• Tidak ada hasil yang ditemukan

slide teori politik pemerintahan 2015 ta (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "slide teori politik pemerintahan 2015 ta (1)"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

ď‚–

TEORI-TEORI POLITIK

PEMERINTAHAN

Oleh: Ahmad Mustanir

Tatap Muka #

5

TEORI BUDAYA POLITIK

SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK MUHAMMADIYAH RAPPANG

(2)

ď‚–

Dennis Kavanagh (terjemahan Lailahanoum Hasyim, 1982: 10-11) mengutip beberapa pengertian budaya politik seperti:

1. Roy Macridis, bahwa budaya politik adalah: “sebagai tujuan bersama dan peraturan yang diterima bersama.”

2. Samuel Beer, budaya politik adalah: nilai-nilai keyakinan dan sikap-sikap emosi tentang bagaimana pemerintahan seharusnya

dilaksanakan dan tentang apa yang harus dilakukan pemerintah itu.”

3. Robert Dahl, unsur-unsur budaya politik:

ď‚– Orientasi pemecahan masalah-masalah, apakah mereka pragmatis atau

rasionalitis;

ď‚– Orientasi terhadap aksi bersama, apakah mereka bersifat kerjasama atau

tidak;

ď‚– Orientasi terhadap sistem politik, apakah mereka setia atau tidak;

ď‚– Orientasi terhadap orang lain, apakah mereka bisa dipercaya atau tidak.

(3)

ď‚–

Gabriel A Almond dalam Ismid Hadad

mengemukakan bahwa budaya politik adalah

suatu pola orientasi yang khusus dari tindakan politik yang sudah tertanam dalam setiap sistem

politik.

Definisi budaya politik lain diberikan Almond dan

Verba, menurut keduanya budaya politik

merupakan sikap individu terhadap sistem politik dan komponen-komponennya, juga sikap individu

terhadap peranan yang dapat dimainkan dalam sistem politik.

Budaya politik merupakan persepsi manusia, pola sikapnya terhadap berbagai masalah politik dan peristiwa politik terbawa pula kedalam pembentukan

struktur dan proses kegiatan politik masyarakat maupun pemerintahan, karena sistem politik itu

sendiri adalah interrelasi antara manusia yang menyangkut soal kekuasaan, aturan dan wewenang

(4)

ď‚–

Dari beberapa pengertian diatas dapat di tarik

beberapa

batasan konseptual tentang

budaya politik

sbb:

1)

Konsep budaya politik tidak lebih

mengedepankan aspek-aspek perilaku

aktual berupa tindakan, tetapi lebih

menekankan pada berbagai perilaku non

aktual seperti orientasi, sikap, nilai-nilai dan

kepercayaan-kepercayaan.

2)

Orientasi budaya politik adalah sistem

politik, artinya setiap berbicara budaya

politik maka tidak akan lepas dari

pembicaraan sistem politik, yaitu

menyangkut setiap komponen-komponen

yang terdiri dari komponen-komponen

(5)

ď‚–

...batasan konseptual tentang

budaya politik

sbb:

3)

Budaya politik merupakan gambaran

konseptual mengenai

komponen-komponen budaya politik dalam jumlah

besar, atau mendeskripsikan

masyarakat di suatu negara atau

wilayah, bukan per individu. Hal ini

berkaitan dengan pemahaman

budaya

politik merupakan refleksi perilaku

warga negara secara massal

yang

(6)

ď‚–

Almond

dan

Verba

(1963) dengan lebih

komprehensif mengacu pada apa yang

dirumuskan

Parsons

dan

Shils

tentang

klasifikasi tipe-tipe orientasi, bahwa

budaya

politik mengandung tiga komponen

objek politik

sbb:

1)

Orientasi kognitif

: berupa

pengetahuan

tentang kepercayaan pada politik,

peranan dan segala kewajibannya serta

input dan output nya. Misalnya bagaimana

individu mengetahui

hak dan kewajiban

warga negara di dalam konstitusi,

bagaimana

individu mengetahui

tata cara

pemilu, bagaimana

individu mengetahui

(7)

ď‚–

2) Orientasi efektif: yaitu perasaan terhadap sistem politik, peranannya, para aktor (politisi) dan

penampilannya, dan lembaga-lembaga politik (parpol, eksekutif, yudikatif, legislatif). Karena bergerak dalam konteks perasaan maka kadang lebih menentukan ketimbang faktor kognitif

(pengetahuan), ini sering dimanfaatkan oleh

banyak pemimpin negara dengan mengeluarkan kebijakan2 populis seperti SBY dengan BLT dan pembagian beras miskin.s

3) Orientasi evaluatif: yaitu keputusan dan pendapat

(8)

ď‚–

ď‚™ Budaya politik parokial, yaitu tingkat

partisipasi politiknya sangat rendah, yang disebabkan faktor kognitif (misalnya tingkat pendidikan relatif rendah)

ď‚™ Budaya politik kaula, yaitu masyarakat

bersangkutan sudah relatif maju (baik sosial maupun ekonominya), tetapi masih bersifat pasif

ď‚™ Budaya politik partisipan, yaitu budaya politik

yang ditandai dengan kesadaran politik sangat tinggi.

3 tipe budaya politik menurut

Gabriel Almond

dalam

Kantaprawira

(9)

ď‚–

ď‚™ Masyarakat tidak merasakan bahwa mereka adalah warga

negara, mereka lebih mengidentifikasikan dirinya pada perasaan lokalitas.

ď‚™ Tidak terdapat kebanggaan, tidak memiliki perhatian, dan

pengetahuan tentang sistem politik dan jarang membicarakan masalah-masalah budaya politik

ď‚™ Keikut sertaan lebih banyak karena mobilisasi, solidaritas

atau ikut-ikutan

ď‚™ Tidak memiliki minat maupun kemampuan untuk

berpartisipasi dalam politik

ď‚™ Perasaan kompetensi politik dan keberdayaan politik

otomatis tidak muncul, ketika berhadapan dengan institusi-institusi politik

(10)

ď‚–

ď‚™ Ikatan seorang individu terhadap sebuah sistem politik

tidaklah begitu kuat, baik secara kognitif maupun afektif.

ď‚™ Individu tidak mengharapkan perubahan apapun dari

sistem politik karena merasa tidak menjadi bagian dari sebuah bangsa

ď‚™ Kecenderungan sikap dan perilaku yang sangat militan

ketimbang toleran. Dalam tingkat militansi yang tinggi, perbedaan tidak diarahkan pada usaha musyawarah untuk mufakat, tetapi dianggap sebagai pertentangan pendapat dan keyakinan. Masalah perbedaan bersifat sangat sensitif, sehingga dapat membakar emosi dan menimbulkan konfrontasi atau konflik

(11)

ď‚–

ď‚™ Masyarakatnya cenderung pasrah karena merasa tidak berdaya

untuk mengubah sistem politik, sehingga bagi mereka tiada jalan lain selain harus tunduk, patuh, setia dan mengikuti segala instruksi serta anjuran penguasa atau pemimpin politiknya.

ď‚™ Memiliki pemahaman yang sama sebagai warga negara dan

memiliki perhatian terhadap sistem politik, tetapi keterlibatan mereka dalam cara yang lebih pasif. Mereka tetap mengikuti berita-berita politik, tetapi tidak bangga terhadap sistem politik negaranya dan perasaan komitmen emosionalnya kecil

terhadap negara.

ď‚™ Mereka patuh kepada pejabat-pejabat pemerintahan dan

undang-undang, tetapi tidak melibatkan diri dalam politik ataupun memberikan suara dalam pemilu

(12)

ď‚–

ď‚™ Mereka tidak mempercayai orang lain begitu saja dan

saat berhadapan dengan institusi negara mereka merasa lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah.

ď‚™ Demokrasi sulit untuk berkembang, karena

masing-masing warga negaranya tidak aktif.

ď‚™ Perasaan berpengaruh terhadap proses politik muncul

bila mereka telah melakukan kontak dengan pejabat

lokal. Selain itu, mereka juga memiliki kompetensi politik dan keberdayaan politik yang rendah, sehingga sangat sukar untuk mengharapkan partisipasi politik yang tinggi, agar terciptanya mekanisme kontrol terhadap

berjalannya sistem budaya politik.

(13)

ď‚–

ď‚™ Seseorang menganggap

dirinya ataupun orang lain sebagai anggota aktif dalam kehidupan politik (menyadari akan hak dan kewajibannya, dan dapat

merealisasikan dan

menggunakan hak dan kewajibannya)

3. Budaya Politik Partisipan

ď‚™ Mereka memiliki keyakinan bahwa

mereka dapat mempengaruhi pengambilan kebijakan publik dalam beberapa tingkatan, dan selain itu mereka memiliki

kemampuan untuk

mengorganisasikan diri dalam kelompok-kelompok protes bila terdapat praktik-praktik

pemerintahan yang tidak fair, atau terhadap berbagai penyimpangan yang terjadi.

ď‚™ Masyarakat memiliki kompetensi politik yang tinggi, di

mana warga masyarakat mampu memberikan

(14)

ď‚–

CP : 0812 4163 143 BBM: 542E137D FB: Ahmad Mustanir tweeter: @ahmadmustanir line id: ahmadmustanir Path: Ahmad Mustanir email: [email protected] [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Dengan merujuk data di atas, maka prioritas kebutuhan diklat teknis bidang administrasi hukum umum dan pelayanan hukum yang perlu dilaksanakan bagi para pegawai UPT

Dalam kasus ini, Indonesia mengaplikasikan konsep keamanan maritimnya dengan cara melakukan tindakan keras pada nelayan Malaysia, karena sudah mengancam keamanan maritim

Rumah Sakit Usada Sidoarjoyang sekarang ini sedang dalam proses mendapatkan akreditasi Rumah sakit. Namun ada beberapa hal yang dirasa dapat mengurangi nilai

Mewujudkan  penyelenggaraan  pemerintahan  yang baik,  bersih

Hal tersebut mengindikasikan bahwa bahan organik, khususnya kompos plus yang mengandung bakteri penambat nitrogen dan pelarut fosfat, mampu mengakselerasi penyediaan N

[r]

Di antara permasalahan tersebut, keterbatasan ketersediaan bibit/induk ratu terutama lebah unggul menduduki urutan pertama, Dana menjadi persoalan yang sangat

Preferensi pakan tikus pada beberapa perlakuan beras menunjukkan varietas yang disukai adalah Pandan Wangi dengan rata-rata konsumsi 6,82g ekor -1 , kemudian berturut-.