• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAMALAN PENDAPATAN KABUPATEN TOBA SAMOSIR DARI SEKTOR PAJAK HOTEL UNTUK TAHUN LAPORAN TUGAS AKHIR RONAULI SIMANJUNTAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERAMALAN PENDAPATAN KABUPATEN TOBA SAMOSIR DARI SEKTOR PAJAK HOTEL UNTUK TAHUN LAPORAN TUGAS AKHIR RONAULI SIMANJUNTAK"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

PERAMALAN PENDAPATAN KABUPATEN TOBA SAMOSIR DARI SEKTOR PAJAK HOTEL

UNTUK TAHUN 2018-2019

LAPORAN TUGAS AKHIR

RONAULI SIMANJUNTAK 152407067

PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN 2018

(2)

PERAMALAN PENDAPATAN KABUPATEN TOBA SAMOSIR DARI SEKTOR PAJAK HOTEL

UNTUK TAHUN 2018-2019

LAPORAN TUGAS AKHIR

Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat memperoleh gelar Ahli Madya

RONAULI SIMANJUNTAK 152407067

PROGRAM STUDI D3 STATISTIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN 2018

(3)
(4)

PERAMALAN PENDAPATAN KABUPATEN TOBA SAMOSIR DARI SEKTOR PAJAK HOTEL

UNTUK TAHUN 2018-2019

ABSTRAK

Pajak adalah pungutan wajib yang dibayar rakyat untuk negara dan akan digunakan untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat umum. Pajak merupakan salah satu sumber dana pemerintah untuk melakukan pembangunan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Sejak tahun 1999 pembagian pajak menurut wewenang pemungutan pajak dipisahkan menjadi pajak pusat (negara) dan pajak daerah (lokal).

Pajak pusat merupakan pajak yang dipungut pemerintah pusat melalui instansi terkait, sedangkan pajak daerah dipungut oleh pemerintah daerah dan terbatas hanya pada rakyat daerah itu sendiri, contohnya: pajak hotel, pajak hiburan, pajak restoran.

Alasannya mengapa memilih pajak hotel yang berperan dalam Pendapatan Asli Daerah salah satunya karena memberikan suatu nilai tambah pada pendapatan daerah itu sendiri, sebagai andalan bagi Pemerintah Daerah setempat, sebagai prospek ke depan yang mengutamakan kualitas dan kenyamanan bagi pengujung dan memiliki akses dan kerjasama dalam meningkatkan pariwisata daerah. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pendapatan Kabupaten Toba Samosir dari Sektor Pajak Hotel untuk tahun 2018-2019. Oleh sebab itu, peramalan sangat penting dalam menentukan pendapatan pajak hotel yang diterima pemerintah daerah. Untuk tren yang sifatnya jangka pendek dan menengah, kemungkinan tren akan mengikuti pola linear. Namun demikian, dalam jangka panjang pola bisa berubah tidak linear. Oleh sebab itu, apabila polanya tidak linear dan diduga dengan persamaan linear, hasil ramalannya akan berbeda atau tidak cocok. Salah satu metode yang tidak linear dan yang akan digunakan adalah Metode Tren Kuadratis (Quadratic Tren Method). Perencanaan dan peramalan dua hal yang sangat erat kaitannya, hal ini dapat dilihat dalam penyusunan rencana, yang juga melibatkan peramalan.

Dengan .mengetahui kondisi masa depan, akan mendorong mempersiapkan segala sesuatu sedini mungkin, sehingga hasil yang dicapai dapat optimal.

Kata kunci : Pajak, Peramalan, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Tren Kuadratis

(5)

INCOME FORECASTING DISTRICT TOBA SAMOSIR FROM HOTEL TAX SECTOR

YEAR 2018-2019

ABSTRACT

Tax is a compulsory levy that people pay for the state and will be used for the benefit of the government and the general public. Taxes are one of the government's funding sources for development, both central and local governments. Since 1999 the division of taxes by taxation authority has been separated into central (state) and local (local) taxes.). Central taxes are taxes levied by the central government through relevant agencies, while local taxes are levied by local governments and are limited to the people of the region itself, for example: hotel taxes, entertainment taxes, restaurant taxes. The reason why choose hotel taxes that play a role in the Local Revenue one of them because it gives an added value to the regional income itself, as a mainstay for the local government, as the future prospects that prioritizes the quality and comfort for the end and have access and cooperation in improving regional tourism. The purpose of this research is to know the income picture of Toba Samosir Regency from Hotel Tax Sector for year 2018-2019. Therefore, forecasting is very important in determining the hotel's tax revenue received by the local government. For short and medium term trends, it is likely that trends will follow a linear pattern. However, in the long run the pattern may change is not linear.

Therefore, if the pattern is not linear and predicted by a linear equation, the prediction result will be different or unsuitable. One method that is not linear and that will be used is Quadratic Trend Method. Planning and forecasting two very closely related things, this can be seen in the preparation of the plan, which also involves forecasting. By knowing the future conditions, will encourage to prepare everything as early as possible, so that the results achieved can be optimal.

Keywords: Taxes, Forecasting, Central Government, Local Government, Quadratic Trends

(6)

PERNYATAAN ORISINALITAS

PERAMALAN PENDAPATAN KABUPATEN TOBA SAMOSIR DARI SEKTOR PAJAK HOTEL

UNTUK TAHUN 2018-2019

LAPORAN TUGAS AKHIR

Saya menyatakan bahwa laporan tugas akhir ini adalah hasil karya sendiri, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.

Medan, 05 Juni 2018

Ronauli Simanjuntak 152407067

(7)

PENGHARGAAN

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang, dengan limpah karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan tugas akhir ini dengan judul Peramalan Pendapatan Kabupaten Toba Samosir dari Sektor Pajak Hotel Untuk Tahun 2018-2019.

Terima kasih penulis sampaikan kepada Bapak Dr. Pasukat Sembiring, M.Si selaku Pembimbing yang telah meluangkan waktunya selama penyusun laporan tugas akhir ini. Terima kasih kepada Ibu Dr. Elly Rosmaini, M.Si selaku Ketua Program Studi dan Bapak Dr. Open Darnius, M.Sc selaku Sekretaris Program Studi D3 Statistika FMIPA – USU Medan, Bapak Dr. Kerista Sebayang M.S, selaku Dekan FMIPA USU, seluruh staf dan dosen Program Studi D3 Statistika FMIPA USU, pegawai dan rekan-rekan kuliah.

Akhirnya tidak terlupakan kepada Ayahanda Jonri Simanjuntak dan Ibunda Santaria Sirait, dan keluaga yang selama ini memberikan bantuan dan dorongan yang diperlukan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa akan membalasnya.

Medan, 05 Juni 2018

Ronauli Simanjuntak

(8)

DAFTAR ISI

Halaman

PENGESAHAN LAPORAN TUGAS AKHIR i

ABSTRAK ii

ABSTRACT iii

PERNYATAAN ORISINALITAS iv

PENGHARGAAN v

DAFTAR ISI vi

DAFTAR TABEL viii

DAFTAR GAMBAR ix

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang 1

1.2 Perumusan Masalah 3

1.3 Batasan Masalah 3

1.4 Tujuan Penelitian 3

1.5 Manfaat Penelitian 3

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Peramalan 4

2.2 Metode Peramalan 4

2.3 Metode Tren 7

2.4 Metode Analisis Tren 9

2.4.1 Metode Tren Kuadratis 9

2.5 Menentukan e kuadratis 10

BAB 3 METODE PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian 11

3.2 Objek Penelitian 11

3.3 Sumber Data 12

(9)

3.4 Teknik Pengumpulan Data 12

3.5 Populasi dan Sampel 13

3.5.1 Populasi 13

3.5.2 Sampel 13

3.6 Metode Analisis Data 14

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Pengolahan Data dan Evaluasi 15

4.2 Menentukan Ŷ 17

4.3 Menentukan e kuadratis 23

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan 24

5.2 Saran 24

DAFTAR PUSTAKA 25

LAMPIRAN 26

(10)

DAFTAR TABEL

Nomor Halaman

Tabel

Tabel 4.1 Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dari 16 Sektor Pajak Hotel

Tabel 4.2 Nilai-nilai koefisiennya 18

Tabel 4.3 Pendapatan Kab. Toba Samosir menggunakan 21 data ramalan 2018-2019

Tabel 4.4 Koefisien-koefisiennya 23

(11)

DAFTAR GAMBAR

Nomor Halaman

Gambar

Gambar 4.1 Pendapatan Kab. Toba Samosir tahun 2010-2017 17 Gambar 4.2 Pendapatan Kab. Toba Samosir menggunakan 22

data ramalan tahun 2018-2019

(12)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pajak adalah pungutan wajib yang dibayar rakyat untuk negara dan akan digunakan untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat umum. Yang merupakan salah satu sumber dana pemerintah utuk melakukan pembangunan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Sejak tahun 1999 pembagian pajak menurut wewenang pemungutan pajak dipisahkan menjadi pajak pusat (negara) dan pajak daerah (lokal). Pajak pusat merupakan pajak yang dipungut pemerintah pusat melalui instansi terkait, contohnya: pajak pertambahan nilai, pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan. Untuk pajak daerah dipungut oleh pemerintah daerah dan terbatas hanya pada rakyat daerah itu sendiri, contohnya: pajak hotel, pajak hiburan, pajak restoran. Yang menjadi dasar pemungutan oleh pemerintah daerah adalah Undang- Undang Nomor 25 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah mengatakan bahwa Pemerintah dan masyarakat di daerah dipersilahkan mengurus rumah tangganya sendiri secara bertanggung jawab.

Dengan demikian langkah-langkah yang diambil dengan menggali segala kemungkinan sumber keuangannya sendiri sesuai dengan dan dalam batas-batas peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) bersumber dari pajak dan retribusi daerah serta hasil usaha daerah sendiri. Yang diatur lebih lanjut oleh Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang merupakan perubahan dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997.

(13)

2

Pajak Daerah Kabupaten/Kota menurut UU 34/2000 terdiri dari:

1. Pajak Hotel.

2. Pajak Restoran.

3. Pajak Hiburan.

4. Pajak Reklame.

5. Pajak Penerangan Jalan.

6. Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C.

7. Pajak Parkir.

Dari beberapa macam pajak tersebut yang hendak menjadi perhatian adalah penerimaan pajak dari sektor Hotel. Pada sektor ini nilai realisasi yang tercapai tidak terlalu besar dibandingkan dengan pajak lainnya.

Alasannya mengapa memilih pajak hotel yang berperan dalam PAD salah satunya karena memberikan suatu nilai tambah pada pendapatan daerah itu sendiri, sebagai andalan bagi Pemda setempat, sebagai prospek ke depan yang mengutamakan kualitas dan kenyamanan bagi pengujung dan memiliki akses dan kerjasama dalam meningkatkan pariwisata daerah.

Peningkatan kualitas dan pelayanan hotel merupakan faktor yang sangat mendukung dengan alasan:

1. Hotel merupakan ujung tombak dalam peyumbang keuangan daerah yang dapat digunakan untuk pembiayaan pembangunan.

2. Hotel juga dapat meningkatkan kemajuan daerah itu sendiri.

3. Jika kinerja administrasi perhotelan tidak bagus, sehingga proses pelayanan tidak sesuai dengan yang diharapkan yang dapat memperburuk daerah.

4. Untuk mewujudkan tujuan pembangunan daerah, harus ada kerjasama yang baik antara Pemda dan juga pemilik hotel.

Dengan dasar ini yang menjadikan penulis ingin melakukan penelitian terhadap sektor pajak daerah khususnya pajak hotel. Sehingga penulis merumuskannya dalam tugas akhir ini dengan mengangkat judul “PERAMALAN PENDAPATAN KABUPATEN TOBA SAMOSIR DARI SEKTOR PAJAK HOTEL TAHUN 2018-2019”.

(14)

3

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, yang menjadi perumusan masalah penelitian ini adalah masalah perekonomian di daerah Kabupaten Toba Samosir yang terus berkembang. Sehingga diperlukan penelitian yang dapat memaparkan sejauh mana perkembangan setiap sektor pendapatan daerah tersebut dalam pembangunan daerahnya. Adapun sektor yang dimaksud adalah : Pajak Hotel. Data yang diperoleh data tahunan mulai tahun 2010 s/d 2017.

1.3 Batasan Masalah

Agar pembahasan yang akan dilakukan terarah maka ditentukan beberapa pembatasan permasalahan, yaitu:

1. Untuk mengetahui pendapatan daerah Kabupaten Toba Samosir dari sektor pajak hotel pada tahun 2018 dan 2019.

2. Data yang akan diolah adalah realisasi pajak hotel dari tahun 2010 s/d 2017.

1.4 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan ramalan gambaran umum tentang pendapatan daerah Toba Samosir tahun 2018-2019.

1.5 Manfaat Penelitian

Adapun penelitian ini diharapkan memberikan manfaat untuk mengetahui sejauh mana peningkatan yang bertambah dalam kurun dua tahun ke depan (2018- 2019) bagi pendapatan daerah Kabupaten Toba Samosir dari Pajak Hotel dan juga untuk mengetahui besarnya kontribusi yang diberikan terhadap Pendapatan Asli Daerah terhadap pajak hotel.

(15)

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Peramalan

Peramalan (forecasting) adalah kegiatan mengestimasi apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang dengan waktu yang relatif lama (Assauri, 1991).

Sedangkan ramalan adalah situasi atau kondisi yang akan diperkirakan akan terjadi pada masa yang akan datang. Untuk memprediksikan hal tersebut diperlukan data yang akurat dimasa lalu, untuk dapat melihat situasi di masa yang akan datang.

Pada umumnya kegunaan peramalan adalah sebagai berikut:

1. Sebagai alat bantu dalam perencanaan yang efektif dan efisien.

2. Untuk menentukan kebutuhan sumber daya di masa yang akan datang.

3. Untuk membuat keputusan yang tepat.

Kegunaan peramalan terlihat pada saat pengambilan keputusan yang didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan yang akan terjadi pada waktu akan dilaksanakan.

2.2 Metode Peramalan

Metode peramalan merupakan bagian dari ilmu statistika. Salah satu metode peramalan adalah deret waktu. Metode ini disebut sebagai metode peramalan deret waktu karena memiliki karakteristik bahwa data yang dianalisis bersifat deret waktu.

Metode peramalan adalah suatu cara memperkirakan atau mengestimasi secara kuantitatif apa yang akan terjadi pada masa depan, berdasarkan data yang relevan pada masa lalu.

(16)

5

Peramalan berdasarkan metode terbagi menjadi 2 yaitu:

1. Metode Kuantitatif

Metode Peramalan Kuantitatif dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu a. Model seri waktu/ metode deret berkala (time series) metode yang

dipergunakan untuk menganalisis serangkaian data yang merupakan fungsi dari waktu.

Menurut Boediono (2004), terdapat empat jenis rangkaian waktu yaitu:

1. Gerakan Jangka Panjang (Long Time Movement)

Gerakan trend jangka panjang adalah suatu gerakan yang menunjukkan arah perkembangan atau kecenderungan secara umum dari deret berkala yang meliputi jangka waktu yang panjang. Pada umumnya, jangka waktu yang digunakan sebagai ukuran adalah sepuluh tahun lebih, ciri gerakan ini kadang – kadang menunjukkan variasi sekuler yang menyerupai garis lurus, yang disebut garis arah (trend line).

2. Gerak Musiman (Seasonal Variation)

Ciri dari gerakan ini adalah gerakan yang mempunyai pola – pola tetap atau identik dari waktu ke waktu dengan jangka waktu tertentu, gerakan tersebut dapat terjadi karena adanya peristiwa – peristiwa tertentu.

3. Gerak Melingkar (Siklis)

Gerak ini merupakan variasi rangkaian waktu yang menunjukkan gerakan berayun di sekitar arah atau kurva arah.

Lingkaran atau siklis itu bisa bersifat berkala atau tidak. Dalam bidang ekonomi dan perdagangan untuk menilai hal ini harus diadakan observasi sedikitnya satu tahun penuh.

(17)

6

4. Gerakan Acak (Random)

Gerakan random adalah rangkaian waktu yang menunjukkan gerakan yang tak teratur yang disebabkan oleh faktor – faktor di luar dugaan, seperti wabah, gempa bumi, dan sebagainya.

Model Seri Waktu / Metode deret berkala, terbagi menjadi : 1) Rata-rata bergerak (moving averages),

2) Penghalusan eksponensial (exponential smoothing), 3) Proyeksi tren (trend projection)

b. Model/metode kausal (causal/explanatory model), mengasumsikan variabel yang diramalkan menunjukkan adanya hubungan sebab akibat dengan satu atau

beberapa variabel bebas (independent variable).

Metode yang termasuk dalam jenis ini adalah:

1) Metode Regresi dan Korelasi

Metode regresi dan kolerasi, merupakan metode yang digunakan baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek dan didasarkan kepada persamaan dengan teknik least squares yang dianalisis secara statis.

2) Model Input Output, merupakan metode yang digunakan untuk peramalan jangka panjang yang biasa digunakan untuk menyusun trend ekonomi jangka panjang.

3) Model ekonometri, merupakan peramalan yang digunakan untuk jangka panjang dan jangka pendek.

2. Metode Kualitatif

Umumnya bersifat subyektif, dipengaruhi oleh intuisi, emosi, pendidikan dan pengalaman seseorang. Oleh karena itu hasil peramalan dari satu orang dengan oran lain dapat berbeda.

(18)

7

Meskipun demikian, peramalan kualitatif dapat menggunakan teknik/metode peramalan, yaitu:

1. Juri dari Opini Eksekutif : metode ini mengambil opini atau pendapat dari sekelompok kecil manajer puncak/top manager (pemasaran, produksi, teknik, keuangan dan logistik), yang seringkali dikombinasikan dengan model-model statistik.

2. Gabungan Tenaga Penjualan : setiap tenaga penjual meramalkan tingkat penjualan di daerahnya, yang kemudian digabung pada tingkat provinsi dan nasional untuk mencapai ramalan secara menyeluruh.

3. Metode Delphi : dalam metode ini serangkaian kuesioner disebarkan kepada responden, jawabannya kemudian diringkas dan diberikan kepada para ahli untuk dibuat peramalannya. Metode memakan waktu dan melibatkan banyak pihak, yaitu para staf, yang membuat kuesioner, mengirim, merangkum hasilnya untuk dipakai para ahli dalam menganalisisnya. Keuntungan metode ini hasilnya lebih akurat dan lebih profesional sehingga hasil peramalan diharapkan mendekati aktualnya.

4. Survai Pasar (market survey) : Masukan diperoleh dari konsumen atau konsumen potensial terhadap rencana pembelian pada periode yang diamati.

Survai dapat dilakukan dengan kuesioner, telepon, atau wawancara langsung.

2.3 Metode Tren

Tren adalah suatu gerakan kecenderungan naik atau turun dalam jangka panjang yang diperoleh dari rata-rata perubahan dari waktu ke waktu dan nilainya cukup rata atau mulus (smooth). Tren data berkala bisa berbentuk tren yang menurun disebut tren negatif dan tren yang meningkat disebut tren positif.

Tren menunjukkan perubahan waktu yang relatif panjang dan stabil. Kekuatan yang dapat memengaruhi tren adalah perubahan populasi, harga, teknologi dan produktivitas.

(19)

8

1) Tren Positif

Tren positif memepunyai kecenderungan nilai ramalan (Y’) meningkat dengan meningkatnya waktu (X).

Persamaan tren positif adalah:

̂ = a +b X Dimana:

a = Konstanta

b = Tingkat kecenderungan

Apabila X naik satu satuan, maka Y’ akan naik sebesar b satuan. Tren positif mempunyai slope/gradien/kemiringan garis yang positif, yaitu dari bawah ke atas.

2) Tren Negatif

Trend negatif mempunyai kecenderungan nilai ramalan (Y’) menurun dengan meningkatna waktu (X).

Persamaan tren negatif adalah:

̂ = a – b X

Dimana:

a = Konstanta

b = Tingkat kecenderungan

(20)

9

Apabila X naik satu satuan, maka Y’ akan turun sebesar b satuan.

Tren negatif mempunyai slope/gradien/kemiringan garis yang negatif, yaitu dari atas ke bawah.

2.4 Metode Analisis Tren

Untuk melakukan peramalan dengan analisis tren terdapat beberapa cara, yaitu:

1. Metode semi rata-rata (semi average method) 2. Metode kuadrat terkecil (least square method) 3. Metode tren kuadratis (quadratic trend method) 4. Metode tren eksponensial (exponential trend method)

2.4.1 Metode Tren Kuadratis (Quadratic Trend Method)

Untuk tren yang sifatnya jangka pendek dan menengah, kemungkinan tren akan mengikuti pola linear. Namun demikian, dalam jangka panjang pola bisa berubah tidak linear. Oleh sebab itu, apabila polanya tidak linear dan diduga dengan persamaan linear, hasil ramalannya akan berbeda atau tidak cocok. Salah satu metode yang tidak linear adalah metode kuadratis.

Persamaan tren kuadratis dirumuskan sebagai berikut:

̂ = a + b X + c X2

Dimana:

Y’ = Dependent variable (variabel yang dicari)

X = Independent variable (variabel yang mempengaruhinya) a = b = c = parameter koefisien regresi

(21)

10

Koefisien a, b dan c dicari dengan rumus sebagai berikut:

∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑

∑ ∑ ∑ ∑ ∑

2.5 Menentukan e kuadratis

Untuk membuat suatu keputusan yang akan dilakukan di masa yang akan datang berdasarkkan deret waktu diperlukan suatu metode peramalan yang paling baik sehingga memiliki nilai kesalahan yang cenderung kecil. Setiap ramalan tidak terlepas dari kesalahan (error). Untuk mencari persamaan error adalah sebagai berikut:

E kuadratis = (Y – Ŷ)2

(22)

BAB 3

METODE PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Adapun pengertian dari metode deskriptif analitis menurut Sugiyono (2009) adalah suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum.

Dengan kata lain, penelitian deskriptif analitis ini mengambil masalah atau memusatkan perhatian kepada masalah-masalah sebagaimana adanya saat penelitian dilaksanakan, hasil penelitiannya kemudian diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulannya. Penggunaan metode ini digunakan untuk menggambarkan penerapan pengendalian kualitas statistik terhadap produksi tertentu.

3.2 Objek Penelitian

Menurut Sugiyono (2009), menyatakan bahwa objek penelitian merupakan suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Berdasarkan definisi diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa objek penelitian adalah sesuatu hal yang akan diteliti dengan mendapatkan data untuk tujuan tertentu dan kemudian dapat ditarik kesimpulannya. Maka, objek penelitian yang penulis angkat adalah pendapatan Kabupaten Toba Samosir dari Sektor Pajak Hotel tahun 2018-2019.

(23)

12

3.3 Sumber Data

Sumber data adalah segala sesuatu yang dapat memberikan informasi mengenai data.

Berdasarkan sumbernya, data dibedakan menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder.

a. Data primer, yaitu data yang diambil langsung dan diolah dari objek penelitian yang belum mengalami pengolahan lebih lanjut. Pada penelitian ini, data primer yang penulis gunakan berupa data kuantitatif dan kualitatif, atau berupa angka- angka mengenai jumlah produksi dan jumlah produksi gagal/rusak paving block.

b. Data sekunder, yaitu data yang telah dikumpulkan untuk maksud selain menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Data sekunder yang penlis gunakan adalah literature, artikel, jurnal serta situs di internet yang berkenaan dengna penelitian yang penulis lakukan.

Sumber datanya dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Toba Samosir, Jl. A.B. Silalahi Kompleks Perkantoran Simanjalo, Balige, Toba Samosir.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Data yang diperoleh dari penelitian ini dikumpulkan melalui beberapa cara sebagai berikut :

1. Penelitian lapangan

a. Wawancara, yaitu melakukan tanya jawab dan diskusi secara langsung dengan pihak perusahaan, khususnya dengna bagian yang berhibungan dengan objek penelitian.

b. Dokumentasi, yaitu mempelajari dokumen yang berkaitan dengan seluruh data yang diperlukan dalam penelitian. Dalam pelaksanaannya, penulis mempelajari benda-benda tertulis seperti laporan produksi serta dokumen lain dalam perusahaan yang relevan dengan kepentingan penelitian.

(24)

13

2. Studi Kepustakaan

Nazir(2003) mengemukakan bahwa yang dimaksud dengna studi kepustakaan adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatan-catatan dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti.

Dengan kata lain, studi kepustakaan yaitu mengadakan penelitian dengan cara mempelajari dan membaca literatur-literaturyang ada hubungannya dengan permasalahan yang menjadi objek penelitian.

3.5 Populasi dan Sampel 3.5.1 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karateristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono,2009).

3.5.2 Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah atau karateristik tertentu yang diambil dari suatu populasi yang akan diteliti secara rinci.

(25)

14

3.6 Metode Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu metode yang dilakukan dengan terlebih dahulu mengumpulkan data yang ada kemudian dikalsifikasikan, dianalisis selanjutnya diinterpretasikan sehingga dapat memberikan pemecahan terhadap permasalahan.

(26)

BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Pengolahan Data dan Evaluasi

Data merupakan alat bagi pengambilan keputusan untuk memecahkan suatu persoalan. Keputusan dikatakan baik jika pengambilan keputusan tersebut didasarkan atas data yang baik. Data yang digunakan merupakan data masa lalu yang perlu dianalisis kembali. Alasan menggunakan data masa lalu ini telah dijawab oleh seorang ahli ekonomi Nerlove (Gujarati, 1995) mengatakan perilaku manusia banyak dipengaruhi kondisi atau waktu sebelumnya.

Data yang diperoleh dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah merupakan Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dari sektor Pajak Hotel tahun 2010-2017.

(27)

16

Adapun datanya sebagai berikut:

Tabel 4.1 Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dari sektor Pajak Hotel

Tahun Periode Realisasi (Rp)

2010 1 59.057.937

2011 2 521.647.784

2012 3 277.003.228

2013 4 331.864.525

2014 5 359.574.830

2015 6 690.246.548

2016 7 876.408.802

2017 8 1.016.827.217

Sumber: Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah

(28)

17

Dengan menggunakan data Pendapatan Kabupaten Toba Samosir dari Sektor Pajak Hotel tahun 2010-2017, maka diperoleh grafik seperti dibawah ini.

Gambar 4.1 Pendapatan Kabupaten Toba Samosir dari Sektor Pajak Hotel tahun 2018-2019

4.2 Menentukan ̂ (Y ramalan)

Dengan menggunakan data diatas, maka dilakukan analisis tren dengan Metode Tren Kuadratis (Quadratic Trend Method) untuk meramalkan Realisasi Pajak Hotel pada tahun 2018-2019.

0 200 400 600 800 1000 1200

1 2 3 4 5 6 7 8

Pendapatan Kab. Toba Samosir 2010-2017

periode Y

(29)

18

Tabel 4.2 Nilai-nilai koefisiennya

Tahun Periode Y X XY X2 X2Y X4

2010 1 59,058 -3,5 -206,703 12,25 723,4605 150,0625

2011 2 521,648 -2,5 -1304,12 6,25 3260,3 39,0625

2012 3 277,004 -1,5 -415,506 2,25 623,259 5,0625

2013 4 331,865 -0,5 -165,933 0,25 82,96625 0,0625

2014 5 359,575 0,5 179,7875 0,25 89,89375 0,0625

2015 6 690,247 1,5 1035,371 2,25 1553,056 5,0625

2016 7 876,409 2,5 2191,023 6,25 5477,556 39,0625

2017 8 1.016,83 3,5 3558,898 12,25 12456,14 150,0625

Jumlah 4132,634 4872,817 42 24266,63 388,5

Dari tabel diatas, diperoleh data sebagai berikut:

1. ∑ 2. ∑ 3. ∑

4. ∑ 5. ∑

(30)

19

Selanjutnya mencari koefisien a, b dan c:

∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑

∑ ∑ ∑ ∑ ∑

(31)

20

Sehingga tren kuadratik mempunyai persamaan:

̂ = 436,2572 + 116,0195 X + 15,29944 X2

Jadi, peramalan untuk tahun 2018 (X = 4,5) dan 2019 (X = 5,5) adalah

̂ (2018) = 436,2572 + 116,0195 (4,5) +15,29944 (4,5)2 = 436,2572 + 522,0878 + 309,8137

= 1.268,159

= Rp 1.268.159.000

̂ (2019) = 436,2572 + 116,0195 (5,5) + 15,29944 (5,5)2 = 43,2572 + 638,1073 + 462,8081

= 1.537,173

= Rp 1.537.173.000

Dengan menggunakan perhitungan di atas, diperoleh ramalan pendapatan Kabupaten Toba Samosir pada tahun 2018 sebesar Rp 1.268.159.000, dan pada tahun 2019 sebesar Rp 1.537.173.000.

(32)

21

Tabel 4.3 Pendapatan Kabupaten Toba Samosir dari Sektor Pajak Hotel dengan menggunakan data ramalan 2018-2019

Tahun Periode Realisasi (Rp)

2010 1 59.057.937

2011 2 521.647.784

2012 3 277.003.228

2013 4 331.864.525

2014 5 359.574.830

2015 6 690.246.548

2016 7 876.408.802

2017 8 1.016.827.217

2018 9 1.268.159.000

2019 10 1.537.173.000

(33)

22

Dan diperoleh grafik baru seperti dibawah ini, dengan menggunakan data ramalan 2018-2019.

Gambar 4.2 Pendapatan Kabupaten Toba Samosir dari Sektor Pajak Hotel dengan menggunakan data ramalan 2018-2019

0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 16000 18000

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Pendapatan Kab. Toba Samosir 2010-2019

periode Y

(34)

23

4.3 Menentukan e kuadratis Tabel 4.4 Koefisien-koefisiennya

E kuadratis = (Y –Ŷ)2 E kuadratis = 130.738,3202

Ini berarti bahwa rata-rata pendapatan sebenarnya akan menyimpang sebesar 130.738,3202.

Y X X2 Ŷ Y - Ŷ (Y – Ŷ)2

59,058 -3,5 12,25 217,6071 -158,54909 25137,81394

521,648 -2,5 6,25 241,83 279,81805 78298,14111

277,004 -1,5 2,25 296,6517 -19,64769 386,0317223

331,865 -0,5 0,25 382,0723 -50,20731 2520,773977

359,575 0,5 0,25 498,0918 -138,51681 19186,90665

690,247 1,5 2,25 644,7102 45,53681 2073,601065

876,409 2,5 6,25 821,9275 54,48155 2968,23929

1.016,83 3,5 12,25 1029,744 -12,91559 166,812465

JUMLAH 42 4132,634 130738,3202

(35)

BAB 5

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengolahan data, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Dari hasil perhitungan, diperoleh nilai-nilai koefisien sebagai berikut:

Sehingga diperoleh persamaan sebagai berikut:

̂ = 436,2572 + 116,0195 X + 15,29944 X2

Diperoleh ramalan sebagai berikut:

̂ (2018) = Rp 1.268.159.000 ̂ (2019) = Rp 1.537.173.000

2. Diperoleh nilai e kuadratis = 130.738,3202.

5. 2 Saran

Adapun saran yang dapat diberikan penulis adalah sebagai berikut:

Dari data masa lalu yang diperoleh dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, terlihat bahwa Pajak Hotel dari tahun ke tahun semakin meningkat. Meningkat nya nilai pendapatn pajak tak luput juga dari meningkatnya jumlah hotel yang berdiri.

Dan kiranya akan semakin bertambahnya peningkatan dalam Pariwisata juga, karena kebanyakan pendapatan masyarakat daerah itu juga dari Pariwisata.

(36)

25

DAFTAR PUSTAKA

Suharyadi; Purwanto S.K. 2015. Statistika untuk Ekonomi dan Keuangan Modern.

Jakarta: Salemba Empat.

Makridakis, Spyros; Steven C. Wheelwright dan Victor E. McGee. Metode dan Aplikasi Peramalan. Penerjemah Abdul Basit. Jakarta: Erlangga

Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito

(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)

Referensi

Dokumen terkait

Tanggal Waktu Tempat Kuota Program Studi N P M.. 08.00 s/d 09.00

Pokja Bidang Konstruksi I ULP Kabupaten Klaten akan melaksanakan [Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung] dengan pascakualifikasi untuk paket pekerjaan konstruksi secara

Nama Paket Pekerjaan : Pengadaan Jasa Konsultansi Perencanaan Rehabilitasi Atap dan Perluasan Gedung Kantor pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe

Drawing on some pretty well-established social psychological research on values (Rokeach, 1973), we can say that organisations largely focused on the first reason view diversity as a

This paper presents a real-time object detection unified to humanoid robot soccer to detect white ball and goal with different pattern and position. YOLO was

Hasil dari studi terhadap sembilan versi iklan VIY 2008 menunjukkan delapan tanda visual yang sering digunakan di dalam iklan VIY 2008 sebagai citraan Indonesia

dan kesusilaan yang baik. Syarat ini dapat dilihat dalam ketentuan Pasal 1335 KUH Perdata yang menyatakan: “suatu persetujuan tanpa sebab, atau yang telah dibuat karena sesuatu

Merupakan jaringan ikat yang terdiri dari komponen sel-sel yang sedikit, serat-serat. dominan dan lebih banyak dibandingkan jaringan