• Tidak ada hasil yang ditemukan

JUNI pt LEST~ BANGUNDESA SF;JAHTERA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "JUNI pt LEST~ BANGUNDESA SF;JAHTERA"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

. :

AKA AN

ang PU qaan Umum

:1\

- , ;

.. ...

PENGEMBANGAN SISTEM

JALAN ARTER! PERKOTAAN DI JAKARTA DAN SEKITARNYA (KORIDOR UTARA-SELATAN DAN KORIDOR TIMUR-BARAT)

RENCAN~ PEMA.~TAUAN

LINGKtJNGAN

(RPL)

JUNI 1994

pt

LEST~

BANGUNDESA SF;JAHTERA

'--~-~..w

JAKARTA

.

• ...

(2)

-~-

----. --- DEP ARTEMEN PEKERJAAN UMUM

DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA

--=---== DIREKTORAT PEMBINAAN JALAN KOTA

PENGEMBANGAN SISTEM

JALAN ARTERI PERKOTAAN DI JAKARTA DAN SEKITARNYA (KORIDOR UTARA-SELATAN DAN KORIDOR TIMUR-BARAT)

RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN

(RPL)

JUNI 1994

pt LESTARI BANGUNDESA SEJAHTERA

JAKARTA

(3)

KATA PENGANTAR

Penyusun Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) ini dimaksudkan untuk mernenuhi salah satu syarat pelengkap dokumen Analisa Dampak Ling kung an (ANDAU Pengembangan Sistem Jalan Arteri Perkotaan di Jakarta dan Sekitarnya (Koridor Utara- Selatan dan Koridor Timur-Barat).

Penyusunan Rencana Pemantauan Lingkungan ini mengacu pada Petunjuk Teknis AMDAL Proyek-proyek Pekerjaan Umum, Departemen Pekerjaan Umum.

Rencana Pemantauan Lingkungan Pengembangan Sistem Jalan Arteri Perkotaan di Jakarta dan Sekitarnya diharapkan dapat menjadi pedoman bagi Pemerintah dan Pemrakarsa untuk melaksanakan pengelolaan dan pengendalian lingkungan.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan penyusunan Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Jakarta, Juni 1 994 Pemrakarsa,

Direktorat Pembinaan Jalan Kota

lr. Sunaryo Sumadji Direktur

(4)

Laporan Akhir Studi ANDAL

Pengembanyan Sistem Jalan Arteri Perkotaan di Jakarta dan Sekiternya

DAFTAR lSI

KA TA PENGANTAA DAFTAA lSI

I. TU.JUAN, KEGUNAAN DAN PILIHAN PEMANFAATAN

II.

LINGKUNGAN . . . .

1 . 1 . 1.2.

1.3.

Tujuan RPL

Kegunaan . . . . Pendekatan Pemantauan Lingkungan

RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGANN

2.1. Komponen Lingkungan Sosial Ekonomi Budaya 2.2. Komponen Lingkungan Ruang, Lahan dan Tanah 2.3. Komponen Lingkungan Sumber Daya Air

2.4. Komponen Lingkungan Udara

...

2.5. Komponen Lingkungan dan Prasarana

'"i. · ....

Rencana Pemantauan Lingkungan (RPLI

Hal am an

I - 1

I - 1 I - 1

II -

II - 1 II - 6 II - 7 I! - 8 II - 1 6

(5)

Laporan Akhlr Studl ANDAL

Pengembangan Siatem .Jelen Aneri Perkotaen di .Jakarta den Sekitarnya

BABI

TUJUAN, KEGUNAAN DAN PILIHAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN

1.1. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan Rencana Pemantauan Lingkungan {RPL) Pengembangan Sistem Jalan Arteri Perkotaan di Jakarta dan Sekitarnya (Koridor Utara-Selatan dan Koridor Timur-Barat) adalah :

1. Terpautnya dengan jelas dan terukur perubahan rona lingkungan baik komponen lingkungan sosekbud, lingkungan udara dan sarana dan prasarana urn urn.

2. Terselenggaranya penyajian informasi perubahan rona lingkungan upaya pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengelolaan lingkungan.

3. Dilaksanakannya upaya optimalisasi dampak positip dan minimalisasi dampak negatif yang diakibatkan oleh kegiatan pembangunan dan pengoperasian jalan arteri, baik oleh pihak Direktorat Pembinaan Jalan Kota, Ditjen. Bina Marga maupun pihak-pihak yang berkepentingan.

4. Sebagai bahan mereka dalam menyusun tindak lanjut yang perlu dilakukan oleh setiap pihak yang terkait dalam pengelolaan lingkungan.

1.2. KEGUNAAN

Dokumen rencana pemantauan ling kung anini pad a dasarnya berg una bagi pihak yang berkepentingan dalam pemantauan lingkungan. Bagi pihak pimpinan Direktorat Pembinaan Jalan Kota, Ditjen. Bina Marga, RPL ini dapat digunakan sebagai pemantauan lingkungan di dalam wilayah tapak proyek, sedangkan bagi pihak-pihak lain, RPL ini dapat digunakan sebagai pedoman pemantauan dalam rangka menunjang pembangunan sektoral dari optimalisasi pemantauan jalan arteri sebagai penunjang prasarana pembangunan dan pengembangan wiiayah.

1.3. PENDEKATAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN

Berdasarkan pembahasan yang dilakukan dalam Studi ANDAL bahwa dampak panting yang telah dan akan muncul adalah sebagai berikut :

1. Dampak yang telah terjadi.

a. Adanya terhadap komponen sosial, ekonomi dan budaya kelompok masyarakat tidal< puas akibat kegiatan pembebasan tanah dan pembayaran ganti rugi dan kecelakaan lalu lintas.

Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) I - 1

(6)

Laporan Akhlr Studl ANDAL

Pengambangan Sistem Jalan Artari Perkotaan di Jakarta dan Sekitarnya

b. Dampak terhadap komponen lingkungan sumber daya air berupa gangguan keseimbangan tata air akibat ditimbunnya daerah kantong air untuk proyek jalan arteri yaitu terjadinya gangguan air, yang umumnya diakibatkan oleh kegiatan persiapan konstruksi.

c. Dampak terhadap komponen lingkungan ruang, lahan dan tanah dengan timbulnya bangunan liar yang sepanjang jalan arteri.

d. Dampak terhadap komponen ling kung an udara berupa pencemaran udara dan kebisingan.

e. Dampak terhadap komponen sarana dan prasarana yaitu gangguan/kerusakan utilitas dan kerusakan pad a jalan ling kung an akibat pengangkutan material dan peralatan proyek.

2. Dampak yang terjadi

a. Dampak terhadap komponen sosial, ekonomi dan budaya berupa meningkatkannya kecelakan lalu-lintas.

b. Dampak terhadap komponen lingkungan sumber daya air berupa gangguan keseimbangan tata air akibat ditimbunnya daerah kantong air untuk proyek jalan arteri yaitu terjadinya genangan air, yang umumnya diakibatkan oleh kegiatan persiapan konstruksi.

c. Dampak terhadap komponen lingkungan ruang, lahan dan tanah dengan timbulnya bangunan liar yang sepanjang jalan arteri.

d. Dampak terhadap komponen lingkungan udara berupa pencemaran udara dan kebisingan.

Dalam penyusunan Rencana Pemantauan Lingkugan (RPL) Proyek ini didasarkan pada :

a. Rekomendasi Studi ANDAL

b. Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL)

Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) I- 2

(7)

Laporan Akhir Studi ANDAL

Pengembangan Sl•t•m Jelen Arterl Perkotaan dl Jakarta dan Sekltarnya

BAB II

RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN

Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) disusun berdasarkan acuan yang telah ditetapkan Studi ANDAL telah terungkap bentuk interaksi antara komponen-komponen lingkungan. Hasil evaluasi dampak dengan matrik yang dimodifikasikan serta memperhatikan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1 993 tentang Analisis Mengenai "Oampak Lingkungan serta Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 14/MENLH/3/1 994 tentang Pedoman Umum Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan yang telah puia tersusun komponen lingkungan yang terkena dampak yang tergolong panting.

Berdasarkan acuan Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) mengenai komponen lingkungan yang terkena dampak yang memerlukan pengelolaan disusun Rencana Pemantauan Lingkungan untuk memantau hasil pelaksanaan pengelolaan lingkungan.

Adapun komponen ling kung an yang. terkena dampak dan komponen kegiatan yang merupakan sumber dampak yang memerlukan pemantauan dapat dijelaskan sebagai borikut :

2.1. KOMPONEN LINGKUNGAN SOSIAL EKONOMI BUDAYA

a. Ketidakpuasan Atas Besarnya Ganti Rugi

1) Faktor Lingkungan Yang dipantau

Penduduk yang tanahnya terkena pembebasan tanah Proyek Pembangunan Jalan. Pembebasan tanah merupakan kegiatan yang.

paling meresahkan bagi penduduk yang terkena proyek. Hal ini disebabkan besarnya ganti rugi seringkali dianggap tidak memadai dibandingkan dengan besarnya pengorbanan yang diberikan penduduk dengan merelakan tanahnya untuk kepentingan proyek.

2) Tolok Ukur Dampak

Prosentase penduduk yang tidak puas atas besarnya ganti rugi.

3) Lokasi Pemantauan

Pada lokasi tanah yang dibebaskan seluas rencana daerah milik jalan.

4) Periode Pemantauan

Selama proses pembebasan tanah berlangsung.

Rencana Pemantauan Lln.gkungan (RPLI II - 1

(8)

Laporan Akhir Studi ANDAL

Pengembangan Sistem Jalan Arteri Perkotaan di Jakarta dan Sekitarnya

5) Pelaksanaan Pemantauan Lingkungan a. Lembaga Pelaksana

Lembaga Pelaksana Pemantauan Lingkungan untuk dampak di atas adalah Pemerintah DKI Jakarta, BPN dan BAKORSTRANAS.

b. Penerima Umpan Balik

Lembaga Penerima Umpan Balik hasil pemantauan ling kung an adalah Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga dan Pemda DKL

c. Biaya

Biaya untuk pelaksanaan pemantauan lingkungan dibebankan pada Proyek Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga dan Pemda DKJ.

b. Permukiman Penduduk

1) Faktor Lingkungan Yang Dipantau

Penduduk yang cemas terhadap kondisi tempat tinggal baru, terutama yang belurn rnendapatkan tempat tinggal baru. Pemantauarmya denyan memperhatikan sikap dan persepsi masyarakat akan lokasi yang bagaimana yang dikehendaki.

2) Tolok Ukur Dampak

Jumlah penduduk tidak mau pindah karena belum mendapat tempat tinggal baru yang sesuai.

3) Lokasi Pemantauan

Dilokasi yang akan segera dilaksanakan pembangunan jalan.

4) Periode Pemantauan

Selama proses pemindahan penduduk.

5) Pelaksanaan Pemantauan Lingkungan a. Lembaga Pelaksana

Lembaga pelaksana pemantauan untuk dampak di atas adalah Pemerintah DKI Jakarta.

Rencana Pemantauan Llngkungan !RPLI 11-2

(9)

Laporan Akhir Studi ANDAL

Pengembangan Slatem Jalan Arteri Perkotaan dl Jakarta dan Sekitarnya

b. Penerima Umpan Balik

Lembaga umpan balik hasil pemantauan lingkungan adalah Oepartemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga dan Pemda DKI.

c. Biaya

Biaya untuk pelaksanaan pengelolaan kegiatan ini dibebankan pada Proyek Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga.

c. Meningkatnya Kecelakaan Lalu-Lintas 1) Faktor lingkungan Yang Dipantau

Kecelakaan lalu-lintas pada Jalan Arteri pada saat operasional jalan dan sebab-sebabnya. Pemantauannya dengan memperhatikan intensitas kecelakaan.

2) Tolok Ukur Dampak

Jumlah kecelakaan lalu-lintas, banyaknya korban manusia dan besarnya kerugian yang dialami.

3) Lokasi Pemantauan

Lokasi dimana sering terjadi kecelakaan lalu-lintas.

4) Periode Pemantauan

Pemantauan dilaksanakan 3 bulan sekali.

5) Pelaksanaan Pemantauan Lingkungan a. Lembaga Pelaksana

Lembaga pelaksana pemantauan DITLANTAS PO LOA METRO JAY A.

b. Penerima Umpan Balik

Lembaga penerima umpan balik hasil pemantauan adalah Polantas, DLLAJR, Direktorat Jenderal Bina Marga dan Pemda DKI.

Rencana Pemantauan Llngkungan (RPLI 11-3

(10)

Laporan Akhir Studi ANDAL

Pangombengen Sictem Jalan Artori Perkota11n di Jakana dan Sekitarnya

c. Biaya

Biaya untuk pelaksanaan pemantauan lingkungan dibebankan pada Proyek Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga selama masa pembangunan dan masa pengoperasian jalan dibebankan pada DLLAJR DKI.

d. Kemacetan Lalu-lintas

1) Faktor Lingkungan Yang Dipantau

Faktor lingkungan yang dipantau adalah pada tahap konstruksi adalah lingkungan dimana terdapat kegiatan pangangkutan material dan alat besar ke lokasi proyek, jalan lingkungan terpotong oleh pembuatan jalan beton, penyempitan jalan untuk daerah kerja dan tiang penyangga sementara pad a pembangunan jembatan layang, adanya perbaikan jalan yang akan mengurangi kapasitas jalan semua kegiatan tersebut dapat menyebabkan kemacetan lalu-lintas.

2) Tolok Ukur Dampak

Lama terjadinya kemacetan dan jumlah pemakai kendaraan yang terkena dampak serta waktu ternpuh kendaraan rnelewati lokasi tersebut.

3) Lokasi Pemantuan

Lokasi pemantauan pad a tempat-tempat yang raw an kemacetan seperti perempatan jalan, lokasi keramaian seperti pasar, pusat pertokoan, sekolah dan sebagainya.

4) Periode Pemantauan Setiap hari kerja.

5) Pelaksanaan Pemantuan Lingkungan a. Lembaga Pelaksana

Lembaga pelaksana pemantuan lingkungan adalah DITLANTAS POLDA METRO JAYA.

b. Penerima Umpan Balik

Lembaga penerima umpan balik hasil pelaksanaan pemantauan lingkungan adalah DLLAJR DKI, PU Bina Marga dan Pemda DKI.

Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) 11-4

(11)

Laporan Akhlr Studi ANDAL

Pengembangan Sistem .Jalan Arteri Perkotaan di .Jakarta dan Sekitarnya

c. Biaya

Biaya untuk pelaksanaan pemantauan lingkungan dibebankan pada DLLAJR dan Pemda DKI.

e. Gangguan Kelancaran Mobjlitas Penduduk

1) Faktor Lingkungan Yang Dipantau

Kegiatan penimbunan tanah menyebabkan becek dan tertutupnya jalan masuk kesebagian rumah penduduk. Pad a pengecoran perkerasan beton selain untuk pejalan kaki lew at juga menyebabkan kendaraan penduduk setempat tidak dapat masuk halaman rumah.

2) Tolok Ukur Dampak

Banyaknya keluhan penduduk yang mengalami dampak.

3) Lokasi Pemantauan

Lokasi pemantauan lingkungan sekitar segmen/bagian jalan dimana pelaksanaan kegiatan dilakukan.

4) Poroido P6mantouan

Periode pemantauan dilaksanakan 1 minggu sekali selama kegiatan berlangsung.

5) Pelaksanaan Pemantauan Lingkungan

a. Lembaga Pelaksana

Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga dan Konsultan Supervisi.

b. Penerima Umpan Balik

Lembaga penerima umpan balik hasil pemantauan lingkungan adalah Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga dan Pemda DKI.

c. Biaya

Biaya Untuk pelaksanaan pengelolaan kegiatan ini dibebankan pada proyek Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga.

Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) II - 5

(12)

Laporan Akhir Studi ANDAL

Pengembangan Siatem Jalan Arteri Perkotaan di Jakarta dan Sekitarnya

2.2. KOMPONEN LINGKUNGAN RUANG, LAHAN DAN TANAH Pelanggaran Terhadap Ketentuan Tata Ruang Kota

1) Faktor Lingkungan Yang Dipantau

Tumbuhnya bangunan liar berupa warung dan toko sepanjang jalan arteri yang melanggar ketentuan tata kota.

2) Tolok Ukur Dampak

Jumlah bangunan liar, warung dan toko yang melanggar garis sepadan bangunan yang didirikan sepanjang jalan arteri.

3) Lokasi Pemantauan

Lokasi pemantauan sepanjang kanan-kiri proyek jalan.

4) Periode Pemantauan

Pemantauan dilaksanakan setiap bulan sekali.

5) Pelaksanaan Pemantauan Lingkungan

a. Lembaga Pelaksana

Dinas Pengawasan Pembangunan Kota DKI dan Biro Ketertiban DKI.

b. Penerima Umpan Balik

Lembaga penerima umpan balik hasil pemantauan adalah Pemda DKI yaitu Dinas Tata Kota DKI, Dinas Pengawasan Pembangunan Kota DKI, Biro Ketertiban DKI.

c. Biaya

Biaya untuk pelaksanaan pengelolaan kegiatan ini dibebankan Pemda yaitu DKI Dinas Pengawasan Pembangunan Kota DKI dan Biro Ketertiban DKI.

Rencana Pemantauan Lingkungan IRPLI 11-6

(13)

Laporan Akhir Studi ANDAL

Pengembangan Siatem Jalan Arterl Perkotaan dl Jakarta den Sekiternya

2.3. KOMPONEN LINGKUNGAN SUMBER DAYA AIR

Timbulnya Genangan Air Pada Daerah .Rendah Sekitar Proyek 1) Faktor Lingkungan Yang Dipantau

Sumberdampak yang mempengaruhi keseimbangan tata air adalah kegiatan pembersihan dan pembukaan lahan, penggalian badan jalan serta penimbunan dan pemadatan tanah badan jalan. Terganggunya aliran permukaan dan dipindahkannya genangan air dari lokasi , jalan yang merupakan kantong air permukaan penduduk akibat penimbunan tanah.

2) Tolok Ukur Dampak

Banyak lokasi tergenang air, luas, tinggi dan lama genangan air, frekwensi terjadinya genangan, volume lumpur yang harus dibuang.

3) Lokasi Pemantauan

Pad a tempat-tempat yang raw an genangan air.

4) Periode Pemantuan

Sebulan sekali pada waktu musim hujan.

5) Pelaksanaan Pemantauan Lingkungan a. Lembaga Pelaksana

Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Pengairan dan Direktorat JEnderal Bina Marga serta Kelurahan.

b. Penerima Umpan Balik

Lembaga penerima umpan balik pelaksanaan pemantauan lingkungan adalah Direktorat Jenderal Bina Marga, Direktorat Jenderal Pengairan dan Pemda DKI.

c. Biaya

Biaya untuk pelaksanaan pemantauan lingkungan dibebankan pada Proyek Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga untuk pengelolaan saluran drainase jalan dan Direktorat Jenderal Pengairan untuk pengelolaan saluran drainase diluar DAMJJA.

Rencena Pemantauan lingkungan (RPLI 11-7

(14)

Laporan Akhir Studi ANDAL

Pengembangan Sistem Jelen Arteri Perkotaan di Jakarta dan Sekitarnya

2.4. KOMPONEN LINGKUNGAN UDARA

a. Dampak meningkatnya pencemaran udara karena kegiatan mobilisasi material dan alat besar.

1) Faktor Lingkungan Yang Dipantau

Faktor lingkungan yang dipantau adalah kondisi kualitas udara yang meliputi kandungan debu, SOx dan Pb di udara.

2) Tolok Ukur Dampak

Tolok ukur dampak yang dipergunakan adalah baku mutu udara ambien yang ditetapkan oleh Menteri KLH dalam keputusan No. Kep- 02/MENKLH/06/1988, tentang Pedoman Penetapan Baku Mutu Lingkungan atau Keputuasn Gubernur DKI Jakarta Raya tentang Baku Mutu Udara ambien di wilayah DKI Jakarta. Banyaknya keluhan masyarakat yang terkena dampak.

3) Lokasi Pemantauan

Lokasi pemantauan merupakan tempat-tempat yang merupakan rute pE:JnycmykutCJil rnutE:JriCJI cJw1 pE:JrCJICJtWI pruyE:Jk.

4) Periode Pemantauan

Periode pemantuan setiap kegiatan pengangkutan dilaksanakan.

5) Pelaksanaan Pemantauan Lingkungan

a. Lembaga Pelaksana

Konsultan Supervisi dan Direktorat Jenderal Bina Marga.

b. Penerima Umpan Balik

Penerima umpan balik basil pemantauan ling kung an adalah Direktorat Jenderal Bina Marga dan Pemda DKI.

c. Biaya

Biaya untuk pelaksanaan kegiatan pemantuan ini dibebankan pada Proyek Departemen Pekerjaan Umum, direktorat Jenderal Bina Marga.

Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) II - 8

(15)

Laporan Akhir Studi ANDAL

Pengembangan Siatem Jalan Arteri Perkotaan di Jakarta dan Sekitarnya

b. Meningkatnya pencemaran udara dan kebisingan pada kegiatal) penyiapan tanah dasar (pembersihan dan pengupasan tanah).

1) Faktor Lingkungan Yang Dipantau

Meningkatnya pencemaran udara (debu} dan kebisingan pada kegiatan pembersihan dan pengupasan tanah sehingga lapisan tanah atas tidak terlindungi. Bila pengupasan menggunakan alat besar bulldozer akan menimbulkan kebisingan suara yang mengganggu.

2) Tolok Ukur Dampak

Baku mutu lingkungan udara ambien khususnya debu 260 ug/m3 .

Pemantauannya dengan memperhatikan adanya keluhan masyarakat.

3) Lokasi Pemantauan

Pada segmen jalan dimana dilaksanakan kegiatan penyiapan tanah dasar.

4) Periode Pematauan

Salama kegiatan penyiapan tanah dasar dilaksanakan. dipantau 1 (satu) rnmggu sekHII.

5) Pelaksanaan Pemantauan Lingkungan

a. Lembaga Pelaksana

Lembaga pelaksana pengelolaan lingkungan untuk mengurangi dampak di atas adalah kontraktor yang ditunjuk melaksanakan pekerjaan pembuatan jalan.

b. Penerima Umpan Balik

Lernbaga penerima umpan balik hasil pemantauan lingkungan adalah PDirektorat Jenderal Bina Marga dan Pemda DKI.

c. Biaya

Biaya untuk pelaksanaan pengelolaan kegiatan ini dibebankan pada Proyek Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga.

Rencana Pemantauan Lingkungan IRPL) 11-9

(16)

Laporan Akhir Studi ANDAL

Pengembangan Sistem Jelen Arteri Perkotaan di Jakarta dan Sekitarnya

c. Pencemaran udara dan kebisingan akibat kegiatan pekerjaan galian dan timbunan tanah :

1) Faktor Lingkungan Yang Dipantau

Meni~gkatnya pencemaran udara (debu) dan kebisingan pada saat pengangkutan bahan di daerah milikjalan umumnya keadaan badanjalan yang dila'lui oleh kendaraan proyek masih berupa lapisan tanah yang kering dan berdebu, sehingga menimbulkan cemaran debu ke udara yang cukup tinggi ynag dapat mengganggu kesehatan penduduk dan kehidupan tanaman disekitarnya.

Pada tahap konstruksi terutama pada pekerjaan tanah seperti pada kegiatan pembangunan dan pembersihan lahan, penggalian badan jalan, serta kegiatan perkerasan badan jalan, telah menghasilkan dampak kebisingan khususnya yang diakibatkan oleh penggunaan alat-alat berat dan kendaraan pengangkutan bahan-bahan/material.

2) Tolok Ukur Dampak

Tolok ukur dampak yang dipergunakan adalah Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan No. Kep-056 tahun 1994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting dan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Ray a tentang Baku Mutu Udara. ambion di wilayah DK I Jakarta.

Konsentrasi debu sesuai nilai baku mutu ling kung an udara 260 ug/m 1 yang dikeluarkan KLH dan Pemda DKI. Banyaknya keluhan rnasyarakat yang terkena dampak kebisingan dan pencemeran udara oleh debu.

3) Lokasi Pemantauan

Pada segmen/bagian jalan dimana dilaksanakan kegiatan galian dan penimbunan tanah.

4) Periode Pemantauan

Selama kegiatan galian dan penimbunan tanah dilaksanakan dipantau 1 minggu sekali.

5) Pelaksanaan Pemantauan Lingkungan a. Lembaga Pelaksana

Lembaga pelaksana pemantauan lingkungan adalah konsultan supervisi dan Direktorat Jenderal Bina Marga.

Rencana Pemantauan Lingkungan IRPLI II - 10

(17)

Laporan Akhir Studi ANDAL

Pengembangan Si•tem Jalan Arteri Perkot-n di Jakarta dan Sekitamya

b. Penerima Umpan Balik

Lembaga penerima umpan balik hasil pemantauan lingkungan adalah Direktorat Jenderal Bina Marga dan Pemda DKI.

c. Biaya

Biaya untuk pelaksanaan pengelolaan kegiatan ini dibebankan pada Proyek Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga.

d. Meningkatnya pencemaran/pengotoran udara dan kebisingan yang ditimbulkan oleh kendaraan/alat-alat besar proyek yang beroperasi pada pekerjaan lapis perkerasan sub grade.

1) Faktor Lingkungan Yang Dipantau

Pencemaran/pengotoran udara dan kebisingan yang ditimbulkan oleh kendaraan/alat-alat besar proyek yang beroperasi pada pekerjaan lapis perkerasan sub grade.

2) Tolok Ukur Durnpok

Tolok ukur dampak yang dipergunakan adalah baku mutu udara arnbien yang ditetapkan oleh Menteri KLH dalam keputusan No. Kep- 02/MENKLH/06/1988, tentang Penetapan Baku Mutu Lingkungan atau Keputusan Gubernur OKI Jakarta Raya tentang Baku Mutu Udara am bien di wilayah DKI Jakarta.

Konsentrasi debu sesuai nilai baku mutu lingkungan udara 260 ug/m3 yang dikeluarkan KLH dan Pemda DKI. Banyaknya keluhan masyarakat yang terkena dampak kebisingan dan pencemeran udara oleh debu.

3) Lokasi Pemantauan

Pada segmen/bagian jalan dimana dilaksanakan kegiatan galian dan penimbunan tanah.

4) Periode Pemantauan

Selama kegiatan galian dan penimbunan tanah dilaksanakan dipantau 1 minggu sekali.

Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) II - 11

(18)

Laporan Akhir Studi ANDAL

Pengembangan Sistem Jalan Arteri Perkotaan di Jakarta dan Sekitarnya

5) Pelaksanaan Pemantauan Lingkungan

a. Lembaga Pelaksana

Lembaga pelaksana pemantauan lingkungan adalah konsultan supervisi dan PU Bina Marga.

b. Penerima Umpan Balik

Lembaga penerima umpan balik hasil pemantauan lingkungan adalah PU Bina Marga dan Pemda DKI.

c. Biaya

Biaya untuk pelaksanaan pengelolaan kegiatan ini dibebankan pada Proyek PU Bina Marga.

e. Tirnbulnya kebisingan dan getaran pada waktu pekerjaan pernancanuar•

tiang pondasi.

1) Faktor Lingkungan Yang Dipantau

Kebisingan dan getaran pada waktu pekerjaan pemancangan tiang pondasi karena menggunakan mesin pemancang tiang.

2) Tolok Ukur Dampak

Tolok ukur dampak yang dipergunakan adalah Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan No. Kep-056 tahun 1 994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting dan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Raya tentang Baku Mutu Udara ambien di wilayah DKI Jakarta.

3) Lokasi Pemantauan

Pada jembatan layang yang sedang dibangun dimana dilaksanakan kegiatan pemancangan pondasi tiang.

4) Periode Pemantauan

Salama kegiatan pemancangan pondasi jembatan layang dilaksanakan, diapantau dipantau 1 minggu sekali.

Rencana Pemantauan Lingkungan (RPLI II - 12

(19)

Laporan Akhir Studi ANDAL

Pengembangan Sistem Jahm Arteri Perkotaan di Jakarta dan Sekitarnya

5) Pelaksanaan Pemantauan Lingkungan

a. Lembaga Pelaksana

Lembaga pelaksana pemantauan lingkungan adalah konsultan supervisi dan Direktorat Jenderal Bina Marga.

b. Penerima Umpan Balik

Lembaga penerima umpan batik hasil pemantauan lingkungan adalah Direktorat Jenderal Bina Marga dan Pemda DKI.

c. Biaya

Biaya untuk pelaksanaan pengelolaan kegiatan ini dibebankan pada Proyek Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga.

f. Meningkatnya pencemaran udara oleh emisi kendaraan pada pengoperasian jalan/lalu-lintas.

1) Faktor Lingkungan Yang Dipantau

Pencernaran udara oleh emisi kendaraan meningkat oleh karenCJ banyak kendaraan yang menggunakan jalan arteri mengalami kemacetan pada lokasi perbaikan jalan.

2) Tolok Ukur Dampak

Tolok ukur dampak yang dipergunakan adalah Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan No. Kep-056 tahun 1 994 te_ntang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting dan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Raya tentang Baku Mutu Udara ambien di wilayah DKI Jakarta.

Tolok ukur dampak berdasarkan nilai baku mutu lingkungan udara kadar debu 260 ug/m3 di udara 0,06 mg/m3 dan kadar SOx 260 ug/m3 serta kadar NOx 95,50 ug/m3 yang dikeluarkan KLH dan Pemda DKI.

Banyaknya keluhan masyarakat yang terkena dampak kebisingan dan pencemaran udara oleh debu.

3) Lokasi Pemantauan

Sepanjang jalan arteri yang telah operasional.

Rencana Pemantauan Lingkungan IRPLI II - 13

(20)

Laporan Akhir Studi ANDAL

Pengembangan Siatem Jalan Arteri Perkotaan di Jakarta dan Sekitarnya

4) Periode Pemantauan

6 bulan sekali pada musim hujan dan musim kemarau.

5) Pelaksanaan Pemantauan Lingkungan

a. Lembaga Pelaksana

Lembaga pelaksana pemantauan lingkungan adalah Pemda DKI melalui P4L.

b. Penerima Umpan Balik

Lembaga penerima umpan balik basil pemantauan lingkungan adalah Direktorat Jendera! Bina Marga dan Pemda DKI.

c. Biaya

Biaya untuk pelaksanaan pengelolaan kegiatan ini dibebankan pada Pemda DKI.

g. Meningkatnya kebisingan pada pengoperasian jalan/lalu-lintas.

1) Faktor Lingkungan Yang Dipantau

Kebisingan berasal dari lalu-lintas kendaraan yang menggunakan jalan arteri ini, terutama pada jam sibuk.

2) Tolok Ukur Dampak

Tolok ukur dampak yang dipergunakan adalah Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan No. Kep-056 tahun 1 994 tentang Pedoman Mengenai Ukuran Dampak Penting dan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Raya tentang Baku Mutu Udara ambien di wilayah DKI Jakarta. Banyaknya keluhan masyarakat yang terkena darnpak kebisingan. Kreteria ambien bising serta derajat kebisingan yang diperkenankan :

Peruntukan

Peru mahan

lndustri/perkantoran Pusat Perdagangan Rekreasi

Carnpuran Perumahan/lndustri

Rencana Pemantauan Lingkungan (RPLI

Maximum yang diperkenankan

60 dB 70 dB 85 dB 60 dB 50 dB

II - 14

(21)

Laporan Akhir Studi ANDAL

Pengembangan Sis1em Jalan Arteri Perkotaan di Jakartft dan Sekitarnya

3) Lokasi Pemantauan

Sepanjang jalan arteri yang telah operaslonal.

4) Periods Pemantauan

Periods pemantauan 6 bulan sekali.

5) Pelaksanaan Pemantauan Lingkungan

a. Lembaga Pelaksana

Lembaga pelaksana pemantauan lingkungan adalah Pemda DKI melalui P4L..

b. Penerima Umpan Balik

Lembaga penerima umpan balik hasil pemantauan lingkungan adalah Pemda DKI dan PU Bina Marga.

c. Biaya

Biaya untuk pelaksanaan pengelolaan kegiatan ini dibebankan pada Pemda DKI Jakarta.

h. Pencemaran udara dan kebisingan waktu pemeliharaan jalan.

1) Faktor Lingkungan Yang Dipantau

Pencemaran udara oleh emisi kendaraan meningkat oleh karena terjadi kemacetan lalu-lintas sekitar lokasi perbaikan jalan pada jam sibuk.

Timbulnya kebisingan antara lain dari penggunaan concrete breaker dan mixer concrete.

2) Tolok Ukur Dampak

Tolok ukur dampak berdasarkan nilai baku mutu lingkungan udara kadar debu 260 ug/m3 di udara 0,06 mg/m3 dan kadar SOx 260 ug/m3 yarig dikeluarkan KLH dan Pemda DKI. Banyak keluhan masyarakat yang terkena dampak kebisingan dan pemcemaran udara oleh debu.

3) Lokasi Pemantauan

Pada bagian jalan dimana dilakukan perbaikan jalan.

Rencana Pemantauan Lingkungan (RPLI II - 1 5

(22)

loJ>Oran Akhir Studi ANOAL

Pengembe:,gnn Sistem Jalan Arteri Perkotaan di Jakarta dan Sekitarnya

4) Periode Pemantauan

Periode pemantauan 1 bulan sekali selama masa perbaikan.

5) Pelaksanaan Pemantauan Lingkungan

a. Lembaga Pelaksana

Lembaga pelaksana pemantauan lingkungan adalah konsultan supervisi dan PU Bina Marga.

b. Penerima Umpan Balik

Lembaga penerima umpan balik hasil pemantauan lingkungan adalah Direktorat Jenderal Bina Marga dan Pemda DKI.

c. Biaya

Biaya untuk pelaksanaan pengelolaan kegiatan ini dibebankan pada Proyek Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga.

2.5. KOMPONEN SARANA DAN PRASRANA

a. Gangguan kerusakan utilitas listrik, telepon, air minum dan gas.

1) Faktor Lingkungan Yang Dipantau

Gangguan/kerusakan utilitas pada waktu kegiatan pemasangan dan pembongkaranjaringan pada waktu pembersihan/pekerjaan pengupasan tanah dasar dan pekerjaan galian tanah serta pekerjaan pemasangan dan pembongkaran jaringan utilitas. Pemasangan jaringan utilitas dimaksudkan untuk menggali jaringan utilitas lama yang terkena oleh badan jalan dan sarana penunjangnya. Setelah dilakukan pembuatan jaringan baru sesuai dengan kondisi lokasi jalan, barulah dilakukan pengalihan/pemindahan aliran dari jaringan utilitas lama ke jaringan utilitas baru. Proses pengalihan jaringan listrik, telepon air minum dan gas ini menimbulkan dampak gangguan/terhentinya pelayanan utilitas tersebut untuk sementara waktu. Pemantauannya dengan memperhatikan kelancaran fungsi utilitas umum.

2) Tolok Ukur Dampak

Lamanya gangguan pelayanan utilitas terjadi dan besarnya kerugian yang ditimbulkannya.

Rencane Pernanteuan Ungkungen IRPLI II - 16

(23)

Laporan Akhir Studi ANDAL

Pengembangan Sistem Jalan Arteri Perkotaan di Jakarta dan Sekitarnya

3) Lokasi Pemantauan

Sepanjang jalan arteri selama proses pengaliahan aliran utilitas dilakukan.

4) Periode Pemantauan

Setiap hari selama proses pengalihan aliran utilitas.

5) Pelaksanaan Pemantauan _Lingkungan

a. Lembaga Pelaksana

Lembaga pelaksana pemantauan lingkungan adalah PLN, PAM, Perumtel, Perusahaan Negara Gas dan Direktorat Jenderal Bina Marga.

b. Penerima Umpan Balik

Lembaga penerima umpan balik hasil pemantauan lingkungan adalah PU Bina Marga, PLN, Perumtei,Perusahaan Neoara Gas. PAM Jaya dan Pemda DKI.

c. Biaya

Biaya untuk pelaksanaan pengelolaan kegiatan ini dibebankan pada Proyek Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Margo.

IJ. Kerusakan Jalan Lingkungan

1) Faktor Lingkungan Yang Dipantau

Pengangkutan material dan alat-alat besar dapat menyebabkan rusaknya jalan lingkungan di sekitar proyek karena kelas jalan lebih renc.iah dari pada beban yang diterima dari kendaraan proyek. Pemantauannya melihat kondisi kerusakan jalan yang terjadi dan keluhan masyarakat.

2) Tolok Ukur Dampak

Tingkat kerusakan jalan yang terjadi, panjang jalan yang rusak, besarnya biaya perbaikan jalan.

3) Lokasi Pemantauan

Pada jalan lingkungan sekitar proyek pembangunan jalan arteri.

Rtoncana Pemontaunn Lingkungnn (RPLI II ·· 17

(24)

Laporan Akhir Studi ANDAL

Pengembangan Sistem Jelen Arteri Perkotaan di Jakarta dan Sekitarnya

4) Periode Pemantauan

Setiap 1 bulan sekali selama pembangunan jalan arteri.

5) Pelaksanaan Pemantauan Lingkungan

a. Lembaga Pelaksana

Lembaga pelaksana pemantauan lingkungan adalah konsultan supervisi dan Direktorat Jenderal Bina Marga.

b. Penerima Umpan Balik

Lembaga penerima umpan balik hasil pemantauan lingkungan adalah Direktorat Jenderal Bina Marga dan Pemda DKI.

c. Biaya

Biaya untuk pelaksanaan pengelolaan kegiatan ini dibebankan pada Proyek Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga.

Rencana Pemantauan lingkungan IRPL) II - 18

(25)

Laporan Akhir Studi ANDAL

Pengembangan Sistem Jalan Arteri Perkotaan di Jakarta dan Sekitarnya

RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (RPL) PENGEMBANGAN SISTEM JALAN ARTERI PERKOTAAN DI JAKARTA DAN SEKITARNY A (KORIDOR UTARA-SELATAN)

SOSIAL EKONOMI OAN SOSIAL BUDAYA

TAHAP PEMBEBASAN TANAH PENOUOUK YANG PERSENTASE 1'•1 LOKASI PEMIJA OKI, PU. BINA FU lliNA

KUNS TIDAK PUAS ATAS I'ENDUDUK YANG PEMIIUlASAN HPN, MAHGA, MAHiiA

lHIJKSI BESARNYA GANTI TIOAK PUAS ATAS TANAH SELAMA BAKORSTBA f'EMOA OKI !DANA PROYEK:,

RUG I BESARNYA GANTI KEGIA TAN GANTI NASOA i•f MUA OKI

RUG I RUGI BERLANGSUNG

PEMUKIMAN JUMLAH PENDUOUK SELAMA PENOUOUK LOKASI PENOUOIJK PEMUA DKI PU. BINA I'll. ili~JA MAHt;A

PENDUDUK YANG CEMAS BELUM MENDAPAT YANG DIPINDAHKAN MARGA, tDANA PHOYFKl

It 1!111\llAI' II Mf'A I It MI'A I IINiiliAI Sll AMI\ I'IHISI S I'IMIIIIIIKI IINr.r.AI BAHU YANG S£SUAI iHJIIN()AfiAN

I' I NllllllliK

UTILI US

l'lMUONGKAilAN OM~ l'fLAYANAN UTILITAS SELAMA PROSES S£PJINJANG JALAN Pll. BINA PU. BINI\ I'U. lliNA MABGII

1'1 MINIIAIIJIN SHAMA I'[MINOIIAN Alllllll YANG MARGA, MAIHiA, I'LN.

JARINGAN UTILITAS PEMBONGKARAN DAN BERLANGSUNG OIBANGUN SELAMA KONSULTAS PAM, PERUM

PfMINOAHAN MASA I'IMINOAIIAN PENfiAWAS, PIN, 1£1, PN liAS

UliLIIAS JAHINGJIN UTILITAS PAM, PERUM·

TEl, I'N GAS.

KONS· PERSIAPAN: KONDISI LALU LINTAS KELANCARAN LALU JALAN DAN PU. BINA I'U. liiNA PU. BINA MARGA

IHLIKSI JALAN 01\N LINTAS DAN JEMBATAN YANG MARGA, MARGA.

MOBILISASI JEMBATAN YANG KAPASITAS JALAN OILALUI KONSULTAN PEMOA DKI,

MA TfRIAl nAN ALA 1 IJIALALUI KENilARAAN SERTA KECEPA fAN K£NilAHAAN I'FNGAWAS IJLL AJH IlK I

ALAI BlHA 1 I'RUYlK KENUARAAN PROYEK YANG

MENGANGKUT Ml\ ILHIAL DAN PERALA TAN PROYEI(

Sf 11AP HARI KERJA

Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL)

(26)

Laporan Akhir Studi ANDAL

Pengembangan Sistem Jalan Arteri Perkotaan di Jakarta dan Sekitarnya

!IANJUfANl

KUNS PERSIAPAN: GANGGUAN GANGGUAN LAlli· JALAN DISEKITAR PU. BINA PU. BINA PU. BINA

lHUKSI KHANCARAN LAlli· LINT AS DISEKIT AR BASE CAMP/MIXING MARGA, MARGA, MARGA

PENYIAPAN LAHAN LINTAS YANG LOKASI PROYEK PLANT PADA SAAT KONSULTAN Pf.MOA DKI

OISEBABKAN KARENA lAlU-LINTAS UNTUK P[NGAWAS

KENOAHAAN PROYEK KElUAR MASUK BASE

CAMI'IMIXING PLANT SIB UK

PHAKSANAAN: MOBiliTAS KHUHAN PENOUDUK SEGMEN DIMANA PU. BINA PU. BINA PU. BINI\

PENDUOUK SAAT DISEKIT AR PROYEK PElAKSANAAN MARGA, MARGA MARti A

PENYIAPAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN KONSULTAN

SUB-GRAUE, PENGGAUAN DAN lHAH DllAKUKAN 1 PENGAWAS

PENGGALIAN DAN PENIMBUNAN 1 ANAH MINGGU S[KALI

PENIMBUNAN TANAH SERTA PEKERJAAN PEMBUATAN ORAINASf

PENGECORAN KONDISI lAlU-liNTAS lAMA TERJAOINYA SEGMEN DIMANA PU. BINA Pll BINA PIJ lliNA

PERKEilASAN JAlAN KEMACETAN lAlU l'llAKSANAAN MAHGA, MA!IGA MAitGA

BETON liNT AS PEMBANGUNAN KONSULTAN

THAll OllAKUKAN PENGAWAS 1 MINGGIJ SEKAll

MOBil! lAS KHUIIAN I'ENOUOUK I'AOA SIGMEN JAlAN I'll. BINI\ I'll. BINI\ I'll IIINA

l'l NllliiiUK lliMI\NI\ Mlltii;A. Mlllll;f, MAIU;I\

KILIIAHIMIISUK 11111\K~IINI\KAN KUNSIJL 11\N

RUMAH K£GIATAN TERSEBUT PENGAWAS

OILAKUKAN 1 MINGGU SEKAll

PEKERJAAN KONOISI lAlU liNT AS lAMA TERJAOINYA Slf'ANJANG JAlAN I'll. BiNA PU. BINA PU. BINI\

STRUKTUR: KEMACETAN LAlli· PAOA TEMPAT MARGA, MARGA MARGA

LINT AS KlMACLIIIN LAlli KONSULIAN

STRUKTUR OASAR liNlAS I'ENGAWAS

· INtHA SIHUK IUH

Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL)

(27)

Laporan Akhir Studi ANOAL

Pengembangan Sistem Jalan Arteri Perkotaan di Jakarta dan Sekitarnya

(lANJUTAN)

SUMBER O.ANA.

PENG· PENGOPERASIAN KECELAKAAN LALU- ANGKA KECELAKAAN LOKASI YANG RAWAN POLISI LALU- PU. BINA OLLAJH OKI

OPEHASIAN JALAN liNT AS LALU UNTAS 01 KECHAKAAN; LINT AS MARGA,

DAN PEMELi- JALAN ARTERI DAN PESIMPANGAN JALAN, PEMDA DKI

IIAHAAN SEBAB-SEBABNYJI PEMANTAUAN POLISi LALU

JALAN DILAKUKAN 3 BULAN liNT AS,

SEKALI DLLA.JR

PEMELIHARAAN KONDISI LALU LINTAS LAMA TERJADI PAOA TITIK LOKASI PU. BINA PU. BINA I'll BINA

JALAN PADA SAAT KEMACETAN DAN PERBAIKAN JALAN MARGA, MAHlill MAHfiA

SEBAGIAN LAJUH SEBAB-SEBAB KONSULlAN

JALAN DIPERBAIKI/ TERJADINYA PENGAWAS

TIDAK DAPAT KECELAKAAN LALU· DAN Oll.AJR

OIPAKAI liNT AS

TATA RUANG. LAHAN DAN TANAH

PENGOPERASIAN lATA GUNA TANAH JUMLAH BANGUNAN SEPANJANG JALAN DINAS UlNAS lATA UlNAS

JALAN lATA RUANG KOTA LIAR DAN WARUNG/ ARlERI PENGAWASAN KOf11 J'[NiiAWASAN

KIOS YANG TIMBUL PfMBANGliN I'IMIIANI;!JN

SEPANJANG JALAN AN KOlA, AI~ KIJ lA

ARTERI YANG KAMTIB DKI

MELANGGAR GARIS . SEPADAN

BANGUNAN

HIDROLOGI DAN PENCEMARAN AIR

KONS- PENGOPERASIAN KONDISI DRAINASE JUMLAH LUMPUR CONCRETE MIXING, PU. BINA PU. BINA PU. BINA IRUKSI BASE CAMP/MIXING /BADAN SALURAN AIR SEMEN YANG BATCIUNG PLANT MAFIGA, MARGA, MARGA,

PLANT, BATCHING DISEKITAR LOKASI MENYUMBAT I BULAN SEKALI KONSULTAN PEMOA DKI UANA

PLANT, GUDANG BASE CAMP/MIXING SALURAN PENGAWAS I'HOYf.K

PLANT

Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL)

(28)

Laporan Akhir Studi ANDAL

Pcnucrnbangan Sistern Jalan Arteri Pcrkotaan di Jakarta dan Sckitarnya

ILANJUIAN)

•. .•. f't:lUSANAAN PEMANTAUAN

. . > liHil(v~oMf

··· ..

SUMBER

o•NA

KONS PENGGAUAN DAN KONOISI DRAINASE LUAS GENANGAN, PAUA SEGMEN JALAN I'U. BINA PU. BINA PU BINA

THUKSI PENIMBUNAN TANAH SETEMPAT AKillAT KETINGGIAN OIMANA MARGA, MARGA MARGA

KEGIATAN GENANGAN SERTA UILAKSANAKAN KONSUL TAN

PEMBUANGAN BAHAN LAMANYA PEMBUANGAN BAHAN PENGAWAS SISA YANG GENANGAN TERJAOI SISA

MENIMBULKAN GENANGAN AIR/

KANTONG AIH

PENCE MARAN UOARA

MOBILISASI PENClMARAN KONSENT RASI OEBU, LOKASI I'U. UlNA PU BINA I'll lliNfl

MATERIAL DAN ALAT· UDARA BAHAN PENCEMAH PENGANGKUTAN MARGA, MARGA MARGA

AlAl BEHAT MATERIAL OAN KONSUL TAN

PERALATAN I'ROYEK; f'ENGAWAS KIIIISIN!;AN IINr;KA I I' Alii\ SM I

K!KISINiiAN Kl !ill\ IAN Bill I ANIOSUNli

-~--------

PENYIAPAN TANAH PENCE MARAN KONSENTRASI DEBU PAOA SEGMEN JALAN PU. BINA PU BINA PU f\INA

OASAII. II II AHA 111MhNA 1111 IlK MAlt GA. MAII!iA MIIHUI

PEMBERSIHAN DAN SANAKAN KEGIATAN KONSULTAN

PENGUPASAN · KEBISINGAN TINGKAT TERSEBUT. 1 MINGGU PENGAWAS

KEBISINGAN SEKALI

PENGGALIAN DAN . PENCEMARAN KONSENTHASI OEBU PADA SEGMEN JALAN PU. BINA PU. BINA PU. BINA

PENIMRUNAN TANAll UOARA/OEBU OIMANA OILAK MARGA, MAilliA, MAH!ill,

SANAKAN KEGIATAN KONSULlAN PEMOA OKI DANA

TERSEBUT, 1 MINGGU PENGAWAS I'HOYfK

SEKALI

· KE!liSINGAN TINGKAl PADA SEGMEN JALAN PU. KINA PU. BINA I'U. BINA

KEBISINGAN SAAT OIMANA DILAK MARGA, MARGA. MARGA,

ALAI IU.HAI SANAKAN Kl.GIA I AN KONSUL IAN l'lMUA UKI IlANA

BEKERJA T£RSEBUT, 1 MINGGU PENGAWAS PROYfK

S!KAII

Rcncana Pernantauan Lingkungan (RPL)

(29)

Laporan Akhir Studi ANDAL

Pongombangan Sistem Jalan Artori Perkotaan di Jakarta dan Sokitarnya

ILANJUTAN)

KONS PEKEHJAAN LAPIS : TRUKSI

. PfHKERASAN SUB · P£NI:EMARAN · KONSENTRASI PA:.JA SEGMEN JAIAN PIL BINI\ I'IJ. !!INA PIJ. BINA

GRADE UDAHA DEBU OIMANA DILAK- MARGA, MARGA, MAHGA.

SANAKAN KEGIATAN KONSIJLTAN PEMOA DKI DANA

· KEBISINGAN · TINGKAT TEHSEBUT, 1 MINGGU PENGAWAS PHOYEK

KEBISINGAN SEKAll

· PENGECORAN · KEBISINGAN TINGKAT PADA SEGMEN JALAN PU. BINA PU. lliNA PIJ BiNA

P!HK!IlASAN K[BISINGAN IJIMANA 0111\K MAUGA, MAl IliA. MAIH;A,

JALAN BETON KAHENA CONCRETE SANAKAN KEGIA TAN KONSUUAN PEMIIA flKI IJMjA

MIXER, TRUCK TEHSERUT, 1 MINGGIJ f'ENGAWAS I'RIIYIK

!RillLH, VIBRATOR SlKAll

PEKERJAAN KEBISINGAN KARENA PENGUKURAN PAOA P[KERJAAN PU. I:IINA PIJ. BINA I'!J IIINA

STRUKTUR PilE HAMMER DIESH KEI:IISINGAN PAUA PEMACANGAN MARGA, MARliA. MAIIfiA.

I!AillliS lOrn I'IINIJASI. I MINNtill KIINSIIllAN I'IMIIA IIKI IJANII

HAilllJS 3Um SIKAII I'INliAWAS l'iUJYIK

J II AHI SL KAll

PEMANCANGA.N GETARAN KARENA PENGUI<UHAN PADA lOKASI PU. BINA PU. BiNI\ PU. I:IINA

PONDASI PilE HAMMER OIESH GETARAN PAOA PEMANCANGAN MARGA, MAUGA, MARGA.

RADIUS 5m. 1Om, PONDASI, 1 MINGGU KONSULTAN PEMIJA OKI DANA

30m, DAHl SEKALI I'ENGAWAS PROYfK

PERALA TAN TERSEBUT 3 HARI SEKAU

Rencana Pomantauan Lingkungan (RPL)

(30)

Laporan Akhir Studi ANOAL

Pengembangan Sistem Jalan Arteri Perkotaan di Jakarta dan Sekitarnya

llANJUTANI

PENCEMARAN UDARA

PENG· PENGOPERASIAN MENINGKATNYA KONSENTRASI PADA JAlAN YANG KP2l OKI PU. BINA I'EMOA

OPERASIAN JALAN PENCEMARAN UDARA BAHAN PENCEMAR: TELAil OIOPERASIKAN MARGA, OKI, BKLH

DAN PEMEll· DEBU, SO,, NO,, Pb 'l KAU SET All UN f'[MOA UKI, UKI

HARAAN BKlH DKI

JALAN

MENINGKA TNYA TINGKAT PADA JALAN YANG, BAPEDAL f'U. BINA PEMOA

KEBISINGAN KEBISINGAN PADA TELAH DIOPERASIKAN MARGA, DKI, BKI.H

RADIUS 1 0 METER 2 KAU SETAHUN PEMOA DKI, OKI

DAN 30 METER BKlH OKI

PEMEUHARAAN MENINGKA TNYA KONSENTRASI PAOA JAlAN YANG PU. BINA PU. BINA PU. BINA

JALAN PENCEMARAN UOAHA BAHAN PENCEMAR: OIOrERASIKAN MAIIGA, MAIIGA, MARG.II,

DEBU, SO,, NO,, Pb KONSUl TAN PEMDA DKI DANA

PENGAWAS PROYEK

MENINGKATNYA TINGKAT PEMANTAUAN PU. BINA PU. BINA PU. BINA

KEBISINGAN KEBISINGAN PADA SELAMA MASA MARGA, MARGA, MARGA,

RADIUS 1 0 METER PEMEUHARAAN KONSULTAN PEMDA OKI DANA

DAN 30 METER PENGAWAS PROYfK

Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL)

(31)

Laporan Akhir Studi ANDAL

Pengembangan Sistem Jalan Arteri Perkotaan di Jakarta dan Sekitarnya

RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (RPL) PENGEMBANGAN SISTEM JALAN ARTERI PERKOTAAN DI JAKARTA DAN SEKITARNYA (KORIDOR TIMUR-BARAT)

SUM9fR O~N!

SOSIAL EKONOMI DAN SOSIAL BUOAYA

TAHAP PEMBEBASAN TANAH PENDUDUK YANG PERSENTASE (%) LOKASI PEMOA OKI, PlJ. BINA f'U. BINA

KONS TIDAK PUAS AT AS PENDUDUK YANG PlMBI:BASAN BPN, MAiiGA, MI\HGA

TRUKSI BESARNYA GANTI TIDAK PUAS AT AS TANAH SELAMA llAKORSTRA- PEMOA DKI iDANA PROHK).

RUG I BESARNYA GANTI KEGIATAN GANTI NASDA PEMOA DKI

RUG I RliGI BERLANGSUNG

PEMUKIMAN JUMlAil PENOUOUK SUAMA PENOUDliK LUKAS! P£NUUOUK P[MOA OKI I'll. !!INA I'IJ 1\INA MAIHiA

PfNIJUDUK YANG !:[MAS BELUM MENOAPAT YANG OIPINIIAIIKAN MARiiA, !IlANA PHOYI Ki

llltiiAIIAI' IIMI'I\1 IIMI'I\1 IINiilil\1 :;II AMI\ l'llll:;r:; I'IMIJI\ 11~1

IINGGAl BARU YANG SfSUAI PIMINlli\HAN f'INllllllUK

UTIUTAS

PEMBONGKARAN DAN PELAYANAN UTILITAS SELAMA PROSES SEPANJANG JALAN PU. BINA PU. BINA PU. BINA MARGA

P£MINDAHAN SHAM A I'EMINOIIAN ARTER! YANG MARGA, MARGA, PlN,

JARINGAN UTIIITAS PEMBONGKARAN DAN BERLANGSUNG DIBANGUN SHAMA KONSUllAS PAM, PERUM 1'1 MINIIAIIAN MASA I'£MINilAIIAN 1'1 NIJAWAS, Fl N, ffl, I'N GAS

UllliTAS JARINGAN UTIUTAS PAM, PERUM-

TEL, PN GAS.

KONS PERSIAPAN . KONDISI LAlli liNT AS KELANCARAN LAlli JALAN DAN Pll. BINA PU. BINA PU. BINA MARGA

TRUKSI JALAN DAN LINTAS DAN JEMBATAN YANG MARGA, MARGA,

MOBIUSASI JEMBATAN YANG KAPASITAS JALAN OILALUI KONSUlTAN PEMDA DKI,

MATERIAl DAN AlAT· OIALALUI KENDARAAN SERTA KECEPATAN KENDARAAN PENGAWAS DllAJR OKI

AlAT BERAT PROYEK KENDARAAN PROYEK YANG

MENGANGKUT MATLHIAL DAN PERALA TAN PROYEK

SE TIAP HAHI KEHJA

Rtmcana Pemantauan Lingkungan (RPL)

(32)

Laporan Akhir Studi ANDAL

Ponyombanyan Sistom Julan Arteri Perkotaan di Jakarta dan Sukitarnya

!LANJlJIANI

SIJMBEft llMPA. BAUK !>A filA

KONS PERSIAPAN: GANGGUAN GANGGUAN lALU- JALAN DISEKITAR PU. BINA PU. BINA f'lJ BINA

THUKSI KElANCARAN LALU- LINTAS OISlKITAR BASE CAMP/MIXING MARGA. MARGA, MARGA

PENYIAPAN LAHAN LINTAS YANG lOKASI PROYEK PlANT PADA SAAT KONSUlTAN PEMOA OKI

OISEBABKAN KARENA lALU-LINTAS UNTUK PENGAWAS

KENOARAAN PROYEK KHUAR MASUK BASE

CAMP/MIXING PLANT SIBUK

1'111\KSANAAN MOIIIIITAS l(£l UltAN PfNOlJOlJK SfGMfN OIMANA I'll lliNA I'll !\INA 1'1! BIN/\

PtNOUOUK SAA 1 ll1S!.KI1 AR PROYEK l'llAKSANAAN MI\HGA, MAill;A MAIHiA

PENYIAPAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN KONSUl TAN

SUB GRAUE, t'ENGGALIAN DAN THAll OllAKUKAN 1 PENGAWAS

PENGGALIAN DAN PENIMBUNAN TANAH MINGGU SEKALI

PENIMBUNAN TANAH SERTA PEKERJAAN 1'1 MIHIA 1 AN UHAINASE

I'ENG£CORAN KONOISI lALU-LINTAS lAMA HRJAOINYA SEGMEN OIMANA I'U. BINA I'U. lliNA l'li HINA

PERKERASAN JALAN KEMACETAN LALU- PELAKSANAAN MARGA, MARGA MAIHoA

BETON LINT AS PEMilANGUNAN KDNSULTAN

TELAH OILAKUKAN PENGAWAS 1 MINGGU SEKALI

MOBIUTAS KELUHAN PENDUDUK PADA SEGMEN JALAN I'U. BINA PlJ. DINA PU. BINA

PENOUDUK OJ MANA MARGA, MARGA MARGA

KELUAR/MASUK DILAKSANAKAN KONSlJL TAN

RUMAH KEGIATAN TERSEBUT PENGAWAS

DllAKUKAN 1 MINGGU SEKALI

PEKERJAAN KONDISI lALU-UNTAS LAMA TERJADINYA SEPANJANG JALAN PU. BINA PU. BINA PU. BINA

STRUKTUR: KEMACETAN lALU PADA TEMPAT MARGA, MARGA MARGA

LINT AS K(MACETAN LALU KONSULTAN

· STRUKTUR OASAR LINT AS PENGAWAS

· INfRA STRUKTUR

Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL)

(33)

Laporan Akhir Studi ANDAL

Pengembangan Sistem Jalan Arteri Perkotaan di Jakarta dan Sekitarnya

llANJUTANl

TAHAPAII IEGIAT All YA. .. • fAiltQ~ .• ··•···. •• ••. ,llll~lf,lRf;; •. •: .. · P~~~IC~~AAN PlM~rHAUA.N IEOIATAif PtmilttAt .... •· W.G~GA~ YANG ... / • • TOUH( !IJ«<Il • ···· · . • UNGKUIIGAN

DAPAT DIPAIIHAU

MEIIM8Ut.Qa::.•··•····

.... .,.,.,~. ;

SUMMR DANA BALIK

PLNG PENGOPERASIAN KECELAKAAN LAlli· ANGKA KECELAKAAN LOKASI YANG RAWAN POLIS! LAlli· PU. BINA OUAJR DKI

IJPIRASIAN JALAN LINT AS LALU LINTAS 01 KECELAKAAN; LINT AS MARGA,

DAN I'I.MLLI JALAN ARlERI DAN PESIMI'ANGAN JALAN, PEMDA OKI

IIARAAN SEBAB·SEBABNYA l'fMANT AUAN f'OUSI IALU

JAIAN DILAKUKAN 3 BULAN LIN I AS,

SEKALI DlLAJR

I'LMHIHAIIAAN KONDISI LALU liNT AS LAMA TERJADI PADA TITIK LOKASI PU. BINA PU. BINA PU. !!INA

JALIIN PADA SAAT KEMACHAN DAN PERRAIKAN JAIAN MIIIIGA. MARGA MAilli/1

SLBAGIAN LAJUII SEBAB·SEBAB KONSIJUAN

JALAN OIPERBAIKI/ TERJAOINYA I'£NGAWAS

TIOAK OAPAT k[CELAKAAN LAlli !JAN UllAJH

OIPAKAI LINT AS

TA TA RUANG. LA HAN DAN TANAH

PENGOPERASIAN lATA GUNA TANAII JUMLAH BANGUNAN SEPANJANG JALAN OINAS UlNAS lATA UlNAS

JALAN lATA RUANG KOlA LIAR DAN WARUNG/ ARTEIII PENGAWASAN KOlA PFNGAWASAN

KillS YANI; IIMIIIJI I'IMIIANiillN I'IMI!ANiillN

SEI'ANJANG JALAN AN KOlA, AN KUlA

ARHRI YANG KAMTIR llKI

MHANGGAH GARIS SEPAOAN BANGUNAN

HIDROLOGI DAN PENCEMARAN AIR

KONS PENGOPERASIAN KONOISI ORAINASE JUMLAH LUMPUR CONCHETE MIXING, PU. BINA PU. BINA I'll. BINA TRUKSI BASE CAMP/MIXING /BAOAN SALURAN AIR SEMEN YANG BA TCHING PLANT MARGA, MARGA, MARGA,

PLANT, HATCHING OISEKIT AR LOKASI MENYUMBAT I BULAN SEKALI KONSIILTAN I'EMOA OKI DANA

PLANT, GUOANG BASE CAMP/MIXING SALURAN PENGAWAS PROYEK

PLANT

Atllll:.m.t Ponl<tnl.tuan linylo..uny<m {RPL)

Referensi

Dokumen terkait

Dari penelitian yang telah disebutkan belum ada penelitian yang melakukan uji korelasi Spearman dan korelasi Kendall yang berhubungan dengan metode bootstrap,

model pembelajaran PBL juga mempunyai beberapa kelemahan yaitu siswa akan merasa malas untuk mencoba jika tidak memiliki minat atau tidak mempunyai kepercayaan bahwa

Mata kuliah ini berkaitan dengan pembuatan perangkat pembelajaran dan media pembelajaran, yaitu pembuatan kalender akademik, silabus, RPP (Rancangan

Pada tabel 2 didapatkan laju reaksi rata-rata dan nilai koefisien korelasi formalin dan diketahui bahwa proses degradasi formalin adalah mengikuti orde 1 karena laju

Dilaksanakannya lokakarya pengendalian kebakaran hutan-lahan pengalaman dan pelajaran musim kemarau tahun 2006 dimaksudkan untuk saling tukar informasi dan pengalaman terhadap

Ada delapan pokok-pokok kebijakan rehabilitasi dan rekonstruksi Kota Padang, yaitu: (1) memindah pusat pemerintahan; (2) merevitalisasi Pasar Raya dan Pasar Satelit; (3)

Data yang diperlukan dicatat pada lembar pengumpul data, meliputi : Nomor catatan medik, identitas pasien, indikasi dilakukannya bedah sesar, nama Dokter yang menangani,

Supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif tersebut bertujuan untuk membantu para guru mengatasi masalah yang mereka hadapi baik dalam menyusun RPP maupun dalam