PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG (Musa paradisiaca L.)
UNTUK SUN PROTECTOR
BIDANG KEGIATAN :
PKM-P/PENELITIAN
Diusulkan Oleh :
Mareta Dwi Sulistiorini 1404015207 /TA:2014 Dedi Suryadi 1204015088 /TA:2012 Novalia Rohma 1204015303 /TA:2012
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA JAKARTA
ii PENGESAHAN PROPOSAL PKM PENELITIAN
1. Judul Kegiatan : Pemanfaatan Limbah Kulit
Pisang (Musa paradisiaca L.) Untuk
Sun Protector
2. Bidang Kegiatan : PKM-P 3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Mareta Dwi Sulistiorini
b. NIM : 1404015207
c. Jurusan : Farmasi
d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
e. Alamat Rumah dan No.Telp/HP : Perum Taman Buah 2 Blok BA 2 No. 8 Rt/Rw 001/015 Kutabumi, Pasar Kemis Kab. Tanggerang – Banten.
0912-8169-2623
f. Alamat Email : [email protected]
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 3 orang 5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Adia Putra Wirman, M.Si
b. NIDN : 0329017702
c. Alamat Rumah dan No. Telp/HP : Perumahan Bumi Alam Indah Blok B. 8 Jati Rahayu, Pondok Bekasi.
081317537717 6. Biaya Kegiatan Total :
a. DIKTI : Rp. 8.255.000,-
b. Sumber lain : -
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 3 bulan
iii
DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan ... ii
Daftar Isi ... iii
Daftar Tabel dan Diagram ... iv
Ringkasan ... v
BAB 1. PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Perumusan Masalah ... 2
1.3 Tujuan ... 2
1.4 Luaran ... 2
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ... 2
2.1 SPF ... 2
2.2 Limbah ... 3
2.3 Buah Pisang ... 3
2.4 SPF pada Limbah Kulit Pisang ... 5
BAB 3. METODA PENELITIAN ... 6
3.1 Waktu Dan Tempat ... 6
3.2 Alat dan Bahan ... 6
3.3 Preparasi Sampel ... 6
3.4 Ekstraksi ... 6
3.5 Penentuan Nilai SPF ... 7
3.6 Alur Penelitian ... 7
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ... 7
4.1 Anggaran Biaya ... 7
4.2 Jadwal Kegiatan ... 8
DAFTAR PUSTAKA ... 8
iv
DAFTAR TABEL
v
RINGKASAN
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Limbah dan Polusi sudah menjadi masalah pelik di berbagai kota-kota besar tak terkecuali di ibu kota Indonesia. Jakarta menempati pringkat kota terpadat di asia tenggara bahkan di asia, dengan Penduduk yang padat akan berdampak pada berbagai bidang kehidupan baik kesehatan, pendidikan, lingkungan dan lain-lain. Bidang lingkungan misalnya semakin tingginya jumlah penduduk, maka produksi limbah akan terus meningkat, sehingga apabila penanganannya tidak tepat maka akan menimbulkan pencemaran yang berakibat pada menurunnya kualitas lingkungan dan dari bidang kesehatan semakin tinggi pecemaran lingkungan akan berdampak pada penurunan kualitas udara yang dihirup oleh manusia itu sendiri bahkan organ yang terpapar polutan akan berdampat negatif bagi kesehatan manusia.
Kulit pisang merupakan bahan buangan (limbah buah pisang) yang cukup banyak jumlahnya. Pada umumnya kulit pisang belum dimanfaatkan secara nyata, hanya dibuang sebagai limbah organik saja atau digunakan sebagai makanan
ternak seperti kambing, sapi, dan kerbau.
Buah Pisang merupakan tanaman buah-buahan yang tumbuh dan tersebar di seluruh Indonesia. Negara Indonesia merupakan salah satu negara penghasil pisang terbesar di Asia. Buah kegemaran penduduk Indonesia ini memang banyak sekali manfaatnya. Berdasarkan data statistik departemen pertaniaan (2008), produksi pisang Indonesia pada tahun 2006 saja mencapai 5,03 juta Ton dan volume ekspor mencapai 1,50 juta Ton dan akan terus meningkat dari tahun ke tahun (Dep. Pertanian 2008). Oleh karana itu pisang telah ditetapkan sebagai salah satu komoditas buah unggulan nasional. Pisang merupakan buah yang mudah didapat, memiliki nilai ekonomi, budaya serta gizi yang tinggi. Buahnya banyak disukai untuk dikonsumsi secara langsung sebagai buah atau diolah menjadi produk konsumsi lain sepert sale pisang, kripik pisang, selai pisang, dodol dan lain sebagainya. Namun hal ini tidak diimbangi dengan pengolahan limbah dari kulit pisang yang sangat banyak jumlahnya.
2
(Someya et al., 2002) dan menurut Dita dkk. (2014) “semakin tinggi nilai kandungan antioksidan maka nilai SPF nya pun akan semakin tinggi”. Dengan demikian selain kandungan antioksidannya yang tinggi, kulit pisang juga memiliki potensi sebagai tabir surya dengan nilai SPF yang dimilikinya.
1.2 Perumusan masalah
Kulit pisang merupakan bahan buangan (limbah buah pisang) yang cukup banyak jumlahnya. Pada umumnya kulit pisang belum dimanfaatkan secara nyata, hanya dibuang sebagai limbah organik saja atau digunakan sebagai makanan
ternak seperti kambing, sapi, dan kerbau. Padahal kulit pisang memiliki potensi untuk menjadi Sun Protector alami karena didalamnya terkandung senyawa flavonoid yang dapat menangkal efek buruk dari sinar matahari (Hogade,2010). Maka dari itu kami ingin melakukan sebuah penelitian untuk mengetahui seberapa besar nilai SPF yang terkandung didalam kulit pisang agar nantinya limbah kulit pisag dapat lebih dimanfaatkan menjadi produk yang lebih berguna.
1.3 Tujuan
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai SPF yang terkandung pada kulit pisang yang sering dijadikan limbah diperkotaan agar selanjutnya dapat dijadikan bukti ilmiah dalam pemanfaatan kulit pisang sebagai tabir surya alami. Sehingga dapat membantu dalam pemanfaatan kulit pisang guna mengurangi jumlah limbah kulit pisang yang ada diperkotaan.
1.4 Luaran 1. Jurnal Ilmiah. 2. Artikel Ilmiah.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 SPF (Sun Protection Factor)
memiliki iklim tropis yang memperoleh sinar matahari lebih banyak yang dapat memperbesar resiko kerusakan kulit akibat paparan sinar UV dari matahari (Misnadiarly, 2006). Pemaparan sinar ultraviolet dan matahari secara kronik akan mengakibatkan perubahan struktur dan komposisi kulit dan stress oksidatif pada kulit (Droge, 2002). Preparat tabir surya dianjurkan penggunaannya untuk mencegah atau meminimalkan efek sinar UV yang berbahaya terhadap kulit. Pengharuh buruk dari sinar UV terhadap kulit biasanya dapat diminimalkan dengan penggunaan bahan-bahan yang bersifat UV protektif.
Dan salah satu bahan alami yang di yakini memiliki nilai SPF yang dapat dimanfaatkan sebagai tabir surya adalah kulit pisang karena di dalamnya terkandung senyawa antioksidan yang berpotensi sebagai fotoprotektif.
2.2 Limbah
Menurut definisi World Health Organization (WHO) sampah/limbah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya Undang-Undang Pengelolaan Sampah/limbah Nomor 18 tahun 2008 menyatakan sampah/limbah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia atau dari proses alam yang berbentuk padat. Sampah/limbah adalah sesuatu yang tidak dikehendaki oleh yang punya dan bersifat padat. Azwar (1990) mengatakan yang dimaksud dengan sampah/limbah adalah sebagian dari sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang yang umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan manusia (termasuk kegiatan industri) tetapi bukan biologis karena kotoran manusia (human waste) tidak termasuk kedalamnya.
Manik (2003) mendefinisikan sampah/limbah sebagai suatu benda yang tidak digunakan atau tidak dikehendaki dan harus dibuang, yang dihasilkan oleh kegiatan manusia. Semakin tingginya jumlah penduduk, maka produksi limbah dalam akan terus meningkat, sehingga apabila penanganannya tidak tepat maka akan menimbulkan pencemaran yang berakibat pada menurunnya kualitas lingkungan dan dari bidang kesehatan semakin tinggi pecemaran lingkungan akan berdampak pada penurunan kualitas udara yang dihirup oleh manusia itu sendiri bahkan organ yang terpapar polutan akan berdampak negatif bagi kesehatan manusia. Maka dari itu perlu adanya pemanfaatan akan limbah - limbah tersebut menjadi suatu produk yang lebih berguna.
2.3 Buah pisang
KLASIFIKASI TANAMAN
4
Divisi : Spermatophyta Sub Devisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Famili : Musaceae
Genus : Musa
Spesies : Musa paradisiaca L. (Tjitrosoepomo, 2000)
Tanaman pisang merupakan tanaman asli Asia Tenggara. Kuswanto (2003), menyebutkan bahwa pisang adalah tanaman asli Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya berbagai jenis pisang di hutan asli pulau yang ada di seluruh Indonesia. Selain tumbuh sebagai tanaman liar, tanaman pisang juga banyak dibudidayakan. Pada hakekatnya, tanaman pisang diklasifikasikan dalam berbagai jenis. Jenis pisang yang telah familiar seperti pisang ambon, pisang nangka, pisang mas, pisang klutuk, pisang tanduk, pisang hias, pisang kepok dan lain-lainnya. Semua tanaman pisang tersebut dapat tumbuh subur di Indonesia. Terbukti hampir di setiap tempat dapat dengan mudah ditemukan tanaman pisang, baik yang dipelihara di pekarangan rumah ataupun tumbuh liar di pinggiran jalan (Santoso, 1995).
Di Indonesia banyak sekali industri baik rumahan maupun pabrik yang mengolah pisang yang akan menghasilkan limbah kulit pisang yang sangat banyak. Limbah yang tidak dimanfaatkan dan diberdayakan dengan benar akan menjadi sumber pencemar (Kumalaningsih, 1993). Limbah kulit pisang merupakan limbah organik yang mempunyai kandungan gizi yang masih dapat dimanfaatkan.
2.4 SPF pada limbah kulit pisang
Sudah banyak diketahui tentunya bahwa di dalam kulit pisang terkandung senyawa antioksidan Someya et al. (2002) . Dan Bonina et al. (1996) melaporkan bahwa penggunaan antioksidan pada sediaan tabir surya dapat meningkatkan aktivitas fotoprotektif. Penggunaan zat-zat yang bersifat antioksidan dapat mencegah berbagai penyakit yang ditimbulkan oleh radiasi sinar UV. Beberapa golongan senyawa aktif antioksidan seperti flavonoid, tanin, antrakuinon, sinamat dan lain-lain telah dilaporkan memiliki kemampuan sebagai perlindungan terhadap sinar UV (Hogade,2010).
Dita dkk. (2014) pun telah melakukan penelitian tentang kandungan nilai SPF yang ada pada kulit pisang goroho dan hasil pengukuran nilai SPF dari ekstrak kulit pisang goroho dengan menggunakan tiga macam ekstrak, menghasilkan nilai SPF yang tidak jauh berbeda. Ekstrak etanol mempunyai nilai SPF tertinggi dari semua pelarut yaitu sebesar 16,63 kemudian diikuti oleh ekstrak metanol sebesar 16,60 dan ekstrak aseton sebesar 15,42. Akan tetapi baru pisang goroho yang terbukti memiliki nilai SPF yang cukup tinggi sedangkan pisang lain belum ada penelitian yang membuktikannya padahal pada kulit pisang jenis lain pun mengandung antioksidan yang cukup tinggi kadarnya yang dapat meningkatkan aktivitas fotoprotektif (Bonina et al.,1996) . Seperti yang tertera pada tabel di bawah ini : Tabel 2.1 Kandungan Dan Aktivitas Antioksidan Pada Kulit Pisang.
Jenis pisang
6
BAB 3. METODA PENELITIAN
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian akan dilakukan di laboratorium Fitokimia Fakultas farmasi dan Sains UHAMKA, selama tiga bulan. Kegiatan yang dilakukan mulai dari persiapan preparasi sampel, ekstraksi dan untuk penentuan nilai SPF dilakukan di latoratorium kimia analisa Fakultas Farmasi dan Sains UHAMKA.
3.2 Alat dan Bahan
Alat-alat gelas PYREX, mikropipet BRAND Transferpette®, timbangan analitik AND, seperangkat alat reflux, spektrofotometer UV-Vis THERMO SCIENTIFIC Genesys 20 & 10S, spatula, pisau, mortir, blender TECSTAR, vorteks mixer K tipe VM- 300, kertas saringan, sentrifuse K CENTRIFUGE tipe Harmonic Series, waterbath THERMOLOGY, seperangkat alat bedah, rotary vacuum evaporator Eyela N-1000, pengaduk magnet, spektrofotometer UV-Vis, aluminium foil, dan kain saringan.
Bahan yang digunakan sebagai sampel yaitu kulit buah pisang yang masih segar dan yang sudah menjadi limbah. Bahan-bahan kimia yang digunakan yaitu, etanol, aseton, metanol, akuades, reagen Folin-Ciocalteu 50%, larutan buffer pH 7,4, FeSO4 5mm.
3.3 Preparasi Sampel
Untuk kulit pisang yang masih segar, buah pisangnya dicuci bersih dengan air mengalir, kemudian dipotong kedua ujung pangkalnya dan diremas untuk mengeluarkan getahnya. Setelah itu dikupas kulitnya dan dipotong-potong kecil. Selanjutnya Diblender dengan 100 mL akuades kemudian diperas dengan menggunakan kain saringan hingga airnya semua terbuang. Setelah itu diblender lagi dengan 100 mL akuades dan diperas seperti langkah sebelumnya. Hal ini bertujuan agar getahnya hilang dan tidak terikut bersamaan dengan kulit pisang. Dan untuk kulit pisang yang telah menjadi limbah, kulitnya dipotong-potong kecil. Selanjutnya Diblender dengan 100 mL akuades kemudian diperas dengan menggunakan kain saringan hingga airnya semua terbuang.
3.4 Ekstraksi
3.5 Penentuan Nilai SPF
Penentuan efektivitas tabir surya dilakukan dengan menentukan nilai SPF dengan metode spektrofotometri (Sayre et al., 1979). Dibuat kurva serapan uji kuvet 1 cm, dengan panjang gelombang antara 290 nm dan 360 nm, digunakan etanol sebagai blanko. Serapan larutan uji menunjukkan pengaruh zat yang menyerap maupun yang memantulkan sinar UV dalam larutan. Kemudian dibaca absorbansi setiap interval 5 dari panjang gelombang 290 nm sampai panjang gelombang 320 nm. Untuk menghitung nilai SPF digunakan persamaan (2):
SPF = CF + ………..(2)
Ket : CF = Faktor korelasi (10), EE = Efisiensi eriterma, I = spektrum simulasi sinar surya.
3.6 Alur penelitian
BAB IV. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
Tabel 4.1 Ringkasan Anggaran Biaya PKM-P
No. Jenis Pengeluaran Biaya (Rp.)
1 Peralatan Penunjang 2.260.000
2 Bahan Habis Pakai 3.750.000
3 Perjalanan 1.200.000
4 Lain lain 1.045.000
Jumlah 8.255.000
8
Tabel 4.2 Jadwal Kegiatan PKM-P
No. Kegiatan Bulan ke-1 Bulan ke-2 Bulan ke-3
Alhabsy F, Alfi dkk. 2014. Aktivitas Antioksidan pada Ekstrak Kulit Buah Pisang Goroho (Musa acuminate L.). Jurnal Ilmiah Farmasi. Pharmacon . 3 : 2302 – 2493. .
Anhwange et al.2008. Chemical composisition of Musa saptentum (banana) peels. Electronic journal of environmental, agricultural, and food chemistry 8 (6) : [437-442]ISSN : 1579-4377
Azwar A (1990). Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan. Jakarta : Yayasan. Mutiara.
Bonina, F., Lanza, M., Montenegro, L., Puglisi, C,. Tomano, A, Trombetta, D,. Castelli, F., Saija, A., 1996. Flavonids as Potential protective Agents Againts Photo-oxidative Skin Damage Int. J. Pharm, 145, 87-94
Hogade, M.G. Basawaraj, S.P, & Dhumal, P. 2010. Comparatif Sun Protection Factor Deteermination of Fresh Fruit Extract of Cucumber Vs Marketed Cosmetic Formulation. Research Journal of Pharmaceutical, Biological and Chemical Sciences. 1, 55-59
Kurniawan, J. C., Suryanto, E. dan Yudhistira, A. 2013. Analisis Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan dari Getah Kulit Buah Pisang Goroho (Musaa cuminate L.). Jurnal Ilmiah Farmasi. Pharmacon. 2: 2302-2493
Sakakibara, H., Honda, Y., Nakagawa S., Ashida, H. and Kanazawa, K. . 2003. Simultaneous Determination of All Polyphenols in Vegetables, Fruits, and Teas. J. Agric. Food Chem. 51: 571-581.
Someya et al. . 2002. Antioxidant Compound from Banana . Food Chemistry 79 (3) :351-354
Santoso, Hieronymus B. 1995. Cuka Pisang. Yogyakarta. Kanisius.
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen Pembimbing Biodata Ketua Pelaksana
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Mareta Dwi Sulistiorini
2 Jenis Kelamin P
3 Program Studi Farmasi
4 NIM 1404015207
5 Tempat dan Tanggal Lahir Tangerang, 20 Maret 1996
6 E-mail [email protected]
7 Nomor Telepon/HP 091281692623
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN Kotabumi 2
Tahun Masuk-Lulus 2002-2008 2008-2011 2011-2014 C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
No. Nama Pertemuan Ilmiah /
10
Biodata Anggota Pelaksana A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Dedi suryadi
2 Jenis Kelamin L
3 Program Studi Farmasi
4 NIM 1204015088
5 Tempat dan Tanggal Lahir Cirebon, 24 juni 1994
6 E-mail [email protected]
7 Nomor Telepon/HP 085695627648
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN 1 Mandala Cirebon
Tahun Masuk-Lulus 2000-2006 2006-2009 2009-2012 C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
No. Nama Pertemuan Ilmiah /
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Novalia Rohma
2 Jenis Kelamin P
3 Program Studi Farmasi
4 NIM 1204015303
5 Tempat dan Tanggal Lahir Riau, 06 November 1994
6 E-mail [email protected]
7 Nomor Telepon/HP 081294289171
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDI Al- mukhlishin
SMPI
Al-mukhlishin SMKF Nusantara Jurusan
Tahun Masuk-Lulus 2000-2006 2006-2009 2009-2012 C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
No. Nama Pertemuan Ilmiah /
12
Biodata Dosen Pembimbing A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Adia Putra Wirman, M.Si
2 Jenis Kelamin L
3 Program Studi Kimia
4 NIDN 0329017702
5 Tempat dan Tanggal Lahir Padang, 29 Januari 1977
6 E-mail [email protected]
7 Nomor Telepon/HP 081317537717
B. Riwayat Pendidikan
S1 S2 S3
Nama Institusi Universitas Andalas Padang nkAgAndalas
ITB Bandung
Jurusan Kimia Kimia
Tahun Lulus 2000 2007
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
No. Nama Pertemuan Ilmiah /
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan
14
2. Bahan Habis Pakai (30-40%) Material
Methanol Pelarut 2L 550.000 1.100.000
Aseton Pelarut 2L 500.000 1.000.000
Toko Reagen 2 kali pembelian 300.000 600.000
4. Lain-lain (administrasi, publikasi, seminar, laporan, lainnya, maks 10%)
Dokumentasi 1 100.000 100.000
Kertas A4 Dokumentasi 2 Rim 30.000 60.000
kertas label Dokumentasi 1 pack 10.000 20.000 Map diamond Dokumentasi 1 Pack 25.000 25.000 Pembuatan
proposal dan laporan Penjilidan proposal
Dokumentasi 5 Rangkap 20.000 100.000 Penggadaan
proposal
Dokumentasi 5 Rangkap 20.000 100.000 Publikasi
Publikasi jurnal dan artikel
Dokumentasi 1 300.000 300.000
Biaya seminar Dokumentasi 1 300.000 300.000
SUB TOTAL (Rp) 1.045.000
16
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas
No Nama /NIM Progra m Studi
Bidang Ilmu
Alokasi Waktu (jam/mingg u)
Uraian Tugas
1.Mareta/1404015 Farmasi Kesehatan 12 minggu Mengkoordinir semua kegiatan 2 Dedi suryadi/
1204015088
Farmasi Kesehatan 4 minggu Mencari
literatur dan survey
3 Novalia rohma/ 1204015303
SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI
Saya yang menandatangani Surat Pernyataan ini: Nama : Mareta Dwi Sulistiorini
NIM : 1404015207
Program Studi : Farmasi
Fakultas : Farmasi dan Sains UHAMKA
Dengan ini menyatakan bahwa usulan PKM Penelitian saya dengan judul: PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG (Musa paradisiaca L.) UNTUK SUN PROTECTOR.
yang diusulkan untuk tahun anggaran 2016 bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain.
Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini, maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-benarnya.