4. ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1 Identitas Profil Perusahaan dan Responden
Profil Grand City didapat melalui manajemen Grand City serta pemberitaan dari media-media yang ada. Profil Responden diambil dari analisa sampel berjumlah 100 responden yang pernah berkunjung di Grand City.
Analisisi terhadap 100 sampel ini dapat digunakan untuk mengetahui profil atau data identitas dari 100 responden yang merupakan pengunjung dari Grand City Mall. Berikut profil dari Grand City Mall dan pengunjung dari Grand City Mall.
4.1.1 Profil Perusahaan Grand City Mall Surabaya
Grand City Surabaya merupakan salah satu mall yang sedang merintis karirnya saat ini. Grand Opening Grand City Surabaya diselenggarakan pada tanggal 10 Oktober 2010. Grand Opening tersebut dilakukan serentak dengan peresmian Convex Grand City Surabaya yang juga bersamaan dengan ulang tahun Jawa Timur yang ke-65. Dengan motto “My City, My Destination”, Grand City menempatkan dirinya untuk bersaing dengan kompetitor lainnya dengan target market menengah ke atas. Ikon komplek perbelanjaan Grand City, yang terletak di jalan Walikota Mustajab-Kusuma Bangsa ini di rancang untuk mengubah wajah pasar mewah Surabaya. Terinspirasi dari Suntec Singapura yang direncanakan akan menjadi venue paling representatif untuk kegiatan-kegiatan berskala besar dan internasional maka selama tiga tahun pengelolah melakukan riset pasar dan kemudian tercetuskan gagasan untuk menghadirkan gaya hidup lebih dari one stop shopping, tetapi juga one stop MICE (meeting, incentives, convention, exhibitions). PT Hardaya Widya Graha ingin menjadikan Grand City sebagai pusat shopping dan pusat convention terbesar dan termewah di Surabaya dan Jawa Timur.
Mall yang mempunyai luas 4,5 hektar di resmikan pada tanggal 10 oktober 2010 dan dikembangkan dan dikelola oleh PT Hardaya Widya Graha dengan arah pengembangan sebagai sebuah pusat perbelanjaan premium yang terintegrasi dan sebuah konvensi standar internasional dan ruang pameran. Mall ini dirancang oleh pemenang penghargaan ahli desain retail RTKL dari Los Angeles. RTKL
sebelumnya pernah merancang mall-mall yang menjadi landmark Jakarta seperti Plaza Senayan dan Grand Indonesia.
Pusat perbelanjaan Grand City sendiri menawarkan 81.000 m2 luas lantai kotor dan 52.000 m2 leaseable area bersih. Sebagai kantor pengelola Grand City Mall & Convex sendiri, PT Hardaya Widya Graha Surabaya dipimpin oleh CEO Bapak Sim Tang Chuan dan di bantu oleh sekitar 203 karyawan dari 6 divisi utama yakni, Finance, Marketing, HRD, General Affairs, Operation, dan Convex.
4.1.2 Profil Responden Grand City Mall
Gambar 4.1 Pie Chart Tingkat keseringan responden
Sampel terdiri dari 100 responden yang mengisi kuisioner dari penulis.
Sebanyak 100% (N=100) adalah pengunjung dengan usia di atas 18 tahun.
Berdasarkan Tabel 4.1 yang ada dibawah berikut, dapat disimpulkan bahwa sebanyak 58% (N=58) responden paling sering mengunjungi Grand City 1 – 2 kali dalam sebulan. Di peringkat kedua sebanyak 26% (N=26) responden mengunjungi Grand City antara 3 – 4 kali dalam sebulan. Menempati urutan keempat, sebanyak 9% (N=9) responden mengunjungi Grand City 5 – 6 kali dalam sebulan. Di peringkat paling rendah, hanya 7% (N=7) responden yang mengunjungi Grand City lebih dari enam kali dalam sebulan.
58% 26%
9%
7%
Tingkat keseringan responden mengunjungi Grand City
1 - 2 kali dalam sebulan 3 - 4 kali dalam sebulan 5 - 6 kali dalam sebulan
> 6 kali dalam sebulan
4.1.2.1 Profil Responden berdasarkan Gender
Gambar 4.2 Pie Chart berdasarkan Gender
Berdasarkan Gambar 4.2 di atas, Dari 100 kuisoner yang dibagikan dapat diketahui bahwa mayoritas sebanyak 66% (N=66) profil responden yang datang ke Grand City adalah perempuan sedangkan laki-laki sebanyak 34% atau sebesar 34 orang responden. Dari data tersebut peneliti melihat bahwa pengunjung Grand City Mall berjenis kelamin perempuan lebih banyak dibandingkan dengan berjenis kelamin laki-laki.
4.1.2.2 Profil Responden berdasarkan Usia
Gambar 4.3 Pie Chart berdasarkan Usia
34%
66%
Profil Responden berdasarkan Gender
Laki-laki Perempuan
72%
20%
8%
0
Profil Responden berdasarkan Usia
18 - 25 tahun 26 - 35 tahun 36 - 45 tahun
> 45 tahun
Dari 100 kuisioner yang disebar, mayoritas rata-rata usia pengunjung terbanyak adalah sebanyak 72% (N=72) masih berusia kisaran 18 – 25 tahun. Di peringkat kedua, kisaran usia responden adalah 26 – 35 tahun dengan prosentasi 20% (N=20%). Diperingkat ketiga dengan prosentase 8% (N=8) merupakan kisaran usia 36 – 45 tahun. Tidak ada responden di atas 45 tahun yang mengisi kuisioner penelitian ini.
4.1.2.3 Profil Responden berdasarkan Domisili
Gambar 4.4 Pie Chart berdasarkan Domisili
Dari 100 kuisioner yang disebar, mayoritas domisili pengunjung terbesar bertempat tinggal di Surabaya Selatan dengan prosentase 26% (N=26). Di peringkat ke dua dengan prosentasi yang tidak begitu jauh dari peringkat pertama, berdomisili di Surabaya Barat dengan prosentase 22% (N=22). Selanjutnya di peringkat ketiga, pengunjung berasal dari Surabaya Timur dengan prosentasi sebesar 20% (N=20). Peringkat keempat berasal dari Surabaya Pusat sebesar 15%
(N=15). Tidak jauh dengan Surabaya Pusat, Luar kota Surabaya seperti Sidoarjo, Malang dan Jakarta menempati peringkat kelima dengan prosentase sebesar 14%
(N=14). Peringkat terakhir ditempati oleh pengunjung yang berdomisili di Surabaya Utara sebesar 3% (N=3).
3%
20%
15%
22%
26%
14%
Profil Responden berdasarkan Domisili
Surabaya Utara Surabaya Timur Surabaya Pusat Surabaya Barat Surabaya Selatan Luar Surabaya
4.1.2.4 Profil Responden berdasarkan Status
Gambar 4.5 Pie Chart berdasarkan Status
Dari 100 kuisioner yang dibagikan, mayoritas pengunjung masih berstatus single / belum menikah. Ini dilihat dari jumlah prosentase sebesar 86% (N=86) dibandingkan dengan responden yang berstatus sudah menikah dengan prosentase 14% (N=14).
4.1.2.5 Profil Responden berdasarkan Pendidikan Terakhir
Gambar 4.6 Gant Chart berdasarkan Pendidikan Terakhir
86%
14%
Profil Responden berdasarkan Status
Single / Belum menikah Menikah
1% 0%
61%
32%
3% 0% 3%
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
SD SMP SMA S1 S2 S3 Lainnya
Profil Responden berdasarkan
Pendidikan Terakhir
Dari 100 kuisioner yang disebarkan, diketahui bahwa Pendidikan Terakhir pengunjung yang terbanyak adalah SMA dengan prosentase 61% (N=61). Di peringkat kedua dengan prosentasi sebesar 32% (N=32). Pendidikan Terakhir S2 dan Lainnya seperti D3 memiliki prosentase sama yaitu 3% (N=3). Sedangkan pengunjung dengan Pendidikan Terakhir SD hanya sebesar 1% (N=1). Tidak ada responden berpendidikan terakhir SMP maupun S3 yang mengisi kuisioner ini.
4.1.2.6 Profil Responden berdasarkan Pekerjaan
Gambar 4.7 Pie Chart berdasarkan Pekerjaan
Dari 100 kuisioner yang dibagikan, yang paling besar mayoritas pengunjung masih berstatus pelajar / mahasiswa dengan prosentase sebesar 58%
(N=58). Sedangkan di peringkat kedua pengunjung bekerja sebagai karyawan swasta sebesar 31% (N=31). Diperingkat ketiga dan keempat adalah pengunjung yang bekerja sebagai wiraswasta dan ibu runah tangga dengan masing-masing prosentase sebesar 9% (N=9) dan 2% (N=2).
9%
31%
58%
2%
Profil Responden berdasarkan Pekerjaan
Wiraswasta Karyawan Swasta Pelajar/Mahasiswa Ibu Rumah Tangga
4.2 Shopping Behaviour Pengunjung
Shopping Behaviour yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah tujuan pengunjung datang ke Grand City, Pengeluaran rata-rata yang dihabiskan pengunjung apabila berbelanja di Grand City, Lama waktu saat berada di Grand City, Banyaknya item barang / brand yang dibeli data berbelanja di Grand City serta Jenis produk yang sering dibeli di Grand City.
4.2.1 Shopping Behaviour berdasarkan Tujuan Pengunjung mengunjungi Grand City Mall
Gambar 4.8 Pie Chart berdasarkan Tujuan
Dari 100 kuisioner yang disebarkan, untuk pertanyaan tujuan, responden diminta untuk memilih tiga jawaban tujuan responden mengunjungi Grand City.
Bila dilihat dari gambar 4.8 di atas, diketahui bahwa tujuan utama pengunjung datang ke Grand City adalah untuk berjalan-jalan dengan prosentase sebesar 28%.
Tujuan yang kedua dengan prosentase sebesar 24% untuk sekedar makan-makan bersama. Tujuan berikutnya menempati urutan ketiga adalah untuk menonton bioskop dengan prosentase 19%. Di urutan keempat, sebesar 15% responden menjawab untuk berbelanja produk-produk dari tenant yang ada di Mall. Di urutan kelima sebanyak 13% responden bertujuan untuk melihat event yang ada di
28%
15% 13%
19%
24% 1%
Shopping Behaviour berdasarkan Tujuan
Jalan-jalan / hangout bersama keluarga, teman, kerabat dan lain-lain Melihat event yang ada di Mall maupun di Convex
Berbelanja / shopping produk-produk dari tenant yang ada di Mall Menonton bioskop
Makan - makan Lainnya
Mall maupun Convex. Pada urutan terakhir dengan prosentase sebesar 1%, tujuan pengunjung adalah untuk berkaraoke dan nge-Gym.
4.2.2 Shopping Behaviour berdasarkan Pengeluaran Rata-Rata saat transaksi di Grand City Mall
Gambar 4.9 Gant Chart berdasarkan Pengeluaran Rata-Rata
Berdasarkan Gambar 4.9 di atas dari 100 kuisioner yang dibagikan, diketahui bahwa rata-rata pengeluaran pengunjung di Grand City terbesar adalah kisaran Rp 100.000 - < Rp 500.000 dengan prosentase 50% (N=50). Di peringkat kedua sebanyak 28% responden mengeluarkan <Rp 100.000 pada saat berbelanja di Grand City. Di peringkat ketiga sebanyak 13% responden mengeluarkan Rp 500.000 - <Rp 1.000.000 sedangkan 9% responden mengeluarkan lebih dari Rp 1.000.000 pada saat berbelanja di Grand City.
0%
5%
10%
15%
20%
25%
30%
35%
40%
45%
50%
< Rp
100.000 Rp 100.000 -
< Rp 500.000
500.000 -Rp
< Rp 1.000.000
> Rp 1.000.000 28%
50%
13% 9%
< Rp 100.000
Rp 100.000 - < Rp 500.000
Rp 500.000 - < Rp 1.000.000
> Rp 1.000.000
4.2.3 Shopping Behaviour berdasarkan Lamanya Waktu berada di Grand City Mall
Gambar 4.10 Pie Chart berdasarkan Lamanya Waktu
Berdasarkan Gambar 4.10 di atas dari 100 kuisioner yang dibagikan, dapat diketahui rata-rata lamanya waktu berada di Grand City yang paling besar adalah antara 2 – 3 jam dimana 52% responden memilih. Di urutan kedua sebanyak 38%
responden menghabiskan lebih dari 4 jam berada di dalam Mall. Sebesar 8%
responden menghabiskan waktu antara 1 – 2 jam di dalam Mall. Di urutan terakhir, sebanyak 2% responden hanya menghabiskan waktu < dari 1 jam di dalam Mall.
2% 8%
52%
38%
Shopping Behaviour berdasarkan Lamanya Waktu berada di Grand
City Mall
< 1 jam 1 - 2 jam 2 - 3 jam
> 4 jam
4.2.4 Shopping Behaviour berdasarkan jumlah brand yang dibeli saat berbelanja di Grand City Mall
Gambar 4.11 Pie Chart berdasarkan Jumlah Brand Yang Dibeli Berdasarkan Gambar 4.11 di atas dari 100 kuisioaner yang dibagikan, diketahui bahwa jumlah brand yang paling dibanyak dibeli adal 1 – 2 brand. Hal ini dikemukan melalui jawaban responden yang memilih sebesar 67% dari 100%.
Di peringkat kedua sebanyak 26% responden memilih membeli sebanyak 2 – 3 brand sedangkan peringkat terakhir dengan jumlah responden 7% membeli lebih dari 4 brand saat berada di Grand City Mall.
67%
26%
7%
Shopping Behaviour berdasarkan Jumlah brand yang dibeli saat
berada di Grand City
1 - 2 brand 2 - 3 brand
> 4 brand
4.2.5 Shopping Behaviour berdasarkan Jenis Kategori Produk yang sering dibeli saat berada di Grand City Mall
Gambar 4.12 Pie Chart berdasarkan Jenis Kategori Produk Yang Dibeli
Berdasarkan Gambar 4.12 di atas dari 100 kuisioner yang dibagikan dimana responden diminta memilih 3 jawaban., dapat diketahui bahwa jenis kategori produk yang paling sering dibeli oleh pengunjung Grand City adalah Food & Beverages dengan prosentase 31%. Di peringkat kedua sebanyak 25%
responden membeli kategori Entertainment. Di peringkat ketiga dengan prosentase 22%, responden memilih produk Fashion. Sebesar 12% responden memilih produk Hobby untuk berada di peringkat keempat sedangkan peringkat kelima 9% responden memilih produk Beauty, Health, Misc. Di peringkat paling akhir sebanyak 1% responden membeli produk lainnya seperti elektronik.
4.3 Analisis Deskriptif Jawaban Responden
Pada bagian ini akan dijelaskan jawaban-jawaban responden mengenai variabel Mall Image, Self Congruity, dan Mall Loyalty pada pengunjung ataupun orang yang pernah mengunjungi Grand City Mall Surabaya. Pada penelitian ini, ada sebanyak 100 buah kuesioner yang disebar kepada pengunjung ataupun orang
22%
9% 31%
12%
25%
1%
Shopping Behaviour berdasarkan Jumlah Kategori Produk yang sering
dibeli saat berada di Grand City
Fashion
Food & Beverages Beauty, Health, Misc.
Hobby Entertainment Lainnya
yang pernah mengunjungi Grand City Mall Surabaya. Analisis deskriptif jawaban responden menggunakan metode mean.
Untuk bisa menjelaskan tanggapan responden pada setiap pernyataan kuesioner, maka nilai rata-rata jawaban responden dikelompokkan dengan penentuan range sebagai berikut:
Nilai tertinggi – Nilai terendah 5 - 1
= ――――――――――――― = ――― = 0,80 Jumlah kelas 5
Berdasarkan pada nilai range di atas, maka nilai rata-rata setiap skor pernyataan dalam kuesioner bisa dikategorikan sebagai berikut:
Tabel 4.1 Klasifikasi Variabel Penelitian Skala Penilaian Klasifikasi
1,00 – 1,80 Sangat tidak setuju 1,81 – 2,60 Tidak setuju 2,61 – 3,40 Netral 3,41 – 4,20 Setuju
4,21 – 5,00 Sangat setuju
Sumber: Hasil pengolompokkan jawaban responden
Berdasarkan pada kategori Tabel 4.1, maka bisa ditunjukkan pengelompokkan jawaban responden untuk setiap pernyataan dalam variabel penelitian. Berikut hasil deskripsi jawaban responden melalui variabel mall image, self congruity dan mall loyalty.
4.3.1 Mall Image
Analisis deskriptif indikator-indikator yang ada di dalam variabel mall image sebagai berikut:
Tabel 4.2 Analisis Deskriptif Dimensi Merchandise
No Observed
variable Pernyataan Mean Std Deviasi
Mean kategori 1 MER 1 Tenant-tenant Grand City menyediakan
produk-produk berkualitas 4.180
SETUJU 0.593
2
MER 2 Tenant-tenant Grand City menyediakan produk-produk yang sesuai dengan
keinginan saya 3.800
SETUJU 0.876
3 MER 3 Jenis produk dari tenant-tenant Grand
City bervariasi 3.850
SETUJU 0.857 RATA-RATA MERCHANDISE 3.943 SETUJU
Berdasarkan tabel 4.2 di atas diketahui bahwa secara keseluruhan puas dengan dimensi merchandise yang ada di Grand City. Bila dilihat indikator pertanyaan yang memiliki mean yang paling tinggi adalah kualitas produk dari tenant Grand City. Ini menunjukkan bahwa pengunjung puas dan menganggap tenant-tenant Grand City menyediakan produk yang berkualitas. Sedangkan dua indikator pertanyaan lainnya yaitu kesesuaian produk yang diinginkan serta jenis produk yang bervariasi memiliki nilai mean di bawah indikator pertanyaan kualitas produk. Hal ini bisa ditingkatkan dengan cara menambah tenant-tenant yang baru dan bervariasi. Contoh yang bisa dilakukan adalah menambah tenant – tenant yang belum dimiliki di mall lain di Surabaya seperti brand TOPMAN, TOPSHOP, Bershka, Massimo Dutti, Burger King, dan Dominos Pizza.
Tabel 4.3 Analisa Deskriptif Dimensi Accessibility
No Observed
variable Pernyataan Mean Std Deviasi
Mean kategori 1 ACC 1 Akses lokasi menuju Grand City yang dekat
dari rumah saya 3.390
NETRAL 1.238 2 ACC 2 Kondisi jalan menuju Grand City yang baik 3.810 SETUJU 0.950 3 ACC 3 Area parkir Grand City yang luas 3.490 SETUJU 1.020 4 ACC 4 Penempatan akses pintu masuk dan keluar di
Grand City yang mudah ditemukan 3.950
SETUJU 0.796 5 ACC 5 Kemudahan untuk berkeliling di dalam mall 4.150 SETUJU 0.672
RATA-RATA ACCESSIBILITY
3.758
SETUJU
Berdasarkan tabel 4.3 di atas, diketahui secara keseluruhan bahwa pengunjung puas dengan dimensi accessibility yang ada di Grand City. Bila dilihat indikator pertanyaan yang memiliki nilai mean yang paling tinggi yaitu kemudahan untuk berkeliling di dalam mall, sedangkan indikator pertanyaan yang memiliki indikator yang cukup rendah yaitu akses lokasi menuju serta area parkir yang ada di Grand City. Bila melihat gambar 4.4 pie chart berdasarkan domisili, dapat disimpulkan bahwa mayoritas pengunjung Grand City berasal dari Surabaya Selatan dimana wilayah tersebut bisa dikatakan cukup jauh dari lokasi Grand City. Ini bisa menjadi alasan mengapa nilai mean pada indikator pertanyaan akses lokasi yang cukup rendah.
Kemudian untuk indikator pertanyaan area parkir, dikatakan sudah cukup luas namun nilai mean yang dimiliki tergolong rendah. Hal yang bisa ditingkatkan dengan melakukan langkah antisipasi seperti memperluas area parkir baik untuk mobil maupun sepeda motor. Sebagai contoh pihak pengelola membeli lahan di daerah Grand City untuk membangun area parkir mobil yang baru ataupun menggunakan area parkir mobil di lantai atas yang jarang dipakai untuk area parkir sepeda motor sehingga bisa memanfaatkan space yang ada.
Tabel 4.4 Analisis Deskriptif Dimensi Service
No Observed
variable Pernyataan Mean Std Deviasi
Mean kategori 1
SER 1 Staff customer service cepat, tanggap dan tepat dalam memberikan layanan informasi
kepada pengunjung di information desk 3.760
SETUJU 0.740
2
SER 2 Staff Customer Service memiliki ketrampilan, kecakapan yang baik serta pengetahuan yang luas dalam memberikan informasi kepada pengunjung di information desk 3.720
SETUJU 0.830
3
SER 3 Staff Customer Service memiliki rasa peduli dalam memberikan informasi bagi pengunjung
di information desk 3.710
SETUJU 0.808
4 SER 4 Staff Customer Service mengenakan pakaian
seragam yang rapi saat di information desk 4.050
SETUJU 0.575
5 SER 5 Toilet dan Nursing Room yang bersih dan
nyaman 4.220
SANGAT SETUJU
0.675
6 SER 6 Lost & Found serta Charging Area yang
mudah dijangkau 3.640
SETUJU 0.859 7 SER 7 Smoking Room yang bersih dan nyaman 3.650 SETUJU 0.757 8 SER 8 Musholla yang bersih dan nyaman 3.840 SETUJU 0.801 9 SER 9 Jumlah eskalator yang memadai di dalam mall
4.230
SANGAT SETUJU
0.566 10 SER 10 Jumlah lift yang memadai di dalam mall 4.150 SETUJU 0.657 11 SER 11 Papan petunjuk arah yang mudah ditemukan 3.920 SETUJU 0.631 12 SER 12 Kemudahan untuk menemukan brosur
informasi 3.570
SETUJU 0.998 RATA-RATA SERVICES
3.872
SETUJU
Berdasarkan tabel 4.4 di atas, diketahui bahwa secara keseluruhan bahwa pengunjung puas dengan dimensi services yang ada di Grand City. Indikator pertanyaan yang memiliki nilai mean yang tinggi adalah mengenai jumlah lift dan toilet serta nursing room. Sedangkan indikator pertanyaan yang dikatakan puas namun memiliki nilai mean yang cukup rendah yaitu mengenai lost & found, charging area, smoking room serta kemudahan dalam menemukan informasi. Hal
tersebut bisa dikarenakan penempatan area informasi yang kurang strategis serta minimnya informasi mengenai ketersediaan fasilitas lost & found, charging area serta smoking room sehingga banyak pengunjung yang belum tahu.
Langkah yang bisa dilakukan dengan menambah area media promosi yang ada di Grand City, seperti akrilik informasi di dalam toilet dan lift, triangle p.o.p di area parkir, men-design counter charger area semenarik mungkin sehingga pengunjung lebih aware terhadap fasilitas tersebut, dan lain-lain.
Tabel 4.5 Analisis Deskriptif Dimensi Atmospherics
No Observed
variable Pernyataan Mean Std Deviasi
Mean kategori
1 ATS 1 Pemilihan background musik yang tepat 4.000 SETUJU 0.636 2 ATS 2 Dekorasi / interior yang modern
4.270
SANGAT SETUJU
0.529
3 ATS 3 Lighting yang terang
4.340
SANGAT SETUJU
0.639
4 ATS 4 Suhu dalam mall yang pas atau sesuai
4.290
SANGAT SETUJU
0.537
5 ATS 5 Scent / aroma dalam mall yang tidak bau
4.230
SANGAT SETUJU
0.617 RATA-RATA ATMOSPHERICS
4.226
SANGAT SETUJU
Berdasarkan tabel 4.5 di atas, diketahui bahwa secara keseluruhan pengunjung sangat puas dengaan dimensi atmospherics dari Grand City. Semua indikator pertanyaan memiliki nilai mean yang cukup tinggi sehingga bisa disimpulkan atmosfer di Grand City sangat baik.
Tabel 4.6 Analisis Deskriptif Dimensi Entertainment
No Observed
variable Pernyataan Mean Std Deviasi
Mean kategori 1
ENT 1 Event-event yang diselenggarakan (lucky draws, fashion show, pameran, etc) menarik
dan menghibur 3.940
SETUJU 0.649
2 ENT 2 Tenant Entertainment (bioskop, funworld,
etc) yang memadai 4.040
SETUJU 0.650 RATA-RATA ENTERTAINMENT 3.99 SETUJU
Berdasarkan tabel 4.6 di atas, diketahui bahwa secara keseluruhan pengunjung puas dengan dimensi entertainment di Grand City. Bila dilihat indikator pertanyaan mengenai event-event yang diselenggarakan memiliki nilai
mean yang paling rendah. Hal ini bisa ditingkatkan dengan memperhatikan lagi event-event yang akan diselenggarakan di dalam mall. Event di Grand City cenderung berasal dari event Grand City Convex yang nantinya menarik traffic ke masuk dalam mall. Grand City Mall perlu mempersiapkan event-event yang diselenggarakan dengan matang mulai dari konsep acara, media promosi, tanggal pelaksanaan dan lain-lain. Ada responden yang menganggap event-event yang sering diadakan terkesan “nanggung” dan kurang publikasi.
Tabel 4.7 Analisis Deskriptif Dimensi Food
No Observed
variable Pernyataan Mean Std Deviasi
Mean kategori 1 FOOD 1 Food court menyediakan makanan yang
berkualitas baik 4.180
SETUJU 0.593
2 FOOD 2 Food court menyediakan jenis makanan
yang bervariasi 4.110
SETUJU 0.601
RATA-RATA FOOD 4.145 SETUJU
Berdasarkan tabel 4.7 di atas, diketahui bahwa secara keseluruhan pengunjung puas dengan dimensi Food di Grand City. Bila dilihat dari gambar 4.8 pie chart berdasarkan tujuan, disimpulkan bahwa salah satu tujuan utama pengunjung datang ke Grand City adalah untuk makan. Oleh karena itu perlu adanya inovasi serta variasi tenant – tenant F&B yang baru sehingga pengunjung tidak bosan dan semakin puas dengan makanan yang ada di Grand City.
Tabel 4.8 Analisis Deskriptif Dimensi Security
No Observed
variable Pernyataan Mean Std Deviasi
Mean kategori 1 SEC 1 Terjaminnya keamanan pribadi di dalam
mall 4.010
SETUJU 0.595
2 SEC 2 Terjaminnya keamanan barang bawaan yang
dibawa di dalam mall 3.980
SETUJU 0.619
3 SEC 3 Terjaminnya keamanan kendaraan pribadi di
area parkir 3.870
SETUJU 0.677
4 SEC 4 Penjagaan security yang bertugas dengan
siap siaga di seluruh area mall 3.830
SETUJU 0.726
RATA-RATA SECURITY 3.923 SETUJU
Berdasarkan tabel. 4.8 di atas, diketahui bahwa secara keseluruhan pengunjung puas dengan dimensi security di Grand City. Indikator pertanyaan yang memiliki nilai mean yang paling tinggi adalah terjaminnya keamanan pribadi
pengunjung. Sedangkan yang indikator pertanyaan yang memiliki nilai mean yang rendah adalah terjaminnya keamanan kendaraan pribadi dan penjagaan security.
Langkah yang perlu dilakukan untuk adalah melakukan pelatihan rutin terhadap seluruh staff security untuk mengantisipasi ancaman perampokan atau kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. Kemudian melakukan sweeping di area parkir ataupun area lain yang memungkinkan terjadinya tindak kriminal di dalam mall.
Tabel 4.9 Analisis Deskriptif Variabel Mall Image
No Observed
variable Pernyataan Mean Std Deviasi
Mean kategori 1 MER 1 Tenant-tenant Grand City menyediakan
produk-produk berkualitas 4.180
SETUJU 0.593
2
MER 2 Tenant-tenant Grand City menyediakan produk-produk yang sesuai dengan
keinginan saya 3.800
SETUJU 0.876
3 MER 3 Jenis produk dari tenant-tenant Grand City
bervariasi 3.850
SETUJU 0.857 RATA-RATA MERCHANDISE 3.943 SETUJU
4 ACC 1 Akses lokasi menuju Grand City yang dekat
dari rumah saya 3.390
NETRAL 1.238 5 ACC 2 Kondisi jalan menuju Grand City yang baik 3.810 SETUJU 0.950 6 ACC 3 Area parkir Grand City yang luas 3.490 SETUJU 1.020 7 ACC 4 Penempatan akses pintu masuk dan keluar di
Grand City yang mudah ditemukan 3.950
SETUJU 0.796 8 ACC 5 Kemudahan untuk berkeliling di dalam mall 4.150 SETUJU 0.672
RATA-RATA ACCESSIBILITY
3.758
SETUJU
9
SER 1 Staff customer service cepat, tanggap dan tepat dalam memberikan layanan informasi
kepada pengunjung di information desk 3.760
SETUJU 0.740
10
SER 2 Staff Customer Service memiliki ketrampilan, kecakapan yang baik serta pengetahuan yang luas dalam memberikan informasi kepada pengunjung di information
desk 3.720
SETUJU 0.830
11
SER 3 Staff Customer Service memiliki rasa peduli dalam memberikan informasi bagi pengunjung di information desk 3.710
SETUJU 0.808
12 SER 4 Staff Customer Service mengenakan pakaian
seragam yang rapi saat di information desk 4.050
SETUJU 0.575
13 SER 5 Toilet dan Nursing Room yang bersih dan
nyaman 4.220
SANGAT SETUJU
0.675
14 SER 6 Lost & Found serta Charging Area yang
mudah dijangkau 3.640
SETUJU 0.859 15 SER 7 Smoking Room yang bersih dan nyaman 3.650 SETUJU 0.757 16 SER 8 Musholla yang bersih dan nyaman 3.840 SETUJU 0.801 17 SER 9 Jumlah eskalator yang memadai di dalam
mall 4.230
SANGAT SETUJU
0.566 18 SER 10 Jumlah lift yang memadai di dalam mall 4.150 SETUJU 0.657
19 SER 11 Papan petunjuk arah yang mudah ditemukan 3.920 SETUJU 0.631 20 SER 12 Kemudahan untuk menemukan brosur
informasi 3.570
SETUJU 0.998 RATA-RATA SERVICES
3.872
SETUJU
21 ATS 1 Pemilihan background musik yang tepat 4.000 SETUJU 0.636 22 ATS 2 Dekorasi / interior yang modern
4.270
SANGAT SETUJU
0.529
23 ATS 3 Lighting yang terang
4.340
SANGAT SETUJU
0.639
24 ATS 4 Suhu dalam mall yang pas atau sesuai
4.290
SANGAT SETUJU
0.537
25 ATS 5 Scent / aroma dalam mall yang tidak bau
4.230
SANGAT SETUJU
0.617 RATA-RATA ATMOSPHERICS
4.226
SANGAT SETUJU 26
ENT 1 Event-event yang diselenggarakan (lucky draws, fashion show, pameran, etc) menarik
dan menghibur 3.940
SETUJU 0.649
27 ENT 2 Tenant Entertainment (bioskop, funworld,
etc) yang memadai 4.040
SETUJU 0.650 RATA-RATA ENTERTAINMENT 3.99 SETUJU
28 FOOD 1 Food court menyediakan makanan yang
berkualitas baik 4.180
SETUJU 0.593 29 FOOD 2 Food court menyediakan jenis makanan
yang bervariasi 4.110
SETUJU 0.601
RATA-RATA FOOD 4.145 SETUJU
30 SEC 1 Terjaminnya keamanan pribadi di dalam
mall 4.010
SETUJU 0.595
31 SEC 2 Terjaminnya keamanan barang bawaan yang
dibawa di dalam mall 3.980
SETUJU 0.619
32 SEC 3 Terjaminnya keamanan kendaraan pribadi di
area parkir 3.870
SETUJU 0.677 33 SEC 4 Penjagaan security yang bertugas dengan
siap siaga di seluruh area mall 3.830
SETUJU 0.726
RATA-RATA SECURITY 3.923 SETUJU
RATA-RATA MALL IMAGE 3.98 SETUJU
Berdasarkan tabel 4.9 yang ada di atas, diketahui bahwa nilai mean sebesar 3.98 dimana termasuk kategori setuju, artinya pengunjung Grand City Mall yang menjadi responden dalam penelitian ini merasa puas dengan mall image yang sudah tercipta di dalam Grand City Mall.
4.3.2 Self Congruity
Analisis deskriptif indikator-indikator yang ada di dalam variabel self congruity sebagai berikut:
Tabel 4.10 Analisis Deskriptif Variabel Self Congruity
No Observed
variable Pernyataan Mean Std Deviasi
Mean kategori 1 SCN 1 Image / citra Grand City Mall sama atau
selaras dengan image saya pribadi 3.860
SETUJU 0.739
2
SCN 2 Image pengunjung Grand City Mall sama atau selaras dengan image
saya pribadi 3.650
SETUJU 0.809
RATA – RATA SELF CONGRUITY 3.755 SETUJU
Berdasarkan tabel 4.10 di atas, diketahui bahwa secara keseluruhan pengunjung puas dengan varibel self congruity di Grand City. Indikator pertanyaan yang memiliki nilai mean yang rendah yaitu image pengunjung dengan image pribadi responden. Hal ini bisa terjadi karena pengunjung yang memiliki image yang sama dengan image Grand City merasa image pengunjung yang datang kurang selaras dengan mereka. Bila dikaitkan dengan hasil observasi peneliti dimana pengunjung yang datang ke Grand City bersuku chinese dan pribumi dengan prosentase perbandingan 65% : 35%.
4.3.3 Mall Loyalty
Analisis deskriptif indikator-indikator yang ada di dalam variabel mall loyalty sebagai berikut:
Tabel 4.11 Analisis Deskriptif Variabel Mall Loyalty
No Observed
variable Pernyataan Mean Std Deviasi
Mean kategori 1 LOY 1 Saya membeli produk-produk yang ada di
Grand City secara rutin 3.150
NETRAL 1.038
2
LOY 2 Saya membeli produk-produk di Grand City Mall meskipun ada penawaran yang lebih
menarik dari mall lain 3.040
NETRAL 0.994
3
LOY 3 Saya bersedia untuk merekomendasikan Grand City Mall kepada saudara, teman
ataupun kerabat 3.920
SETUJU 0.720
RATA –RATA MALL LOYALTY 3.37 NETRAL
Berdasarkan tabel 4.11 di atas, diketahui secara keseluruhan pengunjung bersikap netral mengenai variabel mall loyalty di Grand City. Indikator pertanyaan yang memiliki nilai mean yang cukup rendah yaitu kerutinan membeli
produk dan kesetiaan membeli produk meskipun ada penawaran yang lebih menarik. Hal ini bisa terjadi karena produk dari tenant – tenant Grand City yang belum lengkap, okupansi tenant yang belum maksimal serta pengunjung masih belum sepenuhnya loyal terhadap Grand City. Hal yang bisa dilakukan dengan mencari tenant-tenant yang sesuai atau selaras dengan image pengunjung.
Namun ada indikator pertanyaan yang memiliki nilai mean yang lebih besar dibandingkan dengan lainnya yaitu rekomendasi. Dapat dikatakan bahwa bentuk loyalitas dari pengunjung Grand City adalah merekomendasikan mall ini kepada orang-orang.
4.4 Analisa Cross Tab
Berdasarkan profil responden yang didapat melalui kuisioner, akan dilakukan analisa crosstab dengan menggunakan dua profil responden yaitu Gender dan Domisili pengunjung Grand City terhadap mall image, self congruity dan mall loyalty.
4.4.1 Gender
Tabel 4.12 Mall Image * Gender
Mall Image * Jenis Kelamin Crosstabulation
Count
Jenis Kelamin
Total Laki - Laki Perempuan
Mall Image Netral 4 8 12
Setuju 28 57 85
Sangat Setuju 2 1 3
Total 34 66 100
Dari tabel 4.12 diketahui bahwa pengunjung berjenis kelamin baik laki- laki maupun perempuan merasa puas dan setuju dengan mall image yang sudah terbentuk di Grand City Mall. Ini bisa dilihat dari jumlah responden laki-laki sebanyak 28 orang dari 34 orang responden laki-laki, sedangkan jumlah responden perempuan yang mengungkapkan setuju sebanyak 57 orang dari 66
orang responden perempuan. Total keseluruhan sebanyak 85 orang baik laki-laki maupun perempuan setuju terhadap mall image yang sudah terbentuk di Grand City Mall.
Tabel 4.13 Self Congruity * Gender
Self Congruity * Jenis Kelamin Crosstabulation
Count
Jenis Kelamin
Total Laki - Laki Perempuan
Self Congruity Tidak Setuju 1 3 4
Netral 10 16 26
Setuju 18 37 55
Sangat Setuju 5 10 15
Total 34 66 100
Dari tabel 4.13 di atas, dapat diketahui bahwa pengunjung berjenis kelamin baik laki-laki maupun perempuan merasa memiliki image yang selaras dengan mall image serta image dari pengunjung Grand City lainnya. Ini dilihat dari dari jumlah responden laki-laki sebanyak 18 orang setuju dari total 34 orang, sedangkan dari total jumlah responden perempuan sebanyak 66 orang, 37 orang diantaranya juga setuju dengan self congruity Grand City. Namun separuh dari masing-masing total jumlah responden laki-laki maupun perempuan masih bersikap netral dimana perempuan lebih mendominasi netral. Hal ini bisa terjadi karena kaum hawa lebih peka terhadap image pribadi dibandingkan dengan kaum laki-laki. Mereka merasa masih ada pengunjung tidak memiliki image yang selaras dengan mereka, bisa dari fisik, budaya, style dan lain-lain.
Hal lainnya yang bisa terjadi dikarenakan ada image mall yang masih kurang selaras, mulai dari tenant, kualitas layanan, akses masuk ke dalam malam baik dari dalam maupun luar mall dan lain-lain. Secara keseluruhan dari tabel di atas, dapat disimpulkan baik laki-laki maupun perempuan
merasa self congruity pengunjung ataupun image pribadi pengunjung sendiri sudah cukup selaras dengan image mall.
Tabel 4.14 Mall Loyalty * Gender
Mall Loyalty * Jenis Kelamin Crosstabulation Count
Jenis Kelamin
Total Laki - Laki Perempuan
Mall Loyalty Tidak Setuju 2 9 11
Netral 21 25 46
Setuju 10 28 38
Sangat Setuju 1 4 5
Total 34 66 100
Berdasarkan tabel 4.14 di atas dapat diketahui bahwa cukup banyak pengunjung yang masih netral terhadap mall loyalty di Grand City. Ini bisa terjadi karena masih ada tenant yang belum beroperasi serta penawaran yang lebih menarik dari mall yang lain. Namun masih adapula yang setuju dengan mall loyalty, sebanyak 10 orang dari responden laki-laki dan 28 orang dari responden perempuan.
4.4.2 Domisili
Tabel 4.15 Mall Image * Domisili
Domisili * Mall Image Crosstabulation
Count
Mall Image
Total Netral Setuju Sangat Setuju
Domisili Surabaya Timur 2 18 0 20
Surabaya Barat 1 20 1 22
Surabaya Utara 0 3 0 3
Surabaya Pusat 3 12 0 15
Surabaya Selatan 4 21 1 26
Lainnya 2 11 1 14
Total 12 85 3 100
Berdasarkan tabel 4.15, dapat diketahui bahwa hampir semua pengunjung yang berasal dari semua domisili di Surabaya mengaku setuju dan puas dengan mall image yang sudah terbentuk di Grand City. Mayoritas pengunjung berasal dari Surabaya Selatan, Barat dan Timur dimana lokasi Surabaya Barat dan Timur sudah dikenal sebagai lokasi premium di kota Surabaya.
Tabel 4.16 Self Congruity * Domisili
Domisili * Self Congruity Crosstabulation
Count
Self Congruity
Total Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju
Domisili Surabaya Timur 0 5 15 0 20
Surabaya Barat 1 6 10 5 22
Surabaya Utara 0 0 2 1 3
Surabaya Pusat 0 5 8 2 15
Surabaya Selatan 1 7 15 3 26
Lainnya 2 3 5 4 14
Total 4 26 55 15 100
Berdasarkan tabel 4.16 di atas, dapat diketahui bahwa pengunjung yang berasal dari Surabaya Selatan, Barat dan Timur merasa memiliki image yang selaras dengan image baik Grand City maupun pengunjungnya. Seperti diketahui bahwa kawasan barat dan timur dikenal sebagai kawasan elit di Surabaya yang selaras dengan Grand City. Sedangkan kawasan selatan merupakan kawasan yang mulai diperhitungkan karena kawasan tersebut mulai mengalami perkembangan, mulai dari tingkat perekonomian, sektor properti dan lain-lain.
Tabel 4.17 Mall Loyalty * Domisili
Domisili * Mall Loyalty Crosstabulation
Count
Mall Loyalty
Total Tidak Setuju Netral Setuju Sangat Setuju
Domisili Surabaya Timur 3 12 5 0 20
Surabaya Barat 1 10 10 1 22
Surabaya Utara 0 1 2 0 3
Surabaya Pusat 2 7 4 2 15
Surabaya Selatan 2 12 10 2 26
Lainnya 3 4 7 0 14
Total 11 46 38 5 100
Berdasarkan tabel 4.18 di atas, dapat diketahui mayoritas pengunjung dari semua domisili bersikap netral terhadap mall loyalty. Hal ini bisa terjadi karena beberapa hal seperti tenant-tenant yang masih ada yang kosong sehingga pengunjung kurang berminat untuk melakukan pembelian, penawaran dari tenant yang kurang menarik atau biasa-biasa saja, dan lain-lain. Hal ini perlu diperhatikan oleh pihak mall agar bisa mendorong pengunjung memiliki loyalitas yang tinggi terhadap ke Grand City ke depannya.
4.5 Analisa Structural Equation Modelling (SEM) 4.5.1 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
Validitas menunjukkan sejauh mana alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Pengukuran indikator tepat dalam menyusun sebuah konstruk apabila nilai standardized regression weight > 0.50 serta memiliki nilai GFI sebesar 1 atau yang mendekati. Sedangkan untuk melihat konsistensi dalam pengukuran sebuah konstruk dihitung nilai construct reliability dan diharapkan nilainya lebih besar dari 0.6.
Dari hasil uji confirmatory factor analysis tabel-tabel yang ada di atas, nilai standardized regression weight, GFI dan construct reliability dapat diringkas seperti pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4.18
Confirmatory Factor Analysis Variabel Mall Image
Variabel Indikator
Validitas Reliabilitas Estimate Keterangan Contruct GFI
Reliability Keterangan
Merchandise
MER1 0,922 Valid
0,882 Reliabel 0,764
MER2 0,822 Valid
MER3 0,787 Valid
Accessibility
ACC1 0,531 Valid
0,784 Reliabel 0,978
ACC2 0,676 Valid
ACC3 0,546 Valid
ACC4 0,729 Valid
ACC5 0,747 Valid
Services
SER1 0,685 Valid
0,850 Reliabel 0,673
SER2 0,667 Valid
SER3 0,620 Valid
SER4 0,550 Valid
SER5 0,663 Valid
SER6 0,199 Tidak valid SER7 0,266 Tidak valid SER8 0,205 Tidak valid
SER9 0,641 Valid
SER10 0,745 Valid
SER11 0,721 Valid
Berdasarkan tabel 4.18 di atas, dapat diketahui bahwa semua indikator pertanyaan pada dalam dimensi variabel mall image memiliki nilai standardized regression weight yang lebih besar dari 0,5 serta nilai construct reliability lebih besar dari 0,6. Namun diketahui terdapat tiga indikator yang memiliki nilai standardized regression weight kurang dari 0,5, yaitu SER6, SER7, dan SER8, sehingga ketiga indikator tersebut tidak valid dan tidak dapat digunakan untuk analisis selanjutnya. Dengan demikian indikator-indikator penyusun variabel mall image telah menunjukkan validitas dan reliabilitas yang baik.
Tabel 4.19
Confirmatory Factor Analysis Variabel Self Congruity
Variabel Indikator
Validitas Reliabilitas Estimate Keterangan Contruct GFI
Reliability Keterangan Self congruity SCN1 0,817 Valid
0,760 Reliabel 1,000
SCN2 0,747 Valid
Berdasarkan tabel 4.19, dapat diketahui bahwa semua indikator pertanyaan pada dimensi self congruity memiliki standardized regression weight yang lebih besar dari 0,5 serta nilai construct reliability lebih besar dari 0,6 dengan GFI 1.000.
Dengan demikian indikator-indikator penyusun variabel self congruity telah menunjukkan validitas dan reliabilitas yang baik.
SER12 0,704 Valid
Atmospherics
ATS1 0,529 Valid
0,857 Reliabel 0,961
ATS2 0,853 Valid
ATS3 0,756 Valid
ATS4 0,895 Valid
ATS5 0,622 Valid
Entertainment ENT1 0,793 Valid
0,838 Reliabel 0,673
ENT2 0,903 Valid
Food FOOD1 0,865 Valid 0,849 Reliabel 1,000
Security SEC1 0,885 Valid
SEC2 0,895 Valid 0.876 Reliabel 0.936
SEC3 0,765 Valid
SEC4 0,633 Valid
Tabel 4.20
Confirmatory Factor Analysis Variabel Mall Loyalty
Variabel Indikator
Validitas Reliabilitas Estimate Keterangan Contruct GFI
Reliability Keterangan
Mall loyalty
LOY1 0,898 Valid
0,792 Reliabel 0,987 LOY2 0,757 Valid
LOY3 0,568 Valid
Berdasarkan Tabel 4.20 di atas, dapat diketahui bahwa semua indikator pertyanyaan mall loyalty memiliki nilai standardized regression weight yang lebih besar dari 0,5 serta nilai construct reliability masing-masing sebesar lebih besar dari 0,6 dengan kategori reliabel. Nilai GFI yang dihasilkan sebesar juga besar menunjukkan model fit dengan data, sehingga indikator-indikator penyusun variabel mall loyalty telah menunjukkan validitas dan reliabilitas yang baik
Berikut ini disajikan Confirmatory Factor Analysis untuk pengukuran validitas dan reliabilitas masing-masing konstruk di dalam model SEM:
Gambar 4.13 Confirmatory Factor Analysis Merchandise
Bila dilihat dari Gambar 4.13 di atas, diketahui bahwa indikator pertanyaan yang paling mempengaruhi dalam dimensi merchandise adalah kualitas produk dari tenant Grand City. Berdasarkan tabel 4.2 analisis deskriptif dimensi merchandise menjelaskan bahwa kualitas produk dari tenant di Grand City sudah baik.
Gambar 4.14 Confirmatory Factor Analysis Accessibility
Berdasarkan Gambar 4.14 di atas, diketahui bahwa indikator yang mempengaruhi dimensi accessibility yaitu akses pintu masuk dan keluar serta kemudahan untuk berkeliling di dalam mall. Pada tabel 4.3 analisis deskriptif dimensi accessibility menjelaskan bahwa pengunjung puas dengan akses pintu masuk keluar serta kemudahan untuk berkeliling.
Gambar 4.15 Confirmatory Factor Analysis Services
Berdasarkan Gambar 4.15 di atas, diketahui bahwa indikator yang mempengaruhi dimensi services adalah jumlah lift, papan petunjuk arah serta kemudahan untuk menemukan brosur informasi. Semua merupakan indikator ambulance dari services. Pada Tabel 4.4 Analisis Deskriptif Dimensi Services, diketahui bahwa nilai mean dari indikator pertanyaan mengenai kemudahan menemukan brosur tergolong rendah, padahal indikator ini berpengaruh terhadap
terbentuknya dimensi services. Hal yang bisa dilakukan salah satunya adalah membuat area media promosi seperti akrilik di dalam toilet, lift dan area parkir.
Gambar 4.16 Confirmatory Factor Analysis Atmospherics
Berdasarkan Gambar 4.16 di atas, diketahui bahwa indikator yang mempengaruhi dimensi atmospherics adalah suhu dan dekorasi di dalam mall.
Pada gambar 4.5 analisis deskriptif dimensi atmospherics, menjelaskan bahwa nilai mean dari suhu dan dekorasi tergolong tinggi. Pengunjung sudah merasa sangat puas dengan dekorasi dan suhu udara yang ada di Grand City.
Gambar 4.17 Confirmatory Factor Analysis Entertainment
Berdasarkan Gambar 4.17 di atas, diketahui bahwa indikator yang mempengaruhi dimensi entertainment adalah tenant entertainment yang memadai di Grand City. Pada Tabel 4.6 Analisis Deskriptif Dimensi Entertainment diketahui bahwa nilai mean dari indikator tenant entertainment tergolong tinggi.
Pengunjung merasa puas dengan tenant entertainment yang ada di Grand City.
Gambar 4.18 Confirmatory Factor Analysis Food
Berdasarkan Gambar 4.18 di atas, diketahui bahwa indikator yang mempengaruhi dimensi food adalah kualitas makanan dari foodcourt. Pada Tabel 4.7 Analisis Deskriptif Dimensi Food dijelaskan bahwa pengunjung puas dengan kualitas makanan yang ada di foodcourt.
Gambar 4.19 Confirmatory Factor Analysis Security
Berdasarkan Gambar 4.19 di atas, diketahui bahwa indikator yang mempengaruhi dimensi security adalah keamanan pribadi dan keamanan barang bawaan. Pada Tabel 4.8 Analisis Deskriptif Dimensi Security menjelaskan bahwa pengunjung puas dengan penjagaan security dalam menjada keamanan pengunjung serta barang bawaan pengunjung.
Gambar 4.20 Confirmatory Factor Analysis Variabel Self Congruity
Berdasarkan Gambar 4.20 di atas, diketahui bahwa indikator yang mempengaruhi variabel self congruity adalah image mall dengan image pribadi pengunjung. Pada Tabel 4.10 Analisis Deskriptif Variabel Self Congruity dijelaskan bahwa pengunjung merasa image mall dengan image pribadi pengunjung selaras / sama.
Gambar 4.21 Confirmatory Factor Analysis Mall Loyalty
Berdasarkan gambar 4.21 di atas, diketahui bahwa indikator yang mempengaruhi variabel mall loyalty adalah repeat purchase di Grand City.
Namun bila kita lihat kembali Tabel 4.11 Analisis Deskriptif Variabel Mall Loyalty menjelaskan bahwa pengunjung bersikap netral atau biasa-biasa.
Langkah-langkah yang bisa dilakukan adalah mendatangkan tenant – tenant yang sesuai dengan image dan keinginan pribadi pengunjung. Setelah pengunjung merasa produk dari tenant tersebut sesuai dengan dia maka akan terjadi pembelian dimana apabila sesuai akan berlanjut secara rutin / repeat purchase.
4.5.2 Uji Asumsi SEM 4.5.2.1 Uji Data Outlier
Pemeriksaan data outlier dilakukan dengan metode jarak mahalanobis.
Apabila jarak yang dihasilkan lebih besar dari batas nilai chi square tabel dengan derajat bebas adalah banyak indikator (df=35 ; 0.001) = 66,62, maka data tersebut dinyatakan sebagai outlier. Berikut ini adalah hasil perhitungan jarak mahalanobis:
Tabel 4.21
Hasil Uji Mahalanobis d-squared awal
Observation number Mahalanobis d-squared p1 p2
4 64,314 ,002 ,167
27 63,523 ,002 ,021
52 62,979 ,003 ,002
92 62,882 ,003 ,000
7 57,189 ,010 ,004
2 56,132 ,013 ,002
29 56,006 ,014 ,000
11 55,984 ,014 ,000
30 54,346 ,020 ,000
53 52,791 ,027 ,000
42 51,043 ,039 ,002
62 50,621 ,043 ,001
22 50,046 ,048 ,001
26 49,928 ,049 ,000
23 49,690 ,051 ,000
100 49,235 ,056 ,000
20 48,498 ,064 ,000
54 48,316 ,066 ,000
33 48,012 ,070 ,000
85 47,261 ,081 ,000
39 46,647 ,090 ,000
43 46,612 ,091 ,000
12 46,601 ,091 ,000
84 45,039 ,119 ,001
1 44,814 ,124 ,000
3 43,777 ,147 ,002
47 43,294 ,159 ,003
86 42,730 ,173 ,005
18 42,545 ,178 ,004