah Pengembangan Strategis Jangka Panjang IAIN Kerinci

(Tahun 2017-2032) ... 41 3.1 Metodologi Pengembangan Kampus IAIN Watampone

Berbasis ICT Tahun 2017-2020 ... 92 4.1. Peta Provinsi Jambi dan Sekitarnya ... 131

(10)

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KERINCI

Jalan Kapten Muradi Desa Sumur Gedang Kec.Pesisir Bukit Sungai Penuh Telp. ( 0748 ) 21065 Fax. ( 0748 ) 22114 Kode Pos.37112Web : www.iainkerinci.ac.id

Email: [email protected] SURAT KEPUTUSAN REKTOR

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KERINCI Nomor: 33.a TAHUN 2017

TENTANG

PENUNJUKAN DAN PENETAPAN TIM PENYUSUN RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP)

DI LINGKUNGAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KERINCI TAHUN 2017

REKTOR INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KERINCI

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Institusi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, perlu menunjuk Tim Penyusun dalam Kegiatan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Institusi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci;

b. bahwa nama-nama yang tersebut pada daftar lampiran surat keputusan ini dipandang cakap dan mampu melaksanakan tugas tersebut.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi;

3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi;

4. Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2016 tentang Perubahan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kerinci menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci;

5. Peraturan Menteri Agama RI Nomor 48 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci;

6. Peraturan Menteri Agama Nomor 12 Tahun 2017 tentang STATUTA Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci.

Memperhatikan : Tugas dan Fungsi Tim Rencana Induk Pengembangan (RIP) Institusi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN REKTOR INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KERINCI PENUNJUKAN DAN PENETAPAN TIM PENYUSUN RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP) DI LINGKUNGAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KERINCI TAHUN 2017

Pertama : Menunjuk yang namanya tersebut dalam lampiran Surat Keputusan ini sebagai Rencana Induk Pengembangan (RIP) Institusi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci Tahun 2017

Kedua : Kepada nama yang tersebut dalam lampiran diktum pertama, melaksanakan tugas dan fungsinya bertanggung jawab kepada Rektor IAIN Kerinci

Ketiga : Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan bahwa segala sesuatunya akan diubah dan diperbaiki kembali sebagaimana mestinya, apabila ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini

KUTIPAN Surat Keputusan ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk diketahui dan dilaksanakan

DITETAPKAN DI : SUNGAI PENUH PADA TANGGAL : 12 Juni 2017 REKTOR,

(11)

LAMPIRAN : SURAT KEPUTUSAN REKTOR IAIN KERINCI NOMOR : 33.a TAHUN 2017 TANGGAL : 12 Juni 2017 TENTANG

PENGANGKATAN PANITIA PELAKSANA AKREDITASI INSTITUSI INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KERINCI TAHUN 2021

1. Pengarah : Dr. H.Y Sonafist, M.Ag 2. Penanggung Jawab : 1. Dr. H. Asa’ari, M.Ag

2. Jalwis, M.Ag 3. Ketua : Drs. Bahrum, M.Ag 4. Sekretaris : H. Ahmad Yani, SE, M.Si 5. Anggota 1. Dr. Dairabi Kamil, M.Ed

2. Dr. Hadi Candra, M.Pd 3. Dr. Azhar, M.Ag

4. Dr. Muhammad Yusuf, M.Ag 5. Dr. Ahmad Jamin, M.Ag 6. Dr. Laswadi, S.Pd, M.Pd 7. Dr. H. MHD Rasidin, M.Ag 8. Jafar Ahmad, M.Si 9. Rimin, M.PdI

10. Eka Putra, S.H, M.PdI 11. Samin, M.Ag

12. Faizin, M.Ag

13. Dr. H. Wisnarni, M.PdI 14. Prisman, S.Ag, M.Sy 15. Zaki Sartika, M.Si 16. Mailan Fitriati, M.Kom 17. Rodef Tora, M.Kom 18. M. Ridha DS, Lc, MA 19. Arzam, M.Ag 20. Zufriani, M.HI

Rektor,

Dr. H. Y. Sonafist, M.Ag NIP. 19630602 199903 1 001

(12)

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KERINCI

Jalan Kapten Muradi Desa Sumur Gedang Kec.Pesisir Bukit Sungai Penuh Telp. ( 0748 ) 21065 Fax. ( 0748 ) 22114 Kode Pos.37112 Web : www.iainkerinci.ac.id

Email: [email protected] SURAT KEPUTUSAN REKTOR

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KERINCI Nomor : 54aTAHUN 2017

TENTANG

PEMBERLAKUAN RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP) DI LINGKUNGAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KERINCI

TAHUN ANGGARAN 2017

REKTOR INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KERINCI

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pelaksanaan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, perlu pemberlakuan Rencana Induk Pengembangan (RIP) IAIN Kerinci;

b. bahwa untuk terlaksananya tugas-tugas tersebut perlu ditetapkan dalam surat keputusan.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi;

4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi;

5. Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2016 tentang Perubahan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kerinci menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci;

6. Peraturan Menteri Keuangan RI nomor 190/PMK.05/2012 tentang Tata Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan APBN

7. PMK No.S-39/MK.02/2015 tentang Honorarium Dosen/Pegawai yang Diberi Tugas Tambahan/Tugas Khusus Tertentu, Honorarium Penyelenggara Kegiatan Akademik dan Kemahasiswaan, dan lain-lain pada Satker PTKN di lingkungan Kemenag;

8. Keputusan Menteri Agama Nomor I tahun 2012 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 2 tahun 2006 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran Atas Beban APBN di lingkungan Departemen Agama;

9. Peraturan Menteri Agama RI Nomor 48 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci;

10. Peraturan Menteri Agama Nomor 12 Tahun 2017 tentang STATUTA Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci.

Memperhatikan : Fungsi Pemberlakuan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN REKTOR INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KERINCI TENTANG PEMBERLAKUAN RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP) DI LINGKUNGAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KERINCI TAHUN ANGGARAN 2017

Pertama : Surat keputusan ini merupakan surat resmi Pemberlakuan Rencana Induk Pengembangan (RIP) di Lingkungan Institut Agama Islam Negeri (Iain) Kerinci Kedua : Segala Biaya akibat dikeluarkannya keputusan ini dibebankan ke dalam Anggaran

DIPA IAIN Kerinci tahun 2017;

Ketiga : Keputusan ini berlaku terhitung sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan bahwa apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan diperbaiki Kembali sebagaimana mestinya.

DITETAPKAN DI : SUNGAI PENUH PADA TANGGAL : 7 AGUSTUS 2017 REKTOR,

Dr. H. Y Sonafist, M.Ag

(13)

KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan nikmat-nya yang diberikan kepada segenap civitas akademika IAIN Kerinci, sehingga mampu menyelesaikan penyusunan Dokumen Rencana Induk Pengembangan (RIP) IAIN Kerinci tahun 2017-2032.

RIP ini akan menjadi pedoman pimpinan IAIN Kerinci dalam pengambilan kebijakan dan sebagai dasar pelaksanaan operasional, sehingga kebijakan, program, dan kegiatan menjadi dan focus untuk pencapaian visi, melaksanakan misi dan mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan bersama. RIP ini dapat tersusun atas partisipasi dan pikiran serta masukkan semua stakeholder internal kunci dalam memikirkan cita-cita masa depan IAIN Kerinci yang di cintai dan dibanggakan ini.

Ucapan terima kasih kepada semua pihak, khususnya tim penyusun dan tim pembahas atas kesempurnaan kebijakan-kebijakan strategis yang terumuskan dalam RIP ini. Akhirnya, saya selaku Rektor IAIN Kerinci mengharapkan partisipasi dan kritik serta saran konstruktif dari semua pihak demi suksesnya IAIN Kerinci di masa-masa yang akan datang. Semoga tim perumus dan tim pembahas RIP ini mendapat pahala dari Allah SWT dan dicatat sebagai amal ibadah, amiin amiin ya robbal alamiin.

Sungai Penuh, ...Agustus 2017

001

i | RIP: IAIN Kerinci-Jambi

Dr. SONAFIST M.Ag NIP. 19630602 199903 1 Rektor,

(14)

BAB I PENDAHULUAN

A. DASAR PEMIKIRAN

Merujuk Undang-Undang Nomor 20 Tahun 20031 khususnya pasal 3 menyebutkan bahwa, fungsi pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Fungsi dan tujuan pendidikan nasional di atas diarahkan untuk mempersiapkan masyarakat Indonesia menghadapi era globalisasi dan teknologi informasi yang merambah di segala lini kehidupan. Watak dan kepribadian Indonesia harus bisa menjadi landasan dalam membangun bangsa, baik baik pembangunan material maupun spiritual. Watak dan kepribadian tersebut harus tertanam kuat dalam hati setiap insan agar bangsa Indonesia tidak terombang-ambing dalam menghadapi globalisasi dan derasnya arus informasi.

Masyarakat dunia saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan yang muncul dari proses globalisasi yang terjadi sejak paruh kedua abad ke- 20. Globalisasi tidak hanya mendorong terjadinya transformasi peradaban dunia melalui proses modernisasi, industrialisasi, dan revolusi informasi, melainkan juga menimbulkan terjadinya perubahan-perubahan dalam

(15)

struktur kehidupan dunia. Akibatnya, tidak terkecuali masyarakat Indonesia, diperkirakan akan mengalami perubahan-perubahan yang serba cepat dalam berbagai bidang, baik menyangkut persoalan sosial, budaya, ekonomi, politik, maupun pendidikan.

Globalisasi melahirkan revolusi informasi yang ditandai oleh tingginya prestasi manusia dalam bidang teknologi informasi dengan memberikan kemudahan dalam proses komunikasi antarbangsa. Namun demikian, kemudahan proses komunikasi ini memicu munculnya akulturasi asimetris, yaitu ketimpangan pola hubungan antara negara-negara maju dan negara- negara berkembang. Dalam pola hubungan ini, negara-negara maju akan mendominasi negara-negara berkembang tidak hanya dalam bidang ekonomi dan teknologi, melainkan dalam bidang-bdang yang lain seperti politik, militer, budaya, dan pendidikan2.

Pada saat yang bersamaan, muncul berbagai konflik keagamaan dalam masyarakat. Hal ini membawa implikasi terhadap tatanan sosial yang memicu kritis multidimensi, baik dalam aspek geografis, politis, sosial maupun keagamaan. karena itu, tidak jarang arus informasi memberikan implikasi yang berseberangan dengan nilai atau norma yang dianut oleh msyarakat Indonesia seperti nilai agama dan budaya, meskipun globalisasi juga akan mempercepat transformasi masyarakat, yakni dari masyarakat tradisional manjadi masyarakat industri dan dapat dipastikan, transformasi sosial ini jelas akan menimbulkan implikasi terhadap nilai-nilai agama.

2 Husnis Rahim. 2004. UIN dan tantangan meretas dikhotomi keilmuan. Dlm. Zainuddin.

Horison baru pengembangan pendidikan Islam (upaya merespon dinamika masyarakat global). Malang: UINPRESS. hal. 183

(16)

Setidaknya, ada empat aspek tantangan yang dihadapi perguruan tinggi Islam, akibat dari globalisasi yang sedang berlangsung saat ini3 diantaranya :

1. Globalisasi melahirkan tingkat kompetisi yang sangat tinggi dalam kehidupan masyarakat atau bangsa. Dalam situasi semacam ini, kualitas dan mutu pendidikan menjadi pertimbangan bagi masyarakat dalam memilih produk barang atau jasa;

2. Penguasaan ilmu dan teknologi sangat penting untuk menghasilkan produk barang atau jasa sesuai tuntutan stakeholder. Hal ini dapat terwujud apabila suatu masyarakat atau bangsa menguasai ilmu dan teknologi;

3. Muncul neo-imperialisme dari suatu bangsa kepada bangsa lain akibat dari penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi cenderung menekan bangsa lain; dan

4. Kondisi yang kompetitif adalah terbukanya arus informasi antar negara yang memungkinkan setiap bangsa memperoleh informasi dengan cepat tentang ilmu pengetahuan yang dapat dimanfaatkan untuk melahirkan karya-karya inovatif bagi kesinambungan kehidupan masyarakat.

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci - Jambi merupakan salah satu Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia yang ada dalam naungan Kementerian Agama yaitu tergolong ke dalam Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), yang tidak terlepas menghadapi tantangan tersebut diatas. PTKIN, khususnya IAIN Kerinci - Jambi, jika hanya berorientasi social expectation tidak lagi mencukupi, bukan hanya karena sifatnya yang tradisional, tetapi juga karena orientasi harapan yang tidak sejalan dengan tantangan global maupun perkembangan IAIN Kerinci - Jambi itu sendiri.

Pada saat bersamaan, IAIN Kerinci - Jambi khususnya dan PTKIN pada

(17)

umumnya, dihadapkan pada tantangan otonomi perguruan tinggi.

Pelaksanaan otonomi perguruan tinggi ini merupakan konsekuensi diterapkannya otonomi pemerintahan daerah, seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah yang telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Undang- Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, dan telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004.

Dengan demikian, IAIN Kerinci - Jambi khususnya dan PTKIN umumnya, dituntut untuk mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan bersaing dalam kompetisi global dengan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan peka terhadap perubahan. Sehingga harapan yang bersifat akademis (academic expectation) menjadi keharusan, atau minimal antara posisi sebagai lembaga keagamaan dan akademis menjadi seimbang. Hal ini dilihat dari munculnya kesadaran masyarakat Islam Indonesia tentang arti pentingnya lembaga PTKIN sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas SDM selain sebagai sarana untuk mentransmisikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai ke-Islaman dan ke- Indonesiaan kepada generasi mendatang.

PTKIN sebagai lembaga pendidikan tinggi merupakan bagian dari pendidikan nasional memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar serta peran-peran strategis untuk mampu mewujudkan cita-cita tersebut. Sebagai konsekuensinya, PTKIN (IAIN Kerinci-Jambi) dituntut untuk mempersiapkan dan menyelenggarakan proses pendidikan dengan sebaik-baiknya dan akuntabel. Untuk dapat memainkan peran-peran strategis tersebut, maka IAIN Kerinci-Jambi tidak cukup hanya dengan mengandalkan manajemen secara apa adanya, namun mesti dilakukan dengan usaha yang serius dan sadar terhadap kelemahan dan keunggulanya.

(18)

Berkaitan dengan perubahan-perubahan yang terjadi saat ini, IAIN Kerinci-Jambi perlu mengambil langkah-langkah strategis agar dapat melakukan antisipasi. Hal ini penting dilakukan agar dalam perkembangannya, IAIN Kerinci-Jambi tidak ketinggalan dibanding dengan perguruan tinggi umum lainnya, baik pada skala lokal, regional maupun internasional. Dalam kaitan ini, IAIN Kerinci-Jambi berkeinginan keras untuk mencapai cita-cita besarnya, yakni menjadi PT Islam dengan berbagai keunggulannya, dengan kata lain menjadi Center of Exellence dan Center of Islamic Civilization. Ini semua bisa dilakukan jika ada tekad dan semangat yang menggelora serta langkah-langkah strategis menuju perubahan (change), pertumbuhan (growth), dan reformasi (reform) di segala bidang yang terencana, sistematis, dan berkesinambungan.

Agar cita-cita tersebut dapat terealisasi, perubahan dan pengembangan tersebut harus didasarkan perencanaan yang matang, sistematis, terencana, dan terintegrasi dalam kurun waktu tertentu dan tertuang dalam Rencana Induk Pengembangan (RIP) IAIN Kerinci-Jambi. RIP arah pengembangan IAIN Kerinci-Jambi dalam jangka panjang dalam kurun waktu 16 tahun ke depan (tahun 2017-2032) yang ingin dicapai. Sebagai sebuah RIP, maka dokumen ini memuat kerangka filosofis dan kebijakan strategis. Dengan demikian, RIP ini merupakan kerangka pengembangan strategis jangka panjang IAIN Kerinci-Jambi dengan mempertimbangkan potensi kekuatan dan kelembagan yang dimiliki sekaligus memperhatikan peluang dan tantangan dihadapi.

(19)

B. SEJARAH SINGKAT INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KERINCI-JAMBI

Berdirinya IAIN Kerinci berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 20164 dan ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 20165. Keberadaan IAIN Kerinci yang ada saat ini merupakan perjungan panjang dan semangat memperjuangan Islam khususnya di Kabupaten/kota Kerinci oleh para tokoh dan pejuang Islam yaitu para kyai, ulama, dan tokoh masyarakat. Secara kelembagaan IAIN Kerinci berawal dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kerinci. Dasar hukum berdirinya STAIN Kerinci sendiri adalah Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 19976 yang ditindaklanjuti dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 294 Tahun 19977 dan Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Nomor E/136/19978.

Menindaklanjuti status kemandirian menjadi STAIN tersebut di atas, maka pada Tahun Akademik 1998/1999 dibuka program Sarjana (S.1) Jurusan Tarbiyah, dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Kependidikan Islam (KI) serta Program Diploma Dua (D.2) bidang Program Pendidikan Professional. Sehingga pada Tahun Akademik 1998/1999 STAIN Kerinci mengembangkan program studi, yaitu :

4 tentang Institut Agama Islam Negeri Kerinci yang merupakan alih status dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kerinci, ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo tanggal 1 Agustus 2016 di Jakarta.

5 tentang Organisasi dan Tata Kerja Institut Agama Islam Negeri Kerinci, yang ditandatangani oleh Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin tanggal 6 November 2016 di Jakarta.

6 tentang tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kerinci yang diserahkan oleh Menteri Agama (dr.H.Tarmizi Thaher) pada tanggal 25 Syafar 1418 H bertepatan dengan tanggal 30 Juni 1997 M, dan dilanjutkan dengan serah terima dari Rektor IAIN STS Jambi (Prof. Dr. H. Sulaiman Abdullah) kepada pjs Ketua STAIN Kerinci (Drs. Mohd. Said Ridwan).

7 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kerinci.

8 tentang Alih Status dari Fakultas daerah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, yaitu dari Fakultas Syariah IAIN Sulthan Thoha Saipuddin (STS) Jambi di Kerinci menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kerinci, dengan Jurusan Syariah.

(20)

1. Program Sarjana (S.1), meliputi :

a. Jurusan Syari’ah dengan Program Studi, yaitu : (1) Akhwal al- Asyakhsiyah (AS); dan (2) Muamalah (M);

b. Jurusan Tarbiyah, dengan program Studi, yaitu : (1) Pendidikan Agama Islam (PAI); dan (2) Kependidikan Islam (KI).

2. Program Pendidikan Profesional, yaitu : (1) Akta IV; dan (2) Program Diploma II (D.II) bidang Pendidikan Guru Agama Islam (PGAI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Embrio berdirinya STAIN Kerinci adalah Fakultas Syariah Muhammadiyah Kerinci pada tahun 1964, yang dimotori oleh KH. Daud Qahiri dan Sutan Abdullah Arifin yang mendapatkan dukungan kuat dari Bupati KDH Tk. II Kerinci (Syamsu Bahrun) dan Danres Kerinci (Drs.

Sukamto). Adapun pimpinan Fakultas Syariah Muhammadiyah pada saat itu, yaitu Drs Sukamto sebagai Dekan dan Sutan Abdullah Arifin sebagai sekretaris Fakultas. Dalam perjalanannya mengelola dan mengembangkan Fakultas Syariah Muhammadiyah Kerinci, ada upaya meningkatkan status kelembagaan Fakultas Syariah Muhammadiyah dari berstatus swasta menjadi berstatus negeri.

Berdasarkan ketetapan MPR Nomor 11 tahun 1960 dan Peraturan Menteri Agama Nomor 5 tahun 1963 bahwa untuk mendirikan IAIN minimal memiliki 3 (tiga) fakultas dan jumlah mahasiswa yang memadai. Pada saat itu, jumlah mahasiswa Fakultas Syari’ah Perguruan Tinggi al-Hikmah Jambi, Fakultas Tarbiyah dan Ushuluddin Yayasan Perguruan Tinggi Al-Ma’arif Jambi belum memadai sedangkan Fakultas Syari’ah Muhammadiyah Kerinci sudah memiliki mahasiswa yang cukup untuk satu Fakultas. Berdasarkan hal tersebut, maka para ulama dan tokoh masyarakat serta Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten/Kota Kerinci dan Tingkat I Propinsi Jambi, mengusulkan Fakultas Syari’ah Muhammadiyah Kerinci menjadi salah satu

(21)

fakultas di lingkungan IAIN Sulthan Thaha Saipunddin Jambi.

Perjuangan para kyai, ulama, tokoh masyarakat yang didukung pemerintah daerah usaha menjadi status negeri Fakultas Syariah Muhammadiyah Sungai Penuh Kerinci, membuahkan hasil dengan keluarnya Surah Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 116 tahun 1967 tentang Penegerian Fakultas Syari’ah Muhammadiyah Sungai Penuh menjadi Fakultas Syari'ah IAIN Sulthan Thaha Saipuddin Jambi di Kerinci, tertanggal tanggal 27 September 1967. Adapun pimpinan Fakultas Syariah IAIN Sulthan Thaha Saipuddin Jambi di Kerinci, yaitu (1) KH. A Rahman Dayah (Dekan);

(2) KH. Syarifuddin DNB (Pembantu Dekan); (3) KH. Djanan Thaib; (4) KH.

Adnan Thaib; (5) Syekh H. Nahri; (6) KH. Fachruddin Samad; (7) KH.

Abdullah Ahmad; (8) KH. Daud Qahiri; dan (9) KH. Usman Jamal.

Sehingga secara ringkas berdirinya IAIN Kerinci saat ini diawali dari berdirinya Fakultas Syariah Muhammadiyah Kerinci tahun 1964. Pada tahun 1967 berubah menjadi Fakultas Syariah IAIN Sulthan Thaha Saipunddin Jambi di Kerinci. Dengan adanya kebijakan pemerintah, khususnya Kementerian Agama pada waktu itu, semua fakultas cabang yang ada di daerah di seluruh Indonesia ditingkatkan kemandiriannya menjadi STAIN tepatnya tahun 1997 yang berjumlah 33 (tiga puluh tiga) Perguruan Tinggi.

C. DEFINISI ISTILAH

Beberapa definisi istilah dimaksud, yaitu :

1. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) adalah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang menyelenggarakan pendidikan tinggi dalam bidang ilmu Agama Islam, Teknologi, dan/atau seni yang bernafaskan Islam;

2. Kebijakan Strategis adalah pokok-pokok pikiran utama yang berisi kebijakan dan strategi IAIN Kerinci yang dijadikan pedoman atau

(22)

arah dalam mengembangkan program strategis;

3. Rencana Induk Pengembangan atau disingkat dengan RIP merupakan dokumen resmi IAIN Kerinci yang berisi kebijakan strategis jangka panjang dalam mengembangkan program-program penyelenggaraan pendidikann tinggi dalam kurun waktu 16 (enam belas) tahun ke depan;

4. Perencanaan Strategis atau sering disebut dengan Rencana Strategis atau Renstra adalah dokumen resmi IAIN Kerinci yang berisi kebijakan strategis, sasaran strategis, strategi, program, kegiatan, indikator kinerja utama, faktor kunci keberhasilan, dan periodisasi pencapaian dalam kurun waktu 4 (empat) tahunan, yang merupakan penjabaran dari RIP;

5. Rencana Operasional atau Rencana Kerja dan Anggaran adalah pedoman pelaksanaan program dan anggaran setiap tahun, ia merupakan penjabaran dari Renstra 4 (empat) tahunan;

6. Prinsip Dasar adalah pernyataan tertulis tentang kerangka dasar yang bersifat umum yang mendasari penyelenggaraan pendidikan tinggi di IAIN Kerinci;

7. Nilai adalah pernyataan tertulis tentang jiwa, filosofi, dan ruh yang mendasari penyelenggaraan pendidikan tinggi di IAIN Kerinci;

8. Visi adalah pernyataan tertulis tentang cita-cita atau arah yang akan dicapai oleh IAIN Kerinci dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi di masa yang akan datang dan dalam kurun waktu tertentu;

9. Misi adalah pernyataan tertulis tentang prinsip dan alasan mendasar berdirinya IAIN Kerinci dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi;

10. Tujuan adalah penjabaran dari visi dan misi berupa pernyataan tertulis tentang hal-hal yang secara umum akan dicapai dan merupakan dampak dari pernyataan visi dan misi yang dikembangkan oleh IAIN Kerinci;

11. Analisis Lingkungan adalah proses dalam melakukan penelusuran (scanning) lingkungan dengan tujuan untuk mengetahui lingkungan yang berpengaruh baik secara langsung maupun tidak dan berdampak terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi di IAIN Kerinci;

(23)

12. Isu-isu Strategis adalah permasalahan menonjol yang harus dihadapi, apabila tidak direspon dengan baik dapat menghambat atau mengancam eksistensi penyelenggaraan pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh IAIN Kerinci;

13. Tujuan Strategis adalah pernyatan tertulis tentang hal-hal yang hendak dicapai oleh IAIN Kerinci dalam menghadapi lingkungan dan isu strategis yang berkembang;

14. Rumusan Strategi adalah rumusan mengenai cara mencapai tujuan IAIN Kerinci dan sekaligus tujuan strategis;

15. Sasaran Strategis adalah sasaran-terukur yang hendak dicapai oleh IAIN Kerinci dalam periode waktu tertentu;

16. Program Strategis adalah sekumpulan kegiatan yang memperlihatkan urutan cara mencapai sasaran strategis;

17. Stakeholder internal adalah adalah pihak-pihak yang mempunyai kepentingan langsung dan setiap hari terlibat dalam proses penyelenggaraan pendidikan tinggi (unsur pimpinan, dosen, pegawai administrasi, dan mahasiswa aktif);

18. Stakeholder internal kunci adalah pihak-pihak yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan atau pengambil kebijakan (semua unsur pimpinan : Ketua, Wakil Ketua, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Kepala Pusat, Kepala Unit, Kepala Bagian, Kepala Sub Bagian, dan Kepala Unit Penunjang Teknis lainnya; dan

19. Stakeholder eksternal adalah pihak-pihak yang secara langsung tidak terlibat langsung dalam pengelolaan IAIN Kerinci, tetapi mempunyai kepentingan dan kepedulian dengan keberadaan IAIN Kerinci, diantaranya para kyai, ulama, tokoh masyarakat, masyarakat, lingkungan sekitar, organisasi sosial dan keagamaan, instansi pemerintah dan swasta, dan pengguna lulusan.

(24)

D. PRINSIP DAN NILAI DASAR

Sebagai perguruan tinggi negeri yang bersifat nirlaba, IAIN Kerinci di kembangkan berdasarkan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut:

1. Prinsip Dasar

a. Ilmu pengetahuan dan teknologi bersifat universal dan objektif;

b. Ilmu ke-Islaman yang berhubungan tentang segala hal yang bertalian dengan agama Islam bersifat universifal dan mengingkat;

c. Penyelenggaraan pendidikan tinggi merupakan proses Tridharma Perguruan Tinggi dilandasi dengan kebebasan akademik; dan

d. Pengelolaan perguruan tinggi mengacu pada prinsip-prinsip good university governance yang dicirikan dengan transparan, kemandirian, akuntabilitas, kesetaraan, berkelanjutan, kewajaran, efisien dan efektif, taat pada peraturan dan perundang-undangan, mampu meningkatkan kesejahteraan stakeholder dan daya saing bangsa.

2. Nilai Dasar yang Dianut :

Dalam melaksanakan kegiatannya Civitas Akademika wajib menjunjung tinggi dan mangamalkan nilai-nilai sebagai berikut :

a. Ketauhidan. Dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, IAIN Kerinci mengacu pada nilai-nilai ketauhidan. Hal ini dimaksudkan agar seluruh sivitas akademika mengingat dan menyadari bahwa kebebasan akademik yang melekat padanya sebagai insan akademik, tetap dibatasi oleh nilai-nilai ketauhidan.

Dengan demikian, sifat sombong dan angkuh yang mungkin saja dapat menganggu tetap dapat diredam;

(25)

b. Akhlakul Karimah. Dalam menjalankan tugas dan fungsi, serta tanggung jawabnya. Civitas akademika dan seluruh masyarakat kampus IAIN Kerinci senantiasa bersikap dan berprilaku sesuai dengan nilai-nilai akhlakul karimah, baik di dalam kampus maupun di luar kampus;

c. Unggul. Yang dimaksud unggul dalam kontek ini yaitu dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi melebihi dari standar yang telah ditentukan dan lebih baik dari para penyelenggara pendidikan tinggi pada umumnya atau dengan kata lain menjadi pemenang dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi;

d. Keterbukaan. Nilai keterbukaan dapat diartikan dengan transparansi.

Nilai ini dimaksudkan agar seluruh proses penyelenggaraan Akademik dan Nonakademik di IAIN Kerinci dilakukan secara transparan sehingga dapat diakses oleh stakeholders, baik internal maupun eksternal;

e. Akademis. Setiap warga kampus IAIN Kerinci memahami, mencintai, dan menggunakan serta menampakkan sebagai ilmuan, religius, dan cendiakawan pada masyarakat;

f. Religius. Setiap warga kampus IAIN Kerinci wajib menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan menjalankan agama secara sungguh-sungguh sesuai petunjuk dalam al-Qur'an dan as-Sunnah;

g. Disiplin. Setiap warga kampus IAIN Kerinci harus disiplin dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab yang di amanahkan dalam rangka menghasilkan layanan pendidikan yang bernilai dan berdaya saing tinggi;

h. Profesional. Setiap warga kampus IAIN Kerinci wajib mengedepankan profesionalitas dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan ditunjukkan melalui pengetahuan, kemampuan, dan kompetensi sesuai bidangnya;

(26)

i. Kreativitas. Setiap warga kampus IAIN Kerinci diharuskan mengembangkan ide-ide atau gagasan baru dan karya baru dan/atau kombinasi dari keduanya;

j. Objektif. Setiap warga kampus IAIN Kerinci harus menjunjung tinggi nilai-nilai objektifitas dalam menyampaikan pendapat, baik lisan maupun tertulis, jujur apa adanya sesuai dengan kaidah ilmiah serta bertanggungjawab;

k. Akuntabilitas. Setiap warga kampus IAIN Kerinci dalam menjalankan tugas-tugas senantiasa dapat dipertanggungjawabkan, terukur output dan outcome-nya, dan berbasis kinerja;

l. Taat azas. Setiap warga kampus IAIN Kerinci senantiasa mengikuti dan mentaati semua peraturan, ketentuan, dan standar prosedur yang berlaku dan berkaitan dengan tugas-tugas pokok;

m. Budaya mutu. Setiap warga kampus IAIN Kerinci senantiasa mengedepankan pelayanan kepada mahasiswa dan/atau masyarakat internal dan/atau eksternal kampus yang berorientasi mutu dan kepuasan stakeholer, senantiasa meningkatan mutu secara berkelanjutan (continous improvement);

n. Budaya kearifan lokal. Warga kampus IAIN Kerinci wajib menghargai menjunjung tinggi pranata sosial, budaya dan adat-istiadat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh khususnya dan Propinsi Jambi.

E. VISI, MISI, DAN TUJUAN

1. Visi :

"Menjadi Perguruan Tinggi Islam yang Unggul, Integratif, Entrepreneur, Berkarakter dan sebagai Pusat Kajian serta Pengembangan Budaya Islam Sumatera Barat tahun 2032".

(27)

Dalam pernyataan visi tersebut di atas, terdapat kata kunci (key word) yang perlu di breakdown agar semua stakeholder IAIN Kerinci memahami dan bekerja keras untuk mencapainya. Adapun keyword dimaksud, diantaranya : (1) menjadi; (2) unggul; (3) integratif; (4) entrepreneur; (5) berkarakter; dan (6) sebagai pusat kajian dan pengembangan budaya Islam Sumatera Barat.

a. Makna "Menjadi" :

Bermakna bahwa secara kelembagaan IAIN Kerinci masih dalam tahap "menuju" atau "dalam perjalanan" sebagai perguruan Islam yang Unggul, Integratif, Entrepreneur, Berkarakter dan sebagai Pusat Kajian serta Pengembangan Budaya Islam Sumatera Barat pada Tahun 2032.

b. Makna "Unggul" :

Keunggulan IAIN Kerinci dikembangkan dalam rangka mencapai 3 (tiga) pilar tri dharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang bermutu. Ketiga pilar itu diupayakan berjalan secara integratif sehingga menjadikan IAIN Kerinci sebagai perguruan tinggi yang unggul dan terpandang berkarakter islami.

1) Unggul dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran, dengan Key Performance Indicators :

a) Desain kurikulum menggambarkan integrasi keilmuan antara ilmu umum dan ilmu agama;

b) Proses pengajaran dan pembelajaran di dasarkan pada standar mutu pendidikan berskala nasional dan/atau internasional dan Standar Operasional Prosedur yang jelas dan terukur;

(28)

c) Proses pengajaran dan pembelajaran di dukung teknologi informasi dan komunikasi yang memadai baik dosen maupun mahasiswa dengan menggunakan pendekatan multimedia dan e-learning system;

d) Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang representatif dan produktif serta modern dalam mendukung proses belajar-mengajar bagi dosen dan mahasiswa;

e) Dosen pengajar minimal 80% berkualifikasi pendidikan doktor (S.3) dan/atau profesor serta sesuai bidang kompetensinya;

f) Materi pengajaran dan pembelajaran didasarkan dasar keilmuan yang up-to-date dan didasarkan hasil riset dosen;

g) Dosen dan mahasiswa menggunakan bahasa internasional dalam proses pengajaran dan pembelajaran;

h) Mahasiswa dibekali dengan ilmu dan pengetahuan serta ketrampilan dengan memperhatikan kebutuhan stakeholder dalam skala global;

i) Didukung dengan pembiayaan yang proporsional dalam menciptakan atau melahirkan lulusan yang berdaya saing;

j) Kegiatan akademik berskala nasional dan/atau internasional setiap fakultas/jurusan minimal 2 (satu) kali setiap tahun anggaran; dan

k) Mempunyai sistem tatakelola manajemen pengajaran dan pembelajaran.

2) Unggul dalam bidang Mahasiswa dan Lulusan, dengan Key Performance Indicators :

a) Terdapat mahasiswa asing, minimal 2% dari total mahasiswa;

b) Perbandingan antara pendaftaran calon mahasiswa dengan kuota sebesar 4:1;

c) Prestasi kegiatan kemahasiswaan masuk dalam skala regional dan/atau nasional;

(29)

d) Indeks prestasi kumulatif kelulusan mahasiswa rata-rata 3,75;

e) Mahasiswa lulus tepat waktu minimal 95% dari total mahasiswa setiap tahun angkatan;

f) Kompetensi lulusan sesuai dengan visi, misi dan tujuan pendidikan yang dikembangkan oleh IAIN Kerinci;

g) Lulusan mendapatkan kesempatan pekerjaan dan/atau termanfaatkan oleh masyarakat dalam enam bulan pertama minimal 80% dari total lulusan setiap tahunnya; dan

h) Mempunyai sistem tatakelola manajemen kemahasiswaan.

3) Unggul dalam bidang kelembagaan, dengan Key Performance Indicators :

a) Akreditasi Institusi minimal "B";

b) Akreditas Program, 90% dari program studi yang ada di lingkungan IAIN Kerinci adalah "A";

c) Mendapatkan pengakuan dari lembaga standarisasi internasional atau regional dalam bidang pendidikan, diantaranya ISO, AUN-QA, Malcom Badrige, dan lain sebagainya;

d) Mendapatkan pengakuan dan prestasi dari penilai penggunaan teknologi informasi dalam dunia pendidikan diantarana Webomatric.

4) Unggul dalam bidang penelitian, dengan key performance indicators :

a) Publikasi ilmiah hasil penelitian dosen di lingkungan IAIN Kerinci terpublikasikan pada jurnal terakreditasi nasional dan/atau internasional minimal 5% setiap tahun anggaran;

b) Setiap dosen melakukan penelitian minimal 1 (satu) judul setiap tahun anggaran sesuai bidang kompetensi dan hasilnya dapat dimanfaatkan baik dalam bidang keilmuan maupun praktisi;

(30)

c) Hasil penelitian dosen mendapatkan hak paten minimal 1% sd 2% dari total dosen yang melakukan penelitian;

d) Bidang-bidang penelitian selaras dengan perkembangan ilmuan pengetahuan dan teknologi yang up-to-date;

e) Dosen mendapatkan hibah penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat tingkat nasional dan/atau nasional minimal 5% sd 7,5% dari total jumlah dosen IAIN Kerinci; dan

f) Mempunyai sistem tatakelola manajemen penelitian.

5) Unggul dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, dengan key performance indicators :

a) Setiap jurusan/program mempunyai daerah binaan sesuai bidang garapan keilmuan masing-masing jurusan/program studi, sehingga hasil pengabdian kepada masyarakat dapat berdampak secara langsung pada perubahan sosial budaya dan ekonomi;

b) Mempunyai tema sentral dalam melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, misalnya pemberdayaan masyarakat berbasis masjid; dan

c) Mempunyai sistem tatakelola manajemen bidang pengabdian kepada masyarakat.

6) Unggul dalam bidang manajerial pengelolaan pendidikan di IAIN Kerinci, dengan key performance indicators :

a) Mengedepankan prinsip Good University Governance dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi;

b) Penerapan ICT (information Communication and Technology) dalam mendukung pelaksanaan manajemen penyelenggaraan pendidikan tinggi (digital campus) di IAIN Kerinci;

c) Kualitas pelayanan pendidikan berpegang pada prinsip kualitas pendidikan yang didukung dengan Standard Operasional Prosedur yang jelas dan transparan;

(31)

d) Manajemen perpustakaan di dukung dengan sistem e-library atau perpustakaan digital; dan

e) Mempunyai pedoman sistem tatakelola manajemen penyelenggaraan pendidikan tinggi.

7) Unggul dalam bidang tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, dengan key performance indicators :

a) Tenaga pendidik (dosen) berkualifikasi minimal S.3 sesuai bidang kompetensinya;

b) Jabatan fungsional tenaga pendidik (dosen), minimal 40%

profesor dari total tenaga pendidik;

c) Indeks kinerja tenaga pendidik (dosen) minimal "B" (baik);

d) Tenaga kependidikan (staf administrasi), minimal S.1 atau S.2;

e) Kompetensi tenaga kependidikan sesuai yang disyaratkan di dalam hasil analisis jabatan;

f) Mempunyai sistem tatakelola manajemen sumber daya manusia (tenaga pendidik dan tenaga kependidikan).

c. Makna "Integratif" :

Bahasa lain integratif adalah keterpaduan. Yang dimaksud dalam kontek penyelenggaraan pendidikan tinggi, integratif bermakna mengintegrasikan atau memadukan antara model pembelajaran umum dengan model pembelajaran pesantren. IAIN Kerinci merupakan salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang tetap menyelaraskan dan mengintegrasikan antara ilmu keagamaan, ilmu sosial/alam serta teknologi.

Melalui pengembangan kelembagaan dalam wadah IAIN Kerinci dapat memberi kontribusi perkembangan ilmu melalui menara kembar (ilmu agama dan ilmu umum) yang senantiasa terhubung antara satu dan lainnya. Yang mana, integrasi ini menjadi model

(32)

sistem penyelenggaraan pendidikan tinggi yang integratif. Key performance indicators, integratif yaitu :

1) Adanya pedoman model dan sistem penyelenggaraan pendidikan tinggi integratif;

2) Kurikulum mengacu pada model dan sistem penyelenggaraan pendidikan tinggi integratif;

3) Sistem pengajaran dan pembelajaran mengacu pada model dan sistem penyelenggaraan pendidikan tinggi integratif;

4) Karya ilmiah yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa mengacu pada model dan sistem penyelenggaraan pendidikan tinggi integratif; dan

5) Ada lembaga kajian pengembangan model penyelenggaraan pendidikan tinggi integratif.

d. Makna "Entrepreneur" :

Kata kunci (key word) adalah pertumbuhan (growth) , cara berfikir (mindset), dan perubahan (change). Dalam kontek penyelenggaraan pendidikan tinggi di IAIN Kerinci harus terwujud entrepreneur baik secara individu, pengelola, dan kelembagaan.

Secara individu, IAIN Kerinci dihuni oleh orang-orang yang entrepreneur. Dari sudut pengelola, IAIN Kerinci dipimpinan oleh orang-orang yang entrepreneur. Dan Secara kelembagaan, IAIN Kerinci terus berkembang dan tumbuh menjad perguruan tinggi yang maju seiring perkembangan lingkungan, beradab dan berdaya saing.

Key performance indicators IAIN Kerinci Entrepreneur, yaitu :

1) Secara kelembagaan IAIN Kerinci selalu tumbuh dan berkembang, baik dari aspek program studi, jumlah mahasiswa, jumlah dosen, kesejahteraan maupun kualitas penyelenggaraan

(33)

pendidikan tinggi;

2) Cara befikir (mindset) semua civitas akademik, dilandasi dengan jiwa : berorientasi tindakan (action oriented); berpikir simpel (simple think); selalu mencari peluang baru (find more opportunities); mengejar peluang dengan disiplin tinggi (find more opportunities with hight dicipline); mencari peluang baru dan terbaik (find new and best opportunities); fokus pada eksekusi (focus of execution); dan energi untuk kinerja tinggi (energy for hight performance);

3) Terjadi perubahan secara konsisten dan berkelanjutan baik secara kelembagaan maupun individu (QS. Surat Ar-Ra’d:11);

4) Civitas akademikan mempunyai cara pandang ke depan secara jernih dan penuh keyakinan serta harapan positif (future oriented);

5) Civitas akademika bersikap dan bertindak kreatif dan inovatif untuk kepentingan kelembagaan dan/atau individu;

6) Civitas akademika mengedepankan prinsip efektif, efisien, dan produktif; dan

7) Civitas akademika berpegang teguh pada sifat Rasulullah saw yaitu Siddiq, Amanah, Tabligh, an Fathanah.

e. Makna "Berkarakter Islami" :

Karakter Islami yang dimaksud dalam visi IAIN Kerinci yakni karakter cerdas bagi seluruh unsur yang ada pada perguruan tinggi, baik unsur dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa dan alumni memiliki kecederungan bertindak secara benar yang sesuai dengan kaidah dan moral serta berpegang teguh pada nilai-nilai ke-Islaman yang berlaku. Nilai-nilai yang ingin dicapai sangat relevan dengan nilai yang bersumber dari Islam, Adat dan Budaya (kearifan lokal), dan tujuan pendidikan nasional.

(34)

Selain itu, civitas akademika mempunyai cara berfikir dan berperilaku positif dalam mengembangkan keilmuan yang bernafaskan Islam yang menjadi ciri khas penyelenggaraan pendidikan tinggi yang dilaksanakan oleh IAIN Kerinci baik tingkat lokal, nasional, maupun internasional, dengan key performance indicators :

1) Civitas akademika dan alumni menunjukkan perilaku yang agamis dan menjadi tuntutan masyarakat sekiatar;

2) Civitas akademik dan alumni mempunyai perilaku positif di tengah-tangah masyarakat kampus dan/atau masyarakat umum;

3) Civitas akademika tidak saling curiga di antara para dosen dan/atau pegawai administrasi;

4) Civitas akademik tidak saling curiga kepada pimpinan;

5) Civitas akademika dan alumni terbuka dengan perubahan;

6) Tenaga pendidik (dosen), tenaga kependidikan (staf administrasi), mahasiswa dan alumni selalu mengembangkan keilmuan yang dilandasi dengan nilai-nilai ke-Islaman; dan

7) Kajian yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa serta alumni bermuatan nilai-nilai ke-Islaman.

f. Makna "sebagai pusat kajian dan pengembangan Budaya Islam Sumatera Barat" :

Pusat Kajian bermakna sebagai titik sentral menelusuri dan mengkaji budaya-budaya Islam yang ada di wilayaha Sumatera Barat sebagai bagian dari nilai-nilai kearifan lokal yang perlu dilestarikan.

Sementara makna "Pengembangan" adalah mengembangkan budaya-budaya Islam yang di Sumatera Barat untuk dikembangkan agar tidak menjadi punah dan menjadi budaya warisan Bangsa di masa yang akan datang.

(35)

Pusat Kajian dan Pengembangan Budaya Islam Sumatera Barat dicita-citakan terwujud secara sempurna pada tahun 2032, dengan key performance indicators :

1) Menjadi rujukan dalam melakukan pengkajian dan pengembangan Budaya Islam Sumatera Barat; dan

2) Terwujudnya gedung pusat kajian dan pengembangan Budaya Islam Sumatera Barat, yang dipenuhi dengan koleksi-koleksi sejarah Budaya Islam di Sumatera Barat.

2. Misi :

a. Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berkarakter Islami, berkualitas, integratif, berwawasan global, dan berbasis kearifan lokal yang bermanfaat bagi masyarakat;

b. Menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pengembangan keilmuan dengan mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya yang berkarakter Islami;

c. Mengembangkan studi ke-Islaman yang berbasis riset dengan pendekatan inter-konektif;

d. Melahirkan sumber daya manusia (lulusan) yang Berkarakter Islami, Ber-integritas, Mandiri, Profesional, dan Berdaya Saing;

e. Mengembangkan nilai-nilai ke-Islaman dan budaya luhur dalam pemberdayaan masyarakat; dan

f. Menyediakan wadah kajian dan pengembangan budaya Islam di Sumatera Barat.

Berdasarkan pernyataan misi tersebut di atas, terdapat kata kunci (key word) yang harus diperjuangkan dan dikerjakan untuk dilaksanakan dalam rangka mencapai visi dan mewujudkan tujuan pendidikan di IAIN Kerinci. Adapun keyword dimaksud, diantaranya:

(1) berkarakter Islami; (2) berkualitas; (3) integratif; (4) berwawasan global; (5) berbasis kearifan lokal; (6) berbasis riset pendekatan inter- konektif; (7) ber-integritas; (8) mandiri; (9) profesional; (10) berdaya

(36)

saing; dan (11) nilai-nilai ke-Islaman.

a. Makna "Berkarakter Islami" (lihat sub bab E.1.e) b. Makna "Berkualitas" (lihat sub bab E.1.b)

c. Makna "Integratif" (lihat sub bab E.1.c) d. Makna "berwawasan global" :

Makna berwawasan global dalam kontek ini adalah dimaksudkan dalam proses penyelenggaraan pendidikan tinggi menggunakan pendekatan paradigma global. Paradigma global tidak saja pada wacana, tetapi penyelenggaraan pendidikan tinggi dirancang untuk dengan sistem, struktur, dan proses pendidikan global untuk mempersiapkan lulusan IAIN Kerinci mampu berkompetisi (kompetitif atau berdaya saing) di kanca global. Adapun key performance indicator IAIN Kerinci berwawasan global, diantaranya :

1) Kurikulum bersifat interdisipliner, multidisipliner, dan transdisipliner;

2) Proses perkuliahan menggunakan bahasa global;

3) Menerapkan information communication and technology untuk mendukung manajemen penyelenggaraan pendidikan tinggi di IAIN Kerinci;

4) Seluruh civitas akademik menggunakan bahasa global pasif atau aktif;

5) Kebijakan penyelenggaraan pendidikan bersifat global, tidak saja kebijakan sosial semata tetapi kebijakan yang berorientasi pasar;

6) Sistem penyelenggaraan pendidikan bersifat organik, yang dicirikan dengan fleksibel-adaptif dan kreatif-demokratis.

Fleksible-adaptif yaitu menekankan pada proses learning

(37)

dibandingkan dengan proses teaching. Kreatif-demokratis yaitu menekankan suatu sikap mental yang senantiasa melahirkan sesuatu yang baru dan orisinal;

7) Mahasiswa/lulusan mampu mempelajari dan mempunyai pengetahuan budaya sosial, politik, dan ekonomi global;

8) Mahasiswa/lulusan mampu mempelajari dan mempunyai berbagai cabang ilmu pengetahuan sesuai kebutuhan kompetensi global; dan

9) Mahasiswa/lulusan mampu mempelajari dan mempunyai kemampuan dan ketrampilan untuk kerjasama masyarakat global.

e. Makna "berbasis kearifan lokal" :

Kearifan lokal bermakna menjunjung tinggi nilai yang berlaku pada suatu masyarakat atau bangsa. IAIN sebagai perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan tinggi, berpegang teguh pada prinsip kearifan lokal, hal ini dimaksudkan bahwa meskipun penyelenggaraan pendidikan tinggi berwawasan global, tetapi tidak meninggalkan nilai-nilai yang sudah tertanam sebagai warisan budaya lokal, khususnya budaya dan nilai tatanan masyarakat Sumatera Barat, dengan key performance indicators, diantaranya :

1) Tatanan bangunan fisik (arsitektur) kampus IAIN Kerinci tidak meninggalkan nilai dan budaya Sumatera Barat;

2) Penataan kawasan kampus IAIN Kerinci menggambarkan nilai dan budaya Sumatera Barat;

3) Nilai dan budaya yang dikembangkan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi tidak meninggalkan nilai dan budaya Sumatera Barat; dan

(38)

4) Terwujudnya Pusat Kajian dan Pengembangan Budaya Islam Sumatera Barat.

f. Makna "berbasis riset inter-konektif" :

IAIN Kerinci sebagai perguruan tinggi dalam menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat) berbasis riset (penelitian) yang bersifat inter- konektif. Maksud berbasis riset adalah (1) dalam melaksanakan proses pembelajaran yang dilakukan oleh dosen dengan mahasiswa didasarkan pada hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh dosen itu sendiri dan/atau jurnal hasil penelitian orang lain;

dan (2) dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi harus didasarkan hasil-hasil penelitian terbarukan. Sementara, penelitian itu sendiri harus menggunakan pendekatan inter-konektif, yaitu mengintegrasikan kajian-kajiannya yang didasarkan pada nash- nash Al-Qur'an dengan ilmu pengetahuan umum atau dengan cara mengkaji ilmu pengetahuan baik yang bersumber dari qauliyah maupun khauniyah secara bersama-sama. Adapun key performance indicators, yaitu :

1) Sumber belajar pada proses pembelajaran sebagian besar dari hasil-hasil penelitian dosen dan/atau jurnal;

2) Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat menggunakaan konsep dari hasil penelitian dosen baik penelitian individu maupun kelompok; dan

3) Pelaksanaan penelitian dosen dan mahasiswa bersifat inter- konektif.

(39)

g. Makna "Ber-integrasi" :

Integritas adalah konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai Islam. Definisi lain integritas adalah kewibawaan, kejujuran dan konsisten antara tindakan dengan nilai dan prinsip Islam yang dipegang. Maka makna, ber-integritas adalah mempunyai jiwa, pikiran dan tindakan yang konsisten, teguh, jujur, berwibawa, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Islam. Adapun key performance indicators :

1) Lulusan IAIN Kerinci mampu mampu mempertahankan kebenaran dan membela yang benar;

2) Lulusan IAIN Kerinci mempunyai tanggungjawab yang konsisten dengan apa yang menjadi tanggungjawabnya;

3) Lulusan IAIN Kerinci konsisten dengan keilmuan yang pegang dan dipercaya;

4) Lulusan IAIN Kerinci mempunyai kepedulian terhadap lingkungannya;

5) Lulusan IAIN Kerinci berkomitmen terhadap prinsip-prinsip dan nilai-nilai Islam yang percayai; dan

6) Lulusan IAIN rendah hati semua kondisi dan keadaan;

h. Makna "Mandiri" :

Lulusan IAIN Kerinci diharapkan tidak ketergantungan dengan pihak lain baik secara ekonomi maupun dalam hal membuat keputusan-keputusan strategis. Adapun key performance indicators lulusan yang mandiri, yaitu :

1) Mampu menyediakan kebutuhan dasar bagi dirinya sendiri maupun keluarganya;

2) Mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri tidak

(40)

tergantung dengan permintaan kebutuhan pekerjaan;

3) Mampu mengembangkan keahliannya atau kompetensi baik untuk kepentingan individu maupun untuk kepentingan masyarakat; dan

4) Tidak memiliki rasa ketergantungan absolute dengan pihak- pihak lain dalam hal pengambilan kebijakan, keputusan, dan atau kebutuhan ekonomi.

i. Makna "Profesional" :

Salah satu cita-cita IAIN Kerinci adalah mengembangkan manusia- manusia yang profesional, baik tenaga pendidik, tenaga kependidikan, mahasiswa maupun alumninya. Yang mana, profesional bermakna pekerjaan atau jabatan yang dilaksanakan harus dilandasi atau dilakukan dengan keahlian dan ketrampilan yang tinggi sesuai kompetensi keilmuannya, dengan key performance indicators :

1) Lulusan memegang teguh dan bertanggungjawab kepada ke- profesian-nya; dan

2) Lulusan mendapatkan pekerjaan sesuai bidang keahlian, ketrampilan dan latar belakang kompetensi yang bersangkutan.

j. Makna "Berdaya Saing" :

IAIN Kerinci memiliki peran dan bertanggungjawab besar serta strategis dalam melahirkan sumber daya manusia yang memiliki daya saing regional, asia, dan global. Oleh sebab itu, IAIN Kerinci bercita-cita melahirkan lulusan yang berdaya saing, baik tingkat regional, nasional, dan internasional. Yaitu melahirkan lulusan sesuai standar-standar nasional dan/atau internasional dan diakui oleh stakeholder eksternal agar lulusan IAIN Kerinci mampu

(41)

berkompetisi baik dengan lulusan perguruan tinggi Islam maupun lulusan perguruan tinggi umum, dengan key performance indicators :

1) Lulusan yang berkualitas, memiliki kreativitas dan inovasi tinggi serta mempunyai jaringan yang luas;

2) Lulusan menguasai teknologi, khususnya Information, Communication and Technology (ICT) dan mengikuti perkembangannya;

3) Lulusan mempunyai jiwa entrepreneurship dan dilandasi dengan nilai-nilai Islam yang kokoh;

4) Lulusan mengedepankan prinsip dan nilai Islam dalam semua ruang dan waktu; dan

5) Lulusan mampu menempati posisi-posisi penting skala regional, nasional, dan global.

k. Nilai-nilai ke-Islaman :

Nilai adalah standar tingkah laku dan sikap yang mengikat manusia yang sepatutnya untuk dijadikan dasar dalam bertingkah dan bersikap. Nilai ke-Islam adalah kumpulan prinsip hidup, ajaran tentang bagaimana manusia seharusnya menjalankan kehidupannya. Dengan demikian, nilai-nilai ke-Islaman adalah bagian kehidupan manusia (muslim) sebagai kenyataan pengalaman rohanid an jasmani. Nilai-nilai ke-Islaman merupakan tingkatan integritas kepribadian yang mencapai tingkat insan kamil. Adapun key performance indicators, berpegang teguh pada nilai-nilai ke-Islaman, diantaranya :

1) Civitas akademika selalu mengedepankan dalam menjalankan yang wajib baik ibadah maupun tugas kedinasan;

2) Civitas akademika selalu menjalankan pekerjaan yang berifat

(42)

sunah;

3) Civitas akademika hanya mau menerima dan menjalankan tugas-tugas yang bernilai halal; dan

4) Civitas akademik selalu meninggalkan sifat dan tugas yang bernilai haram.

3. Tujuan :

a. Melahirkan lulusan (sarjana) yang berkarakter Islami, berkualitas, berwawasan global; dan berbasis kearifan lokal, yang mempunyai keunggulan kompetensi dan mampu mengaplikasikan ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat;

b. Menghasilkan penelitian yang unggul dan dipublikasikan pada level nasional dan internasional;

c. Menghasilkan karya-karya pengabdian kepada masyarakat yang berbasis kearifan lokal;

d. Mengisi tenaga profesional pada instansi pemerintah atau swasta dan/atau berkarya secara mandiri berdasarkan kompetensi yang dimiliki lulusan;

e. Membangun masyarakat cerdas dalam kehidupan bermasyarakat berdasarkan nilai-nilai ajaran Islam dan budaya luhur bangsa Indonesia; dan

f. Terciptanya sistem manajemen, kepemimpinan, dan kelembagaan yang sehat serta terwujudnya tata ruang, lingkungan dan iklim kampus yang Islami.

(43)

F. LOGO DAN MAKNA LOGO

1. Gambar Logo

Gambar 1.1 Logo IAIN Kerinci

2. Makna Logo

a. Kubah Masjid berwarna hijau yang bermakna menunjukkan identitas bangunan Islam yang melambangkan IAIN Kerinci sebagai Perguruan Tinggi Islam;

b. Islamic Star berwarna hitam, kuning, Biru, orange dan Merah melambangkan nilai-nilai Keislaman yang menjadi dasar dalam pengkajian keilmuan di IAIN Kerinci;

c. Bola Dunia berwarna kuning melambangkan kajian keislaman yang membumi dan global sebagai perwujudan dari ajaran Islam yang Rahmatan lil alamin;

d. Kitab Al-Qur'an yang terbuka membentuk bacaan “iain” berwarna hijau memiliki makna bahwa al-Qur'an sebagai sumber dari segala sumber hukum Islam yang harus dijaga dan dipelihara kemurnian

(44)

ajarannya serta sebagai iman, titik pusat yang menjiwai segala macam disiplin ilmu;

e. Konfigurasi rumah adat Jambi berwarna hijau dan gong berwarna hijau dan biru melambangkan unsur kearifan lokal;

G. HYMNE MARS IAIN KERINCI

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, arah kebijakan umum Politeknik Negeri Sriwijaya dalam bidang penelitian adalah “Menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada

b. kegiatan pendidikan masyarakat dengan penekanan pada bidang- bidang studi yang ada di Akademi. Kegiatan-kegiatan tersebut di atas pada pokoknya merupkan kegiatan yang berkaitan

Kewibawaan pemerintah sangat dipengaruhi oleh kemampuannya menyelenggarakan pelayanan publik yang dapat memuaskan masyarakat serta memfasilitasi partisipasi masyarakat

Dua jenis program magister yang dapat diikuti, yaitu program magister yang menyelenggarakan program pendidikan ilmu murni dan ilmu pendidikan Kecenderungan para guru lebih

Program Studi Magister Teknik Sipil UNUD sejatinya ditujukan untuk tidak saja

Rencana Pembelajaran Semester RPS Universitas Andalas KK12 Memiliki keahlian dalam bidang ilmu manajemen pemasaran untuk memahami kasus dan best practice dalam dunia bisnis CP Mata

Visi, Misi dan Tujuan Program Magister Ilmu Administrasi Bisnis/Niaga Visi Menjadikan Program Magister Ilmu Administrasi Bisnis/Niaga sebagai center of excellent di bidang pendidikan,

3.1.1 Pendidikan dan Pengajaran; Pengembangan bidang pendidikan dan pengajaran bertujuan untuk menguatkan sistem pembelajaran pada tingkat perguruan tinggi yang didukung oleh tenaga