• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEORI DAN KONSEP PENGANGGARAN SEKTOR PUBLIK STEFANUS IRAMA NDRURU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TEORI DAN KONSEP PENGANGGARAN SEKTOR PUBLIK STEFANUS IRAMA NDRURU"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

TEORI DAN KONSEP PENGANGGARAN SEKTOR

PUBLIK

STEFANUS IRAMA NDRURU

1811151640

(2)

1. Pengertian Anggaran sektor public

Anggaran Kata berasal dari 'Bougettee' sebuah kata dalam bahasa Prancis yang berarti kantong kulit di mana dana dialokasikan untuk memenuhi biaya yang diantisipasi. Sebenarnya, inilah ide dasar di balik penganggaran. Anggaran adalah pernyataan hasil yang diharapkan dinyatakan dalam istilah numerik. Itu dibentuk sebelum periode yang diterapkan. Ini adalah instrumen perencanaan sekaligus kontrol. Anggaran dapat dilihat sebagai rencana ekonomi untuk periode waktu tertentu. Penganggaran adalah proses menyiapkan anggaran. Penganggaran pada dasarnya adalah proses manajerial yang berkaitan dengan perencanaan, koordinasi dan pengendalian. Anggaran bisnis adalah rencana yang mencakup semua fase operasi perusahaan untuk jangka waktu tertentu.

Anggaran adalah dasar dari perencanaan keuangan yang membantu untuk memantau, mengontrol dan membimbing ekonomi menuju pembangunan yang direncanakan dan

memastikan pemanfaatan sumber daya yang efisien dan efektif.Menurut Mardiasmo (2004;62) “Anggaran sektor publik merupakan suatu rencana kegiatan yang dipresentasikan dalam bentuk rencana perolehan pendapatan dan belanja dalam satuan moneter.”

Anggaran sektor publik merupakan rincian dari seluruh aspek kegiatan yang akan dilaksanakan dan dibuat secara tersusun atas rencana pendapatan dan pengeluaran yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu satu tahun. Anggaran sektor publik dibuat untuk membantu pemerintah dalam menentukan tingkat kebutuhan masyarakat dan mengontrol ekonomi menuju

pembangunan yang direncanakan.

2. Fungsi Anggaran Sektor Publik

Anggaran sektor publik menjadi kendali dan tolok ukur untuk setiap aktivitas yang dilkukan. Menurut Mardiasmo (2004:63-66) dikemukakan bahwa anggaran sektor publik memiliki beberapa fungsi utama yaitu sebagai berikut :

1. Anggaran sebagai alat perencanaan (Planning Tool).

Anggaran merupakan sebuah sebuah alat perencanaan yang dibuat oleh sebuah

organisasi. Anggran sektor publik dbuat uantuk merencanakan tindakan apa yang akan dilakukan oleh pemerintah, seperti berapa biaya yang dibutuhkan, dan berapa hasil yang diperoleh dari belanja pemerintah tersebut,sehingga anggaran yang dibuat dapat

teralokasi dan terorganisir.

2. Anggaran sebagai alat pengendalian (Control Tool).

Anggaran dapat mengendalikan pemborosan dana anggaran yang sudah di buat terlebih dahulu dan mampu memberikan perbandingan antara kinerja aktual dengan kinerja yang dianggarkan.

(3)

Anggaran sebagai alat kebijakan fiskal pemerintah digunakan untuk menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Melalui anggaran publik tersebut dapat diketahui arah kebijakan fiskal pemerintah, sehingga dapat dilakukan prediksi prediksi dan ekonomi ekonomi.Anggaran dapat digunakan mrndorong, memfasilitasi, dan mengkoordinasi kegiatan ekonomi masyarakat sehinnga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.

4. Anggaran sebagai alat politik (Political Tool).

Anggaran merupakan dokumen politik sebagai bentuk komitmen eksekutif dan kesepakatan legislatif atas penggunaan dana publik.

5. Anggaran sebagai alat koordinasi dan komunikasi (Coordination and Comunication Tool).

Anggaran sebagai alat komunikasi intern yang menghubungkan berbagai unit kerja dan mekanisme kerja antar atasan dan bawahan.

6. Anggaran sebagai alat penilaian kinerja (Performance MeansurmentTool).

Kinerja eksekutif akan dinilai berdasarkan pencapaian target anggaran dan efisiensi pelaksanaan anggaran.

7. Anggaran sebagai alat motivasi (Motivation Tool)

Anggaran dibuat sesuai dengan target yang akan dicapai oleh karena itu anggaran yang dibuat hendaknya jangan terlalu sedikit dan jangan terlalu tinggi sehingga angggaran yang dibuat sesuai target

8. Anggaran sebagai alat untuk menciptakan ruang publik (Public Sphere)

Dengan adanya anggaran maka tugas pemangku kepentingan dan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ini dengan skala prioritas sesuai visi misi

pemerintahan. Dengan terpenuhinya aspirasi mereka maka kondisi bernegara dapat lebih baik dan terhindar dari demo dan kegaduhan politik yang menguras energi bangsa.

3. Tujuan dan Karakteristik Anggaran Sektor Publik

Anggaran sektor publik selalu dikaitkan dengan akuntansi legislatif. Anggaran dapat dirumuskan sebagai alat akuntabilitas, alat manajemen, dan instrumen kebijakan ekonomi

dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan public dan kesejahteraan masyarakat. Proses akhir penyusunan anggaran merupakan hasil persetujuan politik, termasuk item pengeluaran harus disetujui para legislator. Pihak unit kerja pemerintah merupakan pelaksana pengelolaan dana dan program.

Karakteristik Anggaran Sektor public yaitu: 1. Anggaran dinyatakan dalam satuan keuangan

2. Anggaran umumnya mencakup jangkauan tertentu, satu atau beberapa tahun, jangka pendek, dan menengah atau panjang.

(4)

3. Anggaran berisi komitmen atau kesanggupan manajemen untuk mencapai sasaran yang ditetapkan.

4. Usulan anggaran ditelaah dan disetujui oleh pihak berwenang yang lebih tinggi dari penyusun anggaran

5. Sekali disusun, anggaran hanya dapat diubah dalam kondisi tertentu.

4. Prinsip-prinsip Dalam Penganggaran Sektor Publik

Prinsip-prinsip dalam penganggaran sector public yaitu : 1. Otorisasi oleh badan legislatif

Dalam menetapkan suatu anggaran keuangan negara atau anggaran sektor publik, anggaran tersebut terlebih dahulu harus mendapatkan otorisasi dari pihak legislatif sebelum akhirnya berada pada eksekutif dan akhirnya melakukan pembelanjaan pada anggaran tersebut.

2. Komprehensif

Anggaran yang dibuat haruslah menunjukkan semua penerimaan dan juga pengeluaran pemerintah. Maka dari itu, adanya dana atau anggaran non budgetair pada hakikatnya mengingkari prinsip anggaran yang sifatnya komprehensif.

3. Keutuhan anggaran

Selanjutnya adalah prinsip keutuhan anggaran, yakni semua penerimaan dan belanja pemerintah haruslah terhimpun didalam dana umum.

4. Nondiscretionery Appropriation

Artinya yang disetujui oleh pihak dewan legislatif harus bisa dimanfaatkan secara ekonomis, efektif dan efisien.

5. Periodik

Anggaran adalah suatu proses yang sifatnya periodik, dapat tahunan ataupun multitaunan. 6. Akurat

Estimasi anggaran seharusnya tidak memasukkan cadangan yang tersembunyi, yang mana ini menyebabkan pembengkakkan dan pemborosan serta inefesiensi anggaran yang mana bisa menyebabkan munculnya understimate pendapatan dan juga over estimate pengeluaran.Ini juga berarti anggaran yang ditulis benar-benar tepat dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan.

(5)

Dalam melakukan penganggaran, anggaran harusnya dibuat secara sederhana, dapat dipahami masyarakat dan juga tidak membuat bingung orang lain dalam membacanya.

8. Diketahui Publik

Prinsip selanjutnya adalah, anggaran yang dibuat haruslah disebar luaskan atau dengan kata lain diinformasikan kepada masyarakat luas dan terdapat kemudahan untuk mengaksesnya.

5. Pendekatan Pengaganggaran Sektor Publik

Pendekatan penganggaran sektor publik dibedakan menjadi dua bagian, yaitu pendekatan fungsional dan pendekatan pengambilan keputusan. Pendekatan fungsional dilakukan dengan penerapan penyaluran anggaran terhadap kegiatan fungsional organisasi/lembaga dengan tujuan untuk mengoptimalkan berbagai aktifitas lembaga sekaligus mengintegrasikan berbagai program melalui proses penyesuaianPendekatan pengambilan keputusan didasarkan karena anggaran disusun melalui pengambilan keputusan terhadap kehidupan dan tujuan organisasi.

Pendekatan yang dapat digunakan dalam perencanaan dan penyusunan anggaran sektor publik adalah sebagai berikut:

A. Pendekatan Tradisional

Pendekatan anggaran tradisional pada umumnya di negara berkembang masih banyak yang menggunakan metode seperti ini. Terdapat dua ciri utama dalam pendekatan ini, diantaranya adalah penyusunan anggaran didasarkan pada pendekatan

Incrementalism, yakni hanya menambah atau mengurangi jumlah dana/uang pada item-item anggaran yang sudah ada sebelumnya dengan menggunakan data masa lalu tanpa mempertimbangkan keadaan yang terjadi pada saat ini sehingga keputusan diambil tanpa kajian yang mendalam. Ciri yang kedua adalah struktur dan susunan anggaran bersifat line-item. Maksudnya adalah dana yang dianggarkan sebagai penerimaan dan pengeluaran saat ini adalah bersumber dari dataatau item masa lalu, meskipun pada kenyataannya item-item tersebut sudah tidak relevan lagi untuk digunakan pada saat ini.

B. Pendekatan New Public Management

New Public Management berfokus kepada manajemen sektor publik yang

berorientasi pada kinerja, bukan kebijakan. Penggunaan NPM tersebut menimbulkan beberapa konsekuensi, diantaranya tuntutan untuk melakukan efisiensi, pemangkasan biaya, dan kompetensi tender. Konsep NPM ini muncul pada tahun 1980-an yang digunakan untuk menggambarkan reformasi sektor publik di Inggris dan Selandia Baru. NPM menekankan pada kontrol atas output kebijakan pemerintah,

(6)

pasar, serta layanan yang berorientasi masyarakat. NPM diyakini memiliki peranan efektif bagi reformasi sektor publik, terlihat dari peningkatan jumlah negara yang mengenalkan prinsip-prinsip NPM di dalam pemerintahan mereka. IMF dan World Bank adalah beberapa badan keuangan di dunia yang merupakan pembela paradigma NPM ini.

6. Penganggaran dan Standar Pelayanan Minimal

Standar Pelayanan Minimal (SPM) adalah suatu dokumen yang bertujuan untuk memberikan acuan untuk melaksanakan perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian serta pangawasan dan pertanggung jawaban penyelenggaraan pelayanan. Selain itu Standar Pelayanan Minimal (SPM) juga bertujuan untuk memberikan pemahaman yang sama terkait definisi

operasional, indikator kinerja, ukuran/satuan, pembilang dan penyebut, perhitungan, sumber data, langkah kegiatan dan kebutuhan sumber daya manusia.

Hal ini diharapkan dengan adanya dokumen SPM maka dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan, ketanggapan kebutuhan dalam melakukan pelayanan, pembiayaan pengembangan pelayanan, kuantitas dan perluasan jangkauan pengguna. Setelah Standar Pelayanan Minimal (SPM) dijalankan dengan baik maka akan berdampak pada kepuasan pengguna layanan dan kemandirian dalam pemberian layanan. Prinsip dalam menyusun dokumen Standar Pelayanan Minimal (SPM) ini mengacu pada progran pencapaian target di setiap tahunnya, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan dibebankan kepada anggaran PPK-Badan Layanan Umum Daerah dan APBD.

Referensi

Dokumen terkait

Kabupaten Kendal Belanja Alat Tulis Kantor, Belanja Perangko, Materai Dan Benda Pos Lainnya, Belanja Telepon, Belanja Jasa Administrasi Dekorasi dan Dokumentasi, Belanja Jasa

Bahwa benar, dengan demikian Terdakwa telah meninggalkan Kesatuan Kosekhanudnas IV Biak, tanpa ijin yang sah dari Komandan Kosekhanudnas IV Biak atau atasan lain

Bahwa Terdakwa pada waktu-waktu dan di tempat-tempat seperti tersebut di bawah ini, yaitu sejak tanggal Empat Belas bulan September tahun Dua Ribu Dua Belas

Bahwa benar, sampai di halaman Kantor Kompi B, Terdakwa melihat Saksi I bersama Saksi III dan Saksi II, kemudian Terdakwa menuju Saksi I setelah kurang lebih berjarak 1

4.2 Gambaran Brand Experience, Kepuasan Pelanggan, Repurchase Intention dan Dimensinya pada Pelanggan Klinik Skin Care di Kota Bandung

sesuatu pesan yang akan disampaikan untuk kita. c) Olah rasa mengajarkan saya untuk mensyukuri apa yang telah saya miliki. Menjaganya dan memperjuangkannya. Hal ini

komputerisasi yang dapat digunakan untuk memudahkan proses audit serta pengendalian internal bagi perusahaan atau organisasi terkait.. Manfaat bagi