• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rahmi Efiati 1,* 1 Sekolah Menengah Pertama Negeri 5, Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat. Abstrak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rahmi Efiati 1,* 1 Sekolah Menengah Pertama Negeri 5, Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat. Abstrak"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Email : [email protected] Jurnal Pendidikan Matematika dan

Matematika

1

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP IPA (STRUKTUR

JARINGAN TUMBUHAN DAN FUNGSINYA SERTA TEKNOLOGI

YANG TERINSPIRASI OLEH STRUKTUR TUMBUHAN) MELALUI

METODE DARING OBESITAS (OBSERVASI, LITERASI DAN

KREATIFITAS)

Rahmi Efiati1,*

1Sekolah Menengah Pertama Negeri 5, Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat

* [email protected]

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakpastian akhir pandemi Covid-19 yang mengharuskan siswa belajar dari rumah (BDR). Sehingga pendidik harus kreatif dan inofatif dalam membuat sebuah virtual classrom yang menarik agar siswa tetap terfokus dan tidak bosan pada layar kaca gadget/gawainya dalam proses belajar seharian disamping itu pula rendahnya pemahaman konsep IPA yang disebabkan oleh kurangnya kemampuan literasi sains, kurangnya kesempatan untuk mengamati (observasi) lingkungan sekitar dan kurang kreatif semangat belajar sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar yang kurang memuaskan dan selalu dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM=75) yakni 56,55 .Sebagai pengganti proses pembelajaran di sekolah, kegiatan belajar dari rumah diharapkan mampu menghasil proses yang tidak jauh berbeda dengan proses regular pada biasanya. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keberhasilan siswa dalam mencapai kompetensi yang diharapkan perlu diterapkan langkah-langkah dalam memilih metoda pembelajaran IPA. Salah satu methoda pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar IPA dimasa pandemi (Wilayah Zona Merah) menurut peneliti adalah methoda daring obesitas. Methoda daring obesitas adalah metoda daring yang dikombinasikan dengan observasi,literasi dan kreatifitas (Obesitas) melibatkan siswa keluar rumah sambil jalan-jalan mengamati lingkungan sekitar untuk mengamati (Obserfasi) struktur tumbuhan yang ada disekitar rumah siswa mulai mengamati bentuk akar,batang dan daun sesuai Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD),Ini dapat dilihat dari data hasil pengamatan menunjukan adanya peningkatan aktifitas,kreatifitas dan kemampuan literasi siswa dan meningkatnya nilai hasil belajar siswa. Dengan data sebagai berikut : Pada siklus pertama rata-rata hasil belajar IPA adalah 67,61 sedangkan pada siklus kedua rata-rata hasil belajar IPA adalah 75,36, berarti mengalami kenaikan sebesar 7,75 poin dari siklus pertama. Selain hasil belajar, aspek kreatifitas siswa dalam kegiatan pembelajaran juga mengalami kenaikan dari siklus pertama dibandingkan siklus kedua, siklus pertama 23 orang (65,71 % ) dan siklus kedua 28 orang (75,68) % sehingga mengalami kenaikan 5 orang ( 9,97 %).Ketuntasan belajar juga mengalami kenaikan dari siklus pertama dibandingkan siklus kedua, siklus pertama (34,78 % ) dan siklus kedua (78,57 % ) sehingga mengalami kenaikan ( 43,79 %). Kesimpulannya Methoda Daring Obesitas dapat digunakan dalam pelajaran berikutnya.

(2)

2

PENDAHULUAN

Masalah – masalah yang mucul di masa pandemi ini diantaranya adalah tidak semua pendidik dan siswa juga orang tua benar-benar siap dalam menghadapi era New Normal dalam berjuang belajar dan mengajar di tengah-tengah pandemi Covid-19 sehingga terpaksa siswa belajar dari rumah (BDR), sebagai pengganti proses pembelajaran di sekolah, kegiatan belajar dari rumah diharapkan mampu menghasil proses yang tidak jauh berbeda dengan proses regular pada biasanya (Handayani, 2015, Kamsinar, 2018, Laksana, 2015, Yarnis, 2018). Hal ini bisa menjadi obyek utama penelitian yang dilakukan, Dengan adanya masalah–masalah yang muncul berdampak pada prestasi hasil belajar siswa yang rendah pada materi IPA hal ini dapat dilihat dari hasil ulangan harian sebelum dilakukan penelitian, yang diperoleh siswa di kelas VIII.12 pada SMP Negeri 5 Tambun Selatan. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) di sekolah adalah 75. Rata-rata nilai ulangan harian pada saat observasi awal sebesar 56,55 (data lengkap pada lampiran), artinya nilai rata-rata berada dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). Ketuntasan belajar yang di peroleh adalah 14,37 %, dan kreaktifitas 55,27 % data ini ditunjukkan oleh tabel berikut:

Tabel 1. Kegiatan Masa Pandemi

Berdasarkan observasi awal yang di lakukan pada bulan Juli dan Agustus 2020, diperoleh beberapa temuan yang menjadi penyebab rendahnya rata-rata nilai ulangan harian pertama dan ketuntasan belajarnya yaitu: (1) siswa kurang memahami konsep

IPA yang sedang dipelajarinya, (2) kegiatan pembelajaran yang bersifat konvensional, sehingga penekanan hanya pada menghafal konsep bukan menerapkan konsep, (3) penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari kurang dikembangkan, kurangnya kesempatan untuk mengamati (observasi) lingkungan sekitar dan kurang kreatif sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar untuk materi tersebut selama pandemi sehingga manfaat konsep tidak diketahui, (4) Tidak diterapkannya pembelajaran abad 21 memberdayakan literasi sains sehingga siswa hanya dapat membayangkannya saja, sehingga kognitif dan psikomotornya kurang berkembang, 5) Siswa yang mengikuti daring rata-rata hanya 74,19 % , tapi siswa yang ikut ulangan rata-rata hanya 42,11 % dari 38 siswa yang mengumpulkan tugas rata-rata hanya 47,37 % dan yang tidak memiliki HP 1 orang mengukuti Luring.

Langkah-langkah untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan memilih metoda pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam penyelesaian masalah IPA. Salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar IPA dan ketuntasan belajar dimasa pandemi (Wilayah Zona Merah) menurut dugaan peneliti adalah methoda daring obesitas. Metode daring obesitas dapat menjadikan IPA menjadi lebih bermakna, karena siswa dapat menggali informasi dan dan tidak bosan harus berkutat dengan gawai (Margunayasa, 2014, Prasetyarini, 2013).

Metode daring obesitas adalah metoda daring yang dikombinasikan dengan observasi, literasi dan kreatifitas (Obesitas) adalah methoda pembelajaran yang melibatkan siswa keluar rumah sambil jalan-jalan mengamati lingkungan sekitar untuk

(3)

3

mengamati (Observasi) struktur tumbuhan

yang ada disekitar rumah siswa mulai mengamati bentuk akar, batang dan daun sesuai Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) (Sakdiah, 2018, Wijayanti, 2016,

Widiadnyana, 2014). Berdasarkan

permasalahan di atas maka dapat ditentukan rumusan masalah yaitu : “Apakah Methoda Daring Obesitas dapat meningkatkan hasil belajar pemahaman konsep IPA tentang struktur jaringan tumbuhan dan fungsinya serta teknologi yang terinspirasi oleh struktur tumbuhan di Kelas VIII.12 SMP Negeri 5 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021 ?”

METODE PENELITIAN Setting Penelitian

Penelitian tindakan ini dilakukan di SMP Negeri 5 Tambun Selatan , Bekasi, Jawa Barat. Penelitian dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2020 / 2021 yakni pada bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober 2020 dengan jadwal kegiatan sebagai berikut:

Tabel 2. Jadwal Kegiatan Penelitian

Subyek Penelitian

Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII.12 di SMP Negeri 5

Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Tahun pelajaran 2020 – 2021, semester ganjil (pertama). Berjumlah 38 orang siswa, dengan perincian jumlah siswa laki-laki 18 orang, siswa perempuan berjumlah 20 orang.

Prosedur Penelitian 1. Siklus 1.

Pertemuan 1

Perencanaan (Planning)

a. Peneliti melakukan analisis kurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar (KD) yang akan disampaikan. KD : (1) memahami konsep Menganalisis keterkaitan struktur jaringan tumbuhan dan fungsinya, serta teknologi yang terinspirasi oleh struktur tumbuhan. b. Menyusun bahan ajar dan lembar

kegiatan peserta didik (LKPD) Pelaksanaan (Acting)

a. Guru memberi informasi tentang konsep IPA dengan sub konsep Menganalisis Struktur dan fungsi akar, batang dan daun.

b. Guru menugaskan siswa untuk membaca materi yang sudah di share dalam GCR.

c. Siswa melakukan obserfasi sesuai LKPD dengan tema yang telah dijelaskan dan telah ditugaskan dengan menggunakan berbagai sumber data, kemudian membuat laporannya.

Analisis dan Refleksi

a. Mengukur kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan. b. Mencari apakah terjadi komunikasi

yang baik antar guru dengan siswa dan antar siswa.

c. Menandai kegiatan yang kurang efektif dalam proses pembelajaran.

(4)

4

Pertemuan 2

Perencanaan (Planning)

a. Merevisi skenario pembelajaran dengan memperbaiki temuan

kelemahan pada pertemuan

pertama.

b. Guru memberi informasi tentang konsep IPA dengan sub konsep Menganalisis Struktur dan fungsi bunga, buah dan biji.

Pelaksanaan (Acting)

a. Guru menjelaskan skenario pembelajaran yang akan dilakukan dan kompetensi yang akan dicapai b. Siswa melakukan observasi sesuai

LKPD penugasan ke -2 dan membuat laporan.

c. Guru dan siswa secara bersama merangkum hasil laporan

Analisis dan Refleksi

a. Mengukur kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan. b. Mencari apakah terjadi komunikasi

yang baik antar guru dengan siswa dan antar siswa.

c. Menandai kegiatan yang kurang efektif dalam proses pembelajaran.

Pertemuan 3

Siswa melaksanakan penilaian Kognitif (PG) di GCR

2. Siklus 2. Pertemuan 4

Perencanaan (Planing)

a. Peneliti melakukan analisis kurikulum untuk mengetahui kompetensi dasar (KD) yang akan disampaikan. KD : (2) memahami konsep pesawat sederhana pada sub konsep Struktur dan fungsi jaringan serta serta teknologi yang

terinspirasi oleh struktur tumbuhan. b. Menyusun LKPD.

Pelaksanaan (Acting)

a. Guru memberi informasi tentang konsep Struktur dan fungsi jaringan serta serta teknologi yang terinspirasi oleh struktur tumbuhan .

b. Guru menugaskan siswa untuk mengerjakan observasi sesuai dengan tema yang telah dijelaskan/LKPD c. Siswa LKPD dan membuat laporannya. Analisis dan Refleksi

a. Mengukur kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan kegiatan.

b. Mencari apakah terjadi komunikasi yang baik antar guru dengan siswa dan antar siswa.

c. Menandai kegiatan yang kurang efektif dalam proses pembelajaran Pertemuan 5

Siswa melaksanakan penilaian Kognitif (PG) di GCR

Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di kelas VIII.12 SMP Negeri 5 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan waktu penelitian 3x30 menit/pertemuan dimana alokasi waktu per jam adalah 30 menit, pada konsep Struktur dan fungsi jaringan serta serta teknologi yang terinspirasi oleh struktur tumbuhan, HASIL DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Kondisi Awal

Kondisi awal siswa kelas VIII.12 SMP Negeri 5 Tambun Selatan dalam pelajaran IPA memiliki hasil belajar yang rendah. Hal ini tergambar dari hasil ulangan

harian yang dilakukan sebelum

(5)

5

Pada ulangan harian pertama dan kedua

diperoleh rata-rata hasil belajar siswa sebesar 56,60, dengan nilai ketuntasan belajar rata-rata sebesar 11,74 % (artinya dari 38 siswa yang ada dalam kelas tersebut hanya ada dua siswa nilai memenuhi KKM = 75).

Berdasarkan pengamatan awal diperoleh beberapa temuan, diantaranya: :

1. siswa kurang memahami konsep IPA yang sedang dipelajarinya.

2. kegiatan pembelajaran yang bersifat konvensional, sehingga penekanan hanya pada menghafal konsep bukan menerapkan konsep.

3. penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari kurang dikembangkan. 4. Tidak diterapkannya pembelajaran

abad 21 sehingga siswa hanya dapat membayangkannya saja, sehingga kognitif dan psikomotornya kurang berkembang.

5. kemampuan siswa menyelesaikan soal IPA masih rendah sehingga kurang sistematis dan cenderung hanya mencocokan soal dengan rumus yang telah dihafalkan sebelumnya.

6. keterkaitan antar konsep kurang difahami sehingga siswa sulit menginterpretasikannya.

7. Siswa kurang kooperatif B. Deskripsi Hasil Penelitian

Siklus 1

Siklus ke-1, dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan yaitu hari Selasa 29 September 2020, selasa 6 Oktober 2020 dan Selasa 17 Oktober 2020, tiap pertemuan berlangsung selama 3 x 30 menit.

Pada pertemuan pertama (Selasa 29 September 2020), melalui google class room

(GCR) siswa diberikan materi berupa PPT dan LINK youtube tentang Struktur dan fungsi akar, batang dan daun, bunga, buah dan biji dan diberi penugasan untuk mengamati tumbuhan disekitar rumah mereka sesuai lembar kerja peserta didik (LKPD) untuk dijadikan observasi pengamatannya. Siswa mencari bahan-bahan yang berkaitan dengan konsep yang dipilih. Bahan-bahan yang diperlukan dapat diperoleh dari berbagai macam sumber, termasuk dari sumber materi yang di share melalui PPT di GCR dan LINK YOUTUBE. Hasil dari pengamatan tersebut dibuatkan laporan. Pertemuan kedua (Selasa 6 Oktober 2020), siswa mengamati, menganalisis dan menggali informasi secara mandiri mengisi LKPD, dengan mengikuti protokol kesehatan. Pertemuan ketiga (Selasa 13 Oktober 2020), Siswa melaksanakan penilaian Kognitif (PG) di GCR.

Dari proses kegiatan belajar siswa pada siklus 1, diperoleh data hasil sebagai berikut:

Tabel 3. Distribusi Data Sebelum Penelitian dan Setelah Penelitian /Siklus 1

Dari data di atas tampak sebelum penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar siswa 56,55; Ketuntasan belajar 14,37%; Jumlah siswa aktif daring 74,19, Jumlah siswa yang kreatif 55,27, Nilai rata-rata tugas 92,39 setelah melalui siklus 1 diperoleh rata-rata hasil belajar siswa 67,61. Ketuntasan belajar 34,78; Jumlah siswa aktif daring 89,47; Jumlah siswa yang kreatif 56,58. Nilai rata-rata tugas 93,88 (data

(6)

6

lengkap dapat dilihat pada lampiran), mengalami kenaikan sebesar , rata-rata hasil belajar siswa 11,06 ; Ketuntasan belajar 34,78 ; Jumlah siswa aktif daring 15,28 ; Jumlah siswa yang kreatif 1,31 ; Nilai rata-rata tugas 1,49 ; Rata-rata-rata hasil belajar sebesar 67,61 masih di bawah nilai KKM sebesar 75,00 sehingga perlu dilanjutkan pada siklus yang berikutnya.

Distribusi data yang diperoleh pada siklus 1 dapat digambarkan oleh diagram batang di bawah ini:

Gambar 1. Diagram batang distribusi data Sebelum penelitian dan Setelah penelitian /siklus

Presentase yang kecil pada jumlah siswa yang kreaatif disebabkan oleh tidak terbiasa siswa mencari sumber bacaan , motivasi yang rendah ,mereka masih terpaku dengan sumber yang berasal dari buku paket yang dimiliki,Soal kurang dipahami. Sehingga kurang menarik, kaku dan monoton. Peran guru tampak masih dominan dalam membantu siswa mencari bahan-bahan dari berbagai sumber. Oleh karena itu perlu dilakukan dilakukan perbaikan dalam lembar kerja siswa dan pembiasaan kepada siswa untuk dapat memanfaatkan berbagai sumber belajar yang ada. Temuan lain pada siklus I yang memerlukan perbaikan adalah:

1. Rata-rata hasil belajar dan ketuntasan belajar tidak sesuai target (KKM=75 dan Ketuntasan belakar 75% )

2. Saat proses pembelajaran berlangsung ada beberapa siswa yang belum fokus untuk belajar.

3. LKPD kurang dipahami

4. Siswa belum mengetahui cara

mengaploud gambar dan cara

melaporkan LKPD melalui GCR 5. Siswa kurang kreaatif

6. Soal kurang dipahami

7. Tampaknya siswa sudah mulai jenuh mengikuti PJJ

8. Siswa yang tidak kreatif adalah siswa yang tidak koooperatif dan memang pada pembelajaran sebelumnya juga tidak koooperatif dan bukan pada pelajaran IPA saja tetapi pada semua mata pelajaran bahkan ketika pembelajaran tatap muka pun demikian. Hasil belajar siswa yang masih di bawah KKM dan prosentase aktifitas dan ketrampilan /keaatifitas yang masil kecil menjadi alasan untuk dilanjutkannya proses pembelajaran pada siklus yang ke-2, dengan menggunakan metoda daring obesitas. C. Deskripsi Hasil Penelitian Siklus

ke-2

Siklus kedua, dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan yaitu hari Selasa 20 Oktober 2020 , Selasa 27 Oktober 2020 tiap pertemuan berlangsung selama 3 x 30 menit. Pada siklus dua kompetensi dasar yang diterapkan adalah pemahaman konsep Menganalisis keterkaitan struktur jaringan tumbuhan dan fungsinya, serta teknologi yang terinspirasi oleh struktur tumbuhan.pada sub konsep Struktur dan fungsi jaringan dan teknologi yang terinspirasi oleh struktur tumbuhan. Pada Siklus ke II ini dilakukan perbaikan-perbaikan sebagai berikut :

1. Meningkatkan nilai rata-rata hasil belajar dan ketuntasan belajar

(7)

7

hinggga sesuai target (KKM=75 dan

Ketuntasan belakar 75% )

2. Siswa yang belum fokus belajar di motivasi oleh peneliti bekerja sama dengan guru BK, pemanggilan orang tua/wali

3. LKPD dirubah lebih detil lagi. 4. Siswa memberikan laporannya

melalui WA atau dibawa langsung ke sekolah secara luring tapi tetap mengikuti protokol kesehatan. 5. Siswa yang kurang kreaatif ,orang

tua dan siswa dihubungi via telpon dan ditanya apakah masih mau melanjutkan sekolah ?

6. Soal ditinjau ulang, direvisi dan disederhanakan dikerjakan melalui daring/luring.

7. Guru mengadakan zoom meeting untuk menanyakan kendala kendala ketika PJJ dan keinginan siswa untuk memilih gaya belajar yang mereka inginkan di massa pandemi.

8. Koordinasi dengan orang tua dan guru BK

Pertemuan ke IV (Selasa 20 Oktober 2020) Di awali dengan penjelasan scenario pembelajaran sebagai hasil penyempurnaan yang diperoleh pada siklus pertama siswa diberikan penjelasan konsep Struktur dan fungsi jaringan serta teknologi yang terinspirasi oleh struktur tumbuhan, siswa melakukan identifikasi, dan memberi nama bagian – bagian pada gambar yang perlu diisi dan menyebutkan dan menjelaskan fungsi dari bagian – bagian tersebut serta menjelasakan keterkaitan peran dari bagian – bagian tersebut. (literasi dan kreatifitas) dengan waktu yang ditentukan oleh guru (1 hari) dan mengumpulkan melalui WAG. Hasil dari Observasi tersebut dibuatkan laporan hasil LKPD

Pertemuan ke - 5 (Selasa 27 Oktober 2020).

Siswa Siswa melaksanakan penilaian Kognitif (PG) di GCR

Pada siklus ke II, ini ternyata terdapat

peningkatan jumlah siswa yang

berpartisipasi aktif dan kooperatif dalam pembelajaran. Hal ini disebabkan proses pembelajaran lebih terpusat pada siswa dan siswa sudah mulai terbiasa dengan methoda daring obesitas , Namun demikian, ternyata masih terdapat beberapa siswa tampak belum kooperatif dan belum optimal.

Dari proses kegiatan belajar siswa pada siklus kedua, diperoleh data hasil sebagai berikut:

Tabel 4. Distribusi Data Siklus 2

Dari data di atas tampak setelah melalui siklus 1I diperoleh rata-rata hasil belajar siswa 75,36; Ketuntasan belajar 78,57; Jumlah siswa aktif daring 37; Jumlah siswa yang kooperatif 28, Nilai rata-rata tugas 99,5 (data lengkap dapat dilihat pada lampiran).

Perbandingan proses kegiatan belajar siswa pada siklus I dan Siklus II dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 5. Distribusi Data Siklus 1 dan Siklus 2

(8)

8

Dari Tabel 5 dapat dilihat distribusi data Siklus I dan II mengalami kenaikan sebesar, rata-rata hasil belajar siswa 7,75; Ketuntasan belajar 43,79; Jumlah siswa aktif daring 7,9; Jumlah siswa yang kreatif 17,1; Nilai rata-rata tugas 2,44. Rata-rata hasil belajar sebesar 75,36 sudah memenuhi nilai KKM sebesar 75,00 dan nilai ketuntasan belajar 78,57 sudah memenuhi nilai ketuntasan 75 % sehingga tidak perlu dilanjutkan lagi pada siklus yang berikutnya. Pada siklus ke-2 ini, hasil observasi

menunjukkan adanya peningkatan

kreatifitas siswa di dalam proses pembelajaran dibandingkan pada siklus ke-1. Distribusi data yang diperoleh pada siklus 2 dapat digambarkan oleh diagram batang di bawah ini:

Gambar 2. Distribusi Data Siklus I dan II

SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Dari hasil pembahasan yang sudah diurakan dalam bab sebelumnya, maka

peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa

Methoda Daring Obesitas dapat

meningkatkan hasil belajar IPA khususnya pada mata konsep struktur jaringan tumbuhan dan fungsinya serta teknologi yang terinspirasi oleh struktur tumbuhan siswa kelas VIII.12 di SMP Negeri 5 Tambun Selatan ,Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan data sebagai berikut : Pada siklus pertama rata-rata hasil belajar IPA adalah 67,61 sedangkan pada siklus kedua rata-rata hasil belajar IPA adalah 75,36, berarti mengalami kenaikan sebesar 7,75 poin dari siklus pertama.

Selain hasil belajar, aspek kreatifitas siswa dalam kegiatan pembelajaran juga mengalami kenaikan dari siklus pertama dibandingkan siklus kedua, siklus pertama 23 orang (65,71 %) dan siklus kedua 28 orang (75,68 %) sehingga mengalami kenaikan 5 orang ( 9,97 %). Ketuntasan belajar juga mengalami kenaikan dari siklus pertama dibandingkan siklus kedua, siklus pertama (34,78 %) dan siklus kedua (78,57 %) sehingga mengalami kenaikan (43,79 %). Kesimpulannya Metode Daring Obesitas dapat digunakan dalam pelajaran berikutnya.

Saran

1. Penggunaan Methoda Daring Obesitas dalam pembelajaran konsep struktur jaringan tumbuhan dan fungsinya serta teknologi yang terinspirasi oleh struktur tumbuhan.

2. Dapat dijadikan salah satu alternatif untuk rekan-rekan guru, dalam upaya meningkatkan hasil belajar IPA.

3. Perlu adanya kreatifitas dan inovasi lain untuk lebih meningkatkan proses belajar mengajar melalui methoda pembelajaran yang menarik dan menyenangkan siswa.

(9)

9

4. Agar Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

ini ditindaklanjuti oleh guru IPA yang lain, demi kesempurnaan proses dan hasil penelitian.

5. Untuk Kepala Sekolah, Pengawas Pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan dan seluruh instansi yang terkait, perlu kiranya lebih mendorong guru untuk mengembangkan ide kreatif dan inovatifnya. Sehingga mutu pendidikan dapat lebih di tingkatkan.

DAFTAR PUSTAKA

Handayani, I. D. A. T., Karyasa, D. R. N. I. W., & Suardana, D. I. N. (2015). Komparasi peningkatan pemahaman konsep dan sikap ilmiah siswa SMA yang dibelajarkan dengan Model

Pembelajaran Problem Based

Learning dan Project Based Learning.

Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia, 5(1).

Kamsinar, K. (2018). Peningkatan Pemahaman Konsep IPA Melalui Metode Eksperimen Pada Siswa Kelas V Sdn 07 Sungai Tarab Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar.

Tarbiyah al-Awlad, 8(1), 10-17.

Laksana, D. N. L., & Wawe, F. (2015). Penggunaan media berbasis budaya lokal dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan aktivitas belajar dan pemahaman konsep IPA siswa sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra

Bakti, 2(1), 27-37.

Margunayasa, I. G. (2014). Pengaruh Petunjuk Praktikum IPA Bermuatan Perubahan Konseptual Terhadap

Peningkatan Pemahaman Konsep IPA Pada Mahasiswa PGSD. JPI (Jurnal

Pendidikan Indonesia), 3(1).

Prasetyarini, A., Fatmaryanti, S. D., & Akhdinirwanto, R. W. (2013). Pemanfaatan alat peraga IPA untuk peningkatan pemahaman konsep fisika

pada siswa SMP Negeri I

Buluspesantren Kebumen tahun pelajaran 2012/2013. RADIASI: Jurnal Berkala Pendidikan Fisika, 2(1), 7-10.

Sakdiah, S., Mursal, M., & Syukri, M. (2018). Penerapan model inkuiri terbimbing untuk meningkatkan pemahaman konsep dan KPS pada materi listrik dinamis siswa SMP.

Jurnal IPA & Pembelajaran IPA, 2(1),

41-49.

Wijayanti, A. (2016). Implementasi model pembelajaran kooperatif tipe tgt

sebagai upaya meningkatkan

pemahaman konsep fisika dasar mahasiswa pendidikan IPA. Jurnal

Pijar Mipa, 11(1).

Widiadnyana, I. W., Sadia, I. W., & Suastra, I. W. (2014). Pengaruh model discovery learning terhadap pemahaman konsep IPA dan sikap ilmiah siswa SMP. Jurnal Pendidikan

dan Pembelajaran IPA Indonesia, 4(2).

Yarnis, Y. (2018). Peningkatan Pemahaman

Konsep IPA Melalui Metode

Eksperimen Pada Siswa Kelas V SDN 01 Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman. JRTI (Jurnal Riset

Gambar

Tabel 2. Jadwal Kegiatan Penelitian
Gambar  1.  Diagram  batang  distribusi  data  Sebelum  penelitian  dan  Setelah  penelitian  /siklus
Tabel 4. Distribusi Data Siklus 2
Gambar 2. Distribusi Data Siklus I dan II

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi Struktur Kerangka Manusia dan Fungsinya melalui proses pembelajaran model kontekstual siswa kelas

yang diinginkan, seperti tersedianya buku teks, buku panduan, sumber belajar dan pemanfaatannya. Serta tersedianya jaringan internet ditingkatkan untuk menunjang pembelajaran

berhubungan dengan kadar Hemoglobin dan prestasi belajar siswa. SMP Negeri 1 Bringin

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa manajemen perpustakaan SMP Negeri 1 Bajeng dalam meningkatkan kualitas perpustakaan dan meningkatkan minat baca guru dan siswa/siswi

Selanjutnya, untuk mendapatkan gambaran seberapa besar pengaruh Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Pengaruhnya Terhadap Akhlak Sosial Siswa

Berdasarkan latar belakang tersebut maka diperlukan suatu media pembelajaran berbasis multimedia untuk meningkatkan pemahaman dan menarik minat belajar siswa kelas VIII di

metode inquiri pada pembelajaran IPS sangat tepat, itu dapat dilihat dari hasil observasi aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa dengan

baik. GUN PTD adalah gum mata pelajaran tersebut yang telah dilatih tentang pelaksanaan proses belajar mengajar PTD, baik materinya rnaupun didaktik metodiknya