• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dasar Perencanaan Pengajaran Pendidikan Agama Islam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Dasar Perencanaan Pengajaran Pendidikan Agama Islam"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Dasar Perencanaan Pengajaran Pendidikan Agama Islam

A. Perencanaan Pengajaran PAI

1. Pengertian Perencanaan Pengajaran PAI

Sebelum membahas lebih lanjut tentang apa itu perencanaan pengajaran Pendidikan Agama Islam, terlebih dahulu perlu kita uraikan masing- masing pengertian tersebut, yaitu kata "perencanaan" dan "pengajaran".

Istilah perencanaan sering juga disampaikan arti dengan kata persiapan.

Sedangkan persiapan bisa pula disebut sebagai "Rencana Kerja". Suatu rencana kerja biasanya dapat berupa rencana tertulis maupun tidak tertulis.

Suatu rencana kerja yang tertulis dan resmi biasanya digunakan untuk menjalankan suatu pekerjaan, baik kerja perusahaan, pendidikan, sosial dan sejenisnya. Dalam bahasa Inggris kata "Perencanaan" identik dengan istilah planning, yang merupakan penentuan terlebih dahulu apa yang akan dikerjakan. Penentuan ini juga merencanakan tindakan secara effectuvennes, dan tindakan secara efficiency, serta mempersiapan input

dan output.

Dalam kitab Idarah karya As-Sayyid Mahmud Hawari, menyebutkan defenisi perencanaan adalah persiapan untuk mengelola usaha, menyediakan segala sesuatu yang berguna untuk jalannnya bahan baku,

alat-alat, modal dan tenaga.

Prayudi Atmosudirjo mengemukakan rumusan perencanaan sebagai penentuan perumusan segala apa yang dituntut oleh situasi dan kondisi pada badan usaha atau unitorganisasi yang kita pimpin. Sedang Louis Allen, mengemukakan pengertiannya perencanaan sebagai penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai sesuatu hasil yang diinginkan (planning is the determination of a course of action to achieve a desired result).

Dr, Muhammad Abdul Mu’in Khumais dari Kementrian Agama Islam Mesir, memberikan rumusan perencanaan sebagai penentuan bentuk pekerjaan yang akan dikerjakan dengan mengatur segala persiapan untuk menghadapi segala bentuk kegiatan yang akan datang.

Berdasarkan dari beberapa pengertian perencanaan tersebut di atas, kiranya dapat dikatakan bahwa suatu tujuan akan berhasil dicapai bila terdapat perencanaan-perencanaan secara tertulis. Paling tidak, perencanaan tertulis itu banyak membuahkan hasil dalam suatu tujuan.

Begitu pula dalam hal pengajaran.

Bila ingin mencapai hasil yang inginkan dengan pengajaran, yang harus

(2)

ditentukan terlebih dahulu adalah langkah-langkah mengenai apa-apa yang akan, untuk siapa, dan bagaimana sistem pengajaran yang baik.

Akan tetapi, sebelum jauh berbicara mengenai pengajaran terlebih dahulu

perlu diungkap apa itu pengajaran.

Secara sederhana pengertian pengajaran dapat diartikan sebagai pengusahaan untuk menanamkan pengertian dan pengetahuan terhadap peserta didik supaya menjadi pandai. Jadi, pengertian pengajaran hampir

sama dengan kata pendidikan.

Dalam "perencanaan pembelajaran berdasarkan pendektan sistem", Oemar H Malik menjelaskan pengertian yang berbeda-beda antara pendidikan, pelatihan, dan pengajaran. Istilah-istilah tersebut masing- masing memiliki pengertian sendiri-sendiri, berbeda, tetapi berhubungan satu sama lain mempunyai kaitan yang sangat erat. Dalam kamus asing, kita mengenal istilah-istilah education, training instruction.

Salah satu pendapat mengatakan bahwa, "training is a kind to following a tightly fenced path, in order to reach a predetermind goal at the end of it.

Education is to wonder freely in the fields to left and right his path

preferably with a map".

Pendidikan lebih menitikberatkan pada pembentukan dan pengembangan kepribadian. Dengan demikian, pendidikan mengandung pengertian yang lebih luas, sedangkan latihan lebih menekankan kepada pembentukan keterampilan. Kedua istialah itu jelas berbeda. Namun demikian, pendidikan kepribadian saja jelas kurang lengkap. Para siswa perlu juga memiliki keterampilan. Dengan keterampilan, siswa dapat bekerja, berproduksi dan menghasilkan hal-hal untuk memenuhi kebutuhan orang banyak.

Poerwadarminta dalam kamus umum bahasa Indonesia, menjelaskan bahwa pengajaran adalah cara (perbuatan dan sebagainya) mengajar atau mengajarkan. Dalam bahasa Inggris adalah "instruction" yang dalam hal ini berarti a goal directed teaching process which is more or less planned. Dalam pengajaran, perumusan tujuan adalah hal yang utama dan setiap proses pengajaran senantiasa diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk itu proses pengajaran harus direncanakan.

Berdasarkan pengertian-pengertian di atas tentang perencanaan dan pengajaran, maka dapat kita gabungkan istilah tersebut menjadi perencanaan pengajaran. Dengan demikian, pengertian pererncanaan pengajaran adalah suatu antisipasi dan estimasi tentang apa yang akan dilakukan dalam pengajaran, sehingga tercipta suatu situasi yang memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar yang dapat membantu

(3)

siswa untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah dirumuskan oleh guru.

Dalam "pengantar dedaktik metodik", disebutkan bahwa perencanaan pengajaran adalah pemikiran tentang penerapan prinsip-prinsip umum mengajar tersebut di dalam pelaksanaan tugas mengajar dalam suatu situasi interaksi pengajaran (interaksi guru-murid) tertentu yang khusus, baik yang berlangsung di dalam kelas maupun di luar kelas. Dan secara khusus, rencana pengajaran Pendidikan Agama Islam merupakan suatu bentuk model sistem perencanaan pengajaran yang bersifat sistematis yang akan digunakan sebagai kerangka kegiatan atau pedoman guru dalam melaksanakan pengajaran Pendidikan Agama Islam di kelas.

Dengan demikian, kajian mengenai rencana pengajaran di bidang Pendidikan Agama Islam merupakan suatu penelaahan terhadap komponen-komponen kurikulum. Komponen-komponen tersebut mencakup tujuan, bahan, strategi, evaluasi dan sejenisnya yang

terinteraksi menjadi suatu sistem.

2. Bentuk-Bentuk Pengajaran PAI

Seperti yang telah diuraikan di muka, bahwa perencanaan pengajaran khusus di bidang Pendidikan Agama Islam ditetapkan sekarang dan dilaksanakan serta digunakan untuk waktu yang akan datang. Dalam ilmu manajemen, perencanaan tersebut memiliki bentuk-bentuk sebagai berikut:

a. Tujuan (objektif)

Merupakan suatu sasaran dimana kegiatan itu diarahkan dan diusahakan untuk sedapat mungkin dicapai dalam jangka waktu tertentu.

b. Kebijakan (policy)

Yaitu suatu pernyataan atau pengertian untuk menyalurkan pikiran dalam mengambil keputusan terhadap tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan.

Karena kebijakan ini biasanya tidak tertulis, maka seringkali sulit untuk

difahami oleh para peserta didik.

c. Strategi

Merupakan tindakan penyesuaian dari rerncana yang telah dibuat.

Disebabkan oleh adanya berbagai macam reaksi. Oleh karena itu dalam membuat strategi haruslah memperhatikan beberapa faktor seperti:

ketepatan waktu mengajar, ketepatan tindakan yang akan dilakukan dan sebagainya.

d. Prosedur

Merupakan rangkaian tindakan yang akan dilaksanakan untuk waktu mendatang. Ini lebih menitikberatkan pada suatu tindakan.

e. Aturan

Meruapakan suatu tindakan yang spesifik dan merupakan bagian dari prosedur.

f. Program

(4)

Yaitu campuran antara kebijakan prosedur, aturan dan pemberian tugas yang disertai dengan suatu anggaran; semuanya ini akan menciptakan

adanya tindakan.

Dari semua bentuk-bentuk perencanaan tersebut satu sama lain saling

terkait dalam satu kesatuan sistem

B. Sistem Pengajaran PAI

1. Pendekatan Sistem Pengajaran PAI

Dalam berbagai kegiatan, khususnya proses pengajaran, dewasa ini pendekatan sistem (sistem approach) dipandang merupakan salah satu pendekatan logis dan analitis terhadap berbagai bidang.

Sistem menurut Tatang M. Amirin 1995 adalah suatu kesatuan yang terdiri dari sejumlah komponen yang saling berhubungan dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Dengan mengidentifikasi tujuan, dapat dianalisis

komponen yang terdapt pada sistem itu.

Gagasan inti filosofis adalah bahwa suatu sistem merupakan kumpulan dari sejumlah komponen, yang saling berinteraksi dan saling bergantungan satu sama lain. Untuk mengenal suatu sistem, kita harus mengenal semua komponen yang beroperasi didalam. Perubahan suatu sistem harus dilihat dari perubahan komponen-komponen tersebut. Kita tak mungkin mengubah suatu sistem tanpa perubahan sistem secara menyeluruh. Sistem filosofis cenderung untuk mengkondisikan pendekatan tertentu terhadap sistem adalah sensitivitas terhadap hakikat sistemis dari kenyataan, sikap sensitive terhadap fariabel-fariabel dalam sistem yang saling berinteraksi satu sama lain. Itu sebabnya para perancang sistem harus bersikap rasional, senantiasa tanggap terhadap

kenyataan yang sesungguhnya.

Dalam pendekata sistem pengajaran Pendidikan Agama Islam harus bersifat komprehensip, intregated dan universal. Karena itu, secara filosofis pendekatan sistem pengajaran Pendidikan Agama Islam dapat menolong para perancang pendidikan dan orang-orang pikiran sehat terhadap proses pendidikan. Ia seolah-olah menjadi acuan dalam memecahkan berbagai persoalan dalam pendidikan dan pengajaran. Hal ini disebabkan karena pendekatan secara filosofis menjadi akar dari setiap

permasalahan kependidikan.

Ada dua ciri pendekatan sistem pengajaran Pendidikan Agama Islam,

yakni sebagai berikut:

1. Pendekatan sistem merupakan suatu pendapat tertentu yang mengarah ke proses belajar-mengajar. Proses belajar-mengajar adalah suatu penataan yang memungkinkan guru dan siswa berinteraksi satu sama lain untuk memberikan kemudahan bagi siswa belajar.

2. Penggunaan metodologi khusus untuk mendesain sistem pengajaran.

(5)

Metodologi khusus itu terdiri atas prosedur sistematik, perencanaan, perancangan, pelaksanaan dan penilaian keseluruhan proses belajar mengajar. Dengan demikian, pendekatan sistem merupakan suatu panduan dalam rangka merencanakan dan menyelenggarakan pengajaran.

Menurut Oemar H. Malik 920020, pendekatan ciri tersebut pada hakikatnya sejalan dengan pendekatan ilmiah (scientific approach).

Pendapat ilmiah ditandai oleh keyakinan tentang sebab akibat antara peristiwa-peristiwa, konsep tentang zat yang tak dapat rusak, dan

keteraturan alam semesta.

2. Konsep Sistem Pengajaran PAI

Sistem pengajaran Pendidikan Agama Islam adalah suatu kombinasi terorganisasi yang meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Sesuai dengan rumusan itu, orang yang terlibat dalam sistem pengajaran secara umum adalah siswa, pengajar (guru), dan tenaga lainnya, misalnya tenaga yang membutuhkan dalam laboratorium. Meterial meliputi buku-buku, papan tulis, kapur, fotografi, slide, film, audio, video tape.

Fasilitas dan perlengkapan terdiri atas ruangan kelas, perlengkapan audiovisual, bahkan juga computer. Produser meliputi jadual dan metode penyampain imformasi, penyedia untuk praktek, belajar, pengetesan dan

penentuan tingkat dan sebagainya.

Rumusan tersebut tidak terbatas dalam ruang dan tingkat keunikan.

Sistem pengajaran dapat dilaksnakan dalam membentuk membaca buku, sistem belajar dikelas atau di sekolah, di perguruan tinggi, atau disebuah kota maupun desa. Sistem pengajaran senantiasa di tandai oleh organisasi dan intraksi antar komponen untuk memdidik siswa.

3. Ciri-ciri Sistem Pengajaran PAI

Berdasarkan rumusan di atas, ada tiga ciri khas yang terkandung dalam

sistem pengajaran PAI, yaitu:

a. Rencana, penataan internasional orang, material, dan prosedur, yang merupakan unsur sistem pengajaran sesuai dengan suatu rencana

khusus, sehingga tidak mengembang.

b. Saling ketergantungan (interdependent), unsur-unsur suatu sistem merupakan bagian yang koheren dalam keseluruhan , masing-masing bagian bersifat esensial, suatu sama lain saling memberikan suatu tertentu.

c. Tujuan, setiap sistem pengajaran memiliki tujuan tertentu. The goal is the purpose for which the sistem is designed. Ciri itu menjadi dasar perbedaan antara sistem yang dibuat oleh manusia dan sistem-sistem alami (natural). Sistem transportasi, sistem komunikasi, sistem

(6)

peerintahan, semuanya memiliki tujuan. Sistem natural, seperti sistem elogis, sistem persyaratan pada hewan, memiliki unsur-unsur yang sling bergantungan antara yang satudengan yang lain disusun dengan rencana tertentu, tetapi tidak mempunyai tujuan untuk maksud.

Tujuan utama sistem pengajaran secara umum adalah siswa yang belajar.

Tugas seorang perancang sistem adalah mengorganisasi orang, material, dan prosedur agar siswa belajar secara efisien dan efektif. Karena itu, material, dan prosedur agar siswa belajar secara efisien. Karena itu, melalui proses mendesain sistem, si perancang membuat rancangan keputusan atas dasar pemberian kemudahan untuk mencapai tujuan sistem.

Unsur-unsur minimal yang harus ada dalam sistem pengajaran adalah siswa, tujuan, dan prosedur kerja untuk mencapai tujuan. Dalam konteks ini, guru tidak termasuk sebagai unsur sistem, karena fungsinya mungkin dalam kondisi tertentu dapat digantikan atau dialihkan kepada media lain sebagai pengganti, seperti buku, film, slide, teks yang telah diprogram dan sebagainya. Sebaliknya, administrator mungkin menjadi salah satu unsur sistem karena ada kaitannya dengan prosedur perencanaan dan

pelaksanaan sistem.

Fungsi guru dalam suatu sistem pengajaran adalah sebagai perancang dan sebgai guru yang mengajar (unsur suatu sistem). Pelaksanaan, fungsi pertama, guru bertugas menyusun suatu sistem pengajaran, sedangkan pelaksanaannya mungkin digantikan atau dilaksanakan oleh tenaga lain atau dengan media lainnya. Pelaksanaan fungsi kedua adalah guru berfungsi mendesain sistem pengajaran, sedangkan dia sendiri bertindak sebagai pelaksana. Fungsi kedua itu memang wajar karena guru telah

menguasai bidang pengajaran.

Di samping itu, guru telah berpengalaman dalam hubungannya dengan para siswanya dan menguasai prinsip-prinsip dan teknik pengajaran.

Dalam hal itu, berarti guru mendesain dirinya sendiri dalam kerangka sistem belajar yang dikembangkannya, (Oemar H. Malik, 2002: 12).

C. Fungsi dan Tujuan Perencanaan Pengajaran PAI

1. Fungsi Perencanaan Pengajaran PAI

Pada hakikatnya perencanaan pengajaran secara umum mempunyai dua

fungsi pokok, yaitu:

a. Dengan adanya perencanaan, maka pelaksanaan pengajaran akan menjadi baik dan efaektif. Maksudnya adalah, karena perencanaan atau persiapan tersebut, maka seorang guru akan dapat memberikan pengetahuan yang baik. Karena ia dapat menghadapi situasi di kelas

dengan tegas dan mantap serta fleksibel.

b. Dengan membuat perencanaan yang baik, maka seorang guru akan

(7)

tumbuh dan berkembang menjadi guru professional. Maksudnya adalah, karena dalam perbuatan perencanaan yang baik, maka seorang guru yang baik adalah berkat pertumbuhan dan perkembangan dari hasil pengalaman atau belajar yang continue, walaupun faktor bakat sangat menentukan.

2. Tujuan Perencanaan Pengajaran PAI

Sesuai dengan fungsi perencanaan pengajaran, maka tujuan yang ingin dicapai perencanaan pengajaran adalah sebagai berikut:

a. Supaya proses belajar mengajar dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

b. Supaya guru atau calon guru dapat menjadi guru yang professional khususnya dalam mendidik dan memberikan pengajaran kepada siswanya.

c. Agar dalam proses belajar mengajar diperoleh hasil (out put) yang baik, oleh karena itu harus menggunakan cara yang baik pula.

Rujukan

Abdul Latief, 2006. Perencanaan Sistem Pengajaran Pendidikan Agama Islam. Bandung. Pustaka Bani Quraisy.

=====================---==========

FUNGSI DAN PENTINGNYA PERENCANAAN DAN DESAIN PEMBELAJARAN PAI

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seiring dengan berkembangnya pendidikan dan sistem pendidikan di Indonesia, seluruh elemen masyarakat, utamanya yang terkait langsung dengan pendidikan dituntut untuk lebih kreatif dan profesional untuk mengembangkan pendidikan. Selain itu, para pelaku pendidikan juga diharapkan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan bersama sesuai dengan kebutuhan dan tantangan pendidikan.

(8)

Untuk itulah perlu adanya cara atau metode untuk menjawab tangtangan – tantangan yang muncul seiring dengan berkembangnya waktu, maka muncullah cara atau metode yang disebut perencanaan dan desain pembelajaran yang diharapkan akan lebih memudahkan proses belajar mengajar, dan khususnya yang berkaitan dengan pendidikan agama islam.

Maka dari itu pada makalah ini akan dibahas mengenai fungsi juga pentingnya akan sebuah perencanaan dan desain pembelajaran PAI.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka rumuskan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimanakah fungsi perencanaan dan desain pembelajaran PAI?

2. Bagaimanakah manfaat perencanaan dan desain pembelajaran PAI?

C. Tujuan Pembahasan

Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan pembahasan dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk memahami fungsi dari perencanaan dan desain pembelajaran PAI

2. Untuk memahami pentingnya dari perencanaan dan desain pembelajaran PAI.

FUNGSI DAN PENTINGNYA PERENCANAAN DAN DESAIN PEMBELAJARAN PAI

BAB II PEMBAHASAN

(9)

1. Fungsi perencanaan dan desain pembelajaran PAI

Sebelum kita membicarakan tentang apa saja fungsi dari perencanaan dan desain pembelajaran PAI, terlebih ahulu kita akan sedikit menyinggung tentang apa sebenarnya perencanaan dan desain pembelajaran PAI itu. Perencanaan merupakan kegiatan menentukan tujuan dan merumuskan serta mengatur pendayagunaan sumber-sumber daya: informasi, finansial, metode dan waktu yang diikuti dengan pengambilankepustusan serta penjelasannya tentang pencapaian tujuan, penentuan kebijakan, penentuan program, penentuan metode- metode dan prosedur tertentu dan penentuan jadwal pelaksanaan program.

Menurut Comb dan Harjanto mendifinisikan Perencanaan pengajaran dalam arti luas adalah suatu penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan murid dan masyarakat.

Dengan kata lain, perencanaan pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan oleh guru dalam membimbing, membantu, dan mengarahkan peserta didik untuk memiliki pengalaman belajar serta mencapi tujuan pengajaran yang telah ditetapkan dengan langkah-langkah penyusunan ateri pelajaran, penggunaan media pengajaran, penggunaan metode dan pendekatan pengajaran, dan penilaian dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan dalam waktu tertentu.

Sedangkan Desain pembelajaran adalah praktek penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik. Proses ini berisi penentuan status awal dari pemahaman peserta didik, perumusan tujuan pembelajaran, dan merancang “perlakuan” berbasis-media untuk membantu terjadinya transisi.

Idealnya proses ini berdasar pada informasi dari teori belajar yang sudah teruji secara pedagogis dan dapat terjadi hanya pada siswa, dipandu oleh guru, atau

(10)

dalam latar berbasis komunitas. Hasil dari pembelajaran ini dapat diamati secara langsung dan dapat diukur secara ilmiah atau benar-benar tersembunyi dan hanya berupa asumsi.

Desain Pembelajaran menurut Istilah dapat didefinisikan:

1. Menurut Reigeluth Desain pembelajaran adalah Proses untuk menentukan metode pembelajaran apa yang paling baik dilaksanakan agar timbul perubahan pengetahuan dan ketrampilan pada diri pemelajar ke arah yang dikehendaki.

2. Menurut Briggs Desain pembelajaran adalah Rencana tindakan yang terintegrasi meliputi komponen tujuan, metode dan penilaian untuk memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan.

3. Menurut Seels dan Richey Desain pembelajaran adalah Proses untuk merinci kondisi untuk belajar, dengan tujuan makro untuk menciptakan strategi dan produk, dan tujuan mikro untuk menghasilkan program pelajaran atau modul.

Setelah kita mengetahui mengenai pengertian perencanaan dan desain pembelajaran PAI, maka dapat diketahui fungsi – fungsinya. Fungsi dari perencanaan dan desain pembelajran PAI adalah sebagai berikut:

1. Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan.

2. Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan.

3. Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur, baik unsur guru maupun murid.

4. Sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketetapan dan kelambatan kerja.

5. Sebagai bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja.

6. Menghemat waktu, tenaga, alat dan biaya.

Referensi

Dokumen terkait

menunjukkan bahwa dalam waktu 24 jam, ketiga isolat dapat menurunkan 100% kadar merkuri dalam media nutrient broth, dengan demikian ketiga isolat bakteri yang

dari berbagai sumber tentang strategi yang diterapkan negara Indonesia dalam menyelesaikan ancaman terhadap Negara dalam memperkokoh persatuan - Diskusi kelompok

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Hipertensi di Indoneisa tahun 2014 (Analisis Data IFLS tahun 2014) di bidang

Karakteristik sistem pemeliharaan kerbau rawa di Kalimantan Selatan. Prosiding Lokakarya Nasional Usaha Ternak Kerbau Mendukung Program Kecukupan Daging Sapi. Pusat Penelitian

DV ZHOO DV FRPSHWHQW VXSHUYLVLRQ´ (Negara-negara Pihak harus menjamin bahwa berbagai lembaga, pelayanan, dan fasilitas yang bertanggung jawab atas perawatan dan

Naskah siap cetak dari 165 buku yang disediakan tahun 2016 telah diserahkan ke Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk selanjutnya diharapkan bisa dicetak

Simpulan penelitian ini adalah kemampuan bercerita dapat ditingkatkan melalui media buku besar (big book) pada anak kelompok A TK Marsudisiwi Jajar, Surakarta

Adapun tujuan penulis menyusun karya ilmiah ini adalah :Untuk mengetahui manfaat Infra Red dan Terapi Latihan dalam mengurangi nyeri pada lengan bawah sinistra akibat