KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yaitu ALLAH SWT, karena berkat rahmat-nyalah penulisan Skripsi ini dapat disel

116  Download (0)

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)

v

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yaitu ALLAH SWT, karena berkat rahmat-Nyalah penulisan Skripsi ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Adapun maksud dan penulisan skripsi ini sebagai salah satu syarat kelulusan studi Jurusan Teknologi Informasi Jenjang Pendidikan Strata-1. Pada kesempatan ini, perkenankanlah penulis untuk menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam penulisan Skripsi ini, antara lain:

1. Bapak Aswan Supriyadi Sunge, S.Kom, M.Kom selaku Ketua Program studi Teknologi Informasi STT Pelita Bangsa Cikarang.

2. Bapak Nurhadi Surojudin, S.Kom, M.Kom , selaku Dosen Pembimbing 1 Skripsi yang telah banyak memberikan saran dan bimbingan dalam penulisan Skripsi ini.

3. Bapak Irfan Afriantoro, S.Kom, M.Kom , selaku Dosen Pembimbing 2 Skripsi yang telah banyak memberikan saran dan bimbingan dalam penulisan Skripsi ini.

4. Orang tua dan keluarga yang selalu memberikan dukungan bagi penulis untuk pantang menyerah dan memberikan semangat untuk dapat menyelesaikan penulisan Skripsi ini tepat waktu.

5. Seluruh teman-teman serta semua pihak yang telah memberikan dorongan bagi penulis untuk menyelesaikan penulisan Skripsi ini dengan tepat waktu.

6. Seluruh pihak – pihak lain yang belum penulis sebutkan diatas karena begitu banyak bantuan dari berbagai pihak untuk kelancaran dan kemudahan penulisan Skripsi ini.

(6)

vi Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Bekasi, 12 November 2018 Penulis ( KHOERRUDIN )

(7)

xv

Decision Support System (SPK) is a system that can help a person in making decisions that are accurate and on target. Many problems can be solved by using SPK, one of which is the determination of the eligibility of the loan recipient partners. There are several methods that can be used in building an SPK including analytical hierarchy process (AHP). AHP is the most widely used method in solving multicriteria problems, such as in the SPK for determining the eligibility of credit recipient customers. This study uses the AHP method in determining the feasibility of credit recipient customers at Pt. Bina Artha Ventura. In determining the eligibility of credit recipient partners, there are several criteria that form the basis of decision making, including age, type of business, length of business, monthly income, monthly expenditure. The final results of this study are the results of global criteria for partners, which are sorted from highest to lowest, so the company can easily make decisions by looking at these results.

(8)

xvi

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah sistem yang dapat membantu seseorang dalam mengambil keputusan yang akurat dan tepat sasaran. Banyak permasalahan yang dapat diselesaikan dengan menggunakan SPK, salah satunya adalah penentuan kelayakan mitra penerima pinjaman. Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam membangun suatu SPK diantaranya analytical hierarchy process (AHP). AHP merupakan metode yang paling banyak digunakan dalam memecahkan permasalahan yang bersifat multikriteria, seperti dalam SPK penentuan kelayakan nasabah penerima kredit. Penelitian ini menggunakan metode AHP dalam menentukan kelayakan nasabah penerima kredit pada Pt. Bina Artha Ventura. Dalam penentuan kelayakan mitra penerima kredit, ada beberapa kriteria yang menjadi dasar pengambilan keputusan antara lain usia, jenis usaha, lama usaha, penghasilan perbulan, pengeluaran perbulan, Adapun hasil akhir dalam penelitian ini adalah hasil prioritas global kriteria mitra, yang diurutkan dari yang tertinggi hingga terendah, sehingga pihak perusahaan dapat dengan mudah mengambil keputusan dengan melihat hasil tersebut.

(9)

1 1.1 Latar Belakang

PT. Bina Artha Ventura berdiri Pada 14 November 2011 dan bergerak di bidang keuangan khususnya pembiayaan mikro yang tidak memiliki jalur ke lembaga pinjaman yang resmi dengan tujuan untuk membantu atau membina para pengusaha kecil terutama khusus kaum wanita dengan cara menyalurkan dana pinjaman untuk modal usaha dan melakukan pembinaan sehingga banyak yang telah mencapai kemandiriannya. Bina Artha berdiri atas inisiatif dari Credit Access Asia, sebuah perusahaan investasi dari Luxembourg. Investasi yang dilakukan oleh Credit

Access Asia ada di India (Grameen Koota), Filipina (One Puhunan), Indonesia

(Bina Artha), dan Vietnam (Credit Access Vietnam).

Oleh karena itu sebelum petugas mengambil keputusan untuk menetapkan penyaluran dana pinjaman tersebut, maka diperlukan seleksi secara matang tentang pemohonan mana yang diprioritaskan untuk menerima dana pinjaman tersebut, sesuai dengan kriteria yang dibuat, sehingga waktu yang diperlukan untuk pengambilan keputusan tersebut menjadi agak lama. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu adanya suatu metode penyelesaian dalam pengambilan keputusan tersebut. Karena ada bermacam-macam kriteria yang ada dan juga bermacam-macam alternatif yang ada, maka metode yang sesuai untuk masalah ini adalah metode Analytical Hierarchy Process yang disingkat AHP, karena metode ini mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah yang multiobjective dan multicriteria.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas maka perumusan masalahnya sebagai berikut:

1. Bagaimana membuat suatu sistem pendukung keputusan dalam pemberian pinjaman modal untuk usaha kecil secara efektif dan efisien.

(10)

2. Bagaimana membuat suatu sistem pendukung keputusan dalam pemberian modal untuk usaha kecil dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. 1.3 Rumusan Masalah

1..Bagaimana menerapkan metode Analytical Hierarchy Process. Untuk mengklasifikasikan data debtur PT. Bina Artha Ventura ?

2. Bagaimana membangun aplikasi yang efisien sebagai implementasi metode klasifikas ?

1.4 Batasan Masalah

Batasan masalah dari sistem ini adalah:

1. Data yang digunakan diambil dari PT. Bina Artha Ventura, periode bulan , Mei, Juni, Juli tahun 2018.

2. Pinjaman modal ini hanya ditunjukan untuk usaha kecil dengan kriteria menurut keputusan PT. Bina Artha Ventura sebagai berikut:

a. Perempuan yang mempunyai KTP dan atau berusia 17 – 57 tahun untuk putaran pertama dan maksimal 63 tahun untuk putaran berikutnya.

b. Mendapatkan persetujuan suami atau ahli waris.

c.Tinggal di rumah milik sendiri, bukan dirumah kontrakan/ sewa/ menumpang. d. Jarak tempat tingal tidak berjauhan dengan calon mitra di kumpulannya, dengan radius maksimal 500 meter atau 1 KM lokasi tempat pertemuan kumpulan dapat ditempuh dalam waktu maksimal 5 menit dari rumah mitra (kecepatan max 50 km/jam).

e. Dikenal baik oleh semua calon mitra di kelompoknya.

f. Jika tinggal dalam satu rumah yang dihuni oleh beberapa keluarga maka hanya satu orang yang bisa menjadi mitra Bina Artha, meski pun berbeda Kartu Keluarga

g. Jika ada hubungan keluarga antara calon mitra (Ibu dan anak atau kakak dan adik, dll) maka keanggotaannya tidak boleh dalam satu kelompok yang sama, meski berbeda Kartu Keluarga dan hanya satu pasang.

(11)

h. Calon mitra yang hamil diatas 7 bulan sebaiknya bergabung menjadi mitra setelah melahirkan untuk menjaga kesehatan kandungannya.

3. Kriteria-kriteria yang digunakan dalam tahap seleksi mengikuti aturan yang ditetapkan oleh Pt. Bina Artha Ventura, yaitu sebagai berikut:

a. Sosialisasi.

b. Uji Kelayakan Mitra (UKM)

c. Latihan Kedisplinan Kelompok Mitra 1 (LKKM 1). d. Latihan Kedisplinan Kelompok Mitra 2 (LKKM 2). e. Uji Pengesahan Kelompok Mitra (UPKM)

f. Pencairan Fasilitas Modal Kerja.

4. Pada sistem ini tidak dapat memutuskan kelayakan dari segi administrasi.

1.5 Tujuan dan Manfaat 1.5.1 Tujuan

Tujuan dari pembuatan sistem ini adalah membuat sistem pendukung keputusan pemberian pinjaman modal untuk usaha kecil dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process.

1.5.2 Manfaat a. Bagi Penulis

1. Untuk memenuhi salah satu syarat dalam memperoleh gelar strata satu Fakultas Sains & Teknologi Jurusan Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Pelita Bangsa.

2. Menambah wawasan penulis tentang teknologi informasi. Khususnya dalam ruang lingkup sistem pendukung keputusan pemberian modal usaha.

b. Bagi Perusahaan

1. Dengan penelitian yang dilakukan ini, perusahaan memperoleh aplikasi yang menguntungkan perusahaan.

2. Mempermudah karyawan mengerjakan ukm. 3. Menghemat ATK

(12)

4. Semoga penulisan ini berguna bagi pihak lain atau pembaca yang memiliki minat dan kepentingan yang sama.

1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan pada buku laporan ini disusun sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah dan penjelasan permasalahan secara umum, perumusan masalah sertabatasan masalah yang dibuat, tujuan dari pembuatan tugas akhir ini dan sistematika penulisan buku ini.

BAB II LANDASAN TEORI

Pada bab ini membahas secara singkat teori-teori yang berhubungan dan mendukung dalam pembuatan tugas akhir ini.

BAB III METODE PENELITIAN

Pada bab ini menguraikan tentang perancangan sistem, analisis sistem, Diagram Alir, Data Flow Diagram, Entity Relationship Diagram serta struktur database yang digunakan dalam pembuatan aplikasi.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini membahas mengenai implementasi dari aplikasi yang dibuat secara keseluruhan dan berisikan penjelasan dari rancangan input dan output. Melakukan pengujian terhadap aplikasi yang dibuat untuk mengetahui apakah aplikasi tersebut telah dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi sesuai dengan yang diharapkan.

BAB V PENUTUP

Pada bab ini berisikan kesimpulan dari sistem ini dan saran untuk pengembangan sistem ini.

(13)

5 2.1. Pengertian Sistem

Menurut Mcleod dalam Yakub (2013:1) “sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan tujuan yang sama untuk mencapai tujuan”.

Menurut Yakub (2013:1) “sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, terkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk tujuan tertentu”.

Menuurut Bambang, Hartono (2013:10) “Sistem adalah suatu himpunan dari berbagai bagian yang saling berhubungan secara terorganisasi berdasarkan fungsi-fungsinya menjadi suatu kesatuan”.

2.1.1. Karakteristik Sistem

Karakteristik sistem dapatlah digambarkan sebagai berikut : a. Komponen Sistem (Components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Jadi, dapat dibayangkan jika dalam suatu sistem ada subsistem yang tidak berjalan/berfungsi sebagaimana mestinya. Tentunya system tersebut tidak akan berjalan mulus atau mungkin juga sistem tersebut rusak sehingga dengan sendirinya tujuan sistem tersebut tidak tercapai.

(14)

Batas sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu system dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu system menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

c. Lingkungan Luar Sistem (Environments)

Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan menggangu kelangsungan hidup dari sistem.

d. Penghubung (Interface) Sistem

Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke yang lainnya. Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lainnya dengan melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.

e. Masukan (Input) Sistem

Masukan sistem adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah

maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data

adalah signal input untuk diolah menjadi informasi. f. Keluaran (Output) Sistem

(15)

Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supersistem. Misalnya untuk system komputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan hasil sisa pembuangan, sedang informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.

g. Pengolah (Process) Sistem

Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi. Sistem akuntansi akan mengolah data-data transaksi menjadi laporan-laporan keuangan dan laporan-laporan lain yang dibutuhkan oleh manajemen.

h. Sasaran (Objectives) atau Tujuan (Goal)

Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Kalau suatu sistem tidak mempnyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari system sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya. Perbedaan suatu sasaran (objectives) dan suatu tujuan (goal) adalah, goal biasanya dihubungkan dengan ruang lingkup yang lebih luas dan sasaran dalam ruang lingkup yang lebih sempit. Bila merupakan suatu sistem utama, seperti misalnya sistem bisnis perusahaan, maka istilah goal lebih tepat diterapkan. Untuk sistem akuntansi atau sistem-sistem lainnya yang merupakan bagian atau subsistem dari sistem bisnis, maka istilah objectives yang lebih tepat. Jadi tergantung dari ruang lingkup mana memandang sistem tersebut. Seringkali tujuan (goal) dan sasaran (objectives) digunakan bergantian dan tidak dibedakan.

2.1.2. Klasifikasi Sistem

Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya sebagai berikut ini :

(16)

1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system) Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Misalnya sistem komputer, system akuntansi, sistem produksi dan lain sebagainya.

2. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan system buatan manusia (human made system) Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Misalnya sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan

human-machine system atau ada yang menyebut dengan man-machine system.

Sistem informasi merupakan contoh man-machine system, karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.

3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system) Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem komputer adalah contoh dari sistem tertentu yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan programprogram yang dijalankan. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.

4. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan system terbuka (open system) Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak diluarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup). Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan

(17)

menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya. Karena system sifatnya terbuka dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya, maka suatu system harus mempunyai suatu sistem pengendalian yang baik. Sistem yang baik harus dirancang sedemikian rupa, sehingga secara relatif tertutup karena system tertutup akan bekerja secara otomatis dan terbuka hanya untuk pengaruh yang baik saja.

Klasifikasi sistem terbuka dan tertutup dapat digambarkan sebagai berikut : Suatu sistem yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya disebut sistem terbuka. Sebuah sistem pemanas atau pendingin ruangan, contohnya, mendapatkan input-nya dari perusahaan listrik, dan menyediakan panas/dinginnya bagi ruangan yang ditempatinya. Dengan menggunakan logika yang sama, suatu sistem yang tidak dihubungkan dengan lingkungannya adalah sistem tertutup. Sebagai contohnya, system tertutup hanya terdapat pada situasi laboratorium yang dikontrol ketat.

2.1.3. Kategori Sistem yang Terotomatisasi

Dilihat dari fungsinya, sistem terbagi dalam 4 kategori, yaitu : 1. Sistem Langsung (on-line system)

On-line system adalah sistem yang menerima langsung input pada area

dimana input tersebut direkam dan menghasilkan output. 2. Sistem waktu yang nyata (Real Time System)

Real Time System adalah mekanisme pengontrolan, perekaman data,

pemprosesan yang sangat cepat sehingga output yang dihasilkan dapat diterima dalam waktu yang relative sama.

3. Sistem Pengambilan keputusan (Decision Support System)

Sistem yang memperoleh transaksi organisasi secara harian dan membantu pengambilan keputusan bagi para pemimpin.

4. Sistem Pengetahuan Dasar (Knowledge Based System)

Program komputer yang dibuat mendekati kemampuan dan pengetahuan seorang ahli.

(18)

2.1.4. Prinsip Dasar Sistem Secara Umum

Prinsip dasar sistem secara umum dibagi menjadi 4 yaitu : 1. Sistem Terspesialisasi

Sistem yang sulit diterapkan pada lingkungan yang berbeda. 2. Sistem Besar

Sistem yang sebagian sumber dayanya berfungsi sebagai perawatan harian. 3. Sistem Sebagai Bagian Besar Dari Sistem Lain

Sistem yang selalu merupakan bagian dari sistem yang lebih besar dan dapat dibagi menjadi sistem yang lebih kecil.

4. Sistem Berkembang

Sistem yang dari waktu ke waktu selalu mengalami perubahan. 2.1.5. Pelaku Sistem

Dalam menganalisa suatu sistem dibutuhkan pengetahuan lebih sekedar dari pemahaman tentang teknologi komputer misalnya : kemampuan komunikasi dengan orang lain yang sebagian besar berkomunikasi dengan cara yang berbeda, sehingga pelaku sistem ini dapat dikelompokan menjadi 7 yaitu :

1. Pemakai

Pemakai adalah pelaku yang penting, karena sistem diciptakan untuk pemakai karena sistem merupakan alat komunikasi dengan pemakai, sehingga sistem dibuat dan dirancang untuk mencapai bentuk akhir yang bermanfaat.

2. Manajemen

Manajemen terdiri dari 3 jenis yaitu manajemen pemakai yang berfungsi menangani pemakai dimana sistem baru diterapkan. Manajemen sistem yang terlibat dalam pengembangan sistem itu sendiri disebut manajemen umum dan manajemen pengambil keputusan yang mendukung perancangan suatu sistem.

3. Pemeriksaan

Ukuran dan kerumitan suatu sistem yang dikerjakan dimana sistem tersebut diimplementasikan dapat menentukan kesimpulan perlu tidaknya pemeriksaan.

(19)

4. Penganalisa Sistem

Fungsi analis sistem ada 4 macam yaitu :

a. Arkeolog, yaitu menelusuri bagaimana sebenarnya sistem lama berjalan dan bagaimana sistem tersebut dijalankan.

b. Inovator, yaitu membantu mengembangkan dan membuka wawasan pemakai.

c. Mediator, yaitu menjalankan fungsi komputer disemua level.

d. Pimpinan Proyek, yaitu penganalisa sistem yang lebih berpengalaman. 5. Pendesain Sistem

Pendesain sistem menerima hasil penganalisa sistem berupa kebutuhan paket yang tidak berorientasi pada teknologi tertentu yang kemudian ditransformasikan ke rancangan (desain) arsitektur dan dapat diinformasikan ke program.

6. Programmer

Setelah menganalisa memberikan hasil kerjanya dan kemudian diperoleh oleh pendesain sistem, baru programmer dapat mulai bekerja.

7. Personil Pengoperasian

Pelaku ini bertugas dan bertanggung jawab dipusat komputer misalnya jaringan, kemudian perangkat keras, keamanan perangkat lunak dan pencetakkan.

2.2. Sistem pendukung keputusan (SPK)

Pada dasarnya Sistem pendukung keputusan (SPK) merupakan pengembangan lebih lanjut dari Sistem Informasi Manajemen terkomputerisasi yang dirancang sedemikian rupa sehingga bersifat interaktif dengan pemakainya. Interaktif dengan tujuan untuk memudahkan integrasi antara berbagai komponen dalam proses pengambilan keputusan seperti prosedur, kebijakan, analisis, pengalaman dan wawasan manajer untuk mengambil keputusan yangn lebih baik. Sistem pendukung keputusan (SPK) adalah sistem yang dibangun untuk menyelesaikan berbagai masalah yang bersifat manajerial atau organisasi perusahaan yang dirancang untuk mengembangkan efektivitas dan produktivitas

(20)

para manajer untuk menyelesaikan masalah dengan bantuan teknologi komputer. Hal lainnya yang perlu dipahami adalah bahwa Sistem pendukung keputusan (SPK) bukan untuk menggantikan tugas manajer akan tetapi hanya sebagai bahan pertimbangan bagi manajer untuk menentukan keputusan akhir. Dalam

menentukan suatu keputusan banyak faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan seorang pengambil keputusan, sehingga dipandang perlu untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang penting dan mempertimbangkan tingkat pengaruh suatu faktor dengan faktor yang lainnya sebelum mengambil keputusan akhir.

2.3. Definisi Sistem pendukung keputusan (SPK)

Sistem Pendukung Keputusan (Decission Support System) adalah sistem informasi berbasis komputer yang menyediakan dukungan informasi yang interaktif bagi manajer dan praktisi bisnisn selama proses pengambilan keputusan (O’Brien, 2005: 448). Sistem pendukung keputusan dibangun tentunya mempunyai tujuan yang ingin dicapai oleh seorang pembuat keputusan dibangun tentunya mempunyai tujuan yang ingin dicapai oleh seorang pembuat keputusan. Menurut Aji Supriyanto (2015:260) tujuan SPK adalah sebagai “second opinion” atau “informasi sources” sebagai bahan pertimbangan seorang manajer sebelum memutuskan kebijakan tertentu (Marimin dan Maghfiroh, 2013).

2.4. Karakteristik Sistem pendukung keputusan (SPK)

Karakteristik yang membedakan sistem pendukung keputusan dengan informasi lainnya adalah (Turban, 2005) :

a. Sistem pendukung keputusan dirancang untuk membantu pengambilan keputusan dalam memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur dan tidak berstruktur.

b. Dalam proses pengolahannya, sistem pendukung keputusan menggunakan suatu model-model analisis.

(21)

c. Sistem pendukung keputusan dirancang sedemikian rupa sehingga dapat digunakan/dioperasikan oleh orang yang tidak memiliki dasar kemampuan pengoperasian komputer yang tinggi.

d. Sistem pendukung keputusan lebih menekankan pada fleksibilitas serta kemampuan adaptasi yang tinggi, sehingga mudah disesuaikan dengan berbagai perubaha lingkungan yang terjadi dan kebutuhan pemakai.

e. Membantu pengguna membuat keputusan dengan lebih cepat, lebih pintar dan lebih baik.

2.5. Komponen Sistem pendukung keputusan (SPK)

Menurut Aji Supriyanto (2015:260) SPK dibangun oleh tiga komponen utama atau sub system yaitu :

1. Subsistem data (database)

Subsistem data merupakan komponen SPK pnyedia data bagi sistem. Data dimaksud disimpan dalam suatu pangkalan data (database) yang diorganisasikan oleh suatu sistem yang disebut dengan sistem manajemen pangkalan data database management system (DBMS).

2. Subsistem model (model system)

Model adalah suatu peniruan dari alam nyata. Dalam menyimpan ke berbagai model pada sistem pangkalan harus tetap dijaga fleksibilitasnya. Artinya harus ada fasilitas yang mampu membantu pengguna untuk memodifikasi atau menyempurnakan model, seiring dengan perkembangan pengetahuan.

3. Subsistem dialog (user system interface)

Keunikan lainnya dari SPK adalah fasilitas yang mampu mengintegerasikan. Sistem terpasang dengan pengguna secara interaktif. Fasilitas atau subsistem ini dikenal sebagai subsistem dialog.

2.6. Tujuan Sistem pendukung keputusan (SPK)

(22)

a. Membantu manajer dalam pembuatan keputusan untuk memecahkan masalah semi terstruktur.

b. Mendukung keputusan manajer, dan bukannya mengubah atau mengganti keputusan tersebut.

c. Meningkatkan efektivitas manajer dalam pembuatan keputusan, dan bukannya peningkatan efisiensi.

Tujuan ini berkaitan dengan tiga prinsip dasar dari konsep system pengambilan keputusan (SPK), yaitu struktur masalah, dukungan keputusan, dan efektivitas keputusan.

2.7. Keuntungan Sistem pendukung keputusan (SPK)

Sistem pengambil keputusan (SPK) memiliki banyak keuntungan yang didapatkan antara lain (Marimin dan Maghfiroh, 2013:92) :

a. Dapat memperluas kemampuan seseorang untuk mengambil keputusan dalam memproses data atau informasi pemakainya.

b. Membantu mengambil keputusan dalam hal penghematan waktu yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah, terutama berbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak terstruktur.

c. Dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan.

d. Dapat menjadi stimulan bagi pengambil keputusan dalam memahami permasalahannya, karena sistem penunjang keputusan mampu menyajikan berbagai alternatif.

e. Mampu menyediakan bukti tambahan untuk memberikan pembenaran, sehingga dapat memperluas posisi pengambilan keputusann.

2.8. Analitichal Hirarchi Proses (AHP)

2.8.1. Pengertian Analitichal Hirarchi Proses (AHP)

Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan suatu model pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty (2008). .[/multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki. Menurut Saaty (2008), hirarki didefinisikan

(23)

sebagai suatu representasi dari sebuah permasalahan yang kompleks dalam suatu struktur multi level dimana level pertama adalah tujuan, yang diikuti level faktor, kriteria, sub kriteria, dan seterusnya kebawah hingga level terakhir dari alternatif. Dengan hirarki, suatu masalah yang kompleks dapat diuraikan ke dalam kelompok- kelompoknya yang kemudian diatur menjadi suatu bentuk hirarki sehingga permasalahan akan tampak lebih terstruktur dan sistematis. Model ini sering digunakan sebagai metode pemecahan masalah dibanding dengan metode yang lain karena alasan- alasan sebagai berikut:

a) Struktur yang berhirarki, sebagai konsekuesi dari kriteria yang dipilih, sampai pada subkriteria yang paling dalam.

b) Memperhitungkan validitas sampai dengan batas toleransi inkonsistensi berbagai kriteria dan alternatif yang dipilih oleh pengambil keputusan.

c) Memperhitungkan daya tahan output analisis sensitifitas pengambilan keputusan.

2.9. Kegunaan AHP

AHP banyak digunakan untuk pengambilan keputusan dalam menyelesaikan masalah-masalah dalam hal perencanaan, penentuan alternatif, penyusunan prioritas, pemilihan kebijakan, alokasi sumber daya, penentuan kebutuhan, peramalan hasil, perencanaan hasil, perencanaan sistem, pengukuran performansi, optimasi, dan pemecahan konflik. Keuntungan dari metode AHP dalam pemecahan persoalan dan pengambilan keputusan adalah :

a. Kesatuan : AHP memberi satu model tunggal yang mudah dimengerti, luwes untuk aneka ragam persoalan tak terstruktur.

b. Kompleksitas : AHP memadukan ancangan deduktif dan rancangan berdasarkan sistem dalam memecahkan persoalan kompleks.

c. Saling ketergantungan : AHP dapat menangani saling ketergantungan elemen-elemen dalam suatu sistem dan tidak memaksakan pemikiran linier.

(24)

d. Penyusunan hirarki : AHP mencerminkan kecenderungan alami pikiran untuk memilih elemen-elemen suatu sistem dalam berbagai tingkat berlainan dan mengelompokkan unsur yang serupa dalam setiap tingkat. e. Pengukuran : AHP memberi suatu skala untuk mengukur hal-hal dan

wujud suatu model untuk menetapkan prioritas.

f. Konsistensi : AHP melacak konsistensi logis dari pertimbangan-pertimbangan yang digunakan dalam menentukan prioritas.

g. Sintesis : AHP menuntun ke suatu taksiran menyeluruh tentang kebaikan setiap alternatif.

h. Tawar-menawar : AHP mempertimbangkan prioritas-prioritas relatif dari berbagai faktor sistem dan memungkinkan orang memilih alternatif terbaik berdasarkan tujuan mereka.

i. Penilaian dan konsensus : AHP tidak memaksakan consensus tetapi mensintesis suatu hasil yang representatif dari berbagai penilaian yang berbeda-beda.

j. Pengulangan proses : AHP memungkinkan orang memperhalus definisi mereka pada suatu persoalan dan memperbaiki pertimbangan dan pengertian mereka melalui pengulangan.

(Marimin dan Nurul, 2013:92).

Pada dasarnya, prosedur atau langkah-langkah dalam metode AHP meliputi (Kusrini, 2007 hal:135) :Mendefinisikan masalah dan menentukan solusi yang diinginkan , lalu menyusun hierarki dari permasalahan yang dihadapi.

1. Menentukan prioritas elemen

a. Langkah pertama dalam menentukan prioritas elemen adalah membuat perbandingan pasangan, yaitu membandingkan elemen secara berpasangan sesuai kriteria yang diberikan.

b. Matriks perbandingan berpasangan diisi menggunakan bilangan untuk mempresentasikan kepentingan relatif dari suatu elemen terhadap elemen yang lainnya.

(25)

sintesis untuk memperoleh keseluruhan prioritas.

3. Mengukur Konsistensi Dalam pembuatan keputusan, penting untuk mengetahui seberapa baik konsistensi yang ada karena kita tidak menginginkan keputusan berdasarkan pertimbangan dengan konsistensi yang rendah.

4. Hitung Consistency Index (CI) dengan rumus : CI = ( λ maks-n) / n di mana n = banyaknya elemen

5. Hitung Rasio Konsistensi / Consistency Ratio (CR) dengan rumus : CR = CI/IR di mana CR = Consistency Ratio CI = Consistency Index IR = Index Random Consistency

6. Memeriksa konsistensi hierarki. Jika nilainya lebih dari 10%, maka penilaian data judgment harus diperbaiki. Namun jika rasio konsistensi (CI/IR) kurang atau sama dengan 0,1, maka hasil perhitungan bisa dinyatakan benar. Daftar Indeks Random Konsistensi (IR) bisa dilihat dalam tabel 2.1.

Tabel 2.1 Ratio Index

N 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

RI 0 0 0.58 0.90 1.12 1.24 1.32 1.41 1.45 1.49

2.10. Pinjaman Dana Tunai

2.10.1. Pengertian Pinjaman Dana Tunai

Pinjaman (kredit) dana tunai adalah pinjaman uang dengan pembayaran pengembalian secara mengangsuran. (Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Secara yuridis bahkan Undang-undang Perbankan no 7 tahun 1992. Mendefinisikan secara lugas bahwa Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan dan kesepakatan pinjam meminjam antara suatu perusahaan dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah uang, imbalan atau pembagian hasil keuntungan.

(26)

2.11. Angsuran

Besarnya angsuran yang harus dibayar oleh konsumen setiap bulannya sesuai besarnya pinjaman dan lamanya waktu cicilan angsuran tersebut.

Tabel 2.1 Tabel Angsuran

PINJAMAN 2.000.000 2.500.000 3.000.000 4.000.000 5.000.000 6.000.000

ANGSURAN 90.000 110.000 132.000 175.000 220.000 264.000

SELAMA 31 x 31 x 31 x 31 x 31 x 31 x

2.12. Basis Data

2.12.1. Pengertian Basis Data

Basis data (bahasa inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan didalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (quey) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.

Istilah “basis data” berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas. Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan didalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan diantara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data, Model yang umum digunakan sekarang adalah model selasional, yang menurut istilah layanan mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili dengan menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang

(27)

lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteknya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

Database adalah kumpulan data yang saling berhubungan satu dengan

lainnya yang tersimpan di perangkat keras komputer dan diperlukan suatu perangkat lunak untuk memanipulasi basis data tersebut. (Junindar, 2008, hal 19)

Database adalah himpunan kelompok data (arsip) yang saling

berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah. (Fathansyah, ir, 1999, hal 2).

Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa database merupakan kumpulan dari beberapa file yang disimpan dalam suatu perangkat keras komputer yang dapat diambil maupun disimpan kembali menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.

2.13. Microsoft visual studio 2010

Merupakan sebuah perangkat lunak lengkap (suite) yang dapat digunakan untuk melakukan pengembangan aplikasi, baik itu aplikasi bisnis, aplikasi personal, ataupun komponen aplikasinya, dalam bentuk aplikasi console, aplikasi Windows, ataupun aplikasi Web. Visual Studio mencakup kompiler, SDK, Integrated Development Environment (IDE), dan dokumentasi (umumnya berupa MSDN Library). Kompiler yang dimasukkan ke dalam paket Visual Studio antara lain Visual C++, Visual C#, Visual Basic, Visual Basic .NET, Visual InterDev, Visual J++, Visual J#, Visual FoxPro, dan Visual SourceSafe.

Microsoft Visual Studio dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi dalam

native code (dalam bentuk bahasa mesin yang berjalan di atas Windows) ataupun managed code (dalam bentuk Microsoft Intermediate Language di atas .NET

(28)

Framework). Selain itu, Visual Studio juga dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi Silverlight, aplikasi Windows Mobile (yang berjalan di atas .NET Compact Framework).

Visual Studio kini telah menginjak versi Visual Studio 9.0.21022.08, atau dikenal dengan sebutan Microsoft Visual Studio 2008 yang diluncurkan pada 19 November 2007, yang ditujukan untuk platform Microsoft .NET Framework 3.5. Versi sebelumnya, Visual Studio 2005 ditujukan untuk platform .NET Framework 2.0 dan 3.0. Visual Studio 2003 ditujukan untuk .NET Framework 1.1, dan Visual Studio 2002 ditujukan untuk .NET Framework 1.0. Versi-versi tersebut di atas kini dikenal dengan sebutan Visual Studio .NET, karena memang membutuhkan Microsoft .NET Framework. Sementara itu, sebelum muncul Visual Studio .NET, terdapat Microsoft Visual Studio 6.0 (VS1998).

2.14. Mysql

2.14.1. Pengertian Mysql

Mysql adalah sebuah perangkat lunak Pembuat database yang bersifat terbuka atau open source dan berjalan disemua platform baik Linux maupun Si Windows, Mysql merupakan program pengakses database yang bersifat network sehingga dapat digunakan untuk aplikasi Multi User (Pengguna Banyak).

Mysql adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang

didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Dimana setiap orang bebas untuk menggunakan Mysql, namun tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial.

Mysql dapat dikatakan lebih unggul dibandingkan database server lainnya dalam

query data. Hal ini terbukti untuk query yang dilakukan oleh single user, kecepatan query Mysql bisa sepuluh kali lebih cepat dari Postgre SQL dan lima kali lebih cepat dibandingkan Interbase.

2.15. Microsoft SQL Server

2.15.1. Pengertian Microsoft SQL Server

Sebuah sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) produk Microsoft. Bahasa kueri utamanya adalah Transact-SQL yang merupakan

(29)

implementasi dari SQL standar ANSI/ISO yang digunakan oleh Microsoft dan Sybase. Umumnya SQL Server digunakan di dunia bisnis yang memiliki basis data berskala kecil sampai dengan menengah, tetapi kemudian berkembang dengan digunakannya SQL Server pada basis data besar.

Microsoft SQL Server dan Sybase/ASE dapat berkomunikasi lewat jaringan dengan menggunakan protokol TDS (Tabular Data Stream). Selain dari itu, Microsoft SQL Server juga mendukung ODBC (Open Database Connectivity), dan mempunyai driver JDBC untuk bahasa pemrograman Java. Fitur yang lain dari SQL Server ini adalah kemampuannya untuk membuat basis data mirroring

dan clustering. Pada versi sebelumnya, MS SQL Server 2000 terserang oleh

cacing komputer SQL Slammer yang mengakibatkan kelambatan akses Internet pada tanggal 25 Januari 2003.

2.16. Xampp

2.16.1. Pengertian Xampp

Merupakan singkatan dari Cascading Style Sheets. Yaitu sebuah rangkaian instruksi yang dapat menentukan bagaimana suatu text itu dapat tertampil di halaman web. Perancangan desain text ini bisa dilakukan dengan mengartikan fonts (huruf) , margins (ukuran), colors (warna), latar belakang (background), ukuran font (font sizes) dan lain sebagainya. Elemen-elemen contohnya colors (warna) , fonts (huruf), sizes (ukuran) trus spacing (jarak) dapat disebut juga dengan “styles”.

Cascading Style Sheets (CSS) ini ternyata juga bisa meletakkan styles yang

berbeda pada layers atau (lapisan) yang berbeda pula. CSS ini terdiri atas style sheet yang memberitahubrowser dalam menyelesaikan suatu dokumen yang akan disajikan. lalu untuk fitur-fitur baru pada halaman web juga lama dapat ditambahkan dengan bantuan style sheet. Pada saat menggunakan CSS, Anda tidak perlu repot-repot menulis font, size atau pun color pada setiap paragraf nya, ataupun pada setiap dokumen sekalipun. Lalu, setelah Anda membuat sebuah

(30)

style sheet, Anda pun bisa menyimpan kode tersebut sekali saja dan juga dapat kembali menggunakannya apabila suatu saat diperlukan.

CSS (Cascading Style Sheet) ini adalah salah satu bahasa desain web (style sheet language) dimana mampu mengontrol format tampilan sebuah halaman web yang ditulis dengan menggunakan penanda atau deisebut dengan (markup laguage). Umumnys CSS ini digunakan dalam mendesain sebuah halaman HTML dan juga XHTML, akan tetapi sekarang CSS dapat diaplikasikan pula untuk segala dokumen XML, termasuk juga di dalam nya SVG dan juga XUL bahkan sampai

dengan sistem operasi Android. 2.17. Unified Modelling Language (UML)

2.17.1. Pengertian Unified Modelling Language (UML)

Unified Modeling Language (UML) adalah sebuah bahasa yang

berdasarkan grafik/gambar untuk memvisualisasi, menspesifikasikan, membangun, dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan software berbasis OO (Object-Oriented). UML sendiri juga memberikan standar penulisan sebuah sistem blueprint, yang meliputi konsep bisnis proses, penulisan kelas-kelas dalam bahasa program yang spesifik, skema database, dan komponen-komponen yang diperlukan dalamsistem software UML adalah salah satu tool / model untuk merancang pengembangan software yang berbasis object oriented UML sebagai sebuah bahasa yang memberikan vocabulary dan tatananpenulisan kata-kata dalam ‘MS Word’ untuk kegunaan komunikasi. Sebuah bahasa model adalah sebuah bahasa yang mempunyai vocabulary dan konsep tatanan / aturan penulisan serta secara fisik mempresentasikan dari sebuah sistem

2.17.2. Tujuan Penggunaan UML

 Memberikan bahasa pemodelan yang bebas dari berbagai bahas pemrograman dan proses rekayasa.

 Menyatukan praktek-praktek terbaik yang terdapat dalam pemodelan.

 Memberikan model yang siap pakai, bahsa pemodelan visual yang ekspresif untuk mengembangkan dan saling menukar model dengan

(31)

 UML bisa juga berfungsi sebagai sebuah (blue print) cetak biru karena sangat lengkap dan detail. Dengan cetak biru ini maka akan bias diketahui informasi secara detail tentang coding program atau bahkan membaca program dan menginterpretasikan kembali ke dalam bentuk diagram (reserve enginering).

2.17.3. Diagram – diagram dalam UML

UML terdiri atas beberapa diagram, yaitu :  Diagram Use Case

 Diagram Class  Diagram Sequence  Diagram Activity

2.17.4. Simbol – simbol UML dan Pengertiannya. a. Diagram Use Case

Diagram Use case diagram adalah gambaran grafis dari beberapa atau semua actor, use-case, dan interaksi antara komponen-komponen tersebut yang memperkenalkan satu sistem yang dibangun. Use-case diagram dapat digunakan selama proses analisis untuk menangkap requirement system dan untuk memahami bagaimana sistem seharusnya bekerja. “elama tahap desain, use-case diagram berperan untuk menetapkan perilaku ( behavior ) sistem saat diimplementasikan. !alam sebuah model mungkin terdapat satu atau beberapa use-case diagram.

NO GAMBAR NAMA KETERANGAN

1.

Actor1

Actor Menspesifikasikan himpuan peran yang pengguna

mainkan ketika berinteraksi dengan use case.

(32)

2.

Association Apa yang

menghubungkan antara objek satu Dengan objek lainnya.

3. Generalization Hubungan dimana

objek anak

(descendent) berbagi perilaku dan struktur data dari objek yang ada di atasnya objek induk (ancestor). 4.

Include Menspesifikasikan bahwa use case sumber secara

Eksplisit 5.

Extend Menspesifikasikan bahwa use case target memperluas perilaku dari use case sumber pada

suatu titik yang diberikan

6. Dependency Hubungan dimana

perubahan yang terjadi pada suatu elemen mandiri (independent) akan mempengaruhi elemen yang bergantung padanya elemen

(33)

yang tidak mandiri (independent). 7. System System Menspesifikasikan paket yang menampilkan sistem secara terbatas. 8.

Use Case Deskripsi dari urutan aksi-aksi yang ditampilkan

sistem yang

menghasilkan suatu hasil yang terukur bagi suatu aktor. 9.

Collaboration nteraksi aturan-aturan dan elemen lain yang bekerja

sama untuk

menyediakan prilaku yang lebih besar dari jumlah dan elemen-elemennya (sinergi). 10.

Note Elemen fisik yang eksis saat aplikasi dijalankan dan

mencerminkan suatu

sumber daya

komputasi

(34)

b. Diagram Class.

Class Diagram adalah suatu diagram yang memperlihatkan atau menampilkan struktur darisebuah sistem,sistem tersebut akan menampilkan system kelas,atribut dan hubungan antara kelasketika suatu sistem telah selesai membuat diagram.

NO GAMBAR NAMA KETERANGAN

1. Generalization Hubungan dimana

objek anak

(descendent)

berbagi perilaku dan struktur data dari objek yang ada di atasnya objek induk (ancestor).

2. Nary Association Upaya untuk

menghindari asosiasi dengan lebih dari 2 objek.

3.

Class Himpunan dari objek-objek yang berbagi atribut serta operasi yang sama.

4. Realization Operasi yang benar

-benar dilakukan oleh suatu objek.

5.

Collaboration Deskripsi dari Urutan aksi-aksi Yang ditampilkan sistem yang

(35)

hasil yang terukur bagi suatu aktor 6.

Dependency Hubungan dimana perubahan yang terjadi pada suatu elemen mandiri (independent) Akan mempegaruhi Elemen yang

Bergantung padanya elemen yang tidak mandiri.

7. Association Apa yang

menghubungkan antara objek satu dengan objek lainnya

Gambar 2.2 Simbol Diagram Class. c. Diagram Sequence

Sequence diagram (diagram urutan) adalah suatu diagram yang memperlihatkan atau menampilkan interaksi-interaksi antar objek di dalam sistem yang disusun pada sebuah urutan atau rangkaian waktu. Interaksi antar objek tersebut termasuk pengguna, display, dan sebagainya berupa pesan/message.

NO GAMBAR NAMA KETERANGAN

1. LifeLine Objek entity, antar

muka yang saling berinteraksi.

(36)

2. Message Spesifikasi dari komunikasi antar objek yang memuat informasi-informasi tentang aktifitas yang terjadi.

3. Message Spesifikasi dari

komunikasi antar objek yang memuat informasi-informasi tentang aktifitas yang terjadi.

Gambar 2.3 Simbol Diagram Sequence

b. Diagram Activity

Diagram Activity adalah menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, decision yang mungkin terjadi, dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi. Activity diagram merupakan state diagram khusus, di mana sebagian besar state adalah action dan sebagian besar transisi di-trigger oleh selesainya state sebelumnya (internal processing). Oleh karena itu activity diagram tidak menggambarkan behaviour internal sebuah sistem (dan interaksi antar subsistem) secara eksak, tetapi lebih menggambarkan proses-proses dan jalur-jalur aktivitas dari level atas secara umum. Menggambarkan proses bisnis dan urutan aktivitas dalam sebuah proses. Dipakai pada business modeling untuk memperlihatkan urutan aktifitas proses bisnis. Struktur diagram ini mirip flowchart atau Data Flow Diagram pada perancangan terstruktur. Sangat bermanfaat apabila kita membuat diagram ini terlebih dahulu dalam memodelkan sebuah proses untuk membantu

(37)

memahami proses secara keseluruhan. Activity diagram dibuat berdasarkan sebuah atau beberapa use case pada use case diagram.

NO GAMBAR NAMA KETERANGAN

1. Actifity Memperlihatkan

bagaimana masing- masing kelas antarmuka saling berinteraksi satu sama lain.

2. Action State dari sistem yang

mencerminkan

eksekusi dari suatu aksi.

3.

Initial Node Bagaimana objek dibentuk atau diawali. 4. Actifity Final Node Bagaimana objek dibentuk dan dihancurkan.

5. Fork Node Satu aliran yang pada

tahap tertentu berubah menjadi beberapa aliran.

Gambar 2.4 Simbol Diagram Activity

2.18. Kamus Data

2.18.1. Pengertian Kamus Data

Kamus data adalah suatu kumpulan data elemen yang terstruktur dengan pengertian yangkonsisten dan sesuai dengan sistem, sehingga pengguna maupun analis sistem memiliki pemahama yang sama mengenai masukan, keluaran dan komponen simpanan data Pembentukan kamus data didasarkan pada alur data

(38)

yang terdapat pada Diagram Alir Data (DAD). Aliran data pada DAD bersifat umum (hanya menunjukkan nama alur datanya tanpa menunjukkan struktur dari alur data). Unutk menunjukkan struktur dari aliran data secara detail maka dibutuhkan sebuah kamus data. Kamus Data (KD) dibuat pada tahap analisis sistem dan digunakan baik pada tahap analisis maupun pada tahap perancangan sistem. Pada tahap analisis sistem, KD dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara analisis sistem dengan pemakai sistem tentang data yang mengalir di sistem, yaitu tentang data yang masuk ke sistem dan tentang informasi yang dibutuhkan oleh pemakai sistem. Pada tahap perancangan sistem, KD digunakan untuk merancang input, merancang laporan-laporan dan database. Kamus data dibuat berdasarkan arus data yang ada di DAD.

2.18.2. Isi Kamus Data

Kamus data memuat hal-hal sebagai berikut : 1. Nama arus data

Karena kamus data dibuat berdasarkan arus data yang mengalir, maka nama dari arus data juga harus dicatat dikamus data.

2. Alias

Alias atau nama lain dari data dapat dituliskan bila nama lain ini ada. Alias perlu ditulis karena data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk orang atau departemen satu dengan yang lainnya.

3. Bentuk data

Bentuk dari data yang mengalir dapat berupa : Dokumen dasar atau formulir, Dokumen hasil cetakan komputer, laporan tercetak, Tampilan dilayar monitor, Variabel, Parameter, dan Field.

4. Arus Data

Arus data menunjukkan darimana data mengalir dan akan kemana data menuju.

5. Penjelasan

Bagian penjelasan dapat di isi dengan keterangan-keterangan tentang arus data untuk lebih memperjelas tentang makna dari arus data yang dicatat dalam kamus data.

(39)

6. Periode

Periode menunjukkan kapan terjadinya arus ini. Dalam kamus data periode digunakan untuk mengidentifikasi kapan input dan harus dimasukkan ke sistem, kapan proses dari program harus dilakukan dan kapan laporan-laporan harus dihasilkan.

7. Volume

Volume yang perlu dicatat di dalam kamus data adalah tentang volume rata-rata dan volume puncak dari arus data. Volume rata-rata menunjukkan banyaknya rata-rata arus data yang mengalir dalam satu periode tertentu dan volume puncak menunjukkan volume terbanyak. Volume ini digunakan untuk mengidentifikasi besarnya simpanan luar yang akan digunakan, kapasitas dan jumlah dari alat input, alat pemroses dan alat output.

8. Struktur Data

Struktur data mennunjukkan arus data yang dicatat di kamus data terdiri dari item-item data apa saja.

(40)

32 3.1. Sekilas Tentang Perusahaan

3.1.1. Sejarah Perusahaan PT. BINA ARTHA VENTURA

PT. Bina Artha Ventura berdiri pada tanggal 14 November 2011 dan bergerak di bidang keuangan khususnya pembiayan mikro yang tidak memiliki jalur ke lembaga pinjaman yang resmi. Bina Artha berdiri atas inisiatif dari Credit Access Asia, sebuah perusahaan investasi dari Luxembourg. Investasi yang dilakukan oleh Credit Access Asia ada di India (Grameen Koota), Filipina (One Puhunan), Indonesia (Bina Artha), dan Vietnam (Credit Access Vietnam). Perkembangan PT. Bina Artha Ventura dari tahun ke tahun dapat dilihat dari grafik tersebut.

2011 - Juli : Tanggal berdirinya PT Bina Artha Ventura

- November : PT Bina Artha Ventura mulai menjalankan kegiatan operasionalnya.

2012 - Juli : jumlah mitra mencapai 10.000 mitra - Desember : Jumlah mitra mencapai 20.000 mitra 2013 - Juli : Jumlah mitra mencapai 50.000 mitra

- Desember : Jumlah mitra mencapai 80.719 mitra, dan memiliki 59 kantor cabang.

2014 - April : Launching 3 kantor cabang Individual Lending di DIY

- Mei : Jumlah mitra mencapai 100.000 mitra, dan memiliki 83 kantor cabang GL.

- Desember : mencapai 123.633 mitra, 95 kantor cabang GL.

2015 - Desember : 147 kantor cabang Group Lending dan 20 kantor cabang Individual Lending di DIY.

2016 - Desember : 209 kantor cabang Group Lending dan Individual Lending. - Mitra : 215.928

(41)

3.1.2. Visi dan Misi PT. BINA ARTHA VENTURA a. Visi

Menjadi lembaga keuangan khusus yang termuka dengan melayani 1.000.000 keluarga di indonesia di tahun 2020.

b. Misi

Menyediakan layanan keuangan khusus, untuk masyarakat berpendapatan rendah yang aktif dalam kegiatan perekonomian dengan memperhatikan aspek kewajaran dan kelayakan, transparansi, efisiensi serta berkelanjutan.

3.1.3. Struktur Organisasi PT. BINA ARTHA VENTURA

Struktur organisasi pada PT. Bina Artha Ventura dapat dilihat seperti pada gambar 3.1 di bawah ini :

Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT. Bina Artha Ventura

Province Manager (PM) Regional Manager (RM) Area Manager (AM) Branch Manager (BM) Deputy Branch Manager (DBM)

ADMIN Account Officer

(42)

3.1.4. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab

Untuk pembagian kerja dan jabatan masing-masing memiliki tugas dan wewenang yang telah ditetapkan oleh pihak perusahaan PT. BINA ARTHA VENTURA, antara lain yaitu :

1. Province Manager (PM)

a. Tugas Province Manager (PM)

Monitoring keseluruhan kinerja dan pengawasan Regional Manager (RM) terkait pengelolaan cabang.

2. Regional Manager (RM)

b. Tugas Regional Manager (RM)

Monitoring kinerja cabang melalui Area Manager (AM) area kelolaan 4 sampai 5.

3. Area Manager (AM)

c. Tugas Area Manager (AM)

Monitoring kinerja cabang melalui Branch Manager (BM), Area

Manager (AM) biasanya memegang 4 sampai 5 cabang kelolaan.

4. Branch Manager (BM)

d. Tugas Branch Manager (BM)

Mengekelola 1 cabang secara keseluruhan 5. Deputy Branch Manager (DBM).

e. Tugas Deputy Branch Manager (DBM).

Mengkordinasi petugas lapangan terlebih dalam penagihan tunggakan dan angsuran.

6. Admin

f. Tugas Admin 7. Account Officer (AO)

g. Tugas Account Officer (AO)

 Mencari calon konsumen dan berkoordinir dengan atasan terkait dalam memenuhi target penjualan yang telah ditetapkan dengan menggunakan materi promosi yang disediakan oleh divisi marketing.

(43)

 Melakukan survey ke konsumen sesuai dengan kriteria

survey yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan meminta

kelengkapan dokumen yang diperlukan untuk pengajuan kredit.

 Melakukan penagihan kepada konsumen yang pengajuan kreditnya telah disetujui untuk tenor 1-6.

3.2. Metode Pengembangan Sistem

Metode pengembangan sistem yang digunakan oleh penulis yaitu metode pengembangan system berorientasi objek desain dan analisis atau yang disebut dengan OOAD (Object Oriented Analysis and Design).

3.2.1. Tahap Perencanaan

Dalam tahapan perencanaan ini terdapat klasifikasi tugas-tugas yang akan dilakukan yaitu sebagai berikut :

1. Menentukan obyektif dalam program tersebut dengan memfokuskan diri pada problem-problem spesifik untuk diselesaikan, yaitu bagaimana menentukan mitra yang sesuai berdasarkan kriteria kriteria yang telah ditetapkan.

2. Lingkup penelitian yakni menentukan kriteria-kriteria yang akan digunakan dalam penentuan mitra.

3. Menentukan proses atau langkah-langkah yang dibutuhkan untuk menggunakan data input guna menghasilkan data output dengan menggunakan metode AHP untuk memproses.

3.2.2. Tahap Analisis

Tujuan dari analisis sistem adalah untuk menentukan hal-hal secara detail yang akan dikerjakan oleh sistem. Pada tahap analisis ini langkah awal peneliti melakukan identifikasi dan perincian apa saja yang akan dibutuhkan dalam pengembangan sistem serta membuat perencanaan yang berkaitan dengan proyek sistem. Adapun langkah- langkah yang dilakukan dalam tahap analisis sistem ini adalah :

(44)

3.3. Deskripsi sistem penentuan pinjaman di PT. BINA ARTHA VENTURA

Penentuan mitra baik di PT. BINA ARTHA VENTURA. dilakukan oleh petugas pada waktu proses survai yang hasilnya sudah menjadi compound yang terdapat beberapa mitra diantaranya : ACM, NBR dan CR. petugas menentukan kualitas mitra berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan, setelah semua kriteria diisi kemudian sistem akan memberikan jawaban atau output.

3.4. Teknik Pengumpulan Data

Mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk pembangunan sistem pendukung keputusan penentukan mitra. Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan oleh penulis adalah data laporan hasil pengecekan khususnya data kriteria kualitas yang dipakai penulis dalam menentukan mitra. Metode yang dipakai dalam pengumpulan data sebagai berikut :

a. Metode Observasi

Pada metode observasi ini peneliti menemui mitra yang bersangkutan. Data yang diperoleh yaitu laporan hasil survai. Selain itu penulis melakukan wawancara dengan penanggung jawab.

b. Studi Pustaka

Merupakan proses pengumpulan data dengan cara membaca literatur dari buku, data-data teoritis yang diperoleh dari internet dan catatan-catatan kuliah yang berkaitan dengan penulisan laporan tugas akhir ini dengan maksud untuk digunakan sebagai landasan teoritis sekaligus pendukung dalam penyusunan tugas akhir ini.

3.5. Analisis Kebutuhan

Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah identifikasi dan analisis kebutuhan informasi sebagai input data yang akan diproses dengan model AHP agar bisa menghasilkan output untuk menentukan pinjaman dari hasil survai. Informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data mitra dan data penanggung jawab.

(45)

Setelah menganalisa kebutuhan informasi dilanjutkan dengan menganalisa kebutuhan software dalam menyusun sistem pendukung keputusan.

Penyusunan sistem ini membutuhkan software-software untuk mempermudah dalam merancang dan membangun sistem. Adapun software yang digunakan dalam penelitian ini adalah Microsoft visual studio 2010 untuk membuat dan mengedit script dan database mysql untuk menyimpan data.

3.6. Prosedur Sistem yang Berjalan

System yang berjalan pada PT. Bina Artha Ventura khususnya pada system pinjaman dana tunai adalah sebagai berikut :

a. Ekspansi

Adalah bentuk penjualan produk terhadap nasabah b. Sosialisasi

Adalah tahap memperkenalkan produk pada calon nasabag agar lebih tertarik untuk berkerjasama

c. Pembentukan Kelompok

Adalah tahap sudah terbentuknya kumpulan atau kelompok yang menjadi syarat yang harus dimiliki oleh nasabah untuk dapat bergabung dalam sistem pembiayaan berkelompok.

d. Uji Kelayakan Mitra

Adalah tahap dimana calon nasabah harus disurvey oleh petugas lapangan untuk memastikan apakah calon nasabah memenuhi kriteria dan layak untuk menjadi nasabah atau mitra dilihat dari kemampuan dalamn pembayaran dan penggunaan pinjaman sebagai modal usaha e. LKKM 1 (Latihan Kedisiplinan Kelompok Mitra 1)

Adalah proses pemberian penjelasan kepada calon mitra mengenai sistem dan pelayanan produk modal kerja, tujuan, hak dan kewajiban mitra guna kelancaran peminjaman.

(46)

Adalah proses mengingatkan kembali calon mitra dengan sistem yang berlaku agar terjadi kesepakatan ataupun perjanjian kesediaan untuk mengikuti sistem.

g. UPKM (Uji Pengesahan Kelompok Mitra)

Aktivitas untuk mengesahkan mitra dan kelompok yang dinilai berkualitas, setelah memastikan bahwa para mitra memenuhi kriteria kelayakan yang telah ditetapkan.

h. Pencairan

Penyerahan modal kerja yang telah disetujui kepada mitra.

3.7. Tahap-Tahap Pembangunan Sistem

Tahap-tahap yang dilakukan dalam membangun Sistem Pendukung Keputusan Penjualan ikan air tawar dengan menggunakan metode Apriori dan Pola Frekuensi mencakup beberapa tahapan yaitu :

3.7.1. Kebutuhan Fungsional

Kebutuhan fungsional merupakan kebutuhan akan fasilitas yang dibutuhkan serta aktivitas apa saja yang dilakukan oleh sistem secara umum. Dilihat dari sisi pengguna sistem, kebutuhan sistem ini diantaranya adalah :

a. Login merupakan cara masuk ke dalam sistem. b. Mengolah data menu.

c. Menginput data mitra/nasabah d. Menginput data penjamin. e. Menginput data transaksi

3.7.2. Kebutuhan Non Fungsional

Kebutuhan non fungsional bertujuan untuk memenuhi kebutuhan fungsional diatas. Berikut ini adalah kebutuhan non fungsional dari sistem pendukung keputusan penjualan ikan air tawar dengan metode apriori dan pola frekuensi :

(47)

Perangkat Keras bertujuan untuk mengetahui secara tepat perangkat keras yang dibutuhkan. Adapun hardware yang digunakan dalam sistem pendukung keputusan penjualan ikan air tawar dengan metode apriori dan pola frekuensi adalah sebagai berikut :

a. Processor dual core E5400 2,7 GHz b. Motherboard Xtreme Socket 775 c. Hardisk Seagate Sata 250 GB

d. Memory DDR3 Kingmax 2 GB PC 10600 e. Keyboard dan Mouse Logitech

f. LED Samsung 15,6” g. Printer Epson LX 300

2. Perangkat Lunak (Software)

Perangkat lunak berfungsi untuk melakukan pengerjaan dalam data processing

system untuk mendukung bekerjanya sistem komputer. Adapun kebutuhan yang

dibutuhkan adalah sistem operasi dan database server adalah: a. Microsoft Windows 7 Ultimate 32 bit

b. Xampp 1.7.3

c. Mozilla Firefox 43.0

d. Microsoft visual studio 2010 e. Visio 2013

3.8. Kebutuhan Non Fungsional

Perancangan proses dari web yang akan dibangun akan disajikan dalam bentuk logic model dengan menggunakan UML ( Unified Modelling Language ). Unified Modelling Language (UML) merupakan sebuah bahasa yang telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem piranti lunak. UML menawarkan sebuah standar untuk merancang model sebuah system. Alat bantu ini bermanfaat untuk membantu memahami alur kerja sistem.

(48)

3.8.1. Use Case Diagram Mitra / Nasabah Account Officer Branch Manager Administration Qa head officer Login Entry Document

Dicek dan Diinput

Approve

Dicek ulang

Lulus Verifikasi

Pencairan

LogOut

(49)

3.8.2. Activity Diagram

Gambar 3.3. Diagram Activity.

Petugas Mitra Mengajukan Pinjaman Pencairan Pinjaman Mengisi Formulir Menyerahkan formulir dan persyaratan Memberikan formulir

Cek formulir dan Persyatan Keputusan Pinjaman Perjanjian Pinjaman Menerima Pinjaman Ya Ya Tidak Tidak

(50)

3.8.3. Class Diagram

Gambar 3.4. Diagram Class 3.8.4. Sequence Diagram

Gambar 3.5. Diagram Sequence.

1. Mitra membawa dokumen persyaratan

2. Entry dokumen

3. Simpan data dokumen

4. Approve dokumen

5. Input dokumen

6. Mitra menerima pencairan dana

Dokumen Entry Dokumen Data base Approve Input Data Pencairan

Admin - Id Karyawan - nama - password - jenis kelamin - alamat - edit profil - edit password - input data - edit data - batal data - simpan data Transaksi Admin - nama mitra - nama panggilan - nama ibu kandung

- alamat - kode pos - nama penanggung jawab

Data Mitra/nasabah

Data Penanggung jawab - nama mitra - nama panggilan - nama ibu kandung

- alamat - kode pos - nama penanggung jawab

(51)

3.9. Permasalahan yang dihadapi

Permasalahan yang dihadapi selama ini adalah lamanya proses pengiriman dokumen karena masih ada proses manual dan juga system yang belum sepenuhnya mendukung dan prosedur kerja yang belum sesuai mengakibatkan lamanya proses pencairan sehingga menimbulkan complain dari mitra / nasabah yang menginginkan waktu yang relative singkat dalam prosesnya dan tidak mau menunggu lama.

3.10. Alternatif Pemecahan Masalah

Berdasarkan permasalahan yang ada maka solusi yang diusulkan adalah dengan dibuatkan prosedur-prosedur yang sesuai dan program yang menunjang proses pinjaman dana tunai di PT. BINA ARTHA VENTURA menggunakan sistem aplikasi php sehingga pencairan agar bisa lebih efisien.

(52)
(53)

44 4.1. Perancangan Aplikasi

Perancangan sistem merupakan tahapan lanjutan dari tahapan analisis sistem yang sedang berjalan, dimana pada tahapan ini akan digambarkan sebuah perancangan serta gambaran dari sistem yang akan dibangun.

Berdasarkan hasil analis yang telah dilakukan pada sistem yang sedang berjalan, maka dapat diusulkan suatu perancangan sebuah sistem yang baru, dimana pada sistem yang baru ini diharapkan dapat membantu proses pengolahan data meliputi data petugas, data mitra/nasabah dan data penanggung jawab.

4.1.1. Tujuan Perancangan Aplikasi Yang Diusulkan

Perancangan sistem ini dilakukan setelah tahap analisis sistem berjalan dikerjakan, dalam hal ini telah didapatkan gambaran dengan jelas apa yang harus dikerjakan, pada dasarnya tahap perancangan ini bertujuan untuk : a. Untuk memenuhi kebutuhan pemakain sistem

b. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancangan yang lengkap kepada progremer mengenai program aplikasi yang akan dibuat

4.1.2. Gambaran Umum Aplikasi Yang Diusulkan

Usulan perancangan sistem yang diusulkan tidak jauh berbeda dengan sistem yang sedang berjalan, hanya merubah sistem yang masih belum terkomputerisasi menjadi terkomputerisasi. Sistem yang diusulkan yaitu sistem informasi pemberian modal usaha pada PT. BINA ARTHA VENTURA yang dilakukan secara terkomputerisasi sehingga proses akan lebih efektif dan efisien.

4.2. Implementasi

Implementasi program merupakan tahap paling penting dimana sistem yang sudah dirancang, di implementasikan untuk menghasilkan aplikasi yang sesuai dan siap dioperasikan pada keadaan yang sebenarnya. Dari sini diketahui apakah sistem yang dibuat benar-benar dapat dihasilkan sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :