• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH"

Copied!
91
0
0

Teks penuh

(1)

DINAS KESEHATAN

Jalan Gondosuli No 6 Baciro Yogyakarta

Telp.: (0274) 563153

Website: http://dinkesdiy.jogjaprov.go.id

LAPORAN KINERJA INSTANSI

PEMERINTAH

(2)
(3)

Ikhtisar Eksekutif

Capaian kinerja Dinas Kesehatan DIY tahun 2020 dalam mewujudkan sasaran strategis dapat digambarkan sebagai berikut:

1. Capaian sasaran strategis 1 “Terwujudnya Perilaku Sadar Sehat tercapai dengan indikator Puskesmas Melaksanakan Program Jogja Sehat dengan Pendekatan Keluarga”:

- Capaian sasaran diukur dengan indikator Persentase puskesmas melaksanakan program Jogja sehat dengan pendekatan keluarga.

- Capaian indikator dimaksud didukung oleh kinerja 2 (dua) Program, yakni Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Program Kesehatan Masyarakat.

- Target capaian indikator sasaran tahun 2020 akan tercapai dengan indikator puskesmas melaksanakan program sebesar 121 puskesmas; sampai dengan bulan Desember 2020 terealisasi 121 puskesmas. Dengan demikian persentase realisasi terhadap target mencapai 100%.

- Indikator ini telah tercapai pada tahun 2019, dan pada tahun 2020 dapat mempertahankan capaian indikator ini pada angka 100%.

2. Capaian sasaran strategis 2 “Terwujudnya Pelayanan Kesehatan yang Bermutu”:

- Capaian diukur dengan indikator Persentase Pelayanan Kesehatan yang Terakreditasi (Jumlah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), tingkat Lanjut (FKTL) dan pelayanan kesehatan lain.

- Capaian indikator dimaksud didukung oleh kinerja 5 (lima) Program, yakni Program Pelayanan Kesehatan, Program Peningkatan Sumber Daya Kesehatan, Program Pelayanan Kesehatan pada BLUD Balabkes, Program Pelatihan Kesehatan Pada BLUD Bapelkes dan Pelayanan Kesehatan pada BLUD Bapel Jamkessos.

- Target capaian indikator sasaran tahun 2020 tercapai dengan indikator sebesar 69,08%; sampai dengan bulan Desember 2020 terealisasi 75,19%. Dengan demikian capaian ini telah melampaui target mencapai 108,84%. - Dibandingkan dengan capaian target tahun 2019 sebesar 73,28% indikator

Pelayanan Kesehatan yang Terakreditasi terjadi peningkatan sebesar 1,91%.

(4)

3. Capaian sasaran strategis 3 “Terwujudnya Pelayanan Kesehatan Jiwa yang Bermutu”:

- Capaian diukur dengan indikator Persentase pemenuhan standar mutu pelayanan kesehatan jiwa.

- Capaian indikator dimaksud didukung oleh kinerja 1 (satu) Program, yakni Program Pelayanan Kesehatan pada RS Jiwa Grhasia.

- Target capaian indikator sasaran tahun 2020 tercapai dengan indikator sebesar 65%; sampai dengan bulan Desember 2020 terealisasi 81,39%. Dengan demikian capaian ini telah memenuhi target mencapai 125,215%. - Dibandingkan dengan capaian target tahun 2019 sebesar 77,9% indikator

Persentase Pemenuhan Standar Mutu Pelayanan Kesehatan Jiwa terjadi peningkatan sebesar 3,49%.

4. Capaian sasaran strategis 4 “Terwujudnya Pelayanan Kesehatan Paru yang Bermutu":

- Capaian diukur dengan indikator Persentase pemenuhan standar mutu pelayanan, yaitu pelayanan pada kesehatan paru.

- Capaian indikator dimaksud didukung oleh kinerja 1 (satu) Program, yakni Program Pelayanan Kesehatan pada BLUD RS Paru Respira.

- Target capaian indikator sasaran tahun 2020 tercapai dengan indikator sebesar 77,2%; sampai dengan bulan Desember 2020 terealisasi 77,2%. Dengan demikian capaian ini telah memenuhi target mencapai 100%. - Dibandingkan dengan capaian target tahun 2019 sebesar 74,8% indikator

Persentase Pemenuhan Standar Mutu Pelayanan terjadi peningkatan 2,4%. Terhadap capaian kinerja sebagaimana tersebut di atas terdapat beberapa tantangan yang perlu menjadi perhatian bagi Dinas Kesehatan DIY ke depan, sebagai berikut:

1. Eliminasi Coronavirus Pneumonia (COVID-19), Tuberculosis (TB) dan penyakit menular lain.

2. Penurunan Angka Stunting.

3. Penurunan Angka Kematian Ibu dan Balita.

4. Pengendalian Penyakit Tidak menular seperti gangguan jiwa, hipertensi, jantung dan lainnya.

(5)

Daftar Isi

KATA PENGANTAR ... 2 IKHTISAR EKSEKUTIF ... 3 DAFTAR ISI ... 5 DAFTAR TABEL ... 6 DAFTAR GAMBAR ... 7 BAB I PENDAHULUAN ... 8

1.1 Cascading Kinerja sebagai Dasar Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah ... 8

1.2 Mandat Kinerja, Peta Proses Bisnis dan Struktur Dinas Kesehatan DIY ... 9

1.3 Tugas, Fungsi dan Peta Jabatan ... 12

1.4 Isu-isu Strategis ... 21

1.5 Dukungan SDM, Sarana-Prasarana dan Anggaran ... 22

1.6 Tindak Lanjut atas Laporan Hasil Evaluasi SAKIP 2019 ... 25

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA ... 27

2.1 Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja OPD ... 27

2.2 Strategi dan Arah Kebijakan ... 28

2.3 Struktur Program dan kegiatan 2020 ... 30

2.4 Perjanjian Kinerja Tahun 2020 ... 32

2.5 Instrumen Pendukung Capaian Kinerja... 32

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 35

3.1. Capaian Kinerja Tahun 2020 ... 35

3.2. Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja Lainnya ... 55

3.3. Realisasi Anggaran ... 56

3.4. Inovasi ... 57

3.5. Kinerja Penanganan Pandemi Covid-19 ... 58

BAB IV PENUTUP ... 64

(6)

Daftar Tabel

Tabel I.1 Analis Kebutuhan Tenaga di Dinas Kesehatan DIY berdasarkan Analisis

Beban Kerja dan Peraturan Gubernur untuk Kondisi Ideal Kepegawaian ... 24

Tabel I.2 Sarana-Prasarana ... 25

Tabel I.3 Perbandingan Anggaran Tahun 2019 dan 2020 ... 25

Tabel II.1 Sasaran Strategis Dinas Kesehatan DIY, 2017-2022 ... 28

Tabel II.2 Strategi dan Arah Kebijakan ... 28

Tabel II.3 Struktur Program dan Kegiatan Terkait Langsung Pencapaian Sasaran Tahun 2020 ... 30

Tabel II.4 Struktur Program dan Kegiatan Pendukung Capaian Sasaran Tahun 2020 ... 31

Tabel II.5 Perjanjian Kinerja Dinas Kesehatan DIY Tahun 2020 ... 32

Tabel III.1 Skala Penilaian Peringkat Kerja ... 35

Tabel III.2 Capaian Kinerja Tahun 2020 ... 36

Tabel III.3 Rumusan Indikator dan Formulasi Perhitungan ... 37

Tabel III.4 Target dan Realisasi Kinerja Tahunan 2020 ... 38

Tabel III.5 Rumusan dan Indikator Formulasi Perhitungan ... 39

Tabel III.6 Target dan Realisasi Kinerja Tahunan 2020 ... 40

Tabel III.7 Rumusan dan Indikator Formulasi Perhitungan ... 42

Tabel III.8 Target dan Realisasi Kinerja Tahunan 2020 ... 42

Tabel III.9 Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) RS Jiwa Grhasia 2020 ... 43

Tabel III.10 Rumusan dan Indikator Formulasi Perhitungan ... 53

Tabel III.11 Target dan Realisasi Kinerja Tahunan 2020 ... 53

Tabel III.12 Indikator Mutu RS Paru Respira memenuhi Standar Tahun 2020 ... 54

Tabel III.13 Anggaran dan Realisasi Belanja Langsung Sasaran Tahun 2020... 56

Tabel III.14 Anggaran APBD dan Dana Transfer Covid-19 2020 ... 61

Tabel III.15 Anggaran Dana Tak Terduga (DTT) Gubernur 2020 ... 62

Tabel III.16 Capaian Kinerja Dinas Kesehatan DIY 2020 ... 63

(7)

Daftar Gambar

Gambar I.1. Cascading Kinerja ... 9

Gambar I.2. Mandat Kinerja Peta Proses Bisnis dan Struktur Dinas Kesehatan DIY ... 10

Gambar I.3. Distribusi Pegawai Dinas Kesehatan DIY menurut Unit Kerja ... 22

Gambar I.4. Distribusi Pegawai Dinas Kesehatan DIY menurut Jenis Jabatan ... 23

Gambar I.5. Distribusi Pegawai Dinas Kesehatan DIY menurut Golongan ... 23

Gambar I.6. Distribusi Pegawai Dinas Kesehatan DIY menurut Tingkat Pendidikan ... 24

Gambar II.1. Sistem Integrasi ROPK, Monitoring dan Evaluasi, E-SAKIP ... 33

Gambar II.2. Website Dinkes ... 33

Gambar II.3. Sistem Perencanaan Dinkesplan ... 34

(8)

BAB I

Pendahuluan

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) merupakan bentuk pertanggung-jawaban setiap instansi Pemerintah/Pemerintah Daerah yang menyusun Perjanjian Kinerja, atas penggunaan anggaran yang bersumber dari APBD dan/atau APBN. Dasar hukum penyusunan meliputi: 1. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang

Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; 2. Peraturan Menteri PAN dan RB RI Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

3. Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 94 Tahun 2016 tentang Pedoman Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Adapun tujuan penyusunan LKjIP sebagai berikut:

1. Memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah dan seharusnya dicapai;

2. Sebagai upaya perbaikan berkesinambungan untuk meningkatkan kinerja instansi.

1.1 Cascading Kinerja sebagai Dasar Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah Selaras dengan paradigma Organisasi Berbasis Kinerja (Performance Based Organization) yang diterapkan Pemerintah Daerah DIY, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dibentuk untuk memberikan kontribusi pada pencapaian visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 3 Tahun 2018 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah DIY tahun 2017 – 2022. Dinas Kesehatan DIY dibentuk dengan skema kinerja sebagai berikut:

Bab I berisi:

1. Cascading Kinerja 2. Mandat Kinerja, Peta

Proses Bisnis dan Struktur Organisasi 3. Tugas, Fungsi dan Peta

Jabatan 4. Isu-Isu Strategis 5. Dukungan SDM,

Sarana-Prasarana dan Anggaran 6. Tindak Lanjut atas Rekomendasi LHE SAKIP Tahun 2019

(9)

Gambar I.1 Cascading Kinerja

1.2 Mandat Kinerja, Peta Proses Bisnis dan Struktur Organisasi

Hubungan antara mandat kinerja, peta proses bisnis dan desain struktur organisasi Dinas Kesehatan DIY sebagaimana tersaji dalam gambar berikut:

(10)
(11)
(12)

Sumber: Perdais DIY No. 1 Tahun 2018 dan Pergub DIY No. 53 Tahun 2016

1.3 Tugas, Fungsi dan Peta Jabatan

Berdasarkan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 69 Tahun 2019 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan fungsi sebagai Dinas yang membantu Gubernur melaksanakaan urusan pemerintahan bidang kesehatan. Serta dalam upaya mewujudkan kinerja sebagaimana telah dimandatkan dalam RPJMD, Dinas Kesehatan DIY memiliki tugas dan fungsi yang kemudian menjadi dasar penempatan personil dalam jabatan sebagaimana gambar berikut:

(13)

1. Dinas Kesehatan

1. Penyusunan program dan pengendalian dibidang kesehatan; 2. Perumusan kebijakan teknis bidang kesehatan;

3. Pengendalian penyakit, pengelolaan survailans dan kejadian luar biasa, imunisasi serta pelaksanaan penyehatan lingkungan;

4. Pengelolaan kesehatan dasar, rujukan khusus; 5. Penyelenggaraan pelayanan informasi kesehatan;

6. Pengelolaan kesehatan keluarga, gizi, promosi kesehatan dan kemitraan;

7. Pengelolaan pembiayaan dan jaminan kesehatan;

8. Pembinaan tenaga dan sarana kesehatan, farmasi, makanan, minuman dan alat kesehatan;

9. Pengembangan obat dan upaya kesehatan tradisional

10. Pemberian fasilitas penyelenggaraan urusan kesehatan Kabupaten/Kota;

11. Pelaksanaan pelayanan umum di bidang kesehatan;

12. Pemberdayaan sumber daya dan mitra kerja urusan kesehatan; 13. Pelaksanaan kegiatan ketatausahaan;

14. Penyusunan laporan pelaksanaan tugas Dinas;

15. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan fungsi dan tugasnya.

2. UPT Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi

1. Penyusunan program kerja Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi; 2. Pelaksanaan kegiatan rujukan;

3. Pengelolaan sarana dan prasarana Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi;

4. Pelayanan pemeriksaan klinis, medis, penunjang medis;

5. Pelayanan pemeriksaan laboratorium kesehatan masyarakat, individu dan institusi;

6. Pelayanan pengujian higiene sanitasi;

7. Penyelenggaraan pembinaan dan pengawasan mutu laboratorium kesehatan;

8. Penyelenggaraan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknis laboratorium;

(14)

9. Pelayanan konsultasi bidang kesehatan yang berkaitan dengan hasil laboratorium;

10. Pelaksanaan kalibrasi alat laboratorium;

11. Penyelenggaraan Laboratorium Kesehatan Lingkungan; 12. Pemantapan mutu eksternal mikrobiologi;

13. Pelaksanaan pemasaran produk Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi;

14. Penyediaan bahan dan reagensia pemeriksaan laboratorium; 15. Pelayanan uji sertifikasi analis kesehatan;

16. Pelaksanaan manajemen mutu laboratorium; 17. Pelaksanaan ketatausahaan;

18. Pelayanan monitoring, evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi; dan

19. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai tugas dan fungsinya.

3. UPT RS Paru Respira

1. penyusunan program kerja Rumah Sakit Paru Respira;

2. Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan paru dan saluran pernapasan seusai dengan standar pelayanan rumah sakit; 3. pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan

kesehatan paru dan saluran pernapasan;

4. pengembangan sumber daya manusia dalam rangka peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan kesehatan paru dan sumber pernapasan;

5. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan etika ilmu pengetahuan bidang kesehatan;

6. penyelenggaraan kegiatan ketatausahaan;

7. penyusunan laporan pelaksanaan tugas Rumah Sakit Paru Respira; dan 8. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas

(15)

4. Balai Pelatihan Kesehatan

1. Penyusunan program kerja Balai Pelatihan Kesehatan;

2. Pengkoordinasian penyelenggaraan pelatihan teknis bidang pelayanan kesehatan bagi tenaga kesehatan sesuai Sistem Kesehatan Nasional; 3. Pengkoordinasian penyelenggaraan pelatihan keterampilan layanan

kesehatan bagi masyarakat sesuai Sistem Kesehatan Nasional;

4. Penyelenggaraan pelatihan manajemen dan teknis kesehatan bagi tenaga kesehatan;

5. Penyelenggaraan pelatihan keterampilan layanan kesehatan bagi masyarakat;

6. Pelaksanaan evaluasi dan pengembangan mutu pelatihan bidang kesehatan;

7. Pelaksanaan ketatausahaan;

8. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program Balai Pelatihan Kesehatan; dan

9. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

5. UPT Balai Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial

1. penyusunan program kerja Balai Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial;

2. penyelenggaraan manajemen kepesertaan jaminan kesehatan sosial; 3. penyelenggaraan manajemen pemeliharaan kesehatan;

4. penyelenggaraan manajemen keuangan; 5. pelaksanaan ketatausahaan;

6. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan program Balai Penyelenggaran Jaminan Kesehatan Sosial; dan

7. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya

6. RS Jiwa Grhasia

1. Penyusunan program dan pengendalian di Rumah Sakit;

2. Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan rehabilitasi khususnya kesehatan jiwa dan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif, serta kesehatan lainnya sesuai dengan standar pelayanan Rumah Sakit;

(16)

3. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan khususnya kesehatan jiwa dan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif, serta kesehatan lainnya;

4. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam rangka peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan kesehatan jiwa dan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif, serta kesehatan lainnya;

5. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan jiwa dan narkotika, psikotropika dan zat adiktif, serta kesehatan lainnya dengan memperhatikan etika ilmu pengetahuan bidang kesehatan jiwa dan narkotika, psikotropika , dar, zat adiktif, serta kesehatan lainnya;

6. Penyelenggaraan kegiatan ketatausahaan;

7. Penyusunan laporan pelaksanaan tugas Rumah Sakit;

8. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsi Rumah Sakit.

(17)

DINAS KESEHATAN

Sesuai Pelaksanaan tugas fungsi Dinas Kesehatan dibagi ke dalam jabatan struktural dan jabatan pelaksana berdasarkan Peraturan Gubernur DIY Nomor 104 tahun 2019 tentang Kualifikasi Jabatan Pelaksana dengan komposisi sebagai berikut:

Jabatan Struktural Jabatan Pelaksana

1. Kepala Dinas Kesehatan 2. Sekretaris

1) Kasubag Umum 2) Kasubag Keuangan 3) Kasubag Program

3. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit:

1) Kasie Pengendalian Penyakit 2) Kasie Pencegahan Penyakit 4. Kabid Pelayanan Kesehatan:

1) Seksi Kesehatan Dasar, Rujukan, dan Kesehatan

Khusus

2) Seksi Mutu dan Akreditasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer, Rujukan, dan Fasilitas Kesehatan Lain

5. Kabid Kesehatan Masyarakat: 1) Seksi Keluarga dan Gizi

2) Seksi Mutu dan Akreditasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer, Rujukan, dan Fasilitas Kesehatan Lain

Jabatan Fungsional tertentu 1) Administrator Kesehatan 2) Entomolog Kesehatan 3) Epidemiologi Kesehatan 4) Nutrisionis

5) Penyuluh Kesehatan Masyarakat

1. Dibawah Kasubbag Program

1) Penyusun Program Anggaran dan Pelaporan 2) Pengelola Sistem dan Jaringan

2. Dibawah Subbagian Keuangan Jabatan 1) Bendahara

2) Pengadministrasi Keuangan 3) Pengelola Gaji

4) Pengelola Akuntansi

5) Verifikator Data Laporan Keuangan 3. Subbagian Umum

1) Pengadministrasi Umum 2) Pengadministrasi Persuratan 3) Pranata Kearsipan

4) Pengadministrasi Kepegawaian 5) Teknisi Sarana dan Prasarana 6) Pengelola Barang Milik Negara 7) Pengemudi Ambulan

8) Pengemudi

4. Seksi Pencegahan Penyakit 1) Pengadministrasi Umum

2) Penyuluh Kesehatan dan Pencegahan Penyakit 3) Analis Kesehatan

5. Seksi Pengendalian Penyakit

1) Pengelola Pemberantasan Penyakit Menular Langsung 2) Pengelola Penyakit Tidak Menular

3) Analis Kesehatan

6. Seksi Kesehatan Dasar, Rujukan, dan Kesehatan Khusus 1) Pengadministrasi Umum

2) Pengelola Rujukan Kesehatan 3) Analis Kesehatan

7. Seksi Mutu dan Akreditasi Fasilitasi Pelayanan Kesehatan Primer, Rujukan, dan Fasilitasi Pelayanan Kesehatan Lain 1) Analis Penilaian Dan Akreditasi

2) Analis Kesehatan

8. Seksi Kesehatan Keluarga Dan Gizi 1) Pengelola Program Gizi

2) Pengelola Program Kesehatan Keluarga 3) Analis Kesehatan

9. Seksi Promosi Kesehatan dan Penyehatan Lingkungan 1) Pengadministrasi Umum

2) Pengelola Penggerak Peran Serta Masyarakat di bidang Kesehatan Masyarakat

3) Analis Kesehatan

10. Seksi Standardisasi Tenaga Dan Sarana Kesehatan 1) Pengadministrasi Umum

2) Analis Kompetensi Dan Kualifikasi Ketenagaan 3) Analis Kesehatan

11. Seksi Farmasi, Makanan, Minuman, dan Alat Kesehatan 1) Analis Obat dan Makanan

(18)

BALABKES DAN KALIBRASI

Sesuai Pelaksanaan tugas fungsi Dinas Kesehatan dibagi ke dalam jabatan struktural dan jabatan pelaksana berdasarkan Peraturan Gubernur DIY Nomor 104 tahun 2019 tentang Kualifikasi Jabatan Pelaksana dengan komposisi sebagai berikut:

Jabatan Struktural Jabatan Pelaksana

1. Kepala Balai Laboratorium

Kesehatan dan Kalibrasi 2. Subbagian Tata usaha 3. Seksi Pelayanan

1. Dibawah Subbagian Tata usaha 1) Pengadministrasi Persuratan 2) Pranata Kearsipan

3) Penyusun Program Anggaran dan Pelaporan 4) Pengadministrasi Kepegawaian

5) Pengelola Barang Milik Negara 6) Bendahara

7) Pengadministrasi Keuangan 8) Pengelola Gaji

9) Pengelola Akuntansi

10) Verifikator Data Laporan Keuangan 11) Pengelola Pendapatan

12) Pengelola Sistem dan Jaringan 13) Teknisi Sarana dan Prasarana 2. Dibawah Subbagian Keuangan Jabatan

1) Pramu Laboratorium 2) Teknisi Laboratorium

BAPELKES

Sesuai Pelaksanaan tugas fungsi Dinas Kesehatan dibagi ke dalam jabatan struktural dan jabatan pelaksana berdasarkan Peraturan Gubernur DIY Nomor 104 tahun 2019 tentang Kualifikasi Jabatan Pelaksana dengan komposisi sebagai berikut:

Jabatan Struktural Jabatan Pelaksana

1. Kepala Balai Pelatihan Kesehatan 2. Subbagian Tata usaha

3. Seksi Pengembangan Pelatihan 4. Seksi Operasional

1. Dibawah Subbagian Tata usaha 1) Pengadministrasi Persuratan 2) Pranata Kearsipan

3) Penyusun Program Anggaran dan Pelaporan 4) Pengadministrasi Kepegawaian

5) Pengelola Barang Milik Negara 6) Bendahara

7) Pengadministrasi Keuangan 8) Pengadministrasi Keuangan 9) Pengelola Gaji

10) Pengelola Akuntansi

11) Verifikator Data Laporan Keuangan 12) Teknisi Sarana dan Prasarana 2. Dibawah Subbagian Tata usaha:

1) Analis Diklat

2) Analis Kerjasama Diklat 3. Dibawah Seksi Operasional:

1. Pranata Diklat 2. Pranata Jamuan 3. Pengelola Asrama

(19)

BAPELJAMKESSOS

Sesuai Pelaksanaan tugas fungsi Dinas Kesehatan dibagi ke dalam jabatan struktural dan jabatan pelaksana berdasarkan Peraturan Gubernur DIY Nomor 104 tahun 2019 tentang Kualifikasi Jabatan Pelaksana dengan komposisi sebagai berikut:

Jabatan Struktural Jabatan Pelaksana

1. Kepala Balai Penyelenggara Jaminan Jesehatan Sosial

2. Subbagian Tata usaha

3. Seksi Kepesertaan dan

Pengembangan Jaminan

4. Seksi Pelayanan Jaminan Kesehatan

1. Dibawah Subbagian Tata usaha 1) Pengadministrasi Persuratan 2) Pranata Kearsipan

3) Penyusun Program Anggaran dan Pelaporan 4) Pengadministrasi Kepegawaian

5) Pengelola Barang Milik Negara 6) Bendahara

7) Pengadministrasi Keuangan 8) Pengelola Gaji

9) Pengelola Akuntansi

10) Verifikator Data Laporan Keuangan 11) Teknisi Sarana dan Prasarana 2. Dibawah Subbagian Keuangan Jabatan:

1) Pengelola Data Administrasi dan Verifikasi

2) Pengelola Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan 3. Dibawah Subbagian Keuangan Jabatan:

3) Pengelola Data Administrasi dan Verifikasi

(20)

RS PARU RESPIRA

Sesuai Pelaksanaan tugas fungsi Dinas Kesehatan dibagi ke dalam jabatan struktural dan jabatan pelaksana berdasarkan Peraturan Gubernur DIY Nomor 104 tahun 2019 tentang Kualifikasi Jabatan Pelaksana dengan komposisi sebagai berikut:

Jabatan Struktural Jabatan Pelaksana

1. Kepala RS Paru Respira

2. Subbagian Program dan Keuangan 3. Subbag Umum

4. Seksi Pelayanan Jaminan Kesehatan

1. Dibawah Subbagian Program dan Keuangan 1) Penyusun Program Anggaran dan Pelaporan 2) Pengelola Sistem dan Jaringan

3) Bendahara

4) Pengadministrasi Keuangan 5) Pengelola Gaji

6) Pengelola Akuntansi

7) Verifikator Data Laporan Keuangan 8) Pengelola Pendapatan

2. Dibawah Subbagian Umum Jabatan: 1) Pengadministrasi Umum 2) Pranata Diklat

3) Pengelola Bantuan Hukum 4) Pengelola Pengaduan Publik 5) Pengadministrasi Persuratan 6) Pranata Kearsipan

7) Pengadministrasi Kepegawaian 8) Teknisi Sarana dan Prasarana 9) Pengelola Barang Milik Negara 10) Pengemudi Ambulan

3. Dibawah Seksi Pelayanan Medis Jabatan: 1) Pengelola Pelayanan Kesehatan 2) Pengelola Rujukan Kesehatan 3) Analis Penjamin Mutu 4. Seksi Pelayanan Keperawatan

1) Pengelola Keperawatan

5. Seksi Pelayanan Penunjang Medis dan Non Medis 1) Pengelola Pelayanan Penunjang Diagnostik dan Logistik

2) Pengelola Obat dan Alat-Alat Kesehatan 3) Pengelola Sarana Kesehatan Lingkungan 4) Pengolah Makanan

5) Binatu Rumah Sakit 6) Juru Rawat Jenazah

(21)

1.4 Isu-Isu Strategis

Eksistensi sebuah institusi bergantung sejauh mana institusi tersebut mampu menemukenali dan merespon isu strategis dengan berbagai kebijakan dan tindakan yang tepat. Secara umum isu strategis dapat bersumber dari lingkungan eksternal maupun lingkungan internal. Isu-isu strategis yang melingkupi Dinas Kesehatan DIY

RS JIWA GRHASIA

Sesuai Pelaksanaan tugas fungsi Dinas Kesehatan dibagi habis ke dalam jabatan struktural dan jabatan pelaksana berdasarkan Peraturan Gubernur DIY Nomor 104 tahun 2019 tentang Kualifikasi Jabatan Pelaksana dengan komposisi sebagai berikut:

Jabatan Struktural Jabatan Pelaksana

1. Kepala RS Jiwa Grhasia 2. Sekretaris

1) Subbagian Program 2) Subbagian Keuangan 3) Subbagian Umum 3. Bidang Pelayanan Medik

1) Seksi Fasilitasi Pelayanan Medik

2) Seksi Pengembangan Mutu

Pelayanan Medik

4. Bidang Kepelayanan Keperawatan 1) Seksi Fasilitasi Pelayanan

Keperawatan

2) Seksi Pengembangan Mutu

Pelayanan Keperawatan 5. Bidang Penunjang dan Sarana

1) Seksi Penunjang dan Sarana Medik

2) Seksi Penunjang dan Sarana Non Medik

1. Dibawah Subbagian Program

1) Penyusun Program Anggaran dan Pelaporan 2) Pengelola Sistem dan Jaringan

2. Dibawah Subbagian Keuangan 1) Bendahara

2) Pengadministrasi Keuangan 3) Pengelola Gaji

4) Pengelola Akuntansi

5) Verifikator Data Laporan Keuangan 6) Pengelola Pendapatan

3. Dibawah Subbagian Umum Jabatan: 1) Pengadministrasi Umum 2) Pranata Diklat

3) Pengelola Bantuan Hukum 4) Pengelola Pengaduan Publik 5) Pengadministrasi Persuratan 6) Pranata Kearsipan

7) Pengadministrasi Kepegawaian 8) Teknisi Sarana dan Prasarana 9) Pengelola Barang Milik Negara 10) Pengemudi Ambulan

11) Pengemudi 12) Pengaduan publik

13) Pengadministrasi persuratan 4. Dibawah Seksi Pelayanan Medik Jabatan:

1) Pengadministrasi Umum 2) Pengelola Pelayanan Kesehatan 3) Instruktur Vokasional

5. Seksi Pengeembangan Mutu Pelayanan Keperawatan 1) Analis Penjamin Mutu

6. Seksi Pelayanan Keperawatan 1) Pengelola Keperawatan 2) Pengadministrasi Umum 7. Seksi Pelayanan Penunjang Medik

1) Pengelola Pelayanan Penunjang Diagnostik dan Logistik 2) Pengadministrasi Umum

3) Pengelola Obat dan Alat-Alat Kesehatan 8. Seksi Penunjang dan Sarana Non Medik

1) Pranata Diklat 2) Pengolah Makanan 3) Binatu Rumah Sakit 4) Juru Rawat Jenazah

(22)

sebagai bagian dari Perangkat Daerah yang memiliki tujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat antara lain sebagai berikut:

1. Penanganan pandemi Covid-19 dengan mempersiapkan vaksinasi Covid-19 2. Penanganan permasalahan gizi dan kesehatan ibu dan anak

3. Penanganan kedaruratan dan potensi bencana lainnya

4. Penanganan multiple burden disease dari penyakit tidak menular degeneratif

5. Penanganan penyakit menular infeksi dan infeksi baru (re-emerging and new emerging disease) serta potensi kejadian luar biasa

6. Penanganan permasalahan dalam pelayanan kesehatan

1.5 Dukungan SDM, Sarana-Prasarana dan Anggaran

Keadaan pegawai merupakan hasil olahan data dari Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) sampai akhir Januari 2020. Distribusi jumlah pegawai Dinas Kesehatan DIY berjumlah 670 orang dengan komposisi Dinas Induk 108 orang, Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi 49 orang, Balai Pelatihan Kesehatan 28 orang, Balai Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial 22 orang, Rumah Sakit Jiwa Grhasia 298 orang dan Rumah Sakit Paru Respira 165 orang.

(23)

Distribusi pegawai menurut jenis jabatan di Dinas Kesehatan DIY terdiri dari Struktural sebanyak 47 orang, fungsional tertentu sebanyak 378 orang, dan

fungsional umum sebanyak 245 orang.

Gambar I.4 Distribusi Pegawai Dinas Kesehatan DIY Menurut Jenis Jabatan

Distribusi pegawai di Dinas Kesehatan DIY berdasarkan golongan terdiri dari Golongan IV sebanyak 79 orang, Golongan III sebanyak 505 orang, Golongan II sebanyak 85 orang dan Golongan I sebanyak 1 orang.

(24)

Distribusi pegawai menurut tingkat pendidikan di Dinas Kesehatan DIY untuk S2 sebanyak 108 orang, S1 sebanyak 174 orang, D4 sebanyak 93 orang, D3 sebanyak 233 orang, SMA sebanyak 36 orang, SMP sebanyak 21 orang, dan SD sebanyak 5 orang.

Gambar I.6 Distribusi Pegawai Dinas Kesehatan DIY menurut Pendidikan

Berdasarkan Peraturan Gubernur Kualifikasi Jabatan Pelaksana Nomor 77 Tahun 2016 serta Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 83 Tahun 2016, maka perbandingan antara perhitungan Analisis Beban Kerja (ABK) sebagaimana tampak pada tabel, dimana menunjukkan ternyata Dinas Kesehatan DIY dan UPT ternyata masih perlu tambahan tenaga personil, meskipun ada perbedaan perhitungan kebutuhan berdasarkan ABK dengan kebutuhan menurut peraturan Gubernur.

Tabel I.1 Analis Kebutuhan Tenaga di Dinas Kesehatan DIY berdasarkan Analisis Beban Kerja dan Peraturan Gubernur untuk Kondisi Ideal Kepegawaian

Instansi Tenaga yang Ada

Kebutuhan Berdasarkan

ABK

Kebutuhan berdasarkan Peraturan Gubernur

Struktural JFT JFU

Dinas Kesehatan Induk 108 134 21 13 100

Balai Laboratorium

Kesehatan dan Kalibrasi 49 117 3 87 36

Bapelkes 28 76 4 23 49

Bapel Jamkesos 22 53 4 0 49

RS Jiwa Grhasia 298 393 16 321 56

(25)

Tabel I.2 Sarana-Prasarana Dinas Kesehatan

No Klasifikasi Jumlah Barang Nilai Aset (Rp)*

1 2 3 4 Aset Tetap Tanah

Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan, Irigasi dan Jaringan

4 unit 1236 unit 19 unit 6 unit 518.956.762,00 13.149.435.512,00 15.761.540.059,00 151.411.654,00 1 2

Aset Tetap Lainnya Buku Perpustakaan Barang Berecorak Kesenian

1509 buku 1 unit

47.275.970,00 200.000,00

Jumlah 29.628.819.957,00

*Nilai aset belum memperhitungkan penyusutan di tahun 2020

Kebutuhan ruangan kantor umum meliputi ruang rapat, ruang pengelola keuangan, ruang arsip, ruang mushola, ruang baca, ruang gudang, ruang tunggu, ruang laktasi dan toilet. Adapun perlengkapan kantor berupa meja, kursi, lemari, filling cabinet, pendingin ruangan, alat pemadam kebakaran dan lainnya sudah tersedia dalam kondisi baik. Rasio personal computer atau laptop dibandingkan dengan jumlah pegawai mendekati rasio 1:1. Dengan demikian ketersediaan sarana prasarana sudah memadai.

Tabel I.3 Perbandingan Anggaran Tahun 2019 dan 2020

Tahun Belanja Tidak Langsung Belanja Langsung Jumlah

2019 Rp.43.302.839.243,00 Rp.144.654.376.366,84 Rp.187.957.215.609,84

2020 Rp.46.370.672.286,00 Rp.129.337.084.875,29 Rp.175.707.757.161,29

Terlihat pada tabel 1.3, adanya penurunan anggaran tahun 2020 dibandingkan dengan tahun 2019, dikarenakan adanya refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19. Namun kebutuhan untuk penanganan Covid-19 di bidang kesehatan, mendapatkan alokasi anggaran melalui Bantuan Tak Terduga (BTT) Gubernur.

1.6 Tindak Lanjut atas Laporan Hasil Evaluasi SAKIP Tahun 2019

Saran/Rekomendasi Tindak lanjut

Surat Inspektur DIY

Nomor: 700/00889 tentang Evaluasi Hasil Evaluasi Implementasi Sistem AKIP Dinas Kesehatan DIY

Rekomendasi:

a. Meningkatkan kinerja

Upaya yang dilakukan dalam rangka implementasi Sistem AKIP Dinas Kesehatan DIY adalah sebagai berikut:

a. Mengawal pencapaian output organisasi dengan pemantauan dan pengendalian secara umum

(26)

Saran/Rekomendasi Tindak lanjut

organisasi terutama dalam hal pencapaian output kegiatan agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan;

b. Meningkatkan sistem, prosedur dan kinerja pengumpulan data sehingga data-data yang dibutuhkan dapat tersedia lebih cepat dan lebih valid;

c. Melakukan reviu atas indikator dan target sasaran Terwujud Perilaku Sadar Sehat yaitu Persentase Puskesmas Melaksanakan Program Jogja Sehat dengan Pendekatan Keluarga;

d. Mengajukan usulan Rancangan Peraturan Gubernur baru atau Perubahan Peraturan Gubernur mengenai Standar Pelayanan Minimal untuk RS Respira karena masa berlaku target SPM hanya sampai tahun 2019;

e. Memperjelas dasar dan komponen Standar Pelayanan Minimal yang dipergunakan untuk perhitungan indikator sasaran Terwujudnya Pelayanan Kesehatan Jiwa Yang Bermutu;

f. Meningkatkan evaluasi serta

pengendalian atas

pelaksanaan perencanaan dan penganggaran kegiatan.

maupun khusus pada unit kerja yang memiliki risiko tinggi tidak tercapai;

b. Memperbaiki mekanisme pengumpulan data secara manual maupun melalui aplikasi; c. Sesuai dengan koordinasi dengan

Bappeda DIY, bahwa tidak dapat dilakukan perubahan indikator Terwujudnya Perilaku Sadar Sehat pada periode Renstra ini. Maka akan dijadikan catatan untuk dilakukan perubahan indikator pada kurun waktu Renstra berikutnya;

d. Mendorong tersusunnya rancangan peraturan Gubernur baru mengenai SPM Rumah Sakit Paru Respira yang menjadi UPT Dinas Kesehatan DIY;

e. Mendorong penyempurnaan SPM Rumah Sakit Jiwa Grhasia; f. Perbaikan manajemen untuk

meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran kegiatan.

(27)

BAB 2

Perencanaan

dan Perjanjian Kinerja

Perencanaan dan penganggaran pada tahun 2020 diwarnai agenda refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan darurat serta dampak pandemi Covid-19. Hal ini membawa dampak pada perumusan Perjanjian Kinerja perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah DIY melalui reviu/perubahan Perjanjian Kinerja Tahun 2020. Refocusing dan realokasi anggaran dilakukan sebagai bentuk konsolidasi fiskal menjamin ketersediaan dukungan bidang Kesehatan, bantuan sosial dan upaya pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19. Meskipun demikian, sebagai jajaran Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah DIY, Dinas Kesehatan DIY tetap mengupayakan optimalisasi capaian target kinerja sebagaimana tertuang dalam RPJMD DIY Tahun 2017-2022.

Renstra Dinas Kesehatan DIY yang merupakan penjabaran operasional RPJMD 2017 - 2022 telah mengakomodasi dinamika program/kegiatan selama kurun waktu 2017 – 2022. Renstra ditetapkan dengan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 20 Tahun 2018 tentang Rencana Strategis Perangkat Daerah Tahun 2017 – 2018 sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 109 Tahun 2018.

2.1. Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja OPD

Sesuai cascade kinerja, Dinas Kesehatan DIY mendukung pencapaian sasaran Pemerintah Daerah meningkatnya kapasitas tata kelola pemerintahan yang didukung oleh program sinergitas tata kelola pemerintahan. Terkait hal tersebut tujuan jangka menengah Dinas Kesehatan DIY selama lima tahun adalah:

“Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat” Bab 2 Berisi:

1. Tujuan, Sasaran dan Indikator Kinerja OPD 2. Strategi dan Arah

Kebijakan

3. Struktur Program dan Kegiatan Tahun 2020 4. Perjanjian Kinerja Tahun

2020

5. Instrumen Pendukung Capaian Kinerja OPD

(28)

Adapun sasaran Dinas Kesehatan DIY dalam waktu lima tahun sebagai berikut:

Tabel II.1 Sasaran Strategis Dinas Kesehatan DIY, 2017-2022

NO. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR

KINERJA SATUAN

Baseline 2017

TARGET TAHUNAN Target

Akhir Renstra 2019 2020 2020 2021 2022 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1. Terwujudnya perilaku sadar sehat Persentase puskesmas melaksanakan program Jogja Sehat dengan pendekatan keluarga % (puskesmas) 42,97 (52) 100 (121) 100 (121) 100 (121) 100 (121) 100 (121) 100 (121) 2. Terwujudnya pelayanan kesehatan yang bermutu

Persentase Pelayanan Kesehatan Yang Terakreditasi % (faskes) 57,83 (151) 67,18 (170) 69,08 (181) 69,08 (181) 70,99 (186) 73,28 (192) 73,28 (192) 3 Terwujudnya pelayanan kesehatan Jiwa yang bermutu Persentase pemenuhan standar mutu pelayanan kesehatan jiwa % 50 60 65 65 70 75 75 4 Terwujudnya pelayanan kesehatan Paru yang bermutu Persentase pemenuhan standar mutu pelayanan % n/a 74,80 77,2 77,2 78,9 81,3 81,3

2.2. Strategi dan Arah Kebijakan

Strategi dan kebijakan untuk mencapai tujuan dan sasaran jangka menengah, diuraikan dalam tabel sebagai berikut:

Tabel II.2 Strategi dan Arah Kebijakan

NO. SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN

1. Terwujudnya perilaku sadar sehat

1. Peningkatan kesehatan

keluarga dan Peningkatan mutu gizi perorangan dan masyarakat melalui kebijakan Perbaikan gizi masyarakat dilaksanakan secara sinergis, komprehensif

2. Peningkatan pemberdayaan masyarakat dan swasta dalam

pembangunan kesehatan.

Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan upaya Penyehatan lingkungan.

1. Peningkatan cakupan, mutu, akses dan keberlangsungan upaya pelayanan kesehatan ibu, bayi, balita, remaja, usia kerja dan usia lanjut. Akselerasi Pemenuhan Akses Pelayanan Kesehatan Ibu, Anak, Remaja, dan Lanjut Usia yang Berkualitas

2. Percepatan Perbaikan Gizi Masyarakat serta intervensi masalah gizi di masyarakat seperti stunting

3. Peningkatan Promosi Kesehatan dan

Pemberdayaan Masyarakat serta

(29)

NO. SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN 3. Pengurangan risiko akibat

penyakit melalui kebijakan pencegahan dan pengendalian penyakit yang sinergis, komprehensif dan bermutu

Corporate Social Responsibility dengan pihak swasta

4. Peningkatan Penyehatan Lingkungan serta implementasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) melalui pembinaan

dan pengawasan bersama dengan

puskesmas

5. Peningkatan Pencegahan serta

Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular

6. Peningkatan kompetensi tenaga

kesehatan dalam pengendalian penyakit menular seperti tenaga epidemiologi, sanitasi dan laboratorium terutama mengantisipasi jika terjadi wabah 7. Deteksi dini secara pro-aktif untuk

penyakit menular

2. 1. Peningkatan dan pemerataan

mutu pelayanan kesehatan melalui kebijakan peningkatan

cakupan dan penguatan

fasilitas pelayanan kesehatan di DIY

2. Mendorong terpenuhinya

Standar Pelayanan Minimal di fasilitas kesehatan

3. Mendorong tercapainya

pelaksanaan Jaminan

Kesehatan Nasional menuju

Universal Health Coverage

(UHC)

1. Peningkatan Mutu dan Akses Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan

2. Peningkatan Ketersediaan,

Keterjangkauan, Pemerataan, dan Kualitas Farmasi dan Alat Kesehatan 3. Penguatan tenaga SDM Kesehatan

melalui pelatihan dan perijinan

4. Penguatan mutu advokasi, pembinaan dan pengawasan

5. Penguatan Manajemen, Penelitian Pengembangan dan Sistem Informasi 6. Pengembangan pembiayaan jaminan

kesehatan penyangga sebagai

komplemen dan suplemen

3. Terwujudnya pelayanan

kesehatan jiwa yang

bermutu

1. Meningkatkan derajad

kesehatan masyarakat 2. Meningkatkan pelayanan dan

sumber daya yang berkualitas sesuai standar akreditasi RS 3. Meningkatkan RS sebagai

pusat pendidikan, penelitian & pengemba ngan kesehatan

jiwa dan NAPZA yang

berkualitas

4. Meningkatkan RS sebagai pusat pendidikan, penelitian & pengemba ngan kesehatan

jiwa dan NAPZA yang

berkualitas

5. Mengembangkan Layanan Non

Jiwa untuk menunjang

pelayanan Kesehatan Jiwa

1. Peningkatan layanan rehab medis, rehab sosial dan dukungan dari masyarakat bagi penderita gangguan jiwa

2. Peningkatan mutu layanan, kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia,

kenyamanan lingkungan, sarana

penunjang dan tata kelola sesuai standar akreditasi RS

3. Peningkatan Rumah Sakit sebagai Pusat

Pendidikan, Penelitian dan

Pengembangan Kesehatan Jiwa dan NAPZA yang berkualitas

4. Pemenuhan Sarana Prasarana

Pengembangan Layanan Non Jiwa untuk menunjang pelayanan kesehatan jiwa 5. Upaya kerjasama dengan BPJS Kesehatan

untuk pelayanan diluar kekhususan

4. Terwujudnya pelayanan

kesehatan paru yang

bermutu

1. Meningkatkan mutu layanan 2. Mengembangkan layanan

1. Peningkatan status akreditasi 2. rumah sakit

(30)

NO. SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN 4. Peningkatan mutu peralatan

5. Kesehatan dan penunjang pelayanan rumah sakit Pemenuhan sediaan farmasi dan bahan pakai habis

6. Peningkatan aksesibilitas 7. Peningkatan klasifikasi rumah sakit

2.3. Struktur Program dan Kegiatan Tahun 2020

Struktur program dan kegiatan yang berkaitan langsung dengan tercapainya sasaran Dinas Kesehatan DIY tahun 2020 maupun program dan kegiatan pendukung sebagaimana tabel berikut:

Tabel II.3 Struktur Program dan Kegiatan terkait Langsung Pencapaian Sasaran Tahun 2020

NO SASARAN PROGRAM/ KEGIATAN ANGGARAN (Rp)

1. Terwujudnya perilaku sadar sehat 1.1 Program Kesehatan Masyarakat 9.166.917.000,00

1.1.1. Kegiatan Penyehatan Lingkungan dan Peningkatan Pola Hidup Sehat Masyarakat

129.595.000,00

1.1.2. Perbaikan Gizi Masyarakat dan Kesehatan Keluarga

72.487.000,00 1.1.3. Kegiata Penyehatan Lingkungan dan

Peningkatan Pola Hidup Sehat Masyarakat (DAK)

6.484.676.000,00

1.1.4 Perbaikan Gizi Masyarakat dan Kesehatan Keluarga (DAK)

2.480.159.000,00 1.2 Program Pencegahan Dan

Pengendalian Penyakit

3.674.609.700,00 1.2.1 Pencegahan Penyakit yang Dapat

Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) dan Surveilans Penyakit

3.076.809.700,00

1.2.2. Pengendalian Penyakit Menular dan Tidak Menular

597.800.000,00 2. Terwujudnya pelayanan kesehatan

yang bermutu

1.3 Program Pelayanan Kesehataan 143.615.900,00

1.3.1 Peningkatan Pelayanan Kesehatan Primer, Rujukan, dan Pelayanan Kesehatan Lain

139.080.900,00

1.3.2. Peningkatan Mutu dan Akreditasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer, Rujukan, dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lain

4.535.000,00

1.4. Program Peningkatan Sumber Daya Kesehatan

377.886.000,00 1.4.1 Peningkatan Mutu Tenaga dan Sarana

Kesehatan

(31)

NO SASARAN PROGRAM/ KEGIATAN ANGGARAN (Rp)

1.4.2 Peningkatan Mutu Pelayanan Kefarmasian Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL)

309.867.000,00

1.4.3 Peningkatan Mutu Pelayanan Kefarmasian Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) (DAK)

33.505.000,00

1.5. Program Pelayanan Kesehatan pada BLUD Balabkes

13.904.938.682,00

1.5. 1 Pelayanan Laboratorium Kesehatan 18.563.302.281,00

1.5. 2 Pelayanan Laboratorium Kesehatan (DAK)

1.094.212.000,00 1.6. Program Peningkatan Pelayanan

Pelatihan Kesehatan pada BLUD BAPELKES

6.510.349.078,00

1.6.1 Pelayanan Pelatihan SDM Kesehatan 6.510.349.078,00

1.7. Program Pelayanan pada BLUD BAPEL JAMKESSOS

32.033.924.065,00

1.7.1 Pelayanan Jaminan Kesehatan 32.033.924.065,00

3. Terwujudnya pelayanan kesehatan jiwa yang bermutu

Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Pada BLUD RS Jiwa Grhasia

28.266.091.329,00 4. Terwujudnya pelayanan kesehatan

paru yang bermutu

Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Pada BLUD RS Paru Respira

26.447.132.068,00

Tabel II.4 Struktur Program dan Kegiatan Pendukung Pencapaian Sasaran Tahun 2020

No. Program/Kegiatan Jumlah Anggaran (Rp)

1 2 3

1. 1. Program Administrasi Perkantoran 2.070.226.700,00

1.1. Penyediaan Jasa, Peralatan dan Perlengkapan Kantor 1.194.259.500,00

1.2. Penyediaan Jasa Pengelola Pelayanan Perkantoran 822.919.200,00

1.3. Penyediaan Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi 53.048.000,00

2. 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 441.375.533,00

4.1. Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan 62.200.000,00

4.2. Pemeliharaan Rumah dan Gedung Kantor 133.805.533,00

4.3. Pemeliharaan Peralatan dan Perlengkapan 87.985.000,00

4.4. Pemeliharaan Kendaraan Dinas/Operasional 157.385.000,00

3. 3. Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur 45.515.500,00

a. Pengembangan ISO 45.515.500,00

b. Pembinaan, Pengembangan Kualitas Profesi dan Penilaian Angka kredit Jabatan Fungsional Tertentu

0 4. 4. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian KInerja dan

Pelaporan Keuangan

77.615.280,23

4.1. Penyusunan Laporan Keuangan OPD 4.300.000,00

(32)

No. Program/Kegiatan Jumlah Anggaran (Rp)

1 2 3

Pengembangan Data dan Informasi

4.3. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Program Kegiatan OPD 4.300.000,00

Total Anggaran Pendukung 5.269.466.026,46

2.4. Perjanjian Kinerja Tahun 2020

Dokumen Perjanjian Kinerja (PK) merupakan dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerjanya. Adapun Perjanjian Kinerja Kepala Dinas Kesehatan DIY yang merepresentasikan kinerja instansi dengan Bapak Gubernur DIY sebagai berikut:

Tabel II.5 Perjanjian Kinerja Kepala Dinas Kesehatan DIY Tahun 2020

2.5. Instrumen Pendukung Capaian Kinerja

Instrumen pendukung penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP) di lingkungan Pemerintah Daerah DIY adalah sebagai berikut:

1. Aplikasi sengguh.jogjaprov.go.id yang mengintegrasikan perencanaan termasuk Rencana Operasional Pelaksanaan Kegiatan (ROPK), anggaran kas, monitoring dan evaluasi capaian kinerja bulanan, triwulan, semesteran dan tahunan OPD.

No. Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Target

Tahunan Triwulan Target

1. Terwujudnya perilaku sadar sehat

Persentase Puskesmas melaksanakan Program Jogja Sehat dengan Pendekatan Keluarga % (puskesmas) 100 (121) Triwulan I 100 Triwulan II 100 Triwulan III 100 Triwulan IV 100 2. Terwujudnya pelayanan kesehatan yang bermutu

Persentase Pelayanan Kesehatan Yang Terakreditasi % (faskes) 69,08 (181) Triwulan I 69,08 Triwulan II 69,08 Triwulan III 69,08 Triwulan IV 69,08 3 Terwujudnya pelayanan kesehatan jiwa yang bermutu Persentase pemenuhan standar mutu pelayanan kesehatan Jiwa % 65 Triwulan I 65 Triwulan II 65 Triwulan III 65 Triwulan IV 65 4 Terwujudnya pelayanan kesehatan Paru yang bermutu Persentase pemenuhan standar mutu pelayanan kesehatan paru % 77,2 Triwulan I 77,2 Triwulan II 77,2 Triwulan III 77,2 Triwulan IV 77,2

(33)

Gambar II.1. Sistem Integrasi ROPK, Monitoring dan Evaluasi, E-SAKIP

Sumber:http://sengguh.jogjaprov.go.id/

2. Website Dinas Kesehatan adalah instrumen yang mendukung upaya keterbukaan publik melalui berbagai informasi dan laporan yang disajikan kepada masyarakat. Didalam portal website ini terdapat beberapa aplikasi yang mengalami kendala dan dievaluasi diakhir tahun 2020.

Gambar II.2. Website Dinkes

Sumber:www.dinkes.jogjaprov.go.id

3. Aplikasi http://dinkesplan.jogjaprov.go.id/ adalah aplikasi yang dikembangkan

oleh Dinas Kesehatan untuk dapat mengawal proses perencaaan dilevel internal Dinas Kesehatan. Aplikasi ini menyesuaikan dengan aplikasi jogjaplan yang dikelola oleh Bappeda.

(34)

Gambar II.3. Sistem Perencanaan Dinkesplan

(35)

BAB 3

Akuntabilitas Kinerja

3.1. Capaian Kinerja Tahun 2020

Dinas Kesehatan DIY telah melaksanakan pengukuran kinerja atas kinerja yang diperjanjikan Kepala Dinas Kesehatan DIY dengan Bapak Gubernur DIY tahun 2020. Pengukuran mengacu Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencana-an, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah dengan skala nilai peringkat kinerja sebagaimana tabel berikut:

Tabel III.1 Skala Nilai Peringkat Kinerja

❖ Sumber: Permendagri Nomor 86 Tahun 2017

No. Interval Nilai Realisasi Kinerja

Kriteria Penilaian Realisasi

Kinerja Kode

1. 91 ≤ 100 Sangat Baik Hijau Tua

2. 76 ≤ 90 Tinggi Hijau Muda

3. 66 ≤ 75 Sedang Kuning Tua

4. 51 ≤ 65 Rendah Kuning Muda

5. ≤ 50 Sangat Rendah Merah

Bab 3 Berisi :

1. Capaian Kinerja Tahun 2020

2. Realisasi Anggaran 3. Inovasi

(36)

Tabel III.2 Capaian Kinerja Tahun 2020 NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR/META INDIKATOR SATU AN BASE LINE 2017 CAPAIA N 2019 TAHUN 2020 TARGET AKHIR RPJMD TARGET REALI SASI PERSEN TASE KRITERIA/ KODE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1. Terwujudnya Perilaku Sadar Sehat Indikator: Persentase puskesmas melaksanakan program jogja sehat dengan pendekatan keluarga Meta indikator: Jumlah Puskesmas yang mengimplementasi kan PISPK dibagi jumlah seluruh Puskesmas DIY x 100% % 42,97 100 100 100 100 Sangat Baik 100 2. Terwujudnya Pelayanan Kesehatan Yang Bermutu Indikator: Persentase pelayanan kesehatan yang terakreditasi Meta indikator: Jumlah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), tingkat lanjut (FKTL) dan pelayanan kesehatan lain yang sudah terakreditasi dibagi seluruh FKTP/FKTL dan Fasilitas Kesehatan Lain dikali 100 % 57,63 73,28 69,08 75,19 108,84 Sangat Baik 73.28 3. Terwujudnya Pelayanan Kesehatan Jiwa Yang Bermutu Indikator: Persentase pemenuhan standar mutu pelayanan kesehatan jiwa Meta indikator: Jumlah Indikator Mutu yang Dicapai dibagi jumlah seluruh indikator mutu x 100% % 50 77,9 65 81,39 125,21 5 Sangat Baik 75 4. Terwujudnya pelayanan kesehatan paru yang bermutu Indikator: Persentase pemenuhan standar mutu pelayanan (*) Meta indikator: Jumlah Indikator Mutu yang Dicapai dibagi jumlah seluruh indikator mutu x 100%

% n/a 74,8 77,2 77,2 100 Sangat

Baik

81.3

(37)

Adapun analisis capaian kinerja per sasaran stategis diuraikan sebagai berikut:

3.1.1. Sasaran Terwujudnya Perilaku Sadar Sehat

Kinerja sasaran Perilaku Sadar Sehat diukur dengan 1 indikator yaitu indikator Persentase puskesmas melaksanakan program Jogja Sehat dengan pendekatan keluarga. Sumber data diolah dari hasil evaluasi puskesmas yang mengimplementasikan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK) dibagi jumlah seluruh puskesmas di DIY.

Untuk indikator sasaran adalah berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2016 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga, namun diberikan pendekatan tambahan yang responsif gender dan difabel. Didukung dengan kebijakan Gubernur DIY tentang Rencana Aksi Daerah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Yogyakarta Sehat Lestari melalui Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta nomor 44 Tahun 2017. Tujuan PISPK adalah memperkuat fungsi Puskesmas dalam penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) di tingkat pertama di wilayah kerjanya. Penjelasan hubungan sasaran, indikator dan meta indikator adalah sebagai berikut:

Tabel III.3 Rumusan Indkator dan Formulasi Perhitungan

NO Sasaran Indikator Meta Indikator

1 2 3 4

1 Terwujudnya Perilaku Sadar Sehat

Persentase puskesmas melaksanakan program Jogja Sehat dengan pendekatan keluarga

Jumlah Puskesmas yang

mengimplementasikan PISPK dibagi jumlah seluruh Puskesmas DIY x 100%

Kinerja sasaran Terwujudnya Perilaku Sadar Sehat dengan indikator Persentase puskesmas melaksanakan program Jogja Sehat dengan pendekatan keluarga pada tahun 2020 dapat digambarkan sebagai berikut:

(38)

Tabel III. 4 Target dan Realisasi Kinerja Tahun 2020 No Indikator Sasaran Capaian 2019 2020 Target Akhir Renstra (2022) Capaian s/d 2020 terhadap target 2022 (%) Target Realisasi % Realisasi*

1 2 3 4 5 6 7 8 1 Persentase puskesmas melaksanakan program Jogja Sehat dengan pendekatan keluarga 100 100 100 100 100 100

Analisis Ketercapaian Sasaran:

1. Persentase realisasi terhadap target tercapai 100%

2. Dibandingkan dengan target akhir RPJMD, diproyeksikan sasaran akan berhasil tercapai. Keberhasilan pencapaian kinerja sasaran 1 dikarenakan oleh pembinaan, Pendampingan dan pengawasan secara intensif oleh Dinas Kesehatan DIY dan juga Dinas Kesehatan Kabupaten kota. Serta dukungan Dana Alokasi Khusus dari Kementerian Kesehatan

3.1.1.1 Data Dukung Capaian Terwujudnya Perilaku Sadar Sehat

Sasaran terwujudnya Perilaku Sadar Sehat didukung oleh dua program yakni program kesehatan masyarakat serta program pencegahan dan pengendalian penyakit. Hasil pendataan puskesmas dalam Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga akan dipakai sebagai intervensi sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Untuk itu berbagai upaya penurunan angka penyakit terus dilakukan.

Di tahun 2020 ini, dengan adanya pandemi Covid-19 merupakan tugas utama puskesmas dalam melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit. Puskesmas gencar melakukan 3T yaitu tracing, testing, dan treatment. Salah satunya dilakukan melalui pemantauan pasien terkonfirmasi positif yang melaksanakan isolasi di rumah, merujuk pasien terkonfirmasi positif yang tidak memungkinkan melakukan isolasi mandiri

(39)

di rumah ke shelter Covid-19, melakukan rujukan ke rumah sakit untuk pasien terkonfirmasi positif yang memiliki gejala berat.

Untuk program kesehatan masyarakat upaya yang dilakukan masih dengan peningkatan kapasitas tenaga gizi dan pemberian buku pedoman gizi, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita kurus, dan mendukung terwujudnya desa sehat mandiri.

3.1.1.2 Faktor Pendukung Keberhasilan Terwujudnya Perilaku Sadar Sehat

Dari tabel tersebut diketahui bahwa Seluruh puskesmas di DIY yang berjumlah 121 yang telah melaksanakan pendataan PISPK tersebut mencapai 100 persen. Tercapainya target tersebut dilakukan dengan peningkatan kualitas melalui pelatihan, monitoring dan evaluasi secara terus menerus.

3.1.2. Sasaran Terwujudnya Pelayanan Kesehatan Yang Bermutu

Tolok ukur capaian sasaran diukur dengan 1 indikator yaitu Persentase Pelayanan Kesehatan yang Terakreditasi. Hasil penghitungan Jumlah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), tingkat lanjut (FKTL) dan pelayanan kesehatan lain yang sudah terakreditasi dibagi seluruh FKTP/FKTL dan Fasilitas Kesehatan Lain dikali 100 sebagai berikut:

Tabel III.5 Rumusan Indikator dan Formulasi Perhitungan

NO Sasaran Indikator Meta Indikator

1 2 3 4

Terwujudnya Pelayanan Kesehatan yang Bermutu

Persentase Pelayanan Kesehatan yang Terakreditasi

Jumlah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), tingkat lanjut (FKTL) dan pelayanan kesehatan lain yang sudah terakreditasi dibagi seluruh FKTP/FKTL dan Fasilitas Kesehatan Lain dikali 100

Kinerja sasaran Terwujudnya Pelayanan Kesehatan yang Terakreditasi dengan indikator Persentase Pelayanan Kesehatan yang Terakreditasi pada tahun 2020 dapat digambarkan sebagai berikut:

(40)

Tabel III.6 Target dan Realisasi Kinerja No Indikator Sasaran Baseline

2019 2020 Target Akhir Renstra (2022) Capaian s/d 2020 terhadap target 2022 (%) Target Realisasi % Realisa

si 1 2 3 4 5 6 7 8 1 Persentase Pelayanan Kesehatan yang Terakreditasi 67,18 69,08 75,19 108,84 74,80 100,5

Analisis Ketercapaian Kinerja:

1. Persentase realisasi terhadap target tercapai 108,84%

2. Dibandingkan realisasi tahun lalu, terdapat kenaikan sebesar 1,9%. Dibandingkan dengan target akhir RPJMD, diproyeksikan sasaran akan berhasil tercapai. Keberhasilan pencapaian kinerja ini diperngaruhi oleh sosialisasi, bimbingan teknis akreditasi oleh Dinas Kesehatan DIY dan Kabupaten/Kota, penguatan komitmen seluruh tenaga Puskesmas, pemenuhan anggaran pendampingan dan akreditasi Puskesmas yang berasal dari DAK non fisik serta validasi data sarana prasarana dan alat. Juga munculnya beragam inovasi dari puskesmas.

Berdasar Peraturan Menteri Kesehatan No 46 tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktek Mandiri Dokter, dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi, bahwa pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dan terpenting dari pembangunan nasional. Tujuan diselenggarakannya pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan nasional diselenggarakan berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu.

3.1.2.1 Data Dukung Capaian Terwujudnya Pelayanan Kesehatan yang Bermutu Sasaran Terwujudnya pelayanan kesehatan yang bermutu didukung oleh 5 program terkait yaitu

1. Program Pelayanan Kesehataan

Program pelayanan kesehatan dikembangkan guna memastikan bahwa standar pelayanan minimal fasilitas pelayanan kesehatan

(41)

dapat dilaksanakan dengan baik guna menjamin masyarakat mendapatkan mutu layanan yang berkualitas.

2. Program Peningkatan Sumber Daya Kesehatan

Program peningkatan sumber daya kesehatan salah satunya memastikan bahwa tenaga kesehatan telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Kualitas pelayanan ditentukan salah satunya oleh kualitas sumber daya manusianya.

3. Program Pelayanan Kesehatan pada BLUD Balabkes

Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi terus mengembangkan pelayanan yang terkait dengan pemeriksaan laboratorium.

4. Program Peningkatan Pelayanan Pelatihan Kesehatan pada BLUD Bapelkes

Bapelkes mengembangkan Pelatihan yang dievaluasi sehingga semua mantan linatih harus menerapkan pengetahuan dan ketrampilan yang didapat saat pelatihan di instansinya masing masing

5. Program Pelayanan pada BLUD Bapel Jamkesos

Jumlah masyarakat miskin terbiayai jaminan kesehatan sesuai dengan kriteria sebesar 100%. Kriteria tersebut sesuai Peraturan Gubernur Nomor 63 tahun 2016 tentang Jaminan Kesehatan Semesta, Peraturan Gubernur nomor 50 tahun 2017 tentang Sistem Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Khusus Bagi Penyandang Disabilitas, Peraturan Gubernur DIY nomor 51/2017 tentang Bantuan Alat Bantu Kesehatan Bagi Penyandang Disabilitas Peserta Jaminan Kesehatan Sosial dan koordinasi lintas sektor dan lintas program di kabupaten/kota/kecamatan/desa, LSM dan lain-lain.

3.1.2.2 Faktor Pendukung Keberhasilan Terwujudnya Pelayanan Kesehatan yang Bermutu

Salah satu cara untuk menilai mutu dan kualitas pelayanan puskesmas dilakukan dengan akreditasi. Dengan implementasi standar akreditasi akan menjamin manajemen puskesmas, penyelenggaraan program kesehatan, dan pelayanan klinis telah dilakukan secara berkesinambungan. Indikator ini dipilih karena akreditasi menjadi bagian

(42)

dari sebuah penjaminan mutu pelayanan di sektor kesehatan. Dalam upaya ini, Dinas Kesehatan telah melaksanakan pendampingan ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendukung proses akreditasi. Juga dukungan melalui workshop, pertemuan koordinasi, sosialisasi instrumen untuk memberikan informasi dan pemahaman tentang pentingnya proses akreditasi untuk dilakukan. Kondisi ini didukung oleh capaian yang tinggi pada tahun 2019, sehingga kondisi pandemi Covid-19 tidak terlalu berdampak pada capaian indikator tahun 2020.

3.1.3. Sasaran Terwujudnya Pelayanan Kesehatan Jiwa Yang Bermutu

Tolok ukur capaian sasaran diukur dengan 1 indikator yaitu Persentase pemenuhan standar mutu pelayanan kesehatan jiwa Hasil Jumlah indikator mutu yang dicapai sebagai berikut:

Tabel III.7 Rumusan Indikator dan Formulasi Perhitungan

NO Sasaran Indikator Meta Indikator

1 2 3 4

Terwujudnya Pelayanan Kesehatan Jiwa yang Bermutu

persentase pemenuhan standar mutu pelayanan kesehatan jiwa

Jumlah indikator mutu yang dicapai dibagi jumlah seluruh indikator mutu dikali 100%

Kinerja sasaran Terwujudnya Pelayanan Kesehatan Jiwa yang Bermutu dengan indikator Persentase Pemenuhan Standar Mutu Pelayanan Kesehatan Jiwa pada tahun 2020 dapat digambarkan sebagai berikut:

Tabel III.8 Target dan Realisasi Kinerja No Indikator Sasaran Baseline

2019 2020 Target Akhir Renstra (2022) Capaian s/d 2019 terhadap target 2022 (%) Target Realisasi % Realisa

si 1 2 3 4 5 6 7 8 1 Persentase pemenuhan standar mutu pelayanan kesehatan jiwa 60 65 81,39 125,215 75 108,52

Analisis Ketercapaian Kinerja:

1. Persentase realisasi terhadap target tercapai 125,215%

2. Dibandingkan realisasi tahun lalu, terdapat kenaikan sebesar 3,49%. Dibandingkan dengan target akhir RPJMD, diproyeksikan sasaran akan

(43)

berhasil tercapai. Keberhasilan pencapaian kinerja sasaran 1 dipengaruhi oleh kerjasama yang baik antara seluruh pihak di RS Jiwa Grhasia sehingga standar mutu dapat dicapai dalam rangka meningkatkan kepuasan pelanggan.

3.1.3.1 Data Dukung Capaian Terwujudnya Pelayanan Kesehatan Jiwa yang Bermutu

Capaian kinerja dapat kita lihat pada tingkat pencapaian standar pelayanan minimal (SPM) RS Jiwa Grhasia DIY. Sehubungan dengan masih berprosesnya usulan rancangan Peraturan Gubernur tentang Standar Pelayanan Minimal RS Jiwa Grhasia yang baru, maka untuk tahun 2020 Standar Pelayanan Minimal RS Jiwa Grhasia masih menggunakan Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 25 Tahun 2009. Pencapaian SPM telah dapat dicapai di 2019 dan yang di tahun kemarin belum tercapai dan dievaluasi sampai akhir tahun 2020 adalah sebagai berikut:

Tabel III.9 Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) RS Jiwa Grhasia Tahun 2020 No Jenis Pelayanan Uraian Indikator Target

Realisasi Realisasi

Tercapai 2019 2020

1 Pelayanan Kegawatdaruratan Jam buka pelayanan Gawat Darurat 24 jam 100% 100% 100% Tercapai

2 Pemberi pelayanan kegawatdaruratan bersertifikat ACLS/PPGD/GELS 100% 73,92% 72,70% Tidak tercapai 3 Waktu untuk mendapatkan pelayanan medis ≤ 45 menit ≥ 95% 100% 100% Tercapai 4 Kesesuaian diagnosis

dan terapi ≥ 90% 100% 100% Tercapai

5 Kepuasan pelanggan 80% 81,00% 85,71% Tercapai

6 Pelayanan Rawat Jalan Pemberi Pelayanan di Poliklinik Spesialis 100% 100% 100% Tercapai

7 Ketersediaan pelayanan a. Klinik Psikologi b. Klinik Anak c. Klinik Penyakit Dalam d. Klinik a. Klinik Psikologi b. Klinik Anak c. Klinik Penyakit Dalam d. Klinik Saraf e. Klinik gigi dan mulut a. Klinik Psikologi b. Klinik Anak c. Klinik Penyakit Dalam d. Klinik Saraf e. Klinik gigi Tidak tercapai

(44)

Saraf e. Klinik Kulit dan Kelamin f. Klinik Gigi dan Mulut dan mulut 8 Ketersediaan Pelayanan di RS Jiwa a. Anak Remaja b. Napza c. Psikotik d. Neurotik e. Mental Retardasi f. Mental Organik g. Usia Lanjut a. Anak Remaja b. Napza c. Psikotik d. Neurotik e. Mental Retardasi f. Mental Organik g. Usia Lanjut a. Anak Remaja b. Napza c. Psikotik d. Neurotik e. Mental Retardasi f. Mental Organik g. Usia Lanjut Tercapai 9

Jam Buka Pelayanan 08.00 s/d 13.00 setiap hari kerja kecuali jumat (08.00 s/d 11.00) 08.00 s/d 13.00 setiap hari kerja kecuali jumat (08.00 s/d 11.00) 08.00 s/d 13.00 setiap hari kerja kecuali jumat (08.00 s/d 11.00) Tercapai

10 Waktu Tunggu Rawat

Jalan 15 menit 37 menit 30 menit

Tidak tercapai

11 Sterilisasi Alat Gigi > 95 % 100% 100% Tercapai

12 Kesesuaian diagnosis

dengan terapi > 95 % 100% 100% Tercapai

13 Kepuasan Pelanggan > 90 % 80% 98,96% Tercapai

14 Pelayanan Rawat Inap

Kepuasan Pelanggan 90% 84,34% 90,67% Tercapai

15 Kelengkapan

dokumen Askep 90% 99,47% 97,41% Tercapai

16 Kesesuaian diagnosis

dengan terapi 100% 100% 100% Tercapai

17 Infeksi Nosokomial ≤ 5% 0,95% 0,93% Tercapai

18 Pelayanan Rawat Psikiatri Intensif Penanganan pasien gaduh gelisah ≤ 48 jam 80% 72,53% 82,61% Tercapai 19

Lama hari perawatan pasien di UPI ≤ 1 minggu

80% 83,03% 86,26% Tercapai

20 Elektromedik Waktu layanan EKG ≤

10 menit 98% 99% 100% Tercapai

21 Waktu layanan

fisioterapi ≤ 30 menit 90% 95% 94,50% Tercapai

22

Waktu layanan ECT ≤

30 menit 80% belum ada

pelayanan ECT belum ada pelayanan ECT - 23 Waktu layanan Treadmill ≤ 45 menit 80% tidak ada pelayanan treadmill tidak ada pelayanan treadmill -

(45)

24 Radiologi Waktu tunggu hasil radiologis ≤ 60 menit 100% 98,63% 99,57% Tercapai

25 Kegagalan

pemotretan ≤ 10% 0,89% 0,06% Tercapai

26 Kepuasan Pelanggan 80% 82,70% 84,79% Tercapai

27

Lab. Patologi Klinik Waktu Tunggu layanan pemeriksaan laboratorium general check up 3 jam 98% 99% 100% Tercapai 28 Ketepatan pengukuran terhadap serum kontrol 90% 95,42% 96,33% Tercapai 29 Keberhasilan pengambilan darah vena dengan vacutainer 90% 98,04% 99,37% Tercapai 30 Kesalahan Pemberian hasil pemeriksaan laboratorium 0% 0% 0% Tercapai

31 Kepuasan pelanggan ≥ 90% 79,82% 90,67% Tercapai

32

Rehabilitasi Mental Rehabilitasi mendapatkan kegiatan sesuai hasil seleksi

95% 97,17% 95,92% Tercapai

33

Farmasi Waktu layanan obat

jadi rawat jalan ≤10 mrnit

90% 100% 85,37% Tidak

tercapai

34

Waktu layanan obat racikan untuk 30 kapsul/bungkus pasien rajal ≤30 menit

90% 100% 80,64% Tidak tercapai 35 Kejadian kesalahan pemberian obat 0% 0,00% 0,04% Tidak tercapai

36 Kepuasan pelanggan 90% 95% 96,62% Tercapai

37 Gizi Peningkatan status

gizi ≥80% 91,11% 92,12% Tercapai

38 Makanan terdistribusi

dengan benar ≥90% 99,78% 100% Tercapai

39 Ketepatan waktu pemberian makanan kepada pasien 90% 99,78% 100% Tercapai 40

Sisa makanan yang tidak termakan oleh pasien

20% 8,93% 9,23% Tercapai

41 Kejadian kesalahan

pemberian diet 0% 0% 0% Tercapai

42

Kesehatan Jiwa Masyarakat

Jumlah kehadiran tim integrasi di Puskesmas mitra dalam 1 tahun

100% Kegiatan sudah tidak dilaksanakan Kegiatan sudah tidak dilaksanakan - 43 Catatan Medik (CM) Kelengkapan pengisian rekam medik pasien rawat jalan 24 jam setelah selesai pelayanan

Gambar

Gambar I.1 Cascading Kinerja
Gambar I.2 Mandat Kinerja Peta Proses Bisnis dan Struktur Dinas Kesehatan DIY
Gambar I.3 Distribusi Pegawai Dinas Kesehatan DIY menurut Unit Kerja
Gambar I.5 Distribusi Pegawai Dinas Kesehatan DIY menurut Golongan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Capaian indikator perkara yang tidak mengajukan upaya hukum banding selama 3 tahun terakhir selalu 100%, dengan jumlah Hakim 4 orang termasuk Ketua dan Wakil

1) Penataan kelembagaan baru yang membutuhkan penanganan khusus dalam kaitannya dengan penataan pegawai yang ada. Dengan adanya penataan kelembagaan baru, maka

Berdasarkan Peraturan Walikota Blitar Nomor 34 Tahun 2014 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kota Blitar,

Sub Gugus Tugas Koordinasi dan Kerjasama Sekretariat Anggota Gubernur Gugus Tugas Prov Bupati/Walikota Gugus Tugas Kab/Kota  

pengelolaan administrasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat, penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum, penerapan dan penegakan Perda dan Peraturan Bupati,

UPAYA PERCEPATAN • Surat Menteri LHK kepada seluruh Gubernur, Bupati/Walikota dengan Surat Nomor S.401/Menlhk- PDASHL/2015 tanggal 7 September 2015 perihal Langkah Penanganan Bencana

Peraturan Bupati Purworejo Nomor 27 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 di Kabupaten Purworejo Berita Daerah Kabupaten Purworejo Tahun 2020 Nomor 27,

Keputusan Gubernur Nomor 328 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 COVID-19 Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagaimana telah beberapa