Nama : Salsabila Putri Kelas : 1I
NIM : 2101025307
Tuliskan pengertian dari ilmu sejarah dan ilmu geografi yang dikemukakan oleh para ahli (minimal 2) serta tuliskan minimal 4 konsep dasar dari masing-masing ilmu tersebut dan sertakan penjelasannya!
Pengertian Ilmu Sejarah Menurut Para Ahli!
(1) Thomas Carlyle, memberikan definisi sejarah adalah peristiwa masa lampau yang mempelajari biografi orang-orang terkenal. Mereka, adalah penyelamat pada zamannya.
Mereka merupakan orang-orang besar yang pernah dicatat sebagai peletak dasar sejarah.
(2) Herodotus, ahli sejarah pertama dunia berkebangsaan Yunani, yang mendapat julukan: The Father of History atau Bapak Sejarah. Menurut Herodotus sejarah tidak berkembang ke arah depan dengan tujuan yang pasti, melainkan bergerak seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh keadaan manusia.
Ibnu Khaldun, mendefinisikan sejarah sebagai catatan tentang masyarakat umat manusia atau peradaban dunia, tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat itu.
(3) J.V. Bryce. Sejarah adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia.
(4) W.H. Walsh. Sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia. Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga merupakan cerita yang berarti.
(5) Patrick Gardiner. Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.
(6) Roeslan Abdulgani. Sejarah ialah ilmu yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian- kejadiannya; dengan maksud untuk menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya, untuk dijadikan perbendaharaan-pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan masa sekarang serta arah progres masa depan. Ilmu sejarah ibarat penglihatan tiga dimensi; pertama penglihatan ke masa silam, kedua ke masa sekarang, dan ketiga ke masa yang akan datang. Atau dengan kata lain, dalam penyelidikan masa silam tidak dapat melepaskan diri dari kenyataan-kenyataan masa sekarang yang sedang dihadapi, dan sedikit banyak tidak dapat kita melepaskan diri dari perspektif masa depan.
(7) R. Moh. Ali menyimpulkan definisi sejarah sebagai berikut:
(1) Sejarah yaitu ilmu yang menyelidiki perkembangan peristiwa dan kejadiankejadian di masa lampau. (2) Sejarah yaitu kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan manusia, yakni menyangkut perubahan yang nyata di dalam kehidupan manusia. (3) Sejarah yaitu cerita yang tersusun secara sistematis (teratur dan rapi).
Konsep Dasar Ilmu Sejarah Serta Penjelasannya!
1. Peristiwa
Konsep dasar sejarah yang pertama adalah peristiwa. Artinya suatu kejadian yang menarik atau luar biasa sebab memiliki keunikan. Pada penelitian sejarah, peristiwa selalu menjadi objek kajian. Hal ini disebabkan oleh salah satu karakteristik ilmu sejarah merupakan mencari keunikan-keunikan yang terjadi saat peristiwa tertentu, dengan penekanan pada tradisi-tradisi relativisme.
2. Nasioanlisme
Konsep dasar sejarah juga bersifat nasionalisme. Arti secara sederhananya, mempunyai rasa kebangsaan, dimana kepentingan negara dan bangsa mendapat perhatian lebih besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
3. Kolonialisme
Konsep dasar sejarah bersifat kolonialisme merujuk kepada bagian imperialisme dalam ekspansi bangsa-bangsa Eropa Barat ke bagian wilayah lain di dunia sejak abad ke-15 dan 16.
Pada saat puncak perkembangannya, kolonialisme merajalela sekitar abad ke-19. Dimana pada saat itu hampir setiap negara di Eropa memiliki daerah jajahan di Asia, Afrika, dan Amerika.
4. Perubahan
Konsep perubahan adalah istilah yang merujuk kepada suatu hal yang menjadi "tampil berbeda". Konsep tersebut termasuk penting dalam sejarah dan pembelajaran sejarah, sebab sejarah itu sendiri hakikatnya adalah perubahan.
Seseorang ahli futurisme ternama dari Amerika Serikat yaitu Alvin Toffler (1981) mengatakan bahwa perubahan tidak sekedar penting dalam kehidupan, tetapi arti perubahan itu sendiri adalah kehidupan.
5. Fasisme
Konsep dasar fasisme adalah sebuah penggolongan pemerintah dan masyarakat secara totaliter oleh kediktatoran partai tunggal yang memiliki rasa nasionalis yang sempit, rasialis, milteristis, dan imperialis.
6. Revolusi
Konsep revolusi mengacu pada suatu pengertian tentang perubahan sosial politik yang radikal, berlangsung cepat, dan besar-besaran. Suatu revolusi terjadi ketika berbagi kesulitan perang dan krisis keuangan negara sudah berhasil diatasi, tetapi masih memiliki institusi-institusi yang rentan terhadap revolusi.
Identifikasi yang dilakukan oleh Skocpol pada tiga ciri kelembagaan yang menyebabkan kerentanan revolusi tersebut antara lain :
Elite yang otonom dapat menentang atau menghadang implementasi kebijaksanaan yang dijalankan pemerintah pusat.
Golongan petani memiliki organisasi pedesaan yang otonom.
Lembaga militer negara sangat bersifat inferior terhadap militer dari negara-negara pesaingnya.
7. Peradaban
Konsep dasar sejarah bersifat peradaban juga di sebut dengan civilization. Bentuk ini merupakan suatu konsep yang mengacu pada suatu entitas kultural seluruh pandangan hidup manusia. Konsep ini meliputi nilai, norma, institusi, dan pola pikir terpenting dari suatu masyarakat yang terwariskan dari generasi ke generasi (Bozeman dalam Hungtinton, 1998:41).
Selain itu, konsep peradaban juga menunjuk suatu corak ataupun tingkatan moral yang menyangkut penilaian terhadap totalitas kebudayaan. Oleh sebab itu, peradaban jauh melebihi luasnya dari suatu kebudayaan yang saling mempengaruhi.
8. Perbudakan
Konsep siavery atau perbudakan ialah istilah yang memberi gambaran suatu kondisi dimana seseorang atau kelompok tidak memiliki kedudukan dan peranan sebagai manusia yang memiliki hak asasi sebagai manusia yang layak.
9. Waktu
Konsep waktu pada hal ini (hari, tanggal, bulan, tahun, dan abad) adalah konsep esensial dalam sejarah. Sebab begitu pentingnya mengenai waktu yang digunakan baik terhadap riset historis dan empiris dalam prespektif kronologis, fungsional, strrukturalis, ataupun simbolis.
Secara alternatifnya, sejarawan atau ilmuwan dapat menggunakan penempatan subjektif dari saat kemarin, sekarang, dan akan datang.
Tentang pentingnya pemahaman waktu, menurut Sztompka (2004: 58-59) terdapat enam fungsi waktu, yaitu :
1. Sebagai penyelaras tindakan.
2. Untuk koordinasi.
3. Sebagai bagian dalam tahapan atau rentetan peristiwa.
4. Menempati ketepatan.
5. Menentukan ukuran.
6. Untuk membedakan suatu masa tertentu dengan lainnya.
10. Fenimisme
Istilah kata merupakan nama suatu gerakan emansipasi wanita dari sub-ordinasi pria. Menurut pendapat Maggie Humm (2000:345), semua gerakan feminis mengandung tiga unsur perkiraan pokok, antara lain :
Gender adalah suatu konstruksi yang menekan kaum wanita sehingga cenderung menguntungkan pria.
Konsep patriarki-dominasi kaum pria pada lembaga-lembaga sosial melandasi konstruk tersebut.
Pengalaman dan pengetahuan kaum wanita harus dilibatkan untuk mengembangkan suatu masyarakat non-seksis di masa mendatang.
11. Liberalisme
Konsep dasar sejarah liberalisme merujuk pada sebuah doktrin yang artinya hanya dapat diungkapkan dengan penggunaan kata-kata sifat yang menggambarkan nuansa-nuansa khusus.
12. Kemerdekaan atau Kebebasan
Konsep dasar kemerdekaan atau kebebasan merupakan nilai utama didalam kehidupan politik untuk setiap bangsa dan negara ataupun umat manusia yang senantiasa diagung-agungkan, sekalipun tidak selamanya dipraktikkan.
Arti penting sebuah kemerdekaan ini dapat dilihat pada ketentuan yang mengatur hak-hak asasi manusia, seperti yang tercantum dalam Deklarasi Hak-Hak Manusia Universal yang disetujui dengan suara bulat oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tanggal 10 Desember 1948.
13. Sebab dan Akibat
Konsep sebab mengacu pada pengertian faktor-faktor determinan fenomena pendahulu yang mendorong terjadinya sesuatu perbuatan, perubahan. Serta mendorong peristiwa berikutnya, dan sebagai suatu kondisi yang mendahului peristiwa.
Sedangkan istilah akibat adalah sesuatu yang menjadikan kesudahan atau hasil dari suatu perbuatan ataupun dampak dari peristiwa.
14. Konservatisme
Konsep dasar sejarah konservatisme mengacu kepada doktrin yang meyakini bahwa realitas suatu masyarakat dapat ditemukan pada perkembangan sejarahnya. Karena hal tersebut, pemerintah memberikan batasan diri didalam campur tangan terhadap perilaku-perilaku kehidupan masyarakatnya, dalam artian tidak boleh melupakan akar-akar sejarahnya.
15. Komunisme
Konsep dasar komunisme mengacu pada setiap pengaturan sosial yang didasarkan pada kepemilikan, produksi, konsumsi, dan swa-pemerintahan yang diatur secara komunal atau bersama-sama.
Pengertian Ilmu Geografi Menurut Para Ahli!
1. Erathostenes
Istilah geografi pertama kali diperkenalkan oleh Eratosthenes (276–104 SM). Geografi menurut Eratosthenes adalah penulisan tentang bentuk muka bumi. Istilah atau kata geografi berasal dari bahasa Yunani yaitu geo yang memiliki arti bumi serta graphien yang memiliki arti tulisan. Sehingga membentuk kata geografi dan dikembangkan menjadi keilmuan yang membahas mengenai bentuk muka bumi.
2. Claudius Ptolemaeus
Seorang ahli astronomi dan matematika Claudius Ptolomaeus (87–150 M) mendefinisikan geografi suatu penyajian melalui peta yang menyajikan sebagian atau seluruh permukaan bumi.
3. Immanuel Kant
Seorang geograf dan filsuf, Immanuel Kant (1724–1821). Menurut Kant, ilmu geografi sangat dekat dengan ilmu filsafat, sehingga Kant tertarik pada geografi. Menurutnya, geografi merupakan ilmu dan objek studinya adalah benda-benda, hal-hal, atau gejala-gejala yang tersebar pada wilayah di permukaan bumi.
4. Lobeck
Menurut Lobeck, geografi adalah ilmu tentang hubungan-hubungan yang terbentuk antara kehidupan dengan lingkungan sekitarnya.
5. Preston E. James
Menurut Preston E. James, geografi merupakan induk dari seluruh ilmu pengetahuan atau mother of all science.
6. Karl Ritter
Menurut Karl Ritter, geografi merupakan studi mengenai bumi sebagai tempat hidup manusia.
Lingkup studi dari ilmu pengetahuan geografi ini mencakup bermacam-macam fenomena yang ada dan terjadi di permukaan bumi.
7. Halford Mackinder
Halford Mackinder berpendapat, geografi merupakan ilmu yang fungsi utamanya adalah menyelidiki mengenai interaksi manusia dalam masyarakat serta lingkungan yang berbeda menurut lokasinya.
8. Richard Hartshorne
Geografi menurut Richard Hartshorne merupakan suatu ilmu yang mampu dan dapat menjelaskan sifat-sifat variabel permukaan bumi secara teliti, beraturan, dan rasional.
9. Yeates dan Hagget
Menurut pendapat Yeates dan Hagget, geografi merupakan ilmu yang berperan dalam perkembangan suatu lokasi dan dipengaruhi oleh sifat-sifat yang ada di permukaan bumi dengan bermacam-macam alasan rasional.
10. Ferdinand Von Richthofen
Ferdinand Von Richthofen mendefinisikan geografi sebagai suatu ilmu mengenai gejala serta sifat-sifat permukaan bumi dan penduduk yang hidup di dalamnya serta disusun berdasarkan letaknya.
Konsep Dasar Ilmu Geografi Serta Penjelasannya!
1. Konsep Lokasi
Konsep lokasi atau sering disebut juga konsep letak yaitu konsep utama yang dari awal pertumbuhan geografi telah menjadi ciri khusus ilmu atau pengetahuan geografi. Secara pokok lokasi dibedakan menjadi dua yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif.
Lokasi absolut berarti lokasi yang sudah pasti seperti lokasi suatu objek di permukaan bumi yang ditentukan dengan sistem koordinat garis lintang dan garis bujur. Lokasi tersebut mutlak dan tidak akan berubah angka koordinatnya.
Sedangkan lokasi relatif ia memiliki sifat dinamis atau dalam ilmu geografi disebut sebagai letak geografis yang biasanya dikaitkan dengan strategis atau tidaknya suatu tempat. Nilai yang terlekat dalam objek tinggi rendahnya ditentukan oleh objek atau objek-objek lain yang ada kaitannya dengan objek pertama yang menjadi titik perhatiannya. Nilai suatu objek atas dasar lokasinya dapat berubah-ubah disebabkan perubahan keadaan di luarnya yang berkaitan dengan objek.
Konsep letak suatu tempat di permukaan bumi memiliki nilai ekonomi apabila dihubungkan dengan harga. Contoh: pada daerah yang dingin orang-orang cenderung berpakaian tebal atau hangat, nilai lahan atau tanah untuk pemukiman akan berkurang apabila berdekatan dengan pabrik, kuburan, pasar, terminal kendaraan umum karena bising dan pencemaran yang terjadi di sekitarnya.
2. Konsep Jarak
Konsep jarak berkaitan dengan lokasi karena nilai suatu objek dapat ditentukan oleh jaraknya terhadap suatu objek lain. Konsep jarak ini juga terbagi menjadi dua yaitu jarak absolut dan jarak relatif. Jarak absolut artinya jarak dalam satuan tertentu atau jarak sebenarnya.
Sedangkan jarak relatif digambarkan dalam peta isokronik yang menggambarkan jarak yang dapat ditempuh dalam waktu yang sama, peta isofodik menggambarkan jarak yang ditempuh dengan biaya yang sama, dan peta isotacik menggambarkan wilayah dengan kecepatan angkut yang sama.
Konsep jarak dihubungkan dengan keuntungan yang diperoleh sehingga manusia cenderung memperhitungkan jarak. Contoh: harga tanah akan semakin mahal apabila mendekati pusat kota dibandingkan dengan harga tanah di wilayah pedesaan.
Peternakan ayam petelur cenderung ditempatkan mendekati kota sebagai tempat pemasaran agar telur dan ayam yang dibawa ke tempat pemasaran tidak banyak mengalami kerusakan dibandingkan apabila peternakan ditempatkan jauh dari kota
3. Konsep Morfologi
Konsep morfologi menggambarkan daratan muka bumi sebagai hasil penurunan atau pengangkatan wilayah melalui proses geologi yang biasanya disertai erosi dan sedimentasi sehingga ada yang berbentuk pulau-pulau, daratan luas yang berpegunungan dengan lereng tererosi, lembah, dan daratan aluvialnya.
Konsep morfologi ini juga berkaitan dengan bentuk lahan yang terkena erosi, pengendapan, penggunaan lahan, ketebalan tanah, dan ketersediaan air. Bentuk dataran dengan kemiringan tidak lebih dari 5 derajat adalah wilayah yang cocok digunakan untuk pemukiman dan usaha pertanian maupun usaha-usaha yang lain.
Konsep morfologi berhubungan dengan bentuk permukaan bumi sebagai hasil proses alam dan hubungannya dengan aktivitas manusia. Contoh: bentuk lahan akan terkait dengan erosi dan pengendapan, penggunaan lahan, ketebalan lapisan tanah, ketersediaan air, dan lain-lain.
Dari peta persebaran penduduk di Asia, penduduk yang padat terpusat di dataran aluvial lembah-lembah sungai besar dan tanah yang subur. Sedangkan wilayah pegunungan tinggi, daerah gurun, daerah rawa merupakan daerah sulit dijangkau dan pada umumnya jarang penduduknya.
4. Konsep Keterjangkauan
Konsep keterjangkauan merupakan dapat tidaknya atau mudah tidaknya suatu lokasi dijangkau dari lokasi lain. Keterjangkauan tergantung dari jarak yang ditempuh dan yang diukur dengan jarak fisik, biaya, waktu, serta berbagai hambatan medan.
Seiring majunya teknologi transportasi dan ekonomi membuat keterjangkauan semakin tinggi sehingga jarak menjadi sangat singkat dan dunia menjadi global.
Keterjangkauan yang rendah tentu akan berpengaruh terhadap sulitnya pencapaian kemajuan dan mengembangkan suatu wilayah. Konsep keterjangkauan ini merupakan interaksi antar tempat sehingga dapat dicapai baik dengan sarana transportasi umum, tradisional, atau jalan
kaki. Contoh: keterjangkauan Jakarta-Semarang bisa menggunakan pesawat, Jakarta-Bandung dengan kereta api.
Daerah Pati penghasil beras dan daerah Brebes penghasil Bawang Merah.Kedua daerah ini tidak akan berinteraksi apabila tidak ada transportasi yang mendukung. Suatu daerah tidak akan maju apabila tidak dapat dijangkau oleh sarana transportasi. Pasti akan lambat untuk menjadi daerah yang maju dari berbagai sektor.
5.Konsep Pola
Konsep pola artinya berkaitan dengan persebaran fenomena di permukaan bumi baik fenomena yang bersifat alami seperti aliran sungai, persebaran vegetasi, jenis tanah, dan curah hujan maupun fenomena sosial budaya seperti pemukiman, persebaran penduduk, mata pencaharian, dan jenis perumahan tempat tinggal penduduk. Pada konsep geografi mempelajari pola-pola dan persebaran fenomena, memahami arti serta berusaha untuk memanfaatkannya.
Konsep pola merupakan bentuk interaksi manusia dengan lingkungan atau interaksi alam dengan alam maupun sosial budaya. Contoh: pola aliran sungai terkait dengan struktur geologi dan jenis batuan. Pola pemukiman penduduk terkait dengan sungai, jalan, bentuk lahan dan lain sebagainya.
Contoh lain, mencari alamat rumah Resti yang berada di real estate lebih mudah dibandingkan mencari alamat Husein yang tinggal di perkampungan. Hal ini disebabkan oleh susunan perumahanResti berada di real estate lebih teratur dibandingkan dengan susunan keruangan Husein yang tidak terencana baik di perkampungan.
6. Konsep Aglomerasi
Konsep aglomerasi artinya suatu pengelompokan berbagai aktivitas manusia dalam beradaptasi dengan lingkungannya seperti pemukiman, aktivitas pertanian, perdagangan, dan lain-lain.
Beberapa kenyataan geografi yang dapat dikaji dengan konsep aglomerasi terutama menyangkut aspek manusia.
Contoh, ada kecenderungan pengelompokan tempat tinggal di kota pada mereka yang berasal dari daerah yang sama, pengelompokan pemukiman pada kawasan pertanian, mendekati wilayah perairan dan lain-lain. Orang-orang kaya tinggal di kawasan elit sedangkan orang miskin tinggal di daerah kumuh.
Konsep aglomerasi ini merupakan kecenderungan persebaran yang bersifat mengelompok pada suatu wilayah yang relatif sempit dan menguntungkan baik mengingat kesejenisan gejala maupun adanya faktor-faktor umum yang menguntungkan. Pola aglomerasi penduduk ini dibedakan menjadi tiga yaitu pola mengelompok, pola tersebar secara acak dan pola tersebar teratur.
7. Konsep Nilai Kegunaan
Konsep nilai kegunaan berarti interaksi manusia dengan lingkungannya diberikan suatu nilai penting pada aspek-aspek tertentu. Contoh: suatu ruang terbuka hijau suatu kota atau kawasan pemukiman mempunyai nilai kegunaan dalam geografi.
Hal ini ada kaitannya dengan fungsi fisis seperti resapan air, tempat satwa, dan iklim mikro.
Fungsi sosial seperti estetika, dan tempat bermain dari ruang tersebut. Untuk jenis fauna tertentu, perlu diberikan nilai kegunaan karena fungsinya dalam ekosistem.
Kegunaan suatu wilayah memiliki nilai tersendiri bagi orang yang mendiaminya. Daerah sejuk di pegunungan yang jauh dari kebisingan seperti Dieng, Bogor banyak dijadikan tempat rekreasi dan peristirahatan.Lahan pertanian yang subur sangat bernilai bagi petani dibandingkan bagi nelayan atau karyawan kantor.
Contoh nilai kegunaan, seorang Profesor memandang mata air yang mengandung mineral seperti di Ciater Jawa Barat sebagai objek penelitian sedangkan bagi seorang remaja atau anak- anak memandang tempat tersebut sebagai objek wisata atau rekreasi bahkan sebagai oleh sebagian penduduk dijadikan sebagai tempat untuk mengobati penyakit kulit.
8. Konsep Interaksi dan Interdependensi
Konsep interaksi merupakan hubungan timbal balik antara dua daerah atau lebih yang dapat menghasilkan kenyataan baru, penampilan, dan masalah. Dalam konsep interaksi satu fenomena tergantung pada yang lain.
Contoh: interaksi kota dan desa terjadi karena adanya perbedaan potensi alam.Desa memproduksi bahan baku sedangkan kota menghasilkan produk industri. Kedua daerah ini saling berhubungan sehingga terjadi interaksi.
Konsep interaksi dan interdependensi ini setiap wilayah tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri tetapi memerlukan hubungan dengan daerah lain sehingga memunculkan hubungan interaksi (timbal balik) dalam bentuk arus barang, jasa, komunikasi, persebaran ide, dan lain sebagainya.