• Tidak ada hasil yang ditemukan

Maria Yuliana Dumin 1, Yakobus Yakob 2, Mikael Samin 3 ABSTRACT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Maria Yuliana Dumin 1, Yakobus Yakob 2, Mikael Samin 3 ABSTRACT"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH JARAK SARANA TRANSPORTASI PELUANG KERJA DAN PENDAPATAN TERHADAP KEPUTUSAN MELAKUKAN MOBILITAS ULANG-

ALIK TENAGA KERJA DESA TUAPUKAN KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG KE KOTA KUPANG

Maria Yuliana Dumin1, Yakobus Yakob2, Mikael Samin3 Email : [email protected]

ABSTRACT

The objectives of the reserach were: (a) To determine the effect of the space factor on the decision of the Tuapukan Village workforce those who commute to Kupang City, (b) to determine the effect of the means of transportation on the decision of the Tuapukan Village workforce those who commute to Kupang City, (c) to find out the effect of employment opportunity factors on the decision of the Tuapukan Village workforce those who commute to Kupang City, and (d) to determine the effect of income level factors on the decision of the Tuapukan Village workforce those who commute to Kupang City.

This research took place in Tuapukan Village, Kupang Timur District, Kupang Regency.

The total population is 400 people. To determine the proportional number of samples used proportional random sampling technique. From the final results of the calculation of the number of samples, it is known that the sample size is 80 people. This research lasted for one month in October 2018. The method of data analysis used in this study was a multiple linear regression method. Data collection is done by observation, interviews, and questionnaires. The types of data in this study are Primary and Secondary data.

The results of the analysis of multiple linear regression data analysis show that the factors that influence respondents' decision making in commuting are variables of distance, means of transportation, employment opportunities. While income does not affect the decision making of commuting. This is evidenced by hypothesis testing, the result of which is a distance variable with a significance value of 0.033 (0.033 <0.05), a means of transportation with a significant value of 0.002 (0.002 <0.05), a job opportunity variable with a significant value of 0.006 (0.006

<0.05). While the income variable does not affect the decision making of commuting with a significance value of 0.204. (0.204> 0.05).

Keywords: Commuting, Distance, Transportation, Employment, and Income.

A. LATAR BELAKANG

Nurdin Sumaatmaja (2001), dalam bukunya menjelaskan konsep geografi yang dirumuskan oleh para pakar geografidalam Seminar dan Lokakarya Peningkatan Kualitas Pengajaran Geografi di Semarang tahun 1998, menyatakan bahwa konsep geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan yang menampakkan persamaan dan perbedaan. Secara jelas dalam konsep geografi yang dikemukakan di atas, menyatakan bahwa obyek studi geografiadalah geosfer, yaitu permukaan bumi yang terdiri dari atmosfer (lapisan udara), litosfer (lapisan batuan, kulit bumi), hidrosfer (lapisan air, perairan), dan biosfer (lapisan kehidupan).

1

Mahaiswa Sarjana Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Undana

23Staf Pengajar Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Undana

(2)

Menurut Bintarto dan Surastopo (1981), ada tiga macam pendekatan dalam geografi, yaitu:

pendekatan keruangan, pendekatan kelingkungan, dan pendekatan kewilayahan atau kompleks wilayah. Pendekatan Keruangan menekankanpada penyebaran penggunaan ruang yang telah ada dan penyediaan ruang yang akan digunakan untuk berbagai kegunaan yang dirancangkan. Analisa keruangan dapat diketahui dari pengumpulan data lokasi.Pendekatan kelingkungan adalah studi mengenai interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungan dan manusia sebagai salah satu komponen dalam organisme hidup yang penting dalam proses interaksi. Kompleks Wilayah atau kewilayahan adalah kombinasi antara analisa keruangan dan analisa kelingkungan. Analsis kompleks wilayah juga membandingkan berbagai wilayah di muka bumi dengan memperhatikan aspek-aspek fisik dan penduduk.

Migrasi merupakan salah satu contoh fenomena geografi yang tepat untuk dianalisis dengan menggunakan pendekatan keruangan atau spasial, karena pendekatan keruangan mengkaji tentang topik menggunakan prinsip hubungan antara fenomena untuk menjelaskan mengapa suatu fenomena terjadi. Masalah migrasi melibatkan dua wilayah yang saling berhubungan satu sama lain, yaitu wilayah asal migrasi dan wilayah tujuan migrasi. Fenomena yang ada di wilayah asal migrasi berhubungan dengan fenomena yang ada di wilayah tujuan migrasi, dari fenomena yang saling berhubungan tersebut terbentuklah migrasi. Fenomena tersebut antara lain misalnya di wilayah tujuan migrasi terdapat banyak peluang dan jenis pekerjaan, sedangkan di daerah asal migrasi berbanding terbalik peluang kerjanya sedikit, jenis pekerjaannya pun terbatas. Fenomena ini, dapat menjadi penyebab terjadinya suatu migrasi.

Arsyad (1997) menjelaskan bahwa migrasi merupakan proses memilih yang mempengaruhi individu– individu dengan karakteristik – karakterisktik ekonomi, sosial, pendidikan, dan demografis tertentu. Mobilitas penduduk yang dilakukan oleh masyarakat selalu dipengaruhi oleh faktor penarik dan faktor pendorong. Faktor penariknya adalah semua hal yang menjadikan seseorang untuk pindah meninggalkan daerahnya dan menuju ke daerah tujuan.

Sedangkan faktor pendorong adalah semua hal yang menjadikan seseorang tidak betah untuk tetap tinggal di daerahnya, sehingga akan mendorongnya untuk bermigrasi keluar daerahnya.

Mobilitas ulang-alik (Commuting)sebagai salah satu bentuk migrasi adalah mereka yang berangkat kerja pada pagi hari dan pulang pada sore hari atau malam hari, pada hari yang sama, sehingga menyebabkan penambahan jumlah penduduk di daerah tujuan pada siang harinya.

NTT adalah salah satu provinsi di Indonesia yang penduduknya juga melakukan mobilitas ulang-alik (commuting). Sebagian besar pelaku Commuter di NTT adalah tenaga kerja.

Jumlah pekerja commuter di NTT sebesar 9.724 (0,45%). Dengan status pekerjaan paling banyak adalah karyawan/pegawai (74,50%). Jarak tempuh paling banyak (+30km). Dan jenis transportasi yang paling sering digunakan adalah transportasi pribadi (65,97%). (Sumber : Hasil SAKERNAS Agustus 2014)Dalam bermobilitas, penduduk Kabupaten Kupang, Desa Tuapukan lebih tertarik melakukan perpindahan jarak yang dekat atau melakukan mobilitas non permanen (mobilitas ulang-alik). Jarak yang dekat antara Kota Kupang dengan Kabupaten Kupang, menjadi salah satu fakor pendukung tenaga kerja untuk menjadi commuter ke Kota Kupang. Jarak merupakan faktor utama yang penting dalam mendorong masyarakat untuk melakukan mobilitas penduduk.Sarana transportasi yang memadai dan lancar juga turut serta memperlancar arus mobilitas ulang-alik. Selain itu, peluang kerja juga menjadi factor yang mendukung terjadinya mobilitas ulang-alik. Ketersediaan kesempatan kerja dengan berbagai jenis pekerjaan yang ada di Kota, menjadi salah satu penarik masyarakat dari desa melakukan mobilitas ulang-alik ke kota. Di samping itu, perbandingan

(3)

tingkat pendapatan di Desa yang relatif lebih rendah dari pada di Kota, ikut mendukung lancarnya arus mobilitas ulang-alik.

Berdasarkan uraian latar belakang masalah, maka rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : (1)Apakah ada pengaruh factor jarak terhadap keputusan tenaga kerja Desa Tuapukan melakukan mobilitas ulang-alik ke Kota Kupang? (2) Apakah ada pengaruh factor sarana transportasi terhadap keputusan tenaga kerja Desa Tuapukan melakukan mobilitas ulang-alik ke Kota Kupang? (3)Apakah ada pengaruh factor peluang kerja terhadap keputusan tenaga kerja Desa Tuapukan melakukan mobilitas ulang-alik ke Kota Kupang?

(4)Apakah ada pengaruh factor tingkat pendapatan terhadap keputusan tenaga kerja Desa Tuapukan melakukan mobilitas ulang-alik ke Kota Kupang?

B. METODE PENELITIAN

Peneliti berlokasi di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebesar 400 orang. Kemudian untuk mendapatkan sampel proporsional yang mewakili setiap dusun secara memadai, maka digunakan teknik proporsional random sampling. Untuk menentukan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus Taro Yamane (Taro Yamane, 1967). Dari hasil perhitungan disapatkan jumlah sampel sebesar 80 orang. Untuk penarikan sampel dari populasi dilakukan dengan teknik simple random sampling dengan cara acak. Penelitian ini terbagi dari dua variabel, yaitu variabel terikat (variabel dependen) dan variabel bebas (variabel independen). Varibel terikat dalam penelitian ini adalah keputusan dalam melakukan mobilitas ulang-alik dan variabel bebas adalah jarak, sarana transportasi, peluang kerja, dan pendapatan.

Secara umum analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik inferensial secara kuantitatif dengan pendekatan spasial geografi. Statistik inferensial berupa kajian tentang penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan objek yang menjadi perhatian namun hanya atas dasar data sebagian objek. Statistik inferensial adalah ilmu pengetahuan statistik yang bertugas mempelajari tata cara penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan populasi berdasarkan data hasil penelitian pada sampel (bagian dari populasi). Analisa keruangan dalam geografi mempelajari perbedaan lokasi mengenai sifat-sifat penting atau seri sifat-sifat penting. Pendekatan keruangan adalah suatu metode untuk memahami gejala tertentu agar mempunyai pengetahuan yang lebih mendalam melalui media ruang yang dalam hal ini variabel ruang mendapat posisi utama dalam setiap analisis. (Hadi Sabari Yunus, 2010:

44).

Analisis yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan yang tercantum dalam identifikasi masalah. Menurut Sugiyono (2014:206) yang dimaksud dengan analisis data adalah sebagai berikut: “Analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mantabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data dari setiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan”. Analisis data merupakan proses penyederhanaan data kedalam bentuk yang lebih mudah dibaca, dipahami dan diinterpretasikan. Analisis data yang dilakukan dengan bantuan dari program SPSS sebagi alat untuk meregresikan model yang telah dirumuskan.Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analsis regresi ganda. Analisis regresi digunakan apabila ingin

Jurnal Geografi Volume 15 Nomor 2 Desember 2019

(4)

mengetahui bagaimana variable dependen/kriteria dapat diprediksi melalui variable independen. Untuk mengetahui besarnya pengaruh dari suatu variabel bebas (independentvariable) terhadap variabel terikat (dependent variable) maka penelitian ini menggunakan model regresi ganda (Multiple Regression). Analisis regresi ganda digunakan oleh peneliti, bila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen (kriterium), bila dua atau lebih variabel independen sebagai prediktor dimanipulasi (dinaikturunkan nilainya). Pada penelitian ini menggunakan analisis regresi ganda dengan menggunakan rumus persamaan regresi untuk dua prediktor adalah:

Di mana :

Y = subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan a = harga Y bila X = 0 (harga konstan)

b = angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen.

X = subyek pada variabel Independen yang mempunyai nilai tertentu.

Setelah melakukan perhitungan dengan menggunakan rumus persamaan regresi dengan menggunakan aplikasi SSPS, yang dilakukan selanjutnya adalah pengujian hipotesis. Sebelum melakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan pengujian untuk memenuhi persyaratan dan memperoleh penaksiran yang terbaik. Adapun uji pengujian tersebut adalah uji normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas. Pengujian hipotesis yang digunakan adalah Uji t (Uji Parsial) dan Uji F (Pengujian Secara Simultan)

C. HASIL DAN PEMBAHASAN

Desa Tuapukan merupakan 1 dari 13 wilayah desa dan kelurahan yang berada di Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.Sebagai sebuah wilayah administratif pedesaan, desa Tuapukan memiliki batas-batas wilayah definitive yakni:Sebelah barat berbatasan dengan Desa Tanah Putih.Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Merdeka. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Oefafi, dan Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Merdeka.

Jarak antara Desa Tuapukan dan tempat tujuan bekerja di Kota bervariasi, berkisar antara 15 sampai 30 Km dan terletak di jalur transportasi utama Trans Timor yang menghubungkan antara Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten TTS, Kabupaten TTU, dan Kabupaten Belu. Sejak tahun 2007 sampai tahu 2018, terdapat sebanyak 400 orang tenaga kerja asal Desa Tuapukan yang bekerja di Kota Kupang dengan cara melakukan mobilitas ulang-alik setiap hari.

Perilaku mobilitas ulang-alik harian tenaga kerja asal Desa Tuapukan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang meliputi, pertama adalah pengaruh jarak tempuh dari desa asal.Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan rumus analisis regresi berganda, variabel jarak memiliki t hitung sebesar 2,176 dan nilai signifikan sebesar 0,033. Hasil penelitian diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,033 < 0,05; maka disimpulkan bahwa hipotesis (H1) yang berbunyi “Jarak berpengaruh terhadap pengambilan keputusan tenaga kerja Desa Tuapukan melakukan mobilitas ulang-alik ke Kota Kupang”, diterima. Hasil uji hipotesis dari penelitian ini menunjukan bahwa jarak berpengaruh terhadap pengambilan keputusan melakukan mobilitas ulang-alik tenaga kerja Desa Tuapukan ke Kota Kupang.

(5)

Hasil penelitian ini sesuai dengan landasan teori yang digunakan, yaitu teori migrasi Everett S.

Lee (dalam Mantra, 2004) yang berpendapat bahwa salah satu factor yang mempengaruhi arus migrasi adalah rintangan antara daerah asal dan daerah tujuan. Kota atau daerah tujuan yang berjarak jauh dengan daerah asal cenderung menghasilkan mobilitas penduduk permanen.

Sedangkan yang berjarak sedang menghasilkan mobilitas sirkuler, dan yang berjarak cukup dekat dilakukan secara ulang-alik (commuting). Dalam Iskandar N (1981) migrasi commuter hanya akan terjadi bila ada kesempatan kerja dan lokasi tempat kerja tersebut dapat dicapai dengan mudah. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa lebih banyak pelaku mobilitas ulang-alik memilih tempat tujuan bekerja di kota yang terdekat jaraknya dari daerah asalnya.

Sehingga dapat disimpulkan pula bahwa semakin jauh jarak semakin sedikit pelaku mobilitas ulang-alik sedangkan semakin dekat jarak semakin banyak pelaku mobilitas ulang-alik.

Kedua adalah pengaruh ketersediaan sarana transportasi. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan rumus analisis regresi berganda, variabel sarana transportasi memiliki memiliki t hitung sebesar 3,181 dan nilai signifikan sebesar 0,002. Nilai signifikansi 0,002 < 0,05, maka Hipotesis (H2) yang berbunyi “Sarana Transportasi berpengaruh terhadap pengambilan keputusan tenaga kerja Desa Tuapukan melakukan mobilitas ulang-alik ke Kota Kupang”, diterima. Hasil uji hipotesis ini menunjukkan bahwa sarana transportasi berpengaruh terhadap pengambilan keputusan melakukan mobilitas ulang-alik.

Hasil penelitian ini sesuai dengan landasan teori yang digunakan, yaitu teori migrasi Everett S.

Lee (dalam Mantra, 2004) yang berpendapat bahwa salah satu factor yang mempengaruhi arus migrasi adalah rintangan antara daerah asal dan daerah tujuan. Rintangan antara dapat berupa:

ongkos pindah, topografi wilayah asal dengan daerah tujuan, sarana transportasi serta jarak desa ke kota. Dari hasil penelitian ini diperoleh data, lebih banyak pelaku mobilitas ulang-alik memilih tempat tujuan bekerja di wilayah yang dilalui jalur transportasi umum, sehingga memudahkan aktifitas ulang-alik. Sedangkan data lainnya menunjukan bahwa terdapat banyak pelaku mobilitas ulang-alik menggunakan kendaraan pribadi dalam bekerja untuk mempermudah aktifitas ulang-alik, apabila ditetapkan waktu mulai dan selesai bekerja dari tempat pelaku bekerja. Sehingga dapat disimpulkan semakin banyak tersedia sarana transportasi, semakin besar pula tingkat mobilitas ulang-alik.

Ketiga adalah pengaruh peluang kerja di kota tujuan.Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan rumus analisis regresi berganda, variabel peluang kerja memiliki t hitung sebesar 2,800 dan nilai signifikan sebesar 0,006. Nilai signifikansi 0,006 < 0,05, maka Hipotesis (H3) yang berbunyi “Peluang Kerja berpengaruh terhadap pengambilan keputusan tenaga kerja Desa Tuapukan melakukan mobilitas ulang-alik ke Kota Kupang”, diterima.

Hasil uji hipotesis ini menunjukkan bahwa peluang kerja berpengaruh terhadap pengambilan keputusan melakukan mobilitas ulang-alik.

Hasil penelitian ini sesuai dengan landasan teori yang digunakan, yaitu teori migrasi Todaro yang berpendapat bahwa Keputusan untuk bermigrasi bergantung pada selisih antara tingkat pendapatan yang diharapkan di kota dan tingkat pendapatan aktual di pedesaan. Besar kecilnya selisih pendapatan itu sendiri ditentukan oleh dua variabel pokok, yaitu selisih upah aktual di kota dan di desa, serta besar atau kecilnya kemungkinan mendapatkan pekerjaan di perkotaan yang menawarkan tingkat pendapatan sesuai dengan yang diharapkan. Dari hasil penelitian ini pula dapat disimpulkan semakin besar atau banyak peluang kerja di kota tujuan semakin besar pula tingkat mobilitas ulang-alik.

Keempat adalah pengaruh pendapatan. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan rumus analisis regresi berganda, variabel pendapatan memiliki t hitung sebesar 1,281 dan nilai signifikan sebesar 0,204. Nilai signifikansi 0,204 > 0,05, maka Hipotesis (H4) yang berbunyi ”Pendapatan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan tenaga kerja Desa

Jurnal Geografi Volume 15 Nomor 2 Desember 2019

(6)

Tuapukan melakukan mobilitas ulang-alik ke Kota Kupang”, ditolak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan tidak berpengaruh terhadap pengambilan keputusan melakukan mobilitas ulang-alik.

Hasil penelitian ini bertolak belakang dengan landasan teori yang digunakan, yaitu teori migrasi Todaro yang berpendapat bahwa keputusan untuk bermigrasi bergantung pada selisih antara tingkat pendapatan yang diharapkan di kota dan tingkat pendapatan aktual di pedesaan.

Maka dapat disimpulkan pendapatan tidak berpengaruh terhadap keputusan melakukan mobilitas ulang-alik tenaga kerja desa tuapukan.

D. SIMPULAN

Jarak dapat mempengaruhi pengambilan keputusan tenaga kerja Desa Tuapukan dalam melakukan mobilitas ulang-alik ke Kota Kupang. Pendapat ini didukung oleh uji statistik yang menjelaskan tentang jika signifikansi lebih kecil atau sama dengan 0,05 (≤ 0,05) maka hipotesis diterima. Hasil penelitian diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,033 < 0,05; maka disimpulkan bahwa hipotesis (H1) yang berbunyi “Jarak berpengaruh terhadap pengambilan keputusan tenaga kerja Desa Tuapukan melakukan mobilitas ulang-alik ke Kota Kupang”, diterima.

Sarana Transportasi dapat mempengaruhi pengambilan keputusan tenaga kerja Desa Tuapukan dalam melakukan mobilitas ulang-alik ke Kota Kupang. Pendapat ini didukung oleh uji statistik yang menjelaskan tentang jika signifikansi lebih kecil atau sama dengan 0,05 (≤ 0,05) maka hipotesis diterima. Hasil penelitian ini diperoleh nilai signifikansi 0,002 < 0,05, maka Hipotesis (H2) yang berbunyi “Sarana Transportasi berpengaruh terhadap pengambilan keputusan tenaga kerja Desa Tuapukan melakukan mobilitas ulang-alik ke Kota Kupang”, diterima.

Peluang Kerja dapat mempengaruhi pengambilan keputusan tenaga kerja Desa Tuapukan dalam melakukan mobilitas ulang-alik ke Kota Kupang. Pendapat ini didukung oleh uji statistik yang menjelaskan tentang jika signifikansi lebih kecil atau sama dengan 0,05 (≤ 0,05) maka hipotesis diterima. Hasil penelitian ini diperoleh nilai signifikansi 0,006 < 0,05, maka Hipotesis (H3) yang berbunyi “Peluang Kerja berpengaruh terhadap pengambilan keputusan tenaga kerja Desa Tuapukan melakukan mobilitas ulang-alik ke Kota Kupang”, diterima.

Pendapatan tidak mempengaruhi pengambilan keputusan tenaga kerja Desa Tuapukan dalam melakukan mobilitas ulang-alik ke Kota Kupang. Pendapat ini didukung oleh uji statistik yang menjelaskan tentang jika signifikansi lebih kecil atau sama dengan 0,05 (≤ 0,05) maka hipotesis diterima. Hasil penelitian ini diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,204. Dapat disimpulkan bahwa 0,204> 0,05, maka Hipotesis (H4) yang berbunyi ”Pendapatan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan tenaga kerja Desa Tuapukan melakukan mobilitas ulang-alik ke Kota Kupang”, ditolak.

E. DAFTAR PUSTAKA

Adioetomo dan Samosir. 2010. Dasar-Dasar Demografi. Jakarta: Salemba Empat.

Atik Nuraini. 2006. Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Minat Migrasi Sirkuler Menginap/Mondok (Studi Kasus Kabupaten Boyolali). Skripsi S1(tidak dipublikasikan).Semarang : FE UNDIP.

(7)

Ara Shera Reganatha. 2008. Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Migrasi Intern Di Kelurahan Tlogosari Kulon Kecamatan Pedurungan –Semarang. Skripsi S1 (tidak dipublikasikan). Semarang: STIKUBANK.

Arikunto Suharsini. 2002: 108. Prosedur Penelitian. Yogyakarta: Trinita Cipta.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Arsyad, Lincolin. 2005. Pengantar Perencanaan Pembangunan Ekonomi Daerah,Edisi Kedua. Yogyakarta: BPFE.

Bambang Prasetyo dan L.M. Jannah. 2005. Metode Penelitian Kuantitatif: Teoridan Aplikasi, Jakarta: Grafindo.

Badan Pusat Statistik. 2017. Kecamatan Kupang Tengah Dalam Angka. Kabupaten Kupang.

Bili Bora, Lukas, 2012. Modul Geografi Budaya. Kupang: Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Undana

Bintarto, R. 1977. Suatu Pengantar Geografi Desa. Yogyakarta : U.P. Spring.

Dina Villantina. 2008. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Migrasi ke Kecamatan Pedurungan. Skripsi S1 (tidak dipublikasikan) Semarang:FE UNDIP.

Erwindo, et al. 1992. Studi Keterkaitan Desa-Kota. Bogor: Pusat Penelitian StudiEkonomi.

Everret S. Lee .2000. Teori Migrasi. Yogjakarta: Pusat Penelelitian Kependudukan UGM.

Furqon, Ukon Ahmad. 1998. Urbanisasi dan Hubungan Desa-Kota di Indonesia,Bandung:

ITB.

Furqon. 2004. Statistik Terapan untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Gujarati, D.N dan Porter, D.C. 2012. Dasar- dasar Ekonometrika Edisi Kelima. Jakarta.

Penerbit: Salemba Empat.

Ghozali, Imam. 2001. Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program SPSS. Semarang:

BadanPenerbit Universitas Diponegoro.

Handiyatmo, D. 2011. Migrasi Internal Penduduk Indonesia: Hasil SensusPenduduk 2010.

Subdirektorat Statistik Demografi. Jakarta: BadanPusat Statistik.

Herrhyanto, Nar dan Akib Hamid, H.M. 2007. Statistika Dasar. Jakarta: Universitas Terbuka.

Jurnal Geografi Volume 15 Nomor 2 Desember 2019

(8)

Imam Ghazali. 2005. Aplikasi Analisis Multivariat Dengan Program SPSS, Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Indriani, P. 2010. Analisis Keputusan Tenaga Kerja Menjadi Commuter.Skripsi. Semarang:

Program Sarjana Universitas Diponegoro Semarang.

Iqbal M Hasan. 2002. Metodologi Penelitian. Ghalia Indonesia.

Kuncoro, Mud rajad. 2006. Ekonomika Pembangunan Teori, Masalah danKebijakan.

Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Keban, T. Yeremias. 2004. Enam Dimensi Strategis Administrasi Publik, Konsep, Teori, dan Isu. Yogyakarta:Gaya Media.

Lincolin Arsyad. 1999. Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta:Fakultas Ekonomi UGM

Mantra, Ida Bagoes. 1992. Pola dan arah migrasi penduduk antarpropinsi diIndonesia tahun 1990. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada Press.

Mantra, I.B.1999.Mobilitas Penduduk Sirkuler dari Desa ke kota di Indonesia. Yogyakarta:

Pusat Penelitian Kependudukan Universitas Gajah Mada.

Mantra. 2000. Demografi Umum. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mantra, Ida Bagoes. 2000. Langkah-Langkah Penelitian Survei Usulan Penelitian dan Laporan Penelitian. Yogyakarta : Fakultas Geografi UGM.

Mantra, Ida Bagoes. 2003. Demografi Umum. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Mantra. 2004. Filsafat penelitian & metode penelitian social. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Manulang, SH. 1995. Pokok-Pokok Hukum Ketenagakerjaan di Indonesia, Cetakan kedua.

Jakarta :Rineka Cipta.

Mudrajad Kuncoro. 2005. Ekonomi Pembangunan (Teori, Masalah dan Kebijakan).

Yogyakarta: UPP AMP YKPN.

Muhammad Rizal. 2006. Keputusan Migrasi Sirkuler Pekerja Sektor Formal di Kota Medan.

Jurnal.

Munir, Rozy. 1981. Dasar-dasar Demografi. Jakarta : Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.

Munir, Rozy. 2000. Migrasi dalam Lembaga Demografi FEUI Dasar-dasarDemografi: edisi 2000. Jakarta: Lembaga Penerbit UI.

Munir, Rozy. 2000. “Migrasi”, Dasar-dasar Demografi edisi 2000. Jakarta:Lembaga Penerbit UI.

(9)

Munir, Rozy. 2004. Dasar-Dasar Demografi. Jakarta : Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Pardoko, R.H. 1987. Mobilitas Migrasi dan Urbanisasi. Bandung: Angkasa.

Pangaribuan, K.H .2013. Analisis Pengaruh Pendapatan, Pendidikan, Pekerjaan Daerah Asal, Jumlah Tanggungan, dan Status Perkawinan terhadap Keputusan Migrasi Sirkuler Ke Kota Semarang. Skripsi. Semarang: Program Sarjana Universitas Diponegoro SEMARANG.

Prijono, Tjiptoherijanto, 1998. Migrasi Urbanisasi dan Pasar Kerja diIndonesia. Jakarta:

Penerbit Universitas Indonesia.

Puspitasari, A.Y. 2010. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Migrasi Sirkuler Ke Kabupaten Semarang. Skripsi. Semarang: Program Sarjana Universitas Diponegoro SEMARANG.

Ruhimat, Mamat. 2016. Geografi Penduduk. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Rustiadi, Ernan, S. Saefulhakim, dan D.R. Panuju. (2011). Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Jakarta: Crestpent Press dan Yayasan PustakaObor Indonesia.

Saefullah, H.A., 1995. Mobilitas Penduduk Desa Kota. Jembatan Modernisasi Pedesaan.Jakarta: LP3ES.

Santoso, Singgih. 2012. Panduan Lengkap SPSS Versi 20. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Sarjono Herry Warsono. 2005. Transmigrasi, Perpindahan Penduduk dan Disparitas Ekonomi Wilayah. Jurnal.

Sofyan Yamin dan Heri Kurniawan. 2009. SPSS Complete. Jakarta: Salemba Infotek Sugianto,dkk. 2001, Teknik Sampling. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama.

Sugiyono.2008.Metode Penelitian Kualitatif dan R&D.Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2008. Statistik Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sunaryo, T.M dkk. 2005. Pengelolaan Sumber Daya Air. Malang: Bayumedia Publishing Anggota IKAPI Jatim.

Supranto, J. 2003. Statistik Teori dan Aplikasi. Jakarta: Erlangga.

Simanjuntak, J. Panyaman. 1985. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta:

Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Simanjuntak, J. Panyaman. 1988. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia. Jakarta:

Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Jurnal Geografi Volume 15 Nomor 2 Desember 2019

(10)

Singarimbun, Masri dan Effendy, Sofian 1987. Metode penelitian survey,Yogyakarta: PT, Pustaka LP3ES Indonesia.

Tika, Pabundu. 2005. Metode Penelitian Geografi. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Yunus, Hadi Sabari. 2010. Metode Penelitian Wilayah Kontemporer. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perlakuan D (penambahan vitamin mix 3 % dari jumlah pakan) memberikan hasil terbaik untuk

Manfaat yang diharapkan dari Analisis Kepuasan Pelayanan Pasien pada Instalasi Rawat Jalan di Rumah Sakit Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah Batam ini adalah Memberikan

menggunakan model konvensional penulis menggunakan pembelajaran biasa saat ini ternyata hasilnya kurang memuaskan, karena kekeliruan dalam memandang proses

Keragaan karakter agronomi yang diamati terdiri dari umur berbunga, umur panen, tinggi tanaman saat panen, jumlah cabang produktif, jumlah buku produktif, jumlah

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) meyakini pembangunan jalan tol ruas tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan target yakni pada 2018 kendati pembebasan lahan baru mencapai 40%

(6) Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah program pendidikan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan S1 kependidikan dan S1/D4

Pada penelitian ini, penurunan indeks plak terlihat masih terdapat 2 responden dengan kategori buruk, hal ini dikarenakan kedua respoden tersebut memiliki tingkat

Sejauh pengamatan peneliti, penelitian mengenai perbedaan adversity quotient pada mahasiswa yang mengikuti Objective Structured Clinical Skills (OSCE) berdasarkan motivasi