Denny Adi Prasetyo, 2013
RELEVANSI ANTARA MATA DIKLAT SOFTWARE AUTOCAD
DENGAN MATA DIKLAT MENGGAMBAR KONSTRUKSI KUSEN
KAYU SISWA KELAS XI TKK SMKN 6 BANDUNG
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Teknik Sipil
Oleh :
DENNY ADI PRASETYO
(0902237)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
RELEVANSI ANTARA MATA DIKLAT SOFTWARE AUTOCAD
DENGAN MATA DIKLAT MENGGAMBAR KONSTRUKSI KUSEN
KAYU SISWA KELAS XI TKK SMKN 6 BANDUNG
Oleh
Denny Adi Prasetyo
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Teknologi dan
Kejuruan
© Denny Adi Prasetyo 2013 Universitas Pendidikan Indonesia
Oktober 2013
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian,
Denny Adi Prasetyo, 2013
DENNY ADI PRASETYO 0902237
RELEVANSI ANTARA MATA DIKLAT SOFTWARE AUTOCAD DENGAN MATA DIKLAT MENGGAMBAR KONSTRUKSI KUSEN
KAYU SISWA KELAS XI TKK SMKN 6 BANDUNG
DISETUJUI DAN DISAHKAN OLEH
PEMBIMBING :
Pembimbing I,
Dr. E. Kosasih Danasasmita, M.Pd. NIP. 19530626 198101 1 001
Pembimbing II,
Drs. Dedi Purwanto, S.Pd, M.PSDA NIP. 19770429 200604 1 012
Mengetahui,
Ketua Jurusan Pendidikan Teknik Sipil,
ABSTRAK
RELEVANSI ANTARA MATA DIKLAT SOFTWARE AUTOCAD DENGAN MATA DIKLAT MENGGAMBAR KONSTRUKSI KUSEN KAYU SISWA
KELAS XI TKK SMKN 6 BANDUNG.
Denny Adi Prasetyo 0902237
Relevansi adalah hubungan, kesesuaian atau kaitan sebuah permasalahan umum yang sering terjadi pada kurikulum, kesesuaian ini meliputi dua hal, pertama kesesuaian antara kurikulum dengan tuntutan, kebutuhan, kondisi, dan perkembangan masyarakat. Kedua kesesuaian antar komponen-komponen kurikukum, yaitu isi sesuai dengan tujuan, proses sesuai dengan isi dan tujuan. Relevansi mempunyai istilah Relevansi Keluar dan kedalam, dikarenakan Relevansi mumpunyai kompleksitas yang erat antar Standar kompetensi, Relevansi menjadi tolak ukur untuk berkembangnya suatu proses pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan yang terjadi antara mata diklat software autocad dengan mata diklat menggambar konstruksi Kayu, dan tidak menutup dengan mata diklat lain yang sangat berkontribusi dalam proses pembelajaran. Teknik pengambilan data menggunakan Dokumentasi, Observasi dan Wawancara. Teknik Dokumentasi yaitu dengan mengumpulkan data-data yang menjadi dasar untuk proses analisis data antar mata diklat, sehingga bisa dilihat mana yang berelevansi. Teknik Observasi dipakai untuk melihat keadaan lapangan, melihat bagaimana kondisi sebenernya (real), sehingga apa yang terjadi di lapangan dapat ditulis dalam buku catatan dan sebagai analisis penguat data yang telah ada. Wawancara dilakukan dengan cara mengfokuskan pertanyaan mengenai mata diklat software autocad, peneliti mencoba memfokuskan pada software autocad agar kemampuan siswa dapat dilihat dari sebuah observasi dan wawancara terhadap guru mata diklat dan siswa. Berdasarkan hasil analisis data, maka didapatkan Relevansi antara mata diklat
software autocad dengan mata diklat Konstruksi kusen kayu, akan tetapi dalam
segi pelaksanaan dilapangan terdapat banyak kendala, yang menjadikan proses penyampaian apa yang menjadi tujuan dan isi kurang tersampaikan dengan baik. Saran bagi guru agar selalu mempunyai strategi mengajar yang membuat anak menarik dan antusias terhadap pelajaran. Saran bagi siswa agar selalu disiplin dan patuh saat menerima sebuah pelajaran, agar apa yang disampaikan oleh guru tersampaikan dengan baik.
iii Denny Adi Prasetyo, 2013
ABSTRACT
RELEVANCE OF THE MATA DIKLAT AUTOCAD SOFTWARE WITH MATA DIKLAT KUSEN WOOD CONSTRUCTION DRAWING CLASS XI
TKK SMKN 6 BANDUNG .
Denny Adi Prasetyo 0902237
Relevance is a relationship , suitability or crocheted a common problem that often occurs in the curriculum, it covers the suitability of two things, the first match between the curriculum with the demands, needs, conditions, and development of society. Both conformity between curriculum components, namely the contents in accordance with the purpose, the process according to the content and purpose. Relevance Relevance Come out and have a term into, due to the complexity of the close Relevance a have between competency standards, Relevance as a benchmark for the development of an educational process. The purpose of this study was to describe the relationship between the eyes with eye training software training autocad drawing wood construction, and did not close the eyes of other training that contributed greatly to the learning process. Data retrieval technique using Documentation, observation and interview. Technical Documentation is to collect data that form the basis for the analysis of training data between the eyes, so it can be seen where the Relevance. Observation Techniques used to look at the state of the field, see how the conditions actually (real), so what happens in the field can be written in a notebook and the analysis of existing data amplifier. Interviews were conducted with the way the eye focuses the question about autocad software training, researchers tried to focus on in order autocad software capabilities of students can be seen from an observation and interviews with teachers and students training. Based on the analysis of data, the training obtained Relevance between the eyes with eye training software autocad wood frame construction, but in terms of the implementation of the field there are many obstacles, which makes the process of delivering what the objectives and content of less conveyed properly. Advice for teachers to always have a teaching strategy that makes children interesting and enthusiastic about learning. Advice for students to always be disciplined and obedient while receiving a lesson, so that what is conveyed by the teacher conveyed properly .
DAFTAR ISI
Hal
LEMBAR PENGESAHAN
PERNYATAAN ... i
ABSTRAK ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL ...viii
DAFTAR GAMBAR ... ix
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Identifikasi Masalah dan Perumusan Masalah ... 4
C. Tujuan Penelitian ... 7
D. Manfaat Penelitian ... 7
E. Struktur Organisasi Skripsi ... 8
BAB II KAJIAN TEORI A. Pengertian ... 9
1. Kurikulum ... 9
2. Relevansi ... 11
3. Autocad ... 11
4. Kesadaran Penggunaan Software ... 12
5. Konstruksi Kayu ... 13
6. Fungsi Konstruksi Kayu ... 19
BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi Penelitian ... 20
1. Lokasi ... 20
vi Denny Adi Prasetyo, 2013
B. Desain Metode Penelitian... 21
C. Metode Penelitian ... 22
D. Tahapan Penelitian ... 23
E. Definisi Operasional ... 26
F. Kisi – kisi dan Instrument Penelitian ... 27
1. Observasi ... 30
2. Wawancara ... 32
3. Teknik Dokumentasi ... 33
G. Analisis Data ... 34
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data ... 36
1. Standar Kompetensi Kejuruan ... 37
2. Kurikulum Spektrum 2008 Program Studi Keahlian TKK ... 40
B. Relevansi Mata Diklat Autocad dan Mata Diklat Konstruksi KK ... 48
1. Relevansi Kompetensi Dasar Mata Diklat Software Autocad dengan Mata Diklat Konstruksi Kusen Kayu... 49
2. Perbandingan Mata Diklat Software Autocad dengna Mata Diklat Menggambar Konstruksi Kayu ... 52
C. Analisis Standar Kompetensi ... 57
D. Temuan Penelitian ... 57
E. Temuan Di Lapangan ... 68
1. Situasi Kelas ... 69
2. Proses Belajar ... 71
F. Hasil Wawancara... 72
1. Wawancara I... 72
2. Wawancara II ... 76
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan... 81
DAFTAR PUSTAKA ... 83
LAMPIRAN ... 85
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... 106
viii Denny Adi Prasetyo, 2013
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Cutting List Kusen Pintu Satu Daun ... 15
Tabel 2.2 Cutting List Penampang Kusen... 17
Tabel 2.3 Bagian Kusen Jendela ... 18
Tabel 3.1 Jadwal Penelitian... 22
Tabel 3.2 Populasi Penelitian ... 23
Tabel 3.3 Definisi Operasional ... 26
Tabel 3.4 Kisi-kisi Wawancara dan Observasi ... 28
Tabel 4.1 Teknik Konstruksi Kayu (002) ... 40
Tabel 4.2 Kompetensi Dasar Mata Diklat ... 49
Tabel 4.3 Relevansi Kompetensi Membuat Kusen 2D & 3D dengan Program Autocad dan Menggambar Kusen, Daun Pintu dan Jendela. ... 50
Tabel 4.4 Relevansi Kompetensi Membuat Kusen 2D & 3D dengan Program Autocad & Menggambar Tampak, Potongan dan Detail Kusen Pintu.. ... 51
Tabel 4.5 Relevansi Kompetensi Membuat Kusen 2D & 3D dengan Program Autocad dan Menggambar Kusen Jendela, Denah Rencana, Tampak Potongan Detail ... 52
Tabel 4.6 Relevansi Kompetensi Membuat Kusen 2D & 3D dengan Program Autocad dan Menggambar Kusen Gendong, Tampak Potongan dan Detail. ... 53
Tabel 4.7 Relevansi Kompetensi Membuat Kusen 2D & 3D dengan Program Autocad dan Menggambar Daun Pintu dan Jendela.. ... 54
Tabel 4.8 Relevansi Kompetensi Membuat Kuda-kuda 2D & 3D dengan Program Autocad dan Menggambar Konstruksi Kuda-kuda... ... 55
Tabel 4.9 Perbandingan Mata Diklat ... 56
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Macam-macam Jenis Kusen ... 14
Gambar 2.2 Bagian-bagian Kusen Pintu ... 15
Gambar 2.3 Bagian Kusen Jendela ... 18
Gambar 3.1 Kerangka Pemikiran ... 21
Gambar 4.1 Kompetensi Kejuruan ... 37
Gambar 4.2 Program Studi, Kompetensi Keahlian, Dasar Kompetensi ... 38
Gambar 4.3 Kompetensi Dasar ... 39
Gambar 4.4 Skema Sifat Relevansi ... 48
Gambar 4.5 Skema Relevansi Mata Diklat ... 57
Gambar 4.6 Skema Relevansi Mata Diklat ... 60
Gambar 4.7 Skema Relevansi Mata Diklat ... 62
Gambar 4.8 Skema Relevansi Mata Diklat ... 64
1
Denny Adi Prasetyo, 2013
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pesatnya perkembangan teknologi dewasa ini membawa berbagai
perubahan dalam segala segi bidang. Peranan teknologi semakin kuat
dirasakan di berbagai sektor terutama dalam sektor bisnis, telekomunikasi,
pemerintahan dan pendidikan. Teknologi sangat berperan penting dalam
memajukan dunia pendidikan dan dapat membantu mencapai sasaran dan
tujuan pendidikan. Penggunaan hasil teknologi dalam bidang software,
penggunaan alat-alat laboratorium dan penggunaan komputer serta berbagai
produk yang berkaitan dengan computer.
Media merupakan sebuah alat yang mempunyai fungsi
menyampaikan pesan Bovee (Sanaky, 2011: 3). Sementara itu, Briggs
(Associate editor, 2011: 1) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah
sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku,
film, video dan sebagainya. Sedangkan National Education Associaton,
(Media Pembelajaran, 1990: 25) mengungkapkan bahwa media
pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun
pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.
Salah satu media pembelajaran yang saat ini semakin berkembang
adalah media yang mempergunakan teknologi seperti pembelajaran dengan
software. Hal ini merupakan bentuk penyajian teknologi yang dapat
mengoptimalkan pengggunaan seluruh panca indra dalam pembelajaran
yaitu pendengaran dan penglihatan. Penggunaan multimedia seharusnya
mampu membantu proses pembelajaran sehingga lebih bermakna dan
mudah dipahami khususnya.
Penerapan dan adaptasi terhadap kurikulum setiap tahun
diperbaharui untuk mendapatkan hasil belajar yang diharapkan pada titik
tertentu, dimana program pendidikan yang telah direncanakan dalam
kurikulum, secara sistematis mengemban peranan yang sangat penting bagi
kemajuan dunia pendidikan. Tiga peranan kurikulum yakni peranan
konsevatif, peranan kritis atau evaluatif peranan kreatif, semua peranan
harus berjalan secara seimbang, atau dengan kata lain terdapat
keharmonisan di antara ketiganya, dan salah satunya dengan menerapkan
software Autocad ini, yang merupakan proses adaptasi terhadap
perkembangan zaman dunia pendidikan, sehingga para lulusan Sekolah
Menengah Kejuruan khususnya dapat bersaing dalam dunia kerja yang
semangkin menuntut kompetensi lulusan yang tinggi.
Pada saat ini kita semua memahami bahwa proses belajar
dipandang sebagai proses yang aktif dan partisipatif, konstruktif, komulatif
dan berorientasi pada tujuan pembelajaran. Akan tetapi masih banyak
kekurangan dalam sebuah penyampaian pengadaptasian sebuah software
Autocad, padahal software ini merupakan salah satu media pembelajaran
yang dapat mengajak siswa dalam pembelajaran kreatif dan cepat. sehingga
3
Denny Adi Prasetyo, 2013
interaksinya memungkinkan siswa berperan aktif dan mandiri dan ingin
berlama-lama menggunakan software ini, begitu juga konsep pembelajaran
yang dikemas dalam media software Autocad ini dapat membantu siswa
dalam memahami bagaimana cara menggambar yang menarik dan
pendimensiannya.
Sampai Saat ini media software Autocad ini masih kurang dalam
pemahaman terhadap siswa-siswi sehingga menimbulkan penyampaian
tidak seimbang tentang tujuan dan hal yang menjadi pemahaman minimun
dari siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan. Hal tersebut karena
kurangnya sarana dan prasarana yang dapat mendukung terlaksananya
pembelajaran berbasis multimedia komputer. Untuk dapat melaksanakan
pembelajaran yang berbasis multimedia komputer minimal sebuah sekolah
memiliki seperangkat sistem komputer, programer dan software yang baik.
Sehingga proses kegiatan pembelajaran dengan multimedia software
Autocad dapat disampaikan kepada peserta didik.
Dalam pembelajaran menggunakan software Autocad ini
disampaikan beberapa bahan ajar yang sebelumnya telah di ajarkan
diantaranya adalah, mata pelajaran sambungan dan hubungan kayu,
membuat dan memasang kusen, dimana siswa akan mengetahui lubang
coakan, ukuran panjang lebar dan dalam coakan, kemudian siswa akan
mengetahui konstruksi sambungan dan hubungan yang dipakai dalam kusen.
karena komputer yang kurang memadai. Di dalam model ini, setiap siswa
dapat saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya (Lie, 2002: 69).
Klasifikasi gambar 2D atau 3D, dipilih sebagai kajian dalam
penelitian ini karena berdasarkan Kurikulum SPEKTRUM Tahun 2008,
siswa diharapkan memiliki kompetensi dasar yaitu siswa mampu
menggambarkan baik 2D atau 3D dan mampu memahami icon-icon
Autocad yang digunakan selama penggambaran. Pembelajaran dengan
menggunakan software autocad merupakan salah satu upaya agar siswa
dapat mencapai kompetensi dasar sesuai dengan yang diharapkan.
Oleh karena itu, penulis sangat tertarik untuk meneliti lebih jauh
mengenai penggunaan Software Autocad pada siswa SMK, maka penulis
mengambil judul: “RELEVANSI ANTARA MATA DIKLAT
SOFTWARE AUTOCAD DENGAN MATA DIKLAT MENGGAMBAR
KONSTRUKSI KUSEN KAYU SISWA KELAS XI TKK SMKN 6
BANDUNG”
B. Identifikasi Masalah dan Perumusan Masalah
Identifikasi masalah adalah usaha untuk mengungkapkan
sumber-sumber masalah dengan segala faktor yang memepengaruhinya, sehingga
mendapatkan masalah yang sebenarnya. Komaruddin ( 1984 : 39 )
menjelaskan bahwa :
“Identifikasi masalah adalah mengenal tanda-tanda atau karakteristik
5
Denny Adi Prasetyo, 2013
Identifikasi masalah perlu ditetapkan untuk memperjelaskan masalah
yang timbul.”
Identifikasi permasalahan yang timbul adalah sebagai berikut :
1. Sebagian besar siswa XI TKK SMKN 6 Bandung masih kurang
memahami menggambar menggunkan Software Autocad dalam
proses kegiatan belajar menggambar.
2. Sarana dan prasarana penunjang dari sekolah untuk melengkapi
perangkat komputer sehingga kemampuan penggunaan Software
Autocad ini belum terlaksana dengan baik.
3. Pengamatan hasil lapangan menunjukkan sedikit siswa yang bisa
menggambar menggunakan software Autocad.
Penjelasan dari istilah-istilah yang terdapat dalam judul penelitian
diatas adalah sebagai berikut :
1. Relevansi menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah hubungan
kaitan.
2. Relevansi berasal dari bahasa Inggris „relevant‟. Menurut Oxford
Advanced Dictionery of Current English, relevant berarti (closely)
Connected with what is happening (kedekatan hubungan dengan apa
yang terjadi).
3. Relevansi menurut Sukmadinata (2006: 150) diartikann sebagai
kesesuaian antara pendidikan dengan kebutuhan kehidupan termasuk
4. Mata Diklat adalah membentuk peserta didik sebagai individu agar
memiliki dasar pengetahuan yang luas dan kuat untuk menyesuaikan
diri atau beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di lingkungan
sosial, lingkungan kerja serta mampu mengembangkan diri sesuai
dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
5. pengertian dari software adalah sebuah perangkat yang
menghubungkan suatu komputer dengan pengguna atau bisa
dikatakan sebagai perangkat lunak yang umumnya digunakan untuk
mengkontrol perangkat keras atau bisa juga digunakan untuk
menghasilkan data informasi.
6. Autocad adalah salah satu dari perangkat lunak Autocad yang
terbanyak digunakan oleh Dunia Usaha/Dunia Industri maupun
perorangan. Hal ini disebabkan karena perangkat lunak ini
menawarkan berbagai kemudahan dalam menggambar, baik gambar
2 dimensi maupun 3 dimensi secara akurat dan memiliki sekian
banyak fasilitas untuk mempercepat proses menggambar.
Adapun batasan masalah yang diangkat adalah :
a. Kelas XI Teknik Konstruksi Kayu SMKN 6 Bandung, pada mata diklat
Software Autocad dengan mata diklat Menggambar Konstruksi Kayu.
b. Mata diklat Menggambar Konstruksi Kayu dengan Membuat Sambungan
dan Hubungan Kayu yang dilaksanakan pada kelas X /(sepuluh) atau
7
Denny Adi Prasetyo, 2013
Perumusan masalah yang peneliti tulis yaitu :
1. Seberapa besar Relevansi Software Autocad terhadap pemahaman detail
dari konstruksi kayu pada mata diklat menggambar konstruksi kusen
kayu.
2. Bagaimana proses penggunaan Software Autocad terhadap Pembelajaran
Konstruksi Kayu, ditinjau dari segi materi mata diklat Konstruksi Kusen
Kayu
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam belajar menggambar siswa
dengan menggunakan Software Autocad.
2. Untuk mengetahui relevansi Mata Diklat Software Autocad dan Mata
Diklat Menggambar Konstruski Kusen Kayu terhadap suatu
penyampaian proses pembelajaran, yang menjadikan Software Autocad
ini harus dikuasai seorang Siswa Teknik Konstruksi Kayu.
D. Manfaat Penelitian
Selain memiliki tujuan yang dikemukakan di atas, penelitian ini
juga memiliki beberapa manfaat, diantaranya :
1. Memberikan informasi mengenai Software Autocad dalam
peranannya membantu rencana gambar sesuai yang tertera dalam
2. Memberikan informasi mengenai kesesuaian materi yang yang
diterima di kelas X dengan materi yang di lanjutkan dengan
penggambaran berbentuk disain digital menggunakan komputer.
3. Dapat dijadikan sebagai masukan bagi perbaikan dan upaya
peyesuaian bahan pengajaran dan penerapan strategi pengajaran
dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
4. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan informasi dalam menjalin
kerjasama yang baik antara peneliti dan pihak sekolah dalam
peningkatan kualitas sumber daya manusia.
E. Struktur Organisasi Skripsi
BAB I PENDAHULUAN
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB III METODE PENELITIAN
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
20
Denny Adi Prasetyo, 2013
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi dan Waktu penelitian
1. Lokasi
Lokasi penelitian ini berada di SMKN 6 Bandung yang beralamat di
jalan Soekarno – Hatta (Riung Bandung) Kota Bandung.
Penelitian “Relevansi Antara Mata Diklat Software Autocad dengan Mata Diklat Konstruksi Kusen Kayu Siswa Kelas XI Teknik Konstruksi Kayu
SMKN 6 Bandung” dilaksanakan mulai awal bulan Februari 2013 sampai
dengan pertengahan bulan Juni 2013, tepatnya dilaksanakan pada tanggal 1
Februari sampai dengan 15 juni 2013
Tabel 3.1 Jadwal Penelitian
No. Kegiatan Bulan ke
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 Penyusunan Proposal x
2 SK Jurusan x
3 Penyusunan Draft Sem. I x
4 Seminar I x
5 Revisi dan SK Dekan x x x
6 Pelaksanaan Penelitian x x x x x x
7 Analisis hasil penelitian x x x
8 Seminar II dan Ujian sidang x
Sumber : Dokumentasi pribadi
2. Populasi
Menurut Sugiyono (2010 : 117) :
“Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : objek / subjek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang di tetapkan oleh peneliti
Berdasarkan lingkup penelitian yang telah diuraikan di atas, populasi
atau wilayah data pada penelitian ini ialah Siswa kelas XI yang kini masih
dalam proses belajar menggambar dengan software Autocad di SMKN 6.
Tabel 3.2 Populasi Penelitian
NO KELAS JUMLAH SISWA
1 TKK 33
Sumber : Dokumentasi Pribadi
B. Desain Metode Penelitian
SILABUS KEGIATAN
BELAJAR
HASIL PEMBELAJARAN
SISWA + GURU
OBSERVASI WAWANCARA
HASIL PEMBAHASAN
KESIMPULAN SARAN
UMPAN BALIK / MASUKAN STUDI
Garis alur penelitian
DOKUMENTASI
Gambar 3.1 kerangka Pemikiran
Keterangan :
= pengaruh
22
Denny Adi Prasetyo, 2013
Desain/skema penelitian pada gambar 3.1 Kerangka pemikiran diatas
menunjukkan bahwa peneliti, mengkaji dari sebuah dokumen yang menjadi dasar
proses berlangsungnya belajar mengajar disekolah yaitu kurikulum dan silabus,
setelah kajian dari dokumen silabus, peneliti mengobservasi prakteknya
dilapangan secara langsung, kemudian peneliti dapat menyimpulkan hasil belajar
yang didapat oleh para siswa.
Analisis data dari siswa dan guru yang peneliti dapatkan, dianalisis dan
dikaitkan hubungan yang saling mempengaruhi antara siswa dan guru sehingga
akan muncul penemuan situasi dan kondisi yang muncul pada saat proses
pembelajaran tersebut, kemudian peneliti akan mengkaji opini para siswa dan
guru mengenai situasi dikelas yang telah terjadi.
Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk
mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Terdapat empat kata
kunci yang perlu diperhatikan yaitu :
1. Cara ilmiah, berarti kegiatan penelitian itu berdasarkan pada ciri-ciri
keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis.
2. Rasional, berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang
masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia.
3. Empiris, berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh indra
manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara
yang digunakan.
4. Sistematis, artinya proses yang digunakan dalam penelitian itu
menggunakan langkah-langkah tertentu.
Berdasarkan uraian tersebut, maka metode penelitian dapat diartikan
sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dan tujuan yang dapat ditemukan,
dikembangankan, dibuktikan, dan suatu pengetahuan tertentu sehingga dapat
C. Metode Penelitian
Penelitian Mata Diklat ini menggunakan metode penelitian kualitatif
dengan tipe atau strategi etnografi. Creswell (2012: 462) menguraikan:
“Ethnographic design are qualitative research procedures for describing, analyzing and interpreting a culture-sharing group’s patterns of behavior, beliefs, and language that develop over time”.
Etnografi dipilih karena merupakan tipe penelitian kualitatif yang
fokusnya adalah mendeskripsikan, menganalisis dan menginterpretasikan
kebudayaan kelompok. Terkait dengan Pendidikan, sebagaimana dijelaskan
oleh Wiersma & Jurs (2009: 273) etnografi merupakan:
“The process of providing holistic and scientific description of educational system, processes, and phenomenon within their specific contexts”.
Dengan demikian, etnografi pendidikan adalah metode yang paling
tepat untuk mengeksplorasi budaya mata diklat seperti telah dirumuskan dalam
fokus masalah.
Dalam menyelesaikan suatu permasalahan dalam penelitian
dibutuhkan suatu cara atau metode yang tepat untuk memecahkan masalah
tersebut. Pemilihan suatu metode penelitian sangat tergantung dengan masalah
yang ingin diteliti, hal tersebut sangat berpengaruh terhadap proses dan
pelaksanaan penelitian serta hasil penelitian yang dicapai.
Menurut Arikunto (1996) :
“Metode adalah suatu pendekatan yang dilakukan untuk mendapatkan data yang diperlukan sehingga mendapatkan hasil yang optimal”.
Metode penelitian yang dipakai pada penelitian ini adalah metode
penelitian Deskriptif Kualitatif. Sesuai dengan fungsinya, metode penelitian
Deskriptif Kualitatif ini sangat cocok dipakai untuk menyelidiki masalah
pendidikan yang muncul pada masa sekarang dan perlu pemecahan
24
Denny Adi Prasetyo, 2013 D. Tahapan Penelitian
Penelitian etnografis ini dilaksanakan mengikuti tahapan proses
penelitian kualitatif yang bersifat induktif, dan terdiri dari tahapan sebagai
berikut:
1. Tahap Penjajakan atau Orietasi Lapangan (Grand Tour)
a. Peneliti melakukan kegiatan terkait dengan administrasi/perizinan
b. Peneliti melakukan menentukan strategi untuk memasuki latar
penelitian
c. Peneliti melakukan kunjungan ke latar atau tempat penelitian, dalam
penelitian ini adalah Mata Diklat Software Autocad, peneliti
melakukan pengamatan dan wawancara. Tujuan dari kegiatan ini
adalah untuk mendapatkan gambaran umum tentang latar penelitian,
membangun hubungan dengan partisipan, dan mencari informan
kunci.
d. Peneliti membuat catatan lapangan sebagai hasil kunjungan ke latar
penelitian.
2. Tahapan perumusan temuan awal dan penentuan strategi penelitian.
Sesuai dengan karakteristik penelitian kualitatif yang menganalisis
data sepanjang penelitian berlangsung, maka peneliti melakukan analisis
terhadap catatan lapangan yang dihasilkan dari tahapan penjajakan.
Berdasarkan temuan awal ini, peneliti menentukan strategi lapangan
terkait dengan fokus mana yang akan dikaji lebih dahulu, siapa dari
patisipan yang akan diwawancara.
3. Tahap eksplorasi fokus penelitian. (mini tour)
Tahap ini merupakan tahap inti atau utama dalam penelitian
etnografis ini. Pada tahap ini peneliti mengeksplorasi fokus penelitian
melalui wawancara kualitatif, pengamatan biasa dan pengamatan
partisipatif dan analisis dokumen. Peneliti mewawancara para siswa dan
guru yang berkaitan untuk memberikan informasi berkaitan dengan fokus
penelitian. Peneliti juga harus melakukan pengamatan terhadap berbagai
mencari dan menganalisis dokumen yang terkait dengan fokus penelitian.
Para peneliti harus membuat berbagai catatan kualitatif yaitu catatan
lapangan, notulensi FGD, dan hasil analisis dokumen.
4. Tahap analisis data lanjutan
Pada tahap kedua telah dilakukan analisis data terhadap hasil
penjajakan lapangan. Selama proses eksplorasi fokus, peneliti juga
melakukan analisis data untuk menentukan fokus eksplorasi lebih lanjut.
Ketika kegiatan eksplorasi sudah sampai pada data jenuh, penelitian
diakhiri dan analisis data dilanjutkan. Oleh karena kegiatan inti sudah
dilakukan, didapatkan deskripsi yang menyeluruh, lengkap, rinci dan
mendalam, maka dilakukan analisis data lanjutan yang bisa menghasilkan
kategori, tema, pola, proses dan model tradisi akademis dan sosial.
5. Tahap pemeriksaan keabsahan data
Dalam penelitian kualitatif tidak dilakukan pemeriksaan keabsahan
instrumen, tetapi pemeriksaan keabsahan data. Nusa Putra (2012a: 87-88)
menjelaskan, untuk keperluan pemeriksaan keabsahan data
dikembangkan empat indikator, yaitu : (1) kredibilitas, (2) keteralihan
atau transferability, (3) kebergantungan, dan (4) kepastian. Uji
Kredibilitas data diperiksa dengan teknik-teknik sebagai berikut:
a. Perpanjangan pengamatan
b. Peningkatan ketekunan pengamatan
c. Triangulasi
d. Pengecekan teman sejawat
e. Pengecekan anggota
f. Analisis kasus negatif
g. Kecukupan referensial
Dalam penelitian ini hanya 5 (lima) indikator pemeriksaan
keabsahan data digunakan.
6. Tahap analisis Data akhir dan perumusan hasil penelitian
Setelah pemeriksaan keabsahan data, dilakukan analisis akhir
26
Denny Adi Prasetyo, 2013
merupakan kelanjutan dari analisis sebelumnya. Pada tahap inisudah bisa
disimpulkan kategori, tema, pola, model dan proses dari fokus penelitian.
7. Tahap pembuatan laporan
Keseluruhan proses dan hasil penelitian harus ditulis secara
sistematis dalam laporan akhit yang berisi keseluruhan proses,
kesimpulan dan semua yang ditemukan dalam penelitian. Dalam laporan
ini dilampirkan catatan lapangan, dan hasil analisis data beserta semua
dokumen yang dianalisis yang ditemukan selama proses penelitian
berlangsung dan foto-foto.
8. Tahap pasca lapangan
Para peneliti melakukan atau menyelenggarakan seminar untuk
mendapatkan masukan dan mempertanggungjawabkan proses dan hasil
penelitian.
E. Definisi Operasional
Definisi operasional dalam penelitian ini, berdasarkan judul yang
diambil penulis, yaitu : “Relevansi antara Software Autocad dengan konstruksi kusen dan jendela siswa kelas XI Teknik Konstruksi Kayu SMKN 6 Bandung”
adalah sebagai berikut :
Software Autocad merupakan keahlian
yang harus dimiliki oleh seorang
siswa-siswi tehnik sipil, hal ini sesuai dengan
tujuan kurikulum untuk terus
meningkatkan sumber daya manusia
yang semakin maju, maka kurikulum
selalu meningkatkan kualitas
2. Mata Diklat Konstruksi
Kusen dan Jendela
3. Relevansi antara Mata Diklat
Software Autocad dengan
Mata Diklat Konstruksi
Kusen Kayu siswa kelas XI
Teknik Konstruksi Kayu
SMKN 6 Bandung
untuk menumbuhkan hasil belajar.
Merupakan keahlian khusus bagi
siswa-siswi Teknik sipil untuk mengambil
studi, mereka dibekali keahlian dalam
mengubah sebuah kayu menjadi benda
yang berguna bagi sebuah konstruksi
bangunan.
Keterkaitan antara software Autocad
dengan Konstruksi Kusen kayu yang
berorientasi bagaimana kemampuan
siswa-siswi pada saat mengerjakan
sebuah tugas menggambar kusen kayu,
mengenai pemahaman detail ukuran
standar dalam perancangan konstruksi
kayu, dan situasi yang terjadi saat
proses belajar terjadi, sehingga dapat
menggambarkan keterampilan dan
didukung oleh sikap kerja pada saat
diruang laboratorium komputer.
Relevansi atau kesesuaian merupakan masalah lain yang cukup
esensial dan harus mendapatkan perhatian dalam pengembangan kurikulum
Autocad adalah salah satu perakangkat lunak yang digunakan untuk
menggambar Arsitektural 2D dan 3D, dan software Autocad ini merupakan
28
Denny Adi Prasetyo, 2013
F. Kisi-kisi dan Instrument Penelitian
Kisi – kisi penelitian merupakan langkah awal yang dilakukan untuk
menyusun instrumen penelitian. Kisi – kisi berfungsi sebagai penuntun bagi
peneliti untuk dapat merumuskan dan membuat instrumen penelitian setepat
mungkin.
Menurut Arikunto (2006 : 155) :
“ Kisi – kisi adalah sebuah tabel yang menunjukan hubungan antara hal – hal yang disebutkan dalam baris dengan hal – hal yang disebutkan dalam kolom”
Kisi – kisi penyusunan instrumen menunjukan kaitan antara variabel
yang diteliti dengan sumber data dari mana data akan diambil, metode yang
digunakan dan instrumen yang disusun.
Menurut Arikunto (2006 : 160) :
“ Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih
baik, dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehinnga lebih mudah
diolah ”.
Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpulan data pendekatan
penelitian Deskriptif Kualitatif ini adalah wawancara, observasi dan
dokumentasi. Wawancara dibuat berdasarkan fokus penelitan yang telah
ditentukan, yaitu tentang kegiatan belajar dan tingkat responsibilitas siswa
terhadap Mata Diklat Software Autocad 2D dan 3D. Peneliti akan
mewawancara guru Diklat dan melakukan observasi kepada siswa kelas XI
TKK di SMKN 6 Bandung yang sedang dalam proses belajar menggunakan
Judul Variabel Aspek Ungkap Indikator No.
1. Diajarkan pada software Autocad ini
2. Kaitannya Autocad dengan Mata Diklat lain
3. Terhambatnya Mata Diklat
4. Sejak kapan software ini di
pergunakan
5. Minat siswa terhadap Software
Autocad
1. Tujuan inti materi yang
diterapkan pada siswa
2. Kaitannya Autocad dalam segi
penggunaan atau penerapan
3. Keterampilan yang akan
dipergunakan untuk bekerja
4. Manfaat saat menggunakan
Langkah – langkah dalam penyusunan Wawancara, Observasi dan
Dokumentasi
1. Observasi
Teknik ini digunakan karena untuk mengetahui situasi
dilapangan yang sebenarnya, sebab peserta didik langsung praktik
dalam menggunakan software ini, kemudian pengamat mengamati
langsung jalannya proses pembelajaran.
Teknik observasi ini mula-mula dipergunakan dalam
etnografi. Etnografi adalah studi tentang suatu kultur. Tujuan utama
etnografi ini adalah memahami suatu cara hidup dari pandangan
orang-orang yang terlibat didalamnya. Spradley (1980)
mengemukakan tiga aspek pengalaman manusia, apa yang
dikerjakan (cultural behavior) apa yang diketahui (cultural
knowledge) dan benda-benda apa yang dibuat dan dipergunakan
(cultural artifacts), ketiga aspek ini yang dipelajari , apabila seorang
peneliti ingin memahami suatu kultur.
Lincoln dan Guba (1985) dalam A. Sonhadji K.H. ,
mengklasifikasikan observasi menurut tiga cara :
Pertama, pengamat dapat bertindak sebagai seorang partisipan atau non partisipan ,
Kedua, observasi dapat dilakukan secara terus terang (overt) atau penyamaran (convert). Walaupun secara etis dianjurkan untuk
terus terang, kecuali untuk keadaan tertentu yang memerlukan
penyamaran.
Ketiga menyangkut latar peneliti. Observasi dapat dilakukan
pada latar “alami” atau “dirancang” (analog dengan wawancara tak struktur dan wawancara terstruktur). Untuk observasi yang
dirancang bertentangan dengan prinsif pendekatan kualitatif,
karateristik individu yang berada dalam konteks tersebut. Oleh
karena itu teknik observasi yang kedua ini tidak dilakukan dalam
penelitian kualitatif.
Tingkat Partisipasi dalam Observasi
Setiap observasi memiliki gaya yang berbeda-beda. Salah
satu perbedaan adalah derajat keterlibatan peneliti, baik dengan
orang maupun dalam kegiatan-kegiatan yang diamati. Menurut
Spradley (1980) terdapat 3 derajat keterlibatan yaitu tanpa
keterlibatan (no involvement) keterlibatan rendah (low) dan
keterlibatan tinggi (high). Variasi ini tercermin dalam 5 tingkat
partisipasi, yaitu non partisipasi (nonparticipation), partisipasi pasif
(passive participation), partisipasi moderat (moderate participation),
partisipasi aktif (active participation) dan partisipasi lengkap
(complete participation).
Non partisipasi merupakan skala yang paling rendah yaitu
pengamat tidak terlibat dengan orang atau kegiatan yang diteliti,
disini peneliti mengumpulkan data dengan pengamatan saja, kadang
penelitian seperti ini dilakukan oleh orang-orang yang sangat pemalu
yaitu mereka yang ingin meneliti, tetapi tidak mau melibatkan diri
misalnya observasi dengan menonton soap opera di telivisi.
Pada pasrtisipasi pasif peneliti hadir dalam peristiwa tetapi
tidak berpartisipasi atau berinteraksi dengan orang lain. Biasanya
pengamat membuat sebuah pos observasi dari sini pengamat
mengamati dan merekam apa yang sedang terjadi. Contoh seorang
peneliti berada diruang pengadilan sebagai spectator dari suatu
sidang untuk mengamati tertuduh, hakim, jaksa, panitera dan
Partisipasi moderat terjadi bila peneliti mempertahankan
adanya keseimbangan antara sebagai orang dalam (insider) dan
orang luar (outsider) yaitu antara partisipan dan pengamat. Misalnya
seorang peneliti ingin mengamati sebuah permainan. Ia bertindak
sebagai penonton yang mengamati sambil ikut bermain tetapi ia tidak
pernah tampil atau memiliki status sebagai pemain reguler.
Derajat keterlibatan yang tertinggi terjadi apabila peneliti
merupakan partisipan biasa. Keterlibatan seperti ini dinamakan
partisipasi lengkap, contoh seorang peneliti ingin mempelajari
perilaku penumpang bis, ia sendiri setiap hari bertindak sebagai
penumpang bis. Spradley mengingatkan tentang pelaksanaan
partisipasi lengkap ini dengan mengatakan bahwa peneliti makin
tahu tentang suatu situasi sebgai partisipan biasa, makin sulit
menempatkan diri sebagai peneliti.
2. Wawancara
Creswell (1998) menjelaskan bahwa prosedur wawancara seperti
tahapan berikut ini:
Identifikasi para partisipan berdasarkan prosedur sampling yang
dipilih sebelumnya
a. Tentukan jenis wawancara yang akan dilakukan dan informasi
bermanfaat apa yang Relevan dalam menjawab pertanyaan
penelitian.
b. Susun protokol wawancara, panjangnya kurang lebih empat sampai
lima halaman dengan kira-kira lima pertanyaan terbuka dan
sediakan ruang yang cukup di antara pertanyaan untuk mencatat
respon terhadap komentar partisipan.
c. Tentukan tempat untuk melakukan wawancara. Jika mungkin
ruangan cukup tenang, tidak ada distraksi dan nyaman bagi
antaranya, sehingga suara suara keduanya dapat terdengar baik.
Posisi ini juga membuat peneliti mudah mencatat ungkapan non
verbal partisipan, seperti tertawa, menepuk kening, dsb.
d. Ketika tiba di tempat wawancara, tetapkan inform konsen pada
calon partisipan.
e. Selama wawancara, cocokkan dengan pertanyaan, lengkapi pada
waktu tersebut (jika memungkinkan), hargai partisipan dan selalu
bersikap sopan santun. Pewawancara yang baik adalah yang lebih
banyak mendengarkan daripada berbicara ketika wawancara
sedang berlangsung.
3. Teknik Dokumentasi
Teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data dari
sumber non insani. Sumber ini terdiri dari dokumen dan rekaman.
Lincoln dan Guba (1985) mengartikan rekaman sebagai setiap tulisan
atau pernyataan yang dipersiapkan oleh atau untuk individual atau
organisasi dengan tujuan membuktikan adanya suatu peristiwa atau
memenuhi accounting. Contoh : jadwal penerbangan, laporan audit,
formulir pajak dan sebagainya.
Sedangkan kata “Dokumen” digunakan untuk mengacu setiap tulisan selain rekaman yaitu tidak dipersiapkan secara khusus untuk tujuan
tertentu, seperti surat-surat, buku harian, naskah pidato dan sebagainya.
Alasan dipergunakan sumber ini yaitu :
Selalu tersedia dan murah
Stabil, baik keakuratannya dalam merefleksikan situasi yang terjadi
Sumber informasi yang kaya secara kontekstual relevan dan mendasar dalam konteksnya.
G. Analisis Data
Agar tujuan penelitian tetap terarah dan jelas, maka diperlukan Analisis
Data. Tahap pertama dari penelitian ini, untuk mengetahui dan menyusun
masalah yang mendasari penelitian ini dalam bentuk latar belakang, rumusan
masalah yang mencakup identifikasi dan pembatasan masalah, tujuan
penelitian, metode yang akan digunakan selama penelitian, lokasi, populasi dan
juga sampel penelitian.
Tahap kedua adalah mencari teori-teori yang dibutuhkan untuk
memperjelas masalah yang diteliti, sebagai referensi untuk menyusun
instrumen penelitian. Teori dalam penelitian ini berfungsi sebagai bekal untuk
bisa memahami konteks sosial secara lebih luas dan mendalam. Teori ini
berupa kajian pustaka sebagai landasan teoristik dalam analisis temuan dan
untuk mengetahui kedudukan masalah penelitian, dalam bidang ilmu yang
diteliti, maka pada tahap kedua ini, dijelaskan mengenai :
Data yang diperlukan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder.
1. Data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada
pengumpul data. Pencarian data primer dalam penelitian ini menggunakan
instrumen wawancara kepada beberapa guru mata diklat, untuk mengetahui
standar kompetensi yang dijadikan poin penting dalam sebuah proses belajar
khususnya Software Autocad.
2. Data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data
kepada pengumpul data, misalnya melalui orang lain atau dokumen.
Pencarian data sekunder dalam penelitian ini menggunakan instrumen studi
dokumentasi yaitu silabus kurikulum Spektrum pada program studi Teknik
Konstruksi Kayu kelas XI. Data sekunder berfungsi sebagai pendukung dari
data primer.
Tahap selanjutnya adalah analisis data atau pengolahan data dengan
dengan menganalisis isi kurikulum untuk membuat gambaran atau lukisan secara
sistematis dan membuat pembahasan yang lebih mendalam terhadap isi kurikulum
Setelah data dianalisis maka tahap akhir adalah menguatkan
temuan-temuan dilapangan, dan menguatkan dengan hasil presentasi yang diambil dari
pernyataan dibuat oleh peneliti dan dijadikan acuan untuk menyamakan opini.
Kesimpulan akan diambil saat sebuah data yang diambil dari sebuah analisis data
dan penyatuan opini, sehingga apa yang terkandung dalam sebuah hasil analisis
data, temuan dilapangan/survei dan opini yang dibuat dalam poin kesimpulan, dan
semoga dapat bermanfaat untuk melaksanakan proses pembelajaran dimasa
81
Denny Adi Prasetyo, 2013
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian tentang “Relevansi antara mata diklat
Software Autocad dengan mata diklat konstruksi kusen kayu Siswa kelas XI
Teknik Konstruksi Kayu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Bandung”,
dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Kemampuan Siswa XI Teknik Konstruksi Kayu masih kurang
penguasaannya dalam Mata Diklat Software Autocad 2D dan 3D, hal ini
dikarenakan cara guru mengajar, dianggap kurang mampu dalam
mengelola proses pembelajaran.
2. Bahwa standar kompetensi teknik konstruksi kayu khususnya mata diklat
Software autocad 2D dan 3D sangatlah menunjang untuk menjadi lulusan
yang ahli dalam menggunakan Software Autocad, terdapat 5 (lima)
kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh Siswa-siswi kelas XI Teknik
Konstruski Kayu. Hal ini menunjukkan bahwa kurikulum spektrum 2008
Program Studi Keahlian Teknik Bangunan mewajibkan
lulusan-lulusannya menguasai Software Autocad, hal itu menjadi Relevan karena
didukung oleh mata diklat lain yang sangat menunjang dalam memahami
sebuah Konstruksi Kayu dan pada saat penggambarannya, tetapi perlu
diperhatikan penunjang Mata Diklat tersebut dapat tersampaikan dengan
B. SARAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, penulis
memberikan saran khususnya bagi pihak-pihak yang berkepentingan dan
diharapkan masukan ini memberikan perubahan yang bersifat positif dan
membangun, dengan segala keterbatasan dapat dikemukakan saran-saran
sebagai berikut :
1. Perlu adanya perbaikan untuk siswa kelas XI Teknik Konstruksi Kayu
mengenai Standar Kompetensi, cara penyampaian dari guru ke murid,
dan cara mengajar yang baik.
2. Saran bagi guru agar selalu mempunyai strategi mengajar yang membuat
anak menarik dan antusias terhadap pelajaran
3. Saran bagi siswa agar selalu disiplin dan patuh saat menerima sebuah
pelajaran, agar apa yang disampaikan oleh guru tersampaikan dengan
baik
4. Mata Diklat Software Autocad kelas XI Teknik konstruksi Kayu, dalam
pelaksanakan diruang laboratorium komputer setiap siswa harus
mendapatkan 1 (satu) Komputer, agar siswa dapat mengikuti proses
pembelajaran dengan baik.
5. Perlu adanya penambahan guru jika mata diklat tersebut diikuti oleh
siswa yang melebihi kapasitas, karena siswa yang terlalu banyak akan
menimbulkan kegaduhan.
6. Perlu adanya pelatihan guru untuk mengatasi siswa yang susah untuk
mengikuti pelajarannya, agar siswa tersebut mau belajar dan mau
mengikuti proses belajar dengan baik.
7. Lengkapi ruangan laboratorium komputer dengan Air Conditioner,
karena dapat berdampak baik pada konsentrasi siswa.
8. Ada baiknya siswa-siswi Teknik Bangunan mempunyai Sartifikat yang
menjelaskan bahwa dirinya telah mampu menggunakan Software
83
Denny Adi Prasetyo, 2013
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian. Bandung: Rineka Cipta.
Aziz, Mahfud. (2010). Komputer Software. [Online]. Tersedia : http://konteseblog.blogspot.com/2010/04/komputer-software-adalah/ [9 Maret 2013]
Boove, Sanaky. (2011). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Press
Briggs, A. (2011). Associate Editor. [Online]. Tersedia : http://www.journals.elsevier.com/international-journal-of-heat-and-mass-transfer/editorial-board/a-briggs/ [2 Januari 2013]
Byrne, M. (2001). Interviewing as a data collection method. Association of Operating Room. AORN Journal
Creswell, J.W. (1998). Qualitative inquiry and research design: Choosing among
five traditions. Thousand Oaks: SAGE Publication.
Devers, K.J. & Frankel, R.M. (2000). Study design in qualitative research-2:
Sampling and data collection strategy. London: churchill Livingston.
Hamalik, Oemar (2009). Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum. Bandung: ROSDA.
Hidayat, Samsun. (2011, 16 November). Prosedur observasi dalam penilitian
kualitatif Online. Tersedia: http://lifebintank.blogspot.com/2011/11/blog-post.html. 7 April 2013
Holloway, I & Wheeler, S. (1996). Qualitative research. London: Blackwell Science.
Jensen, Eric. (2008). Brain-Based Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Lincoln dan Guba. (1985). Naturalistic Inquiry. Bevery Hills: SAGE
Patilima, Hamid. (2007). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Robinson, J.P. (2000). Phases of the qualitative research interview with
institutionalized elderly individuals. Journal of Gerontological
Sadiman. (1990). Media Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Spradley, James P. (1997). Metode Etnografi (judul asli The Ethnographic
Interview). Yogyakarta: PT Tiara Wacana Yogya.
Sudjana, Nana. (2000). Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sukmadinata, Nana Syaodih. (2012). Pengembangan Kurikulum Teori Dan
Praktek. Bandung: ROSDA.
Surakhmad, Winarno. (1994). Pengantar Penelitian Ilmiah: Dasar – Dasar Metode Dan Teknik. Bandung: Tarsito.
Universitas Pendidikan Indonesia. (2012). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: UPI Press.
Wiersma, William & Stephen G. Jurs. 2009. Research methods In Education. Boston: PEARSON
Wilson, M. (1996). Asking questions. In Data collection and analysis. (Sapsford,