STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR NOMOR DOKUMEN : SAMSAT-01/I/2018
TENTANG
PELAYANAN PENERBITAN STNK
SANGATTA, JANUARI 2018
SATLANTAS POLRES KUTAI TIMUR
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH KALIMANTAN TIMUR
RESOR KUTAI TIMUR
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PELAYANAN PENERBITAN STNK
NO. DOKUMEN
SOP-SUBDITREGIDENT-01 NO. REVISI
00 HALAMAN
1/24 TANGGAL TERBIT : JANUARI 2018
Dibuat oleh
KANIT REGIDENT
SATRIA YUDHA WISNU. R IPDA NRP 79050018
Diperiksa oleh
KASAT LANTAS POLRES KUTIM
EKO BUDIYATNO, SH AKP NRP 72050373
Disahkan oleh KAPOLRES KUTIM
TEDDY RISTIAWAN, SH., SIK., MH AKBP NRP 77040948
1. Tujuan
Standar Operasional Prosedur Pelayanan Penerbitan STNK Bidang Registrasi dan Identifikasi Ditlantas Polda Kaltim bertujuan sebagai pedoman bagi petugas pelaksanasehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara sederhana, cepat, akurat, aman, transparan, informatif, profesional, akuntabel dan nyaman.
2. Pedoman / Acuan
2.1 Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia;
2.2 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
2.3 Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;
2.4 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2010 Organisasi dan Tata Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia;
2.5 Keputusan Menpan No. 63/KEP/M.PAN/7/2003 tanggal 10 Juli 2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik;
2.6 Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2010 tentang Tarif Atas Jenis PNBP yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia;
2.7 Peraturan Kapolri Nomor 22 Tahun 2010 tanggal 28 September 2010 tentang Susunan organisasi dan tata kerja pada tingkat Kepolisian Daerah;
2.8 Peraturan Kapolri Nomor 23 Tahun 2010 tanggal 30 September 2010 tentang Susunan organisasi dan tata kerja pada tingkat Kepolisian Resort dan Kepolisian Sektor;
2.9 Peraturan Kapolri Nomor 17 Tahun 2007 tanggal 17 Agustus 2007 tentang Kearsipan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia;
3. Pengertian
3.1 Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang selanjutnya disingkat STNK adalah bukti registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor yang berfungsi sebagai kelengkapan kendaraan bermotor ketika bergerak dijalan, berisikan identitas pemilik, identitas kendaraan bermotor, nomor registrasi dan masa berlaku termasuk pengesahannya;
3.2 Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang selanjutnya disingkat TNKB adalah tanda berbentuk plat, yang dipasang pada kendaraan bermotor, berfungsi sebagai bukti registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor berisikan nomor registrasi dan masa berlaku yang diterbitkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan spesifikasi teknis tertentu;
3.3 Buku Pemilik Kendaraan Bermotor yang selanjutnya disingkat BPKB adalah bukti kepemilikan kendaraan bermotor untuk pencatatan identitas kendaraan bermotor dan pemilik yang berlaku selama tidak dipindahtangankan;
3.4 Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap, yang selanjutnya disebut Samsat, adalah serangkaian kegiatan dalam penyelenggaraan Regident Ranmor,pembayaran pajak Ranmor, bea balik nama Ranmor, dan pembayaran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan secara terintegrasi dan terkoordinasi dalam Kantor Bersama SAMSAT;
3.5 Kartu Induk BPKB adalah kartu yang memuat data identitas pemilik dan kendaraan bermotor beserta perubahan-perubahannya yang disimpan sebagai arsip pada Kepolisian Negara Republik Indonesia;
3.6 Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor yang selanjutnya disingkat Regident Ranmor adalah pencatatan di buku register dan pendataan melalui sistem komputerisasi yang meliputi data identitas serta kepemilikan kendaraan bermotor dan diterbitkan BPKB dan STNK serta TNKB;
3.7 Nomor registrasi kendaraan bermotor adalah nomor urut registrasi kendaraan bermotor yang meliputi kode wilayah, angka dengan/atau tanpa kombinasi huruf seri yang berfungsi sebagai nomor identifikasi kendaraan bermotor;
SOP-SUBDITREGIDENT-01 00 2/24
TANGGAL TERBIT : JANUARI 2018
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH KALIMANTAN TIMUR
RESOR KUTAI TIMUR
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PELAYANAN PENERBITAN STNK
NO. DOKUMEN
SOP-SUBDITREGIDENT-01 NO. REVISI
00 HALAMAN
3/24 TANGGAL TERBIT : JANUARI 2018
3.8 Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor yang selanjutnya disingkat STCK, adalah bukti registrasi dan identifikasi sementara yang berfungsi sebagai kelengkapan kendaraan bermotor ketika bergerak di jalan, berisikan identitas badan usaha di bidang penjualan, pembuatan, perakitan, atau impor kendaraan bermotor dan identitas kendaraan bermotor, nomor registrasi dan masa berlaku;
3.9 Tanda Coba Nomor Kendaraan Bermotor yang selanjutnya disebut TCKB adalah tanda nomor kendaraan bermotor yang bersifat sementara, berbentuk plat yang dipasang pada kendaraan bermotor, berfungsi sebagai bukti registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor sementara berisikan kode wilayah, nomor registrasi dan masa berlaku yang diterbitkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan spesifikasi teknis tertentu;
3.10 Pemeriksaan cek fisik kendaraan bermotor adalah proses identifikasi fisik kendaraan bermotor yang meliputi nomor rangka, nomor mesin, warna, bentuk dan jenis/tipe kendaraan bermotor untuk mencari kesesuaian identitas fisik dengan dokumen kendaraan bermotor termasuk pemeriksaan aspek keselamatan terhadap perlengkapan dan persyaratan teknis kendaraan bermotor;
3.11 Tanda Registrasi Tipe dan Varian yang selanjutnya disebut TPT adalah surat bukti yang dikeluarkan oleh Kementerian Perindustrian yang isinya meliputi jenis, tipe kendaraan dan jumlah kuota yang diizinkan untuk diproduksi dan di impor (TPT produksi atau TPT impor);
3.12 Pemberitahuan Impor Barang yang selanjutnya disebut PIB adalah bukti dokumen impor kendaraan bermotor yang dikeluarkan oleh Ditjen Bea Cukai yang berisikan jumlah kendaraan, jenis, merk, tipe, nomor rangka dan nomor mesin;
3.13 Sertifikat Uji Tipe Kendaraan Bermotor yang selanjutnya disebut SUT adalah tanda bukti telah kendaraan bermotor telah dilakukan uji tipe di Kementerian Perhubungan Ditjen Perhubungan Darat;
3.14 Sertifikat registrasi Uji Tipe yang selanjutnya di sebut SRUT adalah tanda bukti kendaraan bermotor telah dilakukan registrasi uji tipe untuk setiap unit kendaraan di Kementerian Perhubungan Ditjen Perhubungan Darat;
3.15 Vehicle Identification Number yang selanjutnya disebut VIN adalah tanda nomor rangka kendaraan bermotor yang dikeluarkan oleh produsen luar negeri khusus untuk kendaraan bermotor impor CBU;
3.16 Nomor Induk Kendaraan yang selanjutnya disebut NIK adalah tanda nomor rangka kendaraan bermotor yang dikeluarkan oleh produsen Indonesia yang berpedoman pada Peraturan Menteri Perindustrian;
3.17 Bukti kepemilikan kendaraan bermotor yang sah adalah surat bukti awal kepemilikan kendaraan bermotor berupa faktur kendaraan bermotor, risalah lelang, surat keputusan dump, surat keterangan hibah, surat pernyataan dari ahli waris dan kwitansi pembelian;
3.18 Faktur kendaraan bermotor adalah surat tanda bukti pembelian kendaraan bermotor yang memuat identitas pemilik dan kendaraan yang dikeluarkan oleh APM atau Importir Ranmor;
3.19 Agen Pemegang Merk yang selanjutnya disebut APM adalah Badan usaha atau produsen yang melakukan produksi kendaraan bermotor dengan merk tertentu dalam bentuk CKD atau import CBU;
3.20 Mutasi Kendaraan BermotorKeluar Daerah adalah proses perpindahan registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotordari wilayah registrasi asal ke wilayah registrasi lain baik masih dalam satu Polda maupun antar Polda yang dipungut biaya PNBP;
3.21 Perubahan Registrasi adalah proses penyesuaian registrasi dan identifikasi Kendaraan Bermotor yang meliputi perubahan alamat, nomor registrasi, peruntukan, bentuk, warna, mesin dan modifikasi;
3.22 Formulir A adalah dokumen yang dikeluarkan oleh Ditjen Bea Cukai dan digunakan untuk Kendaraan Bermotor yang diimpor dalam utuh (yang telah melunasi bea masuk dan pajak impor);
3.23 Formulir B adalah dokumen yang dikeluarkan oleh Ditjen Bea Cukai dan digunakan untuk Kendaraan Bermotor yang diimpor dalam keadaan utuh (CBU- Completely Built Up) atau hasil rakitan industri dalam negeri (CKD-Completely Knock Down) yang memperoleh fasilitas pembebasan, keringanan atau penangguhan pembayaran bea masuk dan/atau pajak dalam rangka impor, bagi Kedutaan, Badan-badan Internasional dan badan usaha transportasi sesuai persetujuan Menteri Keuangan;
3.24 Formulir C adalah dokumen yang dikeluarkan oleh Ditjen Bea Cukai dan digunakan untuk Kendaraan Bermotor yang diberikan fasilitas dengan menggunakan formulir B yang dijual/dipindahtangankan dengan persetujuan Ditjen Bea Cukai dan telah dipenuhi kewajiban pabean serta telah dilunasi bea masuk dan/atau pajak dalam rangka impor;
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH KALIMANTAN TIMUR
RESOR KUTAI TIMUR
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PELAYANAN PENERBITAN STNK
NO. DOKUMEN
SOP-SUBDITREGIDENT-01 NO. REVISI
00 HALAMAN
5/24 TANGGAL TERBIT : JANUARI 2018
3.25 Fiskal antar daerah yang selanjutnya disebut FAD adalah surat keterangan yang menyatakan pelunasan pajak Kendaraan Bermotor dan/atau bea balik nama Kendaraan Bermotor, sebagai akibat mutasi/pindah ke luar wilayah asal registrasi Kendaraan Bermotor;
3.26 Dump adalah penghapusan Kendaraan Bermotor dinas milik TNI dan Polri yang dibuktikan dengan Surat Keputusan penghapusan dari Panglima TNI atau Kapolri;
3.27 Blokir adalah keadaan atau status ketika proses registrasi tertentu tidak dapat dilakukan terhadap Kendaraan Bermotor yang terkait perkara pidana dan perdata yang bersifat sementara;
3.28 STNK Rahasia adalah STNK yang diterbitkan untuk Kendaraan Bermotor Pejabat/Petugas yang bertugas di bidang Intelijen dan penyidik Polri dalam rangka menjaga/menjamin kerahasiaan identitas baik diri pribadi maupun sarana yang digunakan dengan seri huruf yang ditentukan Polda masing-masing;
3.29 STNK Khusus adalah STNK yang diterbitkan berdasarkan STNK kendaraan bermotor Dinas TNI atau Polri dan Instansi Sipil yang digunakan oleh pejabat eselon tertentu di lingkungan instansinya dalam rangka menjamin/memelihara keamanan/pengamanan bagi pejabat yang bersangkutan dengan seri huruf yang ditentukan Polda masing-masing;
3.30 Balik nama atau yang disebut BBN adalah proses penggantian nama pemilik kendaraan bermotor pada STNK dari pemilik lama ke pemilik baru;
3.31 Surat Ketetapan Pajak Daerah yang disingkat SKPD adalah surat tanda bukti atas pelunasan pembayaran pajak kendaraan bermotor, BBN-KB dan SWDKLLJ yang dikeluarkan oleh DISPENDA di masing-masing Samsat;
3.32 Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan yang disingkat SWDKLLJ adalah setiap pemilik STNK diwajibkan membayar dana kecelakaan lalu lintas oleh PT. Jasa Raharja;
3.33 Bendahara Penerima atau yang disebut Benma adalah petugas pada satuan kerja (Satker)/
Ditlantas Polda yang mempunyai tugas dan tanggung jawab menerima dan menyetor PNBP dari penerbitan STNKdan TNKB ke Bank Persepsi yang selanjutnya disetor Kas Negara serta membukukan dan melaporkan sesuai dengan tanggung jawabnya;
3.34 Bendahara pembantu atau yang disebut Benma Pembantu adalah petugas yang ditunjuk untuk membantu Benma dalam pemungutan PNBP penerbitan STNK dan TNKB yang berada di Kantor Samsat.
4. Alat
4.1 Perangkat komputer dan komunikasi data antara lain :
4.1.1 Central Processing Unit (CPU), kelengkapan LCD, Keyboard dan mouse serta server untuk operator pendaftaran/pengesahan;
4.1.2 Printer komputer;
4.1.3 Alat komunikasi data (modem);
4.1.4 Router (perangkat jaringan).
4.2 Kantor Bersama SAMSAT dilengkapi dengan beberapa fasilitas sarana pendukung sebagai berikut:
4.2.1 Kursi dan meja untuk tempat perangkat komputer dan tempat pelayanan;
4.2.2 Ruang tunggu yang nyaman;
4.2.3 Listrik / Genzet;
4.2.4 Monitor TV untuk informasi;
4.2.5 Fasilitas nomor urut/nomeratur (FIFO) secara elektronik/manual;
4.2.6 Alat pendeteksi keaslian uang dan dokumen kendaraan bermotor (Ultra Violet);
4.2.7 Informasi (moving sign) besaran nilai uang yang harus dibayar masyarakat pemilik kendaraan bermotor;
4.2.8 Penyejuk ruangan / AC / kipas angin;
4.2.9 Toillet dan alat pemadam kebakaran;
4.2.10 Ruang arsip/rak-rak arsip;
4.2.11 Ruang pelayanan pengaduan;
4.2.12 Area parkir;
4.2.13 Musholah;
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH KALIMANTAN TIMUR
RESOR KUTAI TIMUR
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PELAYANAN PENERBITAN STNK
NO. DOKUMEN
SOP-SUBDITREGIDENT-01 NO. REVISI
00 HALAMAN
7/24 TANGGAL TERBIT : JANUARI 2018
5. Prosedur
5.1 Penerbitan STNK Baru 5.1.1 Petugas Pendaftaran
5.1.1.1 Petugas pendaftaran bagian pelayanan formulir melaksanakan:
5.1.1.1.1 penyediaan dan pemberian formulir serta informasi yang diperlukan kepada pemohon;
5.1.1.1.2 pembukuan semua formulir yang diterima, dan dikeluarkan serta sisanya setiap hari.
5.1.1.2 Pemilik atau yang diberi kuasa, mengisi formulir permohonan dan melampirkan syarat-syarat kelengkapan administrasi serta tanda bukti pendaftaran BPKB yang telah ditetapkan dan menyerahkan kembali kepada petugas loket pendaftaran;
5.1.1.3 Petugas pendaftaran setelah menerima permohonan dan berkas persyaratan, melakukan kegiatan:
5.1.1.3.1 penelitian kelengkapan persyaratan;
5.1.1.3.2 pencocokan dan penelitian tanda bukti pendaftaran BPKB dengan berkas;
5.1.1.3.3 pengembalian tanda bukti pendaftaran BPKB kepada pemohon dengan memberikan stempel cap dan paraf;
5.1.1.3.4 pemberian tanda bukti penerimaan pendaftaran STNK ke pemohon.
5.1.1.4 Setelah semua kegiatan diselesaikan, petugas pendaftaran menyerahkan berkas permohonan kepada petugas pendataan;
5.1.1.5 Proses pendaftaran tersebut selesai + 15 menit.
5.1.2 Petugas Pendataan
5.1.1.1 Memasukkan data identitas pemilik dan Kendaraan Bermotor ke dalam sistem komputerisasi, apabila antara BPKB dan STNK sudah on line cukup melakukan pemanggilan data dikomputer dengan memasukkan nomor registrasi;
5.1.1.2 Setelah menyelesaikan prosedur, petugas pendataan menyerahkan berkas ke petugas Dispenda dan PT Jasa Raharja dalam rangka penetapan pajak dan SWDKLLJ untuk diterbitkan SSPD yang selanjutnya berkas diserahkan ke petugas korektor;
5.1.1.3 Proses pendataan tersebut selesai + 3 menit.
5.1.2 Petugas Validasi/Korektor
5.1.2.1 Menerima berkas dan SSPD dari Petugas Dispenda;
5.1.2.2 Melaksanakan koreksi terhadap hasil cetak SSPD dengan data identitas pemilik dan kendaraan;
5.1.2.3 Setelah koreksi dilaksanakan, apabila dinilai benar petugas korektor membubuhkan paraf pada SSPD dan apabila ada kesalahan diadakan pembetulan dan dicetak ulang;
5.1.2.4 Penyerahan SSPD ke petugas Dispenda untuk:
5.1.2.4.1 lembar kesatu untuk pemohon dalam rangka pembayaran PKB, BBN-KB, SWDKLLJ dan PNBP;
5.1.2.4.2 lembar kedua untuk diserahkan ke kasir sebagai bahan pengecekan silang.
5.1.2.5 Proses korektor tersebut selesai + 3 menit.
5.1.3 Petugas Penerimaan PNBP/Kasir
5.1.3.1 Menerima SSPD dari pemohon;
5.1.3.2 Mencocokan data di SSPD dengan data dikomputer;
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH KALIMANTAN TIMUR
RESOR KUTAI TIMUR
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PELAYANAN PENERBITAN STNK
NO. DOKUMEN
SOP-SUBDITREGIDENT-01 NO. REVISI
00 HALAMAN
9/24 TANGGAL TERBIT : JANUARI 2018
5.1.3.3 Menerima bukti pembayaran pemohon dari Bank;
5.1.3.4 Mengirim data pemohon yang sudah melunasi PNBP ke bagian pencetakan STNK dan TNKB;
5.1.3.5 Pengembalian lampiran SSPD yang sudah diberi stempel lunas ke pemohon untuk digunakan mengambil STNK, TNKB dan SKPD;
5.1.3.6 Setelah menyelesaikan Prosedur, petugas penerimaan PNBP melakukan pengelolaan untuk penyetoran dana PNBP ke kas negara sesuai ketentuan perundang-undangan;
5.1.3.7 Proses pembayaran tersebut selesai + 3 menit.
5.1.4 Petugas Penyerahan
5.1.4.1 Menerima berkas STNK dan SKPD dari petugas cetak STNK;
5.1.4.2 Mencetak dan menggabungkan STNK dan SKPD selanjutnya mengumumkan melalui pengeras suara dan/atau layar monitor;
5.1.4.3 Menerima tanda bukti SSPD dari pemohon yang sudah di stempel petugas kasir;
5.1.4.4 Menyerahkan STNK dan SKPD kepada pemohon dengan buku tanda bukti penyerahan dan arsip kepada petugas arsip;
5.1.4.5 Proses penyerahan tersebut selesai + 5 menit;
5.1.4.6 Penyerahan TNKB kepada pemohon dengan menyerahkan tanda bukti order TNKB + 10 menit.
5.1.5 Petugas Arsip
5.1.5.1 Menerima berkas arsip STNK dari petugas penyerahan;
5.1.5.2 Mengelola arsip sesuai ketentuan;
5.1.5.3 Proses pengarsipan tersebut selesai + 5 menit.
5.2 Prosedur Perubahan STNK 5.2.1 Petugas Pendaftaran
5.2.1.1 Petugas pendaftaran bagian pelayanan formulir melaksanakan:
Penyediaan dan pemberian formulir serta informasi yang diperlukan kepada pemohon;
5.2.1.2 Pemilik atau yang diberi kuasa, mengisi formulir permohonan dan melampirkan syarat-syarat kelengkapan administrasi serta tanda bukti pendaftaran BPKB yang telah ditetapkan dan menyerahkan kembali kepada petugas loket pendaftaran;
5.2.1.3 Petugas pendaftaran setelah menerima permohonan dan berkas persyaratan, melakukan kegiatan:
5.2.1.3.1 penelitian kelengkapan persyaratan;
5.2.1.3.2 peminjaman arsip untuk dilakukan pengecekan silang dengan berkas permohonan;
5.2.1.3.3 pengembalian tanda bukti pendaftaran BPKB kepada pemohon dengan memberikan stempel cap dan paraf;
5.2.1.3.4 pencocokan hasil pemeriksaan fisik Kendaraan Bermotor.
5.2.1.4 Setelah semua kegiatan diselesaikan, petugas pendaftaran menyerahkan berkas permohonan kepada petugas pendataan;
5.2.1.5 Proses pendaftaran tersebut selesai + 15 menit.
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH KALIMANTAN TIMUR
RESOR KUTAI TIMUR
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PELAYANAN PENERBITAN STNK
NO. DOKUMEN
SOP-SUBDITREGIDENT-01 NO. REVISI
00 HALAMAN
11/24 TANGGAL TERBIT : JANUARI 2018
5.2.2 Petugas Pendataan
5.2.2.1 Pendataan identitas pemilik dan Kendaraan Bermotor serta perubahannya ke dalam sistem komputerisasi, apabila antara BPKB dan STNK sudah on line cukup melakukan pemanggilan data dikomputer dengan memasukkan nomor registrasi;
5.2.2.2 Setelah menyelesaikan Prosedur, petugas pendataan menyerahkan berkas ke petugas Dispenda dan PT Jasa Raharja dalam rangka penetapan pajak dan SWDKLLJ untuk diterbitkan SSPD yang selanjutnya berkas diserahkan ke petugas korektor;
5.2.2.3 Proses pendataan tersebut selesai + 5 menit.
5.2.3 Petugas Validasi/Korektor
5.2.3.1 Menerima berkas dan SSPD dari Petugas Dispenda;
5.2.3.2 Melaksanakan koreksi terhadap hasil cetak SSPD dengan data identitas pemilik dan kendaraan;
5.2.3.3 Setelah koreksi dilaksanakan, apabila dinilai benar petugas korektor membubuhkan paraf pada SSPD dan apabila ada kesalahan diadakan pembetulan dan dicetak ulang;
5.2.3.4 Penyerahan SSPD ke petugas Dispenda untuk:
5.2.3.4.1 lembar kesatu untuk pemohon dalam rangka pembayaran PKB, BBN-KB, SWDKLLJ dan PNBP;
5.2.3.4.2 lembar kedua untuk diserahkan ke petugas pembayaran sebagai bahan pengecekan silang.
5.2.3.5 Proses korektor tersebut selesai + 3 menit.
5.2.4 Petugas Penerimaan PNBP/Kasir 5.2.4.1 Melakukan :
5.2.4.1.1 penerimaan SSPD dari pemohon;
5.2.4.1.2 pencocokan data di SSPD dengan data dikomputer;
5.2.4.1.3 penerimaan pembayaran dari pemohon;
5.2.4.1.4 pengiriman data pemohon yang sudah melunasi PNBP ke bagian pencetakan STNK dan TNKB untuk perubahan nomor registrasi.
5.2.4.2 Pengembalian lampiran SSPD yang sudah diberi stempel lunas ke pemohon untuk digunakan mengambil STNK, SKPD dan TNKB;
5.2.4.3 Setelah menyelesaikan Prosedur, petugas penerimaan PNBP melakukan pengelolaan untuk penyetoran dana PNBP ke kas negara sesuai ketentuan perundang-undangan;
5.2.4.4 Proses pembayaran tersebut selesai + 3 menit.
5.2.5 Petugas penyerahan
5.2.5.1 Menerima berkas STNK dan SKPD dari petugas cetak STNK;
5.2.5.2 Mencetak dan menggabungkan STNK dan SKPD selanjutnya mengumumkan melalui pengeras suara dan/atau layar monitor;
5.2.5.3 Penerimaan tanda bukti SSPD dari pemohon yang sudah di stempel petugas pembayaran;
5.2.5.4 Penyerahan STNK dan SKPD kepada pemohon dengan buku tanda bukti penyerahan dan penyerahan arsip kepada petugas arsip;
5.2.5.5 Proses penyerahan tersebut selesai + 5 menit;
5.2.5.6 Penyerahan TNKB kepada pemohon dengan menyerahkan tanda bukti order TNKB + 10 menit.
5.2.6 Petugas Arsip
5.2.6.1 Penerimaan kembali berkas arsip STNK beserta perubahannya dari petugas korektor dan lampiran SKPD dari petugas Dispenda;
5.2.6.2 Pengarsipan kembali sesuai ketentuan;
5.2.6.3 Proses pengarsipan tersebut selesai + 5 menit.
5.3 Prosedur perpanjangan dan pengesahan STNK
Pemilik atau yang diberi kuasa mengajukan permohonan dengan menyerahkan, formulir perpanjangan atau pengesahan yang telah diisi dan melampirkan syarat-syarat kelengkapan administrasi yang telah ditetapkan kepada petugas loket pendaftaran.
5.3.1 PetugasPendaftaran
5.3.1.1 Petugas pendaftaran setelah menerima formulir perpanjangan atau pengesahan dan berkas persyaratan, melakukan kegiatan penelitian berkas disesuaikan dengan persyaratan dan keabsahan identitas kepemilikan;
5.3.1.2 Setelah semua kegiatan diselesaikan, petugas pendaftaran menyerahkan berkas permohonan kepada petugas pendataan;
5.3.1.3 Proses pendaftaran tersebut selesai + 3 menit.
5.3.2 Petugas Pendataan
5.3.2.1 Pendataan identitas pemilik dan Kendaraan Bermotor serta perubahan masa berlaku ke dalam sistem komputerisasi, apabila antara BPKB dan STNK sudah on line cukup melakukan pemanggilan data dikomputer dengan memasukkan nomor registrasi dan/atau nomor rangka kendaraan;
5.3.2.2 Setelah menyelesaikan prosedur, petugas pendataan menyerahkan berkas ke petugas Dispenda dan PT. Jasa Raharja dalam rangka penetapan pajak dan SWDKLLJ untuk diterbitkan SSPD yang selanjutnya berkas diserahkan ke petugas korektor Polri;
5.3.2.3 Proses pendataan tersebut selesai + 2 menit.
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH KALIMANTAN TIMUR
RESOR KUTAI TIMUR
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PELAYANAN PENERBITAN STNK
NO. DOKUMEN
SOP-SUBDITREGIDENT-01 NO. REVISI
00 HALAMAN
13/24 TANGGAL TERBIT : JANUARI 2018
5.3.3 Petugas Validasi/Korektor
5.3.3.1 menerima berkas dan SSPD dari Petugas Dispenda;
5.3.3.2 melaksanakan koreksi terhadap hasil cetak SSPD dengan data identitas pemilik dan kendaraan;
5.3.3.3 setelah koreksi dilaksanakan, apabila dinilai benar petugas korektor membubuhkan paraf pada SSPD dan apabila ada kesalahan diadakan pembetulan dan dicetak ulang;
5.3.3.4 penyerahan SSPD ke petugas Dispenda untuk:
5.3.3.4.1 lembar kesatu untuk pemohon dalam rangka pembayaran PKB, BBN-KB, SWDKLLJ dan PNBP;
5.3.3.4.2 lembar kedua untuk diserahkan ke petugas pembayaran sebagai bahan pengecekan silang.
5.3.3.5 Melakukan pengesahan STNK dengan membubuhkan paraf dan stempel cap pada kolom STNK yang tersedia;
5.3.3.6 Prosedur sebagaimana dimaksud pada ayat (5.3.3), petugas korektor menyerahkan berkas arsip STNK ke bagian arsip dan menyerahkan STNK yang telah diperpanjang atau disahkan ke petugas penyerahan;
5.3.3.7 Proses korektor tersebut selesai + 5 menit.
5.3.4 Petugas pembayaran PNBP/Kasir 5.3.4.1 Melakukan :
5.3.4.1.1 penerimaan SSPD dari pemohon;
5.3.4.1.2 pencocokan data di SSPD dengan data dikomputer;
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH KALIMANTAN TIMUR
RESOR KUTAI TIMUR
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PELAYANAN PENERBITAN STNK
NO. DOKUMEN
SOP-SUBDITREGIDENT-01 NO. REVISI
00 HALAMAN
15/24 TANGGAL TERBIT : JANUARI 2018
5.3.4.1.3 penerimaan pembayaran PNBP dari pemohon khusus STNK perpanjangan;
5.3.4.1.4 pengiriman data pemohon yang sudah melunasi PNBP ke bagian pencetakan STNK dan TNKB untuk perpanjangan;
5.3.4.1.5 pengembalian lampiran SSPD yang sudah diberi stempel lunas ke pemohon untuk digunakan mengambil STNK, SKPD dan TNKB khusus perpanjangan.
5.3.4.2 Setelah menyelesaikan Prosedur, petugas penerimaan PNBP melakukan pengelolaan untuk penyetoran dana PNBP ke kas negara sesuai ketentuan perundang-undangan;
5.3.4.3 Proses pembayaran tersebut selesai + 3 menit.
5.3.5 Petugas Penyerahan
5.3.5.1 Penerimaan berkas STNK perpanjangan atau STNK pengesahan dari petugas korektor dan menerima TNKB dari petugas TNKB untuk perpanjangan serta SKPD dari petugas Dispenda;
5.3.5.1.1 perpanjangan STNK:
5.3.5.1.1.1 pencetakan STNK;
5.3.5.1.1.2 pengiriman data ke bagian TNKB dalam rangka pencetakan TNKB dengan nomor registrasi yang sama dan masa berlaku yang baru;
5.3.5.1.1.3 membubuhkan paraf pada hasil cetak STNK
5.3.5.1.1.4 penggabungan lampiran STNK dan SKPD serta berkas arsip.
5.3.5.1.2 pengesahan STNK:
5.3.5.1.2.1 membubuhkan paraf dan cap pada kolom pengesahan STNK atau pengesahan dengan cara lain dengan tetap memperhatikan aspek keamanan;
5.3.5.1.2.2 pemisahan STNK yang telah disahkan dari berkas.
5.3.5.2 Penggabungan STNK, TNKB untuk perpanjangan dan SKPD selanjutnya mengumumkan melalui pengeras suara dan/atau layar monitor;
5.3.5.3 Penerimaan tanda bukti SSPD dari pemohon yang sudah di stempel petugas pembayaran;
5.3.5.4 Penyerahan STNK, SKPD dan TNKB kepada pemohon dengan tanda bukti penyerahan dan penyerahan arsip kepada petugas arsip;
5.3.5.5 Proses penyerahan tersebut selesai + 5 menit.
5.3.6 Petugas Arsip
5.3.6.1 Penerimaan berkas arsip STNK perpanjangan dan pengesahan dari petugas korektor dan lampiran SKPD dari petugas Dispenda;
5.3.6.2 Pengarsipan fotocopy KTP, lampiran STNK dan SKPD perpanjangan atau lampiran SKPD untuk pengesahan dan digabungkan dengan arsip lama sedangkan arsip persyaratan lainnya dimusnahkan;
5.3.6.3 Proses pengarsipan tersebut selesai + 5 menit.
5.4 Prosedur mutasi STNK ke luar wilayah registrasi baik dalam Polda maupun antar Polda 5.4.1 Petugas mutasi di STNK, setelah menerima berkas persyaratan mutasi dari petugas
pendaftaran mutasi BPKB, melakukan kegiatan:
5.4.1.1 Melakukan penelitian persyaratan dan kelengkapan dokumen dengan data di komputer;
5.4.1.2 Pendataan dan pencetakan surat keterangan pengganti STNK;
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH KALIMANTAN TIMUR
RESOR KUTAI TIMUR
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PELAYANAN PENERBITAN STNK
NO. DOKUMEN
SOP-SUBDITREGIDENT-01 NO. REVISI
00 HALAMAN
17/24 TANGGAL TERBIT : JANUARI 2018
5.4.1.3 Penelitian surat keterangan pengganti STNK dengan berkas;
5.4.1.4 Pengajuan ke pejabat yang berwenang menandatangani surat keterangan pengganti STNK;
5.4.1.5 Penandatanganan surat pengganti STNK dilakukan oleh PA STNK yang ditunjuk;
5.4.1.6 Pemisahan surat keterangan pengganti STNK dari berkas;
5.4.1.7 Penyerahan surat keterangan pengganti STNK ke bagian mutasi BPKB;
5.4.1.8 Pengambilan arsip STNK untuk kelengkapan mutasi;
5.4.1.9 Penggabungan arsip STNK dan berkas persyaratan mutasi.
5.4.2 Setelah semua kegiatan diselesaikan, petugas pendaftaran dan pendataan menyerahkan berkas mutasi ke bagian mutasi di BPKB untuk digabungkan dengan berkas BPKB yang selanjutnya dikirim sesuai alamat tujuan mutasi;
5.4.3 Proses mutasi tersebut selesai 1 hari kerja.
5.5 Prosedur mutasi STNK masuk dari dalam wilayah Polda maupun antar Polda 5.5.1 Petugas Pendaftaran
5.5.1.1 Petugas pendaftaran bagian pelayanan formulir melaksanakan:
5.5.1.1.1 penyediaan dan pemberian formulir serta informasi yang diperlukan kepada pemohon;
5.5.1.1.2 pembukuan semua formulir yang diterima, dan dikeluarkan serta sisanya setiap hari.
5.5.1.2 Pemilik atau yang diberi kuasa, mengisi formulir permohonan dan melampirkan syarat-syarat kelengkapan administrasi serta tanda bukti pendaftaran BPKB yang telah ditetapkan dan menyerahkan kembali kepada petugas loket pendaftaran;
5.5.1.3 Petugas pendaftaran setelah menerima permohonan dan berkas persyaratan, melakukan kegiatan:
5.5.1.3.1 penelitian kelengkapan persyaratan dan melakukan kroscek berkas mutasi ke Samsat asal;
5.5.1.3.2 pencocokan dan penelitian tanda bukti pendaftaran BPKB dengan berkas;
5.5.1.3.3 pengembalian tanda bukti pendaftaran BPKB dari pemohon kepada petugas;
5.5.1.3.4 pemberian tanda bukti penerimaan pendaftaran STNK ke pemohon.
5.5.1.4 Setelah semua kegiatan diselesaikan, petugas pendaftaran menyerahkan berkas permohonan kepada petugas pendataan;
5.5.1.5 Proses pendaftaran tersebut selesai + 15 menit.
5.5.2 Petugas Pendataan
5.5.2.1 Memasukkan data identitas pemilik dan Kendaraan Bermotor ke dalam sistem komputerisasi, apabila antara BPKB dan STNK sudah on line cukup melakukan pendataan data kendaraan bermotor dikomputer;
5.5.2.2 Setelah menyelesaikan prosedur, petugas pendataan menyerahkan berkas ke petugas Dispenda dan PT Jasa Raharja dalam rangka penetapan pajak dan SWDKLLJ untuk diterbitkan SSPD yang selanjutnya berkas diserahkan ke petugas korektor;
5.5.2.3 Proses pendataan tersebut selesai + 3 menit.
5.5.3 Petugas Validasi/Korektor
5.5.3.1 Menerima berkas dan SSPD dari Petugas Dispenda;
5.5.3.2 melaksanakan koreksi terhadap hasil cetak SSPD dengan data identitas pemilik dan kendaraan;
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH KALIMANTAN TIMUR
RESOR KUTAI TIMUR
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PELAYANAN PENERBITAN STNK
NO. DOKUMEN
SOP-SUBDITREGIDENT-01 NO. REVISI
00 HALAMAN
19/24 TANGGAL TERBIT : JANUARI 2018
5.5.3.3 Setelah koreksi dilaksanakan, apabila dinilai benar petugas korektor membubuhkan paraf pada SSPD dan apabila ada kesalahan diadakan pembetulan dan dicetak ulang;
5.5.3.4 Penyerahan SSPD ke petugas Dispenda untuk:
5.5.3.4.1 lembar kesatu untuk pemohon dalam rangka pembayaran PKB, BBN-KB, SWDKLLJ dan PNBP;
5.5.3.4.2 lembar kedua untuk diserahkan ke kasir sebagai bahan pengecekan silang.
5.5.3.5 Proses korektor tersebut selesai + 2 menit.
5.5.4 Petugas Penerimaan PNBP
5.5.4.1 Menerima SSPD dari pemohon;
5.5.4.2 Mencocokan data di SSPD dengan data dikomputer;
5.5.4.3 Menerima bukti pembayaran pemohon dari Bank;
5.5.4.4 Mengirim data pemohon yang sudah melunasi PNBP ke bagian pencetakan STNK dan TNKB;
5.5.4.5 Pengembalian lampiran SSPD yang sudah diberi stempel lunas ke pemohon untuk digunakan mengambil STNK, TNKB dan SKPD;
5.5.4.6 Setelah menyelesaikan Prosedur, petugas penerimaan PNBP melakukan pengelolaan untuk penyetoran dana PNBP ke kas negara sesuai ketentuan perundang-undangan;
5.5.4.7 Proses pembayaran tersebut selesai + 3 menit.
5.5.5 Petugas Penyerahan
5.5.5.1 Menerima berkas STNK dan SKPD dari petugas cetak STNK;
5.5.5.2 Mencetak dan menggabungkan STNK dan SKPD selanjutnya mengumumkan melalui pengeras suara dan/atau layar monitor;
5.5.5.3 Penerimaan tanda bukti SSPD dari pemohon yang sudah di stempel petugas pembayaran;
5.5.5.4 Penyerahan STNK dan SKPD kepada pemohon dengan buku tanda bukti penyerahan dan penyerahan arsip kepada petugas arsip;
5.5.5.5 Proses penyerahan tersebut selesai + 5 menit.
5.5.5.6 Penyerahan TNKB kepada pemohon dengan menyerahkan tanda bukti order TNKB + 10 menit.
5.5.6 Petugas Arsip
5.5.6.1 Menerima berkas arsip STNKdari petugas korektor dan lampiran SKPD dari petugas Dispenda;
5.5.6.2 Mengelola arsip sesuai ketentuan + 5 menit.
5.6 Penggantian STNK Rusak atau Hilang
Pemilik atau yang diberi kuasa, mengajukan permohonan penggantian STNK karena rusak atau hilang dengan menyerahkan formulir yang telah diisi dan melampirkan syarat-syarat kelengkapan administrasi yang telah ditetapkan kepada petugas loket pendaftaran.
5.6.1 Petugas Pendaftaran
5.6.1.1 Petugas pendaftaran setelah menerima permohonan dan berkas persyaratan, melakukan kegiatan melakukan penelitian berkas disesuaikan dengan persyaratan dan keabsahan serta surat pernyataan;
5.6.1.2 Setelah semua kegiatan diselesaikan, petugas pendaftaran menyerahkan berkas permohonan kepada petugas pendataan;
5.6.1.3 Proses pendaftaran tersebut selesai + 5 menit.
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH KALIMANTAN TIMUR
RESOR KUTAI TIMUR
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PELAYANAN PENERBITAN STNK
NO. DOKUMEN
SOP-SUBDITREGIDENT-01 NO. REVISI
00 HALAMAN
21/24 TANGGAL TERBIT : JANUARI 2018
5.6.2 Petugas pendataan
5.6.2.1 Petugas pendataan melakukan :
5.6.2.1.1 pemanggilan data dikomputer dengan memasukkan nomor registrasi;
5.6.2.1.2 penelitian / pencocokan berkas dengan data di komputer;
5.6.2.1.3 pengecekan silang dengan data pelanggaran, data laka lantas, dan data tindak pidana/curanmor;
5.6.2.2 Setelah menyelesaikan petugas pendataan menyerahkan berkas ke petugas Dispenda dan PT Jasa Raharja dalam rangka penetapan pajak dan SWDKLLJ untuk diterbitkan SSPD yang selanjutnya berkas diserahkan ke petugas korektor;
5.6.2.3 Proses pendataan tersebut selesai + 3 menit.
5.6.3 Petugas Validasi/korektor
5.6.3.1 Menerima berkas dan SSPD dari Petugas Dispenda;
5.6.3.2 Melaksanakan koreksi terhadap hasil cetak SSPD dengan data identitas pemilik dan kendaraan;
5.6.3.3 Setelah koreksi dilaksanakan, apabila dinilai benar petugas korektor membubuhkan paraf pada SSPD dan apabila ada kesalahan diadakan pembetulan dan dicetak ulang;
5.6.3.4 Penyerahan SSPD ke petugas Dispenda untuk:
5.6.3.4.1 lembar kesatu untuk pemohon dalam rangka pembayaran PKB, BBN-KB, SWDKLLJ dan PNBP;
5.6.3.4.2 lembar kedua untuk diserahkan ke petugas pembayaran sebagai bahan pengecekan silang;
5.6.3.4.3 PKB dan SWDKLLJ masih berlaku proses dilanjutkan ketahap berikutnya.
5.6.3.5 Proses korektor tersebut selesai + 2 menit.
5.6.4 Petugas Penyerahan 5.6.4.1 Melakukan :
5.6.4.1.1 penerimaan berkas STNK dari petugas korektor 5.6.4.1.2 penerimaan SKPD dari Dispenda;
5.6.4.1.3 setelah menerima informasi dari kasir bahwa pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d telah dilaksanakan, petugas penyerahan melakukan pencetakan STNK;
5.6.4.1.4 pemisahan STNK dan SKPD dari berkas untuk diserahkan ke pemohon dengan buku register penyerahan;
5.6.4.1.5 penggabungan lampiran STNK dan SKPD dengan berkas.
5.6.4.2 Setelah menyelesaikan Prosedur petugas penyerahan menyerahkan berkas ke bagian arsip;
5.6.4.3 Proses penyerahan tersebut selesai + 3 menit.
5.6.5 Kelompok Kerja Arsip melakukan kegiatan :
5.6.5.1 Arsip ditempatkan di Gedung/ruangan yang dilengkapi dengan rak arsip yang terbuat dari besi sehingga arsip dapat tersusun dengan tertib, aman dan teratur serta mudah ditemukan apabila dibutuhkan;
5.6.5.2 Gedung/ruangan arsip dilengkapi alat pemadam kebakaran, kipas angin, exhaust, serta diupayakan pada tempat yang tidak terkena bahaya banjir, kebakaran, gangguan rayap, tikus, serangga dan lain-lain;
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH KALIMANTAN TIMUR
RESOR KUTAI TIMUR
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PELAYANAN PENERBITAN STNK
NO. DOKUMEN
SOP-SUBDITREGIDENT-01 NO. REVISI
00 HALAMAN
23/24 TANGGAL TERBIT : JANUARI 2018
5.6.5.3 Ruang arsip dilengkapi data base komputer yang mendatakan seluruh arsip dan posisi tepat, baris dalam rangka memudahkan pencarian arsip maupun pertanggung jawaban arsip;
5.6.5.4 Arsip disusun berdasarkan nomor registrasi dan jenis kendaraan;
5.6.5.5 Ruang/Bagian arsip dilengkapi buku register untuk bukti penerimaan dan penyerahan arsip;
5.6.5.6 Jumlah personel yang mengelola arsip disesuaikan dengan jumlah ranmor/arsip yaitu minimal 100.000 arsip/orang (disesuaikan dengan tipe Samsat, per Samsat minimal 3 orang);
5.6.5.7 Setiap petugas arsip diberi kelengkapan berupa masker, seragam, sarung tangan dan kelengkapan lain yang diperlukan sebagai bentuk standarisasi kesehatan dan pengamanan;
5.6.5.8 pencatatan jenis / macam dokumen yang disimpan dalam map arsip;
5.6.5.9 penggabungan berkas arsip dengan arsip lama;
5.6.5.10 penyimpanan kembali pada tempat semula; dan 5.6.5.11 Proses pengarsipan tersebut selesai + 5 menit.
5.7 Prosedur
Prosedur penerbitan STNK dan TNKB Rahasia danKhusus:
5.7.1 Pemohon datang ke kantor Unit Pelayanan STNK setempat dengan membawa/
mengajukan surat permohonan dengan melampirkan persyaratan sesuai ketentuan;
5.7.2 Prosedur penerbitan STNK dan TNKB Rahasia atau Khusus dilaksanakan sesuai prosedur penerbitan STNK dan TNKB baru;
5.7.3 STNK dan TNKB Rahasia dan Khusus berlaku paling lama 1 (satu) tahun;
5.7.4 Membayar biaya PNBP penerbitan STNK dan TNKB Rahasia dan Khusus melalui Bank yang ditunjuk dengan tarif berdasarkan peraturan perundang-undangan.
6. Mekanisme
Mekanisme Pelayanan Penerbitan STNK
CARA PENGURUSAN STNK & TNKB DI SAMSAT
LOKET II PENYERAHAN
LOKET I PENDAFTARAN &
PENELITIAN BERKAS
BAYAR dan TERIMA NOTICE PAJAK
PROSES STNK LANJUT
BERKAS DIKEMBALIKAN UNTUK DILENGKAPI
PEMOHON
PENYERAHAN STNK, TNKB dan SKPD JIKA
PERSYARATAN LENGKAP
KASIR
JIKA PERSYARATAN
TIDAK LENGKAP