1 Peter 1C
1 Petrus 1:13-25
P.O. Box 702107 San Antonio, Texas, 78270
210.319.5055
©2008. Verse By Verse Ministry International.
All rights reserved
versebyverseministry.org/lessons/1peter_lesson_1c
Kita telah mencapai titik tengah dari Pasal 1
Pada titik ini, Petrus akan berpindah ke pesan yang baru
Bagian pertama dari Pasal 1 bisa digambarkan sebagai dorongan untuk hidup dengan harapan keselamatan kita yang akan datang
Bagian kedua digambarkan sebagai nasihat untuk berjalan dalam kekudusan yang layak untuk keselamatan kita
1 Petrus 1:13 Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah
pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.
1 Petrus 1:14 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,
1 Petrus 1:15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
1 Petrus 1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.
Sebab itu… kata Petrus
Karena kita telah dipilih untuk suatu keselamatan yang luar biasa Maka kita memiliki kewajiban untuk menanggapi
Tidak hanya menanggapi secara umum, tetapi dengan cara yang spesifik Tanggapan kita adalah kekudusan — hidup suci — hidup benar di dalam pikiran, kata-kata dan tindakan kita
Petrus memulai dengan mengatakan kita harus terlebih dahulu mempersiapkan pikiran kita untuk tindakan yang spefisik
Ungkapan dalam bahasa Yunani untuk “gird your mind” secara harfiah berarti memutuskan di dalam pikiran
Pada masa Petrus hidup, pakaian pria adalah kain panjang yang sampai ke pergelangan kaki
Ketika seorang pria memutuskan untuk mengerjakan sesuatu secara fisik, ia akan menarik ujung dari pakaiannya dan mengikatnya di pinggang
Jadi, “gird your mind” adalah langkah persiapan sebelum bekerja atau bertempur
Petrus meminta kita untuk menetapkan di pikiran kita
Supaya siap untuk bertindak, putuskan di pikiranmu untuk bertindak tegas Kita tahu bahwa kekudusan dalam bentuk apa pun bergantung kepada Roh Kudus yang bekerja di dalam diri kita melalui iman
Terlepas dari Roh Kudus, kita tidak dapat berharap untuk mencapai kekudusan dengan cara apapun
Harus dipahami bahwa langkah pertama kita dalam mengejar kekudusan yang Allah Bapa inginkan adalah mempunyai pola pikir yang mengejar kekudusan
Pola pikit ini tidak datang secara kebetulan atau melalui angan-angan Kita harus secara mental menyetujui bahwa kekudusan adalah tujuan kita
Budaya kita mengajarkan orang untuk menetapkan tujuan, mengatur diri mereka sendiri, mempersiapkan, merencanakan, dan mengambil langkah- langkah yang diperlukan untuk mewujudkan impian
Kita menciptakan ilmu untuk bergantung kepada diri sendiri — untuk mencapai hal-hal besar
Tetapi ketika orang-orang Kristen mendengar Alkitab mengingatkan mereka tentang perlunya mencari kekudusan, karena itulah yang menyenangkan Tuhan
Sering kali orang Kristen mengangkat tangan, menyerah dan berkata “aku tidak bisa melakukannya”
“Ini di luar kemampuanku” — ini adalah omong kosong
Roma 6:10 Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.
Roma 6:11 Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
Roma 6:12 Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.
Roma 6:13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota- anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.
Roma 6:14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.
Paulus tidak mengatakan bahwa kita dijamin bisa hidup kudus
Tetapi dia juga tidak mengatakan “tidak ada harapan untuk hidup kudus”
Sebelum kita mempunyai iman, kita tidak dapat melakukan sesuatu yang kudus, yang benar, yang menyenangkan bagi Tuhan
Walaupun kita bisa membawa makanan ke tetangga yang sakit
Bahkan ketika kita melakukan hal-hal yang kita pikir baik, itu masih dosa...
Karena satu-satunya motivasi kita adalah kedagingan — keinginan berdosa
Bila semua yang kelihatan baik tidak memberi kredit kepada Tuhan, maka menurut definisi adalah dosa
Yesaya katakan bahkan kesalehan atau pekerjaan baik kita seperti kain kotor (Yesaya 64:6)
Ketika kita dipanggil untuk menetapkan pikiran kita pada kekudusan, Roh Kudus adalah sarana oleh untuk melakukannya
Langkah pertama adalah menetapkan pikiran kita terlebih dahulu
Langkah kedua: Petrus perintahkan orang percaya untuk “waspada” di ayat 13
“Waspada” artinya dapat mengendalikan nafsu
Alkitab NASB menambahkan ungkapan ”sober in spirit”, artinya pikiran yang jernih di dalam roh
NIV mengatakan “mengendalikan diri”, yang mungkin lebih dekat dengan makna kata aslinya. Dalam bahasa Yunani arti harafiahnya adalah
“menjauhkan diri dari anggur”
Jelas perintah Petrus termasuk menahan diri dari terlalu banyak alkohol, tapi itu hanya salah satu cara untuk tetap sadar dan berpikiran jernih Petrus mengatakan “waspada” dalam arti dapata mengendalikan keinginan
daging
Kita mempersiapkan pikiran kita untuk tindakan sambil mengendalikan keinginan daging kita
Ini adalah cara menangkal dosa
Ini adalah perang antara Roh dan daging
Puasa bisa menjadi alat yang baik untuk memahami hal ini Bagaimana berpuasa bisa membantu kita secara rohani?
Makan adalah salah satu dorongan terkuat dari tubuh kita
Bayangkan menetapkan pikiran kita untuk memilih satu hari untuk tidak makan
— tidak ada makanan, hanya air
Saya yakin bahwa saat makan siang, atau mungkin sekitar waktu makan malam, kita akan mulai merasa lapar
Akan ada dorongan yang luar biasa untuk makan — pada kenyataannya itu akan mendominasi pikiran kita
Tapi kita kan telah memutuskan di pikiran kita, mengapa terasa susah?
Karena daging kita mempunyai kekuatan sendiri, yang berbeda dari pikiran kognitif kita
Daging memiliki kemauan sendiri yang mempengaruhi pikiran kita dan mempengaruhi roh kita
Tetapi daging bisa di-disiplin, dan ini membutuhkan latihan
Ketika kita menetapkan di pikiran kita untuk menempatkan daging kita dalam perspektif yang tepat, Tuhan akan menolong kita untuk berhasil
Dengan pikiran yang siap untuk bertindak, daging di bawah kendali, tetapkan harapan kita pada anugerah di dalam Kristus
Penulis Ibrani menggemakan pemikiran ini
Ibrani 6:18 ...kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.
Kita yang mencari perlindungan — di dalam Kristus, dalam Perjanjian Baru — sudah di dalam iman, tetapi kita masih harus memegang kepada harapan di dalam Kristus
Untuk mencapai hal-hal yang tidak mungkin bagi kita, namun mungkin dengan Kristus yang hidup di dalam kita, untuk mencapai kekudusan dalam hidup kita
Orang-orang percaya harus memegang harapan ini
Dengan kata lain, adalah mungkin bagi orang percaya untuk melupakan kepastian keselamatan mereka, menjadi takut tanpa alasan
Jadi, perintah Tuhan adalah: persiapkan pikiran kita, ambil kendali atas daging kita, dan terus memegang harapan di dalam Kristus
Petrus tambahkan di ayat 15, jadilah sama seperti Kristus yang memanggil kita
Karena kita adalah orang-orang yang Tuhan pilih untuk berada di dalam keluarga- Nya
Oleh karena itu, kita memiliki tanggung jawab & kewajiban untuk menjalani hidup kita dengan menghormati Tuhan
Petrus mengutip Imamat 19:2 untuk menjelaskan maksudnya Jadilah kudus karena Tuhan Allah-mu adalah kudus
Petrus sangat memegang Perjanjian Lama, karena latar belakang Yahudi-nya Ia mengutip ayat Perjanjian Lama di dalam surat pendeknya sebanyak ayat Perjanjian Lama yang dikutip penulis Ibrani
Hanya kitab Wahyu yang mengutip ayat Perjanjian Lama lebih banyak daripada surat Petrus
Konteks dari Imamat 19 adalah bagaimana bangsa Israel dapat menikmati persekutuan dengan Allah
Jika bangsa Israel berharap untuk dapat menikmati persekutuan dengan Tuhan, maka Tuhan meminta mereka untuk
Menjadi kudus
Kita tidak bisa masuk ke dalam hadirat Allah kecuali kita kudus sebagaimana Dia kudus
Jadi, Petrus menggunakan Imamat 19 untuk mengingatkan pembacanya bahwa persekutuan dengan Allah bergantung kepada kekudusan
Ada beberapa kesalahpahaman tentang arti kekudusan
Dalam istilah absolut, kita berbicara tentang kesempurnaan
Kita harus sempurna untuk bisa masuk ke dalam hadirat Tuhan Kata itu berarti “dipisahkan”, yaitu “terpisah dari dosa”
Jadi, posisi kita di hadapan Allah sehubungan dengan kebenaran haruslah sempurna
Kita harus tidak bercacat ketika kita berdiri di hadapan Allah
Pada saat kita beroleh keselamatan, kita telah diberikan posisi kekudusan di hadapan Allah melalui penebusan Kristus
Kemudian kita mengalami persekutuan dengan Allah di hadapan-Nya yang dimungkinkan oleh Kristus
Inilah sebabnya mengapa kita yakin bahwa bila tubuh kita mati, maka kita akan berkumpul dengan Kristus
Karena tidak ada lagi yang dapat kita lakukan untuk menambahkan apa yang telah Kristus lakukan
Kita sudah sempurna di mata Allah, karena ketika Dia melihat kepada kita, Dia melihat Anak-Nya berdiri di tempat kita
Itulah arti utama kekudusan, tetapi kekudusan adalah juga panggilan kepada umat Allah saat ini
Kita seharusnya menyerah kepada Roh Kudus yang menuntun kita ke dalam hidup kudus sekarang
Ibrani 10:14 Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama- lamanya mereka yang Ia kuduskan.
Kekuatan yang sama yang menyelamatkan kita juga akan menguduskan kita — membawa kita kepada kekudusan hidup
Mengapa?
Pertama, untuk alasan yang sama di Imamat 19
Jika kita menginginkan persekutuan yang dekat dengan Tuhan kita sekarang, maka kita hanya perlu mencari kekudusan untuk menemukannya
Hubungan kita di dalam Kristus didasarkan pada iman, bukan kinerja
Tetapi berkat dari hubungan tersebut ada berhubungan dengan ketaatan
Bila ingin bukti dari apa yang saya katakan, cobalah hidup dalam ketidaktaatan total dan abaikan keinginan pasangan Anda
Lakukan ini untuk sementara waktu dan perhatikan apa pengaruhnya terhadap pernikahan dan hubungan Anda
Pernikahan itu sendiri tidak secara otomatis bubar hanya karena kita tidak menepati janji nikah
Ikatan perjanjian kita dengan Kristus juga tidak bubar ketika kita tidak taat Tapi hubungan atau persekutuan dengan Kristus menjadi hilang Bila kita merengek tentang bagaimana kita tidak bisa merasakan kehadiran Kristus dalam hidup kita...
Ternyata Dia selalu ada... hanya kitalah yang telah pindah!
Kristus tidak akan meninggalkan kita, tetapi ketika kita membuat jarak antara diri kita dan Dia melalui ketidaktaatan kita, maka kita akan merasakan kehilangan hubungan
Alasan kedua kita untuk mencari kekudusan sekarang adalah bahwa kita dapat mendatangkan kemuliaan bagi pekerjaan Tuhan di dalam hati kita
Matius 5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.
Kehidupan kita saat ini haruslah ditandai dengan kekudusan untuk kemuliaan nama Kristus
Ini adalah tanggapan yang didasarkan pada keputusan yang tegas di dalam hati, tindakan yang mempunyai tujuan & penuh harapan, dan takut akan Tuhan Ini adalah tanggapan yang memahami apa yang dipertaruhkan
Menyangkut upah kita di kekekalan
Bagaimana pilihan dan keputusan kita di sini dan sekarang membawa konsekuensi yang kekal
Dan adalah cerminan iman dan kasih kepada Tuhan kita Sebagaimana Rasul Yohanes menulis:
1 Yoh 2:3 Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.
1 Yoh 2:4 Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.
1 Yoh 2:5 Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.
1 Yoh 2:6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.
Kemudian Petrus melanjutkan dengan tegas
1 Petrus 1:17 Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.
1 Petrus 1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
1 Petrus 1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.
1 Petrus 1:20 Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir.
1 Petrus 1:21 Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan
pengharapanmu tertuju kepada Allah.
Ayat 17 terbuka dengan partikel “jika”
Ini adalah kata ei dalam bahasa Yunani, dinyatakan dalam kondisi kelas pertama yang berarti sesuatu yang benar dan mengarah kepada kesimpulan
Dengan kata lain, itu berarti sejak
Sejak mereka memanggil Allah sebagai Bapa mereka Karena orang percaya memanggil Allah sebagai Bapa Petrus mengatakan tidak hanya Tuhan adalah Bapamu
Tetapi Dia juga adalah Hakim yang adil
Kata untuk hakim - krino - artinya menghakimi dengan maksud untuk menemukan kebaikan
Bukan hakim dalam arti mencari kesalahan Bapa kita adalah juga Hakim kita
Dia akan mengevaluasi pekerjaan kita, kata Petrus, mencari apa yang kita lakukan dengan baik
Petrus sedang menggambarkan penghakiman Kristus
Paulus juga menyebutkan saat penghakiman yang akan datang untuk semua orang percaya
2 Kor 5:8 tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.
2 Kor 5:9 Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.
2 Kor 5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.
Ada pengadilan, dan itu datang setelah kematian kita
Itu adalah saat ketika kita dihakimi atas semua yang telah kita lakukan — baik dan buruk
Sekarang bagaimana kita menyimpulkan pernyataan seperti itu?
Atau pernyataan dalam surat Petrus yang mengatakan kita akan dihakimi untuk pekerjaan kita?
Bagaimana dengan ajaran Paulus di Roma 8 bahwa:
Roma 8:1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.
Atau Mazmur:
Mazmur 103:12 sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.
Apakah kita juga dihakimi untuk keburukan kita pada saat itu?
Nah, jawabannya adalah kita semua memiliki “keburukan”
Hal-hal yang seharusnya dilakukan di dalam nama Kristus atau di bawah iman Namun kita melakukannya untuk diri kita sendiri
Kita melakukannya dengan motif palsu, keinginan egois, bukan berdasarkan apa yang Tuhan inginkan kita lakukan
Ingat ketika Yesus menegur orang-orang Farisi tentang bagaimana mereka mempraktekkan doa
Matius 6:5 Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Kita melakukan hal-hal seperti ini sepanjang waktu
Ketika kita berdiri di hadapan Kristus, kita akan diingatkan akan kesalahan- kesalahan tersebut
Semua ini akan diuji, seperti “dibakar dalam api”
Hanya karya kita yang kudus yang akan tinggal tetap
Yaitu hal-hal yang dilakukan di bawah pimpinan Roh Kudus, untuk kemuliaan Kristus dan memberi manfaat untuk orang-orang kudus
Akan ada banyak orang kudus yang telah melayani Tuhan dengan tulus dan sederhana yang menerima pahala besar di zaman berikutnya
Dan juga akan ada banyak orang yang mendapatkan jauh lebih sedikit dari yang mereka harapkan
Jadi Petrus mengatakan jika engkau memahami bahwa Pribadi yang engkau panggil sebagai Abba & Bapa, juga adalah hakim-mu di dalam Kristus
Maka satu-satunya sikap yang tepat sementara kita menunggu Mengetahui bahwa saat penghakiman akan datang...
Satu-satunya sikap yang tepat adalah “takut akan Tuhan”
Bukan hanya penghormatan dan kekaguman, tetapi juga perhatian dan ketakutan yang sehat
Ibrani 10:31 Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup.
Kita tidak bisa menghindari topik ini... akan ada hari perhitungan untuk segala sesuatu Meskipun kita tidak takut penghakiman
Kita harus takut kepada konsekuensi abadi dari dosa dan ketidaktaatan, ketika kita dipanggil untuk melakukan sebaliknya
Jika rasa takut tidak cukup motivasi, Petrus mengingatkan kita akan apa yang telah
dilakukan Allah untuk menebus kita
Ayat 18: Petrus mengatakan bahwa kita tidak ditebus dengan emas atau perak dari kehidupan yang kita warisi dari nenek moyang kita
Yaitu kehidupan dosa yang menandai setiap keturunan Adam Kita tidak ditebus dengan hal-hal yang bisa rusak atau binasa
Sekali lagi, Petrus menempatkan nilai dunia ini di dalam perspektif yang tepat Sebaliknya kita ditebus dengan darah Anak-Nya
Inilah yang dikatakan Petrus
Jika engkau tidak otomatis menjadi kudus setelah diberikan keselamatan yang luar biasa
Jika engkau tidak hidup dalam kekudusan meskipun Allah katakan “Jadilah kudus sebagaimana Tuhan adalah kudus”
Jika engkau tidak ingin mencari kekudusan meskipun ada upah yang kekal yang menantimu...
Maka setidaknya carilah kekudusan atas dasar bahwa Allah telah menempatkan Anak-Nya yang kudus untuk mati buat kamu
Tidak ada yang sebanding dengan ini
Bilamana engkau mempertimbangkan untuk menyerah kepada salah satu nafsu atau godaan
Melakukan sesuatu dalam kemarahan Menghindari pajak dalam keserakahan
Untuk melihat sesuatu yang tidak kudus di dalam nafsu
Untuk menyembunyikan keadaanmu yang sebenarnya di dalam tipuan Ingatlah bahwa Kristus telah mati untuk apa yang kamu lakukan
Tndakan-tindakanmu membawa kematian seseorang yang sekarang kamu sebut Tuhan dan Juruselamat
Juruselamat yang telah ada sebelum fondasi dunia diciptakan Yang muncul dan mati demi engkau dan saya
Dan bila engkau sedang mempertimbangkan untuk berbuat dosa kembali
“Putuskan di dalam pikiranmu” untuk mengubah hidupmu, kata Petrus 1 Petrus 1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.
1 Petrus 1: 23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.
1 Petrus 1:24 Sebab: ”Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur,
1 Petrus 1:25 tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya.” Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.
Kepada mereka yang telah dimurnikan melalui ketaatan pada kebenaran (berarti iman di dalam Injil Kristus)
Dukunglah satu sama lain di dalam kasih
Petrus memberikan bahan penting untuk dapat berhasil hidup kudus
Jika Gereja ingin berhasil mengejar kekudusan, maka perlu saling mendukung satu sama lain
Kita tidak dapat melakukannyai sendirian — tidak bisa!
Kasih saudara-saudara kita di dalam Kristus benar-benar penting bagi pertumbuhan dan kedewasaan Tubuh Kristus
Kita masuk ke dalam Tubuh Kristus sebagai orang percaya atas dasar Firman Allah Firman yang tidak dapat binasa, Firman yang hidup
Karena kita dilahirkan dari benih itu, kita juga hidup di dalam karakter yang baru dari benih tersebut
Seperti Firman yang memberi kita kelahiran baru tidak dapat binasa Kita mempunyai harapan hidup kekal, yang tidak akan pernah binasa Seperti benih yang memperbaharui kita di dalam kehidupan baru ini, kita harus saling mengasihi
Sebagaimana Yesus telah mengasihi kita, kita harus saling mengasihi
Dengan kasih itu, Tubuh Kristus akan memiliki kekuatan untuk memuliakan Allah dengan kekudusan secara bersama
Dalam pelajaran yang akan datang, pola pikiran ini akan terus diulang Petrus mengingatkan kewajiban kita untuk menyenangkan Tuhan
Kemudian ia menunjukkan kepada kita cara yang spesifik bagaimana kewajiban tersebut dapat terwujud