FAKULTAS
EKONOMI
TINWERSITAS AITDALAS
SKRIPSI
PENGARUH PEIYDAPATAN
ASLI DAERAH DAN DANA
ALOKASI
UMUM TERHADAP BELAIIJA MODAL DI ERA OTONOMI DAERAH
(Studi Kasu
Kota Bukittinggi)
Oleh
:RAI\il}I
SEPTINO
05 951 046
Mahasiswa
Program Strata
Satu (S-
1)Jurusan
llmu
Ekonomi
Diajukan Untuk
Memenuhi
SebagianSyarat
-syarat
GunaMefiperoleh
Gelar Sarjana Ekonomi
No.Alumni Universitas No.Alumni Fakultas
BIODATA
a). Tempat/Tgl lahir: Tanjung Pinang, 18 September 1987 b). Nama Orang Tua: Joni Wirman dan Darwati c). Fakultas: Ekonomi
d).
Jurusan: Ilmu Ekonomie). No.Bp: 05 951 046
0.
Tgl Lulus:3
Juni 2010 g). Predikat Lulus: SangatMemuaskan h). IPK: 3,03 i). Lama Studi: 4 tahun l0 bulan j). Alamat Orang Tua: Jln By Pass Pakoan Indah 2 No. 75 Bukittinggi - Sumatera Barat
PENGART]H PENDAPATAI\ ASLI DAERATI DAN DANA ALOKASI UMUM TERIIADAP BELANJA MODAL DI ERA OTONOMI DAERAH
(Studi Kasus Kota Bukittinggi)
SkripsiSI Okh: Randi Septino Pembimbing: Dn H.Hefrlzal Eundru M. Sor. Sc Abstrak
Pelaksanaan otonomi daerah yang ditandai dengan diberlakukannya UU No. 22 tahwt 1999 dan UU No. 25 tahun 1999, memberikan kewenangan yang lebih luas pada daerah untuk membiayai keperluan rumah tangganya sendiri dengan menggali sumber-sumber penerimaan daerah. PAD dan DAU merupakan sumber pendapatan daerah yang memiliki peran utama dalam pelaksanaan otonomi daerah
alam rangka mencapai tujuan utama penyelenggaraan otonomi daerah yang ingin meningkatkan
pelayanan publik dan memajukan perekonomian daerah. Berdasarkan penelitian dapat diketahui bahwa PAD dan
DAU
memiliki hubungan positif yang kuat dengan belanja modal. Slaipsiini
akan menganalisis bagaimana Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Dan Dana Alokasi Umum Terhadap BelaqjaModal Kota Bukittinggi di era otonomi daerah. Berdasarkan temuan empiris dengan analisis regresi,
PAD Kota Bukittinggi secara statistik koefisien regresinya bersifat tidak signifikan dan sama dengan nol. Namun, secara simuitan, kedua variabel ini memiliki koefisien determinasi
G0
y-g
cukup baik. Oleh karena itu, Dana Alokasi Umum dan Pendapatan Asli Daerah berpengaruh terhadap Belanja ModalSkripsi ini telah dipertahankan di depan sidang penguji dan dinyaEkan lulus pada 3 Juni 2010.
telah disetujui oleh pembimbing dan penguji
:
I
ITanda Tangan
I
W
'lW
'74.
Nama
Terane Ilr.H.Ilefrizal Handra, M.Soc.Sc Drs.H.MasrizaL M.Sos.Sc Zulkifli.No SE.MSi
penguji
Mengetahui :
Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi : Prof.Dr.H.Firwan Tan.SE.M.EcDEA.Ins
NIP.130812952
Alumnus telah mendaftar ke FakultasAJniversitas Andalas dan mendapat nomor Alunnnus:
Abstrak
Tanda Tangan
Petugas Fakultas / Universitas Andalas
No. Alumni Fakultas: Nama: Tanda Tangan:
BAB
I
PENDAHULUAN
l.lLatar
BelakangSuatu
flegara dengan
wilayah yang luas
membutuhkan
suatu
sistem pemerintahan (governance) yangbaik.
Sistemini
sangatdiperlukan
setidaknya oleh dua hal: pertama sebagai alat untuk melaksanakan berbagai pelayananpublik
di
berbagai daerah.Kedua
sebagaialat
bagi
masyarakat setempatuntuk
dapat berperanserta
aktif
dalam
menentukanarah dan
cara mengembangkantaraf
hidupnya sendiri
selaras denganpeluang dan
tantanganyang
dihadapi
dalam koridor kepentingan-kepentingan nasional.Untuk tujuan
itu
banyakyang
haruskita
lakukan,
salah satunya adalahdengan
diselenggarakannyaotonomi
daerah. Pertimbangan
yang
mendasari perlunya diselenggarakan otonomi daerah adalah perkernbangan kondisidi
dalamdan
luar
negeri.
Kondisi
di
dalam negeri
mengindikasikan
bahwa
rakyat menghendaki keterbukaan dan kemandirian.Di
lain
pihak, keadaandi
luar negerimenunjukkan semakin maraknya globalisasi
yang
menuntut
daya saing
tiapnegara, termasuk pemerintah daerahnya.
Seiring dengan
diberlakukannya
otonomi daerah maka
pelaksanaan pembangunan daerah sangat tergantung kepada kemampuan daerahdi
dalammemanfaatkan semua potensi daerah yang
dimiliki,
baik potensi surnberdaya alam maupun sumberdayu-unuJu.
Menurut Syamsi{lgg4
:221)
daerahotonom harus mempunyai beberapa kemampuanagar
dapat mengaturdan
mengurus rumahtangganya,
kemampuan
itu
antara
lain
kematnpuan keuangan,
kemampuan aparatur, kemampuan ekonomi dan sebagainya.1
Kebijakan
Pemerintah Indonesia tentangOtonomi Daerah, yang
mulaidilaksanakan secara
efektif
tanggal 1
Januari 2001, merupakan kabijakan yang dipandang sangat demokratis dan memenuhi aspek desentralisasi pemerintahyangsesungguhnya.
Semenjak
awal
kemerdekaan sarnpai sekarangtelah
terdapat beberapaperaturan
perundang-undanganyang
mengatur tentang kebijakan
Otonomi Daerah. Salah satunyaIJU
511974 yang menganutprinsip otonomi
daerah yang nyata dan bertanggung jawab.Berikutnya
di
bawahIJU
2211999 dianut prinsipotonomi
daerahyang luas,
nyata
dan
bertanggungjawab. Menurut
Kuncoro perbedaan antaraotonomi
daerah padaUU
511974 denganUU
2211999 adalah bahwa padaUU
511974hak,
wewenang dan kewajiban daerahuntuk
mengaturdan mengurus rumahtangganya sendiri dengan peraturan perundang
*
undanganyang berlaku
sedangkanUU
2211999otonomi
daerah merupakan kewenangandaerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat
menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan
perundang
*
undangan, menurutKuncoro hal
ini
menerangkam bahwaUU
lama menganut unsur kewajiban.tIU
baru, menekankan bahwaotonotni
daerah adalahkewenangan
daerahuntuk
mengatur
dan
mengurus kepentingan
masyarakat setempat dengan menekankan pada pentingnya aspirasi masyarakat, namunIIU
baru tidak menyebutkan
otonomi
daerah sebagai hak{2A04.22)BAB
V
KESIMPULAN DAN
SARAN
5.1
Kesimpulan
1.
Berdasarkanpengujian
secaraindividual
dengan
menggunakanuji
t,variabel
DanaAlokasi Umum (DAU)
berpengaruhpositif, hal
tersebut menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan sangatetat
antara tansfer dari pemerintah pusat dengan belanjamodal
pemerintah daerah. Menyatakanbahwa pengurangan
jumlah
transfer pemerintah pusat akan menyebabkan penunman pengeluaran daerahdan begitu
juga
sebalikrtya peningkatan alokasi tranfer akandiikuti
dengan pengeluaran yanglebih tinggi.
Gejalaini
memperlihatkan bahwa pemerintahbertindak
sangatreaktif
terhadaptransfer yang diterima
da.
pusat. UntukPAD
bernilai negatif, menyatakarrbahwa,
PAD
tidak
signifikan
terhadap
BM.
Artinya,
PAD
belummencukupi
untuk
membiayai
kebutuhan
BM. Hal
ini
dikarenakan,besarnya
ketergantunganpenerimaan daerah
yang
berasal
dari
danatransfer,
sehingga menjadikan sumber-sumber penerimaan yang berasaldari daerah tidak terlalu diperhatikan.
2.
Untuk
pengujian secara bersama-sama dengan menggunakan modeluji
F dan R2 menunjukan bahwamodel
cukup bagus karena secarabersama-sama variabel indepen{en yaitu Dana
Alokasi
Umum dan PendapatanAsli
Daerah
berpengaruhterhadap
Belanja
Modal
sebesar 92,2oA variasi variabel independen (DanaAlokasi Umum
dan PendapatanAsli
Daerah) mampu menjelaskan variasi variabel dependen (Belanja Modal).52
DAFTAR PUSTAKA
Adi, Priyo
Hw|2006.
"Hubungan antara PertumbuhanEkonomi Daerah, Belanja Pembangunan dan PendapatanAsli
Daerah (Studi Pada Kabupaten dan Kota se Jawa-Bali)". simposium Nasional AkuntansiIX.
padang. AksesDownload: 17 November 2A09.15:00 WIB.
Abdullah,
sukriy
dan Abdul Halim. 2006."studi
Atas Belanja Modal pada Anggaran Pemerintah Daerah dalam Hubungannya dengan Belanja Pemeliharaan dan Sumber Pendapatan".Jurnal Akuntansi
PemerintahYal
2
No.2.
Akses Download: 2A lanuari2}rc.
I 4:30 WIB.Basri, Yuswar
Zainul dan
Mulyadi
Subri.2005. Keuangannegala
dan
Analisis Kebijakan utang Luar Negeri. Iakarta:prRaja
Grafindo persada.Darwanto dan
Yulia
Yustikasari. "Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, pendapatanAsli
Daerah, Dan Dana Alokasi Umurn Terhadap Pengalokasian Anggaran BelanjaModal".
Pada symposium bkuntansiX
Unhas Makassar26
-
2g juli
2AA7.Akses Download: 1 7 Novemb er 2AAg. 14:30 WIB.
Davey, Kenneth. 1988.
pembiayaan
pemerintah Daerah prqktek
-
prahek
Inrernasional
dan
RelevansinyaBagi
Duniq.
Edisi ketiga.
Iakafta
:Universitas Indonesia (UI-Press).
Dumairy. 1 99T.perekonomian Indonesia. Jakarta
.
erlangga.Gujarati, Damodar. 1 999 . " E KONOME TRI KA DASAR- diterjemahkan Sumarno Zain. Jakarta:Erlangga.
Halim, Abdul. 2A04. Bunga Rarnpai : Manajemen Keuangan Daersh.Edisi Revisi.
Yogyakarta: UPP
AMP
YT(PN.