• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUDAYA KERJA DALAM EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BUDAYA KERJA DALAM EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

BUDAYA KERJA DALAM

EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN BUDAYA KERJA DALAM

EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN

(2)

BIODATA WIDYAISWARA

Nama : Dr.Ir.Nugroho In Saputro, MM Tgl lahir : Solo,18 Februari 1959

Pangkat : Pembina Utama (IV/e) Jabatan : Widyaiswara Utama

Penddkn : S1 Kehutanan UGM 1982 S2 MM USG Jakarta 1997

S3 MP UNJ 2007

Diklat : Sepala 1986 Pekanbaru Spama 1996 Bogor

Alamat : Grand Tembalang Regency B2/12 HP. 08129980245

(3)

PENGALAMAN JABATAN

1985 - 1993 : KCDK

1993 - 1999 : Ka Sub Bag Ropeg

1999 - 2001 : Ka Bid Program

2001 - 2002 : WI Kehutanan Smrd

2002 - 2007 : Widyaiswara Kht Bogor

(4)

BUDAYA KERJA

ORGANISASI

PEMERINTAH

EKSISTENSI MANUSIA DAN KEBUDAYAANNYA MERUPAKAN

SUMBER INSPIRASI YANG TIADA HABIS-HABISNYA BAGI MANUSIA UNTUK

MENGEMBANGKAN KREASI-KREASI BARU BAGI KEBAIKAN DAN

KESEJAHTERAAN HIDUPNYA RAFAEL RAGA MARAN

(5)

Bahasan Materi :

Pluralisme budaya Indonesia Sejarah pembentukan masyarakat budaya di Indonesia Pluralisme budaya dan tantangan bagi Integrasi bangsa

Budaya Lokal yang relevan dengan efektifitas kepemimpinan Tantangan budaya bagi Kepempinan yang efektif Peran Budaya lokal sebagai sumber inspirasi kepemimpinan yang efektif Hambatan budaya kerja Diagnosis budaya penghambat dalam organisasi Langkah langkah untuk mengatasi kendala budaya Membangun budaya kerja yang

kondusif bagi efektifitas kepemimpinan Dimensi pribadi budaya kerja yang efektif Dimensi publik budaya kerja yang efektif

(6)
(7)

INDONESIA

Negara Kepulauan Terbesar di Dunia 17.508 Pulau di daerah Khatulistiwa

Luas Wilayah 5.193.252 Km2

Jumlah Penduduk 234.181.300 Jiwa 33 Propinsi – 65.295 desa

177 Gunung & 232 Sungai 1128 Suku Bangsa

116 Bahasa Daerah & 6 Agama

NEGARA KESATUAN

(8)

Pluralisme

• Pluralisme(Etnik):pengakuan thdp

kesetaraan dlm sosbud antar beragam kel etnik yg ada dlm masyarakat.

• Pluralisme politik:distribusi keluasaan • Pluralisme media:kebebasan dan

(9)

Pembentukan Masyarakat Budaya

di Indonesia

 Kebiasaan hidup yang telah

terlembagakan dalam kehidupan sehari-hari;

 Adanya kebutuhan akan identitas yang

unik dari suatu kelompok, golongan, masyarakat;

 Proses asimilasi, adaptasi dan

pembelajaran yang terus menerus;

 Kepercayaan terhadap Sang Pencipta

(Religiusitas) memberikan warna dalam wujud kebudayaan masyarakat

(10)

Tantangan Pluralisme

 Potensi konflik vertikal dan

horisontal;

 Koordinasi;

 Kemakmuran, keadilan dan

pemerataan;

 Pengawasan  Disintegrasi

(11)

* WITH KNOWLEDGE LIFE BECOMES EASY * WITH CULTURE LIFE BECOMES

BEAUTIFUL

* WITH FAITH LIFE BECOMES MEANINGFUL

(12)
(13)

PENGERTIAN BUDAYA

• Budaya  Culture  Colere (Bahasa Latin)

- Mengerjakan tanah - Memelihara ladang

(Soeryanto Poespowardoyo, 1993 )

Kebudayaan sebagai way of life, yaitu cara hidup

tertentu yang memancarkan identitas tertentu pula dari suatu bangsa (Ashley dan Christoper )

(14)

ARTI ETIMOLOGIS

KEBUDAYAAN

• Kata kebudayaan berasal darI bahasa Sansekerta buddhayah . Sebagai bentuk

jamak dari kata buddhi yang berarti “budi” dan “akal”. Jadi kebudayaan adalah hal2 yang

berkaitan dengan budi dan akal

• Pendapat lain mengatakan kebudayaan

berasal dari kata majemuk “budidaya” yang berarti “daya dari budi” dan “daya dari akal “ yang berupa cipta, karsa dan rasa.

(15)

DEFINISI KEBUDAYAAN

 Keseluruhan kompleks dari ide dan segala

sesuatu yang dihasilkan manusia dalam pengalaman historisnya.

Sir Edward B. Tylor

 Totalitas pengetahuan manusia, pengalaman

yang terakumulasi dan yang ditransmisikan

secara sosial. Kebudayaan adalah tingkah laku yang diperoleh melalui proses sosialisasi.

(16)

 Kebudayaan adalah keseluruhan dari pola perilaku yang dikirimkan melalui kehidupan sosial, seni, agama, kelembagaan dan segala hasil kerja dan pemikiran manusia dari suatu kelompok manusia

The American Herritage Dictionary  Kotter & Heskett, 1992

 Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka

kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar

(17)

WUJUD KEBUDAYAAN

1. Wujud Ideal

Sebagai kompleksitas ide, gagasan dan norma Bersifat abstrak, tidak bisa diraba, karena ada

pada alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan itu ada.

2. Sistem Sosial

Untuk mewujudkan ide dan gagasannya, manusia melakukan aktivitas secara sosial tidak secara individual. Aktivitas budaya

(18)

3. Wujud Fisik

Meliputi semua benda hasil karya manusia hasil aktivitas sosial, seperti candi, keris, rumah,

gedung mesin dsbnya. Sifatnya bersifat konkrit. Dapat diraba dan diobservasi.

Pada dasarnya ketiga wujud kebudayaan ini

saling mempengaruhi satu sama lain, sbg dialektiktika yang menandai proses perkembangan kebudayaan dari

(19)

CIRI-CIRI KEBUDAYAAN

1. Kebudayaan adalah produk manusia, ciptaan

manusia bukan ciptaan Tuhan.

2. Kebudayaan selalu bersifat sosial. Tidak

pernah bersifat individual.

3. Kebudayaan diteruskan lewat proses belajar.

Diwariskan dari generasi yang satu ke generasi berikutnya.

4. Kebudayaan bersifat simbolik. Sebagai

(20)

5. Kebudayaan adalah sistem pemenuhan

berbagai kebutuhan manusia. Tidak seperti hewan, manusia memenuhi segala

kebutuhannya dengan cara-cara yang beradab. Misalnya dalam mengolah makanan.

(21)

BAB III.BUDAYA LOKAL YANG

RELEVAN DENGAN

(22)

Budaya lokal

• Budaya local:budaya asli,ciri khas budaya sebuah kelompok masy local.

• Batas geografis dijadikan landasan untk merumuskan definisi kebudayaan local.

• Di Indonesia 300 suku,250 bahasa yg berbeda.

• Perbedaan iklim dan kondisi geografis berpengaruh thd kemajemukn budaya local.

(23)

KRITERIA BUDAYA YANG

RELEVAN

• Hasil asli budaya Indonesia (Original);

• Dinilai tinggi oleh WNI sebagai milik kebudayaan bersama;

• Orang sudah mengakui/pengakuan dari rakyat Indonesia sendiri;

• Dipakai sebagai wahana komunikasi seluruh rakyat Indonesia;

(Dr. Dhana-FIB Udayana: “Nilai Budaya yang Dapat Diadopsi Sebagai Nilai Budaya Nusantara”_

(24)

Efektivitas Kepemimpinan

• Pemimpin:seseorang yg mampu

memberdayakan SDM dan lain unt mencapai tujuan org.

• Kepemimpinan: kemampuan pemimpin unt mempengaruhi kel menuju sasaran

• Efektivitas:tercapainya tujuan yg telah direncanakan.

(25)

Efektivitas Kepemimpinan

• Efektivitas Kepemimpinan:pemimpin yg mampu menumbuhkan suasana kondusif shg mendorong sikap positif yg berdampk thd keefektifan dlm mencapai tujuan org.

• Faktor yg mempengaruhi: kepribadian, harapan dan perilku atasan,karakteristik, perilaku bawahan,iklim dan kebijakan org, perilaku rekan.(Nanang ,2001).

(26)

Efektivitas Kepemimpinan

• Menurut Robbin,sgt dipengaruhi oleh: persepsi yg tepat,tingkat kematangan,

penilaian yg tepat thd tugas,latar blkg dan pengalaman,harapan dan gaya pemimpin, hub seprofesi.

• Kepemimpinan transformasional:kepemim pinan yg menjelaskan bgmn pemimpin

mengubah tim/org sehingga terinspirasi unt mewujudkannya

(27)

Tri Rismaharini

• Bekerja mengacu visi dan misi.

• Menanamkan kebanggaan

• Respek dan kepercayaan.

• Motivasi inspirasional

(28)

C

Budaya Lokal yg relevan dg

efektivitas

• 1. Bupati Banyuwangi: Peningkatan

kualitas pelynan,pelatihan ESQ,Rekruting PNS sesuai kompetensi, daerah

wisata,tdk mengijinkan pasar

modern,fashion batik ,bandara hijau,

menutup 13 lokalisasi,kursus bhs asing, smart kampung.: bisnis online/akte

(29)

Tantangan Budaya Bagi

Kepemimpinan Yang Efektif

• Perbedaan penafsiran tentang suatu nilai budaya lokal misalnya istilah dalam

Bahasa Jawa : Sabdo Pandito Ratu: Mentaati apa yang diperintahkan oleh atasan; Mikul duwur, mendem jero: Mengambil yang baik dan melupakan yang buruk dari sifat seseorang.

• Senioritas yang berlebihan;

• Persepsi kepatuhan terhadap atasan VS Kepatuhan organisasi

(30)

Ajaran Ki Hadjar Dewantara

Kepemimpinan adalah Ing Madya Sing Tulodo (didepan harus menjadi teladan);

Ketika kita berada di tengah-tengah masyarakat maka kita harus mampu memotivasi (Ing

Madya Mangun Karso);

Tutwuri Handayani: Ketika kita di belakang, kita patuh dan taat terhadap aturan tetapi jika atasan salah maka jangan diikuti, tapi cara

(31)

Ajaran Kepemimpinan

Asthabrata (Jawa)

Indra, mewakili sifat cendekia.

Yama, mewakili sifat jujur.

Surya, mewakili sifat profesional.

Candra, mewakili sifat kasih.

Bayu, mewakili sifat memotivasi.

Wisnu, mewakili sifat ketaqwaan.

Brama, mewakili sifat integritas.

(32)

Pakualaman menambahkan sifat lain yang dianggap penting bagi seorang pemimpin

yaitu, yaitu cermat dalam urusan keuangan, memiliki pesona dan kepribadian yang kuat, bersahaja serta petapa.

(33)

Ajaran Kepemimpinan Dalam

Budaya Bali

Terkait dengan nilai-nilai dasar Budaya Hindu Bali, yaitu:

1. Tri Hita Karana: (Hubungan manusia

dengan Tuhannya, dengan manusia lainnya dan alam)

Dharmaning negara (mengabdi kepada negara)

Dharmaning agama (Mengabdi kepada agama)

(34)

 Manut Swagiwa: Bekerja sesuai keahlian (profesional)

 Mapakadi: Apa yang harus kita lakukan, lakukan dengan baik (inovasi)

 Satya wacana : Mampu menjaga rahasia negara

 Swadarma:Kompeten dalam menjalankan tugas tanggungjawabnya

 Labdakarya (perbuatan yang mengacu pada kesuksesan atau sukses dalam menjalankan karya): Effisien dan efektif

 Lascarnya, ngayah: Memberikan pelayan prima

 Tri hata Karana: Menghindari konflik

(35)

BAB IV.BUDAYA KERJA

YG MENGHAMBAT

Budaya kerja: falsafah yg disadari oleh pandangan hidup sbg nilai2 yg menjadi sifat,keviasaan yg tercermin dlm perilaku dan tindakan.

Budaya kerja yg menghambat efektivitas pim:penciptaan nilai,sikap perilaku dan iklim inovasi dlm org.

(36)

BAB V.Membangun budaya

inovatif

 1.Peranan pemimpin dlm membangun

budaya.Bupati Bantaeng:Prof.Dr.Ir.H.Nurdin:

 A.Kab.Benih berbasis Teknologi

 B.Pengembangan kawasan agrowisata.  C.Pembentukan BUMDES

 D.Pembangunan industry pengolahan wisata.  E.Pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk

(37)

Ridwan Kamil

 1.Lelang jabatan terbuka.  2.Launcing rapor camat.  3.Launching SIP/Hibah

 4.Launcing unit reaksi cepat tambal jalan.  5.Launching puskesmas 24 jam unt warga

miskin.

 6.Peizina on line.

(38)

Prinsip manajmen inovasi

 1.Tdk ada inovasi tanpa kepemimpinan.  2.Inovasi dipicu oleh kreatifitas.

 3.Inovasi membutuhkan keunggulan dlm

manajmen proyek.

 4.Hasil dr upaya kreatif perlu dilindungi.

(39)

Panduan dlm meningkatkan

budaya inovasi

 1.Melakukan pergeseran dr mengarahkan ke

bertanya dan kolaborasi.

 2.Diversifikasi dan kraetivitas ssat

eksplorasBi.

 3.Bergaul dg orang yg berbeda profesi.

 4.Mengumplkan berbagai bakat karyawan.  5.Beri ruang cukup unt kreativitas.

(40)

PENUTUP

 1.Inovasi mrpkn pengenalan cara baru dlm

metranformasi input menjadi output yg bernilai dan bermanfaat.

 2.Ciri organisasi yg inovatif antara lain:toleran

ketidakpastian,menoleransi resikodan konflik.

 3.Unt mewujudkan org yg inovatif perlu

pemimpin yg efektif mencapai tujuan.

 4.Kearifan budaya local unt membangun

Referensi

Dokumen terkait

Dalam pengelolaan PNBP untuk menandaklanjuti saran perbaikan dari Badan Pemeriksa Keuangan RI (2015) dalam temuan PNBP adalah dengan diterbitkannya Peraturan

ONGKOS KIRIM PASCA PANEN

Hasil penelitian ini memperlihatkan nilai p value : 0,000 (p< 0,05),berarti ada hubungan dan r : 1000 ,berarti kekuatan korelasinya sangat kuat ,begitu juga

Penelitian dengan judul “Faktor – Faktor Yang Berperanan Dalam Meningkatkan Performance Karyawan Pada Harian Surya Jember” oleh Faozen jurusan Manajemen

Di hari sebelum penyimpanan pada suhu dingin tekstur buah pisang masih sangat segar dan keras, berwarna hijau kekuningan, beraroma khas pisang dan sedikit ada memar serta bagian

ruang lingkup pertanyaan yang luas atau yang sempit. Aspek yang kedua ialah pemusatan terhadap jumlah tugas siswa sebagai akibat dari pertanyaan guru. Pertanyaan yang

Kemudian siput pindah ke dalam lubang yang ada di batang pohon, Jika hari panas, siput terlindung dengan baik, bahkan jika hujan turun, siput tidak akan basah

Lingkungan Internal (Internal Environment) – Lingkungan internal sangat menentukan warna dari sebuah organisasi dan memberi dasar bagi cara pandang terhadap risiko dari setiap