• Tidak ada hasil yang ditemukan

19059110 TamaraDamon HI Pert11

N/A
N/A
Tamara Damon

Academic year: 2022

Membagikan "19059110 TamaraDamon HI Pert11"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Tamara Damon Nim : 19059110

Tugas : 11 Hubungan Industrial

KETERLAMBATAN PEMBAYARAN UPAH DI CV ZAFIRA TEKNIK

A. Latar Belakang Masalah

Upah memengang peranan yang penting dan merupakan ciri khas suatu hubungan yang disebut hubungan kerja, bahkan dapat dikatakan upah merupakan tujuan utama dari seorang pekerja melakukan pekerjaan pada orang atau badan hukum lain. Karena itulah pemerintah turut serta dalam menangani masalah pengupahan ini melalui berbagai kebijakan yang dituangkan dalam peraturan perundangan-undangan. Pengusaha wajib membayar upah kepada para pekerjanya secara teratur sejak terjadinya hubungan kerja sampai dengan berakhirnya hubungan kerja.

Menurut pasal 1 ayat (1) peraturan pemerintahan tentang pengupahan upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjajian kerja, sepakat, atau peraturan perundangan- undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan.

Secara psikologis upah juga dapat menciptakan kepuasan bagi pekerja atau buruh.

Di lain pihak, pengusaha melihat upah sebagai salah satu biaya produksi. Pemerintah melihat upah di suatu pihak untuk tetap menjamin terpenuhi kehidupan yang layak bagi pekerja atau buruh dan keluarganya, meningkatkan produktifitas pekerja atau buruh, dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Namun pada kasus CV ZAFIRA TEKNIK pihak perusahaan telah terlambat dalam pembayaran upah pekerja/buruh sehingga seharusnya perusahaan mendapat sangsi dari dinas ketenagakerjaan yang terkait untuk membayar denda keterlambatan pembayaran upah sesuai ketentuan dalam Peraturan-Pemerintah No.78 Tahun 2005 tentang Pengupahan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana pelaksanaan pembayaran upah terhadap pekerja/buruh di CV Zafira Teknik?

2. Apa Faktor-Faktor Keterlambatan Pembayaran Upah Terhadap Pekerja/buruh Di CV Zafira Teknik?

3. Bagaimana Tinjauan Yuridis Terhadap Keterlambatan Pembayaran Upah di CV Zafira Teknik?

(2)

C. Kajian Teori 1. Ketenagakerjaan

Dalam pasal 1 angka 1undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan adalah hal yang berhubungan dengan tenaga kerjapada waktu sebelum, selama dan sesudah masa kerja. Berdasarkan pengertian ketenagakerjaan tersebut dapat dirumuskan hukum ketenaga kerjaan adalah semua peraturan hukum yang berkaitan dengan tenaga kerja baik sebelum pekerja, selama atau dalam hubungan kerja, atau sesudah hubungan kerja. Pihak dalam ketenagakerjaan ada pekerja/buruh, pengusaha, organisasi buruh/pekerja, organisasi pengusaha, dan pemerintah/pengusaha.

2. Perjanjian Kerja

Perjanjian kerja adalah suatu perjanjian dimana pihak yang satusi buruh, mengikatkan dirinya untuk dibawah perintahnya pihak yang lain, simajikan untuk suatu waktu tertentu, melakukan pekerjaan dengan menerima upah. Perjanjian kerja kerja dapat dibuat dalam bentuk lisan dan/atau tertulis (Pasal 51 ayat 1 Undang-undang Nomor 13 tahun 2003). Secara normatif bentuk tertulis menjamin kepastian hak dan kewajiban para pihak, sehingga jika terjadi perelisihan akan sangat membantu proses pembuktian.

3. Upah

Menurut pasal 1 ayat (1) peraturan pemerintahan tentang pengupahan upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjajian kerja, sepakat, atau peraturan perundangan- undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan. Pekerja/buruh melihat upah sebagai sumber penghasilan guna memenuhi kebutuhan hidup pekerja/buruh dan keluaraganya. Secara psikologis upah jugadapat menciptakan kepuasan bagi pekerja atau buruh. Di lain pihak, pengusaha melihat upah sebagai salah satu biaya produksi.

Pemerintah melihat upah di suatu pihak untuk tetap menjamin terpenuhi kehidupan yang layak bagi pekerja atau buruh dan keluarganya, meningkatkan produktifitas pekerja atau buruh, dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Pemerintah menetapkan kebijakan pengupahan untuk melindungi pekerja/buruh kebijakan pengupahan ini meliputi: a) Upah minimum b) Upah kerja lembur c) Upah tidak masuk kerja karna berhalangan d) Upah tidak masuk kerja karna melakukan kegiatan lain di luar pekerjaannya e) Upah karna menjalankan hak waktu istirahat kerjanya f) Bentuk dan cara pembayaran upah g) Denda dan potongan upah h) Hal- hal yang dapat diperhitungkan dengan upah i) Struktur dan skala pengupahan yang proposional j) Upah untuk pembayaran pesangin dan k) Upah untuk perhitungan pajak penghasilan.

(3)

4. Sanksi Keterlambatan Pembayaran Upah

Perusahaan yang terlambat membayar gaji karyawan dikenakan denda. Pengenaan denda tersebut tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk tetap membayar upah kepada pekerja/buruh. Pasal 93 ayat 2 UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UUK) mengatakan, Pengusaha yang karena kesengajaan atau kelalaiannya mengakibatkan keterlambatan pembayaran upah, dikenakan denda sesuai dengan persentase tertentu dari upah pekerja/buruh.

Denda yang dimaksud dikenakan dengan ketentuan (lihat Pasal 55 ayat 1 Peraturan Pemerintah No. 78 tahun 2015 tentang Pengupahan/PP Pengupahan):

a. Mulai dari hari keempat sampai hari kedelapan terhitung tanggal seharusnya Upah dibayar, Pengusaha dikenakan denda sebesar 5% (lima persen) untuk setiap hari keterlambatan dari Upah yang seharusnya dibayarkan;

b. Sesudah hari kedelapan, apabila Upah masih belum dibayar, Pengusaha dikenakan denda keterlambatan sebagaimana dimaksud dalam huruf a ditambah 1% (satu persen) untuk setiap hari keterlambatan dengan ketentuan 1 (satu) bulan tidak boleh melebihi 50% (lima puluh persen) dari Upah yang seharusnya dibayarkan; dan c. Sesudah sebulan, apabila Upah masih belum dibayar, maka Pengusaha dikenakan

denda keterlambatan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b ditambah bunga sebesar suku bunga yang berlaku pada bank pemerintah.

Pengenaan denda sebagaimana dimaksud di atas tidak menghilangkan kewajiban Pengusaha untuk tetap membayar Upah kepada Pekerja/Buruh (lihat Pasal 55 ayat 2 PP Pengupahan)

D. Pembahasan

a. Pelaksanaan Pembayaran Upah

CV ZAFIRA TEKNIK adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Folding Gate, Plat Press/Pintu Lipat, Stainless Steel, Besi Hitam, Pagar Knopi, Tralis, dan Balkon sehingga banyak pelanggan yang datang ke CV ZAFIRA TEKNIK ini untuk meminta membuat berbagai macam pesanan antara lain: Plat Press/Pintu Lipat, Stainless Steel, Besi Hitam, Pagar Knopi, Tralis, dan Balkon. Dalam memenuhi semua pesanan pelanggan tersebut, CV ZAFIRA TEKNIK memiliki beberapa karyawan untuk mengerjakan semua pesanan tersebut. Berdasarkan hal tersebut tentunya timbul hak dan kewajiban antara CV Zafira Teknik dengan karyawannya, salah satunya pemberian upah kepada karyawan tepat pada waktunya. Tetapi kenyataan pihak cv Zafira teknik tidak melakukan kewajibannya sebagaimana mestinya. Berdasarkan surat perjanjian kerja antara pimpinan perusahaan CV ZAFIRA TEKNIK Bapak Amril dan beberapa Pekerja, bahwa pembayaran upah kerja dilakukan pada setiap akhir bulannya, namun di dalam surat perjanjian tersebut tidak dicantumkan dengan jelas tanggal berapa tepatnya pembayaran upah itu dilaksanakan. Untuk itu penulis langsung menanyakan mengenai hal ini kepada

(4)

pimpinan perusahaan CV ZAFIRA TEKNIK Bapak Amril, beliau mengatakan bahwa pembayaran upah pekerja dilaksanakan pada tanggal 28 setiap bulannya.

Akan tetapi, berdasarkan pra penelitian yang penulis lakukan tanggal 23 Septeber 2016 pembayaran upah dibayarkan tidak tepat pada waktu yang diperjanjikan. Akan tetapi pihak perusahaan membayar upah pekerja sekitar seminggu bahkan lewat dari tanggal yang telah diperjanjikan dalam surat perjanjian kerja tersebut. Hal ini tentunya telah melanggar ketentuan pada pasal 18 ayat (1) Peraturan Pemerintah No.

78 Tahun 2015 tentang pengupahan di atas. Mengenai keterlambatan pembayaran upah ini, di dalam Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan Upah pada Pasal 55 ayat (1).

Pembayaran upah pada CV Zafira Teknik dilakukan dalam 1 bulan sekali yaitu pada akhir bulan pada setiap bulannya, dan biasanya dibayarkan pada tanggal 28 pada bulan tersebut. Upah pekerja/buruh CV Zafira Teknik adalah Rp. 1.800.000,00. CV Zafira Teknik sering melakukan keterlambatan pembaran upah kepada pekerja/buruh.

Keterlambatan pembayaran upah tersebut sekitar 1 minggu lebih dari tanggal yang diperjanjikan. Oleh karena itu, CV Zafira Teknik harus membayar denda kepada pekerja/buruh karena telat membayar upah, namun tidak semua pekerja/buruh CV Zafira Teknik yang mendapat denda tersebut.

b. Faktor Keterlambatan Pembayaran Upah

Faktor yang menyebabkan terjadinya keterlambatan pembayaran upah di CV Zafira Teknik, yaitu :

1. Karena pada saat memesan barang konsumen hanya membayar uang muka sebesar 50 % dari harga barang yang dipesan, dan 50 % lagi akan dibayarkan ketika barang yang dipesan sudah jadi dan diantar ke alamat. Namun, ketika barang sudah siap dan diantar ke alamat, tidak sedikit konsumen yang menunggak atau menghutang pembayaran pesanan dengan alasan tidak mempunyai uang, dan akan membayar di kemudian hari.

2. Faktor kedua yang menyebabkan CV Zafira Teknik telat membayarkan upah kepada pekerjanya berasal dari kelalaian pimpinan CV Zafira Teknik

c. Tinjauan yuridis terhadap keterlambatan pembayaran upah di CV Zafira Teknik Peraturan yang mengatur tentang keterlambatan pembayaran upah ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan, dalam peraturan pemerintah ini tidak ada celah untuk pengusaha melakukan keterlambatan pembayaran upah pekerja/buruh walaupun pekerja/buruh itu sering terlambat masuk kerja sekalipun itu merugikan pengusaha, hal tersebut dapat diselesaikan dengan pemberian denda kepada pekerja/buruh. Pengusaha juga tidak dibenarkan melakukan keterlambatan pembayaran tunjangan-tunjangan yang harus diberikan pengusaha kepada pekerja/buruhnya. Sangsi keterlambatan pembayaran upah terhadap pekerja/buruh di CV Zafira Teknik yaitu dengan melihat aturan yang telah ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan, yaitu dengan

(5)

memberikan denda kepada pengusaha sesuai dengan ketentuan-ketentuan seberapa lama pengusaha tersebut melakukan keterlambatan pembayaran upah terhadap pekerja/buruh. Apabila hal tersebut tidak dilakukan pengusaha tersebut dikenakan sanksi administratif dan tidak ada cara penyelesaian lain yang dilakukan untuk mengatasi keterlambatan pembayaran upah tersebut.

E. Kesimpulan

1. Pembayaran upah pada CV Zafira Teknik dilakukan dalam 1 bulan sekali yaitu pada akhir bulan pada setiap bulannya, dan biasanya dibayarkan pada tanggal 28 pada bulan tersebut. Upah pekerja/buruh CV Zafira Teknik adalah Rp. 1.800.000,00. CV Zafira Teknik sering melakukan keterlambatan pembaran upah kepada pekerja/buruh.

Keterlambatan pembayaran upah tersebut sekitar 1 minggu lebih dari tanggal yang diperjanjikan. Oleh karena itu, CV Zafira Teknik harus membayar denda kepada pekerja/buruh karena telat membayar upah, namun tidak semua pekerja/buruh CV Zafira Teknik yang mendapat denda tersebut.

2. Faktor yang menyebabkan terjadinya keterlambatan pembayaran upah di CV Zafira Teknik, yaitu :

a. Karena pada saat memesan barang konsumen hanya membayar uang muka sebesar 50 % dari harga barang yang dipesan, dan ketika barang sudah siap dan diantar ke alamat, tidak sedikit konsumen yang menunggak atau menghutang pembayaran pesanan dengan alasan tidak mempunyai uang, dan akan membayar di kemudian hari.

b. Karena kelalaian pimpinan CV Zafira Teknik.

3. Sanksi keterlambatan pembayaran upah terhadap pekerja/buruh di CV Zafira Teknik yaitu dengan melihat aturan yang telah ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan, yaitu dengan memberikan denda kepada pengusaha sesuai dengan ketentuan-ketentuan seberapa lama pengusaha tersebut melakukan keterlambatan pembayaran upah terhadap pekerja/buruh. Apabila hal tersebut tidak dilakukan pengusaha tersebut dikenakan sanksi administratif dan tidak ada cara penyelesaian lain yang dilakukan untuk mengatasi keterlambatan pembayaran upah tersebut.

Referensi

Dokumen terkait

Setelah mendapat arahan dari kepala seksi bantuan, Peneliti kembali melakukan wawancara kepada informan yang berbeda tentang strategi komunikasi Dinas Sosial,

Paket teknologi yang akan dikaji di petani berasal dari BALITKA Manado meliputi teknologi pengolahan minyak kelapa menggunakan dengan metode pemanasan bertahap serta pembuatan

Dengan memanfaatkan teknologi augmented reality, miniature rumah yang biasa digunakan untuk memberi contoh rumah sebenarnya digantikan dengan model rumah 3D yang

Puji Syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan berkah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Tugas Akhir yang berjudul Broken Home

13 Apakah hal-hal yang membuat Anda mengingat peliharaan Anda menyebabkan Anda merasa sangat menginginkannya kembali.. 14 Apakah hal-hal yang membuat Anda

Sebelumnya banyak penelitian yang membahas tentang kecanggihan teknologi informasi, perlindungan sistem informasi, partisipasi manajemen, pengetahuan manajer akuntansi,

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan kasih dan sayang-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang

Departemen Agama RI, loc. 45 Al-Imam Zainuddin Ahmad bin Abdul Lathif, Al-Tajrid Al-Shahih Ahadits Al-Jami Al- Shahih, Terj.. Berdasarkan Hadis di atas, maka melakukan