Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2013) ISBN 978-602-19837-3-7
Aplikasi Sistem Informasi Retail
Studi Kasus: CV. Alif Kecamatan Labuhan Haji
Irvanizam1*, Erdi Syahputra2) dan Taufik Fuadi Abidin1*
Jurusan Informatika, FMDPA, Universitas Syiah KuaIaJ)
Prodi D3 Manajemen Informatika, FMIPA, Universitas Syiah Kuala2) Jl. Syech Abdurrauf No. 10 Darussalam Banda Aceh 23111 Indonesia E-mail: irvanizam.zamanhuri,[email protected]1), [email protected]2)
Abstrak
Penulisan buku jurnal dalam pendataan barang secara konvensional masih digunakan oleh CV.
Alif. Hal ini membuat proses pengelolaan data menjadi lambat dan sering terjadi kesilapan.
Salah satu pendekatan imtuk meminimalisasikan kesilapan dan kevalidan data adalah dengan membangun sebnah sistem informasi yang berbasiskan komputer. Penulis mengusulkan, merancang dan membangun sebnah sistem informasi retail yang
berbasiskan MS. SQL Server 2005 sebagai back-end dan Microsoft Visual Basic.Net 2005 sebagai front-end. Proses wawancara dengan pihak CV. Alif adalah langkah awal yang
dilakukan dalam kaftan ini. Setelah menganalisa dan menulis dokumen analisis, perancangan diagram hubungan entitas dan
memetakan hasilnya dalam bentuk final mapping dilakukan untuk memperoleh sebnah mtodel data. Proses selanjutya adalah membentuk tabel-tabel ke dalam SQL server dan merancang aplikasi Graphical User Interface (GUI) sebagai media antarmuka di sisi front-end. Hasil akhir dari sistem informasi mi adalah memberikan informasi yang lebih ekxtrat dan efisien berupa laporan-laporan penjualan, pembelian, hutang, dan history pembayaran ntang.
Lata Kunci: Retail, final mapping, MS. SQL Server, Entity Relationship Diagram
L Pendahuluan
Teknologi basis data yang berkembang sangat cepat
« a t mengolah data menjadi lebih efisien, efektif sac akurat [6]. Pengolahan data ini dikonsepkan
•rialui sebuah model relational yang
•enghubungkan antara satu entitas dengan entitas dm sehingga pengambilan keputusan, penyampaian
informasi, dan penyajian laporan dengan mudah dapat dilakukan.
Banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan menggunakan basis data [5]. Pertama adalah kecepatan dan kemudahan. Basis data memiliki kemampuan dalam mengelompokkan, mengurutkan, dan melakukan perhitungan matematika. Kedua adalah kebersamaan pemakai. Sebuah basis data dapat diakses oleh banyak pengguna (user) melalui suatu aplikasi. Data-data dapat ditambah, dihapus, dan diubah oleh beberapa user tanpa perlu pencatatan pada masing-masing basis data, sehingga proses tersebut dapat dilakukan secara terpusat dengan penggunaan secara bersama.
CV. Alif adalah perusahaan swasta yang bergerak di bidang usaha perdagangan berlokasi di Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan.
Perusahaan ini menjual barang-barang kebutuhan pokok rumah tangga sehari-hari. Dalam melakukan proses operasional dalam melayani pelanggan, perusahaan ini masih menggunakan sistem pencatatan data secara konvensional. Akibatnya proses pembuatan laporan, pencatatan transaksi pembelian dan penjualan membutuhkan waktu yang lama. Selain itu, pencatatan data yang duplikasi dan tidak akurat sangat rentan terhadap kesalahan.
Salah satu solusi terhadap permasalahan yang disebutkan di atas adalah mengubah sistem pencatatan konvensional menjadi sistem berbasis komputer. Penulis menawarkan dan membuat sebuah Sistem Informasi Retail pada CV. Alif.
Sistem ini menampilkan pencatatan setiap transaksi pembelian, penjualan, dan laporan bulanan.
Adapun tujuan penulisan ini dalam pembuatan aplikasi ini adalah sebagai berikut:
1. Merancang sebuah sistem informasi berbasis komputer yang dapat digunakan mengolah transaksi-transaksi dan memberikan laporan dengan cepat dan akurat
2. Menghasilkan perangkat lunak untuk menampilkan sistem informasi retail berbasis desktop.
Information systems 3-213
Seminar Nasional Teknologi Infbrmasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2013) ISBN 978-602-19837-3-7
2. Metodelogi Penelitian 2.1. Metode Penelitian
Untuk menyajikan pembahasan secara terstruktur dan data yang akurat serta dapat digunakan sebaik- baiknya, penulis menggunakan metode-metode sebagai berikut:
a. Metode Observasi
Metode observasi dilakukan dengan mengunjungi secara langsung ke lokasi untuk mengamati dan mengumpulkan masalah-masalah yang diajukan kepada bagian penjualan barang.
b. Metode Wawancara
Wawancara atau interview terhadap nara sumber yang dapat dipercaya seperti diantaranya kasir dan pimpinan perusahaan perlu dilakukan untuk menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan masalah penjualan.
c. Perancangan Diagram Use Case
Tahap ini menunjukkan proses penjualan retail pada perusahaan dengan memperlihatkan user- user yang terlibat di dalam proses tersebut.
d. Perancangan Diagram Sequence
Melalui tahap ini, urutan setiap proses transaksi penjualan, pembelian, master data, dan utang- piutang dipapaikan melalui diagram.
e. Perancangan Entity Relationship Diagram (ERD) Tahap perancangan ini memperlihatkan hubungan antar entitas yang saling terhubung bersama attribute-attribute yang melekat pada entitasnya.
f. Pembuatan Tabel dan Aplikasi
Setelah melakukan hasil pemetaan dari ERD, tabel-tabel pada basis data dibentuk serta diintegrasikan dengan sebuah aplikasi berbasiskan Graphical User Interface (GUI).
g. Studi Pustaka
Referensi buku dan jurnal sangat dibutuhkan untuk menunjang penulisan kajian ini.
2.2. Ruang Lingkup Pembuatan
Kegiatan ini dilakukan untuk membuat suatu aplikasi basis data di CV. Alif. Basis data yang dibuat merupakan basis data sistem penjualan barang. Transaksi penjualan, pembelian, dan utang- piutang juga diimplementasikan.
Aplikasi ini diimplementasikan menggunakan Microsoft Visual Basic.NET sebagai media untuk membangun GUI dan MS SQL Server 2005 sebagai media penyimpanan data. Hasil akhir dari pembuatan ini adalah sebuah aplikasi desktop berbasiskan client-server.
23. Cara Pengambilan Data
Metode pengambilan data yang dilakukan dalam kegiatan ini meliputi metode literatur, wawancara.
dan observasi.
a. Metode literatur
Metode ini digunakan untuk mendapatkan data- data serta teori-teori yang mendukung dalam pembuatan basis data.
b. Metode Wawancara
Metode ini dilaksanakan untuk memperolei:
secara lengkap penjelasan business process pads CV. Alif. Wawancara dilakukan terhadap pihai.
yang terkait dengan pengumpulan data.
c. Metode Observasi
Metode ini dilakukan dengan mengamati seca.- langsung transaksi yang masih dilakukan seca.- konvensional.
3. Hasil dan Perancangan 4.1. Rancangan Sistem
Rancangan sistem merupakan rancangan mekanisme keqa proses-proses yang dilakukan oleh sistem a dalam Sistem Informasi Retail pada CV. AM Rancangan Sistem Informasi Retail ini dibsz dengan menggunakan Software Ideas ModEir yang berbasiskan Unified Modeling Languor (UML) yang terdiri dari diagram Use Case, diagram Sequence [\\ Di bawah ini diperlihatkan rancacgEi Sistem Informasi Retail secara lengkap.
4.1.1. Diagram Use Case
Gambar 1. Diagram Use Case
Gambar 1 memperlihatkan bahwa entitas - v terlibat di dalam Sistem Informasi Retail m memiliki 4 user yang masing-masing mempjrm hak mereka.
L Karyawan (user), merupakan entitas m paling banyak terlibat dalam semua proses -za terjadi.
a. Data barang
Proses ini mengizinkan karyawan untuk ant menambahkan, mengubah, dan mengamc data barang melalui tabel barang.
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNAST1KOM 2013) ISBN 978-602-19837-3-7
jumlah : integer, id supplier: string) Penjualan ( no faktur: string, tanzzal: date) DetPeniualanffc/ frretstrinajio faktur :
string,
hargasatuan : integer, jumlah : integer)
DetOrder (kd bre : string, no order :
string,
harga_satuan : integer, jumlah : integer) 4.2.3. Pembuatan Tabel dan Aplikasi
Setelah sub pembahasan 4.2.2 dilaksanakan, tabel- tabel yang berfungsi untuk menyimpan data dari sistem informasi ini dibentuk. Adapun bahasa pemrograman yang digunakan untuk membentuk tabel-tabel tersebut adalah Structure Query Language (SQL) [3],
1. Tabel Jenis Barang
Tabel jenis barang merupakan tabel yang berisi data jenis barang atau penggolongan barang yang dikategorikan oleh perusahaan CV. Alif. Adapun primary key dari tabel ini adalah attribute
kd j e n i s .
Perintah SQL untuk membentuk tabel jenis barang adalah:
CREATE TABLE j e n i s ( kd_jenis VARCHAR(4)
NOT NOLL PRIMARY KEY, nm_jenis VARCHAR (25) NOT NULL, ktrgn VARCHAR(30)
2. Tabel Barang ) ;
Tabel barang menyimpan semua data barang yang ada pada CV. Alif. Attribute kd brg dan
j e n i s b r g masing-masing menjadi primary key dan foreign key tabel ini.
Perintah SQL untuk membentuk tabel barang adalah:
CREATE TABLE barang(
kd_brg VARCHAR (13)
NOT NULL PRIMARY KEY, nra_brg VARCHAR (40) NOT NULL, kd_jenis VARCHAR (4) NOT NULL, hrg_beli INT ( 8 ) ,
stok INT ( 5 ) , satuan VARCHAR (10),
FOREIGN KEY (kd_jenis) REFERENCES j e n i s (kd_jenis)
3. Tabel Supplier );
Tabel supplier merupakan tabel yang berisi data semua supplier yang menjadi mitra perusahaan.
Attribute id supplier menjadi primary key pada tabel ini.
Perintah SQL untuk membentuk tabel supplier adalah:
CREATE TABLE s u p p l i e r (
i d _ s u p p l i e r VARCHAR (5) NOT NULL PRIMARY KEY, nm_supplier VARCHAR (35), alamat VARCHAR (50), no_fax VARCHAR (12), no_telpon VARCHAR (12), hutang INT (8) ) ;
4. Tabel Order
Tabel order menyimpan data pembelian barang dari pfliak supplier. Adapun primary key dan foreign key dari tabel ini masing-masing adalah
attribute no order dan i d s u p p l i e r .
Perintah SQL untuk membentuk tabel order adalah:
CREATE TABLE order_brg ( no_order VARCHAR (8)
NOT NOLL PRIMARY KEY, tanggal DATE,
pembayaran ENUM("credit","cash"), i d _ s u p p l i e r VARCHAR ( 5 ) ,
FOREIGN KEY (id_supplier) REFERENCE;
s u p p l i e r ( i d _ s u p p l i e r ) ) ;
5. Tabel Bayar Hutang
Tabel bayar hutang adalah tabel untci.
menyimpan data pembayaran hutang. Adapcr primary key dan foreign key dari tabel M masing-masing adalah no i n v o i c e dec
i d s u p p l i e r .
Perintah SQL untuk membentuk tabel bays:
utang adalah:
CREATE TABLE Pemb_hutang(
no_invoice VARCHAR (8) NOT NULL PRIMARY KEY, tanggal DATE,
jumlah INT ( 9 ) , i d _ s u p p l i e r VARCHAR ( 5 ) , FOREIGN KEY ( i d _ s u p p l i e r )
REFERENCES s u p p l i e r ( i d _ s u p p l i e r )
6. Tabel Penjualan ) ;
Tabel transaksi penjualan merupakan tabel berisi data transaksi penjualan dan berm informasi penjualan secara umum. Primary km dari tabel ini adalah no faktur.
Perintah SQL untuk membentuk tabel penjuaim adalah:
CREATE TABLE penjualan (
no_faktur VARCHAR (8) PRIMARY KB - t g l DATE NOT NULL
7. Tabel Detail Penjualan );
Tabel ini merupakan tabel yang berisi infi.ii ii—
transaksi penjualan secara rinci. Tabel m
3-218 Information Systems
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNAST1KOM 2013) ISBN 978-602-19837-3-7
memiliki dua primary key yaitu kd brg dan
n o f a k t u r , dan satuforeign key kd b r g .
Perintah SQL untuk membentuk tabel detail penjualan adalah:
CREATE TABLE d e t _ p e n j u a l a n (
n o _ f a k t u r VARCHAR (8) NOT NULL, kd_brg VARCHAR (5) NOT NULL, h r g INT ( 8 ) ,
j u m l a h INT ( 5 ) ,
PRIMARY KEY ( k d _ b r g , n o _ f a k t u r ) ,
FOREIGN KEY (kd_brg) REFERENCES b a r a n g ( k d _ b r g ) ,
FOREIGN KEY ( n o _ f a k t u r ) REFERENCES t r a n _ j ? e n j u a l a n ( n o _ f a k t u r ) ) ;
8. Tabel Detail Order
Tabel detail order menyimpan secara rinci informasi pembelian barang. Tabel ini memiliki dua primary key yaitu k d b r g dan n o o r d e r ,
dan satnforeign key kd brg.
Perintah SQL untuk membentuk tabel detail pembelian adalah:
CREATE TABLE d e t _ o r d e r (
n o _ o r d e r VARCHAR (8) NOT NULL, kd_brg VARCHAR ( 5 ) NOT NULL, h r g _ s a t u a n INT ( 8 ) ,
j u m l a h INT ( 5 ) ,
PRIMARY KEY ( k d _ b r g , n o _ o r d e r ) , FOREIGN KEY (kd_brg) REFERENCES b a r a n g
( k d _ b r g ) ,
FOREIGN KEY ( n o _ o r d e r ) REFERENCES o r d e r _ b r g ( n o _ o r d e r )
) ;
43. Hasil Pembuatan Aplikasi 43.1. Formulir Login
Ketika sistem dijalankan, formulir yang pertama ekali ditampilkan adalah login. Formulir ini :igunakan untuk membatasi hak akses user, sehingga hanya user yang telah terdaftar dan password yang benar saja yang dapat mengakses aplikasi ini. Tampilan halaman login dapat dilihat pada Gambar 12.
SJsmmlnfotmasifleaiMH Mini Market LOGIN
U S N H S M
| LOCM j {RELIMA:
!*•*">it 1
Gambar 12. Formulir Login 433. Panel Utama
Panel utama merupakan kerangka dasar dari aeberapa sub program yang di dalamnya terdapat Emtrol untuk mengakses panel dan formulir, zkaligus sebagai tampilan utama dari program ssem informasi retail pada CV. Alif. Tampilan
dasar dari panel utama ini diperlihatkan pada Gambar 13.
433. Panel Barang
Panel barang digunakan untuk menyajikan informasi data barang. Panel ini menyajikan daftar barang, formulir penghapusan, penambahan, dan pengubahan data barang. Tampilan panel barang dapat dilihat pada Gambar 14.
Gambar 13. Menu Utama
Gambar 14. Panel barang
43.4. Panel Supplier
Panel supplier menampilkan data supplier. Melalui panel ini, informasi data supplier, formulir penghapus, penambahan, dan perbaharui data supplier dapat diperoleh. Tampilan panel supplier dapat dilihat pada Gambar 15.
Gambar 15. Panel Supplier
43.5. Formulir Pembelian
Formulir pembelian barang berguna untuk menambahkan jumlah data-data transaksi pembelian barang perusahaan kepada supplier. Formulir ini juga dapat secara otomatis menciptakan nomor
faktur dan melakukan penjumlahan item-item barang yang sudah dibeli. Gambar 16 memperlihatkan tampilan formulir pembelian.
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2013) ISBN 978-602-19837-3-"
* • mmmmtmmmm
f' -i.——-——, -t!—„ Rp2500.-
Gambar 16. Formulir Pembelian
43.6. Formulir Penjualan
Formulir penjualan dapat menginputkan jumlah data-data transaksi penjualan barang yang dilakukan oleh pelanggan. Formulir ini memberikan secara otomatis nomor faktur dan menjumlahkan item barang yang dibeli oleh pelanggan. Gambar 17 adalah formulir penjualan.
K M K T H
Rp. 0 ,-
i fflL .. . 1— I
i T |
i —11 IJ i
8
Gambar 17. Formulir Penjualan
4.3.7. Formulir Pembayaran Hutang
Formulir pembayaran hutang digunakan ketika karyawan melakukan proses pembayaran hutang kepada supplier. Gambar 18 menunjukkan formulir pembayaran hutang.
43.8. Panel Pengaturan User
Panel pengaturan memberikan izin administrator untuk mengkonfigurasikan aplikasi terhadap pengguna tertentu berdasarkan hak akses penggunaan aplikasi. Satu pengguna dengan pengguna lain akan memperoleh hak akses berbeda- beda. Gambar 19 merupakan panel konfigurasi dengan menampilkan hak akses yang berbeda antara satu pengguna dengan pengguna lain.
K o k M l M : IHOOOOl 1 0 0 0 / 2 0 1 1
Gambar 18. Formulir Pembayaran Hutang
Gambar 19. Panel Pengaturan
4.4. Pembuatan Laporan 4.4.1. Laporan Data Supplier
Laporan Data Supplier adalah laporan yang beris
tentang supplier yang memasok barang. Laporan in juga memuat informasi jumlah hutang terakrr
terhadap supllier tersebut. Laporan ini diperlihatkai pada Gambar 20.
• \ I CV. AUFSWAIAYAN
LAPORAN DATA SUPTUER *0" "
i ufar g tttto A M nfas MlAai M M JUS P l C l o c A f c U l * W a C J I t f i B r a * JJ . J E 1 I C / 1 JSC J0J2 « i & j A l 3 A I M M I M S B J - G Z C OESJ.GSd 1Q2S0 M 3 1M0T3 J r . l t / w w l l E 2 - E 3 7 7 (E2C5JB fl.HB
M l M p i b a pttMUMLl.tapfon U1JID
XOS na*rasii*M ill puEntcvAio?
Gambar 20. Laporan supplier
4.4.2. Laporan Penjualan
Laporan penjualan adalah laporan yang metnm informasi penjualan barang. Informasi penjis^m dikelompokan berdasarkan nama baraat Tampilannya dapat dilihat pada Gambar 21.
> / * S . | CV.AUTSWALAYAN
1 •e I 1 last
M M IS
t
1 I V nw. m
V I
nw. M
•,*»
, , . y y
Gambar 21. Laporan penjualan
4.43. Laporan Pembelian
Laporan pembelian menjabarkan info™
pembelian barang dari supplier. Penyajian h : - ini diuraikan berdasarkan urutan nama barm Gambar 22 memperlihatkan contoh lapxs pembelian barang dari supplier tertentu.
3-220 Information Systems
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2013) ISBN 978-602-19837-3-7
FftTIT— WMflt U V M M - 7
- n
Gambar 22. Laporan Pembelian
4.4.4. Laporan Pembayaran Hutang
Laporan pembayaran hutang merupakan laporan yang sangat diperioritaskan oleh pihak perusahaan CV. Alif. Perusahaan ingin memantau sisa hutang terakhir yang diperolehnya pada mitra kerja mereka.
Dalam laporan ini, rincian pembayaran hutang dari supplier-supplier dicatat dan dikalkulasikan dengan benar berdasarkan tanggal pembayaran hutang. Pada Gambar 23, urutan pembayaran hutang berdasarkan tanggal pembayaran diuraikan dan direkapitulasikan secara rinci.
(V.AUFSWALAYAN
1 Pass !ssi!tifl],liijlt!->£* 5Ua ygORWtgjgjYABMtaglfi
jjsafe amstfa
mm siuii mm EB KUaahtettD mo
HC002 HB Hri petal USD)
Gambar 23. Laporan Pembayam Hutang
4. Kesimpulan
Dari hasil perancangan dan pembuatan sistem informasi retail ini, penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan.
1. Pihak perusahaan dapat memperoleh informasi sisa utang dengan cepat (misal: pemilik perusahaan ingin mengetahui sisa utangnya kepada supplier tertentu, maka pihak perusahaan hanya memilih nama supplier tersebut dan aplikasi akan menampilkan sisa akhir utang yang dimiliki oleh perusahaan).
2. Pegawai pada CV. Alif dapat dengan mudah melakukan transaksi penjualan. Setelah melakukan transaksi ini, aplikasi ini juga mencetak faktur bukti penjualan.
I. Pemilik dapat mengetahui laporan dengan efektif tanpa hams melihat faktur-faktur penjualan, pembelian, dan pembayaran hutang.
4. Aplikasi memudahkan pemilik untuk mengetahui stok barang terakhir tanpa hams menghitung kembali barang yang tersisa di pemsahaan.
Daftar Pustaka
[1] Hall, James A (2008). Sistem Informasi Akuntansi,
Edisi Ke Dua, Jakarta, Penerbit PT. Salemba Empat.
[2] Johannes, G., Ramakrishnan, R. (2004). Sistem Manajemen Database. Andi Publisher, Yogyakarta.
[3] Kadir, Abdul. (2002). Penuntun Praktis Belajar SQL.
Andi, Yogyakarta.
[4] Kristanto, Harianto. (1994).Database, Andi, Yogyakarta Konsep & Perancangan
[5] O'brien, J. 2006. Pengantar Sistem Informasi.
Salemba Empat Publisher, Jakarta.
[6] Supriyanto, Aji. (2005). Pengantar teknologi Informasi. Penerbit Salemba Infotek. Jakarta
Seminar Nasional Teknologi Infbrmasi dan Komunikasi (SNAST1KOM 2013) ISBN 978-602-19837-3-7
b. Data supplier
Karyawan boleh melakukan proses input, edit, dan hapus data supplier pada tabel supplier melalui proses ini.
c. Melakukan proses transaksi pembelian Pada proses ini, karyawan dapat melakukan penginputan data transaksi pembelian yang akan tersimpan dalam tabel penjualan.
d Melakukan proses transaksi pembayaran hutang
Pada proses ini, karyawan dapat melakukan penginputan data transaksi pembayaran hutang yang akan tersimpan dalam tabel pembayaran hutang.
2. Kasir, merupakan karyawan yang ditugaskan khusus untuk melayani pembeli/pelanggan. Pada sistem ini, kasir hanya bisa melihat informasi ketersedian barang, menginput data transaksi yang akan tersimpan pada tabel transaksi penjualan.
3. Manager, merupakan pihak yang berkepentingan mendapatkan setiap laporan data barang, data supplier, data pembayaran hutang, data transaksi penjualan, data transaksi pembelian.
4. Printer, di dalam sistem ini, printer merupakan entitas yang berperan dalam membuat laporan dan mencetak faktur yang akan diberikan kepada pelanggan dan supplier.
4.1.2. Diagram Sequence 4.1.2.1. Master data
D.
A
• T»m^l DM* . IQ 13
- ' u
n—"J"a"°**'-»fL> u w * . . . . * '
P—13
13
13
Gambar2. Diagram Sequence master data
data merupakan kumpulan data pokok yang digunakan oleh sistem untuk diproses menjadi informasi [4]. Gambar 2 memperlihatkan
alur proses mengakses data-data master, ini juga menjelaskan bahwa formulir master diakses oleh user. Kemudian formulir akan iankan kontrol master untuk mengambil data tabel untuk ditampilkan di formulir master data,
ir master juga menyediakan panel untuk
menambahkan data yang boleh diperbaharui pada tabel data oleh kontrol. Kemudian kontrol master kembali menampilkan data perbahui tersebut pada formulir master data.
4.1.2.2. Transaksi Penjualan
J @ B B [ 1
Gambar 3. Diagram Sequence transaksi penjualan
Gambar 3 memperlihatkan fiingsi kontrol untuk menjembatani antara formulir dengan entitas yang digunakan pada proses transaksi penjualan. Pada formulir penjualan, kode barang yang dilabelkan oleh pihak perusahaan dan jumlah barang yang akan dibeli oleh pelanggan di-znpirt-kan oleh kasir.
Kemudian kontrol mengambil data barang yang akan ditampilkan pada formulir penjualan. Selain itu, kontrol juga menghitung total penjualan barang yang dirincikan dengan nilai sub total, total dan uang kembalian.
Fungsi lain dari kontrol adalah melakukan proses pengecekan kelengkapan data dan memutuskan apakah proses selanjutnya dilakukan atau dibatalkan. Jika proses dilanjutkan, maka kontrol akan menyimpan data-data penjualan ke dalam entitas penjualan dan memperbaharui jumlah persediaan barang serta mencetak faktur bukti penjualan.
4.1.2.3. Transaksi Pembelian
I
CTD EE) E3 E3E3 *
S=2Q
- t — •
a j P o
uGambar 4. Diagram Sequence transaksi pembelian
Information systems
3-215
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNAST1KOM 2013) ISBN 978-602-19837-3-7
Pack kasus ini, transaksi pembelian merupakan kegiatan memberi barang oleh pihak perusahaan dari supplier. Secara rinci, Gambar 4 menunjukkan proses transaksi pembelian barang dengan menampilkan terlebih dahulu formulir input transaksi. Kemudian karyawan memasukkan identitas supplier dan kode barang yang dicocokkan oleh kontrol formulir melalui entitas supplier dan barang. Setelah kontrol menghitung total harga dari transaksi pembelian, karyawan memeriksa kelengkapan data dan memilih jenis cara pembayaran. Jika pembayaran dilakukan melalui kredit, maka kontrol memperbaharui jumlah hutang pada entitas supplier dan stok pada entitas barang serta menyimpan data transaksi ke entitas pembelian dengan melampirkan faktur bukti pembelian dalam bentuk kwitansi.
4.1.2.4. Pembayaran Hutang
I B 1
Gambar 5. Diagram Sequence pembayaran hutang
Gambar 5 memperlihatkan proses pembayaran hutang yang dilunasi perusahaan kepada supplier.
Kontrol melakukan secara otomatis kalkulasi pembayaran utang. Setelah dimasukan identitas supplier oleh karyawan, ditampilkan data dari entitas supplier oleh kontrol, dan dicantumkan jumlah hutang yang akan dibayar, kontrol akan menghitung total sisa hutang. Kemudian jika karyawan tidak membatalkan transaksi ini, maka kontrol mengubah jumlah hutang terbaru di dalam entitas supplier dan menyimpan data transaksi di dalam entitas pembayaran hutang. Sebagai bukti telah dilakukan transaksi pembayaran utang, kontrol juga mencetak bukti pembayaran melalui sebuah printer.
4.2. Rancangan Basis Data
Tujuan rancangan basis data adalah memenuhi kebutuhan informasi dari sistem yang akan dibangun [4], menyediakan struktur informasi alami dan mudah dipahami, mendukung kebutuhan
pemrosesan [5] dan performansi obyektif seperti respon time, processing time dan storage space. Ada beberapa tahap yang perlu diperhatikan dalam merancang basis data yaitu[2];
1. Koleksi dan analisa kebutuhan.
2. Desain basis data konseptual.
3. Pemilihan DBMS.
4. Pemetaan model data.
5. Desain basis data fisik.
6. Implementasi dan tuning basis data.
4.2.1. Entity Relational Diagram
Entity relationship diagram (ERD) merupaka- adalah suatu penyajian data dan desain data secara konseptual dengan menggunakan entitas dar relationship^. Berdasarkan kasus ini, ERD yanz dihasilkan dari observasi dan kebutuhan siste- diperlihatkan pada Gambar 6.
Gambar 6. ERD Sistem Informasi Retail CV. Alif
4.2.2. Pemetaan Model Data
Model data dapat dilakukan dengan memetacs ERD ke dalam bentuk model relational. Ada nrra langkah [4] yang digunakan untuk memodelkan zss.
yaitu:
1. Non Weak Entity
Setiap non weak entity (strong entity) S membema suatu relasi yang terdiri dari semua atribut ! Gambar 6 mempunyai lima strong entity yaitu:
Barang (kd bre : string, nmbrg : s hrg_jual: integer, hrgjbeli: integer,
integer, satuan: string)
Supplier (id supplier : string, nama : s alamat: string, noJax : string, no_t
string, hutang: integer)
Penjualan (no faktur: stximqjanzzal: daa^.
Order (no order : string, tanggal : pembayaran: string)
Hutang ( no invoice : string, tanggal:
jumlah: integer)
Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM 2013) ISBN 978-602-19837-3-7
2. Weak Entity
Setiap weak entity S yang dimiliki oleh entitas T, membentuk relasi yang terdiri dari semua atribut di S dan foreign key-nya dari atribut primary key dari entitas T. Gambar 7 menunjukkan relasi yang memenuhi kriteria ini.
Gambar 7. Relasi barang dengan jenis
Hasil pemetaan weak entity:
Barang (kd brg: string, nm_brg: string, hrg_jual: integer, hrgjbeli : integer, Stock
integer, satuan : string, kd jenis: string) 3. Binary One to One (1:1)
Tidak ada relasi yang memenuhi 4. Non Weak Entity One to Many (1 :N)
Setiap strong entity one to many (1 :N) relationship antara entitas S dan T (misal 1 untuk S dan N untuk T) membentuk relasi yang terdiri dari semua atribut T dan primary key dari S sebagai foreign key dari entitas T. Gambar 8 dan 9 merupakan contoh dari kriteria ini.
Supplier
Gambar 8. Relasi order dengan supplier
Tanggal"
Gambar 9. Relasi bayar hutang dengan supplier
il pemetaan non Weak Entity One to Many
H); Order (no order : string, tanggal: date, cara_pembayaran: string, idsupplier:
string)
Hutang (no invoice : string, tanggal: date, jumlah: integer, id supplier: string)
5. Binary Many to Many (M:N)
Setiap binary many to many (M : N) relationship antara entitas S dan T membentuk relasi yang hanya mengandung semua primary key dari S dan T.
Gambar 10 dan 11 memperlihatkan contoh relasi ini.
Gambar 10. Relasi penjualan dengan barang
Cara . pembayaran j no order )
C Tanggal j
J
MOrder M Order
Gambar 11. Relasi order dengan barang
Hasil pemetaan Binary Many to Marty (M:N);
DetPenjualan (kd barang : string, no faktur :
string, hrgjual: integer,yww/g/j : integer)
DetOrder (kd brz : string, no order : string.
hrgjbeli: integer, jumlah : integer) 6. Multi value
Kasus ini tidak ada relasi yang memenuhi kondisi ini.
7. Non binary
Kasus ini tidak terdapat relasi yang memenuhi kriteria non binary.
Setelah dilakukan pemetaan model data, terdapat delapan tabel yang dibentuk melalui proses pada sub pembahasan 4.2.2. Hasil model data relational tersebut adalah sebagai berikut:
Jenis ( kd jenis : string, nmJenis : string, ktrgn : string)
Barang ( kd brz '• string, nm brg: string, hrg_Jual: integer, hrg beli : integer,
stok: string, satuan : string, no jenis:
string)
Supplier (id supplier: string, nm supplier:
string, alamat: string, no Jax : string, nojelpon : string, hutang: integer) Order (no order: string, tanggal: date, cara_pembayaran: string, id supplier:
string)
Hutang (no invoice: string, tanggal: date,
Information systems
3-217