• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 69 TAHUN : 2004 SERI : D NOMOR : 28

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 69 TAHUN : 2004 SERI : D NOMOR : 28"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBARAN DAERAH

KABUPATEN KEBUMEN

NOMOR : 69 TAHUN : 2004 SERI : D NOMOR : 28 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN

NOMOR 57 TAHUN 2004 TENTANG

PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KELURAHAN KABUPATEN KEBUMEN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEBUMEN,

Menimbang

Mengingat

:

:

a. bahwa dengan telah diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah dan Keputusan Bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Menteri Dalam Negeri Nomor : 01/SKB/M.PAN/4/2003 dan Nomor 17 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil maka perlu penyesuaian kelembagaan;

b. bahwa sehubungan dengan hal tersebut, maka semua peraturan-peraturan yang mengatur mengenai Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kelurahan Kabupaten Kebumen perlu ditinjau dan diatur kembali;

c. bahwa untuk melaksanakan maksud tersebut diatas, perlu ditetapkan dengan Peraturan Daerah untuk mengaturnya.

1. Undang-undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah jo. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1950 tentang Penetapan Mulai Berlakunya Undang-undang Nomor 13 Tahun 1950;

2. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839);

3. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah ( Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 72,

(2)

Tambahan Lembaran Negara Nomor 3848 );

4. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi Sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah ( Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 202, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4022);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 4262);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 4263);

8. Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1999 tentang Teknik Penyusunan Peraturan Perundang-undangan dan Bentuk Rancangan Undang-undang, Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancangan Keputusan Presiden (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 70);

9. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 130-67 Tahun 2002 tentang Pengakuan Kewenangan Kabupaten dan Kota;

10. Keputusan Bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Menteri Dalam Negeri Nomor : 01/SKB/M.PAN/4/2003 dan Nomor 17 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil;

11. Keputusan Menteri Dalam negeri Nomor : 159 Tahun 2004 tentang Pedoman Organisasi Kelurahan;

12. Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kebumen Nomor : 75/KPTS-DPRD/2001 tentang Peraturan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kebumen.

Dengan persetujuan

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KEBUMEN MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KELURAHAN KABUPATEN KEBUMEN.

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kabupaten Kebumen.

(3)

2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Kebumen.

3. Peraturan Daerah adalah Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen.

4. Bupati adalah Bupati Kebumen.

5. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kebumen.

6. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen.

7. Perangkat Daerah adalah Organisasi/Lembaga pada Pemerintah Daerah yang bertanggung jawab kepada Bupati dan membantu Bupati dalam penyelenggaraan pemerintahan yang terdiri atas Sekretariat Daerah, Dinas Daerah dan Lembaga Teknis Daerah, Kecamatan dan Kelurahan sesuai dengan kebutuhan Daerah.

8. Kecamatan adalah kecamatan yang ada di Kabupaten Kebumen yang merupakan wilayah kerja Camat sebagai perangkat Daerah Kabupaten Kebumen.

9. Camat adalah Kepala Kecamatan.

10. Kelurahan adalah wilayah kerja Lurah sebagai perangkat Daerah Kabupaten dibawah Kecamatan.

11. Lurah adalah Kepala Kelurahan.

12. Kelompok Jabatan Fungsional adalah Kelompok Pegawai Negeri Sipil di Kelurahan yang diberi hak dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang sesuai bidang keahliannya masing-masing.

13. Pegawai adalah Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Kebumen.

BAB II PEMBENTUKAN

Pasal 2

Dengan Peraturan Daerah ini dibentuk Organisasi dan Tata Kerja Kelurahan Kabupaten Kebumen.

BAB III

KEDUDUKAN, TUGAS POKOK, FUNGSI DAN SUSUNAN ORGANISASI Bagian Kesatu

Kedudukan Pasal 3

(1) Kelurahan adalah wilayah kerja Lurah sebagai perangkat daerah Kabupaten di bawah Kecamatan.

(2) Kelurahan dipimpin oleh Lurah yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Camat.

Bagian Kedua Tugas Pokok dan Fungsi

Pasal 4

(1) Lurah mempunyai tugas melaksanakan kewenangan yang dilimpahkan oleh Camat

dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kehidupan masyarakat dalam Kelurahan.

(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Lurah mempunyai fungsi :

a. pelaksanaan penggerakan partisipasi masyarakat;

(4)

b. pelaksanaan tugas yang menjadi tanggung jawabnya dibidang pelayanan masyarakat;

c. pelaksanaan tugas yang menjadi tanggung jawabnya dibidang pemberdayaan masyarakat;

d. pelaksanaan tugas-tugas dalam rangka pembinaan ketentraman dan ketertiban;

e. pelaksanaan pengkoordinasian instansional dan kemasyarakatan di wilayah kerjanya.

Bagian Ketiga Susunan Organisasi

Pasal 5 (1) Susunan Organisasi Kelurahan terdiri dari :

a. Lurah;

b. Sekretariat;

c. Seksi Pemerintahan;

d. Seksi Ketentraman dan Ketertiban;

e. Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Sosial;

f. Seksi Pelayanan Umum;

g. Kelompok Jabatan Fungsional.

(2) Lurah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, membawahi Sekretaris Kelurahan dan Seksi – seksi.

(3) Sekretariat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, adalah unsur staf dipimpin oleh seorang Sekretaris Kelurahan yang dalam melaksanakan tugasnya berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Lurah.

(4) Seksi sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) huruf c sampai dengan huruf f, adalah unsur pelaksana, masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang dalam melaksanakan tugasnya berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Lurah.

(5) Bagan Susunan Organisasi Pemerintah Kelurahan sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Daerah ini dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan.

Pasal 6

Lurah mempunyai tugas memimpin pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4.

Pasal 7

(1) Sekretariat mempunyai tugas membantu Lurah di bidang pembinaan administrasi dan pelayanan teknis administrasi kepada seluruh satuan organisasi perangkat Kelurahan.

(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretaris

Kelurahan mempunyai fungsi :

a. pelaksanaan penyusunan rencana, pengendalian dan pengevaluasian pelaksanaan tugas Seksi-seksi;

b. pelaksanaan pengkoordinasian pelaksanaan tugas dan fungsi Lurah;

c. pelaksanaan pengkoordinasian dan pengendalian atas pelaksanaan kebijakan yang ditetapkan oleh Lurah;

d. pelaksanaan pengurusan surat menyurat dan kearsipan;

(5)

e. pelaksanaan pengurusan administrasi kepegawaian;

f. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan;

g. pelaksanaan urusan perlengkapan dan kerumahtanggaan;

h. pelaksanaan pengkoordinasian penyusunan naskah laporan;

i. pelaksanaan penyiapan rapat-rapat dinas, upacara, penerimaan tamu dan acara-acara lainnya.

Pasal 8

(1) Seksi Pemerintahan sebagaimana dimaksud Pasal 5 ayat (1) huruf c, mempunyai tugas menyusun rencana, mengevaluasi pelaksanaan penyusunan laporan bidang pemerintahan.

(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pemerintahan mempunyai fungsi :

a. pelaksanaan kegiatan Pemerintahan Kelurahan;

b. pelaksanaan pengumpulan, mensistematisasikan dan menganalisa data administrasi pemerintahan;

c. pelaksanaan penyusunan program penyelenggaraan pemerintahan;

d. pelaksanaan pemfasilitasian kegiatan sosial politik;

e. pelaksanaan pemfasilitasian proses pencalonan, pengangkatan, pemberhentian ketua Rukun warga (RW) dan Ketua Rukun Tetangga (RT);

f. pelaksanaan penyelenggaraan administrasi kependudukan dan catatan sipil;

g. pelaksanaan penyelenggaraan administrasi pertanahan dan mambantu penarikan Pajak Bumi dan Bangunan;

h. pelaksanaan pemfasilitasian kegiatan-kegiatan dalam rangka pelaksanaan pemilihan umum;

i. pelaksanaan evaluasi dan pengendalian penyelenggaraan pemerintahan.

Pasal 9

(1) Seksi Ketentraman dan Ketertiban sebagaimana dimaksud Pasal 5 ayat (1) huruf d, mempunyai tugas menyusun rencana, mengevaluasi pelaksanaan penyusunan laporan bidang ketentraman dan ketertiban.

(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Ketentraman dan Ketertiban mempunyai fungsi :

a. pelaksanaan penyusunan program penyelenggaraan dan pembinaan ketentraman serta ketertiban umum;

b. pelaksanaan pemeliharaan dan pembinaan ketentraman dan ketertiban umum, penegakan peraturan daerah, keputusan kepala daerah dan peraturan perundang-undangan lainnya di Kelurahan;

c. pelaksanaan perlindungan kepada masyarakat dan membina anggota Perlindungan Masyarakat (LINMAS) di Kelurahan;

d. pelaksanaan penertiban terhadap gangguan sosial;

e. pelaksanaan dan pemfasilitasian kegiatan pembinaan integrasi dan kesatuan bangsa;

f. pelaksanaan pengendalian dan evaluasi penyelenggaraan dan pembinaan ketentraman dan ketertiban umum, penegakan peraturan daerah, keputusan kepala daerah dan peraturan perundang-undangan lainnya, kegiatan sosial politik, pembinaan ideologi negara, pembinaan kesatuan bangsa, pembinaan masyarakat dan pembinaan kewarganegaraan.

Pasal 10

(6)

(1) Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Sosial sebagaimana dimaksud Pasal 5 ayat (1) huruf e, mempunyai tugas menyusun rencana, mengevaluasi pelaksanaan penyusunan laporan bidang pemberdayaan masyarakat, sosial dan kesejahteraan masyarakat.

(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Sosial mempunyai fungsi :

a. pelaksanaan penyusunan program pemberdayaan masyarakat, sosial dan kesejahteraana masyarakat;

b. pelaksanaan pengkoordinasian dan melaksanakan upaya pemberdayaan masyarakat;

c. pelaksanaan pemfasilitasian kegiatan sosial ekonomi dan budaya serta swadaya masyarakat;

d. pelaksanaan pemfasilitasian pembinaan pengelolaan lingkungan hidup;

e. pelaksanaan pemfasilitasian kegiatan sosial masyarakat;

f. pelaksanaan pemfasilitasian dan memberikan pelayanan terhadap kegiatan- kegiatan keagamaan.

Pasal 11

(1) Seksi Pelayanan Umum sebagaimana dimaksud Pasal 5 ayat (1) huruf f, mempunyai tugas menyusun rencana, mengevaluasi pelaksanaan penyusunan laporan bidang pelayanan umum.

(2) Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Seksi Pelayanan Umum mempunyai fungsi :

a. pelaksanaan penyusunan program pelayanan;

b. pelaksanaan pemberian pelayanan informasi pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan masyarakat dan pelayanan konsultatif masyarakat;

c. pelaksanaan pelayanan perizinan dan non perizinan yang mencakup bidang tugasnya.

Pasal 12

(1) Sepanjang dimungkinkan oleh peraturan yang berlaku, dapat dibentuk Kelompok Jabatan Fungsional.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas membantu Lurah sesuai dengan keahlian dan kebutuhan.

Pasal 13

(1) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 12, terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.

(2) Setiap Kelompok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab kepada Lurah.

(3) Jumlah jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditentukan berdasarkan kebutuhan.

(4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(7)

BAB IV TATA KERJA

Pasal 14

Dalam melaksanakan tugasnya, Lurah, Sekretaris Kelurahan dan Kepala Seksi wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam Kelurahan sesuai dengan tugas pokok masing-masing.

Pasal 15

Setiap pimpinan satuan organisasi dalam lingkungan Kelurahan bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing serta memberikan bimbingan dan petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan.

Pasal 16

Setiap pimpinan satuan organisasi dalam lingkungan Kelurahan wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk-petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasannya masing- masing serta menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.

BAB V

KETENTUAN PENUTUP Pasal 17

Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai pelaksanaannya akan diatur oleh Bupati.

Pasal 18

(1) Lurah, Sekretaris Kelurahan dan Kepala Seksi diangkat dan diberhentikan oleh Bupati sesuai peraturan yang berlaku.

(2) Jenjang jabatan dan kepangkatan serta susunan kepegawaian mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 19

(1) Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini, maka Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 20 Tahun 2001 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kelurahan dinyatakan tidak berlaku lagi.

(2) Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Kebumen.

Ditetapkan di Kebumen pada tanggal 14 Juli 2004 BUPATI KEBUMEN, t.t.d

(8)

RUSTRININGSIH Diundangkan di Kebumen

pada tanggal 19 Juli 2004 SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN KEBUMEN

H. SUROSO, SH Pembina Utama Muda

NIP. 010 138 040

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2004 NOMOR 69.

(9)

BAGAN SUSUNAN ORGANISASI

KELURAHAN KABUPATEN KEBUMEN LAMPIRAN : PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR 57 TAHUN 2004 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KELURAHAN KABUPATEN KEBUMEN

BUPATI KEBUMEN, t.t.d

RUSTRININGSIH

Diundangkan di Kebumen pada tanggal 19 Juli 2004 SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN KEBUMEN

H. SUROSO, SH Pembina Utama Muda

NIP. 010 138 040

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2004 NOMOR 69.

L U R A H

SEKRETARIAT

SEKSI PEMERINTAHAN KEL.JABATAN FUNGSIONAL

SEKSI KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN

SEKSI PEMBERDAYAAN

MASYARAKAT DAN SOSIAL

SEKSI PELAYANAN

UMUM

(10)

PENJELASAN ATAS

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR TAHUN 2004

TENTANG

PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KELURAHAN KABUPATEN KEBUMEN

I. UMUM

Bahwa dengan telah diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah dan Keputusan Bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Menteri Dalam Negeri Nomor : 01/SKB/M.PAN/4/2003 dan Nomor 17 Tahun 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil, maka Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 20 Tahun 2001 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kelurahan perlu ditinjau dan diatur kembali.

Bahwa untuk melaksanakan sebagaimana maksud tersebut diatas,

maka perlu ditetapkan dengan Peraturan Daerah untuk mengaturnya.

II. PASAL DEMI PASAL Pasal 1

Cukup jelas Pasal 2

Cukup jelas Pasal 3

Ayat ( 1 )

Cukup jelas Ayat ( 2 )

Cukup jelas Pasal 4

Ayat ( 1 )

Cukup jelas Ayat ( 2 )

Cukup jelas

(11)

Pasal 5

Ayat ( 1 )

Cukup jelas Ayat ( 2 )

Cukup jelas Ayat ( 3 )

Cukup jelas Ayat ( 4 )

Cukup jelas Ayat ( 5 )

Cukup jelas Pasal 6

Cukup jelas Pasal 7

Ayat ( 1 )

Cukup jelas Ayat ( 2 )

Cukup jelas Pasal 8

Ayat ( 1 )

Cukup jelas Ayat ( 2 )

Cukup jelas Pasal 9

Ayat ( 1 )

Cukup jelas Ayat ( 2 )

Cukup jelas Pasal 10

Ayat ( 1 )

Cukup jelas Ayat ( 2 )

Cukup jelas Pasal 11

Ayat ( 1 )

Cukup jelas Ayat ( 2 )

Cukup jelas Pasal 12

Ayat ( 1 )

Cukup jelas

(12)

Ayat ( 2 )

Cukup jelas Pasal 13

Ayat ( 1 )

Cukup jelas Ayat ( 2 )

Cukup jelas Ayat ( 3 )

Cukup jelas Ayat ( 4 )

Cukup jelas Pasal 14

Cukup jelas Pasal 15

Cukup jelas Pasal 16

Cukup jelas Pasal 17

Cukup jelas Pasal 18

Ayat ( 1 )

Cukup jelas Ayat ( 2 )

Cukup jelas Pasal 19

Ayat ( 1 )

Cukup jelas Ayat ( 2 )

Cukup jelas

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan sekalipun terjadi peningkatan jumlah total leukosit, eritrosit, dan limfosit serta penurunan jumlah monosit dan trombosit pada perlakuan A, B,

• 6% atau 4 orang dari jumlah responden menjawab tidak satupun.. Dari ke empat online shop di Instagram yang sudah menjadi pilihan banyak konsumen, Retailthrpy

Setelah dilakukan analisis dengan hukum Islam, maka peneliti menyimpulkan pelaksanaan pembagian harta bersama di dalam wilayah Pengadilan Agama Pekanbaru, dari sisi kendala

Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif agar lebih mudah mengetahui dan mampu mendekati permasalahan lebih jelas mengenai fenomena peranan lembaga pusat

If it is true, as our analysis has shown, that survey data can improve the accuracy of social media predictions, it is also true that survey research can benefit from listening

Bahasa memiliki peran yang tidak dapat dibantah sebagai alat untuk berkomunikasi yang digunakan oleh manusia. Melalui bahasa, manusia dapat mencurahkan pikiran dan

Sedikit nya persent ase masyarakat yang pernah mengikut i pelat ihan pert ol ongan pert ama dapat disiasat i dengan memberikan pelat ihan pert ol ongan pert ama kepada masyarakat ,

Selanjutnya yang dimaksud Keputusan Tata Usaha Negara menurut ketentuan Pasal 1 angka 9 UU No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara adalah suatu