1 SKRIPSI
PENGARUH LEVERAGE, LIKUIDITAS, PROFITABILITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN
PERUSAHAAN PROPERTI DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
PERIODE 2013-2016
OLEH
CHRISTINE FEBRINA SEMBIRING 140502178
PROGRAM STUDI STRATA 1 MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2018
2
4
ABSTRAK
PENGARUH LEVERAGE, LIKUIDITAS, PROFITABILITAS, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN
PERUSAHAAN PROPERTI DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
PERIODE 2013-2016
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Leverage (DER), Likuiditas (CR), Profitabilitas (ROI), dan Ukuran Perusahaan (SIZE) terhadap Kebijakan Dividen (DPR) perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2016. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif yang bersifat kausal dan jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang telah diaudit di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan properti dan real estate yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jumlah populasi perusahaan tersebut adalah sebanyak 49 perusahaan. Berdasarkan kriteria tertentu jumlah perusahaan yang memenuhi kriteria sampel adalah sebanyak 18 perusahaan. Teknik yang digunakan adalah teknik regresi linear berganda data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model. Hasil penelitian secara serempak menunjukkan pengaruh yang signifikan antara Leverage (DER), Likuiditas (CR), Profitabilitas (ROI), dan Ukuran Perusahaan (SIZE) terhadap Kebijakan Dividen (DPR) perusahaan properti dan real estate. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa Leverage, Profitabilitas dan Ukuran perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kebijakan Dividen periode 2013-2016. Sedangkan Likuiditas memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap Kebijakan Dividen perusahaan properti dan real estate di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2016.
Kata Kunci: Leverage, Likuiditas, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Kebijakan Dividen.
ii ABSTRACT
THE IMPACT OF LEVERAGE, LIQUIDITY, PROFITABILITY, AND FIRM SIZE TO DIVIDEND POLICY OF PROPERTY
AND REAL ESTATE COMPANY WHICH LISTED IN INDONESIA STOCK EXCHANGE
IN 2013-2016
The purpose of this research is to examine and analyze the impact of Leverage (DER), Liquidity (CR), Profitability (RO), and Firm Size (SIZE) to Dividend Policy (DPR) of property and real estate companies, which listed in Indonesia Stock Exchange in the period of 2013-2016. This is a causal associative research and data used in this research were quantitative data, which taken from company’s financial statement which audited in Indonesia Stock Exchange. The population in this research is all companies that listed to Property and Real Estate Sector in Indonesia Stock Exchange in the period of 2013-2016. The amount of population was 49 companies. Based on certain criteria, there are 18 samples. Technique of multiple linear regressions on panel data is used approach using Fixed Effect Model. Simultaneous test in hypothesis results shows that Leverage (DER), Liquidity (CR), Profitability (ROI), and Firm Size (SIZE) have significant effect to Dividend Policy (DPR) of property and real estate companies, which listed in Indonesia Stock Exchange. Partial test in hypothesis result shows that Leverage, Profitability, and Firm Size have significant effect on the Dividend Policy, while Liquidity has insignificant effect on Dividend Policy of property and real estate companies, which listed in Indonesia Stock Exchange in the period of 2013-2016.
Keywords: Leverage, Liquidity, Profitability, Firm Size, Dividend Policy.
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kasih setia dan anugerahNya kepada peneliti sehingga dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini yang berjudul
“Pengaruh Leverage, Likuiditas, Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kebijakan Dividen Perusahaan Properti dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2016” untuk memenuhi salah satu syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
Skripsi ini peneliti persembahkan untuk orang tua yang terkasih, Ayahanda, Asiadi Sembiring, SH, MH dan Ibunda, Ir. Rosdiana Sari Br.
Purba. Terima kasih telah membesarkan, mendidik, memberi motivasi, semangat, dukungan dan pengorbanannya baik dari segi moril maupun materi serta doa yang tiada henti kepada peneliti sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dan menjadi alasan terbesar dalam mencapai gelar sarjana Ekonomi.
Dalam kesempatan ini peneliti ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Ramli, SE, MS, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Amlys Syahputra Silalahi, M.Si dan Bapak Doli Muhammad Jafar Dalimunthe, SE, M.Si, selaku Ketua dan Sekretaris Departemen/Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Drs. Amlys Syahputra Silalahi, M.Si, selaku Dosen Pembimbing yang
iv
4. nasihat, serta arahan kepada peneliti hingga bisa menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
5. Ibu Beby Kendida Hasibuan, SE, M.Si, selaku Dosen Penguji I dan Ibu Dra.
Lisa Marlina, M.Si, selaku Dosen Penguji II yang telah memberikan saran dan masukan untuk kesempurnaan skripsi ini.
6. Kepada Bapak dan Ibu Dosen Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara yang telah mendidik dan memberikan ilmunya kepada peneliti selama mengikuti perkuliahan serta staf dan pegawai yang telah banyak membantu selama proses penulisan skripsi.
7. Teristimewa peneliti ucapkan kepada kakak-kakak tersayang dan terkasih, Theresia Adirosa Sembiring, SH dan Anastasia Aditya Sembiring, SKM yang senantiasa mendukung, mendoakan dan memotivasi serta telah memberi semangat dan dukungan luar biasa dalam penyelesaian skripsi ini.
8. Terspesial untuk Rodo Sibarani, yang selalu memberikan motivasi, semangat, doa, dan waktunya dalam membantu peneliti menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
9. Sahabat-sahabat terbaik, Aan, Gija, Nindy, Gadis, Dowa, Ayes, Manog, Bayu, Ilham, Koko, dan Haikal yang senantiasa menolong, dan selalu memberikan semangat.
10. Sahabat-sahabat seperjuangan konsentrasi keuangan, Aan, Gija, Davin, Laura, dan Thomas yang senantiasa menolong menyelasaikan mata kuliah konsentrasi dan dalam penyelesaian skripsi ini.
11. Tante terkasih, Aunty Eva, yang selalu mendoakan dan memberikan
12. semangat dalam penyelesaian skripsi ini.
13. Seluruh teman-teman Grup D Program Studi Manajemen FEB USU angkatan 2014 dan yang telah berjuang bersama peneliti menuntut ilmu mulai dari awal masuk perkuliahan sampai selesainya penulisan skripsi ini.
14. Pihak-pihak yang tidak bisa disebutkan satu-persatu.
Akhir kata peneliti berharap skripsi ini bermanfaat bagi para pembaca dan dapat dipergunakan untuk menambah pengetahuan dan bahan masukan bagi penelitian selanjutnya.
Medan, April 2018 Peneliti
Christine Febrina Sembiring 140502178
vi DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK ... i
ABSTRACT ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL... vii
DAFTAR GAMBAR ... ix
DAFTAR LAMPIRAN ... x
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Perumusan Masalah ... 9
1.3 Tujuan Penelitian ... 9
1.4 Manfaat Penelitian ... 10
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 12
2.1 Dividen ... 12
2.1.1 Pengertian Dividen ... 12
2.1.2 Sampel ... 12
2.2 Kebijakan Dividen ... 13
2.2.1 Pengertian Kebijakan Dividen ... 13
2.2.2 Ukuran-Ukuran Kebijakan Dividen ... 14
2.2.3 Teori Kebijakan Dividen ... 15
2.2.4 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen ... 16
2.2.5 Dividend Payout Ratio (DPR) ... 20
2.3 Leverage ... 21
2.4 Likuiditas... 23
2.5 Profitabilitas ... 25
2.6 Ukuran Perusahaan... 28
2.7 Penelitian Terdahulu ... 29
2.8 Kerangka Konseptual ... 37
2.8.1 Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Dividend Payout Ratio ... 37
2.8.2 Pengaruh Current Ratio terhadap Dividend Payout Ratio ... 38
2.8.3 Pengaruh Return on Investment terhadap Dividend Payout Ratio ... 39
2.8.4 Pengaruh Firm Size terhadap Dividend Payout Ratio ... 39
2.9 Hipotesis Penelitian ... 40
BAB III METODE PENELITIAN ... 41
3.1 Jenis Penelitian ... 41
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 41
3.3 Batasan Operasional ... 41
3.4 Definisi Operasional... 42
3.4.1 Variabel Terikat ... 42
3.4.2 Variabel Bebas ... 43
3.5 Populasi dan Sampel ... 46
3.5.1 Populasi ... 46
3.5.2 Sampel ... 46
3.6 Jenis Data ... 48
3.7 Metode Pengumpulan Data ... 49
3.8 Teknik Analisis Data ... 49
3.8.1 Metode Statistik Deskriptif ... 49
3.8.2 Analisis Regresi Data Panel. ... 49
3.8.3 Pemilihan Model Analisis Regresi Data Panel. 50 3.8.4 Uji Asumsi Klasik. ... 52
3.9 Pengujian Hipotesis ... 55
3.9.1 Uji Signifikan Serempak (Uji-F) ... 56
3.9.2 Uji Signifikan Parsial (Uji-t) ... 57
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 59
4.1 Gambaran Umum Perusahaan ... 59
4.2 Analisis Deskriptif ... 67
4.3 Analisis Regresi Data Panel ... 69
4.3.1 Pemilihan Model Analisis Regresi Data Panel ... 69
4.3.2 Regresi Linear Berganda ... 71
4.4 Uji Asumsi Klasik ... 73
4.4.1 Uji Normalitas ... 73
4.4.2 Uji Heteroskedastisitas ... 75
4.4.3 Uji Autokorelasi ... 76
4.4.4 Uji Multikolinieritas ... 78
4.5 Pengujian Hipotesis ... 78
4.5.1 Uji Signifikansi Pengaruh Serempak (F-test) .. 78
4.5.2 Uji Signifikansi Pengaruh Parsial (t-test) ... 79
4.6 Pembahasan ... 80
4.6.1 Pengaruh Leverage (DER) Terhadap Kebijakan Dividen ... 80
4.6.2 Pengaruh Likuiditas (CR) Terhadap Kebijakan Dividen ... 81
4.6.3 Pengaruh Profitabilitas (ROI) Terhadap Kebijakan Dividen ... 82
4.6.4 Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Kebijakan Dividen ... 83
viii
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 84
5.1 Kesimpulan ... 84
5.2 Saran ... 84
DAFTAR PUSTAKA... 86
LAMPIRAN………... 89
DAFTAR TABEL
No. Tabel Judul Halaman
2.1 Review Penelitian Terdahulu ... 34
3.1 Operasionalisasi Variabel ... 45
3.2 Jumlah Populasi dan Sampel Penelitian ... 47
3.3 Daftar Perusahaan Properti dan Real Estate yang Menjadi Sampel Penelitian ... 48
3.4 Kriteria Pengambilan Keputusan Uji Durbin-Watson ... 55
4.1 Statistik Deskriptif Variabel Penelitian ... 67
4.2 Hasil Uji Chow ... 70
4.3 Hasil Uji Hausman ... 70
4.4 Pengujian Regresi Berganda Model Data Panel... 71
4.5 Hasil Uji Glejser ... 76
4.6 Uji Autokorelasi Sebelum Transformasi Data ... 77
4.7 Uji Autokorelasi Setelah Transformasi Data... 77
4.8 Uji Multikolinieritas ... 78
x
DAFTAR GAMBAR
No. Gambar Judul Halaman 1.1 Data Debt to Equity Ratio dan Dividend Payout Ratio Perusahaan
Properti dan Real Estate di BEI Periode 2013-2016 ... 5 1.2 Data Current Ratio dan Dividend Payout Ratio Perusahaan
Properti dan Real Estate di BEI Periode 2013-2016 ... 6 1.3 Data Return on Investmentdan Dividend Payout Ratio Perusahaan
Properti dan Real Estate di BEI Periode 2013-2016 ... 7 1.4 Data Firm Size dan Dividend Payout Ratio Perusahaan Properti
dan Real Estate di BEI Periode 2013-2016 ... 8 2.1 Kerangka Konseptual ... 40 4.1 Uji Normalitas dengan Uji Jarque-Bera Sebelum Transformasi
Data ... 74 4.2 Uji Normalitas dengan Uji Jarque-Bera Sesudah Transformasi
Data ... 75
DAFTAR LAMPIRAN
No. Lampiran Judul Halaman
1 Daftar Sampel Perusahaan... 89
2 Data DPR, DER, CR, ROI, dan SIZE ... 89
3 Statistik Deskriptif Variabel Penelitian ... 90
4 Hasil Uji Chow ... 91
5 Hasil Uji Hausman ... 91
6 Pengujian Regresi Berganda Model Data Panel... 91
7 Uji Normalitas dengan Uji Jarque-Bera Sebelum Transformasi Dta ... 92
8 Uji Normalitas dengan Uji Jarque-Bera Setelah Transformasi Data ... 92
9 Hasil Uji Glejser ... 93
10 Uji Autokorelasi Sebelum Transformasi Data ... 94
11 Uji Autokorelasi Setelah Transformasi Data... 94
12 Uji Multikolinieritas ... 94
13 Kriteria Pengambilan Keputusan Uji Durbin-Watson ... 95
1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada era globalisasi saat ini kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan kegiatan perekonomian dunia mengalami perkembangan yang pesat. Salah satu cara untuk melihat perkembangan ekonomi suatu negara adalah dengan melihat tingkat perkembangan dunia pasar modal. Pasar modal mempunyai peranan penting untuk dapat memenuhi kebutuhan modal bagi dunia usaha agar tetap eksis dan sebagai wahana investasi bagi investor (Sartono, 2010). Melalui kegiatan pasar modal, perusahaan dapat memperoleh dana untuk membiayai kegiatan operasional dan perluasan perusahaan. Salah satu perusahaan yang ada dalam pasar modal ialah perusahaan properti dan real estate.
Sebagian besar aktivitas suatu perusahaan adalah kegiatan investasi. Dalam menginvestasikan sejumlah dana, hal utama yang diharapkan seorang investor adalah untuk memperoleh return yang dapat berupa pendapatan dividen (dividend yield) maupun pendapatan dari selisih harga jual saham terhadap harga belinya (capital gain) (Hanafi & Halim, 2009). Untuk itu investor perlu melakukan analisis untuk menentukan dasar yang dapat digunakan dalam menilai kelayakan saham suatu perusahaan untuk dijadikan sebagai salah satu alternatif investasi (Parica, 2013).
Manajer sebagai agen pengelola perusahaan diharapkan mampu menghasilkan keuntungan yang akhirnya dapat dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen. Dividen merupakan pembagian keuntungan yang
2
diberikan perusahaan yang berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan (Fahmi, 2012). Investor umumnya menginginkan pembagian dividen yang relatif stabil atau cenderung naik dari waktu ke waktu karena dengan stabilitas dividen tersebut dapat meningkatkan kepercayaan terhadap perusahaan, sehingga mengurangi unsur ketidakpastian dalam investasi. Menurut Brealey (2008) dalam mengelola keuangan perusahaan, manajer keuangan perusahaan dihadapkan dua masalah yaitu mengenai keputusan investasi dan keputusan pendanaan.
Dalam hal investasi, perusahaan mengharapkan pertumbuhan secara terus menerus dan relatif stabil untuk mempertahankan keberlangsungan perusahaan pada masa yang akan datang dan sekaligus memberikan kesejahteraan kepada pemegang saham. Perusahaan yang berhasil adalah perusahaan yang dapat menghasilkan laba. Perusahaan harus berupaya untuk membuat kebijakan dividen yang akan memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham, karena salah satu tujuan perusahaan yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan pemegang saham (Brealey, 2018).
Dalam hal pendanaan, perusahaan dihadapkan masalah mengenai kebijakan dividen. Kebijakan dividen adalah kebijakan untuk membagi keuntungan kepada pemegang saham yang akan dibagikan dalam bentuk dividen dan besarnya laba ditahan untuk kebutuhan perkembangan usaha (Gitosudarmo &
Basri, 2008).
Persentase laba yang dibayarkan dalam bentuk dividen kepada pemegang saham disebut dividend payout ratio (DPR). Dividend payout ratio adalah
dan biasanya disajikan dalam bentuk persentase. Semakin tinggi dividend payout ratio akan menguntungkan pihak investasi, namun bagi pihak perusahaan akan memperlemah internal financial, karena memperkecil laba ditahan. Dan sebaliknya, dividend payout ratio semakin kecil maka akan merugikan para pemegang saham (investor) namun internal financial perusahaan semakin kuat (Parica, 2013).
Menurut Rodoni dan Ali (2010) faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen adalah likuiditas, leverage, dan profitabilitas. Bertitik tolak dari teori tersebut, peneliti menggunakan empat faktor atau variabel yaitu, Leverage (X1), Likuiditas (X2), Profitabilitas (X3), dan Ukuran Perusahaan (X4) sebagai acuan untuk mengetahui keadaan dividen yang dihasilkan ketika terdapat empat faktor tersebut. Peneliti memilih keempat faktor tersebut karena ingin membuktikan bahwa keempat variabel tersebut memiliki hubungan terhadap kebijakan dividen dimana diproksikan dengan Dividend Payout Ratio (Y) yang merupakan persentase dividen sebagai tujuan yang diharapkan investor.
Leverage mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya atau dengan kata lain digunakan untuk mengetahui bagaimana perusahaan mendanai kegiatan usahanya apakah lebih banyak menggunakan hutang atau ekuitas (Rodoni & Ali, 2010). Perusahaan yang memiliki rasio hutang lebih besar akan membagikan dividen lebih kecil karena laba yang diperoleh digunakan untuk melunasi kewajiban.
Likuiditas mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek secara tepat waktu. Posisi likuiditas perusahaan pada
4
kemampuan pembayaran dividen sangat berpengaruh karena dividen dibayarkan dengan kas dan tidak dengan laba ditahan, maka perusahaan harus memiliki kas tersedia untuk pembayaran dividen. Oleh karena itu perusahaan yang memiliki likuiditas baik maka kemungkinan pembayaran dividen lebih baik pula. Sehingga tinggi rendahnya likuiditas perusahaan dapat mempengaruhi kebijakan dividen suatu perusahaan (Rodoni & Ali, 2010)
Profitabilitas mencerminkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba atau seberapa efektif pengelolaan perusahaan oleh manajemen (Rodoni &
Ali, 2010). Dividen diambil dari keuntungan bersih yang diperoleh perusahaan, maka keuntungan tersebut akan mempengaruhi besarnya dividend payout ratio.
Semakin besar keuntungan yang diperoleh, maka akan semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk membayar dividen.
Ukuran perusahaan mencerminkan skala besar kecilnya perusahaan yang dilihat dari total aktiva perusahaan pada akhir tahun. Suatu perusahaan besar yang sudah mapan akan memiliki akses mudah menuju pasar modal. Kemudahan ini cukup berarti untuk fleksibilitas dan kemampuannya untuk memperoleh dana yang lebih besar, sehingga perusahaan mampu memiliki dividend payout ratio lebih tinggi daripada perusahaan kecil. Jadi semakin besar ukuran perusahaan maka dividen yang dibagikan juga semakin besar (Handayani & B., 2009).
Untuk memperjelas dan menganalisis adanya permasalahan kebijakan dividen serta melihat hubungannya dengan faktor-faktor yang telah diuraikan di atas, maka berikut ini adalah data empiris yang dapat disajikan mengenai faktor-
Sumber: www.idx.co.id
Gambar 1.1
Data Debt to Equity Ratio dan Dividend Payout Ratio Perusahaan Properti dan Real Estate di BEI Periode 2013-2016
Berdasarkan Gambar 1.1, dapat dilihat bahwa besarnya debt to equity ratio dan dividend payout ratio perusahaan berfluktuasi setiap tahun. Hal ini dapat dilihat PT Alam Sutera Reality Tbk dan PT Duta Anggada Realty Tbk mengalami penurunan Debt to Equity Ratio pada tahun 2014 diikuti dengan penurunan rasio pembayaran dividen (DPR) pada tahun 2014. Pada PT Metropolitan Kentjana Tbk mengalami penurunan Debt to Equity Ratio diikuti dengan penurunan rasio pembayaran dividen (DPR) pada tahun 2016.
Hal ini berbeda dengan teori yang dikemukan oleh (Rodoni & Ali, 2010) yang menyatakan semakin turun Debt to Equity Ratio semakin tinggi kemampuan perusahaan membayar dividen. Dalam penetian (Sinabutar & Nugroho, 2015) dan (Rahmawati, 2014) juga menyebutkan bahwa semakin rendah nilai debt to equity ratio maka dividend payout ratio perusahaan akan semakin tinggi dimana setiap
2013 DER
2014 DER
2015 DER
2016 DER
2013 DPR
2014 DPR
2015 DPR
2016 DPR
ASRI 1,71 1,66 1,83 1,81 0,33 0,13 0,23 0,27
DART 0,48 0,44 0,52 0,54 0,49 0,21 0,3 0,3
PUDP 0,33 0,4 0,44 0,61 0,15 0,28 0,13 0,16
MKPI 0,48 1 1,02 0,78 1,06 0,49 0,35 0,34
0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 1,2 1,4 1,6 1,8 2
DER dan DPR
ASRI DART PUDP MKPI
6
penurunan satu nilai debt to equity ratio akan menaikkan nilai dividend payout ratio.
Sumber: www.idx.co.id
Gambar 1.2
Data Current Ratio dan Dividend Payout Ratio
Perusahaan Properti dan Real Estate di BEI Periode 2013-2016
Berdasarkan Gambar 1.2, terjadi kenaikan Current Ratio (CR) yang dialami oleh PT Alam Sutera Reality Tbk dan PT Intiland Development Tbk pada tahun 2014, sedangkan rasio pembayaran dividen (DPR) pada perusahaan tersebut mengalami penurunan. Pada PT Metropolitan Kentjana Tbk mengalami kenaikan CR selama tiga tahun berturut-turut, disertai dengan penurunan DPR. Hal ini berbeda dengan teori yang dikemukan oleh (Rodoni & Ali, 2010) yang menyatakan semakin kuat posisi kas atau likuiditas perusahaan berarti semakin besar kemampuan perusahaan membayar dividen. Dalam penetian (Sinabutar &
Nugroho, 2015) dan (Rehman & Takumi, 2012) juga menyebutkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara current ratio terhadap Dividend Payout
2013 CR
2014 CR
2015 CR
2016 CR
2013 DPR
2014 DPR
2015 DPR
2016 DPR ASRI 0,75 1,14 0,72 0,9 0,33 0,13 0,23 0,27 DILD 0,7 0,77 0,89 0,9 0,15 0,12 0,12 0,25 JRPT 0,7 0,76 0,98 0,97 0,28 0,32 0,33 0,32 MKPI 0,39 0,64 0,93 1,11 1,06 0,49 0,35 0,34
0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 1,2
Current Ratio dan DPR
ASRI DILD JRPT MKPI
Ratio, yang berarti setiap kenaikan satu nilai current ratio disertai dengan kenaikan nilai dividend payout ratio.
Sumber: www.idx.co.id
Gambar 1.3
Data Return on Investment dan Dividend Payout Ratio Perusahaan Properti dan Real Estate di BEI Periode 2013-2016
Berdasarkan Gambar 1.3, terjadi penurunan Return on Investment (ROI) yang dialami oleh PT Ciputra Development Tbk pada tahun 2014, sedangkan rasio pembayaran dividen (DPR) pada perusahaan tersebut mengalami kenaikan.
Pada PT Intiland Development Tbk mengalami penurunan ROI pada tahun 2016, sedangkan DPR mengalami kenaikan. Pada PT Lippo Karawaci Tbk mengalami kenaikan ROI pada tahun 2014, diikuti dengan kenaikan DPR. Hal ini berbeda dengan teori yang dikemukan oleh (Rodoni & Ali, 2010) yang menyatakan semakin besar keuntungan yang diperoleh, maka akan semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk membayar dividen. Dalam penetian (Bansaleng, 2014) dan (Rahmawati, 2014) juga menyebutkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara ROI terhadap DPR, yang berarti semakin tinggi profitabilitas yang
2013 ROI
2014 ROI
2015 ROI
2016 ROI
2013 DPR
2014 DPR
2015 DPR
2016 DPR
CTRA 0,1 0,08 0,07 0,04 0,2 0,21 0,1 0,1
DILD 0,05 0,05 0,04 0,03 0,15 0,12 0,12 0,25 EMDE 0,04 0,04 0,05 0,05 0,09 0,07 0,12 0,2 LPKR 0,05 0,08 0,03 0,03 0,2 0,1 0,08 0,07
0 0,05 0,1 0,15 0,2 0,25 0,3
ROI dan DPR
CTRA DILD EMDE LPKR
8
dihasilkan perusahaan, maka akan semakin tinggi pula dividen yang dapat dibayarkan perusahaan kepada para pemegang sahamnya.
Sumber: www.idx.co.id
Gambar 1.4
Data Firm Size dan Dividend Payout Ratio
Perusahaan Properti dan Real Estate di BEI Periode 2013-2016
Berdasarkan Gambar 1.4, terjadi kenaikan ukuran perusahaan yang dialami oleh PT Megapolitan Development Tbk pada tahun 2014, sedangkan rasio pembayaran dividen (DPR) pada perusahaan tersebut mengalami penurunan. Pada PT Pudjiadi Prestige Tbk mengalami kenaikan ukuran perusahaan pada tahun 2015, sedangkan DPR mengalami penurunan. Hal ini berbeda yang diungkapkan (Sinabutar & Nugroho, 2015) dan (Wicaksono & Nasir, 2014) yang menyatakan semakin besarnya ukuran perusahaan maka perusahaan akan mendistribusikan dividen yang lebih tinggi dan konsisten dalam pembayaran sesuai dengan pendapatan dan ukuran perusahaan.
Dari fenomena dan teori yang diungkapkan diatas maka peneliti tertarik
2013 SIZE
2014 SIZE
2015 SIZE
2016 SIZE
2013 DPR
2014 DPR
2015 DPR
2016 DPR DUTI 0,26 0,27 0,27 0,29 0,12 0,32 0,15 0,16 EMDE 0,94 1,18 1,2 1,36 0,09 0,07 0,12 0,2 PUDP 0,37 0,4 0,45 0,53 0,15 0,28 0,13 0,16
0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 1,2 1,4 1,6
SIZE dan DPR
DUTI EMDE PUDP
obyek penelitian perusahaan properti dan real estate. Penelitian ini membatasi penelitian terhadap faktor yang mempengaruhi Dividend Payout Ratio (DPR) yaitu Debt to Equity Ratio, Current Ratio, Return on Investment, dan ukuran perusahaan. Selanjutnya penelitian ini diberi judul “Pengaruh Leverage, Likuiditas, Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kebijakan Dividen Perusahaan Properti dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2016”.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: apakah leverage, likuiditas, profitabilitas, dan ukuran perusahaan baik secara serempak maupun secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2016?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh leverage, likuiditas, profitabilitas, dan ukuran perusahaan baik secara serempak maupun secara parsial terhadap kebijakan dividen perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2016.
10
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi Manajemen Perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam penentuan kebijakan pembayaran dividen. Perhitungan kuantitatif diharapkan dapat menunjukan hubungan atau pengaruh antara leverage, likuiditas, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan dividen.
Diharapkan dapat membantu manajer keuangan dalam pengambilan keputusan untuk menentukan besarnya dividen yang dibayarkan terutama dalam bentuk dividen kas (tunai).
2. Bagi Investor dan Calon Investor
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan investasi di pasar modal khususnya instrument saham. Dengan menganalisis rasio-rasio keuangan yang berpengaruh terhadap kebijakan dividen diharapkan investor dapat melakukan prediksi pendapatan dividen kas yang akan diterima oleh pemegang saham.
3. Bagi Akademisi
Hasil penelitian ini dapat memberikan bukti empiris mengenai rasio-rasio keuangan yang berpengaruh terhadap kebijakan dividen, sehingga dapat memberikan wawasan dan pengetahuan yang lebih mendalam tentang kebijakan dividen.
4. Bagi Peneliti
Penelitian ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan wawasan peneliti khususnya mengenai leverage, likuiditas, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan dividen.
5. Bagi Peneliti Selanjutnya
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai masukan atau bahan pembanding bagi peneliti lain yang melakukan penelitian sejenis ataupun penelitian yang lebih luas.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Dividen
2.1.1 Pengertian Dividen
Dividen merupakan bentuk distribusi laba yang dibagikan oleh perusahaan kepada pemegang saham sesuai dengan proporsi lembar saham yang dimilikinya (Stice, Stice, & Skousen, 2006). Levy dan Sarnat (1990) menyatakan “a dividend as a sum of money paid to shareholders of a corporation out of earnings”.
Dividen akan dibagikan kepada para pemegang saham sebagai keuntungan dari laba yang diperoleh perusahaan, dimana hal ini menjadi faktor utama sebagai acuan direksi untuk menentukan besarnya dividen yang akan dibagikan.
Keputusan mengenai jumlah laba yang ditahan dan dividen yang dibagikan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) (Setiawan, 2015).
2.1.2 Jenis-Jenis Dividen
Menurut Kieso (2007) terdapat beberapa jenis dividen yang digolongkan menjadi beberapa bentuk, yaitu:
1. Dividen Tunai (Kas)
Dividen tunai ini dibagikan oleh perusahaan dalam bentuk uang tunai.
Adapun pengertian dividen tunai adalah sumber dari arus kas untuk pemegang saham yang memberikan informasi tentang kinerja perusahaan saat ini dan akan datang.
2. Dividen Saham
Dividen saham adalah pembayaran dividen dalam bentuk saham. Seringkali dividen saham ini digunakan sebagai pengganti dari dividen tunai.
3. Dividen Harta (Property Dividend)
Dividen yang dibagikan dalam bentuk aktiva lain selain kas atau saham, misalnya aktiva tetap dan surat-surat berharga.
4. Dividen Likuidasi (Liquiditing Dividend)
Dividen yang diberikan kepada pemegang saham sebagai akibat dilikuidasinya perusahaan. Dividen yang dibagikan adalah selisih nilai realisasi aset perusahaan dikurangi dengan semua kewajibannya.
2.2 Kebijakan Dividen
2.2.1 Pengertian Kebijakan Dividen
Brigham dan Houston (2005) menyatakan “kebijakan dividen yang optimal adalah kebijakan dividen yang mencapai suatu keseimbangan antara dividen saat ini dan pertumbuhan di masa mendatang dan memaksimalkan harga saham perusahaan’’. Kebijakan dividen merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan keputusan pendanaan perusahaan. Secara definisi, kebijakan dividen adalah keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan pada akhir tahun akan dibagi kepada pemegang saham dalam bentuk dividen atau akan ditahan untuk menambah modal guna pembiayaan investasi di masa yang akan datang.
Apabila perusahaan memutuskan akan membagi laba perusahaan sebagai dividen, maka akan mengurangi kesempatan perusahaan dalam mendapatkan modal internal (Syahyunan, 2015).
14
Kebijakan dividen dalam penelitian ini diukur dengan Dividend Payout Ratio (DPR), dimana rasio pembayaran dividen adalah persentase laba yang dibayarkan kepada para pemegang saham dalam bentuk kas. Penurunan dividend payout ratio (DPR) diyakini sebagai sinyal prospek perusahaan yang menurun atau perusahaan mungkin mengalami kerugian dimasa mendatang. Oleh karena itu perusahaan akan selalu berupaya untuk mempertahankan Dividend Payout Ratio meskipun terjadi penurunan jumlah laba yang diperoleh.
2.2.2 Ukuran-Ukuran Kebijakan Dividen
Mengukur dividen yang dibayarkan oleh perusahan kepada pemegang saham dapat diukur menggunakan salah satu dari ukuran umum dikenal. Menurut Gumanti (2013) ukuran kebijakan dividen sebagai berikut:
1. Dividend yield, yang mengaitkan besaran dividen dengan harga saham perusahaan. Secara matematis, rumusan dividend yield adalah sebagai berikut:
Saham Lembar
Per a H
Saham Per
Tahunan Dividen
Yield Dividend
arg
2. Dividend payout, rasio pembayaran dividen diukur dengan cara membagi besarnya dividen per lembar saham dengan laba bersih per lembar saham, yang secara sistematis dapat dinyatakan dengan rumus berikut:
Saham Lembar
Per Bersih Laba
Saham Lembar
Per Dividen Ratio
Payout
Dividend
2.2.3 Teori Kebijakan Dividen
Terdapat beberapa pendapat dan teori yang dapat membantu untuk memahami kebijakan dividen menurut (Brigham & Houston, 2010) yaitu sebagai berikut:
1. Teori “The Bird in the Hand”
Teori menurut Lintner dan Gordon menyatakan bahwa biaya modal sendiri perusahaan akan naik jika Dividend Payout rendah karena investor lebih suka menerima dividen daripada capital gains. Teori ini memandang dividend yield lebih pasti dibandingkan capital gains yield.
Modligani dan Miller menganggap bahwa argumen Gordon dan Lintner ini merupakan suatu kesalahan (MM menggunakan instilah “The Bird in the hand Fallacy”). Menurut MM, pada akhirnya investor akan kembali menginvestasikan dividen yang diterima pada perusahaan yang sama atau perusahaan yang memiliki risiko yang hampir sama.
2. Teori Perbedaan Pajak
Teori menurut Litzenberger dan Ramaswamy menyatakan bahwa, dengan adanya pajak terhadap keuntungan dividend dan capital gains, para investor lebih menyukai capital gains karena dapat menunda pembayaran pajak. Maka kebanyakan investor mensyaratkan suatu tingkat keuntungan yang lebih tinggi pada saham yang memberikan dividen yield tinggi, capital gains yield rendah dari pada saham dengan dividen yield rendah, capital gains yield tinggi. Apabila pajak atas dividen lebih besar dari pajak atas capital gains, perbedaan ini akan makin terasa.
16
3. Information Content or Signaling Hypothesis
Di dalam teori ini MM berpendapat bahwa suatu kenaikan dividen yang di atas kenaikan normal biasanya merupakan suatu sinyal kepada para investor bahwa manajemen perusahaan meramalkan suatu penghasilan yang baik dimasa yang akan datang. Sebaliknya, suatu penurunan atau kenaikan dividen yang dibawah kenaikan normal diyakini investor sebagai suatu sinyal bahwa perusahaan menghadapi masa sulit dimasa mendatang. Teori ini menyatakan bahwa investor akan memandang perubahan dividen sebagai sinyal peralaman laba oleh manajemen.
4. Clientele Effect
Yang menyatakan bahwa pemegang saham yang berbeda akan memiliki preferensi yang berbeda terhadap kebijakan dividen perusahaan. Kelompok investor yang membutuhkan penghasilan saat ini lebih menyukai dividend payout ratio (DPR) yang tinggi, sebaliknya kelompok investor yang tidak begitu membutuhkan uang saat ini lebih senang jika perusahaan menahan sebagian besar laba bersih perusahaan.
2.2.4 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen
Horne dan Machowicz (2007) menyatakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen, yaitu:
1. Aturan-Aturan Hukum
Badan hukum perusahaan memutuskan legalitas distribusi apa pun kepada para pemegang saham biasa perusahaan. Aturan-aturan hukum ini berkaitan
dengan penurunan nilai modal, kebangkrutan, dan penahanan laba yang tidak dibenarkan.
2. Kebutuhan Pendanaan Perusahaan
Menentukan arus kas dan posisi kas perusahaan yang akan terjadi ditengah ketiadaan perubahan kebijakan dividen. Selain melihat perkiraan hasil, harus dipertimbangkan juga risiko bisnis agar bisa mendapatkan kisaran hasil arus kas yang mungkin terjadi.
3. Likuiditas
Likuiditas perusahaan merupakan pertimbangan utama dalam banyak keputusan dividen. Karena dividen menentukan arus kas keluar, semakin besar posisi kas dan keseluruhan likuditas perusahaan, maka semakin besar kemampuan perusahaan untuk membayar dividen.
4. Kemampuan untuk Meminjam
Posisi yang likuid tidak hanya merupakan cara untuk memberikan fleksibilitas keuangan dan melindungi dari ketidakpastian. Jika perusahaan memiliki kemampuan untuk meminjam dalam jangka waktu yang relatif singkat, maka dapat dikatakan perusahaan tersebut fleksibel secara keuangan.
5. Batasan-Batasan dalam Kontrak Ultang
Syarat perjanjian utang (covenant) sebagai pelindung dalam kesepakatan obligasi atau perjanjian peminjaman sering kali meliputi batasan untuk pembayaran dividen. Batasan tersebut ditentukan oleh pihak pemberi pinjaman untuk menjaga kemampuan perusahaan membayar utang.
18
Menurut Syahyunan (2015) faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen adalah sebagai berikut:
1. Posisi Solvabilitas Perusahaan
Apabila perusahaan dalam kondisi solvabilitasnya kurang menguntungkan, biasanya perusahaan tidak membagikan laba. Hal ini disebabkan karena laba yang diperoleh digunakan untuk memperbaiki struktur modal perusahaan.
2. Posisi Likuiditas Perusahaan
Perusahaan membayarkan dividen berarti harus bisa menyediakan uang kas yang cukup banyak dan ini akan menurunkan tingkat likuiditas perusahaan.
Bagi perusahaan yang likuiditas perusahaannya kurang baik, biasanya dividend payout ratio-nya kecil, sebab sebagian laba digunakan untuk menambah likuiditas.
3. Kebutuhan untuk Melunasi Hutang
Hutang-hutang harus dibayar pada saat jatuh tempo, dan untuk membayar hutang-hutang tersebut disediakan dana. Semakin banyak hutang yang harus dibayar, maka semakin besar dana yang harus disediakan sehingga akan mengurangi jumlah dividen yang harus dibayarkan kepada pemegang saham.
4. Rencana Perluasan
Perusahaan yang berkembang ditandai dengan semakin pesatnya pertumbuhan perusahaan, dan hal ini dilihat dari perluasan yang dilakukan perusahaan. Konsekuensinya, semakin besar dana yang dibutuhkan untuk itu.
5. Kesempatan Investasi
Semakin terbuka kesempatan investasi, maka semakin kecil dividen yang akan dibayarkan sebab dananya digunakan untuk memperoleh kesempatan investasi. Namun bila kesempatan investasi kurang baik, maka dananya akan digunakan untuk membayar dividen.
6. Stabilitas Pendapatan
Perusahaan yang pendapatannya stabil tidak perlu menyediakan kas yang banyak untuk berjaga-jaga, sedangkan perusahaan yang pendapatannya tidak stabil harus menyediakan uang yang besar untuk berjaga-jaga.
7. Pengawasan Terhadap Perusahaan
Perusahaan mencari sumber dana dari modal sendiri, kemungkinan akan masuk investor baru dan ini tentunya akan mengurangi kekuasaan pemilik/pemegang saham lama dalam mengendalikan perusahaan. Jika dibelanjai dari hutang, risikonya cukup besar. Oleh karena itu, perusahaan cenderung tidak membagi dividennya agar pengendalian tetap bisa dijalankan.
Menurut Rodoni dan Ali (2010) faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan pembayaran dividen suatu perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Leverage, faktor ini mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya atau dengan kata lain digunakan untuk mengetahui bagaimana perusahaan mendanai kegiatan usahanya apakah lebih banyak menggunakan hutang atau ekuitas. Semakin besar rasio ini menunjukkan semakin besar kewajibannya. Perusahaan yang memiliki rasio hutang lebih
20
besar akan membagikan dividen lebih kecil karena laba yang diperoleh digunakan untuk melunasi kewajiban. Sebaliknya, semakin rendah rasio ini akan menunjukkan semakin tingginya kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya.
2. Posisi likuiditas, mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek secara tepat waktu. Perusahaan yang memiliki likuiditas baik maka kemungkinan pembayaran dividen juga baik.
3. Profitabilitas mencerminkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba atau seberapa efektif pengelolaan perusahaan oleh manajemen. Faktor profitabilitas juga berpengaruh terhadap kebijakan dividen karena dividen adalah laba bersih yang diperoleh perusahaan, oleh karena itu dividen akan dibagikan apabila perusahaan memperoleh keuntungan. Keuntungan yang layak dibagikan kepada pemegang saham adalah keuntungan setelah perusahaan memenuhi kewajiban-kewajiban tetapnya yaitu bunga dan pajak.
2.2.5 Dividend Payout Ratio (DPR)
Pengukuran kebijakan dividen dalam penelitian ini diproksikan oleh dividend payout ratio. Dividend payout ratio adalah perbandingan antara dividen yang dibayarkan dengan laba bersih yang didapatkan dan biasanya disajikan dalam bentuk persentase. Semakin tinggi dividend payout ratio akan menguntungkan pihak investasi, tetapi pada pihak perusahaan akan memperlemah internal financial, karena memperkecil laba ditahan. Namun sebaliknya dividend payout ratio semakin kecil akan merugikan para pemegang saham (investor)
Rumus untuk menghitung dividend payout ratio menurut (Hanafi & Halim, 2009) yaitu:
2.3 Leverage
Menurut Kasmir (2017) rasio leverage digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang apabila perusahaan dibubarkan (dilikuidasi). Stice and Skousen (2005) mengartikan leverage adalah sebuah indikasi sejauh mana suatu perusahaan menggunakan dana pihak luar untuk membeli aktiva.
Perusahaan yang memilki leverage keuangan yang tinggi cenderung membagikan dividen dalam jumlah yang rendah. Hal ini dilakukan karena perusahaan melakukan pembayaran hutang kepada kreditur terkait dengan pembiayaan eksternal. Leverage digunakan untuk mengetahui bagaimana perusahaan mendanai kegiatan usahanya apakah lebih banyak menggunakan hutang atau ekuitas (Syahyunan, 2015). Hutang selalu melibatkan resiko tinggi karena memiliki bunga dan jatuh tempo.
Leverage yang tinggi memiliki risiko yang tinggi sehingga perusahaan dengan leverage tinggi cenderung membayarkan dividen lebih rendah untuk melindungi kreditur dan mempertahankan arus kas internal untuk memenuhi tanggung jawab perusahaan serta menghindarkan risiko yang dapat merugikan perusahaan (Malik, 2013).
22
Menurut Syahyunan (2015) ada beberapa cara untuk mengukur tingkat leverage suatu perusahaan, yaitu:
1. Debt Ratio
Rasio ini untuk mengukur jumlah aset perusahaan yang dibiayai oleh hutang atau modal yang berasal dari kreditur.
Asset Total
s Liabilitie Total
Ratio
Debt
2. Debt to Equity Ratio
Rasio ini untuk mengukur perbandingan hutang dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan menunjukkan kemampuan modal sendiri perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya.
Equity Total
s Liabilitie Total
Ratio Equity to
Debt
3. Time Interest Earned
Rasio ini untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi beban tetapnya berupa bunga.
e Ch Interest Earned EBIT
Interest
Time arg
4. Fixed Charge Coverage
Rasio ini untuk mengukur berapa besar kemampuan perusahaan untuk menutup beban tetapnya termasuk pembayaran dividen saham preferen, bunga, angsuran pinjaman, dan sewa.
Payments Lease
e Ch Interest
Payments Lease
e Ch Interest Coverage EBIT
e Ch Fixed
arg arg arg
5. Debt Service Coverage
Rasio ini untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi beban tetapnya termasuk angsuran pokok pinjaman.
) 1
( / Pr
arg
Taxes Payments
incipal
Payments Lease
e Ch Interest Coverage EBIT
Service Debt
Penelitian ini memproksikan leverage perusahaan dengan debt to equity ratio. Semakin besar rasio ini menunjukkan semakin besar kewajibannya dan rasio yang semakin rendah akan menunjukkan semakin tinggi kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya. Apabila perusahaan menentukan bahwa pelunasan utangnya akan diambilkan dari laba ditahan, berarti perusahaan harus menahan sebagian besar dari pendapatannya untuk keperluan tersebut, yang berarti hanya sebagian kecil saja pendapatan yang dapat dibayarkan sebagai dividen. Dengan kata lain ada pengaruh antara debt to equity ratio terhadap pembayaran dividen.
2.4 Likuiditas
Menurut Fred Weston dalam (Kasmir, 2017) menyebutkan bahwa rasio likuiditas merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban (utang) jangka pendek. Artinya apabila perusahaan ditagih, perusahaan akan mampu untuk memenuhi utang tersebut terutama utang yang sudah jatuh tempo.
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya pada saat jatuh tempo (Gitman, 2003), sejalan dengan Gitman, (Sugiono & Untung, 2008) mengartikan likuiditas sebagai kemampuan
24
perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Sehingga likuiditas dapat diartikan sebagai rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajiban perusahaan terhadap pihak eksternal atau kreditor pada saat jatuh tempo. Likuiditas adalah salah satu pertimbangan penting dalam keputusan dividen, karena dividen merupakan arus kas keluar. Semakin besar likuiditas perusahaan dengan memiliki arus kas yang stabil, maka lebih besar kemampuan perusahaan tersebut untuk membayar dividen.
Dengan kata lain, rasio likuiditas berfungsi untuk menunjukkan atau mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya yang sudah jatuh tempo, baik kewajiban kepada pihak luar perusahaan (likuiditas badan usaha) maupun di dalam perusahaan (likuiditas perusahaan). Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kegunaan rasio ini adalah untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membiayai dan memenuhi kewajiban (utang) pada saat ditagih.
Menurut Syahyunan (2015) ada beberapa cara untuk mengukur tingkat likuiditas suatu perusahaan, yaitu:
1. Current Ratio
Rasio ini untuk menghitung kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan aset lancar yang tersedia.
s Liabilitie Current
Asset Current Ratio
Current
2. Quick Ratio
Rasio ini untuk menghitung kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan aset yang lebih likuid.
s Liabilitie Current
Inventory Asset
Current Ratio
Quick
3. Cash Ratio
Rasio ini untuk menghitung kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan kas yang tersedia dan surat berharga yang segera dapat diuangkan.
s Liabilitie Current
Securities Marketable
Ratio Cash
Cash
4. Net Working Capital
Rasio ini untuk menghitung berapa kelebihan aset lancar diatas hutang lancar.
s Liabilitie Current
Asset Current Capital
Working
Net
Penelitian ini memproksikan likuiditas perusahaan dengan rasio lancar (current ratio). Semakin besar current ratio menunjukkan semakin tinggi kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Tingginya current ratio menunjukkan keyakinan investor terhadap kemampuan perusahaan untuk membayar dividen yang dijanjikan. Dengan kata lain ada pengaruh antara current ratio terhadap pembayaran dividen.
2.5 Profitabilitas
Profitabilitas diartikan sebagai pendapataan yang diperoleh perusahaan yang berhubungan dengan penjualan, total aset, dan investasi pemegang saham perusahaan (Gitman, 2003). Berbeda dengan Gitman, (Ross, 2004) mengartikan profitabilitas sebagai suatu pengukuran seberapa efisien suatu perusahaan dalam menggunakan asetnya dan seberapa efisien perusahaan dalam mengelola
26
operasinya. Perusahaan yang mempunyai profitabilitas yang baik mempunyai kemampuan untuk membayar dividen atau meningkatkan dividen. Bagi investor profitabilitas dijadikan sebagai sinyal untuk berinvestasi dan bagi pemimpin perusahaan, profitabilitas dapat dijadikan tolak ukur sebagai keberhasilan perusahaan. Dengan memperoleh laba yang maksimal, maka perusahaan dapat memberikan kesejahteraan bagi pemegang saham, karyawan, meningkatkan produksi maupun melakukan investasi yang dapat memberikan keuntungan di masa yang akan datang (Sartono, 2010).
Perusahaan yang mempunyai aliran kas atau profitabilitas yang baik bisa membayar dividen atau meningkatkan dividen. Pihak manajemen akan memberikan dividen kepada pemegang saham untuk memberikan sinyal bahwa perusahaan berhasil membukukan profit (Suharli, 2007). Dengan demikian profitabilitas diperlukan jika perusahaan ingin membayarkan dividen kepada pemegang saham. Hal tersebut sesuai dengan signaling theory yang menyatakan bahwa kebijakan dividen memberikan sinyal informasi profit perusahaan di masa mendatang, yang menyatakan bahwa kenaikan dividen yang lebih tinggi daripada yang diharapkan merupakan sinyal bahwa akan terjadi peningkatan laba pada perusahaan tersebut pada masa mendatang (Brigham & Houston, 2010).
Menurut Syahyunan (2015) ada beberapa cara untuk mengukur tingkat profitabilitas suatu perusahaan, yaitu:
1. Gross Profit Margin
Rasio ini untuk mengukur efisiensi pengendalian harga pokok (biaya produksi), mengindikasikan kemampuan perusahaan untuk berproduksi secara efisien.
Sales ofit Gross in
M ofit
Gross Pr
arg
Pr
2. Operating Profit Margin
Rasio ini untuk mengukur tingkat laba operasi dibandingkan dengan volume penjualan.
Sales in EBIT M
ofit
OperatingPr arg
3. Net Profit Margin
Rasio ini untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dibandingkan dengan volume penjualan.
Sales ofit in Net
M ofit
Net Pr
arg
Pr
4. Return on Investment
Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari aset yang dipergunakan.
Asset Total
ofit Investment Net
on
turn Pr
Re
28
5. Return on Equity
Rasio ini untuk mengukur kemampuan perusahaan memperoleh laba yang tersedia bagi pemegang saham perusahaan.
Equity ofit Equity Net
on
turn Pr
Re
Penelitian ini memproksikan profitabilitas perusahaan dengan Return on Investment. Semakin besar ROI menunjukkan semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba yang tinggi, sehingga semakin besar juga dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham. Dengan kata lain ada pengaruh antara return on investment terhadap pembayaran dividen.
2.6 Ukuran perusahaan
Firm Size merupakan variabel yang dapat dinyatakan dengan total assets, dimana dalam hal ini dapat menentukan posisi suatu perusahaan dalam menjalankan usahanya memperoleh laba. Dengan kata lain, apabila kondisi yang diperoleh menunjukkan bahwa semakin besarnya total aset yang dimiliki, maka semakin besar pula ukuran suatu perusahaan tersebut. Peningkatan aset yang diikuti peningkatan hasil operasi akan semakin menambah kepercayaan pihak luar terhadap perusahaan, dimungkinkan pihak kreditor tertarik menanamkan dananya ke perusahaan (Weston & Copeland, 2001).Suatu perusahaan yang sudah mapan akan memiliki akses yang mudah menuju pasar modal untuk meningkatkan dana dengan biaya yang lebih rendah, sementara perusahaan yang baru dan yang masih kecil akan mengalami banyak kesulitan untuk memiliki akses ke pasar modal.
kemampuannya untuk memperoleh dana yang lebih besar sehingga perusahaan memiliki rasio pembayaran dividen yang lebih tinggi dari perusahaan kecil (Kurshev & Strebulaev, 2005).
Kemampuan untuk memperoleh dana atau pinjaman tersebut akan membantu perusahaan dalam usaha operasionalnya yang ditujukan pada peningkatan laba sebagai langkah untuk memperbesar perusahaan, sehingga dapat dikatakan bahwa dengan semakin besarnya ukuran suatu perusahaan, maka akan semakin tinggi pula kemungkinan perusahaan untuk membayar dividen kepada pemegang saham. Rumus untuk menghitung firm size menurut (Ghozali , 2009) yaitu:
Aset Total Size
Firm Perusahaan
Ukuran ( )
2.7 Penelitian Terdahulu
Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, terdapat persamaan dan perbedaan. Obyek pada penelitian ini adalah Perusahaan Properti dan Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Variabel dependen yang digunakan adalah Dividend Payout Ratio (DPR) sebagai proksi dari kebijakan dividen dan variabel independen yaitu Debt to Equity Ratio, Current Ratio, Return on Investment, dan ukuran perusahaan.
Penelitian-penelitian yang digunakan sebagai bahan referensi dalam penelitian ini antara lain:
1. Dewi (2016)
Penelitian yang dilakukan oleh Dewi berjudul “Pengaruh Likuiditas, Leverage, Ukuran Perusahaan terhadap Kebijakan Dividen Tunai dengan
30
Profitabilitas sebagai Variabel Intervening”. Penelitian ini menggunakan 19 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2012-2014 sebagai sampel. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi berganda, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa likuiditas tidak berpengaruh terhadap profitabilitas, sedangkan leverage dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas. Profitabilitas, likuiditas, leverage, dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen tunai. Profitabilitas tidak mampu menjadi variabel intervening untuk menjembatani likuiditas, leverage, dan ukuran perusahaan dengan kebijakan dividen tunai.
2. Marlim dan Arifin (2015)
Penelitian yang dilakukan oleh Marlim dan Arifin berjudul “Analysis of Cash Position, Debt to Equity Ratio, Return on Assets, Growth Potential, and Total Assets Turn Over Effect to Dividend Payout Ratio On Companies Listed at Indonesia Stock Exchange 2009-2011”. Penelitian ini menggunakan 110 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2009- 2011 sebagai sampel. Teknik analisis yang digunakan adalah data panel.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Cash Position, ROA, dan Total Assets Turn Over berpengaruh negatif dan signifikan terhadap DPR, sedangkan DER dan Growth Potential berpengaruh positif dan signifikan terhadap DPR.
3. Sinabutar dan Nugroho (2015)
Penelitian yang dilakukan oleh Sinabutar dan Nugroho berjudul “Dividend Payout Ratio in Indonesia Consumer Goods Industry: Panel Analysis and Determinant Factors in 2004-2013”. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah ROA, Debt to Equity Ratio, Current Ratio, Market to Book Value, Sales Growth, ukuran perusahaan. Penelitian ini menggunakan 7 perusahaan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2004-2013 sebagai sampel. Teknik analisis yang digunakan adalah data panel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ROA, Current Ratio, Market to Book Value berpengaruh positif dan signifikan terhadap DPR; DER berpengaruh negatif dan signifikan terhadap DPR; Sales Growth mempunyai hubungan yang negatif dan berpengaruh tidak signifikan terhadap DPR; dan ukuran perusahaan mempunyai hubungan yang positif dan berpengaruh tidak signifikan terhadap DPR.
4. Bansaleng, dkk (2014)
Penelitian yang dilakukan oleh Bansaleng, dkk berjudul “Kebijakan Hutang, Struktur Kepemilikan, dan Profitabilitas terhadap Kebijakan Dividen Pada Perusahaan Food and Beverage di BEI.”. Penelitian ini menggunakan 5 perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2007-2011 sebagai sampel. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa debt to asset ratio mempunyai hubungan yang negatif dan signifikan terhadap DPR, struktur kepemilikan mempunyai hubungan yang negatif dan
32
berpengaruh tidak signifikan terhadap DPR, dan return on investment mempunyai hubungan yang positif dan berpengaruh signifikan terhadap DPR.
5. Mardaleni (2014)
Penelitian yang dilakukan oleh Mardaleni berjudul “Analisis Pengaruh Return on Equity, Debt Equity Ratio, dan Current Ratio terhadap Dividend Payout Ratio pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di BEI Periode 2010-2012”. Penelitian ini menggunakan 7 perusahaan properti dan real estate sebagai sampel. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan terdapat pengaruh ROE, DER, dan CR terhadap DPR. Secara parsial ROE, DER, dan CR memiliki hubungan yang negatif dan berpengaruh tidak signifikan terhadap DPR.
6. Rahmawati, dkk (2014)
Penelitian yang dilakukan oleh Rahmawati, dkk berjudul “Kinerja Keuangan Pengaruhnya terhadap Kebijakan Dividen pada Perusahaan BUMN di BEI”.
Penelitian ini menggunakan 10 perusahaan BUMN yang terdaftar di BEI periode 2008-2011 sebagai sampel. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Total Asset Turn Over, Net Profit Margin dan Debt to Equity Ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap DPR, namun Return on Investment memiliki hubungan positif dan berpengaruh tidak signifikan terhadap DPR.
7. Wicaksono dan Nasir (2014)
Penelitian yang dilakukan oleh Wicaksono dan Mohamad Nasir berjudul
“Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Periode Tahun 2011-2013”. Penelitian ini menggunakan seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2011-2013 sebagai populasi. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap DPR, current ratio mempunyai hubungan yang negatif dan berpengaruh tidak signifikan terhadap DPR, DER dan ukuran perusahaan mempunyai hubungan yang positif dan berpengaruh tidak signifikan terhadap DPR, dan pertumbuhan perusahaan mempunyai hubungan yang negatif dan berpengaruh signifikan terhadap DPR.
8. Rehman dan Takumi (2012)
Penelitian yang dilakukan oleh Rehman and Haruto Takumi berjudul
“Determinants of Dividend Payout Ratio: Evidence from Karachi Stock Exchange (KSE)”. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Profitability (profit margin), Operating Cash Flow per Share (CFPS), Corporate Tax (TAX), Current Ratio (CR), Martket-to-Book Value (MTBV), Debt to Equit Ratio (DER). Penelitian ini menggunakan 50 perusahaan yang terdaftar di Karachi Stock Exchange pada periode 2009 sebagai sampel.
Teknik analisis yang digunakan adalah model regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa DER dan profitabiltas berpengaruh positif dan signifikan terhadap DPR, CR dan TAX memiliki hubungan yang positif dan