• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PONDASI MESIN STUDI KASUS PT AYOETEX BANDUNG.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS PONDASI MESIN STUDI KASUS PT AYOETEX BANDUNG."

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

vi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA………...

2.1Pondasi Mesin………..

2.2Mesin……….

2.2.1.Macam Mesin………...………

2.2.2.Mesin Berdasarkan Nilai Frekuensi……….………

2.2.3. Data Mesin………..

2.3Persyaratan Umum Pondasi Mesin.………..

2.4Teori Getaran……….

2.4.1Derajat Kebebasan Pondasi (Degree of Freedom)………….. 2.4.2Gaya Tak Seimbang pada Mesin Putaran Tetap………... 2.4.3 Gerakan Harmonik Sederhana……….. 2.5Metode Analisa Akibat Beban Dinamis……… 2.5.1 Metode Linear Elastic Weightless Spring ………. 2.5.2 Metode Elastic Half – Space ……….

2.5.3 Metode Lumped Parameter System………

(2)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

vii

2.5.4 Metode Elemen Hingga……….. 2.6Parameter Dinamis Tanah………...

2.6.1. Modulus Geser Tanah……….

2.6.2. Redaman Tanah……….

2.6.3. Angka Poisson/Poisson Ratio……… 2.7Cara Uji Lapangan dengan SPT………

2.7.1. Standar Penetration Test (SPT)………. 2.7.2. Ketentuan dan Persyaratan……… 2.7.3. Cara Pengujian………..

2.7.4. Laporan Uji………

BAB III PROSEDUR ANALISIS………....

3.1Objek Penelitian....………..……… ………. 3.2Lokasi Penelitian………... 3.3Metode Pengumpulan Data……….……….. 3.3.1. Data yang Digunakan………. 3.3.2. Studi Pustaka………..………. 3.4Metode Analisis………...……….

3.5Kriteria Desain………..

3.5.1 Properti dan Persyaratan Mesin……….... 3.5.2 Parameter Tanah………... 3.5.3 Kondisi Lingkungan……….………… 3.5.4 Percobaan Ukuran Pondasi Blok………..……… 3.6 Langkah-langkah Pemodelan Pondasi P ada Program

Plaxis………..

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN……….

4.1Parameter Dinamik Tanah………. 4.1.1. Daya Dukung Tanah………...

4.1.2. Modulus Geser………

4.1.3. Redaman Tanah Internal………. 4.1.4. Angka poisson’s………. 4.1.5. Berat Jenis Beton………

4.2Data Pondasi……….

4.2.1. Desain Pondasi………

4.2.2. Keterangan Pondasi……….

4.3Data Mesin………

4.3.1. Data Perlengkapan Mesin………... 4.3.2. Data Untuk Total Peralatan………. 4.3.3. Dimensi untuk peralatan mesin dan pondasi………...

(3)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

viii

4.4Cek untuk Desain Pondasi Blower……… 4.4.1. Perbandingan massa pondasi blower……….. 4.4.2. Ketebalan minimum pondasi….……… 4.4.3. Lebar pondasi..……… 4.4.4. Tekanan tanah ijin statis………. 4.4.5. Eksentrisitas ijin untuk pondasi beton……… 4.4.6. Penulangan Pondasi Beton……….

4.4.7. Konsolidasi……….

4.5Analisis Dinamis………

4.5.1. Data Mesin ………. 4.5.2. Analisis vertikal………... 4.5.3. Analisis horisontal………..

4.5.4. Analisis goyang (rocking)………… ……….. 4.6Cek Syarat Keamanan………... 4.6.1. Total amplitudo………... 4.6.2. Kecepatan vibrasi……… 4.6.3. Cek tekanan tanah ijin………. 4.7Pembahasan………...

4.7.1. Parameter tanah dan pondasi……….. 4.7.2. Parameter mesin……….. 4.7.3. Pemilihan konfigurasi pondasi……… 4.7.4. Cek dampak lingkungan……….. 4.8Perhitungan dengan Program Plaxis………. 4.8.1. Parameter Plaxis………. 4.8.2. Parameter Plat Pondasi……… 4.8.3. Parameter Dynamic Plaxis……….. 4.8.4. Tahapan Kalkulasi Modul Dynamic Plaxis………

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN………...

(4)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

ix

Batasan gaya tak seimbang yang diijinkan berdasarkan kategori

mesin……….

Nilai k………..

Rasio Gmax/Su sebagai fungsi indeks plastisitas PI dan OCR…

Nilai angka Poisson untuk beberapa jenis material………….

Nlai modulus young dan angka poisson’s berdasarkan jenis

tanah……….

Koreksi-koreksi yang digunakan dalam uji SPT (Youd, T.L. & Idriss, I.M., 2001)……….

Parameter Tanah pada Model Geometri………...

Korelasi Jenis tanah, young’s modulus, dan poisson’s ratio… Distribusi Beban………...

Penurunan Tamah (S)………...

Parameter tanah untuk input Plaxis………..

(5)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

x

Amplitudo izin untuk getaran vertical………..

Kriteria getaran untuk mesin rotasi………

Vectorial representation of harmonic motion………..

Derajat kebebasan pondasi mesin tipe blok……….

Gaya tak seimbang pada mesin putaran tetap……….

Model Lumped Parameter System……….

Grafik korelasi antara cepat rambat kelombang Vs, dengan

N-SPT……….

Grafik korelasi antara modulus geser G dengan Su……….

Grafik korelasi antara shear modulus dan shear strain….. Grafik korelasi antara redaman (damping ratio) dan shear

strain………..

SPT barrel sampler………

Penetrasi dengan SPT……….

Skema urutan uji penetrasi standar (SPT)………...

Contoh palu yang biasa digunakan dalam uji SPT…………

(6)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

xi

Lokasi Penelitian PT. Ayoetex………..

flowchart metode kajian………..

Kotak Dialog Creat/Open project………...

Kotak General setting lembar tab Project………

Kotak General setting lembar tab Dimensions………

Tekan geometry line untuk memulai menggambar………..

Contoh menggambar lapisan tanah………

Contoh menggambar pondasi………

Pengaplikasian standard fixties………

Pemilihan menu Materials > Soil & Interfaces………

Kotak dialog Materials Sets……….

Kotak dialog Mohr-Coulomb lembar General……….

Kotak dialog Mohr-Coulomb lembar Parameters………….

Kotak dialog Mohr-Coulomb lembar Interfaces………

Kotak dialog Plate Interfaces………

Pengaplikasian data tanah pada model geometri………

Output Generated Mesh………

Kotak dialog Water Weight……….. Pengaplikasian batas muka air tanah pada geometri………...

Kotak Dialog Water pressure generation……….

Kotak Dialog View pore pressure……….

(7)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

xii

Kondisi lapisan tanah di lapangan………

Grafik korelasi Vs dengan N-Spt………

Grafik korelasi G/Su dengan Shear strain………

Grafik korelasi korelasi antara shear strain vs damping

ratio/redaman tanah. ……….

Desain Pondasi tampak atas dan samping……….

Distribusi Beban terhadap Kedalaman……….

Grafik Penurunan tanah terhadap kedalaman……….

Grafik korelasi βv, βh, βr………..

Peforma vibrasi pada rotasi mesin………

Stage Calculations……….

Initial phase lembar multipliers……….

Plastic nil lembar parameter………..

Penggalian tanah………...

Kotak dialog select items………

kotak dialog Dynamic Loading……….

Output total displacement………

Output horisontal displacement………..

Output Vertikal displacement………...

(8)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

xiii 4.23

4.24

Shear Force………

Axial Force……….

162

(9)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Pangsa pasar pabrik tekstil di Indonesia saat ini adalah 80% industri

garmen lokal dan 20% ekspor langsung dan tidak langsung (Amerika Serikat, Asia

dan Eropa). Maka dari itu pabrik-pabrik tekstil di Indonesia meningkatkan

kemampuan produksinya, salah satunya PT.AYOE INDOTAMA TEKSTIL.

Perusahaan AyoeTex didirikan pada tahun 1968 sebagai pabrik merajut

"Cemerlang". Terletak di Bandung, Jawa Barat. Pusat tekstil di Indonesia. Pada

tahun 1989 "Cemerlang" berubah menjadi perusahaan terbatas dengan nama PT.

AYOE INDOTAMA TEKSTIL atau sering disebut PT. AyoeTex.

Gambar 1.1 Lokasi Penelitian PT. Ayoetex (google maps)

PT. AyoeTex memproduksi lebih dari 10.000 koleksi warna,

(10)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

2

teknologi saat ini, PT. AyoeTex dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan dan

permintaan pelanggannya.

Peningkatan teknologi dilakukan PT. AyoeTex untuk meningkatkan

produktivitas dan efisiensi. PT. AyoeTex akan terus memperbaharui teknologinya

untuk menghasilkan jenis dan material khusus yang dibutuhkan. Pencarian

terus-menerus dan pengembangan alat-alat teknologi meningkatkan layanan PT.

AyoeTex kepada pelanggan membantu mereka mencapai tujuan mereka dengan

cara yang paling kompetitif dan efisien. (sumber: http://www.ayoetex.com)

Maka dari itu, pada tahun 2011 PT. AyoeTex akan meningkatkan

kemampuan produksinya dengan mengupgrade mesin produksi pada sebuah

pabrik di Cimahi Selatan, mesin produksi ini membutuhkan tenaga penggerak.

Untuk memperoleh tenaga besar dan ekonomis, digunakan mesin boiler dan bahan

bakarnya ada yang menggunakan oli atau batubara.

Boiler adalah mesin yang membakar oli atau batubara, memanaskan air

dan mengubahnya menjadi tenaga uap. Meskipun boiler sendiri adalah tungku

kompak yang tidak bergetar namun, beberapa komponennya bekerja secara cyclic

“berputar”, sehingga menimbulkan getaran pada komponen dinamis, getaran

mesin dilimpahkan melalui pondasi kepada tanah di bawahnya, sehingga

mengguncang tanah di sekitar pondasi mesin. Komponen dinamis pada mesin

boiler yaitu id fan dan fd fan blower.

Induced Draft (ID) Fan adalah mesin yang berfungsi untuk menghisap

(11)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

3

ruang bakar. Pondasi mesin merupakan bagian dari struktur bawah yang berfungsi

untuk memikul beban statis maupun dinamis yang ditimbulkan oleh mesin dan

generator untuk kemudian diteruskan ke lapisan tanah di bawahnya. Respon

dinamik pada pondasi baik yang terletak pada permukaan tanah maupun terbenam

dihitung sebagai gaya dan dibandingkan dengan daya dukung tanah yang bekerja.

Jika guncangan tersebut cukup besar, guncangan tersebut dapat merusak struktur

atau mengganggu orang di dekatnya.

Berdasarkan uraian di atas maka penulis merasa perlu untuk mengangkat

dan membahas masalah tersebut, dalam tugas akhir “Analisis Pondasi Mesin

Studi Kasus PT. Ayoetex Bandung”.

1.2Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas dapat

diidentifikasikan permasalahannya sebagai berikut :

1) Bagaimana cara menghitung berapa kecepatan getaran (vibration velocity)

mesin yang akan merambat pada pondasi dan tanah di sekitar bangunan

pondasi mesin.

2) Bagaimana cara merencanakan desain pondasi yang sesuai dengan syarat

keamanan dan kriteria desain yang diambil dari buku “Design Structures and

Foundations for Vibrating Machines”.

3) Bagaimana cara menghitung respon statis dan dinamik pada pondasi sebagai

(12)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

4

4) Bandingkan pengaruh getaran mesin tersebut antara menggunakan

perhitungan manual dengan Modul Dynamic Plaxis.

1.3Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari pengerjaan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut:

1) Untuk memperoleh data kecepatan getaran (vibration velocity) yang

dtimbulkan oleh mesin dan merambat kepada pondasi dan struktur di

bawahnya (tanah).

2) Mendapatkan desain struktur pondasi yang sesuai dengan persyaratan

keamanan dan kriteria desain yang diambil dari buku “Design Structures and Foundations for Vibrating Machines”.

3) Mendapatkan hasil perbandingan antara perhitungan manual dan Modul

Dynamic Plaxis.

1.4Pembatasan Masalah

Dalam penelitian ini, pembahasan akan terfokus pada masalah:

1) Pembahasan hanya dilakukan pada kasus pembangunan pondasi mesin di PT.

AyoeTex Bandung, Jawa Barat.

2) Data mesin menggunakan data spesifikasi mesin id fan blower berdasarkan

(13)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

5

3) Pemilihan dimensi pondasi dilakukan dengan metode trial and error

menggunakan acuan desain checklist atau kriteria desain untuk pondasi mesin.

4) Analisa daya dukung tanah statis dan dinamis yang diperoleh dari perhitungan

manual pondasi mesin akan dibandingkan dengan perhitungan menggunakan

Modul Dynamic Plaxis.

1.5Manfaat Penelitian

Dengan penulisan tugas akhir ini, diharapkan akan mengetahui

bagaimana cara menghitung kecepatan getaran (vibration velocity) yang

dihasilkan oleh mesin terhadap pondasi. Dapat menganalisis beban statis dan

dinamis yang ditimbulkan oleh mesin. Dapat menghitung daya dukung tanah

terhadap pondasi, serta mendapat desain dan elemen pondasi mesin yang sesuai

dengan persyaratan keamanan dan kriteria desain pondasi mesin. Dapat

menggunakan program Modul Dynamic Plaxis untuk perhitungan daya dukung

tanah.

1.6Sistematika Pembahasan

Tugas Akhir ini akan ditulis dalam beberapa bab dengan susunan sebagai berikut :

BAB I: PENDAHULUAN

Menguraikan secara umum latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian,

(14)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

6

BAB II: TINJAUAN PUSTAKA

Menguraikan pembahasan mengenai pengertian pondasi mesin, tipe-tipe pondasi

mesin, persyaratan umum pondasi dan jenis getaran yang mempengaruhi pondasi

mesin.

BAB III : PROSEDUR ANALISIS

Menguraikan pembahasan mengenai studi pustaka, pengumpulan data, analisis

data dengan melakukan pengolahan data yang sudah diperoleh untuk pemodelan

pondasi mesin.

BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Menguraikan pembahasan simulasi numeris hasil analisis perhitungan daya

dukung tanah untuk pemodelan pondasi mesin.

BAB V : PENUTUP

(15)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

53

BAB III

PROSEDUR ANALISIS

3.1 Objek Penelitian

Pada penyusunan tugas akhir ini pokok bahasan yang akan diteliti adalah

pondasi mesin yang dipasang di pabrik tekstil PT. AyoeTex Cimahi Bandung.

Pondasi mesin ini akan menopang komponen mesin yaitu id fan blower. Karena id

fan blower merupakan mesin yang memiliki getaran dinamis yang tinggi yaitu di

atas 1000 rpm.

Pondasi mesin ini akan didesain secara trial and error lalu di hitung

menggunakan dua cara yaitu konvensional (manual) dan mengugunakan program.

Dengan menggunakan dua metode tersebut kita dapat membandingkan hasil

perhitungan pada pembahasan.

3.2 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian pondasi mesin ini berada di PT. AyoeTex Jalan

Leuwigajah No.205 kawasan Cimahi Selatan Bandung provinsi Jawa Barat. PT.

AyoeTex berada di tengah-tengah kawasan pusat industry di kota Bandung, dan

(16)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

54 Gambar 3.1 Lokasi Penelitian PT. Ayoetex (google maps)

3.3 Metode Pengumpulan Data

Dibutuhkan metode-metode pengumpulan data untuk menyelesaikan

tugas akhir ini, yang diantaranya:

3.3.1Data yang Digunakan

Data sekunder yang dibutuhkan yaitu dengan cara mengambil data-data

yang telah di uji diantaranya data persyaratan pondasi mesin, data SPT - bor log

dan data hasil pengujian sampel tanah di laboratorium yang terdiri dari :

 Berat jenis (),

 Sudut geser (),

 nilai kohesi (c) dan

(17)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

55 Selain data tanah tersebut data yang dibutuhkan adalah data spesifikasi

dari mesin yang akan di pasang yaitu :

Data Perlengkapan Mesin

 Berat id Fan blower (Wc) = 0,8 ton = 7,848 kN

 Berat motor (Wm) = 0,6 ton = 5,886 kN

 Berat Base Plate (Wb) = 0,2 ton = 1,962 kN

 Berat peredam (Ws) = 0,4 ton = 3,924 kN

 Berat Total (Wt) = 2,0 ton = 19,62 kN

 Data Untuk Total Peralatan

 Blower = 2620 rpm

 Motor = 1300 rpm

 Berat rotor = 0,2 ton

Unbalanced Force (ketidakseimbangan kekuatan) = 0,256 ton

3.3.2 Studi Pustaka

Dalam penelitian peranan pustaka tidak dapat disangkal lagi terutama

sebelum peneliti menemukan atau menetapkan permasalahan yang akan menjadi

objek penelitian. Oleh karena itu peranan pustaka diantaranya adalah :

1. Peranan pustaka dalam penelitian sebelum menemukan masalah, yaitu dimana

masalah yang baik akan ditemui atau didapatkan oleh peneliti lewat kajian

pustaka yang harus dilakukan oleh peneliti secara tekun, disamping peneliti

mengadakan observasi ke objek penelitian.

2. Peranan pustaka dalam merancang bangun penelitian, yaitu sebelum bangun

penelitian diselesaikan, sebaiknya peneliti pengkaji ulang secara mendalam

(18)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

56

 Berbagai sumber acuan sekunder yang sangat berkaitan dengan

permasalahan penelitian.

 Mengkaji secara teliti pada sumber acuan primer.

3. Peranan pustaka dalam merumuskan hipotesis penelitian. Dalam hal ini

sebaiknya peneliti mengkaji ulang sebelum hipotesis penelitian dibakukan

dengan mengkaji kembali berbagai teori, konsep, model, paradigma yang

betul-betul yang berkaitan dengan fokus masalah penelitian.

4. Peranan pustaka dalam melakukan interpretasi hasil, yakni setelah data

dianalisis, sebelum didiskusikan dalam bagian atau sub bab diskusi hasil.

Dalam hal ini peneliti harus mempersiapkan acuannya guna menguji konsep,

teori maupun paradigma yang terkait dengan permasalahan yang sedang

diteliti.

Berdasarkan peran studi pustaka di atas, sangat jelas bahwa studi pustaka

sangat berperan dalam setiap kegiatan penelitian, dan sangat tidak mungkin

apabila seorang peneliti yang melakukan penelitian tidak menggunakan studi

(19)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

57 3.4 Metode Analisis

Tahap penyusunan tugas akhir ini dapat disajikan dalam diagram

(flowchart) sebagai berikut :

Studi Literatur START

Pengumpulan Data - Data Primer - Data Sekunder

Perencanaan Desain

Modul Dynamic Plaxis Analisis Manual

Tidak OK

Kriteria Desain

Pembahasan

Kesimpulan dan Saran Penentuan Parameter Tanah

Ok Ok

FINISH Output Hasil

Perhitungan

Tidak OK

(20)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

58 Langkah penyusunan awal setelah judul tugas akhir ditentukan maka

peneliti akan mengkaji studi literature mengenai pondasi mesin, dan syarat-syarat

keamanan dalam pemodelan pondasi mesin. Setelah itu peneliti akan

mengumpulkan data dan parameter-parameter yang dibutuhkan untuk penyusunan

tugas akhir pondasi mesin. Setelah data dan parameter terkumpul, data tersebut

diolah menggunakan rumus-rumus yang ada pada landasan teori.

Pengolahan data dibagi menjadi dua, yaitu secara konvensional dan

dengan menggunakan program. Program yang digunakan yaitu PLAXIS. Plaxis

adalah program komputer berdasarkan metode elemen hingga yang digunakan

secara khusus untuk melakukan analisis deformasi dan stabilitas untuk berbagai

aplikasi dalam bidang geoteknik. Kondisi sesungguhnya dapat dimodelkan dalam

regangan bidang maupun secara axi-simetri. Program ini menerapkan metode

antarmuka grafis yang mudah digunakan sehingga pengguna dapat dengan cepat

membuat model geometrik dan jaring elemen berdasarkan penampang melintang

dari kondisi yang ingin dianalisis. Program ini terdiri dari empat buah

sub-program (Masukan, Perhitungan, keluaran, dan Kurva).

Setelah hasil kedua perhitungan memenuhi syarat keamanan, Lalu kedua

hasil pengolahan data tersebut di analisis dan di bandingkan dalam pembahasan.

Jika kedua hasil pengolahan data tersebut tidak memiliki nilai evaluasi yang tinggi

maka dapat di lanjutkan pada kesimpulan bahwa metode pada pengolahan data

(21)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

59 3.5 Kriteria Desain (Desain Cheklist)

Desain struktur dinamis yang dibuat harus mengikuti acuan tertentu dan

parameternya diketahui bahkan sebelum awal ukuran struktur dapat diselesaikan

(sumber: diterjemahkan dari Design of Stuctures and Foundations for Vibrating

Machines, S. Arya). Kondisi desain ini dan persyaratan yang umumnya bisa

digolongkan menjadi tiga kelompok:

 sifat mesin dan persyaratan,

 parameter tanah,

 dan persyaratan lingkungan.

Oleh karena itu, informasi desain yang diperlukan meliputi tidak hanya

kendala geometris dari mesin yang sebenarnya harus didukung tetapi juga

mencakup pengetahuan rinci dari dukungan struktural. Dukungan-dukungan

tersebut pada gilirannya terkait dengan kondisi situs tertentu dan dapat dari tiga

jenis: tanah mendukung, tumpukan, atau dermaga. Struktur pendukung mesin

dinamis umumnya tanah yang didukung, atau mungkin tidak didukung oleh

tumpukan jika tanah rendah daya dukung.

3.5.1. Properti dan Persyaratan Mesin

Mesin yang menyebabkan beban dinamis pada struktur ada beberapa jenis

tetapi dapat diklasifikasikan dalam salah satu dari dua kelompok besar: mesin

sentrifugal atau reciprocating. Dalam kedua kasus, fungsi tergantung waktu

(22)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

60 untuk merancang struktur, sejumlah faktor mesin geometris dan kinerja sangat

diperlukan.

Faktor-faktor ini mungkin diberikan oleh produsen mesin atau mungkin

tersedia dalam katalog penjualan atau buku pegangan teknik. Seringkali, informasi

tersebut tidak tersedia, dan desainer harus baik melakukan beberapa langkah awal

atau membuat asumsi. Sifat mesin yang diperlukan dan parameter meliputi:

 Garis gambar perakitan mesin

 Fungsi mesin

 Berat mesin dan komponen rotornya

 Lokasi dari pusat gravitasi baik secara vertikal dan horizontal

 Kecepatan yang berkisar dari mesin dan komponen atau frekuensi primer

dan sekunder tidak seimbang

 Besaran dan arah gaya yang tidak seimbang baik secara vertikal dan

horizontal dan poin dari lokasi aplikasi

 Batas dikenakan pada dasar sehubungan dengan defleksi diferensial antara

titik pada daerah rencana pondasi

 Persyaratan pondasi

Ukuran fisik dari struktur tergantung pada dimensi dasar yang

dibutuhkan untuk mesin. Misalnya, dalam turbin, daerah tertentu bawah dan di

atas mesin harus dibiarkan jelas untuk condensors dan perpipaan..

Bobot mesin dan busur komponennya disediakan oleh pabrik untuk

memberikan indikasi awal kelayakan daya dukung tanah. Berat rotor dan

(23)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

61 tidak seimbang. THC pusat lokasi gravitasi di bidang horisontal dan vertikal

sering disediakan. Bila tidak tersedia, perhitungan atau asumsi mungkin

diperlukan. Pada dasarnya, mesin diatur di atas pondasi sedemikian rupa untuk

menghindari eksentrisitas antara resultan dari semua beban dan pusat dukungan

perlawanan, yaitu, pusat massa dari kelompok tiang jika tumpukan didukung atau

pusat perlawanan dari pendukung tanah jika tanah didukung.

Rentang kecepatan dan frekuensi kekuatan primer dan sekunder yang

diperlukan dalam analisis dinamik untuk memeriksa resonansi mungkin, Desainer

umumnya hanya tertarik pada frekuensi operasi, meskipun dalam banyak mesin,

akan ada kecepatan tertentu singkat dicapai selama start-atas atau menutup mana

perakitan akan di resonansi dengan frekuensi mesin. Sebuah kondisi resonansi

sementara mungkin ditoleransi dalam kasus seperti itu terutama bila redaman

signifikan tersedia.

Besar dan arah kekuatan yang tidak seimbang sering tidak tersedia dari

produsen mesin. Beberapa klaim bahwa mesin sentrifugal mereka sempurna

seimbang, suatu kondisi yang dapat mendekati awalnya di pabrik manufaktur.

Namun, setelah beberapa tahun penggunaan dan akibat keausan normal,

eksentrisitas beberapa akan ada terlepas dari mesin awal dan pengerjaan instalasi.

Batas lendutan diferensial diperbolehkan antara poin dari pondasi

ditetapkan untuk menghindari kemungkinan kerusakan pipa dan perlengkapan lain

yang terhubung ke mesin. Dalam beberapa tekanan tinggi (50.000 psi) Perpipaan,

diferensial batas defleksi sekitar kurang dari 0,0001 umumnya kasus untuk mesin

(24)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

62 Persyaratan pondasi mengacu pada kedalaman minimum pondasi,

sebagaimana ditentukan oleh tanah ekspansif, tindakan es, permukaan air

berfluktuasi, pembersihan pipa, atau elevasi paving. Lapisan atas tanah lapuk

sering tidak dianjurkan untuk mendukung pondasi.

3.5.2. Parameter Tanah

Pengetahuan tentang pembentukan tanah dan properti yang mewakili

diperlukan untuk analisis statis dan dinamis. Dalam kasus formasi pasir atau tanah

lempung, informasi tersebut diperoleh dari pengeboran lapangan dan tes

laboratorium. Ini biasanya dilakukan oleh konsultan geoteknik. Parameter yang di

butuhkan diantaranya :

 Berat jenis tanah γ

 Angka poisson’s υ

Modulus gaser tanah G

a. Properti Umum

Berat Volume (γ) merupakan berat tanah per satuan volume; jadi:

� = �� ( ) � � ( )

Hubungan antara densitas dan berat volume

3 = � ,� 3

(25)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

63 Dimana : �= ( )

� �( )

3.5.3. Kondisi Lingkungan

Ada dapat beberapa situasi di mana instalasi mesin di sekitar sumber

getaran seperti peledakan tambang, lalu lintas kendaraan, alat konstruksi besar,

atau lokasi adalah di zona kontinental dimana terjadinya gempa adalah mungkin.

Para insinyur mendesain kemudian harus menetapkan tingkat keparahan situasi

dan, jika diperlukan, harus mencari bantuan dari seorang konsultan pengukuran

getaran. Informasi yang diminta harus meliputi karakter getaran dan pelemahan di

lokasi instalasi.

3.5.4. Percobaan Ukuran Pondasi Blok (Trial Sizing)

Desain dasar blok untuk mesin sentrifugal atau bolak balik dimulai

dengan ukuran awal blok. Fase ukuran awal didasarkan pada sejumlah pedoman

yang sebagian berasal dari sumber pengalaman empiris dan praktis. Ukuran awal

itu bukan merupakan desain akhir.

Sebuah desain pondasi blok hanya dapat dianggap lengkap bila analisis

dinamis dan cek dilakukan dan pondasi diperkirakan untuk berperilaku dengan

cara yang benar. Namun, pedoman berikut untuk ukuran percobaan awal telah

ditemukan untuk menghasilkan konfigurasi diterima:

1) Bagian bawah pondasi blok harus di atas permukaan air bila memungkinkan.

Rekomendasi dari konsultan geoteknik biasanya diikuti sehubungan dengan

kedalaman struktur pendukung mesin dinamis atau getaran. Kadang-kadang,

kualitas tanah yang buruk, dan konsultan geoteknik dapat merekomendasikan

(26)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

64 2) Item berikut berlaku untuk blok-jenis pondasi bertumpu pada tanah:

a. Sebuah fondasi blok-jenis kaku bertumpu pada tanah harus memiliki massa

dua hingga tiga (3) kali massa mesin yang didukung untuk mesin

sentrifugal. Namun, saat mesin recipocating, massa pondasi harus tiga (3)

sampai lima (5) kali massa mesin.

b. Bagian atas blok tersebut biasanya disimpan satu (1) kaki diatas lantai jadi

atau elevasi perkerasan untuk mencegah kerusakan dari limpasan

permukaan air.

c. Ketebalan vertikal blok tidak harus kurang dari dua (2) hal, atau

sebagaimana ditentukan oleh panjang baut jangkar yang digunakan.

Ketebalan vertikal juga dapat diatur oleh dimensi lain blok agar pondasi

dianggap kaku. Ketebalan jarang sekali kurang dari seperlima (1/5) dimensi

sedikitnya sepersepuluh (1/10) atau dimensi terbesar.

d. Pondasi harus lebar untuk meningkatkan redaman dalam modus goyang.

Lebar harus setidaknya sampai 1,5 kali jarak vertikal dari dasar ke

centerline mesin.

e. Setelah ketebalan dan lebar telah dipilih, panjang ditentukan menurut (a) di

atas, asalkan daerah rencana yang cukup tersedia untuk mendukung mesin

ditambah 1-ft izin dari tepi dasar mesin ke tepi blok untuk tujuan

perawatan.

f. Panjang dan lebar pondasi disesuaikan sehingga pusat gravitasi dari mesin

ditambah peralatan berimpit dengan pusat gravitasi dari pondasi Pusat

(27)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

65 g. Untuk mesin bolak balik besar, mungkin diinginkan untuk meningkatkan

kedalaman tertanam dalam tanah seperti bahwa 50% sampai 80% dari

kedalaman adalah tanah-tertanam. Ini akan meningkatkan pengekangan

lateral dan rasio redaman untuk semua mode getaran.

h. Analisis dinamis seharusnya dapat memprediksi resonansi dengan frekuensi

yang bekerja, massa pondasi ditambah atau dikurangi sehingga, secara

umum, struktur dimodifikasi untuk meredam frekuensi atau di bawah

pondasi disetel untuk mesin reciprocating dan sentrifugal, masing-masing.

3.6 Langkah-Langkah Pemodelan Pondasi Pada Program Plaxis 8.2

Langkah-langkah pemodelan pondasi beban dinamis berdasarkan sumber

panduan dari Manual Dynamic Plaxis akan di uraikan sebagai berikut :

1. Pertama saat membuka program Plaxis Input, akan tampil kotak/box

Creat/Open Project.

(28)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

66 Pilih Open > New Project lalu tekan tombol OK.

2. Langkah selanjutnya akan muncul kotak General Setting, pada lembar Project

masukan nama proyek pada kotak Title. Sedangkan pada kotak lain seperti

General dan Acceleration dapat diisi sesuai dengan kebutuhan proyek. Lalu

tekan Next.

(29)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

67 Gambar 3.5 Kotak General setting lembar tab Dimensions

Pada lembar dimensions akan muncul units : length (m), force (kN), dan

time (day). kotak tersebut diisi sesuai kriteria yang akan di modelkan. Begitupun

dengan kotak Geometry Dimensions dan grid.

3. Untuk memulai pemodelan pertama kita bisa menggambar garis kerja pada

koordinat garis X dan Y dengan menekan kotak pojok kiri atas Geometry line.

(30)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

(31)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

69 4. Lalu kita dapat menggambarkan lapisan tanah pada koordinat X dan Y sesuai kriteria yang dibutuhkan untuk pemodelan pondasi.

(32)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

70 5. Lalu untuk menggambar pondasi kita bisa memilih plate pada toolbar kedua dari pojok kiri atas.

(33)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

71 6. Untuk membentuk kondisi batas pada model geometri, pada baris menu pilih Loads > Standard fixities atau dengan memilih

tombol pada toolbar.

(34)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

72 7. Langkah berikutnya adalah pengidentifikasian dan pengaplikasian data tanah pada model geometri. Dengan memilih tombol

pada toolbar. Atau memilih Materials > Soil & Interfaces pada baris menu.

(35)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

73 8. Lalu akan muncul Kotak dialog Material Sets, yang fungsinya untuk mengisi

properti tanah dan plate.

Gambar 3.11 Kotak dialog Materials Sets

Untuk mengisi data tanah atau plate yang digunakan, pada kotak dialog

Material sets, pilih tombol > New. Lalu akan muncul kotak dialog baru yang

terdiri dari lembar tab General, Parameters, dan Interfaces akan ditampilkan.

(36)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

74 Gambar 3.12 Kotak dialog Mohr-Coulomb lembar General

Masukan jenis tanah pada kotak identification, lalu ubah material model,

dan material type. Pada General Properties kita harus memasukan γunsat dan γsat

(37)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

75 Gambar 3.13 Kotak dialog Mohr-Coulomb lembar Parameters

Pada lembar parameters kita harus mengisi kotak Eref, υ (nu), Cref, φ (phi),

(38)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

76 Gambar 3.14 Kotak dialog Mohr-Coulomb lembar Interfaces

(39)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

77 Sedangkan untuk pemilihan plate akan muncul kotak plate properties.

(40)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

78 Masukan nama plate pada kotak identifications, pilih material type-nya,

lalu isi kotak EA, EI, d, w, dan υ. Sisanya bisa diisi sesuai kebutuhan.jika sudah

(41)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

79 Data tanah yang digunakan untuk pemodelan pondasi dinamis ini dapat dilihat pada table 3.1 berikut.

Tabel 3.1 Parameter Tanah pada Model Geometri

Parameter Tanah Name Lempung Lempung tuffaan

Lempungan Batu Pasir Unit

Model material Model

(42)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

(43)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

81 9. Setelah pemodelan dan pemasukan data material selesai, selanjutnya klik tombol mesh untuk membuat jarring elemen

hingga pada model geometri. Setelah itu muncul jendela baru dan tekan tombol .

(44)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

82 10.Untuk mendefinisikan kondisi awal tanah pilih tombol atau

dengan memilih Initial > Initial conditions pada baris menu.

11.Isi kotak dialog Water weight, masukkan nilai berat jenis air sebesar 10 kN/m3

pada kotak γwater kemudian pilih tombol OK.

Gambar 3.18 Kotak dialog Water Weight

12.Modelkan batas muka air sesuai parameter yang ada dengan menekan tombol

(45)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

(46)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

84 13.Setelah pengaplikasian batas muka air selesai tekan tombol calculate maka

akan muncul kotak dialog water pressure generation, pilih generate by klik

phreatic level lalu tekan OK.

Gambar 3.20 Kotak Dialog Water pressure generation

Maka akan muncul jendela output view pore pressure seperti pada gambar

(47)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

(48)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

86 14.Setelah proses identifikasi dan pendefinisian model geometri tanah selesai,

tahap berikutnya adalah melakukan perhitungan pada model geometri. Adapun

langkah untuk melakukan perhitungan adalah dengan memilih tombol

(49)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

164

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

 Berdasarkan hasil analisa Tugas Akhir ini maka didapat kriteria desain

pondasi blok yang didapat sebagai berikut :

a. Lebar kaki (FL) = 2,1 m

b. Panjang kaki (FB) = 3,1 m

c. Tinggi kaki (FH) = 0,4 m

d. Lebar pedestal (PL) = 1,5 m

e. Panjang pedestal (PB) = 2,5 m

f. Tinggi Pedestal (PH) = 1,0 m

g. Lantai kerja (G.L) = 0,6 m

h. Tinggi (h) = 1,4 m

Desain pondasi yang dibuat sesuai dengan kriteria desain (Desain Cheklist) di

atas mampu menahan beban statis dan dinamis.

Dari hasil perhitungan diperoleh hasil daya dukung tanah (allowable soil

bearing) sebesar 159,8025 kN/m2 sedangkan Soil Bearing Pressure

static+dynamic yang dihasilkan sebesar 34,08281 kN/m2.

Daya dukung tanah harus lebih besar dari Pstatis+dynamis, maka;

Qall > Psta+dyn

(50)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

165

tanah tersebut memenuhi kriteria untuk menahan beban statis dan dinamis.

 Penulangan yang digunakan

Diameter Tulangan As = 0,0018 x b x (H/2)

a b c Atas (mm2) Bawah (mm2)

D20 D20 D12 3906 3906

Dimana:

As = 0,0018 x b x (h/2)

As = 0,0018 x 3100 x (1400/2)

= 3906 mm2

Gaya-gaya yang dihasilkan Modul Dynamic Plaxis sebagai berikut :

Bending Momen = 7,57 kNm/m

Shear Force = -7,64 kN/m

 Total penurunan yang terjadi pada perhitungan manual sebesar 7,63 cm

sedangkan penurunan pada Modul Dynamic Plaxis senesar 0,752 cm.

Penurunan pada perhitungan manual lebih besar karena rumus yang digunakan

untuk menghitung penurunan manual lebih detail dimulai dari perhitungan

distribusi tegangan pada tiap lapisan tanah. Walaupun penurunan pada

perhitungan manual lebih besar namun penurunan tersebut cukup aman dan

stabil karna penurunan yang diijinkan pada pondasi telapak sebesar 15 cm,

(51)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

166

 Untuk hasil perhitungan kecepatan getaran dapat disimpulkan bahwa

perhitungan manual pondasi beban dinamis dan modul dynamic plaxis

menghasilkan output perhitungan yang berbeda. Hasil perhitungan dapat

dilihat pada tabel dibawah ;

Jenis Perhitungan

Velocity manual dynamic plaxis Satuan unit horisontal velocity 2,07 x 10-3 7,58 x 10-6 m/s

vertical velocity 3,09 x 10-4 9,62 x 10-6 m/s

Hasil perhitungan berbeda karena rumus yang digunakan untuk analisa

kecepatan getaran berbeda.

Pada perhitungan manual menggunakan rumus :

Vh(tot) = �ℎ(� � ��)² + �ℎ( ����)² untuk horizontal

Vv(tot) = � (� � ��)² + � ( ����)² untuk vertikal

Sedangkan pada modul dynamic plaxis menggunakan metode elemen hingga.

Maka untuk perhitungan analisa kecepatan getaran dianjurkan menggunakan

kedua metode tersebut (manual dan program).

 Pada perhitungan pondasi ini tidak terjadi likuifaksi karena tanah di sekitarnya

lempung. Sedangkan syarat terjadi likuifaksi adalah tanah yang memiliki

(52)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

167

5.2. Saran

Dari hasil analisa dan kesimpulan maka penulis memberikan saran sebagai

berikut:

1. Pondasi mesin blok yang direncanakan pada perhitungan manual,

ukurannya bisa diperkecil lagi pada pemodelan Modul Dynamic Plaxis,

karena nilai-nilai faktor keamanan yang dihasilkan lebih kecil dari

perhitungan manual, sehingga akan didapat ukuran yang lebih kecil dan

ekonomis.

2. Untuk perhitungan analisis pondasi mesin hal yang terpenting adalah

perhitungan fn atau frekuensi natural, karena berdasarkan itu dapat

ditentukan ukuran pondasi yang direncanakan apakah akan ekonomis,

(53)

Garnika Pasha Puja, 2012

Analisis Pondasi Mesin Studi Kasus Pt Ayoetex Bandung Universitas Pendidikan Indonesia | Repository.Upi.Edu

167

DAFTAR PUSTAKA

Arya, S., O’Neill, M. dan Pincus, G. (1979). “Design of Structure and Foundations for Vibrating Machines”, Gulf Publishing Company, USA

Brinkgreve.R.B.J. dkk. (2002) “Manual Dynamic Plaxis”, A.A. Balkema

Publishers, Netherlands.

Das, M. B. (1990), “Principles of Foundation Engineering”’ Second Edition,

PWS-Kent Publishing Company, Boston

Irsyam, M. (2008), “Dinamika Tanah dan Fondasi Mesin”, Institut Teknologi Bandung, Bandung

SNI 4153:2008, “Cara uji penetrasi lapangan dengan SPT”

Srinivasulu, P., Vaiyanathan, C. V. (1990), “Handbook of Machine Foundations”,

TATA McGRAW-HILL PUBLISHING COMPANY, New Delhi

NN. (-) BAB I Profil Perusahaan PT. Ayoetex [Online]. Tersedia : http://www.ayoetex.com/ [01 Desember 2011]

NN. (-) Id Fan Blowers pdf. [Online]. Tersedia: http://www.energyefficiencyasia.org/docs/

ee_modules/indo/Chapter%20%20Fans%20and%20Blowers%20%28Baha sa%20Indonesia%29.pdf [09 Februari 2012]

NN. (-) Penulangan Beton . [Online]. Tersedia:

http://civilandstructure.wordpress.com /2011/04/05/belajar-desain-pondasi-mesin-rotating-equipment-foundation/ [12 Mei 2012]

NN. (-) Standar Penulangan ACI 318 . [Online]. Tersedia:

Gambar

Tabel 2.1  Batasan gaya tak seimbang yang diijinkan berdasarkan kategori
Gambar 1.1
Grafik korelasi Vs dengan N-Spt……………………………
Gambar 1.1 Lokasi Penelitian PT. Ayoetex (google maps)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Optimasi dilakukan pada hasil desain dari pondasi mesin yang meliputi.. dimensi dan luas tulangan dari tiap

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui produktivitas waktu dan biaya pekerjaan pembuatan lubang pondasi bored pile yang menggunakan jasa metode manual dan penggunaan

Penulis mencoba melakukan analisis daya dukung pondasi tiang bor dengan menggunakan software SHAFT1 dan uji beban statis. Apabila hasil pengujian beban statis lebih besar daripada

Dalam penelitian pondasi jembatan ini bertujuan untuk melihat kestabilan pondasi pada daya dukung tanah, daya dukung ultimate (qult), stabilitas terhadap geser,

Studi dilakukan pertama- tama dengan perhitungan manual untuk mencari dimensi pondasi dan kedalaman galian perlu serta besarnya daya dukung tanah, kemudian dilakukan analisis

ANALISA DAYA DUKUNG PONDASI BORED PILE DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALITIS.. (STUDI KASUS PROYEK MANHATTAN

Gaya-gaya yang timbul akibat beban statis berupa beban mati dan beban hidup serta beban dinamis getaran, pada analisis beban statis perencanaan pondasi didasarkan

Pada akhirnya, penulis mencoba untuk menentukan pengaruh dari beban dinamis yang ditimbulkan oleh mesin generator dan turbin pada perencanaan pondasi dengan studi