BAB 3
ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM
Analisis dan perancangan program aplikasi yang dilakukan peneliti pada penelitian ini akan dilakukan dengan metode Linear Sequential (Waterfall) yang akan dibagi dalam lima tahapan, yaitucommunication, planning, modelling, constraction, dan deployment (Pressman, 2010, p. 39). Pada Bab 3 ini akan dibahas mengenai tahapan communication, planing, dan modelling, sedangkan pada bab 4 nantinya akan dibahas mengenai construction dan deployment.
3.1 Analisis Masalah
Perkembangan teknologi dan informasi yang terjadi menuntut proses pertukaran informasi yang semakin sering dilakukan. Dan proses pertukaran ini haruslah dapat dilakukan dengan cepat, tepat, mudah, dan tentunya aman. Metode steganografi adalah salah satu cara bertukar informasi yang aman yang dapat membantu masalah yang dihadapi tersebut.
Keinginan dan usaha yang dilakukan manusia untuk dapat melakukan pertukaran informasi dengan mudah, tepat, cepat, dan praktis menghasilkan perkembangan yang signifikan dalam dunia telekomunikasi. Dari awalnya bertukar informasi dengan surat, telepon, e-mail melalui computer desktop, hingga telepon genggam, dan smart phone.
Saat ini, kepemilikan atas sebuah telepon genggam(mobile phone) adalah hal yang sangat umum di masyarakat, bagi profesi apapun, dan lapisan masyarakat
maupun smart phone yang dapat dikostumisasi dan dilengkapi dengan tambahan fitur-fitur yang beraneka ragam sebagai kebutuhan tambahan. Fitur yang dimaksud antara lain seperti media sosial, fasilitas chating, e-mail, GPS, kamera, radio, dan sebagainya.
3.2 Hasil Kuesioner
Dari hasil pengamatan yang dilakukan terhadap responden yang berusia 18 – 25 tahun, melalui kuesioner, maka diketahui hasil kebutuhan pengguna adalah sebagai berikut.
1. Apakah anda sering melakukan pengiriman pesan?
2. Apakah anda merasa proses pengiriman pesan saat ini kurang aman?
3. Apakah anda ingin dapat melakukan pengiriman pesan secara rahasia?
ya 100
%
tidak 0%
ya 56%
tidak 44%
0% 0%
4. Apakah anda ingin dapat melakukan pengiriman pesan rahasia tanpa diketahui pihak luar?
5. Apakah anda sering menggunakan perangkat elektronik atau komputer?
6. Apakah anda sering menggunakan perangkat elektronik dalam melakukan pengiriman pesan?
ya 64%
tidak 36%
0% 0%
ya 72%
tidak 28%
0% 0%
ya 100
%
tidak 0%
ya 96%
tidak
4%
0%0%desktop?
8. Apakah anda ingin dapat melakukan pengiriman pesan dimana dan kapan saja?
9. Apakah anda sering melakukan pengiriman gambar?
10. Apakah format yang biasa anda gunakan pada data gambar?
11. Apakah anda menginginkan proses pengiriman data rahasia secara mobile?
ya 60%
tidak 40%
0% 0%
ya 96%
tidak
4%
0%0%ya tidak 44%
56%
0% 0%
JPEG 100
%
BMP
0%
12. Apakah anda tertarik jika bisa melakukan pengiriman pesan secara rahasia melalui media gambar?
13. Apakah anda mengnginkan aplikasi yang dapat melakukan pengiriman pesan rahasia melalui media gambar?
14. Apakah anda menginginkan aplikasi tersebut pada telepon genggam anda?
ya 56%
tidak 44%
0% 0%
ya 60%
tidak 40%
0% 0%
ya 64%
tidak 36%
0% 0%
ya 68%
tidak 32%
0% 0%
16. Apakah anda merasa pengiriman pesan rahasia secara mobile lebih praktis dan efisien?
3.3 Usulan Pemecahan Masalah
Menganalisis masalah yang dihadapi maupun dari segi kebutuhan akan suatu proses pengiriman pesan yang dapat dilakukan dengan aman, cepat, dan juga praktis dari hasil kuesioner, maka dihasilkanlah suatu program aplikasi yang dapat melakukan pengiriman pesan dengan aman (dalam wujud steganografi) yang diimplementasikan pada perangkat mobile (mobile phone).Dimanaproses penyisipan pesan rahasia akan dilakukan pada gambar dengan metode Bit-Plane Complexity Segmentation, dan nantinya proses pertukaran informasi dilakukan dengan pengiriman gambar berisi pesan rahasia tersebut, sedangkan aplikasi ini akan diimpelmentasikan pada perangkat mobile dengan sistem operasi Android.
ya 60%
tidak 40%
0% 0%
ya 84%
tidak
16%
0% 0%3.4 Perancangan
3.4.1 Flow Chart Algoritma
Gambar 3.1 Flow Chart Enkripsi
Gambar 3.2Flow Chart Dekripsi 3.4.2 Use Case Diagram
Pada use case diagram, dapat diperhatikan proses-proses yang dapat dilakukan user, baik sebagai user yang akan melakukan penyisipan pesan (kiri), maupun sebagai user yang akan melakukan ekstraksi pesan (kanan).
Untuk user yang akan melakukan penyisipan pesan, proses yang dapat dilakukan adalah memilih gambar pembawa (gambar vessel) yang akan dijadikan medium pesan, kemudian user menuliskan pesan rahasia yang
akan disisipkan ke dalam gambar vessel. Setelah itu, proses enkripsi penanaman pesan dalam gambar vessel akan berlangsung, dan hasil keluarannya adalah gambar berisi pesan rahasia (gambar stego/stego image).
Untuk user yang akan melakukan pengekstrasian pesan. User dapat memilih gambar yang berisi pesan rahasia (gambar stego/stego image), kemudian proses dekripsi (ekstraksi pesan) akan berlangsung dan hasilnya adalah diperolehnya pesan rahasia yang disisipkan dalam gambar tadi.
Gambar 3.3Use Case Diagram 3.4.3 Sequence Diagram
Sequence Diagram adalah diagram yang menunjukkan urutan penukaran pesan oleh sejumlah object (dan seorang aktor yang optional) dalam melakukan tugas tertentu.
Gambar 3.4Sequence DiagramPilih Gambar Penampung
Gambar 3.5Sequence DiagramTulis pesan
Gambar 3.6Sequence DiagramEnkripsi
Gambar 3.7Sequence DiagramPilih Gambar Stego
Gambar 3.8Sequence DiagramDekripsi 3.4.4 ClassDiagram
Class Diagram adalah diagram yang menggambarkan class-class yang digunakan dalam perancangan program dan hubungan antar class. Berikut adalah class diagram yang digunakan.
Gambar 3.9Class Diagram
Diagram Transisi (State Transition Diagram) merupakan keadaan yang menggambarkan suatu keadaan pada waktu tertentu, menggambarkan suatu sistem yang real-time dan sistem yang on-line. Perubahan keadaan dapat terjadi karena suatu aksi yang menyebabkan keadaan berubah. Digram transisi membantu dalam memberikan gambaran secara keseluruhan dari program. Diagram transisi untuk program aplikasi ini adalah sebagai berikut.
Gambar 3.10Diagram Transisi Layar Utama
Gambar 3.11Diagram Transisi Layar Pilih Gambar Penampung
Gambar 3.12Diagram Transisi Layar Tulis Pesan Rahasia
Gambar 3.13Diagram Transisi Layar Pilih Gambar Stego
Gambar 3.14Diagram Transisi layar Isi Pesan Rahasia
Gambar 3.15Diagram Transisi Layar Cara Penggunaan
Gambar 3.16Diagram Transisi Layar Tentang Aplikasi
3.4.6 Perancangan Layar
3.4.6.1 Rancangan Layar Utama
Pada halaman utama, user dapat memilih empat pilihan menu. Menu “Buat Pesan Rahasia” digunakan untuk melakukan proses enkripsi, menanamkan pesan rahasia pada gambar yang dipilih (gambar penampung). Menu “Lihat Pesan Rahasia”
digunakan untuk melakukan proses deskripsi, melihat pesan rahasia yang telah disisipkan pada gambar tertentu (gambar stego). Menu “Cara Penggunaan” berisi petunjuk cara penggunaan program aplikasi. Menu “Tentang Aplikasi” berisi informasi tentang pembuatan aplikasi. Untuk keluar dari aplikasi, cukup klik tombol “back” pada Android.
Gambar 3.17Rancangan Layar Utama 3.4.6.2 Rancangan Layar Pilih Gambar Penampung
Layar Pilih gambar penampung akan ditampilkan ketika user menekan tombol “Buat Pesan Rahasia” pada layar utama. Pada halaman ini user dapat memilih gambar yang akanmenjadi media yang akan disisipkan teks (gambar penampung). Semua pilihan gambar akan ditampilkan, dan user dapat men-scroll pilihan gambar ke atas dan bawah. Gambar yang ditampilkan adalah gambar yang telah dimasukkan pada folder “Picture” di Android.
Klik gambar untuk melanjutkan proses enkripsi. Untuk kembali ke menu sebelumnya, cukup klik tombol “back” pada Android.
Gambar 3.18Rancangan Layar Pilih Gambar Penampung 3.4.6.3 Rancangan Layar Tulis Pesan
Halaman ini akan muncul setelah user memilih (klik) gambar yang akan dijadikan gambar penampung dari menu sebelumnya.
Pada halaman ini, akan ditampilkan gambar yang dipilih untuk menjadi penampung, kemudian user diminta menuliskan pesan rahasia yang ingin disisipkan (teks rahasia). Setelah itu user dapat menekan tombol “Simpan” untuk menyimpan hasil enkripsi.
Atau tombol “Kirim” untuk langsung mengirim gambar stego yang dihasilkan. Untuk kembali ke menu sebelumnya, cukup klik tombol “back” pada Android.
Gambar 3.19Rancangan Layar Tulis Pesan Rahasia 3.4.6.4 Rancangan Layar Pilih Gambar Stego
Layar Pilih gambar stego akan ditampilkan ketika user menekan tombol “Lihat Pesan Rahasia” pada layar utama. Pada halaman ini user dapat memilih gambar stego yang ingin dilihat pesan rahasianya (di-dekripsi). Semua pilihan gambar akan ditampilkan, dan user dapat men-scroll pilihan gambar ke atas dan bawah. Gambar yang ditampilkan adalah gambar yang telah dimasukkan pada folder “Picture” di Android. Klik gambar untuk melanjutkan proses dekripsi. Untuk kembali ke menu sebelumnya, cukup klik tombol “back” pada Android.
Gambar 3.20Rancangan Layar Pilih Gambar Stego 3.4.6.5 Rancangan Layar Isi Pesan rahasia
Halaman ini akan muncul setelah user memilih (klik) gambar yang akan dilihat pesannya (gambar stego) dari menu sebelumnya. Pada halaman ini, akan ditampilkan gambar yang dipilih untuk dilihat pesan rahasianya, kemudian akan ditampilkan pesan rahasia yang terdapat dalam gambar tadi.
Untuk kembali ke menu sebelumnya, cukup klik tombol “back”
pada Android.
Gambar 3.21Rancangan Layar Isi Pesan Rahasia
3.4.6.6 Rancangan Layar Cara Penggunaan
Halaman ini berisi arahan kepada pengguna (user) tentang cara penggunaan aplikasi ini, berupa penjelasan fungsi tiap-tiap menu yang ada pada aplikasi ini. Padan menu ini juga dijelaskan proses- proses yang dilakukan pada aplikasi, yaitu prosespembuatan pesan rahasia menjadi gambar stego, serta proses melakukan melihat (ekstraksi) pesan rahasia dari sebuah gambar stego. Untuk kembali ke menu sebelumnya, cukup klik tombol “back” pada Android.
Gambar 3.22Rancangan Layar Cara Penggunaan
3.4.6.7 Rancangan Layar Tentang Aplikasi
Halaman ini berisi Informasi tentang pembuatan program aplikasi. Untuk kembali ke menu sebelumnya, cukup klik tombol
“back” pada Android.
Gambar 3.23Rancangan Layar Tentang Aplikasi
3.5 Model Proses Perhitungan
Model proses perhitungan yang akan diberikan adalah dalam proses enkripsi pesan pada gambar. Inputan yang dibutuhkan dan akan diproses adalah inputan pesan rahasia dan inputan gambar penampung.
Pesan yang akan disisipkan adalah : TES UJI COBA PESAN. Dengan tabel ASCII sebagai berikut.
karakter T E S U J I C O B A P E S A N
ASCII 116 101 115 32 117 106 105 32 99 111 98 97 32 112 101 115 97 110
Kemudian, ASCII diubah menjadi bit, yang selanjutnya dikelompokkan menjadi bit-plane. Untuk pengubahan ASCII menjadi bit-plane yang tidak mencukupi 8 baris isi bit-plane, maka sisa baris diisi dengan nilai 00000000. Kemudian kompleksitas tiap bit-plane pesan dihitung.
T 0 1 1 1 0 1 0 0 E 0 1 1 0 0 1 0 1 S 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 U 0 1 1 1 0 1 0 1 J 0 1 1 0 1 0 1 0 I 0 1 1 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0
C 0 1 1 0 0 0 1 1 O 0 1 1 0 1 1 1 1 B 0 1 1 0 0 0 1 0 A 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 P 0 1 1 1 0 0 0 0 E 0 1 1 0 0 1 0 1 S 0 1 1 1 0 0 1 1
A 0 1 1 0 0 0 0 1 N 0 1 1 0 1 1 1 0 - 0 0 0 0 0 0 0 0 - 0 0 0 0 0 0 0 0 - 0 0 0 0 0 0 0 0 - 0 0 0 0 0 0 0 0 - 0 0 0 0 0 0 0 0 - 0 0 0 0 0 0 0 0
Bit-plane A
Kompleksitas = 0,49
Bit-plane B
Kompleksitas = 0,38
Bit-plane C
Kompleksitas = 0,13
Setelah mengubah pesan menjadi bit-plane, diperoleh bahwa bit-plane C memiliki kompleksitas kurang dari threshold (0,3) sehingga harus dikonjugasikan.
0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0
Setelah dikonjugasi tampak kompleksitas bit-plane C sudah melebihi threshold.
Buat juga peta konjugasi, dengan baris pertama berisi 00000001, baris kedua jumlah noise yang harus diterjemahkan, yaitu 4 (termasuk peta konjugasi sendiri sebagai nomor urut ke-satu ketika disisipkan pada noise gambar) atau dalam bit adalah 00000100, dan baris ketiga adalah nomor urut noise yang harus dikonjugasikan terlebih dahulu sebelum diterjemahkan menjadi string pesan, yaitu noise ke-empat atau dalam bit adalah 00000100 (isi dengan 00000000 jika tidak ada yang perlu dikonjugasi). Berikut peta konjugasi dan hasil konjugasi peta, karena peta konjugasi pertama-tama haruslah dikonjugasikan (dipastikan kompleksitas peta konjugasi kurang dari threshold) sebelum disisipkan dalam noise gambar.
0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Bit-plane C terkonjugasi Kompleksitas = 0,86
Peta konjugasi
Kompleksitas = 0,07
0 1 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0
Setelah pesan selesai diolah, gambar juga harus diolah. Berikut adalah contoh potongan gambar berukuran 8x8 piksel (hanya piksel Red saja yang digunakan dalam penelitian ini) dalam bentuk desimal, yang kemudian diubah dalam bit PBC, kemudian bentuk PBC diubah menjadi CGC sebelum dibuat menjadi bit-plane.
Tabel 3.2 Tabel Nilai Piksel Red Gambar Penampung
137 235 211 107 211 120 112 75 98 113 231 153 120 130 221 180 164 95 126 201 116 222 123 86
88 170 107 79 35 131 143 186 75 97 140 210 86 106 201 85 96 205 250 105 66 140 113 212 146 242 240 216 205 115 206 130 238 115 160 189 107 123 147 98
Tabel 3.3 Tabel Nilai Piksel Dalam Bit PBC Gambar Penampung
10001001 11101011 11010011 01101011 11010011 01111000 01110000 01001011 01100010 01110001 11100111 10011001 01111000 100000010 11011101 10110100 10100100 01011111 01111110 11001001 01110100 11011110 01111011 01010110 01011000 10101010 01101011 01001111 00100011 10000011 10001111 10111010 01001011 01100001 10001100 11010010 01010110 01101010 11001001 01010101 01100000 11001101 11111010 01101001 01000010 10001100 01110001 11010100 10010010 11110010 11110000 11011000 11001101 01110011 11001110 10000010 11101110 01110011 10100000 10111101 01101011 01111011 10010011 01100010
Peta konjugasi terkonjugasi Kompleksitas = 0,93
Tabel 3.4 Tabel Nilai Piksel Dalam Bit CGC Gambar Penampung
11001101 10011110 10111010 01011110 10111010 01000100 01001000 01101110 01010011 01001001 10010100 11010101 01000100 11000011 10110011 11101110 11110110 01110000 01000001 10101101 01001110 10110001 01000110 01111101 01110100 11111111 01011110 01101000 00110010 11000010 11001000 11100111 01101110 01010001 11001010 10111011 01111101 01011111 10101101 01111111 01010000 10101011 10000111 01011101 01100011 11001010 01001001 10111110 11011011 10001011 10001000 10110100 10101011 01001010 10101001 11000011 10011001 01001010 11110000 11100011 01011110 01000110 11011010 01010011
Kemudian dari bentuk CGC, dibuat menjadi 8 bit-plane, dan dihitung kompleksitasnya, jika lebih dari 0,3 menjadi noise, jika kurang dari 0,3 menjadi informative. Hanya noise yang nantinya akan diganti dengan blok pesan.
1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0
1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1
0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0
Plane 1
Kompleksitas = 0,57
Plane 2
Kompleksitas = 0,48
Plane 3
Kompleksitas = 0,47
0 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1
1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0
1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0
0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1
Plane 4
Kompleksitas = 0,54
Plane 5
Kompleksitas = 0,50
Plane 6
Kompleksitas = 0,47
Plane 7
Kompleksitas = 0,55
1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 1
Setelah diproses, didapat bahwa semua bit-plane adalahh noise region.Empat bit-plane dibutuhkan untuk menyisipkan blok pesan, dan digunakan bit-plane ke- satu sampai ke-empat. Makabit-plane noise dapat langsung digantikan dengan blok pesan sebagai berikut.
1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0
0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0
0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1
1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0
0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 Plane 8
Kompleksitas = 0,49
Kiri :
Bit‐plane 2 (gambar)
Digantikan dengan
Kanan:
Bit‐plane A (pesan)
Kiri :
Bit‐plane 3 (gambar)
Digantikan dengan
Kanan:
Bit‐plane B (pesan) Kiri :
Bit‐plane 1 (gambar)
Digantikan dengan
Kanan:
Peta konjugasi terkonjugasi
Setelah noise diganti dengan blok pesan, maka bit-planeyang sudah diganti dan bit-plane gambar sisanya disusun kembali menjadi bentuk bit CGC, untuk kemudian diubah menjadi bentuk PBC lagi dan dikembalikan menjadi nilai desimal warna piksel Red. Gambar kemudian disusun kembali seperti awal. Tahapan enkripsi selesai dan gambar stego dihasilkan.
Tabel 3.5Tabel Nilai Piksel Dalam Bit CGC Gambar Stego
00101110 00001101 11101110 01111010 11011110 00001010 11010100 00101000 01101110 10010011 01111001 11100100 00000101 10100100 11110011 10100011 11011101 00000110 11110000 01100001 11011101 00001110 00010001 01100110 00100111 10010100 00101111 11111110 00001000 10010010 00000010 10011000 11011111 00001110 11110001 01001010 11011011 00001101 11011111 00001101 00001110 10010000 01101011 11110111 00101101 11010011 00001010 11011001 11110011 00001011 11111011 01101000 10010100 01001011 10111010 00001001 00100011 10011001 00101010 11110000 00100011 10011110 00000110 10111010
Tabel 3.6Tabel Nilai Piksel Dalam Bit PBC Gambar Stego
01001001 10011011 00010011 11101011 01100011 11101000 0001000 00001011 10100010 01000001 10010111 01001101 10011000 10110010 11001101 00110100 01010100 11011111 01011110 10111001 00110100 01111110 01011011 11110110 10110010 01111010 11001011 00101111 10000010 010000011 11011111 01111010 00101011 11000001 00001100 10110010 00100110 11101010 01101001 11111101 10100000 00001101 10001010 00011001 11110010 01001100 11100001 01100100 01000010 10000010 00010000 11111000 00101101 10000011 01101110 10110010 11101110 00010011 10100000 01111101 10101011 00111011 11110011 00010010
0 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 0 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1
0 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 Kiri :
Bit‐plane 4 (gambar)
Digantikan dengan
Kanan:
Bit‐plane C terkonjugasi (pesan)
Tabel 3.7Tabel Nilai Piksel Red Gambar Stego
73 155 19 235 99 232 16 11 162 65 151 77 152 178 205 52 84 223 94 185 52 126 91 246 178 122 203 47 130 131 223 122
43 193 24 178 38 234 105 253 160 13 138 25 242 76 225 100 66 130 16 248 45 131 110 178 238 19 160 125 171 59 243 18
Untuk tahapan dekripsi, dapat dilakukan dengan cara proses yang seperti dituliskan pada bagian algoritma, dengan cara serupa dengan proses enkripsi.