• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

66 3.1. Metode Penelitian

Metode penelitian atau tatacara bagaimana suatu penelitian dilaksanakan memiliki pengertian keseluruhan proses berfikir yang dimulai dari menemukan permasalahan, kemudian penulis menjabarkannya dalam suatu kerangka tertentu, serta mengumpulkan data dari pengujian empiris untuk mendapatkan penjelasan dalam penarikan kesimpulan atas gejala sosial yang diteliti1.

Metode sebagaimana dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud2. Sementara itu, metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif (qualitative research).

Metode penelitian kualitatif sebagaimana yang diungkapkan Bogdan dan Taylor3 sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang dapat diamati. Selain itu, metode penelitian kualitatif menurut Syaodih Nana, adalah cara untuk mendeskripsikan dan menganalisis peristiwa, aktivitas sosial, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok4.

1 Hasan, M. iqbal. (2002). Pokok-pokok Materi teori Pengambilan Keputusan. Jakarta:

Ghalia Indonesia.hlm 125

2Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Keempat, 2008, Gramedia Pustaka. Utama Poerwadarminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia

3 Maleong, L.J (2011): Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Rosdakarya.hlm 66 4 Nana, Syaodih, MetodePenelitian Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007), hlm. 60-61

(2)

3.2. Pendekatan Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif analisis isi (content analysis). Analisis isi (content analysis) adalah penelitian yang bersifat

pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media massa, jurnal maupun sumber-sumber tertulis lainnya5. Menurut Holsti, metode analisis isi adalah suatu teknik untuk mengambil kesimpulan dengan mengidentifikasi berbagai karakteristik khusus suatu pesan secara objektif, sistematis, dan generalis6.

Objektif berarti menurut aturan atau prosedur yang apabila dilaksanakan oleh orang (peneliti) lain dapat menghasilkan kesimpulan yang serupa. Sistematis artinya penetapan isi atau kategori dilakukan menurut aturan yang diterapkan secara konsisten, meliputi penjaminan seleksi dan pengkodingan data agar tidak bias. Generalis artinya penemuan harus memiliki referensi teoritis. Informasi yang didapat dari analisis isi dapat dihubungkan dengan atribut lain dari dokumen dan mempunyai relevansi teoritis yang tinggi.

Definisi lain dari analisis isi yang sering digunakan adalah:

Content analysis is a research technique fo the objective, systematic, and quantitative description of the manifest content of communication.7.

(Analisis isi adalah teknik penelitian untuk deskripsi obyektif, sistematis, dan kuantitatif dari isi komunikasi yang nyata)

5 Bungin, Burhan, Penelitian Kualitatif: Komunikasi,Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya, Edisi Kedua, Jakarta 2007: PT Kencana Prenada Media Group, hlm. 163

6 Holsti, Ole R. 1969. Content Analysis for the Social Science and Humanities Reading, Massachusetts : Addison –Westley Pub lishing.

7 Vredenberg, Metode dan Teknik Penelitian Masyarakat, Jakarta: Gramedia,1978, hlm.

67

(3)

Analisis isi dapat dipergunakan jika memiliki syarat berikut:

1. Data yang tersedia sebagian besar terdiri dari bahan-bahan yang terdokumentasi (buku, surat kabar, pita rekaman, naskah/manuscript).

2. Ada keterangan pelengkap atau kerangka teori tertentu yang menerangkan tentang dan sebagai metode pendekatan terhadap data tersebut.

3. Peneliti memiliki kemampuan teknis untuk mengolah bahan-bahan/data- data yang dikumpulkannya karena sebagian dokumentasi tersebut bersifat sangat khas/spesifik

Dalam penelitian ini, isi komunikasi yang dimaksud adalah isi yang terdapat dalam buku nota keuangan dan APBN tahun 2017 serta pernyataan- pernyataan tertulis maupun lisan dari pihak-pihak yang memiliki kompetensi terhadap tema penelitian kami yakni tentang kebijakan fiskal APBN tahun 2017 baik dalam perspektif ekonomi Islam maupun dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat

3.3. Jenis penelitian

Penelitian ini termasuk kajian dokumen merupakan sarana pembantu peneliti dalam mengumpulkan data atau informasi dengan cara membaca dokumen-dokumen, surat-surat, pengumuman, iktisar rapat, pernyataan tertulis kebijakan tertentu dan bahan-bahan tulisan lainnya. Metode pencarian data ini sangat sangat bermanfaat karena dapat dilakukan dengan tanpa mengganggu obyek atau suasana penelitian8.

8 Bungin, Burhan. Penelitian Kualitatif:Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik dan Ilmu Sosial Lainnya,Jakarta:PT Kencana Prenada Media Group.hlm.124

(4)

3.4. Sumber data

Sumber data adalah segala sesuatu yang dapat memberikan informasi mengenai data. Berdasarkan sumbernya, data dibedakan menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder.

1. Data primer yaitu data yang dibuat oleh peneliti untuk maksud khusus menyelesaikan permasalahan yang sedang ditanganinya. Data dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber pertama atau tempat objek penelitian dilakukan.

2. Data sekunder yaitu data yang telah dikumpulkan untuk maksud selain menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Data ini dapat ditemukan dengan cepat. Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data sekunder adalah literatur, artikel, jurnal serta situs di internet yang berkenaan dengan penelitian yang dilakukan.

3.5. Data yang dikumpulkan

Data yang dikumpulkan berupa Nota Keuangan RAPBN 2017, APBNP 2016, APBN 2017, dan data lain berupa jurnal-jurnal penelitian lain serta buku- buku fiskal dan keuangan publik serta yang relevan tentang ekonom Islam maupun ekonomi konvensional serta referensi tentang teori dan konsep kesejahteraan prespektif konvensonal, konstitusi negara, badan dunia maupun perspektif Islam (Al-Qur’an, Rasululloh SAW, Khulafaur Rasyiddin, Ulama maupun Ekonom muslim).

(5)

3.6. Teknik Pengumpulan Data

Untuk mengumpulkan data dilapangan dalam rangka menjawab fokus penelitian, maka dipergunakan metode pengumpulan data sebagai berikut:

a..Dokumentasi

Kata dokumen berasal dari bahasa latin yaitu docere, yang berati mengajar.

Pengertian dari kata dokumen menurut Louis Gottschalk9 seringkali digunakan para ahli dalam dua pengertian, yaitu (1) berarti sumber tertulis bagi informasi sejarah (2) diperuntukan bagi surat-surat resmi dan surat-surat negara seperti surat perjanjian, undang-undang, hibah, konsesi, dan lainnya. Lebih lanjut, Gottschalk menyatakan bahwa dokumen (dokumentasi) dalam pengertianya yang lebih luas berupa setiap proses pembuktian yang didasarkan atas jenis sumber apapun, baik itu yang berupa tulisan, lisan, gambaran, atau arkeologis.

G.J. Renier, sejarawan terkemuka dari University college Lodon, menjelaskan istilah dokumen dalam tiga pengertian10 :

1. Dalam arti luas, yaitu yang meliputi semua sumber, baik sumber tertulis maupun lisan.

2. Dalam arti sempit, yaitu yang meliputi semua sumber tertulis saja.

3. Dalam arti spesifik, yaitu hanya yang meliputi surat-surat resmi dan surat- surat Negara, seperti surat perjanjian, undang-undang konsesi, hibah dan sebagainya.

9 Gottschalk, Louis. 1986. Understanding History; A Primer of Historical Method (terjemahan Nugroho Notosusanto). Jakarta: UI Press.hlm. 38

10 Renier, G.J. 1997. History its Purpose and Method (terjemahan Muin Umar). Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.hlm.104

(6)

Dari berbagai pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa dokumen merupakan sumber data yang digunakan untuk melengkapi penelitian, baik berupa sumber tertulis, film, gambar (foto), dan karya-karya monumental, yang semua itu menberikan informasi bagi proses penelitian.

Data dalam penelitian kualitatif kebanyakan diperoleh dari sumber manusia atau human resources, melalui observasi dan wawancara. Akan tetapi ada pula sumber bukan manusia, non human resources, diantaranya dokumen, foto dan bahan statistik. Menurut Sugiyono11 studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode obsevasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Bahkan kredibilitas hasil penelitian kualitatif ini akan semakin tinggi jika menggunakan studi dokumen ini dalam metode penelitian kualitatifnya.

Ada beberapa keuntungan dari penggunaan studi dokumen dalam penelitian kualitatif, seperti yang dikemukakan Nasution12.

1. Bahan dokumenter itu telah ada, telah tersedia, dan siap pakai.

2. Penggunaan bahan ini tidak meminta biaya, hanya memerlukan waktu untuk mempelajarinya.

3. Banyak yang dapat ditimba pengetahuan dari bahan itu bila dianalisis dengan cermat, yang berguna bagi penelitian yang dijalankan.

4. Dapat memberikan latar belakang yang lebih luas mengenai pokok penelitian.

11 Sugiyono. 2005. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: ALFABETA.hlm. 83

12 Nasution, S. 2003. Metode Penelitian Naturalistik-Kualitatif. Bandung: Tarsito.hlm 85

(7)

5. Dapat dijadikan bahan triangulasi untuk mengecek kesesuaian data.

6. Merupakan bahan utama dalam penelitian historis.

b.Teknik Triangulasi

Triangulasi merupakan cara pemeriksaan keabsahan data yang paling umum digunakan. Cara ini dilakukan dengan memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data untuk pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Dalam kaitan ini Patton13 menjelaskan teknik triangulasi yang dapat digunakan.

Dalam teknik pengumpulan data, triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan triangulasi, maka sebenarnya peneliti mengumpulkan data sekaligus menguji kredibilitas data, yaitu mengecek kredibilitas data dengan berbagai teknik pengumpulan data dan berbagai sumber data.

3.7. Teknik Analisis Data

Dalam menganalisis data, penulis menggunakan metode deskriptif- analitis,14 yaitu memberi gambaran utuh dan sistematis perspektif ekonomi konvensional maupun ekonomi Islam tentang kebijakan fiskal APBN 2017 dan dianalisis kesesuaiannya terhadap kesejahteraan rakyatnya. Data-data yang telah diperoleh kemudian diklasifikasi dan dikritisi secara seksama sesuai dengan referensi yang ada, kemudian dianalisis dengan pendekatan kualitatif analisis isi.

13Sutopo. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: UNS. Hlm. 92 14Moch.Nazir. (2003), Metode Penelitian, Salemba Empat, Jakarta,hlm.215

(8)

Analisis data dalam penelitian kualitatif analisis isi (content anaysis) adalah dengan menggunakan simbol/lambing tertentu kemudian mengklasifikasi data tersebut dengan kriteria-kriteria tertentu serta melakukan prediksi dengan teknik analisis yang tertentu pula15.

Langkah awal dilakukan dengan membaca dan mempelajari angka- angka dalam APBN 2016, APBNP 2016 dan APBN 2017 serta realisasi APBNP 2016 dan informasi APBN 2017. Kemudian berikutnya adalah dengan mendapatkan informasi tentang realisasi APBN 2017 yang dalam penelitian ini dibatasi hingga akhir semester pertama (Juni 2017). Berikutnya adalah menganalisis data dan dokumen realisasi pelakasanaan APBN 2017 serta kebijakan-kebijakan apa yang telah dan akan dilakukan pemerintah terkait dengan kondisi keuangan negara dan perekonomian baik dalam maupun luar negeri. Yang pada gilirannya kami analisis kebijakan yang telah diambil dan yang akan ditempuh pemerintah, apakah kebijakan fiskal yang dilakukan pemerintah mampu mewujdukan kesejahteraan masyarakat.

Dalam menganalisis data yang berkaitan dengan perspektif ekonomi Islam dan kesejahteraan, peneliti akan menggunakan cara pandang deduktif16. Teorisasi dengan model deduktif tak asing lagi dalam penelitian sosial, di mana teorisasi dilakukan secara deduktif. Model umum teorisasi deduktif seperti yang umumnya dilakukan di berbagai penelitian kuantitatif dan masih mempengaruhi format kualitatif deskriftif, karena merupakan teori yang paling sering digunakan.

15 Bungin, Burhan. Penelitian Kualitatif:Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik dan Ilmu Sosial Lainnya,Jakarta:PT Kencana Prenada Media Group.hlm.167

16 Ibid….hlm. 24-25

(9)

Pandangan deduktif menuntut peneliti terlebih dahulu menggunakan teori sebagai alat, ukuran dan bahkan instrumen untuk membangun hipotesis sehingga peneliti secara tidak langsungakan menggunakan teori dalam melihat masalah penelitian. Di dalam penlitian kualitatif hipotesis tidak pernah diuji dengan teknik analisis data, akan tetapi dapat digunakan saat pengumpulan data di lapangan.

Teorisasi deduktif pada umumnya diakhiri dengan pembahasan tentang teori tersebut diterima, meragukan, dan membantah / menolak

Sedangkan untuk melakukan analisis mewujudkan kesejahteraan dalam APBN Indonesia dengan pemikiran dan hukum-hukum pengelolaan keuangan negara dalam Islam maupun umum, maka penulis akan menggunakan cara pandang induktif17, yaitu metode yang berangkat dari fakta-fakta khusus, kemudian dari fakta itu ditarik pada kesimpulan yang bersifat umum. Metode ini digunakan untuk memperoleh pemahaman yang utuh tentang topik yang akan diteliti. Berbagai data yang diperoleh dari banyak literatur terkait dianalisis dengan cara membandingkan serta melakukan seleksi kemudian diintepretasikan.

Dengan metode ini diharapkan mampu memberikan kesimpulan yang memadai.

17 Ibid…..hlm. 28

Referensi

Dokumen terkait

Tingkat profitabilitas pada suatu perusahaan yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan tersebut mendapatkan laba yang tinggi, sehingga laba yang dijadikan sebagai

Paling tidak terdapat tiga macam bentuk pengendalian konflik, yakni : 1) Konsiliasi, iaitu pengendalian konflik yang dilakukan dengan melalui lembaga-lembaga tertentu

Gambar 3.22 merupakan rancangan antarmuka halaman daftar tanaman yang ada pada database pada rancangan antarmuka halaman terdapat sebuah data table yang berisi kolom nama

1) Memimpin, mengurus, dan mengelola Perseroan sesuai dengan tugas pokok perusahaan dan senantiasa berusaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas perseroan. 2)

Berdasarkan Sobar, nama “Kampung Gerabah” diperoleh dari pemerintah sehingga desa Anjun Gempol tersebut mulai dikenal dengan nama Kampung Gerabah, namun Kampung

Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yakni suatu metode penelitian yang bersifat reflektif dengan melaksanakan

tidak cukup didalam satu silinder karena katup atau gasket bocor, atau cincin torak yang macet atau patah. Penemuan dari penyebab yang tepat dan perbaikannya sangat penting

Analisis deskriptif variable lingkungan kerja berdasarkan pada delapan pertanyaan yang dapat digunakan untuk mengukur seberapa berpengaruhnya variabel lingkungan kerja, Dari