• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

5 BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Telur Itik

Telur itik merupakan salah satu sumber protein hewani yang memiliki rasa yang sangat lezat, mudah dicerna dan bergizi tinggi. Telur itik umumnya berukuran besar dan warna kerabang putih sampai hijau kebiruan. Rata-rata bobot telur itik adalah 60 - 75 gram (Resi, 2009).

Keunggulan telur itik dibandingkan dengan telur unggas lainnya antara lain kaya akan mineral, vitamin B6, asam pantotenat, tiamin, vitamin A, vitamin E, niasin, dan vitamin B12. Selain keunggulan, telur itik juga mempunyai kekurangan dibandingkan dengan telur unggas lainnya yaitu mempunyai kandungan asam lemak jenuh yang tinggi sehingga merangsang peningkatan kadar kolesterol darah. Kadar kolesterol telur itik kira-kira 2 kali lipat dibandingkan dengan telur ayam.

Pengasinan telur dapat dilakukan dengan merendam telur dalam larutan garam jenuh (metode basah) atau dengan membalut telur dengan adonan garam dan abu (metode kering). Meskipun memiliki banyak keunggulan, pembuatan telur asin membutuhkan waktu yang cukup lama (Lesmayanti & Rohaeni, 2014).

proses pengasinan dalam pembuatan telur asin membutuhkan waktu selama 14 hari. Lama waktu tersebut dinilai masih belum efisien sehingga dibutuhkan alat untuk mempercepat proses pengasinan pada telur.

Metode tekanan merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas telur asin, dan diharapkan mampu mempercepat proses pembuatan telur asin. Prinsip pemberian tekanan adalah meningkatkan perbedaan tekanan osmotik antar tekanan di luar dengan tekanan di dalam telur. Semakin tinggi perbedaan tekanan osmotik tersebut, maka semakin tinggi laju difusi NaCl ke dalam telur.

(2)

6 2.1.1 Karakteristik dan komponen telur itik

Karakteristik dan komponen telur itik bertujuan untuk mengetahui cangkang, putih telur, kuning telur dan kulit telur. Adapun tabel nya dapat dilihat pada tabel 2.1 dan tabel 2.2 :

Tabel 2.1 Karakteristik Telur Itik Karakteristik telur

itik

I II II IV RATA RATA

Panjang (mm) 55,7 56,5 53 61,9 56,775

Diameter oval (mm) 44 49 43 48,4 46,1

Tebal cangkang (mm) 0,5 0,5 0,4 0,5 0,75

Tebal kuli ari (mm) 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1

Tabel 2.2 Komponen Telur Itik

Komponen telur itik I II III IV RATA RATA

Cangkang (gr) 8 7 6 8 7,25

Putih (gr) 22 24 22 23 22,75

Kuning (gr) 38 34 33 35 35

Total (gr) 68 65 61 36 65

2.2 Kompresor

Gambar 2.1 Kompresor

Kompresor (Dilihat pada gambar 2.1) adalah mesin atau alat mekanik yang berfungsi untuk meningkatkan tekanan atau memampatkan fluida gas atau udara.

Kompresor biasanya menggunakan motor listrik, mesin diesel atau mesin bensin

(3)

7 sebagai tenaga penggeraknya. Udara bertekanan hasil dari kompresor biasanya diaplikasikan atau digunakan pada pengecatan dengan teknik spray/ air brush, untuk mengisi angin b an, pembersihan, pneumatik, gerinda udara (air gerinder) dan lain sebagainya.

Prinsip kerja kompresor dapat dilihat mirip dengan paru-paru manusia.

Misalnya ketika seorang mengambil napas dalam – dalam untuk meniup api lilin, maka ia akan meningkatkan tekanan udara di dalam paru-paru, sehingga menghasilkan udara bertekanan yang kemudian digunakan atau dihembuskan untuk meniup api lilin tersebut.

2.2.1 Spesifikasi kompresor yang kita gunakan

Kompresor yang di gunakan pada proses pengasinan, memiliki spesifikasi tertentu dapat di lihat pada Tabel 2.3.

Tabel 2.3 Spesifikasi Kompresor yang kita gunakan

Merk MATRIX

Model MTX – 75

AMP 2.5 A

Power 0,75 HP 0,55 KW

Max Press 8 BAR

Speed 2850 RPM

AIR Capacity 125L / MIN

TANK 10L

LXWXH 500X230X500

N.W 13 KG

Batch NO 2019 03

Volt HZ 220 VAC 50HZ

MADE IN CHINA

2.2.2 Jenis jenis kompresor

2.2.2.1 Kompresor perpindahan positif

Kompresor perpindahan positif dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu kompresor piston (reciprocating compressor) dan kompresor putar (rotary).

(4)

8 1. Kompresor piston/torak (Reciprocating)

a. Kompresor piston kerja tunggal

Kompresor piston kerja tunggal (pada gambar 2.2) adalah kompresor yang memanfaatkan perpindahan piston, kompresor jenis ini menggunakan piston yang didorong oleh poros engkol (crank shaft) untuk memampatkan udara/ gas. Udara akan masuk ke silinder kompresi ketika piston bergerak pada posisi awal dan udara akan keluar saat piston/torak bergerak pada posisi akhir/depan.

Gambar 2.2 Sistem Kompresor Piston Kerja Tunggal (Dermanto, 2014)

b. Kompresor piston kerja ganda

Kompresor piston kerja ganda (pada gambar 2.3) beroperasi sama persis dengan kerja tunggal, hanya saja yang menjadi perbedaan adalah pada kompresor kerja ganda, silinder kompresi memiliki port inlet dan outlet pada kedua sisinya.

Sehingga meningkatkan kinerja kompresor dan menghasilkan udara bertekanan yang lebih tinggi dari pada kerja tunggal.

Gambar 2.3 Sistem kompresor piston kerja ganda (Dermanto, 2014)

(5)

9 c. Kompresor Diafragma

Kompresor diafragma (pada gambar 2.4) adalah jenis klasik dari kompresor piston, dan mempunyai kesamaan dengan kompresor piston, hanya yang membedakan adalah, jika pada kompresor piston menggunakan piston untuk memampatkan udara, pada kompresor diafragma menggunakan membran fleksible atau difragma.

Gambar 2.4 Sistem kompresor diafragma (Dermanto, 2014)

2. Kompresor putar (Rotary)

a. Kompresor screw (Rotary screw compressor)

Kompresor screw (pada gambar 2.5) merupakan jenis kompresor dengan mekanisme putar perpindahan positif, yang umumnya digunakan untuk mengganti kompresor piston, bila diperlukan udara bertekanan tinggi dengan volume yang lebih besar.

Gambar 2.5 Sistem kompresor screw (Dermanto, 2014)

(6)

10 b. Kompresor dinamis

Kompresor dinamis dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu kompresor sentrifugal dan kompresor aksial

1) Kompresor sentrifugal

Kompresor sentrifugal (pada gambar 2.6) merupakan kompresor yang memanfaatkan gaya sentrifugal yang dihasilkan oleh impeller untuk mempercepat aliran fluida udara (gaya kinetik), yang kemudian diubah menjadi peningkatan potensi tekanan (menjadi gaya tekan) dengan memperlambat aliran melalui diffuser.

Gambar 2.6 Kompresor sentrifugal (Dermanto, 2014)

2) Kompresor aksial

Kompresor aksial (pada gambar 2.7) adalah kompresor yang berputar dinamis yang menggunakan serangkaian kipas airfoil untuk semakin menekan aliran fluida. Aliran udara yang masuk akan mengalir keluar dengan cepat tanpa perlu dilemparkan ke samping seperti yang dilakukan kompresor sentrifugal.

Kompresor aksial secara luas digunakan dalam turbin gas/udara seperti mesin jet, mesin kapal kecepatan tinggi, dan pembangkit listrik skala kecil.

(7)

11 Gambar 2.7 Kompresor aksial

(Dermanto, 2014) 2.3 Preassure Gauge ( manometer )

Gambar 2.8 Preassure Gauge/manometer

Preassure gauge (pada gambar 2.8) adalah alat untuk mengukur suatu tekanan fluida yang bisa berupa gas atau cair, dalam sebuah tabung tertutup, untuk satuan preassure gauge yang kita gunakan adalah satuan Psi atau pound per squar inchi dan satuan bar.

Preassure gauge di sini di gunakan untuk memantau tekanan udara yang ada di dalam tabung atau pun menstabilkan udara jika ada kebocoran di dalam tabung, tekanan udara yang di butuhkan di dalam tabung adalah 3bar. Pengujian harus menstabilkan tekanan tersebut yaitu 3bar sampai waktu yang di butuhkan untuk pengujian alat pengasin telur ini.

Preassure gauge / manometer yang kita gunakan di sini ada jenis industrial preassure gauge dimana jenis ini memiliki fungsi yaitu biasa nya

(8)

12 memiliki material stainless steel cocok untuk air garam, dan juga jenis ini di rancang khusus untuk kebutuhan industry seperti minyak dan gas, bahan bakar, manufaktur kimia hingga industry pabrik lain nya.

2.3.1 Jenis preassure gauge berdasarkan fungsi nya a. Industrial Pressure Gauge

Biasanya memiliki material berupa stainless steel yang secara khusus dirancang untuk kebutuhan indsutri seperti minyak dan gas, bahan bakar, manufaktur kimia, hingga industri pabrik lainnya. Industrial pressure gauge ini sangat cocok untuk mengukur tanpa harus menghalangi sistem tekanan dari perangkat yang akan diukur (www.polapetro.com).

b. Process Pressure Gauges

Salah satu yang menjadi keunggulan process pressure gauges adalah ketahanannya terhadap lingkungan yang ekstrim, salah satunya dalam dunia industri petrokimia dan semacamnya. Maka tak heran jika process pressure gauges paling sering digunakan untuk industri minyak, gas, serta aplikasi kimia lainnya (www.polapetro.com).

c. High Precision Test Gauges

Biasanya digunakan untuk industri yang membutuhkan pengukuran ataupun kalibrasi secara mendetail dan akurat seperti uji coba laboratorium dan semacamnya. High Precision Test Gauges biasanya juga dibantu dengan teknologi pembacaan secara digital guna menghindari kesalahan yang fatal dalam membaca skala yang ada (www.polapetro.com).

d. Differential Gauges dan Duplex Pressure Gauges

Didesain secara khusus untuk digunakan di industri minyak dan gas, bahan bakar alternatif, Kimia, hingga industri penanganan udara. Baik differential gauges ataupun duplex pressure gauges, keduanya mampu mengukur tiga jenis tekanan yaitu tekanan tinggi, rendah, hingga tekanan static (www.polapetro.com).

(9)

13 2.4 Kran pembuangan udara

Gambar 2.9 Keran Udara

Keran udara (pada gambar 2.9) adalah alat untuk membuang atau mengeluarkan tekanan yang ada di dalam tabung setelah proses pengasinan selesai di lakukakan, kran di sini berfungsi untuk memudahkan kita dalam mengeluarkan tekanan udara setelah proses pengujian selesai.

2.5 Quick coupler

Gambar 2.10 Quick Coupler

Quick copuler (pada gambar 2.10) adalah salah satu alat yang sangat penting dalam alat pembuatan telor asin di sini, alat ini di gunakan untuk menghubungkan atau konektor peralatan pneumatic atau peralatan yang lain nya yang membutuhkan transfer udara, jika alat ini di pasang dengan baik dan benar maka udara yang di transfer akan aman dan tidak mengalami kerusakan, dan jika quick coupler ini tidak di pasang dengan baik maka udara yang ditransfer akan mengalami kebocoran dan kerusakan udara pun tidak akan masuk dengan aman.

(10)

14 Quick coupler yang kita gunakan pada alat ini yaitu male dan female akan saling berhubungan seperti hal nya colokan listrik, jadi jika kita ingin agar menggunakan alat ini dengan baik kita harus memilik jenis male dan female tersebut.

2.6 Material stainless steel 304

Material stainless 304 (pada gambar 2.11) merupaka material yang memiliki mutu yang sangat baik sebagai peralatan rumah tangga atau pun peralatan industry makanan, hal inilah yang membuat material stainless 304 yang paling serbaguna dan paling banyak di gunakan dan material stainless ini sangat mudah untuk di las di bandingkan dengan stainless lain nya.

Material stainless steel 304 di sini di gunakan untuk membuat tabung dimana tabung tersebut akan di isi air garam dan telur bebek yang kemudian akan di beri tekanan oleh kompressor.

Gambar 2.11 Material stainless steel 304 (www.suryalogam.com)

2.7 Tekanan

Dimana :

P = Tekanan (Pa)

F = Gaya yang bekerja (N) A = Luas penampang ( )

(11)

15 Untuk mencari F ( gaya yang bekerja ) yaitu dengan rumus

F = P.A Dimana :

P = Tekanan kerja maksimal (N/ ) A = Luas permukaan ( )

Sumber : Dadang, 2019

Untuk mencari luas tabung dengan menggunakan rumus, yaitu :

Lo atas = ¼. π. D²

Lo bawah = ¼. π. D²

Lp = π. D. t

Atabung = Lo atas + Lo bawah + Lp Dimana :

π= 3,14

D = diameter tabung (m) T = tinggi tabung (m)

2.8 Faktor Keamanan

Secara umum ini di definisikan sebagai rasio stress maksimum terhadap stress kerja, secara sistematis : Faktor keamanan = stress maksimum/stress kerja.

Pemilihan faktor keselamatan yang tepat untuk di gunakan dalam merancang komponen mesin apapun tergantung pada sejumlah pertimbangan, seperti bahan, cara pembuatan, jenis tekanan, kondisi layanan umum dan bentuk komponen.

Sebelum memilih faktor keselamatan yang tepat, desain insinyur harus mempertimbangkan hal hal berikut :

1. Keandalan properti material dan perubahan property ini selama layanan 2. Keandalan hasil pengujian dan akurasi penerapan hasil ini untuk mesin

yang sebenar nya bagian

3. Keandalan beban yang di terapkan

4. Kepastian tentang mode kegagalan yang tepat 5. Tingkat penyederhanaan asumsi

6. Tingkat tekanan lokal

(12)

16 7. Tingkat tekanan awal yang di tetapkan selama pembuatan

8. Tingkat kehilangan nyawa jika kegagalan terjadi 9. Tingkat kehilangan property jika terjadi kegagalan

Masing masing faktor diatas harus mempertimbangkan dan di evaluasi dengan cermat. Faktor keamanan yang tinggi menghasilkan resiko kegagalan yang tidak perlu. (Khurmi.R.S. 2005)

2.9 Tekanan dalam tabung

Untuk mencari tekanan dalam tabung menggunakan rumus, yaitu : Pt = Po + σ . g. h

Dimana :

Po = tekanan yang dibutuhkan ( N/M² ) Σ = tegangan ( N/M² )

G = gravitasi ( m/s ) H = tinggi tabung ( M ) Sumber : Ardiyanto, 2019

2.10 MAWP ( maximum allowable working preassure )

MAWP ini adalah untuk mengetahui uji tekanan pada alat yaitu dengan menggunakan persamaan ini, adapun rumus nya yaitu :

MAWP = ( S . E . T ) ( R + 0,6. T )

Dimana :

MAWP= tekanan maksimum alat S = kuat tarik bahan

E = efisiensi sambungan las T = ketebalan bahan

R = jari jari

Sumber : Maimunah dkk, 2019

Gambar

Tabel 2.1 Karakteristik Telur Itik  Karakteristik telur  itik  I  II  II  IV  RATA RATA  Panjang (mm)  55,7  56,5  53  61,9  56,775  Diameter oval (mm)  44  49  43  48,4  46,1  Tebal cangkang (mm)  0,5  0,5  0,4  0,5  0,75
Tabel 2.3 Spesifikasi Kompresor yang kita gunakan
Gambar 2.2 Sistem Kompresor Piston Kerja Tunggal   (Dermanto, 2014)
Gambar 2.4 Sistem kompresor diafragma  (Dermanto, 2014)
+5

Referensi

Dokumen terkait

 Menjawab pertanyaan tentang materi  Konfigurasi elektron dan bilangan kuantum yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau lembar kerja yang telah disediakan.

Puji syukur, Hormat dan Kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus Kristus, yang telah memberikan Kasih Karunia, Hikmat serta AnugrahNya, sehingga penulis dapat menyusun dan

Jlh Guru Honor Lainnya  : 3 Orang 

etika-etika profesional lain yang perlu dipahami dan diikuti, dengan kemampuan intelektualnya, seorang engineer akan dapat menemukan etika- etika tsb selama mengembangkan

Kontrak dari Transamerica Life Insurance Co adalah kesepakatan outsourcing kedua terbesar yang dimenangkan oleh TCS dalam satu bulan terakhir, dan lebih besar dari kesepakatan $

Pendanaan luar negeri selama lebih 30 tahun terakhir sebagain besar bersumber dari negara- negara dan lembaga-lembaga internasional/multilateral pemberi pinjaman/hibah yang

Gambar 13 menjelaskan bahwa waktu startup 1 sampai 9 komputer virtual secara bersama berkisar antara 20 sampai 62 detik. Untuk menjalankan 9 komputer virtual saja sudah

tentang agama yang bermakna ilmu teologi. Tapi kajian yang menempatkan agama sebagai objek studi secara ilmiah. Setidaknya, ada empat hal yang bisa mengidentifikasi