• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH TATA KELOLA PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH TATA KELOLA PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

DIPONEGORO OF ACCOUNTING http://ejournal-s1.undip.ac.id/index

PENGARUH TATA

TERHADAP KINERJA PERUSAHAA

Shofiyatul Masithoh, Totok Dewayanto

Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedharto SH Tembalang, Semarang 50239, Phone: +622476486851

This study aims to examine the effect of the number of members of the board of commissioners, seats of independent commissioners, the frequency of board members’

meetings as an independent variable on company performance in the manufacturing sector in Indonesia. Comp

and ROA (Return On Asset).

The population in this study is manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for public companies. Consisting of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2017. The sampling method in this study was purposive sampling with certain criteria. The number of samples used in this study were 129 samples. Data analysis in this study uses descriptive analysis, testing classic assumptions, multiple regression analysis, and testing hypotheses.

The results of the analysis of this study indicate that the number of commissioners and independent commissioners has no effect on company performance.

While the frequency of board members’

company performance.

Keywords: board of commissioners size, independent board of commissioners, frequency of board members’ meetings, corporate governance, ROA, and company performance.

PENDAHULUAN

Setiap tahunnya persaingan bisnis di negara

terkecuali di negara berkembang seperti di Indonesia. Perusahaan harus semaksimal mungkin menjalankan setiap aktivitas bisnisnya supaya dapat mencapai hasil yang optimal. Kegiatan bisnis mulai ditun

sistem dan paradigma baru dalam pengelolaan perusahaan, untuk dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan meningkatkan kesejahteraan pemilik perusahaan. Kinerja perusahaan menunjukkan kemampuan sebua

yang ada sehingga dapat memberikan nilai kepada perusahaan tersebut 2016).

1Corresponding author

DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/accounting

ACCOUNTING Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Halaman 1 s1.undip.ac.id/index JOURNAL.php/accounting ISSN (Online): 2337

PENGARUH TATA KELOLA PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN

Shofiyatul Masithoh, Totok Dewayanto 1

Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedharto SH Tembalang, Semarang 50239, Phone: +622476486851

ABSTRACT

aims to examine the effect of the number of members of the board of commissioners, seats of independent commissioners, the frequency of board members’

meetings as an independent variable on company performance in the manufacturing sector in Indonesia. Company performance as the dependent variable is measured by and ROA (Return On Asset).

The population in this study is manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for public companies. Consisting of manufacturing companies listed on Indonesia Stock Exchange in the period 2017. The sampling method in this study was purposive sampling with certain criteria. The number of samples used in this study were 129 samples. Data analysis in this study uses descriptive analysis, testing classic

ssumptions, multiple regression analysis, and testing hypotheses.

The results of the analysis of this study indicate that the number of commissioners and independent commissioners has no effect on company performance.

While the frequency of board members’ meetings has a positive and significant effect on

Keywords: board of commissioners size, independent board of commissioners, frequency of board members’ meetings, corporate governance, ROA, and company

Setiap tahunnya persaingan bisnis di negara-negara maju semakin ketat, tak terkecuali di negara berkembang seperti di Indonesia. Perusahaan harus semaksimal mungkin menjalankan setiap aktivitas bisnisnya supaya dapat mencapai hasil yang isnis mulai dituntut untuk dapat mengembangkan, mererapkan stem dan paradigma baru dalam pengelolaan perusahaan, untuk dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan meningkatkan kesejahteraan pemilik perusahaan. Kinerja perusahaan menunjukkan kemampuan sebuah perusahaan untuk mengelola sumber daya yang ada sehingga dapat memberikan nilai kepada perusahaan tersebut

DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Halaman 1 s1.undip.ac.id/index.php/accounting ISSN (Online): 2337

Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Halaman 1-9

ISSN (Online): 2337-3806

1

KELOLA PERUSAHAAN N

Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedharto SH Tembalang, Semarang 50239, Phone: +622476486851

aims to examine the effect of the number of members of the board of commissioners, seats of independent commissioners, the frequency of board members’

meetings as an independent variable on company performance in the manufacturing any performance as the dependent variable is measured by The population in this study is manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for public companies. Consisting of manufacturing companies listed on Indonesia Stock Exchange in the period 2017. The sampling method in this study was purposive sampling with certain criteria. The number of samples used in this study were 129 samples. Data analysis in this study uses descriptive analysis, testing classic The results of the analysis of this study indicate that the number of commissioners and independent commissioners has no effect on company performance.

meetings has a positive and significant effect on

Keywords: board of commissioners size, independent board of commissioners, frequency of board members’ meetings, corporate governance, ROA, and company

negara maju semakin ketat, tak terkecuali di negara berkembang seperti di Indonesia. Perusahaan harus semaksimal mungkin menjalankan setiap aktivitas bisnisnya supaya dapat mencapai hasil yang untuk dapat mengembangkan, mererapkan stem dan paradigma baru dalam pengelolaan perusahaan, untuk dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan meningkatkan kesejahteraan pemilik perusahaan. Kinerja h perusahaan untuk mengelola sumber daya yang ada sehingga dapat memberikan nilai kepada perusahaan tersebut (Risnanditya,

Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Halaman 1-9 ISSN (Online): 2337-3806

(2)

DIPONEGORO OF ACCOUNTING http://ejournal-s1.undip.ac.id/index

Kinerja perusahaan adalah hasil dari semua kegiatan atau aktivitas

yang menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan. Informasi kinerja perusahaan dapat dilihat melalui laporan keuangan.

keuangan, salah satunya bagi manajemen perusahaan untuk keputusan dan kebijakan yang akan diambil (Apriliani, 2018).

Pentingnya tata kelola perusahaan telah terlihat terutama pada pengaruhnya terhadap keseluruhan kinerja suatu perusahaan dan pada nilai pemegang saham. Tata kelola perusahaan yang buruk dapat dikatakan memiliki pengaruh terhad

ekonomi yang terjadi di dunia. dan profitabilitas perusahaan. Kinerja perusahaan yang baik, stabil dan cenderung meningkat akan senantiasa disenangi oleh para investor.

Sedangkan perusahaan yang memiliki kinerja buruk, tidak stabil serta profit y cenderung menurun tidak akan dilirik oleh investor

Penelitian ini ingin menguji pengaruh tata kelola perusahaan dengan karakteristik dewan yaitu, ukuran dewan komisari

s, dewan komisaris independen, dan frekuensi rapat dewan komisaris terhadap kinerja perusahaan dengan menggunakan ROA sebagai pengukurnya.

KERANGKA PEMIKIRAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS Teori agensi menjelaskan hubungan antara

dan manajer (Jensen & Meckling, 1976

yang memiliki perusahaan bukan merupakan orang yang dalam mengelola atau mengendalikan perusahaan

delegasi wewenang oleh principlal penuh untuk mengelola

melalui pengembalian investasi.

Tata kelola perusahaan merupakan mekanisme pengendalian perusahaan dengan maksud untuk meningkatkan nilai pemegang saham dan memenuhi harapan pemangku kepentingan lainnya.

yang transparan dan meningkatkan informasi perusahaan

Pengaruh Ukuran Dewan Komisaris terhadap Kinerja Perusahaan

Jumlah anggota dewan dapat mempengaruhi pengelolaan manajemen. Dalam teori agensi dijelaskan bahwa manajer bertanggung jawab atas pengelolaan manajemen, sehingga ukuran dewan perlu ditentukan agar efisien dan menghasilkan kinerja perusahaan yang lebih ting

dewanyang besar memiliki pengetahuan dan keterampilan luas dan beragam yang diperlukan untuk mengamankan aset perusahaan dengan memberikan nasihat yang baik dan mengurangi dominasi manajer sehingga meningkatkan kinerja perusahaan.Penelitian yang dilakukan oleh Alhaji

(2012) menemukan pengaruh positif antara uku perusahaan.

Dabor et al (2015) beranggapan bahwa

menjadi sulit dalam mengkoordinasikan, memproses, dan mengatasi masalah perusahaan yang menyebabkan kerugian besar bagi kinerja perusahaa

DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Halaman 2

ACCOUNTING Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Halaman 1 s1.undip.ac.id/index JOURNAL.php/accounting ISSN (Online): 2337

Kinerja perusahaan adalah hasil dari semua kegiatan atau aktivitas

menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan. Informasi kinerja perusahaan dapat dilihat melalui laporan keuangan. Informasi ini penting bagi pengguna laporan keuangan, salah satunya bagi manajemen perusahaan untuk keputusan dan kebijakan

n diambil (Apriliani, 2018).

Pentingnya tata kelola perusahaan telah terlihat terutama pada pengaruhnya terhadap keseluruhan kinerja suatu perusahaan dan pada nilai pemegang saham. Tata kelola perusahaan yang buruk dapat dikatakan memiliki pengaruh terhad

ekonomi yang terjadi di dunia. dan profitabilitas perusahaan. Kinerja perusahaan yang baik, stabil dan cenderung meningkat akan senantiasa disenangi oleh para investor.

Sedangkan perusahaan yang memiliki kinerja buruk, tidak stabil serta profit y cenderung menurun tidak akan dilirik oleh investor (Nugroho & Rahardjo, 2014

ini ingin menguji pengaruh tata kelola perusahaan dengan karakteristik ukuran dewan komisari

dewan komisaris independen, dan frekuensi rapat dewan komisaris terhadap kinerja perusahaan dengan menggunakan ROA sebagai pengukurnya.

KERANGKA PEMIKIRAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS Teori agensi menjelaskan hubungan antara principal dan agent

(Jensen & Meckling, 1976). Hubungan principal agent

yang memiliki perusahaan bukan merupakan orang yang dalam mengelola atau mengendalikan perusahaan (Maher & Anderson, 1999). Dalam teori agensi terdapat di principlal terhadap agent, yaitu memberikan tanggung jawab operasional perusahaan tujuan menyejahterakan pemilik lui pengembalian investasi.

Tata kelola perusahaan merupakan mekanisme pengendalian perusahaan dengan maksud untuk meningkatkan nilai pemegang saham dan memenuhi harapan pemangku kepentingan lainnya. Tujuannya adalah untuk membangun lingkungan kerja

transparan dan meningkatkan informasi perusahaan (Dabor et al., Pengaruh Ukuran Dewan Komisaris terhadap Kinerja Perusahaan

Jumlah anggota dewan dapat mempengaruhi pengelolaan manajemen. Dalam teori agensi dijelaskan bahwa manajer bertanggung jawab atas pengelolaan manajemen, sehingga ukuran dewan perlu ditentukan agar efisien dan menghasilkan kinerja perusahaan yang lebih tinggi. Alshetwi (2017) mengungkapkan bahwa ukuran dewanyang besar memiliki pengetahuan dan keterampilan luas dan beragam yang diperlukan untuk mengamankan aset perusahaan dengan memberikan nasihat yang baik dan mengurangi dominasi manajer sehingga meningkatkan kinerja

n.Penelitian yang dilakukan oleh Alhaji et al (2012) dan

menemukan pengaruh positif antara ukuran dewan komisaris terhadap kinerja (2015) beranggapan bahwa ketika dewan terlalu besar akan menjadi sulit dalam mengkoordinasikan, memproses, dan mengatasi masalah perusahaan yang menyebabkan kerugian besar bagi kinerja perusahaa

DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Halaman 1-9

ISSN (Online): 2337-3806

2 Kinerja perusahaan adalah hasil dari semua kegiatan atau aktivitas perusahaan menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan. Informasi kinerja perusahaan Informasi ini penting bagi pengguna laporan keuangan, salah satunya bagi manajemen perusahaan untuk keputusan dan kebijakan Pentingnya tata kelola perusahaan telah terlihat terutama pada pengaruhnya terhadap keseluruhan kinerja suatu perusahaan dan pada nilai pemegang saham. Tata kelola perusahaan yang buruk dapat dikatakan memiliki pengaruh terhadap krisis ekonomi yang terjadi di dunia. dan profitabilitas perusahaan. Kinerja perusahaan yang baik, stabil dan cenderung meningkat akan senantiasa disenangi oleh para investor.

Sedangkan perusahaan yang memiliki kinerja buruk, tidak stabil serta profit yang Nugroho & Rahardjo, 2014).

ini ingin menguji pengaruh tata kelola perusahaan dengan karakteristik dewan komisaris independen, dan frekuensi rapat dewan komisaris terhadap

KERANGKA PEMIKIRAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

agent yaitu pemilik principal agent ada ketika orang yang memiliki perusahaan bukan merupakan orang yang dalam mengelola atau . Dalam teori agensi terdapat di yaitu memberikan tanggung jawab operasional perusahaan tujuan menyejahterakan pemilik Tata kelola perusahaan merupakan mekanisme pengendalian perusahaan dengan maksud untuk meningkatkan nilai pemegang saham dan memenuhi harapan Tujuannya adalah untuk membangun lingkungan kerja

et al., 2015).

Pengaruh Ukuran Dewan Komisaris terhadap Kinerja Perusahaan

Jumlah anggota dewan dapat mempengaruhi pengelolaan manajemen. Dalam teori agensi dijelaskan bahwa manajer bertanggung jawab atas pengelolaan manajemen, sehingga ukuran dewan perlu ditentukan agar efisien dan menghasilkan kinerja mengungkapkan bahwa ukuran dewanyang besar memiliki pengetahuan dan keterampilan luas dan beragam yang diperlukan untuk mengamankan aset perusahaan dengan memberikan nasihat yang baik dan mengurangi dominasi manajer sehingga meningkatkan kinerja (2012) dan Fitriya & Locke ran dewan komisaris terhadap kinerja ketika dewan terlalu besar akan menjadi sulit dalam mengkoordinasikan, memproses, dan mengatasi masalah perusahaan yang menyebabkan kerugian besar bagi kinerja perusahaan. Penelitian yang

Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020,

(3)

DIPONEGORO OF ACCOUNTING http://ejournal-s1.undip.ac.id/index

dilakukan oleh Wu Cheng

kinerja perusahaan. Namun, Buyuklu (2016) menemukan bahwa ukuran dewan komisaris tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan, karena jumlah anggota dewan kecil maupun besar tidak mempengaruhi tata kelola perusahaan sehingga kinerja perusahaan juga tidak terpengaruh. Dalam penelitian ini, dengan mendasar pada berbagai argumen tersebut, maka hiposesis pertama:

H1 : Ukuran dewan komisaris berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan.

Pengaruh Dewan Komisaris Independen terhadap Kinerja Perusahaan

Anggota dewan komisaris independen diambil dari luar perusahaan yang memiliki profesionalisme tinggi dalam proses pengambilan keputusan

Cheruiyot, 2017). Tujuan dewan komisaris independen adalah untuk mengawasi dan mendisiplinkan manajemen perusahaan terhadap kinerja yang buruk seh

perusahaan dapat meningkat. Peran dewan komisaris independen sebagai penengah antara pemilik dan manajer meningkatkan kepercayaan pemilik atas kinerja perusahaan.

Penelitian yang dilakukan

signifikan terhadap kinerja perusahaan, dengan kesimpulan bahwa tidak semua dewan independen bertindak secara profesional dalam me

yang tidak memadai mengenai kinerja perusahaan sehingga dewan independen tidak dapat meninjau ulang tindakan manajer atau mengungkapkan kesalahan manajemen.

Berbeda dengan penelitian

pengaruh positif terhadap kinerja perusahaan dan Dabor

pengaruhpositif lemah terhadap profitabilitas yang berarti bahwa dewan komisaris independen akan membantu meningkatkan profitabilitas, tetapi pada tingkat y

lambat. SedangkanAmmari (2014) menemukan pengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan, karena aktivitas dewan komisaris independen yang tidak selalu dapat mengawasi kegiatan manajemen membuat kinerja perusahaan menurun

al 2017). Dalam penelitian ini, dengan mend hiposesis kedua:

H2 : Dewan komisaris independen berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan.

Pengaruh Frekuensi Rapat Dewan Komisaris terhadap Kinerja Perusahaan Menurut sebuah penelitian yang dilakukan Francis

bahwa perusahaan dengan jumlah kehadiran rapat

buruk dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki tingkat kehadiran rapat yang banyak. Selain itu, Ntim & Osei (2013),

Selatan yang menunjukkan hasil yang serupa antara frekuensi rapat dan kinerja perusahaan di mana dewan yang lebih sering rapat cenderung menghasilkan kinerja keuangan yang lebih tingg

Rapat dewan komisaris berfungsi sebagai fasilitas komunikasi dan koordinasi antar anggota dewan komisaris dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengawas manajemen. Semakin banyak jumlah rapat dewan komisaris,

DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUN Halaman 3

ACCOUNTING Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Halaman 1 s1.undip.ac.id/index JOURNAL.php/accounting ISSN (Online): 2337

dilakukan oleh Wu Cheng et al (2009) memberikan hasil signifikan negatif terhadap kinerja perusahaan. Namun, Buyuklu (2016) menemukan bahwa ukuran dewan komisaris tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan, karena lah anggota dewan kecil maupun besar tidak mempengaruhi tata kelola perusahaan sehingga kinerja perusahaan juga tidak terpengaruh. Dalam penelitian ini, dengan mendasar pada berbagai argumen tersebut, maka hiposesis pertama:

Ukuran dewan komisaris berpengaruh positif terhadap kinerja Pengaruh Dewan Komisaris Independen terhadap Kinerja Perusahaan

Anggota dewan komisaris independen diambil dari luar perusahaan yang memiliki profesionalisme tinggi dalam proses pengambilan keputusan

. Tujuan dewan komisaris independen adalah untuk mengawasi dan mendisiplinkan manajemen perusahaan terhadap kinerja yang buruk seh

perusahaan dapat meningkat. Peran dewan komisaris independen sebagai penengah antara pemilik dan manajer meningkatkan kepercayaan pemilik atas kinerja perusahaan.

enelitian yang dilakukan Alshetwi (2017) menemukan tidak ada pengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan, dengan kesimpulan bahwa tidak semua dewan independen bertindak secara profesional dalam mengawasi manajerkarena pengetahuan yang tidak memadai mengenai kinerja perusahaan sehingga dewan independen tidak dapat meninjau ulang tindakan manajer atau mengungkapkan kesalahan manajemen.

Berbeda dengan penelitian Korir & Cheruiyot (2017) yang menemukan adanya pengaruh positif terhadap kinerja perusahaan dan Dabor et al (2015) menemukan pengaruhpositif lemah terhadap profitabilitas yang berarti bahwa dewan komisaris independen akan membantu meningkatkan profitabilitas, tetapi pada tingkat y

lambat. SedangkanAmmari (2014) menemukan pengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan, karena aktivitas dewan komisaris independen yang tidak selalu dapat mengawasi kegiatan manajemen membuat kinerja perusahaan menurun

. Dalam penelitian ini, dengan mendasar pada berbagai argumen tersebut, maka Dewan komisaris independen berpengaruh positif terhadap kinerja Pengaruh Frekuensi Rapat Dewan Komisaris terhadap Kinerja Perusahaan

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan Francis et al., (2014), menunjukkan bahwa perusahaan dengan jumlah kehadiran rapat yang sedikit memiliki kinerja lebih buruk dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki tingkat kehadiran rapat yang itu, Ntim & Osei (2013), juga melakukan penelitian tersebut di Afrika Selatan yang menunjukkan hasil yang serupa antara frekuensi rapat dan kinerja perusahaan di mana dewan yang lebih sering rapat cenderung menghasilkan kinerja keuangan yang lebih tinggi.

Rapat dewan komisaris berfungsi sebagai fasilitas komunikasi dan koordinasi antar anggota dewan komisaris dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengawas manajemen. Semakin banyak jumlah rapat dewan komisaris, diharapkan pengawasan DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Halaman 1-9

ISSN (Online): 2337-3806

3 (2009) memberikan hasil signifikan negatif terhadap kinerja perusahaan. Namun, Buyuklu (2016) menemukan bahwa ukuran dewan komisaris tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan, karena lah anggota dewan kecil maupun besar tidak mempengaruhi tata kelola perusahaan sehingga kinerja perusahaan juga tidak terpengaruh. Dalam penelitian ini, dengan Ukuran dewan komisaris berpengaruh positif terhadap kinerja Pengaruh Dewan Komisaris Independen terhadap Kinerja Perusahaan

Anggota dewan komisaris independen diambil dari luar perusahaan yang memiliki profesionalisme tinggi dalam proses pengambilan keputusan (Korir &

. Tujuan dewan komisaris independen adalah untuk mengawasi dan mendisiplinkan manajemen perusahaan terhadap kinerja yang buruk sehingga kinerja perusahaan dapat meningkat. Peran dewan komisaris independen sebagai penengah antara pemilik dan manajer meningkatkan kepercayaan pemilik atas kinerja perusahaan.

menemukan tidak ada pengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan, dengan kesimpulan bahwa tidak semua dewan ngawasi manajerkarena pengetahuan yang tidak memadai mengenai kinerja perusahaan sehingga dewan independen tidak dapat meninjau ulang tindakan manajer atau mengungkapkan kesalahan manajemen.

yang menemukan adanya (2015) menemukan pengaruhpositif lemah terhadap profitabilitas yang berarti bahwa dewan komisaris independen akan membantu meningkatkan profitabilitas, tetapi pada tingkat yang sangat lambat. SedangkanAmmari (2014) menemukan pengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan, karena aktivitas dewan komisaris independen yang tidak selalu dapat mengawasi kegiatan manajemen membuat kinerja perusahaan menurun (Ayda Farhan et asar pada berbagai argumen tersebut, maka Dewan komisaris independen berpengaruh positif terhadap kinerja Pengaruh Frekuensi Rapat Dewan Komisaris terhadap Kinerja Perusahaan

(2014), menunjukkan yang sedikit memiliki kinerja lebih buruk dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki tingkat kehadiran rapat yang juga melakukan penelitian tersebut di Afrika Selatan yang menunjukkan hasil yang serupa antara frekuensi rapat dan kinerja perusahaan di mana dewan yang lebih sering rapat cenderung menghasilkan kinerja Rapat dewan komisaris berfungsi sebagai fasilitas komunikasi dan koordinasi antar anggota dewan komisaris dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengawas diharapkan pengawasan Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020,

(4)

DIPONEGORO OF ACCOUNTING http://ejournal-s1.undip.ac.id/index

terhadap dewan direksi semakin baik dan semakin membantu dewan direksi mengambil keputusan yang tepat, sehingga diharapkan akan meningkatkan kinerja perusahaan.

H3 : Jumlah anggota komite audit perusahaan.

METODE PENELITIAN Variabel Penelitian Variabel Dependen

Variabel yang digunakan dalam penelitian yaitu ROA

merupakan rasio profitabilitas untuk mengukur efisiensi keseluruhan manajeme memberikan gambaran seberapa efisien manajemen dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba (Dabor & Isisavwe, 2015). Dengan berpedoman kepada Penelitian yang dilakukan Korir & Cheruiyot (2017), untuk mengukur kinerja perusahaan menggunakan ROA dengan rumus:

Variabel Independen

Variabel independen adalah variabel yang tidak berubah oleh variabel lain dan berdiri sendiri. Variabel dalam penelitian ini adalah jumlah anggota dewan komisaris, proporsi anggota dewan

komisaris.

Ukuran Dewan Komisaris

Mengetahui tentang ukuran dewan komisaris dalam perusahaan menjadi penting karena ukuran dewan komisaris diperkirakan dapat mempengaruhi kinerja perusahaan, baik keefektivitas maupun keefisiennya. Pada penelitian Dabor

dewan (BSIZE) tersebut diukur menggunakan jumlah anggota dewan eksekutif yang ada dalam perusahaan.

Jumlah Dewan Komisaris Independen

Dewan komisaris independen penting untuk fung

direksi yang melaksanakan pengelolaan manajemen, sehingga kinerja perusahaan dapat dikendalikan. Proporsi dewan komisaris independen

anggota dewan komisaris independen dengan jumlah keseluruhan dew (Hadamean, 2019).

% Dewan Komisaris Independen = Frekuensi Rapat Dewan Komisaris

Rapat dewan komisaris adalah koordinasi antar anggota dewan komisaris dalam melakukan tugasnya sebagai pengawas manajemen.

komisaris akan membahas strategi perusahaan diambil telah dilakukan oleh m

2019). Variabel ini diukur dengan jumlah rapat dewan komisaris dalam satu tahun.

DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Halaman 4

ACCOUNTING Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Halaman 1 s1.undip.ac.id/index JOURNAL.php/accounting ISSN (Online): 2337

semakin baik dan semakin membantu dewan direksi mengambil keputusan yang tepat, sehingga diharapkan akan meningkatkan kinerja perusahaan.

Jumlah anggota komite audit berpengaruh positif terhadap kinerja

METODE PENELITIAN

Variabel yang digunakan dalam penelitian yaitu ROA (Return On Asset) merupakan rasio profitabilitas untuk mengukur efisiensi keseluruhan manajeme memberikan gambaran seberapa efisien manajemen dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba (Dabor & Isisavwe, 2015). Dengan berpedoman kepada Penelitian yang dilakukan Korir & Cheruiyot (2017), untuk mengukur kinerja perusahaan

dengan rumus:

ROA = Laba bersih Total Aset

Variabel independen adalah variabel yang tidak berubah oleh variabel lain dan berdiri sendiri. Variabel dalam penelitian ini adalah jumlah anggota dewan komisaris, proporsi anggota dewan komisasris independen, dan frekuensi rapat anggota dewan Ukuran Dewan Komisaris

Mengetahui tentang ukuran dewan komisaris dalam perusahaan menjadi penting karena ukuran dewan komisaris diperkirakan dapat mempengaruhi kinerja perusahaan,

efektivitas maupun keefisiennya. Pada penelitian Dabor et al

dewan (BSIZE) tersebut diukur menggunakan jumlah anggota dewan eksekutif yang Jumlah Dewan Komisaris Independen

Dewan komisaris independen penting untuk fungsi pengawasan terhadap

direksi yang melaksanakan pengelolaan manajemen, sehingga kinerja perusahaan dapat dikendalikan. Proporsi dewan komisaris independen diukur dari proporsi jumlah anggota dewan komisaris independen dengan jumlah keseluruhan dew

% Dewan Komisaris Independen = Jumlah anggota dewan komisaris independen Jumlah keseluruhan dewan komisaris Frekuensi Rapat Dewan Komisaris

Rapat dewan komisaris adalah koordinasi antar anggota dewan komisaris dalam melakukan tugasnya sebagai pengawas manajemen. Di mana pada rapat dewan komisaris akan membahas strategi perusahaan dan evaluasi kebijakan yang akan diambil telah dilakukan oleh manajemen, serta mengatasi masalah kepentingan (Sari, 2019). Variabel ini diukur dengan jumlah rapat dewan komisaris dalam satu tahun.

DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Halaman 1-9

ISSN (Online): 2337-3806

4 semakin baik dan semakin membantu dewan direksi mengambil keputusan yang tepat, sehingga diharapkan akan meningkatkan kinerja perusahaan.

berpengaruh positif terhadap kinerja

(Return On Asset). ROA merupakan rasio profitabilitas untuk mengukur efisiensi keseluruhan manajemen dan memberikan gambaran seberapa efisien manajemen dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba (Dabor & Isisavwe, 2015). Dengan berpedoman kepada Penelitian yang dilakukan Korir & Cheruiyot (2017), untuk mengukur kinerja perusahaan

Variabel independen adalah variabel yang tidak berubah oleh variabel lain dan berdiri sendiri. Variabel dalam penelitian ini adalah jumlah anggota dewan komisaris, komisasris independen, dan frekuensi rapat anggota dewan

Mengetahui tentang ukuran dewan komisaris dalam perusahaan menjadi penting karena ukuran dewan komisaris diperkirakan dapat mempengaruhi kinerja perusahaan, et al (2015) ukuran dewan (BSIZE) tersebut diukur menggunakan jumlah anggota dewan eksekutif yang

si pengawasan terhadap dewan direksi yang melaksanakan pengelolaan manajemen, sehingga kinerja perusahaan dapat diukur dari proporsi jumlah anggota dewan komisaris independen dengan jumlah keseluruhan dewan komisaris Jumlah anggota dewan komisaris independenx100%

Jumlah keseluruhan dewan komisaris

Rapat dewan komisaris adalah koordinasi antar anggota dewan komisaris dalam Di mana pada rapat dewan dan evaluasi kebijakan yang akan serta mengatasi masalah kepentingan (Sari, 2019). Variabel ini diukur dengan jumlah rapat dewan komisaris dalam satu tahun.

Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020,

(5)

DIPONEGORO OF ACCOUNTING http://ejournal-s1.undip.ac.id/index

Penentuan Populasi dan Sampel

Perusahaan manufaktur digunakan sebagai populasi dalam penelitian ini.

Populasi tersebut berjumlah perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 1 periode yaitu tahun 2017. Peneliti menggunakan perusahaan manufaktur karena perusahaan

perusahaan dan dilaporkan dalam laporan tahunan.

dengan menggunakan metode

1. Perusahaan yang terdaftar di BEI dan laporan tahunan di tahun 2017.

2. Perusahaan mencantumkan seluruh informasi yang dibutuhkan dalam penelitian.

3. Laporan keuangan perusahaan yang disajikan dalam satuan Rupiah selama periode 2017.

Metode Analisis

Metode analisis dalam penelitian ini menggunakanan alisis regresi berganda yaitu untuk mengetahui dua atau lebih variab

dependen. Penelitian ini menggunakan persamaan regresi :

= 1 +

Dimana :

a)

b)

c)

d)

e) 1 − 5

f)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Sampel Penelitian

Berdasarkan kriteria pemilihan sampel yang telah ditetapkan, maka tahapan seleksi sampel akan dijelaskan pada tabel di bawah ini:

No

1. Perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI mempublikasikan laporan keuangan dan laporan tahunan di tahun 2017.

2. Data perusahaan tidak tersedia di BEI.

3. Jumlah sampel penelitian DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Halaman 5

ACCOUNTING Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Halaman 1 s1.undip.ac.id/index JOURNAL.php/accounting ISSN (Online): 2337

Populasi dan Sampel

manufaktur digunakan sebagai populasi dalam penelitian ini.

Populasi tersebut berjumlah perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek selama 1 periode yaitu tahun 2017. Peneliti menggunakan perusahaan manufaktur karena perusahaan ini sudah banyak yang menerapkan praktik tata kelola perusahaan dan dilaporkan dalam laporan tahunan. Sampel penelitian ini diambil dengan menggunakan metode puposive sampling dengan kriteria sebagai berikut:

Perusahaan yang terdaftar di BEI dan mempublikasikan laporan keuangan dan laporan tahunan di tahun 2017.

Perusahaan mencantumkan seluruh informasi yang dibutuhkan dalam Laporan keuangan perusahaan yang disajikan dalam satuan Rupiah selama

analisis dalam penelitian ini menggunakanan alisis regresi berganda yaitu untuk mengetahui dua atau lebih variabel independen terhadap satu variabel dependen. Penelitian ini menggunakan persamaan regresi :

2 + 3 +

: Return on Assets tahun t.

: UkuranDewan Komisaris tahun t.

: Ukuran Dewan Komisaris Independen tahun t.

: Jumlah Rapat Dewan Komisaris tahun t.

: Koefisien Beta.

: Error.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Sampel Penelitian

Berdasarkan kriteria pemilihan sampel yang telah ditetapkan, maka tahapan seleksi sampel akan dijelaskan pada tabel di bawah ini:

Tabel 1

Tahapan Seleksi Sampel Kriteria Sampel

Perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI dan mempublikasikan laporan keuangan dan laporan tahunan di tahun 2017.

Data perusahaan tidak tersedia di BEI.

Jumlah sampel penelitian

DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Halaman 1-9

ISSN (Online): 2337-3806

5 manufaktur digunakan sebagai populasi dalam penelitian ini.

Populasi tersebut berjumlah perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek selama 1 periode yaitu tahun 2017. Peneliti menggunakan perusahaan ini sudah banyak yang menerapkan praktik tata kelola Sampel penelitian ini diambil dengan kriteria sebagai berikut:

likasikan laporan keuangan Perusahaan mencantumkan seluruh informasi yang dibutuhkan dalam Laporan keuangan perusahaan yang disajikan dalam satuan Rupiah selama

analisis dalam penelitian ini menggunakanan alisis regresi berganda, independen terhadap satu variabel

: Ukuran Dewan Komisaris Independen tahun t.

: Jumlah Rapat Dewan Komisaris tahun t.

Berdasarkan kriteria pemilihan sampel yang telah ditetapkan, maka tahapan

2017 136

(7) 129 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020,

(6)

DIPONEGORO OF ACCOUNTING http://ejournal-s1.undip.ac.id/index

Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif merupakan statistik yang memberikan gambaran terhadap data sampel melalui dari nilai rata

minimum. Hasil pengujian statistik desk

BSIZE BIND MEETING ROA

Valid N (listwise)

Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarakan hasil perhitungan dengan persamaan regresi berganda (multiple regression), diperoleh hasil sebagai berikut :

Model

Unstandardized Coefficients B

1 (Constant) .035

BSIZE .005

BIND .079

MEETING .002

Pengaruh Ukuran Dewan Komisaris terhadap Kinerja Perusahaan

Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan peneliti terhadap variabel ukuran dewan komisaris, penelitian ini menemukan tidak ada pengaruh signifikan antara ukuran dewan komisaris terhadap kinerja perusahaan. Hasil temuan ini tidak mendukung landasan teori dan hasil te

(2012) yang menemukan ada pengaruh signifikan positif antara ukuran kinerja perusahaan.

Pengaruh Dewan Komisaris Independen terhadap Kinerja Perusahaan

Dari hasil pengujian variabel dewan komisaris independen terhadap kinerja perusahaan, menemukan bahwa variabel dewan komisaris independen tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Hasil temuan ini tidak mendukung landasan teori dan hasil temuan dari

yang menemukan terdapat pengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. Namun, penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya oleh

membuktikan tidak ada pengaruh signifikan antara dewan komisaris independen terhadap kinerja perusahaan.

Kehadiran dewan komisaris independen yang bertugas mengawasi manajemen tidak semua bertindak secara profesional karena pengetahuan yang tidak memadai DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING

Halaman 6

ACCOUNTING Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Halaman 1 s1.undip.ac.id/index JOURNAL.php/accounting ISSN (Online): 2337

Statistik deskriptif merupakan statistik yang memberikan gambaran terhadap data sampel melalui dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, maksimum dan

Hasil pengujian statistik deskriptif dari penelitian ini disajikan pada Tabel 2.

Tabel 2

Hasil Uji Statistik Deskriptif

N Minimum Maximum Mean

129 2.0 10.0 4.736

129 .29 .80 .4241

129 1.0 49.0 8.070

129 .002 .527 .07636

129 Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarakan hasil perhitungan dengan persamaan regresi berganda diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 3 Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

Std. Error Beta

.033

.004 .121

.059 .115

.001 .179

Pengaruh Ukuran Dewan Komisaris terhadap Kinerja Perusahaan

hasil pengujian yang dilakukan peneliti terhadap variabel ukuran dewan komisaris, penelitian ini menemukan tidak ada pengaruh signifikan antara ukuran dewan komisaris terhadap kinerja perusahaan. Hasil temuan ini tidak mendukung landasan teori dan hasil temuan dari Fitriya & Locke (2012)

(2012) yang menemukan ada pengaruh signifikan positif antara ukuran Pengaruh Dewan Komisaris Independen terhadap Kinerja Perusahaan

Dari hasil pengujian variabel dewan komisaris independen terhadap kinerja perusahaan, menemukan bahwa variabel dewan komisaris independen tidak signifikan terhadap kinerja perusahaan. Hasil temuan ini tidak mendukung landasan teori dan hasil temuan dari Korir & Cheruiyot (2017) dan Dabor

yang menemukan terdapat pengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. Namun, penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya oleh Alshetwi (2017)

membuktikan tidak ada pengaruh signifikan antara dewan komisaris independen terhadap kinerja perusahaan.

ehadiran dewan komisaris independen yang bertugas mengawasi manajemen tidak semua bertindak secara profesional karena pengetahuan yang tidak memadai DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Halaman 1-9

ISSN (Online): 2337-3806

6 Statistik deskriptif merupakan statistik yang memberikan gambaran terhadap standar deviasi, maksimum dan riptif dari penelitian ini disajikan pada Tabel 2.

Std. Deviation 1.7299 .11139 6.4107 .075955

Berdasarakan hasil perhitungan dengan persamaan regresi berganda

t Sig.

1.066 .289

1.388 .168

1.328 .187

2.061 .041

Pengaruh Ukuran Dewan Komisaris terhadap Kinerja Perusahaan

hasil pengujian yang dilakukan peneliti terhadap variabel ukuran dewan komisaris, penelitian ini menemukan tidak ada pengaruh signifikan antara ukuran dewan komisaris terhadap kinerja perusahaan. Hasil temuan ini tidak Fitriya & Locke (2012) dan Alhaji et al (2012) yang menemukan ada pengaruh signifikan positif antara ukuran dewan terhadap Pengaruh Dewan Komisaris Independen terhadap Kinerja Perusahaan

Dari hasil pengujian variabel dewan komisaris independen terhadap kinerja perusahaan, menemukan bahwa variabel dewan komisaris independen tidak signifikan terhadap kinerja perusahaan. Hasil temuan ini tidak mendukung dan Daboret al (2015) yang menemukan terdapat pengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. Namun, Alshetwi (2017) yang membuktikan tidak ada pengaruh signifikan antara dewan komisaris independen ehadiran dewan komisaris independen yang bertugas mengawasi manajemen tidak semua bertindak secara profesional karena pengetahuan yang tidak memadai

Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020,

(7)

DIPONEGORO OF ACCOUNTING http://ejournal-s1.undip.ac.id/index

mengenai kinerja perusahaan sehingga dewan komisaris independen tidak dapat meninjau ulang tindakan manajer

itu, kemungkinan tindakan manajer dalam mencegah dewan komisaris independen untuk mendapatkan akses informasi yang dibutuhkan dalam memantau manajemen, sehingga mempengaruhi kemampuan dewan komisaris independ

secara efektif terhadap kinerja perusahaan (

Pengaruh Frekuensi Rapat Anggota Dewan Komisaris terhadap Kinerja Perusahan

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara frekuensi rapat dewan komisaris kinerja perusahaan

dengan ROA perusahaan. Penelitian ini mendukung penelitian yang telah dilakukan oleh Juwitasari (2008) semakin sering dewan komisaris mengadakan rapat,

informasi juga akan semakin merata di antara sesama dewan komisaris sehingga keputusannya semakin baik yang dapat berdampak pada kinerja perusahaan.

KESIMPULAN Kesimpulan

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh tata kelola perusahaan terhadap kinerja perusahaan di perusahaan manufaktur yang terdaftar di

tahun 2017. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 129 sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran dewan komisaris dan dewan komisaris independen tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Namun

dewan komisaris memiliki pengaruh positif terhadap kinerja perusahaan.

Keterbatasan

Keterbatasan pada peneitian ini yaitu:

1. Jumlah data pengamatan yang digunakan dalam penelitian ini relatif sedikit dan periode pendek, yaitu terbatas pada perusahaan manufaktur di BEI tahun

2. Penelitian ini tidak mempertimbangkan kondisi lingkungan pada perusahaan.

Tidak semua perusahaan manufaktur yang terdaftar pada BEI menyantumkan informasi yang diperlukan bagi penelitian ini.

3. Penelitian ini memiliki mekanisme internal dari

mekanisme dewan komisaris sebagai variabel independen. Namun variabel variabel yang digunakan masih kurang spesifik dalam menjelaskan mengenai karakteristik dan peran dewan komisaris dalam

perusahaan.

4. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah hanya memberikan hasil adj

16% yang artinya variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini hanya dapat mempengaruhi kinerja perusahaan sebesar 16% sedangkan 84% kinerja perusahaan dipengaruhi oleh v

Saran

Saran untuk penelitian selanjutnya adalah:

1. Penelitian selanjutnya hendaknya menambahkan variabel yang berhubungan dengan kondisi lingkungan perusahaan,

DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Halaman 7

ACCOUNTING Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Halaman 1 s1.undip.ac.id/index JOURNAL.php/accounting ISSN (Online): 2337

mengenai kinerja perusahaan sehingga dewan komisaris independen tidak dapat meninjau ulang tindakan manajer atau mengungkapkan kesalahan manajemen. Selain itu, kemungkinan tindakan manajer dalam mencegah dewan komisaris independen untuk mendapatkan akses informasi yang dibutuhkan dalam memantau manajemen, sehingga mempengaruhi kemampuan dewan komisaris independen dalam berkontribusi secara efektif terhadap kinerja perusahaan (Alshetwi, 2017).

Pengaruh Frekuensi Rapat Anggota Dewan Komisaris terhadap Kinerja Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara frekuensi rapat dewan komisaris kinerja perusahaan

dengan ROA perusahaan. Penelitian ini mendukung penelitian yang telah dilakukan oleh Juwitasari (2008) semakin sering dewan komisaris mengadakan rapat,

informasi juga akan semakin merata di antara sesama dewan komisaris sehingga putusannya semakin baik yang dapat berdampak pada kinerja perusahaan.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh tata kelola perusahaan terhadap kinerja perusahaan di perusahaan manufaktur yang terdaftar di

017. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 129 sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran dewan komisaris dan dewan komisaris independen tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Namun

i pengaruh positif terhadap kinerja perusahaan.

Keterbatasan pada peneitian ini yaitu:

Jumlah data pengamatan yang digunakan dalam penelitian ini relatif sedikit dan yaitu terbatas pada perusahaan manufaktur di BEI tahun

Penelitian ini tidak mempertimbangkan kondisi lingkungan pada perusahaan.

Tidak semua perusahaan manufaktur yang terdaftar pada BEI menyantumkan informasi yang diperlukan bagi penelitian ini.

Penelitian ini memiliki mekanisme internal dari tata kelola perusahaan itu mekanisme dewan komisaris sebagai variabel independen. Namun variabel variabel yang digunakan masih kurang spesifik dalam menjelaskan mengenai karakteristik dan peran dewan komisaris dalam menjelaskan tata kelola

erbatasan dalam penelitian ini adalah hanya memberikan hasil adj

16% yang artinya variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini hanya dapat mempengaruhi kinerja perusahaan sebesar 16% sedangkan 84% kinerja perusahaan dipengaruhi oleh variabel lain diluar metode penelitian.

Saran untuk penelitian selanjutnya adalah:

Penelitian selanjutnya hendaknya menambahkan variabel yang berhubungan dengan kondisi lingkungan perusahaan, seperti kepemilikan institusional, DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Halaman 1-9

ISSN (Online): 2337-3806

7 mengenai kinerja perusahaan sehingga dewan komisaris independen tidak dapat atau mengungkapkan kesalahan manajemen. Selain itu, kemungkinan tindakan manajer dalam mencegah dewan komisaris independen untuk mendapatkan akses informasi yang dibutuhkan dalam memantau manajemen, en dalam berkontribusi Pengaruh Frekuensi Rapat Anggota Dewan Komisaris terhadap Kinerja Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara frekuensi rapat dewan komisaris kinerja perusahaan yang diukur dengan ROA perusahaan. Penelitian ini mendukung penelitian yang telah dilakukan oleh Juwitasari (2008) semakin sering dewan komisaris mengadakan rapat, maka akses informasi juga akan semakin merata di antara sesama dewan komisaris sehingga

putusannya semakin baik yang dapat berdampak pada kinerja perusahaan.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh tata kelola perusahaan terhadap kinerja perusahaan di perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada 017. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 129 sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran dewan komisaris dan dewan komisaris independen tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Namun frekuensi rapat

i pengaruh positif terhadap kinerja perusahaan.

Jumlah data pengamatan yang digunakan dalam penelitian ini relatif sedikit dan yaitu terbatas pada perusahaan manufaktur di BEI tahun 2017.

Penelitian ini tidak mempertimbangkan kondisi lingkungan pada perusahaan.

Tidak semua perusahaan manufaktur yang terdaftar pada BEI 2017 tata kelola perusahaan itu mekanisme dewan komisaris sebagai variabel independen. Namun variabel- variabel yang digunakan masih kurang spesifik dalam menjelaskan mengenai

menjelaskan tata kelola erbatasan dalam penelitian ini adalah hanya memberikan hasil adj R sebesar 16% yang artinya variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini hanya dapat mempengaruhi kinerja perusahaan sebesar 16% sedangkan 84% kinerja

ariabel lain diluar metode penelitian.

Penelitian selanjutnya hendaknya menambahkan variabel yang berhubungan seperti kepemilikan institusional, me 9, Nomor 4, Tahun 2020,

(8)

DIPONEGORO OF ACCOUNTING http://ejournal-s1.undip.ac.id/index

kepemilikan oleh pemer perusahaan.

2. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel lebih bervariatif dan kinerja perusahaan yang

3. Menggunakan variabel independen lainnya sehingga dapat memperbesar tingkat adj R.

4. Menggunakan alat pengukuran yang berbeda dalam mengukur variabel dependen maupun independen.

REFERENSI

Alhaji, Wan Yusuf dan I.A. (2012).

of Listed Companies in Malaysia”.

Sudies, Vol.1 Issue 1, pp. 43

Alshetwi, M. (2017). “The Association between Board Size, Independence and Firm Performance: Evidence from Saudi Arabia”.

and Bussiness Research: D Accounting and Auditing,

Ammari, A. (2014). “Board Structure and Firm Performance: Evidence from French Firms Listed in SBF 120.”

Issues, Vol. 4, No. 3, pp. 580590.

Apriliani, M. T. (2018). “Pengaruh Tata Kelola Perusahaan, Ukuran Perusahaan, dan Umur Perusahaan Terhadap Kinerja Perusahaan”.

Accounting, Vol. 7, No. 1, pp.

Ayda Farhan, Siti Normala Obaid, dan H. A. (2017). “Corporate Governance Effect on firm Performance: Evidence from The UAE.”

Administrative Sciences.

Buyuklu, A. H. (2016). “Impacts of Corporate Governan Turkey Case with a Panel Data analysis.”

Finance, Vol. 4, Iss. 1, pp. 56

Dabor, A. O., dan Isiavwe, D. T. (2015). “Impact of Corporate Governance on Firm’s Performance”. International Journal of

Management, Vol. 3, Issue 6, pp. 634

Fitriya, F., dan Locke, S. (2012). “Board Structure, Ownership Structure and Firm Performance: A Study of New Zealand Listed

Management Journal of Accounting and F

Francis, B., Iftekhar, H., & Wu, Q. (2014). “Professors in the Boardroom and Their Impact on Corporate Governance and Firm Performance.”

Management, 94(2), 291

Ghozali, Imam. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi. Edisi 7,

Semarang.

DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Halaman 8

ACCOUNTING Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Halaman 1 s1.undip.ac.id/index JOURNAL.php/accounting ISSN (Online): 2337

kepemilikan oleh pemerintah, ukuran perusahaan, dan jumlah anak Diharapkan peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel

lebih bervariatif dan kinerja perusahaan yang lebih banyak.

Menggunakan variabel independen lainnya sehingga dapat memperbesar tingkat Menggunakan alat pengukuran yang berbeda dalam mengukur variabel dependen maupun independen.

Alhaji, Wan Yusuf dan I.A. (2012). “Corporate Governance and and Firm Performance of Listed Companies in Malaysia”. Trends and Development in Management

Vol.1 Issue 1, pp. 43-46.

Alshetwi, M. (2017). “The Association between Board Size, Independence and Firm Performance: Evidence from Saudi Arabia”. Global Journal of Management and Bussiness Research: D Accounting and Auditing, Vol.1 Issue 1, pp

Ammari, A. (2014). “Board Structure and Firm Performance: Evidence from French Firms Listed in SBF 120.” International Journal of Economics and Financial

Vol. 4, No. 3, pp. 580590.

Apriliani, M. T. (2018). “Pengaruh Tata Kelola Perusahaan, Ukuran Perusahaan, dan Umur Perusahaan Terhadap Kinerja Perusahaan”. Diponegoro Journal of

Vol. 7, No. 1, pp. 1-4.

Ayda Farhan, Siti Normala Obaid, dan H. A. (2017). “Corporate Governance Effect on firm Performance: Evidence from The UAE.” Journal of Economic and Administrative Sciences. Vol. 33, Iss. 1, pp. -.

Buyuklu, A. H. (2016). “Impacts of Corporate Governance on Firm Performance:

Turkey Case with a Panel Data analysis.” Eurasian Journal of Economics and Vol. 4, Iss. 1, pp. 56–72.

Dabor, A. O., dan Isiavwe, D. T. (2015). “Impact of Corporate Governance on Firm’s Performance”. International Journal of Economics, Commerce, and

Vol. 3, Issue 6, pp. 634-653.

Fitriya, F., dan Locke, S. (2012). “Board Structure, Ownership Structure and Firm Performance: A Study of New Zealand Listed-Firms.” Asian Academy of Management Journal of Accounting and Finance, Vol. 8, No. 2, pp. 43

Francis, B., Iftekhar, H., & Wu, Q. (2014). “Professors in the Boardroom and Their Impact on Corporate Governance and Firm Performance.”

94(2), 291–309. https://doi.org/10.1016/j.jfineco.2008.10.007 Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi. Edisi 7, Badan Peneliti Universitas Diponegoro, DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Halaman 1-9

ISSN (Online): 2337-3806

8 intah, ukuran perusahaan, dan jumlah anak Diharapkan peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel-variabel yang Menggunakan variabel independen lainnya sehingga dapat memperbesar tingkat Menggunakan alat pengukuran yang berbeda dalam mengukur variabel

“Corporate Governance and and Firm Performance Trends and Development in Management Alshetwi, M. (2017). “The Association between Board Size, Independence and Firm Global Journal of Management

Vol.1 Issue 1, pp-.

Ammari, A. (2014). “Board Structure and Firm Performance: Evidence from French onal Journal of Economics and Financial Apriliani, M. T. (2018). “Pengaruh Tata Kelola Perusahaan, Ukuran Perusahaan, dan Diponegoro Journal of Ayda Farhan, Siti Normala Obaid, dan H. A. (2017). “Corporate Governance Effect on Journal of Economic and ce on Firm Performance:

Eurasian Journal of Economics and Dabor, A. O., dan Isiavwe, D. T. (2015). “Impact of Corporate Governance on Firm’s Economics, Commerce, and Fitriya, F., dan Locke, S. (2012). “Board Structure, Ownership Structure and Firm Asian Academy of Vol. 8, No. 2, pp. 43–67.

Francis, B., Iftekhar, H., & Wu, Q. (2014). “Professors in the Boardroom and Their Impact on Corporate Governance and Firm Performance.” Financial

https://doi.org/10.1016/j.jfineco.2008.10.007 Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21

Badan Peneliti Universitas Diponegoro, Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020,

(9)

DIPONEGORO OF ACCOUNTING http://ejournal-s1.undip.ac.id/index

Hadamean, V. (2019). “Pengaruh Tata Kelola Peusahaan, Struktur Kepemilikan, dan Profitabilitas Terhadap Kebijakan Dividen di Indonesia”.

of Accounting, Vol. 8, No. 4, pp

Jensen, C., & Meckling, H. (1976). "Theory of The Firm: Managerial Behavior, Agency Costs and Ownership Structure".

4, pp. 305-360.

Korir, A. C., dan Cheruiyot, P. T. (2017). “Effect of Corporate Governance on Firm.”

Effect of Corporate Governance on Firm Performance,

Maher, M., dan Andersson, T. (1999). “Corporate Governance: Effects on Firm Performance and Economic Growth.”

November 1999.

Ntim, C., & Osei, K. (2013). “The Impact of Corporate Board Meetings on Corporate Performance in South Afr

2(2), 83–103. http://www.ajol.info/index.php/aref/article/view/86950

Nugroho, F. A., dan Rahardjo, S. N. (2014). “Analisis Pengaruh Corporate Social Responsibility dan Karakterisitik Good Corporate Governance

Kinerja Perusahaan”.

Risnanditya, M. H. (2018). “Pengaruh Corporate Governance Terhadap Kinerja Perusahaan di Indonesia”.

1.

DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Halaman 9

ACCOUNTING Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Halaman 1 s1.undip.ac.id/index JOURNAL.php/accounting ISSN (Online): 2337

“Pengaruh Tata Kelola Peusahaan, Struktur Kepemilikan, dan Profitabilitas Terhadap Kebijakan Dividen di Indonesia”. Diponegoro Journal

Vol. 8, No. 4, pp-.

Jensen, C., & Meckling, H. (1976). "Theory of The Firm: Managerial Behavior, Agency osts and Ownership Structure". Journal of Financial Economics,

Korir, A. C., dan Cheruiyot, P. T. (2017). “Effect of Corporate Governance on Firm.”

Effect of Corporate Governance on Firm Performance, Vol. 2, 29

n Andersson, T. (1999). “Corporate Governance: Effects on Firm Performance and Economic Growth.” The Journal of Law and Economics, Ntim, C., & Osei, K. (2013). “The Impact of Corporate Board Meetings on Corporate

Performance in South Africa.” African Review of Economics and Finance, http://www.ajol.info/index.php/aref/article/view/86950

Nugroho, F. A., dan Rahardjo, S. N. (2014). “Analisis Pengaruh Corporate Social Responsibility dan Karakterisitik Good Corporate Governance

Kinerja Perusahaan”. Diponegoro Journal of Accounting, Vol. 3, No. 2, h. 2.

Risnanditya, M. H. (2018). “Pengaruh Corporate Governance Terhadap Kinerja Perusahaan di Indonesia”. Diponegoro Journal of Accounting

DIPONEGORO JOURNAL OF ACCOUNTING Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020, Halaman 1-9

ISSN (Online): 2337-3806

9

“Pengaruh Tata Kelola Peusahaan, Struktur Kepemilikan, dan Diponegoro Journal Jensen, C., & Meckling, H. (1976). "Theory of The Firm: Managerial Behavior, Agency Journal of Financial Economics, Vol. 3, No.

Korir, A. C., dan Cheruiyot, P. T. (2017). “Effect of Corporate Governance on Firm.”

Vol. 2, 29–51.

n Andersson, T. (1999). “Corporate Governance: Effects on Firm The Journal of Law and Economics, 4-5 Ntim, C., & Osei, K. (2013). “The Impact of Corporate Board Meetings on Corporate African Review of Economics and Finance, http://www.ajol.info/index.php/aref/article/view/86950

Nugroho, F. A., dan Rahardjo, S. N. (2014). “Analisis Pengaruh Corporate Social Responsibility dan Karakterisitik Good Corporate Governance Terhadap

Vol. 3, No. 2, h. 2.

Risnanditya, M. H. (2018). “Pengaruh Corporate Governance Terhadap Kinerja Diponegoro Journal of Accounting, Vol. 7, No. 4, h.

Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020,

Referensi

Dokumen terkait

Standar kinerja adalah tolak ukur minimal kinerja yang harus dicapai karyawan secara individual atau kelompok pada semua indikator kinerjanya.. Dalam definisi ini, standar

program atau kegiatan sesuai dengan masukan yang digunakan. c) Hasil (out came) adalah tolak ukur kinerja berdasarkan tingkat. keberhasilan yang dicapai berdasarkan tingkat

Hal ini ditambah lagi oleh kondisi dimana praktek perusahaan yang menganut one-tier board cenderung memasukkan jumlah direktur eksekutif secara mayoritas yang biasanya dihubungkan

Dengan demikian bisa dilihat bahwa tata letak menjadi faktor penentu suatu proses produksi dalam perusahaan dan menjadi tolak ukur bagi karyawan untuk dapat

Kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi yang meliputi pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang dituangkan dalam EWMP merupakan tolak ukur terhadap keberhasilan

Kinerja keuangan perusahaan yang telah melakukan tindakan merger perlu diukur dari efisiensinya diproksikan dengan beberapa tolak ukur yang tercermin di

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Tata Kelola Perusahaan yang diukur dengan Umur Perusahaan, Ukuran Perusahaan dan Kepemilikan Manajerial,

Penelitian Like (2012) juga memberikan kesimpulan bahwa tata kelola perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan yang diukur dengan ROE dan