1 Peter 2B
1 Peter 2:11-17
P.O. Box 702107 San Antonio, Texas, 78270
210.319.5055
©2008. Verse By Verse Ministry International.
All rights reserved
versebyverseministry.org/lessons/1peter_lesson_2b
Ketika kita berada di tempat baru & bertemu dengan orang baru, kita selalu menyadari pentingnya membuat kesan pertama yang baik. Seperti halnya ketika kita kunjungan ke negara asing.
Barbara Bush pernah menemani suaminya, Presiden George Bush, pada kunjungan kenegaraan ke Jepang. Saat makan siang formal di Istana Kekaisaran di Tokyo, dia mendapati dirinya duduk di samping Kaisar Hirohito, kaisar yang memimpin Jepang selama Perang Dunia II.
Barbara melihat penampilan istana yang modern. Dia bertanya kepada kaisar, “Apakah istana lama begitu tua sehingga harus direnovasi?”
“Tidak,” Hirohito menjawab, “Engkau yang mengebom istana yang lama...”
Itu bukan kesan pertama yang ingin kita buat Terutama ketika engkau mewakili negara
Biasanya mengandalkan diplomat profesional untuk membuat kesan yang baik atas nama negara
Seperti duta besar Amerika untuk PBB. Yah, kecuali untuk kasus ini...
Pada tahun 1948, ketika Warren Austin, Duta Besar Amerika untuk PBB, mendesak orang- orang Arab dan Yahudi yang berperang untuk duduk dan menyelesaikan perbedaan mereka damai... berkata, “Mari selesaikan seperti orang Kristen yang baik.”
Mungkin bukan kesan yang baik yang dibuat duta besar
Pada awal surat ini, Peter menyebut pembacanya dengan dua istilah:
Pertama, sebagai “orang-orang terpilih”
Ia menyebut orang kristen sebagai orang asing
Kita sudah mempelajari apa yang dimaksud Petrus di pasal 1, dan bagian pertama dari pasal 2
Petrus mengatakan itu berarti kita harus menjadi kudus
Dipisahkan sebagai imamat yang melayani bait suci Allah, Tubuh Kristus Harapan Petrus adalah bahwa kita akan hidup dengan cara yang layak untuk panggilan tersebut
Sebagai layaknya orang terpilih Sekarang kita pindah ke bagian baru dari surat Petrus
Apa artinya menjadi kaum pendatang, atau orang asing yang tinggal di bumi Tentang bagaimana Tuhan mengharapkan kita untuk hidup sementara kita menunggu kedatangan kerajaan Kristus
1 Petrus 2:11 Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.
1 Petrus 2:12 Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.
1 Petrus 2:13 Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja
sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi,
1 Petrus 2:14 maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik.
1 Petrus 2:15 Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.
1 Petrus 2:16 Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang
menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.
1 Petrus 2:17 Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!
Petrus memulai bagian ini dengan mengatakan kembali “pendatang” dan “perantau”
Ada hal-hal tertentu yang tidak kita lakukan dan hal-hal tertentu yang harus kita lakukan
Jika kita bepergian ke luar negeri, dan kita ingin membuat kesan yang baik Contoh: Jika kita berada di Perancis, satu hal yang tidak boleh dilakukan adalah nyetir di sisi kiri jalan
Petrus menyebut istilah “pendatang” dan “perantau”
Dengan kata lain, kita hidup di negeri asing Kita lahir di bumi secara fisik
Untuk sementara waktu kita menganggap bumi sebagai rumah kita
Tapi sekarang, sebagai orang Kristen, kita telah dilahirkan kembali oleh Roh yang memberi harapan hidup kekal, kita mendapat kewarganegaraan surgawi
Sementara kita dapat memahami dan setuju dengan prinsip ini Bagaimana dengan sepenuhnya hidup sesuai dengan prinsip ini Ayat 11, Petrus mulai dengan sudut pandang negatif
Petrus mulai dengan memberitahu kita apa yang TIDAK BOLEH dilakukan oleh orang asing
Ayat 12 dan seterusnya sampai pasal 4, Petrus menggambarkan perspektif positif tentang apa yang harus dilakukan oleh kaum pendatang
Mari kita lihat apa yang dikatakan Petrus untuk tidak boleh dilakukan
Menjauhkan diri dari nafsu daging karena mereka berperang dengan jiwa
Sekali lagi, peringatan terhadap dosa yang membiarkan daging memerintah kita Ini mirip dengan peringatan sebelumnya
Tapi kali ini Petrus menggunakan topik ini untuk masuk ke arah yang baru Dia menggunakan Kata Yunani apecho untuk menjauhkan diri
Yang berarti “menahan”
Kita perlu menahan nafsu ini Menahan diri kita sendiri
Bayangkan seorang musafir yang akan mengatakan sesuatu yang kasar, dan kemudian tiba-tiba mengingat tentang sopan santun, dan menahan dirinya Karena ini setidaknya kedua kalinya Petrus telah menyebutkan tentang nafsu
kedagingan. Mari kita melihat definisinya dari Paulus di Galatia 5
Galatia 5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, Galatia 5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
Galatia 5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu – seperti yang telah kubuat dahulu – bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Kita kita membahas definisi dari setiap kata saat ini
Beberapa terjemahan menggunakan kata-kata yang sedikit berbeda, yang dapat membantu kita untuk memahami dengan lebih baik
Ckup untuk dicatat bahwa semua ini adalah nafsu yang muncul dari sifat kedagingan Semuanya adalah antitesis dari kasih — agape
Apa yang saya maksud dengan antitesis?
Ini adalah tindakan yang tidak bisa hidup berdampingan dengan kasih Seperti api dan air
Yang satu akan menghilangkan yang lain
Kita tidak bisa menikmati nafsu ini dan secara bersamaan menunjukkan kasih agape
Sebagai contoh, saya tidak bisa menunjukkan kasih kepada istri saya jika pada saat yang sama saya menyimpan kecemburuan, kemarahan, dan iri hati Saya tidak dapat menunjukkan kasih kepada saudara-saudara Kristen dimana saya juga membangkitkan perselisihan atau permusuhan
Saya tidak dapat menunjukkan kasih kepada orang-orang yang tidak percaya jika saya juga mempromosikan sensualitas, kekejian, sihir, mabuk, dan pesta pora
Ini adalah hasrat yang muncul dari kedagingan, bukan dari Roh Kudus yang tinggal di dalam kita
Ingat perintah Kristus?
Kasihilah Tuhan Allahmu
Kasihilah orang lain seperti dirimu sendiri
Jika kita hidup dalam perilaku kedagingan, maka kita tidak dapat mengasihi dengan murni
Bila kita menjadi seperti dunia dalam perilaku kita
Paulus katakan mereka yang mempraktekkan hal-hal ini akan dihakimi Tuhan Yaitu mereka yang hidup dalam kedagingan
Itulah yang dilakukan orang yang tidak percaya Tuhan
Jika kita menyerah kepada nafsu kedagingan, maka kita hidup seperti dunia yang tidak percaya
Inilah sebabnya Petrus mengatakan bahwa nafsu ini berperang dengan jiwa kita Dia mengacu kepada kedagingan kita yang secara alami menentang kekudusan dan kepada Tuhan
Selama kita masih hidup dengan tubuh duniawi, peperangan ini akan terus terjadi
Dagingmu bertarung untuk mengendalikanmu
Seperti seseorang yang ditenggelamkan perlahan
Ia akan terus berjuang untuk udara sampai hari Tuhan meletakkannya untuk beristirahat
Sementara itu, Tuhan telah memanggil kita untuk berperang dan menang sehingga kita bisa mewakiliNya di hadapan dunia yang hilang ini
Petrus hanya meminta Gereja untuk hidup dengan cara yang konsisten dengan cara hidup negara asal kita
Yang adalah surga sekarang
Sebagai contoh, bayangkan jika engkau adalah seorang penjelajah yang melakukan perjalanan ke hutan dan mencoba hidup dengan suku asing
Engkau mengamati banyak kebiasaan asing Mereka mungkin makan makanan yang aneh Mereke mungkin memakai pakaian yang aneh Mungkin ada ritual keluarga yang aneh
Walaupun engkau tinggal dalam budaya mereka
Engkau pasti lebih suka makanan dari negara asalmu
Engkau akan mengenakan pakaian yang sesuai dengan budayamu Engkau akan mencoba hidup sesuai dengan kebiasaan dan keyakinanmu Dengan kata lain, engkau hidup di dunia mereka, tetapi..
Engkau akan tetap berbeda. Engkau tahu identitasmu.
Itulah yang diminta Petrus kepada pembaca suratnya
Petrus katakan kita adalah pendatang dan perantau, jadi kita harus hidup sesuai dengan kebiasaan rumah kita daripada tempat kita menumpang
Walau ada perbedaan antara situasi kita dan contoh yang saya berikan Kita masih hidup di bumi dan tidak pergi ke suatu tempat yang baru Godaan untuk untuk dengan cara lama sangat kuat
Itulah perang yang sedang terjadi dengan jiwa kita
Tetapi karena kita masih tinggal sementara di dunia lama, kita mempunyai tugas yang harus dilakukan di sini
Kita di sini untuk mewakili Kerajaan Allah untuk dunia ini dan melakukannya dengan benar
Kita sekarang duta besar untuk Kristus
2 Kor. 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
2 Kor. 5:18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
2 Kor. 5:19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
2 Kor. 5:20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah
dirimu didamaikan dengan Allah.
Jadi bagaimana seharusnya seorang duta besar bertindak?
Dalam ayat 12, Petrus mulai dengan sebuah wacana panjang tentang bagaimana seorang duta besar hendaknya bertindak
Pertama: jaga perilaku tetap baik di antara orang-orang bukan Yahudi Apa artinya oleh orang-orang bukan Yahudi?
Artinya bahwa orang percaya Yahudi yang menerima surat ini harus membawa diri mereka dengan cara yang benar di antara bangsa-bangsa bukan Israel di mana mereka tinggal
Sebenarnya Petrus membuat penerapan yang jauh lebih luas di sini
Petrus berbicara tentang bagaimana Gereja dilihat oleh budaya penyembah berhala di sekitarnya
Ayat 12, bahwa mereka difitnah oleh kelompok orang-orang bukan Yahudi Mereka menyebut gereja sebagai “pelaku kejahatan”
Kata Yunani untuk “pelaku kejahatan” adalah kakopoios, yang merupakan kata umum bagi kriminal
Jadi, orang-orang Kristen difitnah secara tidak adil, & disebut penjahat Petrus menyarankan bahwa fitnah ini adalah dasar untuk penganiayaan
Penganiayaan datang karena masyarakat percaya laporan bahwa orang-orang Kristen ini adalah penjahat
Kita dapat berasumsi bahwa banyak dari laporan-laporan ini palsu atau berlebihan
Tetapi Petrus meminta gereja di sini, di ayat 12, untuk menjaga perilaku yang sangat baik (atau terpuji) sehingga tidak memberikan kredibilitas terhadap tuduhan ini
Karena mereka hidup di masa yang berbahaya
Pada saat surat Petrus ditulis, sekitar AD 64, Kaisar Romawi Nero mulai menganiaya orang Kristen
Penganiayaan itu dipicu oleh kebakaran di awal pagi tanggal 19 Juli, AD 64 di sebuah toko kecil di Circus Maximus
Api menyebar dengan cepat ke daerah lain di Roma, dan berkecamuk selama sembilan hari, menghancurkan sebagian besar kota
Kebakaran ini adalah yang terburuk dalam serangkaian kebakaran yang melanda kota yang dihuni oleh lebih dari satu juta jiwa
Penghuni tinggal di tempat padat dari konstruksi kayu, terletak di sepanjang jalan-jalan sempit dan gang
Hanya dua area yang tetap utuh;
Salah satunya adalah wilayah “Transtiberum”, wilayah di seberang Sungai Tiber, yang hari ini disebut “Trastevere”
Daerah itu dihuni oleh populasi Yahudi yang besar, termasuk Yahudi Kristen Nero berada di vila tepi pantai di Anzio ketika kebakaran terjadi
Legenda mengatakan bahwa setelah ia mendengar berita kebakaran, ia mulai menyusun sebuah ode yang membandingkan Roma dengan kota Troy yang terbakar
Ketidakpeduliannya terhadap penderitaan yang disebabkan oleh tragedi tersebut menyebabkan perlawanan terhadapnya
Gosip muncul dengan mengatakan bahwa kaisar sendiri yang menyebabkan kebakaran, supaya ia dapat membangun kembali kota Roma menurut rencananya sendiri
Hal ini karena diketahui bahwa Nero tidak menyukai kota Roma dalam banyak hal Dia pikir kota itu rusak dan perlu dibangun kembali
Untuk menghentikan desas-desus keterlibatannya dalam kebakaran, Nero memutuskan untuk menyalahkan orang lain:
Dia memilih sekelompok orang Yahudi pemberontak yang disebut orang Kristen Mereka telah menyebabkan banyak masalah sebelumnya dan mereka memiliki reputasi buruk
Tahun 49M, Kaisar Claudius telah membuang beberapa dari mereka dari Roma karena menyebabkan pergolakan di sinagog Yahudi dengan perselisihan di antara mereka tentang Kristus
Sejarawan Romawi kuno, Tacitus menggambarkan penganiayaan terhadap orang Kristen seperti ini:
Sebagai akibatnya, untuk meloloskan diri dari laporan bahwa Nero yang menyebabkan kebakaran, Nero menciptakan tuduhan dan menimbulkan siksaan terhadap kelompok yang disebut orang Kristen.
Kristus menderita hukuman ekstrem selama masa pemerintahan Tiberius di tangan salah satu pemerintahan kami, Pontius Pilatus, oleh karena takhayul yang paling jahat, bukan hanya di Yudea, sumber pertama kejahatan, tetapi juga di Roma, di mana semua hal yang mengerikan dari seluruh dunia berpusat.
Karena itu, penangkapan pertama-tama dilakukan terhadap semua yang mengaku bersalah. Kemudian, berdasarkan informasi mereka, banyak sekali orang yang dihukum, bukan karena kejahatan atas kota itu, namun karena kebencian terhadap umat manusia.
Segala macam ejekan ditambahkan kepada kematian mereka.
Ditutupi dengan kulit binatang buas, mereka dirobek oleh anjing dan binasa, atau dipaku di salib, atau dibakar, untuk dijadikan sebagai penerangan malam hari, ketika siang hari telah berlalu.
Kita mungkin tidak tahu secara detil apa masalah Kristen Yahudi ini Hampir pasti, banyak tuduhan yang salah
Namun kemungkinan ada beberapa hal yang benar terjadi
Terutama sehubungan dengan konflik yang sering muncul antara Yahudi dan Kristen
Gosip menjadi efektif bila terdapat beberapa kredibilitas atau dasar untuk tuduhan
Dalam menghadapi penganiayaan ini, apa yang Petrus minta dari Gereja?
Perilaku yang sangat baik!
Hidup sedemikian rupa sehingga kita tidak memberikan ruangan terhadap tuduhan fitnah
Jadilah tetangga yang baik
Jangan lakukan hal-hal yang mereka tuduh orang Kristen lakukan Dan ini akan memuliakan Tuhan pada hari Tuhan datang
Menarik bahwa Petrus tidak berjanji bahwa mereka akan lepas dari penganiayaan dengan hidup yang sangat baik
Melakukan hal yang benar bukanlah jaminan kebahagiaan, tentu saja Sebaliknya, ia menunjuk ke depan dalam waktu, mengatakan mereka akan memuliakan Allah di hari ketika Allah mengunjungi musuh-musuh mereka Hal ini dapat terjadi dengan dua cara
Pertama, orang-orang bukan Yahudi ini menjadi percaya karena menyaksikan kesetiaan orang Kristen dan martir Kristen
Jika demikian, mereka akan memberikan kemuliaan kepada Tuhan di hari kebangkitan ketika semua orang beriman dikumpulkan kepada Kristus
Mereka akan memuliakan Tuhan yang menggunakan orang-orang Kristen untuk menyampaikan pertobatan dan keselamatan
Kedua, orang-orang bukan Yahudi ini tetap tidak percaya, namun mereka akan memberikan kemuliaan kepada Tuhan pada hari mereka berdiri di hadapan Tuhan dalam penghakiman
Dimana setiap lutut akan bertelut dan setiap lidah akan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan
Filipi 2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
Filipi 2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
Filipi 2:11 dan segala lidah mengaku: ”Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!
Sebenarnya, hanya ada orang yang percaya dan orang yang belum percaya
Petrus melanjutkan di ayat 13-17 untuk mendefinisikan perilaku yang sangat baik secara spesifik
Ini berarti menyerahkan diri kepada setiap lembaga manusia demi Tuhan Kepada pemerintah, raja, atau gubernur
Berarti kita tunduk kepada orang yang bertanggung jawab atau kepada wakilnya
Kepada semua bentuk pemerintahan manusia Ini adalah permintaan yang sulit
Petrus pada dasarnya meminta agar orang-orang Kristen yang mengalami penganiayaan tetap tunduk kepada pemerintah
Tidak ada pengecualian di sini
Bukan hanya ketika pemerintah melakukan hal yang benar atau melakukan apa yang kita inginkan
Ada seorang hakim Alabama yang menentang hukum demi mempertahankan monumen “10 perintah Tuhan” di kantor pengadilan
Pesan Petrus adalah kita harus tunduk kepada otoritas dalam semua keadaan Bahkan ketika keputusan pemerintah tampaknya bertentangan dengan
perintah Tuhan
Ia mengatakan, tetaplah tunduk kepada pemerintah Romawi Yang membunuh orang Kristen
Yang menyembah berhala
Satu-satunya pengecualian yang kita temukan dalam Alkitab adalah ketika pemerintah mengarahkan kita untuk melanggar perintah Tuhan dalam Firman-Nya
Kisah Rasul 4:18 Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus.
Kisah Rasul 4:19 Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: ”Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.
Kisah Rasul 4:20 Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar.”
Kisah Rasul 5:27 Mereka membawa keduanya dan menghadapkan mereka kepada Mahkamah Agama. Imam Besar mulai menanyai mereka,
Kisah Rasul 5:28 katanya: ”Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu.
Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami.”
Kisah Rasul 5:29 Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: ”Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.
Petrus dan Yohanes menentang pemerintah karena perintah tersebut adalah untuk membungkam iman mereka
Orang-orang Kristen yang dianiaya Romawi oleh karena mereka mengganggu perdamaian dan hidup seperti kriminal di mata masyarakat
Masalahnya adalah kesaksian hidup mereka
Jelas bahwa gereja pada masa Petrus telah menyalahgunakan kebebasannya di dalam Kristus
1 Petrus 2:16-17
Petrus meminta mereka untuk tidak menggunakan kebebasan dalam Kristus sebagai alasan untuk kejahatan mereka
Mereka memiliki kebebasan di dalam Kristus
Mereka tidak lagi harus hidup di bawah hukum Taurat
Tetapi mereka juga menganggap tidak perlu tunduk kepada pemerintahan sekuler
Mereka menyalahgunakan kebebasan ini sebagai alasan untuk tidak mematuhi otoritas sipil
Mereka seperti naik banding kepada Tuhan untuk mengklaim mereka tidak perlu mematuhi Kaisar
Hal itu salah, menurut Petrus
Inilah sebabnya hakim Alabama dalam contoh ini juga salah
Firman Allah tidak meminta kita untuk mem-posting 10 perintah Tuhan di rumah atau gedung pengadilan
Firman Allah hanya menuntut kita mentaati perintah-Nya
Menentang pemerintah membuat kesaksian untuk Kristus menjadi buruk Sebaliknya, daripada menyalahgunakan kebebasan kita di dalam Kristus, kita harus menunjukkan perilaku terbaik kita dengan tunduk kepada pemerintah
Petrus memberi kita tiga alasan
Pertama, ayat 15: adalah kehendak Tuhan supaya orang-orang ini memerintah kita Menyerahkan diri kepada otoritas ini demi Tuhan, karena ini adalah kehendak Tuhan sendiri
Lembaga-lembaga ini ada oleh kehendak Allah
Mereka memerintah karena Tuhan yang menempatkan mereka dalam kekuasaan
Roma 13:1 Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.
Roma 13:2 Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya.
Ketika kita memberontak terhadap pemerintah, kita juga memberontak terhadap Allah karena kita memberontak terhadap kehendak-Nya
Ini tidak berarti bahwa kita tidak pernah boleh menentang pemerintah secara hukum
Alasan kedua: kita menghormati otoritas ini adalah supaya kita membungkam kepicikan orang-orang bodoh (1 Pet 2:15)
Jika Gereja menunjukkan perilaku yang sangat baik sebagai kelompok, maka tidak ada ruang kredibilitas untuk tuduhan mereka
Ingat bagaimana Nero dan pendukungnya menggunakan tuduhan ketidaktaatan sipil sebagai fitnah untuk menganiaya orang Kristen
Jika tuduhan palsu bisa dipercaya, biasanya pasti ada kebenaran di dalamnya
Petrus meminta untuk tidak memberi mereka dasar untuk menuduh dan memfitnah
Namun ingat, kita tidak akan selalu bisa mencegah penganiayaan
Jika setiap individu di gereja menjaga perilaku mereka dengan sangat baik dan menyerah kepada otoritas
Efeknya secara keseluruhan adalah membungkam tuduhan dan fitnah dari si jahat
Akhirnya, kita mematuhi pemerintah karena kesaksian kita kita dapat membawa orang- orang untuk mengetahui kebenaran
Ayat 12: Petrus mengatakan bahwa mereka akan memuliakan Tuhan atas kesaksian kita
Saya ingin menutup pelajaran ini dengan pemikiran tambahan tentang bagaimana ketaatan kita pada otoritas adalah penting bagi rencana Allah untuk keselamatan 1 Timotius 2, Paulus mengatakan kepada Timotius bahwa Tuhan adalah adil dalam membawa manusia kepada keselamatan.
1 Timotius 2:1 Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,
1 Timotius 2:2 untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.
1 Timotius 2:3 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, 1 Timotius 2:4 yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.
Ketika Paulus berdoa untuk semua orang, ia mendefinisikan secara lebih spesifik apa yang ia maksud dengan “semua orang” di ayat 2
Untuk raja-raja dan semua pembesar
Alasan Paulus mengapa kita melakukannya
Pertama, itu akan membantu kita menjalani kehidupan yang tenang dan tenteram
Karena kita tidak perlu melarikan diri dari pemerintah dan membawa hukuman kepada diri sendiri
Kedua, dan inilah alasan utama, karena Tuhan tidak memandang posisi orang Rencana keselamatan-Nya terbuka untuk semua manusia, termasuk untuk raja-raja dan pihak yang ber-otoritas
Tuhan dapat menggunakan kita untuk menyampaikan berita injil kepada raja dan pemerintahan
Kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan untuk bersaksi kepada pemerintah, sama seperti kita bersaksi untuk masyarakat
Bila kita menghadapi orang yang berwenang, tunjukkanlah ketaatan kepada otoritas Apakah engkau bisa bersaksi tentang Kristus kepada atasan bila engkau gagal mengikuti perintahnya?
Atau bersaksi kepada polisi saat engkau di-tilang karena ngebut?
Atau bersaksi kepada hakim saat ia menetapkan hukuman atas kejahatan yang engkau lakukan?
Atau kepada petugas pajak ketika ia menemukan engkau menipu pajak?
Jadi, kita harus hidup baik dalam perilaku kita, patuhi otoritas atas kita, sehingga kita dapat bebas dari tuduhan, kita dapat bersaksi kepada Kristus secara efektif, sebagai cara untuk mematuhi kehendak Allah
Di pelajaran berikutnya kita akan membahas dasar-dasar yang sangat penting, tentang bagaimana hamba, istri dan suami dapat hidup benar dalam perilaku mereka
Bawa pasanganmu dan pembantumu untuk mendengarkan