• Tidak ada hasil yang ditemukan

RELEVANSI ANTARA MATA DIKLAT SOFTWARE AUTOCAD DENGAN MATA DIKLAT MENGGAMBAR KONSTRUKSI KUSEN KAYU SISWA KELAS XI TKK SMKN 6 BANDUNG.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "RELEVANSI ANTARA MATA DIKLAT SOFTWARE AUTOCAD DENGAN MATA DIKLAT MENGGAMBAR KONSTRUKSI KUSEN KAYU SISWA KELAS XI TKK SMKN 6 BANDUNG."

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

Denny Adi Prasetyo, 2013

RELEVANSI ANTARA MATA DIKLAT SOFTWARE AUTOCAD

DENGAN MATA DIKLAT MENGGAMBAR KONSTRUKSI KUSEN

KAYU SISWA KELAS XI TKK SMKN 6 BANDUNG

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Teknik Sipil

Oleh :

DENNY ADI PRASETYO

(0902237)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL

FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

RELEVANSI ANTARA MATA DIKLAT SOFTWARE AUTOCAD

DENGAN MATA DIKLAT MENGGAMBAR KONSTRUKSI KUSEN

KAYU SISWA KELAS XI TKK SMKN 6 BANDUNG

Oleh

Denny Adi Prasetyo

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Teknologi dan

Kejuruan

© Denny Adi Prasetyo 2013 Universitas Pendidikan Indonesia

Oktober 2013

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian,

(3)

Denny Adi Prasetyo, 2013

DENNY ADI PRASETYO 0902237

RELEVANSI ANTARA MATA DIKLAT SOFTWARE AUTOCAD DENGAN MATA DIKLAT MENGGAMBAR KONSTRUKSI KUSEN

KAYU SISWA KELAS XI TKK SMKN 6 BANDUNG

DISETUJUI DAN DISAHKAN OLEH

PEMBIMBING :

Pembimbing I,

Dr. E. Kosasih Danasasmita, M.Pd. NIP. 19530626 198101 1 001

Pembimbing II,

Drs. Dedi Purwanto, S.Pd, M.PSDA NIP. 19770429 200604 1 012

Mengetahui,

Ketua Jurusan Pendidikan Teknik Sipil,

(4)

ABSTRAK

RELEVANSI ANTARA MATA DIKLAT SOFTWARE AUTOCAD DENGAN MATA DIKLAT MENGGAMBAR KONSTRUKSI KUSEN KAYU SISWA

KELAS XI TKK SMKN 6 BANDUNG.

Denny Adi Prasetyo 0902237

Relevansi adalah hubungan, kesesuaian atau kaitan sebuah permasalahan umum yang sering terjadi pada kurikulum, kesesuaian ini meliputi dua hal, pertama kesesuaian antara kurikulum dengan tuntutan, kebutuhan, kondisi, dan perkembangan masyarakat. Kedua kesesuaian antar komponen-komponen kurikukum, yaitu isi sesuai dengan tujuan, proses sesuai dengan isi dan tujuan. Relevansi mempunyai istilah Relevansi Keluar dan kedalam, dikarenakan Relevansi mumpunyai kompleksitas yang erat antar Standar kompetensi, Relevansi menjadi tolak ukur untuk berkembangnya suatu proses pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan yang terjadi antara mata diklat software autocad dengan mata diklat menggambar konstruksi Kayu, dan tidak menutup dengan mata diklat lain yang sangat berkontribusi dalam proses pembelajaran. Teknik pengambilan data menggunakan Dokumentasi, Observasi dan Wawancara. Teknik Dokumentasi yaitu dengan mengumpulkan data-data yang menjadi dasar untuk proses analisis data antar mata diklat, sehingga bisa dilihat mana yang berelevansi. Teknik Observasi dipakai untuk melihat keadaan lapangan, melihat bagaimana kondisi sebenernya (real), sehingga apa yang terjadi di lapangan dapat ditulis dalam buku catatan dan sebagai analisis penguat data yang telah ada. Wawancara dilakukan dengan cara mengfokuskan pertanyaan mengenai mata diklat software autocad, peneliti mencoba memfokuskan pada software autocad agar kemampuan siswa dapat dilihat dari sebuah observasi dan wawancara terhadap guru mata diklat dan siswa. Berdasarkan hasil analisis data, maka didapatkan Relevansi antara mata diklat

software autocad dengan mata diklat Konstruksi kusen kayu, akan tetapi dalam

segi pelaksanaan dilapangan terdapat banyak kendala, yang menjadikan proses penyampaian apa yang menjadi tujuan dan isi kurang tersampaikan dengan baik. Saran bagi guru agar selalu mempunyai strategi mengajar yang membuat anak menarik dan antusias terhadap pelajaran. Saran bagi siswa agar selalu disiplin dan patuh saat menerima sebuah pelajaran, agar apa yang disampaikan oleh guru tersampaikan dengan baik.

(5)

iii Denny Adi Prasetyo, 2013

ABSTRACT

RELEVANCE OF THE MATA DIKLAT AUTOCAD SOFTWARE WITH MATA DIKLAT KUSEN WOOD CONSTRUCTION DRAWING CLASS XI

TKK SMKN 6 BANDUNG .

Denny Adi Prasetyo 0902237

Relevance is a relationship , suitability or crocheted a common problem that often occurs in the curriculum, it covers the suitability of two things, the first match between the curriculum with the demands, needs, conditions, and development of society. Both conformity between curriculum components, namely the contents in accordance with the purpose, the process according to the content and purpose. Relevance Relevance Come out and have a term into, due to the complexity of the close Relevance a have between competency standards, Relevance as a benchmark for the development of an educational process. The purpose of this study was to describe the relationship between the eyes with eye training software training autocad drawing wood construction, and did not close the eyes of other training that contributed greatly to the learning process. Data retrieval technique using Documentation, observation and interview. Technical Documentation is to collect data that form the basis for the analysis of training data between the eyes, so it can be seen where the Relevance. Observation Techniques used to look at the state of the field, see how the conditions actually (real), so what happens in the field can be written in a notebook and the analysis of existing data amplifier. Interviews were conducted with the way the eye focuses the question about autocad software training, researchers tried to focus on in order autocad software capabilities of students can be seen from an observation and interviews with teachers and students training. Based on the analysis of data, the training obtained Relevance between the eyes with eye training software autocad wood frame construction, but in terms of the implementation of the field there are many obstacles, which makes the process of delivering what the objectives and content of less conveyed properly. Advice for teachers to always have a teaching strategy that makes children interesting and enthusiastic about learning. Advice for students to always be disciplined and obedient while receiving a lesson, so that what is conveyed by the teacher conveyed properly .

(6)

DAFTAR ISI

Hal

LEMBAR PENGESAHAN

PERNYATAAN ... i

ABSTRAK ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ...viii

DAFTAR GAMBAR ... ix

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah dan Perumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Penelitian ... 7

D. Manfaat Penelitian ... 7

E. Struktur Organisasi Skripsi ... 8

BAB II KAJIAN TEORI A. Pengertian ... 9

1. Kurikulum ... 9

2. Relevansi ... 11

3. Autocad ... 11

4. Kesadaran Penggunaan Software ... 12

5. Konstruksi Kayu ... 13

6. Fungsi Konstruksi Kayu ... 19

BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi Penelitian ... 20

1. Lokasi ... 20

(7)

vi Denny Adi Prasetyo, 2013

B. Desain Metode Penelitian... 21

C. Metode Penelitian ... 22

D. Tahapan Penelitian ... 23

E. Definisi Operasional ... 26

F. Kisi – kisi dan Instrument Penelitian ... 27

1. Observasi ... 30

2. Wawancara ... 32

3. Teknik Dokumentasi ... 33

G. Analisis Data ... 34

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data ... 36

1. Standar Kompetensi Kejuruan ... 37

2. Kurikulum Spektrum 2008 Program Studi Keahlian TKK ... 40

B. Relevansi Mata Diklat Autocad dan Mata Diklat Konstruksi KK ... 48

1. Relevansi Kompetensi Dasar Mata Diklat Software Autocad dengan Mata Diklat Konstruksi Kusen Kayu... 49

2. Perbandingan Mata Diklat Software Autocad dengna Mata Diklat Menggambar Konstruksi Kayu ... 52

C. Analisis Standar Kompetensi ... 57

D. Temuan Penelitian ... 57

E. Temuan Di Lapangan ... 68

1. Situasi Kelas ... 69

2. Proses Belajar ... 71

F. Hasil Wawancara... 72

1. Wawancara I... 72

2. Wawancara II ... 76

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan... 81

(8)

DAFTAR PUSTAKA ... 83

LAMPIRAN ... 85

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... 106

(9)

viii Denny Adi Prasetyo, 2013

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Cutting List Kusen Pintu Satu Daun ... 15

Tabel 2.2 Cutting List Penampang Kusen... 17

Tabel 2.3 Bagian Kusen Jendela ... 18

Tabel 3.1 Jadwal Penelitian... 22

Tabel 3.2 Populasi Penelitian ... 23

Tabel 3.3 Definisi Operasional ... 26

Tabel 3.4 Kisi-kisi Wawancara dan Observasi ... 28

Tabel 4.1 Teknik Konstruksi Kayu (002) ... 40

Tabel 4.2 Kompetensi Dasar Mata Diklat ... 49

Tabel 4.3 Relevansi Kompetensi Membuat Kusen 2D & 3D dengan Program Autocad dan Menggambar Kusen, Daun Pintu dan Jendela. ... 50

Tabel 4.4 Relevansi Kompetensi Membuat Kusen 2D & 3D dengan Program Autocad & Menggambar Tampak, Potongan dan Detail Kusen Pintu.. ... 51

Tabel 4.5 Relevansi Kompetensi Membuat Kusen 2D & 3D dengan Program Autocad dan Menggambar Kusen Jendela, Denah Rencana, Tampak Potongan Detail ... 52

Tabel 4.6 Relevansi Kompetensi Membuat Kusen 2D & 3D dengan Program Autocad dan Menggambar Kusen Gendong, Tampak Potongan dan Detail. ... 53

Tabel 4.7 Relevansi Kompetensi Membuat Kusen 2D & 3D dengan Program Autocad dan Menggambar Daun Pintu dan Jendela.. ... 54

Tabel 4.8 Relevansi Kompetensi Membuat Kuda-kuda 2D & 3D dengan Program Autocad dan Menggambar Konstruksi Kuda-kuda... ... 55

Tabel 4.9 Perbandingan Mata Diklat ... 56

(10)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Macam-macam Jenis Kusen ... 14

Gambar 2.2 Bagian-bagian Kusen Pintu ... 15

Gambar 2.3 Bagian Kusen Jendela ... 18

Gambar 3.1 Kerangka Pemikiran ... 21

Gambar 4.1 Kompetensi Kejuruan ... 37

Gambar 4.2 Program Studi, Kompetensi Keahlian, Dasar Kompetensi ... 38

Gambar 4.3 Kompetensi Dasar ... 39

Gambar 4.4 Skema Sifat Relevansi ... 48

Gambar 4.5 Skema Relevansi Mata Diklat ... 57

Gambar 4.6 Skema Relevansi Mata Diklat ... 60

Gambar 4.7 Skema Relevansi Mata Diklat ... 62

Gambar 4.8 Skema Relevansi Mata Diklat ... 64

(11)

1

Denny Adi Prasetyo, 2013

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pesatnya perkembangan teknologi dewasa ini membawa berbagai

perubahan dalam segala segi bidang. Peranan teknologi semakin kuat

dirasakan di berbagai sektor terutama dalam sektor bisnis, telekomunikasi,

pemerintahan dan pendidikan. Teknologi sangat berperan penting dalam

memajukan dunia pendidikan dan dapat membantu mencapai sasaran dan

tujuan pendidikan. Penggunaan hasil teknologi dalam bidang software,

penggunaan alat-alat laboratorium dan penggunaan komputer serta berbagai

produk yang berkaitan dengan computer.

Media merupakan sebuah alat yang mempunyai fungsi

menyampaikan pesan Bovee (Sanaky, 2011: 3). Sementara itu, Briggs

(Associate editor, 2011: 1) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah

sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku,

film, video dan sebagainya. Sedangkan National Education Associaton,

(Media Pembelajaran, 1990: 25) mengungkapkan bahwa media

pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun

pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.

Salah satu media pembelajaran yang saat ini semakin berkembang

adalah media yang mempergunakan teknologi seperti pembelajaran dengan

software. Hal ini merupakan bentuk penyajian teknologi yang dapat

(12)

mengoptimalkan pengggunaan seluruh panca indra dalam pembelajaran

yaitu pendengaran dan penglihatan. Penggunaan multimedia seharusnya

mampu membantu proses pembelajaran sehingga lebih bermakna dan

mudah dipahami khususnya.

Penerapan dan adaptasi terhadap kurikulum setiap tahun

diperbaharui untuk mendapatkan hasil belajar yang diharapkan pada titik

tertentu, dimana program pendidikan yang telah direncanakan dalam

kurikulum, secara sistematis mengemban peranan yang sangat penting bagi

kemajuan dunia pendidikan. Tiga peranan kurikulum yakni peranan

konsevatif, peranan kritis atau evaluatif peranan kreatif, semua peranan

harus berjalan secara seimbang, atau dengan kata lain terdapat

keharmonisan di antara ketiganya, dan salah satunya dengan menerapkan

software Autocad ini, yang merupakan proses adaptasi terhadap

perkembangan zaman dunia pendidikan, sehingga para lulusan Sekolah

Menengah Kejuruan khususnya dapat bersaing dalam dunia kerja yang

semangkin menuntut kompetensi lulusan yang tinggi.

Pada saat ini kita semua memahami bahwa proses belajar

dipandang sebagai proses yang aktif dan partisipatif, konstruktif, komulatif

dan berorientasi pada tujuan pembelajaran. Akan tetapi masih banyak

kekurangan dalam sebuah penyampaian pengadaptasian sebuah software

Autocad, padahal software ini merupakan salah satu media pembelajaran

yang dapat mengajak siswa dalam pembelajaran kreatif dan cepat. sehingga

(13)

3

Denny Adi Prasetyo, 2013

interaksinya memungkinkan siswa berperan aktif dan mandiri dan ingin

berlama-lama menggunakan software ini, begitu juga konsep pembelajaran

yang dikemas dalam media software Autocad ini dapat membantu siswa

dalam memahami bagaimana cara menggambar yang menarik dan

pendimensiannya.

Sampai Saat ini media software Autocad ini masih kurang dalam

pemahaman terhadap siswa-siswi sehingga menimbulkan penyampaian

tidak seimbang tentang tujuan dan hal yang menjadi pemahaman minimun

dari siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan. Hal tersebut karena

kurangnya sarana dan prasarana yang dapat mendukung terlaksananya

pembelajaran berbasis multimedia komputer. Untuk dapat melaksanakan

pembelajaran yang berbasis multimedia komputer minimal sebuah sekolah

memiliki seperangkat sistem komputer, programer dan software yang baik.

Sehingga proses kegiatan pembelajaran dengan multimedia software

Autocad dapat disampaikan kepada peserta didik.

Dalam pembelajaran menggunakan software Autocad ini

disampaikan beberapa bahan ajar yang sebelumnya telah di ajarkan

diantaranya adalah, mata pelajaran sambungan dan hubungan kayu,

membuat dan memasang kusen, dimana siswa akan mengetahui lubang

coakan, ukuran panjang lebar dan dalam coakan, kemudian siswa akan

mengetahui konstruksi sambungan dan hubungan yang dipakai dalam kusen.

(14)

karena komputer yang kurang memadai. Di dalam model ini, setiap siswa

dapat saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya (Lie, 2002: 69).

Klasifikasi gambar 2D atau 3D, dipilih sebagai kajian dalam

penelitian ini karena berdasarkan Kurikulum SPEKTRUM Tahun 2008,

siswa diharapkan memiliki kompetensi dasar yaitu siswa mampu

menggambarkan baik 2D atau 3D dan mampu memahami icon-icon

Autocad yang digunakan selama penggambaran. Pembelajaran dengan

menggunakan software autocad merupakan salah satu upaya agar siswa

dapat mencapai kompetensi dasar sesuai dengan yang diharapkan.

Oleh karena itu, penulis sangat tertarik untuk meneliti lebih jauh

mengenai penggunaan Software Autocad pada siswa SMK, maka penulis

mengambil judul: “RELEVANSI ANTARA MATA DIKLAT

SOFTWARE AUTOCAD DENGAN MATA DIKLAT MENGGAMBAR

KONSTRUKSI KUSEN KAYU SISWA KELAS XI TKK SMKN 6

BANDUNG”

B. Identifikasi Masalah dan Perumusan Masalah

Identifikasi masalah adalah usaha untuk mengungkapkan

sumber-sumber masalah dengan segala faktor yang memepengaruhinya, sehingga

mendapatkan masalah yang sebenarnya. Komaruddin ( 1984 : 39 )

menjelaskan bahwa :

“Identifikasi masalah adalah mengenal tanda-tanda atau karakteristik

(15)

5

Denny Adi Prasetyo, 2013

Identifikasi masalah perlu ditetapkan untuk memperjelaskan masalah

yang timbul.”

Identifikasi permasalahan yang timbul adalah sebagai berikut :

1. Sebagian besar siswa XI TKK SMKN 6 Bandung masih kurang

memahami menggambar menggunkan Software Autocad dalam

proses kegiatan belajar menggambar.

2. Sarana dan prasarana penunjang dari sekolah untuk melengkapi

perangkat komputer sehingga kemampuan penggunaan Software

Autocad ini belum terlaksana dengan baik.

3. Pengamatan hasil lapangan menunjukkan sedikit siswa yang bisa

menggambar menggunakan software Autocad.

Penjelasan dari istilah-istilah yang terdapat dalam judul penelitian

diatas adalah sebagai berikut :

1. Relevansi menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah hubungan

kaitan.

2. Relevansi berasal dari bahasa Inggris „relevant‟. Menurut Oxford

Advanced Dictionery of Current English, relevant berarti (closely)

Connected with what is happening (kedekatan hubungan dengan apa

yang terjadi).

3. Relevansi menurut Sukmadinata (2006: 150) diartikann sebagai

kesesuaian antara pendidikan dengan kebutuhan kehidupan termasuk

(16)

4. Mata Diklat adalah membentuk peserta didik sebagai individu agar

memiliki dasar pengetahuan yang luas dan kuat untuk menyesuaikan

diri atau beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungan

sosial, lingkungan kerja serta mampu mengembangkan diri sesuai

dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

5. pengertian dari software adalah sebuah perangkat yang

menghubungkan suatu komputer dengan pengguna atau bisa

dikatakan sebagai perangkat lunak yang umumnya digunakan untuk

mengkontrol perangkat keras atau bisa juga digunakan untuk

menghasilkan data informasi.

6. Autocad adalah salah satu dari perangkat lunak Autocad yang

terbanyak digunakan oleh Dunia Usaha/Dunia Industri maupun

perorangan. Hal ini disebabkan karena perangkat lunak ini

menawarkan berbagai kemudahan dalam menggambar, baik gambar

2 dimensi maupun 3 dimensi secara akurat dan memiliki sekian

banyak fasilitas untuk mempercepat proses menggambar.

Adapun batasan masalah yang diangkat adalah :

a. Kelas XI Teknik Konstruksi Kayu SMKN 6 Bandung, pada mata diklat

Software Autocad dengan mata diklat Menggambar Konstruksi Kayu.

b. Mata diklat Menggambar Konstruksi Kayu dengan Membuat Sambungan

dan Hubungan Kayu yang dilaksanakan pada kelas X /(sepuluh) atau

(17)

7

Denny Adi Prasetyo, 2013

Perumusan masalah yang peneliti tulis yaitu :

1. Seberapa besar Relevansi Software Autocad terhadap pemahaman detail

dari konstruksi kayu pada mata diklat menggambar konstruksi kusen

kayu.

2. Bagaimana proses penggunaan Software Autocad terhadap Pembelajaran

Konstruksi Kayu, ditinjau dari segi materi mata diklat Konstruksi Kusen

Kayu

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam belajar menggambar siswa

dengan menggunakan Software Autocad.

2. Untuk mengetahui relevansi Mata Diklat Software Autocad dan Mata

Diklat Menggambar Konstruski Kusen Kayu terhadap suatu

penyampaian proses pembelajaran, yang menjadikan Software Autocad

ini harus dikuasai seorang Siswa Teknik Konstruksi Kayu.

D. Manfaat Penelitian

Selain memiliki tujuan yang dikemukakan di atas, penelitian ini

juga memiliki beberapa manfaat, diantaranya :

1. Memberikan informasi mengenai Software Autocad dalam

peranannya membantu rencana gambar sesuai yang tertera dalam

(18)

2. Memberikan informasi mengenai kesesuaian materi yang yang

diterima di kelas X dengan materi yang di lanjutkan dengan

penggambaran berbentuk disain digital menggunakan komputer.

3. Dapat dijadikan sebagai masukan bagi perbaikan dan upaya

peyesuaian bahan pengajaran dan penerapan strategi pengajaran

dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.

4. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan informasi dalam menjalin

kerjasama yang baik antara peneliti dan pihak sekolah dalam

peningkatan kualitas sumber daya manusia.

E. Struktur Organisasi Skripsi

BAB I PENDAHULUAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

(19)

20

Denny Adi Prasetyo, 2013

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi dan Waktu penelitian

1. Lokasi

Lokasi penelitian ini berada di SMKN 6 Bandung yang beralamat di

jalan Soekarno – Hatta (Riung Bandung) Kota Bandung.

Penelitian “Relevansi Antara Mata Diklat Software Autocad dengan Mata Diklat Konstruksi Kusen Kayu Siswa Kelas XI Teknik Konstruksi Kayu

SMKN 6 Bandung” dilaksanakan mulai awal bulan Februari 2013 sampai

dengan pertengahan bulan Juni 2013, tepatnya dilaksanakan pada tanggal 1

Februari sampai dengan 15 juni 2013

Tabel 3.1 Jadwal Penelitian

No. Kegiatan Bulan ke

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 Penyusunan Proposal x

2 SK Jurusan x

3 Penyusunan Draft Sem. I x

4 Seminar I x

5 Revisi dan SK Dekan x x x

6 Pelaksanaan Penelitian x x x x x x

7 Analisis hasil penelitian x x x

8 Seminar II dan Ujian sidang x

Sumber : Dokumentasi pribadi

2. Populasi

Menurut Sugiyono (2010 : 117) :

“Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : objek / subjek yang

mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang di tetapkan oleh peneliti

(20)

Berdasarkan lingkup penelitian yang telah diuraikan di atas, populasi

atau wilayah data pada penelitian ini ialah Siswa kelas XI yang kini masih

dalam proses belajar menggambar dengan software Autocad di SMKN 6.

Tabel 3.2 Populasi Penelitian

NO KELAS JUMLAH SISWA

1 TKK 33

Sumber : Dokumentasi Pribadi

B. Desain Metode Penelitian

SILABUS KEGIATAN

BELAJAR

HASIL PEMBELAJARAN

SISWA + GURU

OBSERVASI WAWANCARA

HASIL PEMBAHASAN

KESIMPULAN SARAN

UMPAN BALIK / MASUKAN STUDI

Garis alur penelitian

DOKUMENTASI

Gambar 3.1 kerangka Pemikiran

Keterangan :

= pengaruh

(21)

22

Denny Adi Prasetyo, 2013

Desain/skema penelitian pada gambar 3.1 Kerangka pemikiran diatas

menunjukkan bahwa peneliti, mengkaji dari sebuah dokumen yang menjadi dasar

proses berlangsungnya belajar mengajar disekolah yaitu kurikulum dan silabus,

setelah kajian dari dokumen silabus, peneliti mengobservasi prakteknya

dilapangan secara langsung, kemudian peneliti dapat menyimpulkan hasil belajar

yang didapat oleh para siswa.

Analisis data dari siswa dan guru yang peneliti dapatkan, dianalisis dan

dikaitkan hubungan yang saling mempengaruhi antara siswa dan guru sehingga

akan muncul penemuan situasi dan kondisi yang muncul pada saat proses

pembelajaran tersebut, kemudian peneliti akan mengkaji opini para siswa dan

guru mengenai situasi dikelas yang telah terjadi.

Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk

mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Terdapat empat kata

kunci yang perlu diperhatikan yaitu :

1. Cara ilmiah, berarti kegiatan penelitian itu berdasarkan pada ciri-ciri

keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis.

2. Rasional, berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang

masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia.

3. Empiris, berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh indra

manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara

yang digunakan.

4. Sistematis, artinya proses yang digunakan dalam penelitian itu

menggunakan langkah-langkah tertentu.

Berdasarkan uraian tersebut, maka metode penelitian dapat diartikan

sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dan tujuan yang dapat ditemukan,

dikembangankan, dibuktikan, dan suatu pengetahuan tertentu sehingga dapat

(22)

C. Metode Penelitian

Penelitian Mata Diklat ini menggunakan metode penelitian kualitatif

dengan tipe atau strategi etnografi. Creswell (2012: 462) menguraikan:

“Ethnographic design are qualitative research procedures for describing, analyzing and interpreting a culture-sharing group’s patterns of behavior, beliefs, and language that develop over time”.

Etnografi dipilih karena merupakan tipe penelitian kualitatif yang

fokusnya adalah mendeskripsikan, menganalisis dan menginterpretasikan

kebudayaan kelompok. Terkait dengan Pendidikan, sebagaimana dijelaskan

oleh Wiersma & Jurs (2009: 273) etnografi merupakan:

“The process of providing holistic and scientific description of educational system, processes, and phenomenon within their specific contexts”.

Dengan demikian, etnografi pendidikan adalah metode yang paling

tepat untuk mengeksplorasi budaya mata diklat seperti telah dirumuskan dalam

fokus masalah.

Dalam menyelesaikan suatu permasalahan dalam penelitian

dibutuhkan suatu cara atau metode yang tepat untuk memecahkan masalah

tersebut. Pemilihan suatu metode penelitian sangat tergantung dengan masalah

yang ingin diteliti, hal tersebut sangat berpengaruh terhadap proses dan

pelaksanaan penelitian serta hasil penelitian yang dicapai.

Menurut Arikunto (1996) :

“Metode adalah suatu pendekatan yang dilakukan untuk mendapatkan data yang diperlukan sehingga mendapatkan hasil yang optimal”.

Metode penelitian yang dipakai pada penelitian ini adalah metode

penelitian Deskriptif Kualitatif. Sesuai dengan fungsinya, metode penelitian

Deskriptif Kualitatif ini sangat cocok dipakai untuk menyelidiki masalah

pendidikan yang muncul pada masa sekarang dan perlu pemecahan

(23)

24

Denny Adi Prasetyo, 2013 D. Tahapan Penelitian

Penelitian etnografis ini dilaksanakan mengikuti tahapan proses

penelitian kualitatif yang bersifat induktif, dan terdiri dari tahapan sebagai

berikut:

1. Tahap Penjajakan atau Orietasi Lapangan (Grand Tour)

a. Peneliti melakukan kegiatan terkait dengan administrasi/perizinan

b. Peneliti melakukan menentukan strategi untuk memasuki latar

penelitian

c. Peneliti melakukan kunjungan ke latar atau tempat penelitian, dalam

penelitian ini adalah Mata Diklat Software Autocad, peneliti

melakukan pengamatan dan wawancara. Tujuan dari kegiatan ini

adalah untuk mendapatkan gambaran umum tentang latar penelitian,

membangun hubungan dengan partisipan, dan mencari informan

kunci.

d. Peneliti membuat catatan lapangan sebagai hasil kunjungan ke latar

penelitian.

2. Tahapan perumusan temuan awal dan penentuan strategi penelitian.

Sesuai dengan karakteristik penelitian kualitatif yang menganalisis

data sepanjang penelitian berlangsung, maka peneliti melakukan analisis

terhadap catatan lapangan yang dihasilkan dari tahapan penjajakan.

Berdasarkan temuan awal ini, peneliti menentukan strategi lapangan

terkait dengan fokus mana yang akan dikaji lebih dahulu, siapa dari

patisipan yang akan diwawancara.

3. Tahap eksplorasi fokus penelitian. (mini tour)

Tahap ini merupakan tahap inti atau utama dalam penelitian

etnografis ini. Pada tahap ini peneliti mengeksplorasi fokus penelitian

melalui wawancara kualitatif, pengamatan biasa dan pengamatan

partisipatif dan analisis dokumen. Peneliti mewawancara para siswa dan

guru yang berkaitan untuk memberikan informasi berkaitan dengan fokus

penelitian. Peneliti juga harus melakukan pengamatan terhadap berbagai

(24)

mencari dan menganalisis dokumen yang terkait dengan fokus penelitian.

Para peneliti harus membuat berbagai catatan kualitatif yaitu catatan

lapangan, notulensi FGD, dan hasil analisis dokumen.

4. Tahap analisis data lanjutan

Pada tahap kedua telah dilakukan analisis data terhadap hasil

penjajakan lapangan. Selama proses eksplorasi fokus, peneliti juga

melakukan analisis data untuk menentukan fokus eksplorasi lebih lanjut.

Ketika kegiatan eksplorasi sudah sampai pada data jenuh, penelitian

diakhiri dan analisis data dilanjutkan. Oleh karena kegiatan inti sudah

dilakukan, didapatkan deskripsi yang menyeluruh, lengkap, rinci dan

mendalam, maka dilakukan analisis data lanjutan yang bisa menghasilkan

kategori, tema, pola, proses dan model tradisi akademis dan sosial.

5. Tahap pemeriksaan keabsahan data

Dalam penelitian kualitatif tidak dilakukan pemeriksaan keabsahan

instrumen, tetapi pemeriksaan keabsahan data. Nusa Putra (2012a: 87-88)

menjelaskan, untuk keperluan pemeriksaan keabsahan data

dikembangkan empat indikator, yaitu : (1) kredibilitas, (2) keteralihan

atau transferability, (3) kebergantungan, dan (4) kepastian. Uji

Kredibilitas data diperiksa dengan teknik-teknik sebagai berikut:

a. Perpanjangan pengamatan

b. Peningkatan ketekunan pengamatan

c. Triangulasi

d. Pengecekan teman sejawat

e. Pengecekan anggota

f. Analisis kasus negatif

g. Kecukupan referensial

Dalam penelitian ini hanya 5 (lima) indikator pemeriksaan

keabsahan data digunakan.

6. Tahap analisis Data akhir dan perumusan hasil penelitian

Setelah pemeriksaan keabsahan data, dilakukan analisis akhir

(25)

26

Denny Adi Prasetyo, 2013

merupakan kelanjutan dari analisis sebelumnya. Pada tahap inisudah bisa

disimpulkan kategori, tema, pola, model dan proses dari fokus penelitian.

7. Tahap pembuatan laporan

Keseluruhan proses dan hasil penelitian harus ditulis secara

sistematis dalam laporan akhit yang berisi keseluruhan proses,

kesimpulan dan semua yang ditemukan dalam penelitian. Dalam laporan

ini dilampirkan catatan lapangan, dan hasil analisis data beserta semua

dokumen yang dianalisis yang ditemukan selama proses penelitian

berlangsung dan foto-foto.

8. Tahap pasca lapangan

Para peneliti melakukan atau menyelenggarakan seminar untuk

mendapatkan masukan dan mempertanggungjawabkan proses dan hasil

penelitian.

E. Definisi Operasional

Definisi operasional dalam penelitian ini, berdasarkan judul yang

diambil penulis, yaitu : “Relevansi antara Software Autocad dengan konstruksi kusen dan jendela siswa kelas XI Teknik Konstruksi Kayu SMKN 6 Bandung”

adalah sebagai berikut :

Software Autocad merupakan keahlian

yang harus dimiliki oleh seorang

siswa-siswi tehnik sipil, hal ini sesuai dengan

tujuan kurikulum untuk terus

meningkatkan sumber daya manusia

yang semakin maju, maka kurikulum

selalu meningkatkan kualitas

(26)

2. Mata Diklat Konstruksi

Kusen dan Jendela

3. Relevansi antara Mata Diklat

Software Autocad dengan

Mata Diklat Konstruksi

Kusen Kayu siswa kelas XI

Teknik Konstruksi Kayu

SMKN 6 Bandung

untuk menumbuhkan hasil belajar.

Merupakan keahlian khusus bagi

siswa-siswi Teknik sipil untuk mengambil

studi, mereka dibekali keahlian dalam

mengubah sebuah kayu menjadi benda

yang berguna bagi sebuah konstruksi

bangunan.

Keterkaitan antara software Autocad

dengan Konstruksi Kusen kayu yang

berorientasi bagaimana kemampuan

siswa-siswi pada saat mengerjakan

sebuah tugas menggambar kusen kayu,

mengenai pemahaman detail ukuran

standar dalam perancangan konstruksi

kayu, dan situasi yang terjadi saat

proses belajar terjadi, sehingga dapat

menggambarkan keterampilan dan

didukung oleh sikap kerja pada saat

diruang laboratorium komputer.

Relevansi atau kesesuaian merupakan masalah lain yang cukup

esensial dan harus mendapatkan perhatian dalam pengembangan kurikulum

Autocad adalah salah satu perakangkat lunak yang digunakan untuk

menggambar Arsitektural 2D dan 3D, dan software Autocad ini merupakan

(27)

28

Denny Adi Prasetyo, 2013

F. Kisi-kisi dan Instrument Penelitian

Kisi – kisi penelitian merupakan langkah awal yang dilakukan untuk

menyusun instrumen penelitian. Kisi – kisi berfungsi sebagai penuntun bagi

peneliti untuk dapat merumuskan dan membuat instrumen penelitian setepat

mungkin.

Menurut Arikunto (2006 : 155) :

“ Kisi – kisi adalah sebuah tabel yang menunjukan hubungan antara hal – hal yang disebutkan dalam baris dengan hal – hal yang disebutkan dalam kolom”

Kisi – kisi penyusunan instrumen menunjukan kaitan antara variabel

yang diteliti dengan sumber data dari mana data akan diambil, metode yang

digunakan dan instrumen yang disusun.

Menurut Arikunto (2006 : 160) :

“ Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih

baik, dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehinnga lebih mudah

diolah ”.

Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpulan data pendekatan

penelitian Deskriptif Kualitatif ini adalah wawancara, observasi dan

dokumentasi. Wawancara dibuat berdasarkan fokus penelitan yang telah

ditentukan, yaitu tentang kegiatan belajar dan tingkat responsibilitas siswa

terhadap Mata Diklat Software Autocad 2D dan 3D. Peneliti akan

mewawancara guru Diklat dan melakukan observasi kepada siswa kelas XI

TKK di SMKN 6 Bandung yang sedang dalam proses belajar menggunakan

(28)

Judul Variabel Aspek Ungkap Indikator No.

1. Diajarkan pada software Autocad ini

2. Kaitannya Autocad dengan Mata Diklat lain

3. Terhambatnya Mata Diklat

4. Sejak kapan software ini di

pergunakan

5. Minat siswa terhadap Software

Autocad

1. Tujuan inti materi yang

diterapkan pada siswa

2. Kaitannya Autocad dalam segi

penggunaan atau penerapan

3. Keterampilan yang akan

dipergunakan untuk bekerja

4. Manfaat saat menggunakan

(29)

Langkah – langkah dalam penyusunan Wawancara, Observasi dan

Dokumentasi

1. Observasi

Teknik ini digunakan karena untuk mengetahui situasi

dilapangan yang sebenarnya, sebab peserta didik langsung praktik

dalam menggunakan software ini, kemudian pengamat mengamati

langsung jalannya proses pembelajaran.

Teknik observasi ini mula-mula dipergunakan dalam

etnografi. Etnografi adalah studi tentang suatu kultur. Tujuan utama

etnografi ini adalah memahami suatu cara hidup dari pandangan

orang-orang yang terlibat didalamnya. Spradley (1980)

mengemukakan tiga aspek pengalaman manusia, apa yang

dikerjakan (cultural behavior) apa yang diketahui (cultural

knowledge) dan benda-benda apa yang dibuat dan dipergunakan

(cultural artifacts), ketiga aspek ini yang dipelajari , apabila seorang

peneliti ingin memahami suatu kultur.

Lincoln dan Guba (1985) dalam A. Sonhadji K.H. ,

mengklasifikasikan observasi menurut tiga cara :

 Pertama, pengamat dapat bertindak sebagai seorang partisipan atau non partisipan ,

Kedua, observasi dapat dilakukan secara terus terang (overt) atau penyamaran (convert). Walaupun secara etis dianjurkan untuk

terus terang, kecuali untuk keadaan tertentu yang memerlukan

penyamaran.

 Ketiga menyangkut latar peneliti. Observasi dapat dilakukan

pada latar “alami” atau “dirancang” (analog dengan wawancara tak struktur dan wawancara terstruktur). Untuk observasi yang

dirancang bertentangan dengan prinsif pendekatan kualitatif,

(30)

karateristik individu yang berada dalam konteks tersebut. Oleh

karena itu teknik observasi yang kedua ini tidak dilakukan dalam

penelitian kualitatif.

Tingkat Partisipasi dalam Observasi

Setiap observasi memiliki gaya yang berbeda-beda. Salah

satu perbedaan adalah derajat keterlibatan peneliti, baik dengan

orang maupun dalam kegiatan-kegiatan yang diamati. Menurut

Spradley (1980) terdapat 3 derajat keterlibatan yaitu tanpa

keterlibatan (no involvement) keterlibatan rendah (low) dan

keterlibatan tinggi (high). Variasi ini tercermin dalam 5 tingkat

partisipasi, yaitu non partisipasi (nonparticipation), partisipasi pasif

(passive participation), partisipasi moderat (moderate participation),

partisipasi aktif (active participation) dan partisipasi lengkap

(complete participation).

Non partisipasi merupakan skala yang paling rendah yaitu

pengamat tidak terlibat dengan orang atau kegiatan yang diteliti,

disini peneliti mengumpulkan data dengan pengamatan saja, kadang

penelitian seperti ini dilakukan oleh orang-orang yang sangat pemalu

yaitu mereka yang ingin meneliti, tetapi tidak mau melibatkan diri

misalnya observasi dengan menonton soap opera di telivisi.

Pada pasrtisipasi pasif peneliti hadir dalam peristiwa tetapi

tidak berpartisipasi atau berinteraksi dengan orang lain. Biasanya

pengamat membuat sebuah pos observasi dari sini pengamat

mengamati dan merekam apa yang sedang terjadi. Contoh seorang

peneliti berada diruang pengadilan sebagai spectator dari suatu

sidang untuk mengamati tertuduh, hakim, jaksa, panitera dan

(31)

Partisipasi moderat terjadi bila peneliti mempertahankan

adanya keseimbangan antara sebagai orang dalam (insider) dan

orang luar (outsider) yaitu antara partisipan dan pengamat. Misalnya

seorang peneliti ingin mengamati sebuah permainan. Ia bertindak

sebagai penonton yang mengamati sambil ikut bermain tetapi ia tidak

pernah tampil atau memiliki status sebagai pemain reguler.

Derajat keterlibatan yang tertinggi terjadi apabila peneliti

merupakan partisipan biasa. Keterlibatan seperti ini dinamakan

partisipasi lengkap, contoh seorang peneliti ingin mempelajari

perilaku penumpang bis, ia sendiri setiap hari bertindak sebagai

penumpang bis. Spradley mengingatkan tentang pelaksanaan

partisipasi lengkap ini dengan mengatakan bahwa peneliti makin

tahu tentang suatu situasi sebgai partisipan biasa, makin sulit

menempatkan diri sebagai peneliti.

2. Wawancara

Creswell (1998) menjelaskan bahwa prosedur wawancara seperti

tahapan berikut ini:

Identifikasi para partisipan berdasarkan prosedur sampling yang

dipilih sebelumnya

a. Tentukan jenis wawancara yang akan dilakukan dan informasi

bermanfaat apa yang Relevan dalam menjawab pertanyaan

penelitian.

b. Susun protokol wawancara, panjangnya kurang lebih empat sampai

lima halaman dengan kira-kira lima pertanyaan terbuka dan

sediakan ruang yang cukup di antara pertanyaan untuk mencatat

respon terhadap komentar partisipan.

c. Tentukan tempat untuk melakukan wawancara. Jika mungkin

ruangan cukup tenang, tidak ada distraksi dan nyaman bagi

(32)

antaranya, sehingga suara suara keduanya dapat terdengar baik.

Posisi ini juga membuat peneliti mudah mencatat ungkapan non

verbal partisipan, seperti tertawa, menepuk kening, dsb.

d. Ketika tiba di tempat wawancara, tetapkan inform konsen pada

calon partisipan.

e. Selama wawancara, cocokkan dengan pertanyaan, lengkapi pada

waktu tersebut (jika memungkinkan), hargai partisipan dan selalu

bersikap sopan santun. Pewawancara yang baik adalah yang lebih

banyak mendengarkan daripada berbicara ketika wawancara

sedang berlangsung.

3. Teknik Dokumentasi

Teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data dari

sumber non insani. Sumber ini terdiri dari dokumen dan rekaman.

Lincoln dan Guba (1985) mengartikan rekaman sebagai setiap tulisan

atau pernyataan yang dipersiapkan oleh atau untuk individual atau

organisasi dengan tujuan membuktikan adanya suatu peristiwa atau

memenuhi accounting. Contoh : jadwal penerbangan, laporan audit,

formulir pajak dan sebagainya.

Sedangkan kata “Dokumen” digunakan untuk mengacu setiap tulisan selain rekaman yaitu tidak dipersiapkan secara khusus untuk tujuan

tertentu, seperti surat-surat, buku harian, naskah pidato dan sebagainya.

Alasan dipergunakan sumber ini yaitu :

 Selalu tersedia dan murah

 Stabil, baik keakuratannya dalam merefleksikan situasi yang terjadi

 Sumber informasi yang kaya secara kontekstual relevan dan mendasar dalam konteksnya.

(33)

G. Analisis Data

Agar tujuan penelitian tetap terarah dan jelas, maka diperlukan Analisis

Data. Tahap pertama dari penelitian ini, untuk mengetahui dan menyusun

masalah yang mendasari penelitian ini dalam bentuk latar belakang, rumusan

masalah yang mencakup identifikasi dan pembatasan masalah, tujuan

penelitian, metode yang akan digunakan selama penelitian, lokasi, populasi dan

juga sampel penelitian.

Tahap kedua adalah mencari teori-teori yang dibutuhkan untuk

memperjelas masalah yang diteliti, sebagai referensi untuk menyusun

instrumen penelitian. Teori dalam penelitian ini berfungsi sebagai bekal untuk

bisa memahami konteks sosial secara lebih luas dan mendalam. Teori ini

berupa kajian pustaka sebagai landasan teoristik dalam analisis temuan dan

untuk mengetahui kedudukan masalah penelitian, dalam bidang ilmu yang

diteliti, maka pada tahap kedua ini, dijelaskan mengenai :

Data yang diperlukan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder.

1. Data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada

pengumpul data. Pencarian data primer dalam penelitian ini menggunakan

instrumen wawancara kepada beberapa guru mata diklat, untuk mengetahui

standar kompetensi yang dijadikan poin penting dalam sebuah proses belajar

khususnya Software Autocad.

2. Data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data

kepada pengumpul data, misalnya melalui orang lain atau dokumen.

Pencarian data sekunder dalam penelitian ini menggunakan instrumen studi

dokumentasi yaitu silabus kurikulum Spektrum pada program studi Teknik

Konstruksi Kayu kelas XI. Data sekunder berfungsi sebagai pendukung dari

data primer.

Tahap selanjutnya adalah analisis data atau pengolahan data dengan

(34)

dengan menganalisis isi kurikulum untuk membuat gambaran atau lukisan secara

sistematis dan membuat pembahasan yang lebih mendalam terhadap isi kurikulum

Setelah data dianalisis maka tahap akhir adalah menguatkan

temuan-temuan dilapangan, dan menguatkan dengan hasil presentasi yang diambil dari

pernyataan dibuat oleh peneliti dan dijadikan acuan untuk menyamakan opini.

Kesimpulan akan diambil saat sebuah data yang diambil dari sebuah analisis data

dan penyatuan opini, sehingga apa yang terkandung dalam sebuah hasil analisis

data, temuan dilapangan/survei dan opini yang dibuat dalam poin kesimpulan, dan

semoga dapat bermanfaat untuk melaksanakan proses pembelajaran dimasa

(35)

81

Denny Adi Prasetyo, 2013

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian tentang “Relevansi antara mata diklat

Software Autocad dengan mata diklat konstruksi kusen kayu Siswa kelas XI

Teknik Konstruksi Kayu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Bandung”,

dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Kemampuan Siswa XI Teknik Konstruksi Kayu masih kurang

penguasaannya dalam Mata Diklat Software Autocad 2D dan 3D, hal ini

dikarenakan cara guru mengajar, dianggap kurang mampu dalam

mengelola proses pembelajaran.

2. Bahwa standar kompetensi teknik konstruksi kayu khususnya mata diklat

Software autocad 2D dan 3D sangatlah menunjang untuk menjadi lulusan

yang ahli dalam menggunakan Software Autocad, terdapat 5 (lima)

kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh Siswa-siswi kelas XI Teknik

Konstruski Kayu. Hal ini menunjukkan bahwa kurikulum spektrum 2008

Program Studi Keahlian Teknik Bangunan mewajibkan

lulusan-lulusannya menguasai Software Autocad, hal itu menjadi Relevan karena

didukung oleh mata diklat lain yang sangat menunjang dalam memahami

sebuah Konstruksi Kayu dan pada saat penggambarannya, tetapi perlu

diperhatikan penunjang Mata Diklat tersebut dapat tersampaikan dengan

(36)

B. SARAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, penulis

memberikan saran khususnya bagi pihak-pihak yang berkepentingan dan

diharapkan masukan ini memberikan perubahan yang bersifat positif dan

membangun, dengan segala keterbatasan dapat dikemukakan saran-saran

sebagai berikut :

1. Perlu adanya perbaikan untuk siswa kelas XI Teknik Konstruksi Kayu

mengenai Standar Kompetensi, cara penyampaian dari guru ke murid,

dan cara mengajar yang baik.

2. Saran bagi guru agar selalu mempunyai strategi mengajar yang membuat

anak menarik dan antusias terhadap pelajaran

3. Saran bagi siswa agar selalu disiplin dan patuh saat menerima sebuah

pelajaran, agar apa yang disampaikan oleh guru tersampaikan dengan

baik

4. Mata Diklat Software Autocad kelas XI Teknik konstruksi Kayu, dalam

pelaksanakan diruang laboratorium komputer setiap siswa harus

mendapatkan 1 (satu) Komputer, agar siswa dapat mengikuti proses

pembelajaran dengan baik.

5. Perlu adanya penambahan guru jika mata diklat tersebut diikuti oleh

siswa yang melebihi kapasitas, karena siswa yang terlalu banyak akan

menimbulkan kegaduhan.

6. Perlu adanya pelatihan guru untuk mengatasi siswa yang susah untuk

mengikuti pelajarannya, agar siswa tersebut mau belajar dan mau

mengikuti proses belajar dengan baik.

7. Lengkapi ruangan laboratorium komputer dengan Air Conditioner,

karena dapat berdampak baik pada konsentrasi siswa.

8. Ada baiknya siswa-siswi Teknik Bangunan mempunyai Sartifikat yang

menjelaskan bahwa dirinya telah mampu menggunakan Software

(37)

83

Denny Adi Prasetyo, 2013

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian. Bandung: Rineka Cipta.

Aziz, Mahfud. (2010). Komputer Software. [Online]. Tersedia : http://konteseblog.blogspot.com/2010/04/komputer-software-adalah/ [9 Maret 2013]

Boove, Sanaky. (2011). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Press

Briggs, A. (2011). Associate Editor. [Online]. Tersedia : http://www.journals.elsevier.com/international-journal-of-heat-and-mass-transfer/editorial-board/a-briggs/ [2 Januari 2013]

Byrne, M. (2001). Interviewing as a data collection method. Association of Operating Room. AORN Journal

Creswell, J.W. (1998). Qualitative inquiry and research design: Choosing among

five traditions. Thousand Oaks: SAGE Publication.

Devers, K.J. & Frankel, R.M. (2000). Study design in qualitative research-2:

Sampling and data collection strategy. London: churchill Livingston.

Hamalik, Oemar (2009). Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum. Bandung: ROSDA.

Hidayat, Samsun. (2011, 16 November). Prosedur observasi dalam penilitian

kualitatif Online. Tersedia: http://lifebintank.blogspot.com/2011/11/blog-post.html. 7 April 2013

Holloway, I & Wheeler, S. (1996). Qualitative research. London: Blackwell Science.

Jensen, Eric. (2008). Brain-Based Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Lincoln dan Guba. (1985). Naturalistic Inquiry. Bevery Hills: SAGE

Patilima, Hamid. (2007). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

(38)

Robinson, J.P. (2000). Phases of the qualitative research interview with

institutionalized elderly individuals. Journal of Gerontological

Sadiman. (1990). Media Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Spradley, James P. (1997). Metode Etnografi (judul asli The Ethnographic

Interview). Yogyakarta: PT Tiara Wacana Yogya.

Sudjana, Nana. (2000). Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, Nana Syaodih. (2012). Pengembangan Kurikulum Teori Dan

Praktek. Bandung: ROSDA.

Surakhmad, Winarno. (1994). Pengantar Penelitian Ilmiah: Dasar – Dasar Metode Dan Teknik. Bandung: Tarsito.

Universitas Pendidikan Indonesia. (2012). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: UPI Press.

Wiersma, William & Stephen G. Jurs. 2009. Research methods In Education. Boston: PEARSON

Wilson, M. (1996). Asking questions. In Data collection and analysis. (Sapsford,

Gambar

Tabel 3.1 Jadwal Penelitian
Gambar 3.1 kerangka Pemikiran
Tabel 3.3 Definisi Operasional
Tabel 3.4 KISI – KISI WAWANCARA DAN OBSERVASI

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini menunjukkan bahwa apabila belanja pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur meningkat untuk ketiga sektor tersebut, maka tingkat kemiskinan di

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan menggunakan model POE dalam upaya meningkatkan hasil belajar dan keterampilan mengambil keputusan siswa pada materi hidrolisis

Menurut Budiono (1994), pertumbuhan ekonomi adalah suatu proses pertumbuhan output perkapita jangka panjang yang terjadi apabila ada kecenderungan (output perkapita

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru Kimia di SMA Negeri 12 Bajarmasin, didapatkan permasalahan sebagai berikut; (1) aktivitas guru masih tergolong rendah disebabkan

Ho diterima dan Ha ditolak yang yang berarti tidak ada hubungan yang bermakna antara faktor susunan gigi tidak teratur dengan kejadian gingivitis pada ibu hamil di

Dan untuk menahan gaya geser yang bekerja digunakan balok baja W12X79 dengan stud yang di sambung ke pelat dasar dengan menggunakan pelat buhul kemudian balok

Pengadaan Pemeliharaan Gedung Dan Bangunan (Pengecatan Gd Utama P3TKEBTKE)dimana dokumen yang digunakan adalah dokumen pengadaan barang seharusnya dokumen pengadaan

[r]