• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN: Volume 1 Nomor 6 Desember 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta ISSN: Volume 1 Nomor 6 Desember 2016"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

IBM UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN UNIT MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) KERAJINAN DARI KAIN LIMBAH

DI DESA GATAK DAN MERINTIS USAHA BARU BAGI MASYARAKAT DESA GULI BOYOLALI Edy Susena, S.Kom, M.Kom,. Dewi Amelia Lestari, S.Kom

Manajemen Informatika,Politeknik Indonusa Surakarta email: [email protected]

Abstract

Dalam program Hibah Ipteks bagi Masyarakat (IbM) ini tim bekerjasama dengan Mitra pertama adalah UMKM “Sumber Makmur” yang beralamatkan di Desa Gatak, Kebongulo, Musuk, Boyolali dan Mitra IbM yang kedua adalah masyarakat desa Guli, Nogosari, Boyolali.

Kegiatan IbM dilakukan selama satu minggu di mitra 1 dan satu minggu di mitra 2.

Kegiatan yang telah dilakukan di mitra 1 adalah: (1). Mengembangkan sistem informasi website pemasaran secara online, (2). Mengembangkan sistem informasi keuangan, (3). Mengadakan pelatihan cara menggunakan website pemasaran secara online, (4). Mengadakan pelatihan cara menggunakan sistem informasi keuangan, (5). Menyusun buku pedoman ketrampilan pengolahan limbah kain, (6). Mendesain kemasan produk, (8). Memberikan solusi cara mendapatkan modal usaha, (9). Sosialisasi kegiatan pembuatan kerajinan dari kain limbah, (10). Membentuk kelompok usaha baru, (11). Sedangkan di mitra 2 kegiatan yang telah dilakukan adalah: (1). Bekerjasama dengan mitra 1 mengadakan pelatihan ketrampilan pengolahan kain limbah, (2). Mengembangkan sistem informasi website pemasaran secara online, (3). Mengadakan pelatihan cara menggunakan website pemasaran secara online, (4). Mendesain kemasan produk, (5). Membentuk kelompok usaha baru dengan memberikan modal usaha.

Kesimpulan dari kegiatan IbM ini adalah: (1). KegiatanIbMtelahberhasildilaksanakan di duamitrayaitu: di UMKM “SumberMakmur” danIbu – Ibu PKK di desaGuli, Nogosari, Boyolali, (2). Tim telahberhasilmemberikansolusipermasalahan yang dihadapiolehmitra 1 danmitra 2, (3).

Tim IbMtelahberhasilmenyusunPanduanketrampilanpengolahanlimbahkain, (4). Tim IbMtelahmenggunakandanaIbMsebesar 100%, (5). Tim Ibmtelahberhasilmewujudkanluaran yang diharapkan.

Kata kunci : kain limbah, UMKM, pelatihan

(2)

1. PENDAHULUAN

Boyolali menyimpan berbagai macam potensi yang siap dikembangkan salah satunya adalah potensi pariwisata.

Pariwisata Boyolali dibagi menjadi kedalam tiga wisata yaitu wisata alam pegunungan, wisata tirta dan wisata ziarah.

Untuk memberdayakan UMKM diperlukan perencanaan yang sistematis dan menyeluruh baik pada tataran makro dan mikro meliputi (1) penciptaan iklim usaha dalam rangka membuka kesempatan berusaha seluas-luasnya, serta menjamin kepastian usaha disertai adanya efisiensi ekonomi; (2) pengembangan system pendukung usaha bagi UMKM untuk meningkatkan akses kepada sumberdaya produktif sehingga dapat memanfaatkan kesempatan yang terbuka dan potensi sumberdaya, terutama sumberdaya lokal yang tersedia; (3) pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UMKM; dan (4) pemberdayaan usaha skala mikro untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang bergerak dalam kegiatan usaha ekonomi di sektor informal yang berskala usaha mikro, terutama yang masih berstatus keluarga miskin.

Berdasarkan program Dinas Koperasi Kabupaten Boyolali yang terus meningkatkan UMKM maka salah satu UMKM yang berkembang di Kabupaten Boyolali adalah UMKM “Sumber Makmur”. UMKM

“Sumber makmur” bergerak dibidang kerajinan dari limbah kain. UMKM ini beralamatkan di Desa Gatak, Kebon Gulo, Musuk, Boyolali, Boyolali. UMKM inilah yang dipilih oleh tim sebagai Mitra pertama dalam penerapan Ipteks Bagi Masyarakat (IbM). UMKM “Sumber Makmur” telah memproduksi berbagai produk dari kain perca seperti bunga – bunga dan bros sebagai asesoris yang sangat bagus untuk pakaian dan jilbab. UMKM “Sumber Makmur” berangotakan 12 orang. UMKM ini mengalami perkembangan yang cukup baik, hal ini ditandai dengan berbagai produk telah dihasilkan.

Kegiatan yang telah dilakukan pada UMKM “Sumber Makmur” dapat dilihat pada gambar sebagai berikut:

Berikut contoh – contoh hasil produksi UMKM “Sumber Makmur” Gatak, Kebongulo, Simo, Boyolali.

Bersamaan dengan

berkembangannya usaha ini, maka UMKM inipun juga mengalami berbagai kendala antara lain:

1. Cara pemasarannya masih menggunakan cara konvensional, hanya dititipkan di toko toko terdekat, sehingga keuntungan tidak maksimal

2. Manajemen keuangan belum menggunakan pembukuan yang baik dan tidak tertib, sehingga sulit untuk diketahui untung ruginya

3. Kurang menariknya kemasan produk, sehingga daya tarik pembeli kurang 4. Produk belum banyak dikenal di

masyarakat, sehingga belum banyak yang menggunakan produk ini

5. Kurangnya dukungan modal dari pihak luar, sehingga kesejahteraan anggotanya masih kurang

6. Kurangnya tenaga kerja yang diserap oleh UMKM “Sumber Makmur”

sehingga menyebabkan produksinya tidak maksimal.

Sedangkan kondisi Mitra IbM yang kedua adalah masyarakat desa Guli, Nogosari, Boyolali. Setelah mengadakan survey tim memutuskan memilih masyarakat umum Desa Guli, Nogosari, Boyolali sebagai sasaranpenerapan Ipteks Bagi Masyarakat (IbM) sebagai Mitra yang kedua. Kondisi masyarakatnya beraneka ragam, ada yang mata pencahariannya sebagai .buruh, tukang, petani, karyawan pabrik, dan sebagian pegawai. Tapi juga masih banyak masyarakatnya yang belum memiliki mata pencarharian yang jelas (masih pengangguran). Berdasarkan data jumlah pennggangguran masih tinggi mencapai angka hampir 25% nya. Dari hasilsurvei, pengumpulan data dengan berbagai metode antara lain Fokus Group Discussion (FGD) banyak warga menginginkan tidak hanya sebagai masyarakat konsumtif melainkan menjadi masyarakat produktif. Kendala yang

(3)

dihadapi masyarakat Desa Guli, Nogosari, Boyolali (Mitra IBM yang kedua) antara lain:

1. Masih banyaknya angka pengangguran 2. Masyarakat menginginkan dukungan dari

.pemerintah dalam memberikan ketrampilan yang khususyang dapat meningkatkan kesejahteraannya

3. Masyarakat belum tahu cara memanfaatkan limbah kain menjadi suatu produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi

Setelah mengkaji permasalahan yang dihadapi oleh kedua mitra tersebut diatas dan potensi yang ada di masing – masing wilayah tersebutmaka dalam rangka pelaksanaan Tri dharma perguruan tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat tim IbM Politeknik Indonusa Surakarta akan membantu menyelesaikan permasalahn yang dihadapai oleh kedua mitra IbM tersebut dengan melakukan kegiatan yang diperioritaskan sebagai berikut:

1. Mengembangkan sistem informasi pemasaran secara online

2. Mengembangkan sistem keuangan yang baik sesuai dengan kaidah akuntansi Indonesia

3. Melakukan workshop dan pelatihan pembuatan aneka produk dari kain limbah bagi masyarakat

4. Membentuk UMKM baru pengolahan limbah kain di masyarakat

2. METODE PELAKSANAAN Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah dilakukan tim Ibm bersama dengan mitra dengan cara survei langsung ke Desa Gatak, Kebongulo, Musuk, Boyolali dan desa Guli, Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah, dengan teknik wawancara, Fokus Group Discussion (FGD).

Hasil pengumpulan data didapat kesimpulan bahwa kendala yang dihadapai UMKM “Sumber Makmur” Desa Gatak, Kebongulo, Musuk, Boyolali sebagai mitra IbM yang pertama adalah:

1. Cara pemasarannya masih menggunakan cara konvensional, hanya dititipkan di toko toko terdekat, sehingga keuntungan tidak maksimal

2. Manajemen keuangan belum menggunakan pembukuan yang baik dan tidak tertib, sehingga sulit untuk diketahui untung ruginya

3. Kurang menariknya kemasan produk, sehingga daya tarik pembeli kurang 4. Produk belum banyak dikenal di

masyarakat, sehingga belum banyak yang menggunakan produk ini

5. Kurangnya dukungan modal dari pihak luar, sehingga kesejahteraan anggotanya masih kurang

6. Kurangnya tenaga kerja yang diserap oleh UMKM “Sumber Makmur”

sehingga menyebabkan produksinya tidak maksimal.

Sedangkan kendala yang dihadapi masyarakat Desa Guli, Nogosari, Boyolali sebagai Mitra IBM yang kedua adalah:

1. Masih banyaknya angka pengangguran 2. Masyarakat menginginkan dukungan dari

.pemerintah dalam memberikan ketrampilan yang khususyang dapat meningkatkan kesejahteraannya

3. Masyarakat belum tahu cara memanfaatkan limbah kain menjadi suatu produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi

Analisis Kebutuhan

Berdasarkan hasil identifikasi masalah diatas maka ‘tim sepakat dengan mitra IbM untuk melaksanakan kegiatan yang sudah diperioritaskan bersama adalah:

1. Mengembangkan sistem informasi pemasaran secara online

2. Mengembangkan sistem keuangan yang baik sesuai dengan kaidah akuntansi Indonesia

3. Melakukan workshop dan pelatihan pembuatan aneka produk dari kain limbah bagi masyarakat

4. Membentuk UMKM baru pengolahan limbah kain di masyarakat

Metode Pendekatan

Program yang akan dilakukan dalam kegiatan IbM ini dapat dilakukan akan dikembangkan oleh tim IbM sendiri, bersama – sama antar tim IbM dan mitra atau harus dilakukan oleh mitra. Metode pendekatan yang dilakukan adalah:

1. Mengembangkan sistem informasi pemasaran secara online dengan cara metode pengembangan sistem informasi model waterfall. Sistem ini akan dikembangkan oleh tim IbM berdasarkan kebutihan dari UMKM

(4)

2. Mengembangkan sistem keuangan yang baik sesuai dengan kaidah akuntansi Indonesia dengan cara melaksanakan pelatihan bersama – sama dengan mitra IbM 1 dan mitra IbM 2.

3. Melakukan workshop dan pelatihan pembuatan aneka produk dari kain limbah bagi masyarakat dengan cara melaksanakan pelatihan bersama – sama dengan tim IbM sebagai fasilitator, mitra IbM 1 sebagai tenaga pelatih dan mitra IbM 2 sebagai masyarakat yang dilatih.

4. Membentuk UMKM baru pengolahan limbah kain di masyarakat di desa Guli, Nogosari, Boyolali

5. Tim IbM akan memberikan pendampingan sampai UMKM dapat mandiri mengurusi Usahanya

6. Tim IbM akan Membantu pencarian akses modal usaha untuk mengembangkan usaha ini

Prosedur Kerja

Tim IbM akan melakukan pendataan warga pengangguran di desa Guli, Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah sebagai masyarakat yang akan dilatih. Adapun prosedur kerjanya adalah sebagai berikut :

1. Survey lokasi dan sosialisasi program kepada warga di desa Guli, Nogosari, Boyolali.

2. Perekrutan peserta workshop dan pelatihan dengan persyaratan sebagaiberikut:

a. Warga pengangguran

b. Mempunyai kemauan dan kemampuan berwirausaha

c. Disiplin tinggi, menaati peraturan selama pelatihan

d. Mau bekerja keras dan cerdas

e. Bersedia dilatih sampai selesai dan dapat mendirikan usaha baru

3. Pelaksanaan worshop dan pelatihan meliputi teori dan praktik pengolahan limbah kain

4. Pembentukan UMKM baru

5. Peserta workshop dan pelatihan akan diseleksi lagi untuk menentukan pembentukan UMKM baru. Seleksi yang dilakukan adalah berdasarkan: (1).

Tuntasnya dalam mengikuti kegiatan workshop dan pelatihan, (2). Memiliki .ketrampilan yang tinggi, (3). Sanggup

menjalankan UMKM baru dengan penuh tanggung jawab.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan di Mitra 1

UMKM “Sumber Makmur”

merupakan UMKM yang bergerak dibidang pembuatan asesoris dari kain perca (limbah kain). Usaha yang ditekuni sudah dirintis sejak tahun 2013. UMKM “Sumber Makmur” telah memproduksi berbagai produk dari kain perca seperti bunga – bunga dan bros sebagai asesoris yang sangat bagus untuk pakaian dan jilbab. UMKM “Sumber Makmur” berangotakan 12 orang. UMKM ini mengalami perkembangan yang cukup baik, hal ini ditandai dengan berbagai produk telah dihasilkan.

Tim IbM mengadakan kegiatan di mitra 1 ini selama 7 hari dimulai sejak tanggal 4 – 10 September 2016. Tim memberikan berbagai solusi terkait dengan permasalahan yang dialami oleh UMKM

“Sumber Makmur”. Kegiatan yang telah dilakukan adalah:

1. Mengembangkan sistem informasi website pemasaran secara online

2. Mengembangkan sistem informasi keuangan

3. Mengadakan pelatihan cara menggunakan website pemasaran secara online

4. Mengadakan pelatihan cara menggunakan sistem informasi keuangan 5. Menyusun buku pedoman ketrampilan

pengolahan limbah kain

6. Mendesain kemasan produk, sehingga daya tarik pembeli meningkat

7. Memberikan solusi cara mendapatkan modal usaha

8. Sosialisasi kegiatan pembuatan kerajinan dari kain limbah, sehingga dapat menyerap tenaga kerja

9. Membentuk kelompok usaha baru

Berikut foto-foto dokumentasi kegiatan di Mitra 1 yaitu: Desa Gatak, Kebongulo, Musuk, Boyolali.

(5)

Kegiatan Sosialisasi IbM di Mitra 1

Kegiatan Pelatihan di Mitra 1

Kegiatan Pelatihan Pembuatan Asesoris dari Limbah Kain di Mitra 1

Desain Label Produk UMKM “SUMBER MAKMUR”

Kegiatan di Mitra 2

Mitra 2 adalah Ibu – Ibu PKK Desa Guli, Nogosari, Boyolali. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh tim IbM bahwa kondisi masyarakatnya beraneka ragam, ada yang mata pencahariannya sebagai buruh, tukang bangunan, tukang kayu, petani, karyawan

pabrik, dan sebagian pegawai. Tapi juga masih banyak masyarakatnya yang belum memiliki mata pencaharian yang jelas (masih pengangguran). Berdasarkan permasalahan yang telah ditemukan oleh tim IbM maka tim IbM mengadakan kegiatan untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh Ibu – Ibu PKK Desa Guli, Nogosari, Boyolali yaitu:

1. Bekerjasama dengan mitra 1 (UMKM

“Sumber Makmur”) mengadakan pelatihan ketrampilan pengolahan kain limbah (kain perca) menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi 2. Mengembangkan sistem informasi

website pemasaran secara online untuk membantu pemasaran produknya

3. Mengadakan pelatihan cara menggunakan website pemasaran secara online

4. Mendesain kemasan produk, sehingga daya tarik pembeli meningkat

5. Membentuk kelompok usaha baru dengan memberikan modal usaha

Berikut foto-foto dokumentasi kegiatan di Mitra 2 yaitu: Desa Guli, Nogosasri, Boyolali.

(6)

Kegiatan Sosialisasi IbM di Mitra 2

Persiapan Pelatihan di Mitra 2

Desain Label Produk UMKM “GULI MAKMUR”

Suasana Kegiatan Pelatihan di Mitra 2

Hasil Pelatihan di Mitra 2

Untuk menyelesaikan kegiatan IbM maka tim:

1. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan di mitra 1 dan mitra 2

(7)

2. Melakukan bimbingan dan pembinaan terhadap mitra 1 dan mitra 2 sebagai desa binaan Politeknik Indonusa Surakarta 3. Melakukan proses domain dan hosting

terhadap sistem informasi pemasaran secara online yang telah berhasil dikembangkan oleh tim IbM

4. Melakukan penyusunan laporan akhir 5. Melakukan penyusunan artikel ilmiah

hasil kegiatan pengabdian untuk dipublikasikan pada Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat jurnal Sainstech yang diterbitkan oleh Politeknik Indonusa Surakarta dengan No. ISSN.

2355-5009

Luaran yang Dicapai

Kegiatan IbM Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Unit Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kerajinan dari Kain Limbah di Desa Gatak dan Merintis Usaha Baru bagi Masyarakat Desa Guli Boyolali telah menghasilkan luaran sebagai berikut:

1. Panduan ketrampilan pengolahan limbah kain, sehingga ilmu dapat ditularkan kepada masyarakat lainnya

2. Sistem informasi pemasaran secara online di kedua Mitra dengan nama website:

a. www.umkmsumbermakmur.web.id b. www.asesorisgulishop.web.id

3. UMKM baru di Desa Guli, Nogosari, Boyolali dengan nama: UMKM

“Asesoris Guli Shop”

4. Publikasi artikel ilmiah yang akan dimuat di jurnal Sainstech Politeknik Indonusa Surakarta dengan ISSN No. 2355-5009 pada Bulan Desember 2016

5. Terbentuknya desa binaan Politeknik Indonusa Surakarta

6. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat khususnya anggota UMKM

4. KESIMPULAN

Kegiatan IbM yang berjudul Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Unit Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kerajinan dari Kain Limbah di Desa Gatak dan Merintis Usaha Baru bagi Masyarakat Desa Guli Boyolali dalam laporan kemajuan ini sementara dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Kegiatan IbM telah berhasil dilaksanakan di dua mitra yaitu: di UMKM “Sumber Makmur” Desa Gatak, Kebongulo, Musuk, Boyolali dan Ibu – Ibu PKK di desa Guli, Nogosari, Boyolali

2. Tim telah berhasil memberikan solusi permasalahan yang dihadapi oleh mitra 1 dan mitra 2

3. Tim IbM telah berhasil menyusun Panduan ketrampilan pengolahan limbah kain, sehingga ilmu dapat ditularkan kepada masyarakat lainnya

4. Tim IbM telah menggunakan dana IbM sebesar 100% sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya yang telah direncanakan 5. Tim Ibm telah berhasil mewujudkan

luaran yang diharapkan

Sedangkan saran yang disampaikan oleh tim IbM kepada pihak – pihak terkait adalah:

1. Kepada Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) untuk memberikan kesempatan yang seluas – luasnya kepada Perguruan Tinggi Swasta dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat

2. Mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk bidang yang lebih luas yang dapat membantu dalam mencerdaskan kehidupan bangsa

3. Mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk bidang yang lebih luas yang dapat membantu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Referensi

Dokumen terkait

Informatics) mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta

Atas masalah tersebut, kami bekerjasama dengan PIWKU (Pusat Inkubator Wirausaha & Klinik UMKM) Kota Cilegon membantu para pelaku UMKM melalui kegiatan

Pengembangan UMKM Taman Wisata Airlangga di Desa Pataan untuk saat ini sudah mengalami peningkatan yang bagus, karena dari tahun - ketahun mengalami peningkatan terlihat

Proses dalam melakukan text mining mulai dari pengumpulan data, pembagian dataset, pre-processing teks, ekstraksi fitur hingga pemilihan algoritma klasifikasi berpengaruh

Pola hidup sehat dengan memperhatikan hygiene dan sanitasi lingkungan perlu mendapat perhatikan penting dalam kehidupan masyarakat, terutama untuk daerah yang padat

Dari data hasil survey pada bangunan publik di Kota Surakarta yang meliputi (Kantor Pemerintahan, Pasar tradisional, Pasar Modern, Fasilitas Kesehatan, Terminal,

Dengan model pembelajaran metode jigsaw yang diterapakan dalam dua siklus dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa sehingga pembelajaran jadi lebih variatif dan

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui dan menganalisis serta memberikan bukti empirik pengaruh kualitas pelayanan yang terdiri dari dimensi kehandalan,