14
KONSEP DESAIN
4.1. landasan teori projek 4.1.1. Sejarah animasi
Kata Animasi itu sendiri merupakan penyesuaian dari kata animation yang berasal dari kata dasar “to animate” dalam kamus umum berarti menghidupkan. Secara umum animasi merupakan suatu kegiatan menghidupkan, dan menggerakkan benda mati.
Animasi merupakan suatu teknik yang banyak sekali dipakai didalam dunia film dewasa ini,baik sebagai kesatuan yang utuh, bagian dari suatu film,maupun bersatu dengan film live.
Dunia film sebenarnya berakar dari fotografi, sedangkan animasi berakar dari dunia gambar,yaitu ilustrasi desain grafis (Desain Komunikasi Visual). Dapat dikatakan bahwa animasi merupakan suatu media yang lahir dari dua konvensi atau disiplin,yaitu film dan gambar.
Film biasa dipakai untuk merekam suatu keadaan atau mengemukakan sesuatu. Film dipakai untuk memenuhi suatu kebutuhan umum yaitu mengkomunikasikan suatu gagasan,pesan atau kenyataan.
Untuk dapat menggunakan media film dan animasi ada dua masalah pokok yang harus dihadapi yaitu masalah teknis film dan masalah mengemukakan sesuatu dengan film atau teknik presentasi atau teknik animasi.
4.1.2. Asal mula teknik film Animasi
Sejak jaman dulu, manusia telah mencoba menganimasi gerak gambar binatang mereka, seperti yang ditemukan oleh para ahli purbakaladi gua Lascaux Spanyol Utara, sudah berumur dua ratus ribu tahun lebih, mereka mencoba untuk menangkap gerak cepat lari binatang seperti Celeng, Bison, atau Kuda. Digambarkannya dengan delapan kaki dalam posisi yang berbeda dan bertumpuk (Hallas dan Manvell tahun 1973-1923).
Di belahan bumi yang lain, di Mesir, para arkeolog menemukan adanya gambar yang dibuat oleh orang-orang Mesir Kuno sebagai dekorasi dinding sekitar 2000SM. Gambarnya terlihat seperti para pegulat sedang bergumul yang susunannya berurutan pada dinding (Thomas 1958).
Selain itu, para arkeolog juga menemukan gulungan lukisan di Jepang yang dibuat pada masa Kerajaan Heian (794-1192). Lukisan kuno tersebut memperlihatkan suatu alur cerita yang hidup.
1. Paul Roget ( 1828) penemu Thaumatrope
Selnjutnya pada abad ke-19, muncullah mainan yang disebut Thaumatrope di Negara Eropa. Mainan ini berbentuk seperti lembaran cakram tebal dan pada bagian permukaannya terdapat gambar burung dalam sangkar. Kedua sisi kiri dan kanan cakram tersebut diikat dengan seutas tali. Jika cakram tebal itu dipilin dengan tangan, maka gambar burung itu akan tampak bergerak. Dengan alasan inilah, maka mainan ini dapat dikategorikan ke dalam animasi klasik .
Gambar 4.2.1. Thaumatrope
2. Joseph Plateu (1826) penemu Phenakistoscope
Dua penemuan berikutnya semakin menolong mata manusia. Phenakistoscope, ditemukan oleh Joseph Plateu (1826), merupakan kepingan kartu berbentuk lingkaran dengan sekelilinganya di penuhi lubang-lubang dan gambar berbentuk obyek tertentu. Mata akan melihat gambar tersebut melalui cermin dan pegas membuatnya berputar sehingga satu serial gambar terlihat secara progresif menjadi gambar yang bergerak kontinyu.
3. Pierre Desvignes (1860) penemu Zeotrope
Teknik yang sama di tampilkan pada alat bernama Zeotrope, ditemukan oleh Pierre Desvignes (1860), berupa selembar kertas bergambar yang dimasukan pada sebuah tabung.
Gambar 4.2.2. Phenakistoscope Gambar 4.2.3. Zeotrope 4. Jean Marey (1880) penemu alat potret beruntun
Sekitar tahun 1880-an, seoramg yang bernama Jean Marey menggunakan alat potret beruntun merekam secara terus menerus gerak terbang burung, berbagai kegiatan
manusia dan binatang lainnya. Sebuah alat yang menjadi cikal bakal kamera film hidup yang berkembang sampai saat ini.
5. Emile Reynauld (1892) penemu Praxinoscope
Dan pada tahun 1892, Emile Reynauld mengembangkan suatu mainan gambar animasi yang disebut Praxinoscope. Mainan ini berupa rangkaian dari ratusan gambar yang diputar dan diproyeksikan pada sebuah cermin sehingga tampak menjadi sebuah gerakan seperti layaknya film. Mainan tersebut selanjutnya dianggap sebagai cikal bakal dari proyektor yang terdapat di bioskop.
Gambar 4.2.5. Praxinoscope 6. Emile Cohl (1908)
Di tahun 1908, Emile Cohl , seorang pemula yang berasal dari Perancis, membuat film animasi sederhana berupa figure batang korek api. Rangkaian gambar-gambar blabar hitam (black-line) dibuat di atas lembaran putih, dipotret dengan film negative sehingga yang terlihat figur menjadi putih dan latar belakang menjadi hitam.
Gambar 4.2.6.
Gambar-gambar black line yang dipotret dengan film negative
7. Winsor McCay (1909) membuat film animasi Gertie The Dinosaur
Sedangkan dii Amerika Serikat, Winsor McCay membuat film animasi “Gertie the Dinosaur” pada tahun 1909. Figur digambar blabar hitam dengan latar belakang putih.
Gambar 4.2.7. Gertie The Dinosaur 8. Max Fleischer & Pat Sullivan (1913-1920)
Di tahun-tahun berikutnya para animator Amerika mulai mengembangkan teknik film animasi di sekitar tahun 1913 sampai pada awal tahun 1920-an. Max Fleischer mengembangkan “Ko Ko The Clown” dan Pat Sullivan membuat “Felix The Cat”. Rangkaian gambar-gambar dibuat sesederhana mungkin, di mana figure digambar blabar hitam atau bayangan hitam bersatu dengan latar belakang blabar dasar hitam atau dibuat sebaliknya. McCay membuat rumusan film dengan perhitungan waktu, 16 kali gambar dalam tiap detik gerakan. Fleischer dan Sullivan telah memanfaatkan teknik animasi sell, yaitu lembaran tembus pandang dari bahan seluloid (celluloid) yang disebut “cell”. Pemula lainnya di Jerman, Lotte Reineger, di tahun 1919 mengembangkan film animasi bayangan, dan Bertosch dari Perancis, di tahun 1930 membuat percobaan film animasi potongan dengan figure yang berasal dari potongan-potongan kayu. Lalu pada tahun 1934, George Pal memulai menggunakan boneka sebagai figure dalam film animasi pendeknya di Belanda.
Gambar 4.2.8.
Ko ko the Clown dan Betty Boop oleh Max Fleischer
Gambar 4.2.8.
Felix The Cat Oleh Pat Sullivan 9. Walt Disney (1930)
Perkembangan Teknik film animasi yang terpenting, yaitu di sekitar tahun 1930-an. Dimana muncul film animasi bersuara yang dirintis oleh Walt Disney dari Amerika Serikat, melalui film ”Mickey Mouse”, “Donald Duck” dan ”” yang dibuat selama tahun 1928 sampai 1940. Lalu lahirlah film “Steamboat Willie” yang disusul dengan film-film animasi lainnya, mulai dari “Flower and Trees (film animasi berwarna pertama, 1931)”, “Snow White and the Seven Dwarfs (film animasi panjang pertama, 1938)”, “Pinochio”, ”Fantasia”, ”Dumbo”, “Bambi”, hingga “Toy Story”. Film-film animasi itu telah mengusung Walt Disney menuju ke masa kejayaan sebagai seorang bintang di Hollywood.
Gambar 4.2.9.
Animasi 3D adalah perkembangan dari animasi 2D., karakter yang diperlihatkan semakin hidup dan nyata,mendekati wujud aslinya dapat disebut juga dengan animasi 3D atau Computer Generated Imagery (CGI). Semenjak toy story buatan Disney(Pixar Studio) maka berloma-lombalah studio film dunia memproduksi film sejenis seperti the incredible, Shark Tale, Monster inc,dan lain-lain.
4.2. Strategi Kreatif 4.2.1 Strategi Komunikasi
Cerita Rakyat asal mula kota Cianjur merupakan sebuah film yang memberikan pengetahuan , juga hiburan. Dibuat semenarik mungkin agar penonton dapat menikmati film pendek asal mula kota Cianjur.
4.2.2. Masalah yang Dikomunikasikan
1. Kurangnya perfilman animasi pendek yang ada di Indonesia terutama film 3 dimensi. 2. Kurangnya Cerita dongeng yang dijadikan film pendek
4.2.3. Tujuan Komunikasi
1. Menginformasikan masyarakat tentang Asal mula kota Cianjur
2. menambah hiburan juga pengetahuan dan menambah perfilman animasi pendek indonesia yang lebih bermakna dan menarik.
4.2.4. Profil Target Audiens 4.2.4.1 Target Primer
1. Demografi
a. Usia 6-17 tahun b. Unisex
c. Warga Negara Indonesia, semua golongan, ras dan agama d. Tingkat pendidikan SD hingga SMA
e. Status ekonomi menengah dan menengah kebawah 2. Geografi
Masyarakat yang tinggal di Jakarta dan kota besar lainnya 3.Psikografi
Memiliki ketertarikan terhadap Film 4.2.4.2 Target Sekunder
1. Demografi
b. Unisex
c. Warga Negara Indonesia, semua golongan
d. Tingkat pendidikan SMA sampai perguruan tinggi e. Status ekonomi menengah atau menengah keatas 2. Geografi
Berdomisili di Jakarta atau kota besar lainnya 3.Psikografi
a. Memiliki ketertarikan terhadap film
b. Memiliki ketertarikan terhadap sejarah dan ilmu pengetahuan 4.2.5. Judul Cerita
Film pendek ini diambil dari cerita rakyat. Mengambil cerita tentang asal mula Cianjur. Dan di film ini diberi judul Asal mula kota Cianjur.
4.2.6. Sinopsis Cerita
Berawal dengan kehidupan seorang kakek yang sangat pelit. Dia di benci oleh warganya kampungnya karena ketamakannya. Hingga pada suatu hari dia terkena musibah atas perbuatannya yang telah menjatuhkan orang lain. Dia tenggelam dalam banjir karena terlalu mementingkan hartanya ketimbang nyawanya.
4.3.7. Karakter
Untuk karakter penulis akan menggunakan karakter semi kartun , lucu, dan menarik. Tujuannya agar menarik minat masyarakat khususnya anak-anak.
4.2.8. Treatment
No Video Audio Keterangan
1 -Ext-pagi Suasana pedesaan
Terbentang sawah-sawah dan pegunungan
Narasi pembukaan menceritakan tentang cianjur dahulu
2 -Ext-pagi-Pak Kikir dan warga Seorang lelaki yang bernama “Pak Kikir” yang sudah cukup tua
Sedang berada disawah mengomandori orang-orang yang bekerja disawah
Narasi masih menceritakan tentang cerita rakyat
3 -Ext-pagi-Mulia dan petani Anaknya “Pak Kikir” bernama si Mulia” dia sedang
membantu petani lain
Narasi masih menceritakan tentang keadaan disana
4 Warga berkumpul dan mendengarkan “Pak Kikir”
“Pak Kikir” mengundang warga untuk selamatan agar hasil
kebagian makanan 7 Video orang-orang yang
keluar dari rumah “Pak Kikir” dengan wajah kesal dan sedih. Fade Out
Background suara jangkrik malam dan orang-orang menggerutu
8 - Fade In,Suasana siang hari, long shot-
nenek-nenek datang kerumah “Pak Kikir”
Susana siang hari dengan kicauan burung
9 Over shoulder nenek-nenek. mengetuk pintu dan akhirnya dibuka oleh “Pak Kikir”
nenek tadi meminta sedikit nasi untuk makan tapi “Pak Kikir” marah-marah dan
membentaknya 10 Int
Zoom in ke arah mulia yang berada di belakang Pak Kikir
Suara “Pak kikir yang sedang marah”
11 Ext
Nenek itu pergi dengan wajah murungdan sedih
Suara alunan lagu melow
12 Int
Mulia mengambil makanan
Suara alunan lagu melow 13 Ext
Mulia menghampiri nenek itu dan memberikan makanannya
Mulia: “nenek ini ada sedikit makanan, tolong ambillah”. Nenek:”terima kasih nak,kelak kau akan mendapatkan
keselamatan karena sikapmu”. 14 -Ext
Mulia kembali kerumah dan Zoom in kearah nenek
-VO
Nenek:”Ingatlah Pak Kikir ketamakanmu akan
menenggelamkan dirimu dan tuhan akan membalasnya”. 15 Ext
Tongkat yang ditancapkan nenek itu ke tanah
Suara dengan musik Seram dan tegang. Suara effect Tongkat menancap ke tanah
16 Ext
Zoom in kearah retakan tanah
dan keluar air 17 Ext
Air yang makin lama semakin besar menuju rumah warga
Suara gemuruh air
18 Int-Warga desa
Air masuk rumah sudah di mata kaki orang itu dan semakin naik
Suara gemuruh air
19 Int-warga desa
Zoom in ke arah wajah orang itu
Suara teriakan seorang warga desa
“Banjir...banjiiir..banjiiir..” 20 Ext-warga desa
Seorang warga desa itu keluar bersama warga yang lain
Suara gemuruh air dan teriakan warga
21 Ext-Mulia dan warga desa warga desa kebingungan lalu datanglah si mulia
Mulia:”kita tak tahu air ini dari mana datangnya,tapi kita harus bergegas untuk mengungsi sebab airnya semakin naik.”
Warga desa:”iyaa..” 22 Ext-warga desa dan mulia
Mulia menyuruh warga lain agar mengungsi ketempat yang lebih tinggi, mulia ingat kalau ayahnya tidak ikut jadi dia berusaha kembali kerumah tetapi air semakin deras
Suara gemuruh air yang semakin deras
Mulia:”kalian pergilah ketempat yang lebih tinggi,aku mau menjemput ayahku dulu” Tidak ada tanggapan dari warga desa karena mereka begitu tergesa-gesa menyelamatkan diri 23 Int-pak kikir
Pak kikir yang sedang bersusah payah
menyelamatkan barang-barangnya
Suara air gemuruh,
Pak Kikir: “ aaarrgh, ini semua hartaku takkan kubiarkan ini terbawa arus, akan kujaga bagaimana pun juga..!!” 24 Int-Pak kikir-Fade Out
Akhirnya Air semakin deras Pak kikir pun terbawa arus dan tiada
Suara air yang kencang menghabiskan semuanya
25 -Fade in-Ext-warga dan mulia. Warga mencari tempat tinggal baru. berkumpulah mereka bersama si mulia dan si mulia pun diangkat menjadi
pemimpin di desa sana.
warga:”baiklah untuk desa kita baru ini kita butuh
pemimpin,kita sudah dapat menilai siapa yang pantas sebaiknya untuk menempati jabatan ini bagaimana kalau kita beri nama desa ini desa
anjuran,karena disini terdapat pemimpin yang selau peduli terhadap warganya. Kita angkat
4.3. Strategi Desain
4.3.1. Pemilihan Style dan gaya gambar
Sesuai dengan perkembangan Zaman, banyak masyarakat yang tertarik akan film 3 dimensi karena bersifat lebih real dan menarik. Oleh karena itu penulis Untuk style dan gaya gambar penulis mengambil referensi dari film “Coraline”
Gambar 4.3.1.1. Mario Bros sebagai referensi karakter
Gambar 4.3.1.2. Film Animasi Coraline Sebagai referensi Teater 4.3.2. Pemilihan Tone warna
Tone warna yang akan digunakan lebih ke arah warna terang dan cerah menunjukkan mood ceria.