• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah ipa sd 1 Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah ipa sd 1 Indonesia"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. Ar Rabb

semesta alam yang bersifat Ar- Rahman dan Ar- Rahim serta Al- Huda-Nya

yang telah memberikan petunjuk dan hidayah kepada kami untuk

menyelesaikan penulisan makalah ini tepat pada waktunya.

Kami menyadari bahwa makalah ini merupakan proses dari sebuah

penulisan (penyusunan) yang masih banyak memerlukan perbaikan. Kritik dan

saran yang bersifat membangun sangat diharapkan demi penyempurnaan

makalah ini.

Akhirnya, atas segala kelemahan dan kekurangan penyusunan dalam

penulisan makalah ini, mohon maaf yang sedalam-dalamnya.

Banjarmasin, 12 September 2015

(2)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ... 1

Daftar Isi ... 2

BAB I (PENDAHULUAN) ... 3

 Latar Belakang ... 3

 Metode Penulisan Makalah ... 3

 Perumusan Masalah ... 4

 Tujuan Penulisan Makalah ... 4

BAB II (PEMBAHASAN) ... 5

 Jantung ... 5

 Ginjal ... 7

 Hati ... 10

 Usus ... 12

 Lambung ... 15

 Paru-paru ... 17

 Otak ... 17

 Limpa ... 20

 Alat Reproduksi Wanita ... 21

 Alat Reproduksi Pria ... 25

BAB III (PENUTUP) ... 28

 Kesimpulan ... 28

 Saran ... 28

(3)

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang

Organ adalah sekelompok jaringan yang memiliki tujuan tertentu dan saling bekerja satu sama lain demi menunjang kehidupan makhluk hidup. Organ biasanya disusun dari beberapa jaringan yang memiliki fungsi berbeda. Seperti halnya jantung, yang tersusun dari jaringan saraf, jaringan darah dan jaringan otot. Adapun struktur organ yang terdapat pada organisme bervariasi. Karena pentingnya manfaat organ ini, maka jika ada salah satu organ yang bermasalah maka organ lainnya akan berhubungan. Adapun gabungan sekumpulan organ ini akan membentuk suatu sistem organ. Setiap makhluk hidup memiliki organ-organ disetiap tubuhnya. Adapun organ-organ-organ-organ pada setiap organ-organisme tersebut berdeda-beda. Ada organ pada tumbuhan, hewan dan manusia.

Pengertian organ pada tumbuhan sama saja dengan hewan dan manusia, hanya saja berbeda nama dan fungsinya. Organ-organ yang terdapat pada tumbuhan, terdiri atas akar, daun dan batang. Akar pada tumbuhan berfungsi untuk membantu mempertahankan struktur tubuh dari tanaman tersebut, sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan serta dapat menyerap segala unsur hara yang ada di tanah. Struktur organ lainya pada tumbuhan adalah batang, yang memiliki peran untuk menghubungkan bagian daun dan akar untuk menegakkan serta untuk menyimpan cadangan makanan. Sementara organ-organ pada manusia dan hewan memiliki telinga, hidung, mata dan lidah yang termasuk organ indera.

Pada manusia dan hewan memiliki organ pernapasan yang berupa paru-paru untuk membantu sistem pernapasan. Sedangkan pada organ pencernaan, terdapat hati, usus dan lambung yang memiliki fungsi berbeda. Untuk sistem ekskresi memiliki kulit, paru-paru dan ginjal dengan fungsinya masing-masing. Pada organ pernapasan, tubuh akan mengalami proses pertukaran antar gas, dimana saat bernapas maka udara akan mengisi bagian paru-paru. Sedangkan alveoli yang terdapat pada paru-paru merupakan balon kecil dengan peranan untuk mengisi udara. Sementara sistem pencernaan berfungsi untuk mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh melalui bantuan berbagai organ.

Metode Penulisan Makalah

(4)

Perumusan Masalah

1. Apa pengertian, fungsi dan cara kerja jantung ?

2. Apa pengertian, fungsi dan cara kerja ginjal ?

3. Apa pengertian, fungsi dan cara kerja hati ?

4. Apa pengertian, fungsi dan cara kerja usus ?

5. Apa pengertian, fungsi dan cara kerja lambung ?

6. Apa pengertian, fungsi dan cara kerja paru-paru ?

7. Apa pengertian, fungsi dan cara kerja otak ?

8. Apa pengertian, fungsi dan cara kerja Limpa ?

9. Apa pengertian, fungsi dan cara kerja reproduksi wanita ?

10.Apa pengertian, fungsi dan cara kerja reproduksi pria ?

Tujuan Penulisan Makalah

(5)

BAB II PEMBAHASAN

A.JANTUNG Pengertian Jantung

Jantung adalah sebuah rongga organ berotot yang memompa darah ke pembuluh darah dengan berirama yang berulang. Istilah kardiak berarti berhubungan dengan jantung, dari kata Yunani cardia untuk jantung. Jantung adalah salah satu organ manusia yang berperan penting dalam sistem peredaran darah.

Letak Jantung berada agak sebelah kiri bagian dada, di antara paru kanan dan paru-paru kiri. Beratnya kurang lebih 300 gram, besarnya kira-kira sebesar kepalan tangan.

Jantung hampir sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru, tertutup oleh selaput ganda yang bernama perikardium, yang tertempel pada diafragma. Lapisan pertama menempel sangat erat pada jantung, sedangkan lapisan luarnya lebih longgar dan berair, untuk menghindari gesekan antar organ dalam tubuh yang terjadi karena gerakan memompa konstan jantung.

Secara internal, jantung dipisahkan oleh sebuah lapisan otot menjadi dua belah bagian, dari atas ke bawah, menjadi dua pompa. Kedua pompa ini sejak lahir tidak pernah tersambung. Belahan ini terdiri dari dua rongga yang dipisahkan oleh dinding jantung. Maka dapat disimpulkan bahwa jantung terdiri dari empat rongga, serambi kanan & kiri dan bilik kanan & kiri.

Dinding serambi jauh lebih tipis dibandingkan dinding bilik karena bilik harus melawan gaya gravitasi bumi untuk memompa dari bawah ke atas dan memerlukan gaya yang lebih besar untuk mensuplai peredaran darah besar, khususnya pembuluh aorta, untuk memompa ke seluruh bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah.

Tiap serambi dan bilik pada masing-masing belahan jantung disambungkan oleh sebuah katup. Katup di antara serambi kanan dan bilik kanan disebut katup trikuspidalis atau katup berdaun tiga. Sedangkan katup yang ada di antara serambi kiri dan bilik kiri disebut katup mtralis atau katup bikuspidalis (katup berdaun dua).

Fungsi Jantung

(6)

menerima persediaan oksigen yang segar, setelah itu meneruskannya ke bagian kiri jantung, dan dari situ dipompakan ke seluruh tubuh.

Tiap-tiap bagian jantung bekerja dengan tidak bergantung pada yang lain, tetapi semuanya bekerja bersama-sama untuk mengatur peredaran darah yang normal.

Dinding-dinding jantung terdiri dari serat-serat otot yang kuat yang mempunyai kekuatan untuk menguncup (berkontraksi) atau berdenyut dengan berirama. Denyutan berirama yang terus menerus ini memelihara kelangsungan peredaran darah.

Jantung Anda melakukan pekerjaan yang banyak sekali. Jantung itu berdenyut lebih dari seratus ribu kali sehari, terus-menerus memompakan darah melalui lebih dari 60.000 mil pembuluh darah yang amat kecil - Betapa unik tubuh manusia.

Pembuluh-pembuluh kapiler ini hanya sepersepuluh inci panjangnya, tetapi jika ujung-ujungnya disambungkan satu sama lain, maka panjangnya adalah dua setengah kali lingkar bumi melalui khatulistiwa. Untuk menjaga tekanan yang sesuai, semua pembuluh ini harus diisi dengan jumlah darah yang sesuai, karena jika tidak, jaringan-jaringan tubuh akan mati.

Cara Kerja Jantung

Pada saat berdenyut setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.

Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam atrium kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, ia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan melalui katup trikuspidalis.

Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (pembuluh kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen, melepaskan karbondioksida dan selanjutnya dialirkan kembali ke jantung.

(7)

Darah dalam atrium kiri akan didorong menuju ventrikel kiri melalui katup bikuspidalis/mitral, yang selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta

masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disirkulasikan ke seluruh tubuh, kecuali paru-paru. dan sebagainya.

B. GINJAL

Pengertian Ginjal

Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Cabang dari kedokteran yang mempelajari ginjal dan penyakitnya disebut nefrologi.

Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di belakang perut atau abdomen. Ginjal ini terletak di kanan dan kiri tulang belakang, di bawah hati dan limpa. Di bagian atas (superior) ginjal terdapat kelenjar adrenal (juga disebut kelenjar suprarenal).

Ginjal adalah sepasang organ saluran kemih yang terletak di rongga retroperitoneal bagian atas. Bentuknya menyerupai kacang dengan sisi cekungnya menghadap ke medial. Kedua ginjal terletak di sekitar vertebra T12 hingga L3. Ginjal kanan biasanya terletak sedikit di bawah ginjal kiri untuk memberi tempat untuk hati.

Sebagian dari bagian atas ginjal terlindungi oleh iga ke sebelas dan duabelas. Kedua ginjal dibungkus oleh dua lapisan lemak (lemak perirenal dan lemak pararenal) yang membantu meredam goncangan.

Fungsi Ginjal

Ginjal merupakan alat penyaring darah yang bentuknya seperti kacang. Ginjal pada manusia terdiri atas 2 buah. Panjang ginjal antara 10 sampai 15 cm, beratnya lebih kurang 200 gram, terletak di dalam rongga perut bagian belakang agak ke atas dan di dekat tulang belakang. Kedudukan ginjal sebelah kiri lebih tinggi dari ginjal sebelah kanan. Tepat di atas ginjal kanan terdapat hati yang banyak menempati ruang.

Ginjal berfungsi sebagai berikut:

1) Menyaring/Membersihkan Darah

(8)

2) Mengatur Volume Darah

Darah dapat mengatur jumlah cairan yang terlarut dalam darah sehingga volume dipertahankan untuk selalu seimbang di dalam tubuh. Tanpa kontrol dari ginjal ini, maka kemungkinan terburuk dalam tubuh akan terjadi, yaitu tubuh menjadi kering karena kekurangan cairan tubuh atau tubuh tenggelam karena kebanjiran akibat cairan dalam tubuh menumpuk tak terbuang.

3) Mendaur Ulang Air, Mineral, Glukosa, dan Gizi

Ginjal akan mempertahankan zat-zat penting yang ikut masuk ke dalam nefron bersama cairan darah, lalu mengembalikannya ke peredaran darah. Tapi ginjal tidak menyerap kembali zat-zat ini jika jumlahnya berlebih dalam darah.

4) Mengatur Keseimbangan Kandungan Kimia Darah

Salah satu contoh fungsi pengatur ini adalah mengatur kadar garam dalam darah. Garam cenderung mengikat air sehingga jika kadar dalam gula darah berlebih mengakibatkan penumpukan cairan yang berlebihan dalam darah dan rongga sela antarsel tubuh. Jika demikian, maka anggota tubuh seperti wajah, tangan, dan kaki akan membengkak. Akibat lain yaitu memperberat tugas jantung dalam memompa darah karena adanya cairan dalam darah tersebut. Berdasarkan alasan itu maka ginjal akan mengeluarkan kadar garam yang berlebih dalam darah agar seimbang kembali. Ginjal juga mengatur kadar kalium dalam darah. Apabila kadar kalium dalam darah berkurang, maka ginjal akan menyerap kembali kalium tersebut. Sebaliknya, jika jumlah kalium berlebih ginjal akan membuangnya. Zat lain yang perlu dijaga keseimbangannya adalah urea yang merupakan limbah pencernaan protein, karena urea yang berlebih dapat mengakibatkan keracunan yang disebut penyakit uremia. 5) Menjaga Darah agar Tidak Terlalu Asam

Ginjal berperan dalam menjaga pH darah agar tidak terlalu asam. 6) Penghasil Hormon

(9)

Fungsi Homeostasis Ginjal

Ginjal mengatur pH, konsentrasi ion mineral, dan komposisi air dalam darah. Ginjal mempertahankan pH plasma darah pada kisaran 7,4 melalui pertukaran ion hidronium dan hidroksil. Akibatnya, urine yang dihasilkan dapat bersifat asam pada pH 5 atau alkalis pada pH 8. Kadar ion natrium dikendalikan melalui sebuah proses homeostasis yang melibatkan aldosteron untuk meningkatkan penyerapan ion natrium pada tubulus konvulasi. Kenaikan atau penurunan tekanan osmotik darah karena kelebihan atau kekurangan air akan segera dideteksi oleh hipotalamus yang akan memberi sinyal pada kelenjar pituitari dengan umpan balik negatif. Kelenjar pituitari mensekresi hormon antidiuretik (vasopresin, untuk menekan sekresi air) sehingga terjadi perubahan tingkat absorpsi air pada tubulus ginjal. Akibatnya konsentrasi cairan jaringan akan kembali menjadi 98%.

Ginjal menyaring darah sebanyak 1.500 liter per hari, sehingga ada beberapa zat yang harus dibuang melalui alat pengeluaran. Tahukah anda zat-zat apa saja yang dibuang melalui ginjal? Urea, amonia, dan air dibuang melalui ginjal berupa urine. Urine yang dihasilkan dalam waktu satu hari lebih kurang 1,5 liter. Apa yang anda ketahui tentang urea, amonia, dan air? Anda dapat menjelaskannya setelah mempelajari pembahasan berikut.

a. Urea

Urea dibentuk oleh hati dari protein yang tidak diperlukan darah. Urea terdiri atas zat nitrogen yang beracun bagi darah sehingga harus dibuang. Proses pembuangan ini disebut dengan ekskresi.

b. Amonia

Amonia merupakan hasil dari perombakan protein. Senyawa ini berbahaya bagi tubuh sehingga harus dikeluarkan secara teratur melalui proses ekskresi.

c. Air

Air sangat penting dalam proses metabolisme tubuh, tapi jika jumlah air terlalu berlebih akan membuat konsentrasi darah menjadi tidak konstan. Untuk itu, kelebihan air harus dibuang supaya keseimbangan konsentrasi darah terjaga. Proses ini disebut dengan osmoregulasi.

Cara Kerja Ginjal

(10)

dan beberapa larutan yang akan disaring. sebagian larutan yang tidak terfiltrasi akan keluar kembali ke sistem sirkulasi melalui vena terjadi proses filtrasi (penyaringan). Darah kemudian masuk ke kapiler glomerulus. Di dalam glomerulus, air dan zat terlarut disaring sehingga menghasilkan filtrat glomeruli (urin primer), selanjutnya urin primer masuk ke kapsula Bowman.

Di dalam filtrat glomeruli masih terdapat zat yang dapat digunakan oleh tubuh, misalnya glukosa, garam, asam amino, dan air, kemudian berturut-turut akan melalui tubulus proksimal (pada bagian korteks), lengkung Hente (pada bagian medula) sampai pada tubulus distal. Saat melewati ketiga bagian inilah terjadi proses reabsorbsi (penyerapan kembali) zat-zat tersebut.

Sisa cairan reabsorbsi itu akan mengalami penambahan/sekresi zat-zat dari pembuluh darah kapiler di sekitar tubulus distal. Zat-zat tersebut antara lain ion hidrogen (H+), ion

klorida (Cl-), racun, dan sisa obat-obatan yang tidak berguna. Proses ini disebut sebagai

augmentasi. Selanjutnya urin mengalir ke dalam pembuluh-pembuluh halus saluran pengumpul yang terdapat dalam sumsum ginjal. Saluran tersebut bermuara pada rongga ginjal. Urine yang terkumpul dalam rongga ginjal mengalir melalui ureter menuju ke kantung kemih. Apabila kantung kemih telah penuh, akan terasa adanya desakan untuk mengeluarkan urin, Selanjutnya urine mengalir keluar tubuh melalui uretra (saluran kencing).

Dalam keadaan normal, urine mengandung; air, urea, dan amonia yang merupakan sisa-sisa perombakan protein; garam mineral; zat warna emperdu yang memberi warna kuning pada urin; zat yang berlebihan dalam darah, seperti vitamin, obat-obatan, dan hormon.

C. HATI

Pengertian Hati

Hati adalah sebuah kelenjar terbesar dan kompleks dalam tubuh, berwarna merah kecoklatan, yang mempunyai berbagai macam fungsi, termasuk perannya dalam membantu pencernaan makanan dan metabolisme zat gizi dalam sistem pencernaan.

(11)

Fungsi Hati

1. Menawarkan dan menetralkan racun (detoksifikasi). Hati dapat menghilangkan racun di dalam darah dengan cara membersihkannya dari zat berbahaya seperti alkohol dan obat-obatan.

2. Membuat protein plasma.

3. Membantu membuang zat bilirubin. Bilirubin adalah zat yang tidak baik untuk tubuh sehingga harus dibuang melalui sistem ekskresi.

4. Menyimpan glikogen (gula otot) yang merupakan hasil pengubahan dari glukosa karena hormon insulin.

5. Mengubah zat makanan yang diabsorbsi dari usus dan yang disimpan di suatu tempat di dalam tubuh. Zat makanan diubah sesuai kegunaannya.

6. Mengatur sirkulasi hormon.

7. Mempertahankan suhu tubuh dengan menaikan suhu darah yang mengalir melalui hati. 8. Memakan antigen dan mikroorganisme.

9. Mengatur komposisi darah yang mengandung lemak, gula, protein, dan zat lain.

10. Menyimpan hermatin yang diperlukan untuk penyempurnaan sel darah merah yang baru. 11. Membantu empedu untuk menghasilkan cairan empedu yang berasal dari sel darah

merah yang telah dirombak di dalam hati. Cairan empedu berfungsi untuk mengemulsikan lemak dalam makanan. Kantong empedu dapat menghasilkan 1/2 liter empedu setiap harinya. Empedu berwarna kehijauan dan terasa pahit.

12. Membentuk sel darah merah saat masih di dalam janin.

13. Membentuk urea yang merupakan hasil dari perombakan asam amino. Urea dikeluarkan melalui ginjal dalam bentuk urin.

14. Menyimpan vitamin larut lemak (A, D, E, K), vitamin B12, dan mineral.

15. Menghasilkan protrombin dan fibrinogen yang berfungsi untuk mencegah penggumpalan darah.

Cara Kerja Hati

(12)

mengalir dari kandung empedu dan pankreas membantu mencerna makanan yang telah dimakan, mengubahnya menjadi kepingan-kepingan kecil yang mudah diserap tubuh. Pankreas mencerna 3 jenis enzim yang memisahkan karbohidrat dari gula, memecahkan protein menjadi asam amino dan mengubah lemak menjadi asam lemak serta gliserin. Empedu dari hati dan kandung empedu berisi garam empedu yang membantu menyerap asam lemak dan gliserin.

D. USUS

Pengertian Usus

Usus adalah bagian dari sistem pencernaan yang bermula dari lambung hingga anus. Pada manusia dan mamalia lain, usus terdiri dari dua bagian: usus kecil dan usus besar (kolon). Pada manusia, usus kecil terbagi lagi menjadi duodenum, jejunum, dan ileum, sedangkan usus besar terbagi menjadi cecum, kolon, dan rektum. Dan ada juga usus buntu.

a.

Usus Besar

Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu dan rektum. Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dari feses. Pada mamalia, kolon terdiri dari kolon menanjak (ascending), kolon melintang (transverse), kolon menurun (descending), kolon sigmoid, dan rektum. Bagian kolon dari usus buntu hingga pertengahan kolon melintang sering disebut dengan “kolon kanan”, sedangkan bagian sisanya sering disebut dengan “kolon kiri”.

b.

Usus Halus

Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum). Pada usus dua belas jari terdapat dua muara saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu.

c.

Usus Buntu

Usus buntu atau sekum (Bahasa Latin: caecus, "buta") dalam istilah anatomi adalah suatu kantung yang terhubung pada usus penyerapan serta bagian kolon menanjak dari usus besar. Organ ini ditemukan pada mamalia, burung, dan beberapa jenis reptil. Sebagian besar herbivora memiliki sekum yang besar, sedangkan karnivora eksklusif memiliki sekum yang kecil, yang sebagian atau seluruhnya digantikan oleh umbai cacing.

(13)

a.

Usus Besar

Fungsi usus besar yaitu :

1.Menyimpan dan eliminasi sisa makanan,

2.Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, dengan cara menyerap air

3.Mendegradasi bakteri.

b.

Usus Halus

Fungsi utama usus halus adalah untuk pencernaan dan penyerapan makanan yang masuk. Makanan yang berasal dari lambung memasuki usus halus, nutrisi yang diserap dan materi tercerna dikirim ke usus besar.

Usus Duabelas Jari

Usus dua belas jari bertanggung jawab untuk menyalurkan makanan ke usus halus. Secara histologis, terdapat kelenjar Brunner yang menghasilkan lendir. Dinding usus dua belas jari tersusun atas lapisan-lapisan sel yang sangat tipis yang membentuk mukosa otot. Fungsinya untuk memulai proses memecah makanan menjadi komponen-komponen tubuh yang dapat digunakan.

Usus Kosong

Usus kosong atau jejunum (kadang-kadang sering ditulis yeyunum) adalah bagian kedua dari usus halus, di antara usus dua belas jari (duodenum) dan usus penyerapan (ileum). Pada manusia dewasa, panjang seluruh usus halus antara 2-8

meter, 1-2 meter adalah bagian usus kosong. Usus kosong dan usus penyerapan digantungkan dalam tubuh dengan mesenterium. Fungsinya untuk menyelesaikan proses pencernaan makanan.

Usus Penyerapan

Usus penyerapan (bahasa Inggris: ileum) adalah bagian terakhir dari usus halus. Pada sistem pencernaanmanusia, ) ini memiliki panjang sekitar 2-4 m dan terletak setelah duodenum dan jejunum, dan dilanjutkan oleh usus buntu. Ileum memiliki

pH antara 7 dan 8 (netral atau sedikit basa) dan berfungsi menyerap vitamin B12

dan garam-garam empedu.

c.

Usus Buntu

(14)

yang tersisa utuh, dapat didaur ulang dalam hal seorang pasien mengalami penyakit kandung. Usus buntu juga telah berhasil digunakan untuk membuat stand-in untuk ureter rusak. Sedangkan fungsi lain yang telah diusulkan untuk menjelaskan organ ini mungkin subyek perdebatan, kegunaan bedah usus buntu bisa disangkal.

Cara Kerja Usus

a.

Usus Besar

Dari saluran tersebut memiliki system pencernaan yang memiliki peran sendiri dalam system tersebut., tidak terkecuali dengan usus. Usus memiliki 2 bagian yaitu usus halus dan usus besar. Usus besar memiliki peran untuk penyimpanan dan bagian eliminasi sisa-sisa makanan, menjaga keseimbangan elektrolit dan cairan, mendegrasi bakteri lewat kotoran. Sedangkan usus halus memiliki peran yaitu sebagai pencernaan dan penyerapan sari-sari makanan. Nutrisi yang masuk dari makanan akan diserap oleh usus halus yang nantinya akan di distribusikan ke seluruh tubuh. Untuk mengetahui cara kerja usus halus lebih jelas dalam kesemapatan ini akan memberikan penjelasannya sebelum masuk ke usus halus hingga dalam usus halus. Makanan yang masuk akan berhenti sejenak di mulut untuk dihancurkan, supaya lebih lembut dari bentuk aslinya.

Setelah selesai mengunyah makanan akan dilewatkan ke kerongkongan untuk disalurkan menuju lambung. Setelah masuk dilambung, makanan akan dicerna kembali, untuk dihaluskan lagi agar proses setelah dari lambung berjalan dengan cepat. Setelah makanan memasuki lambung tibalah saatnya masuk pada usus halus. Dalam usus halus terjadi proses pencernaan kimia terjadi disini. Untuk diketahui bahwa proses pencernaan kimia paling banyak dilakukan di usus halus. Pancreas membantu usus halus dalam proses pencernaan dengan mengeluarkan enzim pencernaan melalui saluran pancreas. Selain enzim pencernaan pancreas melepaskan bikarbonat akibat adanya hormone secretin yang berfungsi untuk menetralkan asam yang berpotensi.

b.

Usus Halus

Melanjutkan tugas dari usus besar, Dengan adanya bantuan dari system pencernaan yang lain, usus halus memulai pekerjaannya yaitu menyerap zat yang ada dimakanan. Zat tersebut antara lain karbohidrat, protein dan lipid. Dalam usus halus

(15)

itu usus halus dibantu oleh empedu dengan mengeluarkan duodenum. Secara sederhana untuk memudahkan pencernaan. Fungsi dari duodenum sendiri adalah untuk membantu usus halus memecahkan lemak yang masuk kedalam makanan dengan lipase pancreas pada waktu yang bersamaan. Selanjutnya duodenum membungkus molekul lemak dengan berbentuk gumpalan, bila sudah berbentuk seperti ini maka kerja usus halus akan mudah untuk menyerap zat dan sari yang terkandung dalam makanan.

Selanjutnya terjadi proses difusi yaitu proses distribusi zat kedalam pembuluh darah yang akan disebarkan keseluruh tubuh manusia. Pada saat makanan sedang berjalan melewati usus halus lapisan mukosa akan menyerap nutrisi makanan secara maksimal. Dari proses ini juga nutrisi makanan akan dibawa kembali oleh darah melalui pembuluh darah yang didistribusikan ke organ tubuh yang lain yang dinamakan asimilasi. Setelah proses ini sisa pencernaan akan didorong untuk menuju usus besar yang memiliki tugas sendiri.

E. LAMBUNG

Pengertian Lambung

Lambung (bahasa Inggris: stomach; bahasa Belanda: maag) atau ventrikulus berupa suatu kantong yang terletak di bawah sekat rongga badan.

Lambung dapat dibagi menjadi tiga daerah, yaitu daerah

1. Kardia.

2. Fundus.

3. Pilorus.

1. Kardia adalah bagian atas, daerah pintu masuk makanan dari kerongkongan itu sendiri .

2. Fundus adalah bagian tengah, bentuknya membulat.

3. Pilorus adalah bagian bawah, daerah yang berhubungan dengan usus 12 jari atau sering disebut duodenum.

Fungsi Lambung

(16)

Cara Kerja Lambung

Mengetahui cara kerja lambung saat makan akan memberikan anda pengetahuan yang pasti mengenai bagaimana organ dalam tubuh anda bekerja. Sehingga anda akan bisa memilih makanan maupun menentukan aktifitas yang tepat ketika berada di waktu dekat dengan waktu makan anda.

Ketika anda makan, maka makanan yang masuk dari rongga kerongkongan akan masuk terdorong ke dalam organ lambung. Gerakan mendorong ini adalah gerak peristaltik. Lambung juga berguna sebagai tempat makanan untuk berhenti sejenak dan dicerna secara lebih baik di organ ini. Lambung memiliki ukuran dengan besar sekepalan tangan dan memiliki letak di rongga perut pada bagian kiri, yaitu di bawah dari sekat diafragma. Dinding dari organ lambung memiliki sifat yang lentur dan akan dapat mengembang ketika makanan masuk serta akan mengempis ketika makanan telah selesai dicerna dan lambung menjadi kosong. Lambung dapat menampung makanan hingga mencapai 1,5 liter. Lambung disusun dari otot yang memanjang pada bagian luar, otot yang melingkar pada bagian tengah, serta otot miring yang terdapat di bagian dalam. Sebelum anda makan, maka otot yang melingkar akan menutup hingga terdapat makanan yang mulai memasuki lambung.

(17)

yang lebih lama, karena enzim enzim dalam lambung membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencernanya.

F. PARU-PARU Pengertian Paru-paru

Paru-paru adalah organ pada sistem pernapasan (respirasi) dan berhubungan dengan sistem peredaran darah (sirkulasi) vertebrata yang bernapas dengan udara.

Fungsi Paru-paru

Fungsinya adalah menukar oksigen dari udara dengan karbon dioksida dari darah. Prosesnya disebut "pernapasan eksternal" atau bernapas. Paru-paru juga mempunyai fungsi nonrespirasi. Istilah kedokteran yang berhubungan dengan paru-paru sering mulai di pulmo-, dari kata Latin pulmones untuk paru-paru.

Paru-Paru terletak di rongga dada dan diatas diafragma, dilindungi oleh tulang dada dan tulang rusuk. Paru-paru berfungsi untuk mengambil oksigen dari udara melalui proses pernafasan.

Cara Kerja Paru-paru

Jika Oksigen sudah sampai pada bronkus, maka oksigen siap untuk masuk ke dalam saluran paru - paru.

Oksigen akan berdifusi lewat pembuluh darah berupa kapiler - kapiler arteri dengan cara difusi. Kapiler - kapiler ini terdapat pada alveolus yang merupakan cabang dari Bronkiolus. Pada alveolus ini akan terjadi pertukaran gas oksigen dengan karbondioksida. Oksigen diikat oleh hemoglobindalam sel - sel darah merah (eritrosit), lalu diedarkan ke seluruh sel - sel tubuh yang nantinya akan digunakan oleh mitokondoria alam respirasi tingkat seluler untuk menghasilkan energi berupa ATP (Adenosin Tripospat)

Karbondioksida akan dibawa oleh kapiler vena untuk dibawa ke alveolus dan akan dikeluarkan di alveolus melalui proses respirasi.

G. OTAK

Pengertian Otak

Otak (bahasa Inggris: encephalon, brain) adalah pusat sistem saraf (bahasa Inggris:

central nervous system, CNS) pada vertebrata dan banyak invertebrata lainnya.

Otak manusia [1] adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc

(18)

Otak terbentuk dari dua jenis sel: glia dan neuron. Glia berfungsi untuk menunjang dan melindungi neuron, sedangkan neuron membawa informasi dalam bentuk pulsa listrik

yang di kenal sebagai potensi aksi. Mereka berkomunikasi dengan neuron yang lain dan keseluruh tubuh dengan mengirimkan berbagai macam bahan kimia yang disebut

neurotransmiter. Neurotransmiter ini dikirimkan pada celah yang dikenal sebagai sinapsis.

Avertebrata seperti serangga mungkin mempunyai jutaan neuron pada otaknya, vertebrata besar bisa mempunyai hingga seratus miliar neuron.

Neuron otak mengandung dua jenis asam lemak PUFA (bahasa Inggris: polyunsaturated fatty acids), yaitu asam arakidonat (AA) dan asam dokosaheksaenoat (DHA) yang terletak pada posisi sn2 dari molekul fosfogliserida dalam membran sel neuron.[2] PUFA dapat

terlepas dari fosfogliserida oleh stimulasi fosfolipase PLA-2. Molekul AA yang terlepas akan diproses oleh enzim siklo oksigenase menjadi prostaglandin dan tromboksana, atau diproses oleh enzim 5-lipo oksigenase menjadi lipoksin. Baik AA maupun DHA dapat diproses oleh enzim lipo oksigenase guna membentuk senyawa turunan hidroksi dan

leukotriena.

Fungsi Otak

Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh

homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran

manusia. Oleh karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran. Otak dan sel saraf

didalamnya dipercayai dapat memengaruhi kognisi manusia. Pengetahuan mengenai otak memengaruhi perkembangan psikologi kognitif. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran

lainnya.

Cara Kerja Otak

(19)

Otak memiliki empat bagian, antara lain lobus occipital yaitu lobus bagian belakang yang bertanggung jawab atas penglihatan. Lobus frontal di bagian depan yang berperan terhadap tindakan-tindakan yang disengaja seperti memberi penilaian, kreativitas, menyelesaikan masalah dan merencanakan sesuatu. Lobus pariental yang terletak pada bagian atas dari otak kita, yang bertugas memproses sesuatu yang berhubungan dengan sensori yang lebih tinggi dan fungsi-fungsi bahasa. Yang terakhir yaitu lobus temporal yang berada pada bagian kanan dan kiri otak kita, yang bertanggung jawab terhadap pendengaran, memori, pemaknaan, dan bahasa. Namun, antara masing-masing lobus ada beberapa fungsi yang saling tumpang tindih.

Ada dua macam sel otak yang kita miliki, yaitu sel glial dan neuron. Sel glial memiliki tugas multirupa dan meliputi produksi myelin bagi axon (perluasan sel saraf), pendukung struktural bagi penghalang darah otak, transportasi nutrien, dan pengaturan sistem imun. Neuron berfungsi menyalakan, mengintegrasikan dan mengolah informasi secara terus-menerus di sepanjang celah mikroskopik yang disebut sinapsis, yang menghubungkan satu sel dengan sel lainnya.

Dalam pembelajaran, otak kita akan menerima stimulus-stimulus yang diberikan kepada kita. Jika stimulus itu dianggap penting oleh otak, maka otak akan menempatkan stimulus itu ke dalam memori jangka panjang. Akan tetapi jika stimulus itu dianggap tidak begitu penting bagi otak, maka hanya akan menyisakan jejak yang lemah, dan diprioritaskan rendah. Tanpa kita sadari, segala ingatan dan pengalaman serta memori yang kita pelajari dan kita miliki sejak kita baru lahir, saat ini, hingga di akhir usia kita kelak, tersimpan rapi di dalam memori otak kita dan siap dipanggil oleh otak kita. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajarn yaitu nutrisi, teman, disfungsi otak, pra-pembelajaran, pengalaman, sifat dan temperamen, gen serta nutrisi.

(20)

Sehubungan dengan intelegensi, setiap anak memiliki bakat yang dibawa sejak lahir yang tidak hanya pada satu keahlian, namun dapat berupa kecerdasan ganda yang dilandasi paradigma bahwa setiap manusia terlahir membawa potensi genius. Potensi genius tersebut yaitu kekaguman, curiosity, spontanitas, vitalitas, fleksibilitas yang dapat diperoleh tanpa pendidikan formal.

Tiga tingkatan otak yaitu Reptilian brain/batang otak (lapisan paling dalam), Sistem limbic/otak mamalia, dijuluki otak paleomaminalia yang mewadahi aneka empsi (lapisan tengah), Neo-cortex/otak berpikir atau otak neomamalia yang berisi muatan intelegensi dan penalaran (lapisan paling luar).

H. LIMPA

Pengertian Limpa

Limpa adalah kelenjar tanpa saluran (ductless) yang berhubungan erat dengan sistem sirkulasi dan berfungsi menghancurkan sel darah merah tua. Limpa termasuk salah satu organ sistem limfoid, selain timus, tonsil, dan kelenjar limfe. Sistem limfoid berfungsi untuk melindungi tubuh dari kerusakan akibat zat asing. Sel-sel pada sistem ini dikenal dengan sel imunokompeten yaitu sel yang mampu membedakan sel tubuh dengan zat asing dan menyelenggarakan inaktivasi atau perusakan benda-benda asing. Sel imunokompeten terdiri atas :

sel utama bergerak, yakni sel limfosit dan makrofaga, dan

sel utama menetap, yakni retikuloendotel dan sel plasma

Fungsi Limpa

Fungsi utama limpa adalah untuk bertindak sebagai filter untuk darah. Ia mengenali dan menghilangkan sel-sel darah merah tua, cacat, atau rusak. Ketika darah mengalir ke limpa, limpa melakukan “quality control”; sel darah merah harus melewati labirin bagian sempit. Sel-sel darah yang sehat akan melewati limpa dan terus beredar ke seluruh aliran darah. Sel darah yang tidak bisa lulus tes akan dipecah dalam limpa oleh makrofag. Makrofag adalah sel darah putih besar yang mengkhususkan diri dalam menghancurkan sel-sel darah merah ini tidak sehat.

(21)

protein penting dalam darah yang mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh yang membutuhkannya.

Hal lain yang berguna dari limpa dapat menyimpan cadangan darah. Pembuluh darah pada limpa manusia bisa menjadi yang lebih luas atau sempit, tergantung pada kebutuhan tubuh. Ketika pembuluh diperluas, limpa sebenarnya dapat menyimpan hingga secangkir darah cadangan. Jika untuk alasan apapun membutuhkan darah tambahan – misalnya, jika cedera menyebabkan Anda kehilangan darah – limpa Anda dapat merespon dengan melepaskan darah cadangan kembali ke dalam sistem Anda.

Limpa juga memainkan peranan penting dalam sistem kekebalan tubuh, yang membantu tubuh melawan infeksi Anda. Sama seperti mendeteksi sel darah merah yang rusak, limpa Anda dapat memilih setiap mikroorganisme yang tidak diinginkan (seperti bakteri atau virus) dalam darah Anda.

Ketika salah satu dari penyerbu asing ini terdeteksi dalam aliran darah, limpa, bersama dengan kelenjar getah bening, cepat beraksi dan menciptakan tentara sel pertahanan yang disebut limfosit. Limfosit adalah jenis sel darah putih yang menghasilkan antibodi yaitu protein khusus yang melemahkan atau membunuh bakteri, virus, dan organisme lain yang menyebabkan infeksi. Antibodi dan sel darah putih juga menghentikan infeksi dari menyebar melalui tubuh dengan menjebak kuman dan menghancurkan mereka.

Cara Kerja Limpa

Jam kerja organ tubuh manusia selanjutnya adalah limpa. Limpa akan bekerja dengan baik pada pukul 09.00 – 11.00. Pada jam tersebut limpa akan mengirimkan apa saja yang sudah diserap oleh lambung. Oleh karena itu pada saat jam tersebut kita akan merasa lesu dan mengantuk.

I. ALAT REPRODUKSI WANITA

Pengertian dan Fungsi Alat Reproduksi Wanita

Alat Reproduksi wanita adalah organ – organ yang berperan dalam serangkaian proses yang bertujuan untuk berkembangbiak atau memperbanyak keturunan. Agar manusia dapat memiliki anak, maka harus memiliki organ – organ reproduksi dengan fungsi dan dalam keadaan normal. Secara garis besar alat reproduksi wanita terbagi kedalam dua kelompok, yaitu Alat Reproduksi (Genetalia) luar dan Alat Reproduksi (Genetalia) dalam.

(22)

a. Mons Veneris

Mons veneris adalah bagian yang sedikit menonjol dan bagian yang menutupi tulang kemaluan (simfisis pubis). Bagian ini disusun oleh jaringan lemak dengan sedikit jaringan ikat. Mons Veneris juga sering dikenal dengan nama gunung venus, ketika dewasa bagian mons veneris akan ditutupi oleh rambut – rambut kemaluan dan membentuk pola seperti segitiga terbalik.

b. Labia Mayora (Bibir Besar Kemaluan)

Seperti namanya, Bagian ini berbentuk seperti bibir. Labia Mayora merupakan bagian lanjutan dari mons veneris yang berbentuk lonjok, menuju ke bawah dan bersatu membentuk perineum. Bagian Luar dari Labia Mayor disusun oleh jaringan lemak, kelenjar keringat, dan saat dewasa biasanya ditutupi oleh rambut – rambut kemaluan yang merupakan rambut dari mons veneris. Sedangkan selaput lemak yang tidak berambut, namun memiliki banyak ujung – ujung saraf sehingga sensitif saat melakukan hubungan seksual.

c. Labia Minora (Bibir Kecil Kemaluan)

Labia Minora merupakan organ berbentuk lipatan yang terdapat di dalam Labia Mayora. Alat ini tidak memiliki rambut, tersusun atas jaringan lemak, dan memiliki banyak pembuluh darah sehingga dapat membesar saat gairah seks bertambah. Bibir Kecil Kemaluan ini mengelilingi Orifisium Vagina (lubang Kemaluan). Labia Minora analog dengan Kulit Skrotum pada Alat Reproduksi Pria.

d. Klitoris

Klitoris adalah organ bersifat erektil yang sangat sensitif terhadap rangsangan saat hubungan seksual. Klitoris memiliki banyak pembuluh darah dan terdapat banyak ujung saraf padanya, oleh karena itu Organ ini sangat sensitif dan bersifat erektil. Klitoris Analog dengan Penis pada Alat Reproduksi Pria.

e. Vestibulum

Vestibulum adalah rongga pada kemaluan yang dibatasi oleh labia minora pada sisi kiri dan kanan, dibatasi oleh klitoris pada bagian atas, dan dibatasi oleh pertemuan dua labia minora pada bagian belakang (bawah) nya.

(23)

 Uretra (saluran kencing)

 Muara Vagina (liang Senggama)

Masing – Masing Dua Lubang Saluran Kelenjar Bartholini dan Skene (Kelenjar ini mengeluarkan cairan seperti lendir saat pendahuluan hubungan untuk memudahkan masuknya penis).

f. Himen (Selaput Dara)

Himen merupakan selaput membran tipis yang menutupi lubang vagina. Himen ini mudah robek sehingga dapat dijadikan salah satu aspek untuk menilai keperawanan. Normalnya Himen memiliki satu lubang agak besar yang berbentuk seperti lingkaran. Himen merupakan tempat keluarnya cairan atau darah saat menstruasi. Saat Melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya himen biasanya akan robek dan mengeluarkan darah. Setelah melahirkan hanya akan tertinggal sisa – sisa himen yang disebut caruncula Hymenalis (caruncula mirtiformis).

2. ALAT REPRODUKSI (GENETALIA) DALAM

a. Vagina

Vagina adalah muskulo membranasea (Otot-Selaput) yang menghubungkan rahim dengan dunia luar. Vagina memiliki panjang sekitar 8 – 10 cm, terletak antara kandung kemih dan rektum, memiliki dinding yang berlipat – lipat, lapisan terluarnya merupakan selaput lendir, lapisan tengahnya tersusun atas otot-otot, dan lapisan paling dalam berupa jaringan ikat yang berserat. Vagina berfungsi sebagai jalan lahir, sebagai sarana dalam hubungan seksual dan sebagai saluran untuk mengalirkan darah dan lendir saat menstruasi.

Otot pada vagina merupakan otot yang berasal dari sphingter ani dan levator ani (Otot anus/dubur), sehingga otot ini dapat dikendalikan dan dilatih. Vagina tidak mempunyai kelenjar yang dapat menghasilkan cairan, tetapi cairan yang selalu membasahinya berasal dari kelenjar yang terdapat pada rahim.

b. Uterus (Rahim)

(24)

Pada bagian uterus terdapat Endometrium ( dinding rahim) yang terdiri dari sel –sel epitel dan membatasi uterus. Lapisan endometrium ini akan menebal pada saat ovulasi dan akan meluruh pada saat menstruasi. Untuk mempertahankan posisinya uterus disangga oleh ligamentum dan jaringan ikat.

Uterus memiliki beberapa bagian :

Korpus Uteri, yaitu bagian yang berbentuk seperti segitiga pada bagian atas

Serviks uteri, yaitu bagian yang berbentuk seperti silinder

Fundus Uteri, yaitu bagian korpus yang terletak di atas kedua pangkal tuba fallopi

Pada saat persalinan, rahim merupakan jalan lahir yang penting karena ototnya mampu mendorong janin untuk keluar, serta otot uterus dapat menutupi pembuluh darah untuk mencegah terjadinya perdarahan pasca persalinan. Setelah proses persalinan, rahim akan kembali ke bentuk semula dalam waktu sekitar 6 minggu.

c. Tuba Fallopi (Oviduk)

Tuba Fallopi (Oviduk) adalah organ yang menghubungkan Uterus (Rahim) dengan Indung Telur (Ovarium). Tuba Fallopi (Oviduk) juga sering disebut saluran telur karena bentuknya seperti saluran. Organ ini berjumlah dua buah dengan panjang 8 – 20 cm. Tuba Fallopi berfungsi untuk :

 Sebagai saluran spermatozoa dan ovum

 Penangkap ovum

 Bisa menjadi tempat pembuahan (fertilisasi)

 Sebagai tempat pertumbuhan hasil pembuahan sebelum mampu masuk ke bagian dalam Uterus (Rahim).

Tuba Fallopi (Oviduk) terdiri atas 4 bagian :

1. Infundibulum, yaitu bagian berbentuk seperti corong yang terletak di pangkal dan memiliki Fimbriae. Fimbriae berfungsi untuk menangkap ovum

2. Pars ampularis, yaitu bagian agak lebar yang merupakan tempat bertemunya ovum dengan sperma (Pembuahan/fertilisasi)

3. Pars Ismika, yaitu bagian tengah tuba yang sempit

4. Pars Interstitialis, yaitu bagian tuba yang letaknya dekat dengan uterus.

(25)

Ovarium adalah kelenjar reproduksi utama pada wanita yang berfungsi untuk menghasilkan ovum (Sel telur) dan penghasil hormon seks utama. Ovarium berbentuk oval, dengan panjang 2,5 – 4 cm. Terdapat sepasang Ovarium yang terletak di kanan dan kiri, dan dihubungkan dengan rahim oleh tuba fallopi. Umumnya setiap Ovarium pada wanita yang telah pubertas memiliki 300.000-an, dan sebagian besar sel telus ini mengalami kegagalan pematangan, rusak atau mati, sehingga benih sehat yang ada sekitar 300 - 400-an benih telur dan 1 ovum dikeluarkan setiap 28 hari oleh ovarium kiri dan kanan secara bergantian melalui proses menstruasi, sehingga saat benih telur habis, terjadilah menopause. Ovarium juga menghasilkan hormon estrogen dan progesteron yang berperan dalam proses Menstruasi.

J. ALAT REPRODUKSI PRIA

 Pengertian dan Fungsi Alat Reproduksi Pria

Alat Reproduksi Pria adalah Organ – Organ pada pria yang berperan dalam sistem reproduksi dengan tujuan berkembangbiak atau memperbanyak keturunan. Agar mampu menjalankan prosesnya dengan baik, maka keadaan fungsi dan struktur alat kelamin ini harus dalam keadaan normal. Secara Garis besar, Alat Kelamin Pria dibagi kedalam 2 kelompok, yaitu :

1. ALAT REPRODUKSI (GENETALIA) LUAR

Penis (zakar) adalah alat kelamin luar pada pria. Penis berfungsi untuk memasukkan sperma ke dalam alat kelamin wanita melalui pertemuan keduanya (Kopulasi). Penis merupakan organ yang tersusun atas otot yang dapat tegang dan dilapisi oleh lapisan kulit tipis. Proses tegangnya penis disebut Ereksi, hal ini dikarenakan adanya rangsangan yang membuat pembuluh darah pada penis terisi. Setelah di sunat (khitan) kulit tipis (preputium) yang melapisi glan penis akan dipotong.

Penis Juga memiliki fungsi untuk ejakulasi, yaitu mengeluarkan sperma melalui uretra (saluran dalam penis), selama ejakulasi otot-otot pada kandung kemih akan mengkerut, untuk mencegah sperma masuk ke kandung kemih, oleh karena itu kita tidak bisa kencing sambil ejakulasi. Penis terdiri atas beberapa bagian yaitu :

 Glan Penis, bagian kepala yang apabila telah dikhitan tidak dilapisi kulit

 Batang (corpus) Penis

 Pangkal Penis

(26)

a. Testis

Testis adalah organ kelamin dalam pria berbentuk oval yang terletak di dalam skrotum. Testis berjumlah sepasang dan berfungsi untuk menghasilkan sel kelamin jantan (spermatozoa) dan hormon seks testosteron. Testis terletak di dalam skrotum yang merupakan organ berugae (memiliki lipatan kulit), berfungsu untuk menjaga suhu testis agar spermatogenesis dapat tetap berlangsung. Jika Suhu rendah (dingin) maka skrotum akan berkerut dan mendekat ke arah tubuh, sedangkan jika suhu tinggi, maka skrotum akan mengendur, menjauh dari tubuh.

Tempat pembentukan sperma dalam testis adalah tubulus seminiferus. Kemudian terdapat pintalan-pintalan tubulus seminiferus yang terdapat di dalam ruang testis yang disebut lobulus testis, satu testis umumnya mengandung sekitar 250 lobulus testis.

b. Epididimis

Epididimis adalah organ kelamin dalam pria berbentuk saluran berkelok – kelok yang terletak di dalam skrotum, diluar testis. Epididimis berbentuk seperti huruf C. Epididimis berfungsi dalam pengangkutan, penyimpanan, dan pematangan sperma. Sebelum memasuki epididimis, sperma tidak memiliki kemampuan untuk bergerak dan belum subur, namun setelah epididimis menjalankan fungsinya, sperma sudah subur dan mampu bergerak walaupun belum sempurna. Setelah dari epididimis sperma akan masuk ke vas (duktus) deferens, lalu disalurkan menuju vesikula seminalis.

c. Vas (duktus) Deferens

Vas Deferens adalah saluran berbentuk tabung yang berfungsi untuk menyalurkan sperma ke vesikula seminalis dan sebagai tempat penampungan sperma. Dalam proses pematangan dan penyimpanan sperma, duktus deferens ini mendorong sperma dengan gerak peristaltik lambat menuju vesikula seminalis. Sedangkan saat ejakulasi, gerakan yang dilakukan cepat dan kuat sehingga sperma yang keluar dapat muncrat.

d. Kelenjar Kelamin

(27)

sampai kekuning – kuningan serta sedikit kental. Berikut adalah organ yang termasuk ke dalam kelenjar kelamin :

Vesikula Seminalis (Kantung air mani), yaitu organ berupa saluran berbentuk tabung berjumlah sepasang di kanan dan kiri tubuh. Vesikula Seminalis memiliki panjang sekitar 5 – 10 cm. Vesikula Seminalis berfungsi untuk mensekresikan cairan bersifat basa y (pH 7,3) mukus, vitamin, fruktosa (sebagai nutrisi bagi sperma), protein, enzim, dan prostaglandin. Cairan dari vesikula seminalis ini merupakan 60% dari seluruh volume semen. Vesikula Seminalis akan menyatu dengan vas deferens dan kelenjar prostat untuk membentuk saluran ejakulasi.

Kelenjar Prostat, yaitu organ yang berada di bawah kandung kemih yang berfungsi untuk mensekresikan cairan berwarna putih keabu-abuan yang bersifat basa. Cairan ini disekresikan ke dalam saluran ejakulasi dan menyumbangkan sekitar 30% dari seluruh volume semen. Cairan kelenjar prostat akan bersatu dengan cairan dari vesikula seminalis dan akan menjadi tempat hidup dan bergeraknya sperma. Cairan yang disekresikan organ ini terdiri atas fosfolipid, asam sitrat (untuk nutrisi) dan juga antikoagulan.

Kelenjar Bulbouretra (Cowpery), yaitu kelenjar berjumlah sepasang yang berfungsi untuk menghasilkan cairan lendir bersifat basa ke dalam saluran ejakulasi. Kelenjar ini terletak di bawah kelenjar prostat. Cairan yang dihasilkan oleh kelenjar Bulbouretra ini keluar sebelum ejakulasi, dan dalam agama islam disebut mazi yang merupakan najis dan cara mensucikannya sama seperti mencucui kencing.

e. Uretra (Saluran Ejakulasi)

(28)

BAB III PENUTUPKesimpulan

Organ adalah unit struktural dalam organisme yang merupakan kumpulan jaringan dan melakukan fungsi tertentu. Dua atau lebih organ melakukan fungsi-fungsi terkait dalam tubuh organisme bergabung bersama untuk membuat sistem organ. Organ ditemukan dalam sistem biologis yang lebih tinggi seperti tanaman, hewan dan manusia. Contoh organ dalam manusia jantung, ginjal, hati, dll yang melakukan fungsi tertentu bagi tubuh.

Saran

(29)

DAFTAR PUSTAKA

Haryanto. 2007, Sains untuk sekolah dasar kelas V, Jakarka: Erlangga

Bagus Gde Manuaba, Ida. 1998. Panyakit Kandungan dan Keluarga berencana untuk pendidikan bidang. Jakarta : EGC

Ayu Chandranida Manuaba, Ida, dkk. 2009. Memahami reproduksi wanita. Jakarta : EGC Aryulina, Diah,dkk. 2008. BIOLOGI 2 SMP kelas XI. ESIS/Erlangga.

Furqonita, Deswati. 2007. Seri IPA BIOLOGI SMP kelas IX. Jakarta : Yudhistira Ghalia Indonesia.

Muharam Aris S, Rositawaty. Buku Sekolah Elektronik (BSE), Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas V SD/MI.

https://id.wikipedia.org/wiki/Usus_dua_belas_jari

http://www.biologi-sel.com/2013/06/fungsi-usus-halus.html https://id.wikipedia.org/wiki/Usus_kosong

https://id.wikipedia.org/wiki/Usus_penyerapan https://id.wikipedia.org/wiki/Usus_buntu http://brainly.co.id/tugas/1488304

http://www.sridianti.com/apakah-fungsi-usus-buntu-apendiks.html www.ahlinyadetox.com/cara-kerja-usus-halus-besar.html

http://paru-paru.com/cara-kerja-paru-paru-manusia/

https://carapedia.com/kerja_paru_paru_manusia_info2025.html http://faridansori.blogspot.co.id/2015/02/fungsi-otak-manusia.html https://id.wikipedia.org/wiki/Otak

Referensi

Dokumen terkait

Hasil yang didapat ternyata menunjukkan bahwa pada kelompok yang mengkonsumsi stevia memiliki kadar gula dalam darah yang cenderung lebih rendah dibandingkan

GLP-1 merupakan suatu hormon peptida yang berperan dalam stimulasi pelepasan insulin, sehingga penghambatan terhadap enzim ini dapat mengatur kadar gula darah

  pada  data  k gula  dalam  darah  dan  tekanan  darah  dilakukan  dengan  memilih  GCV  yang  minimum.  Berikut  Truncated Estimasi  model  kadar  gula  dalam 

Pemberian intervensi Daluman dengan dosis 200 mg dalam takaran 0.2 cc (D2) memberi- kan rata-rata penurunan kadar gula darah yang ter tinggi, yakni penurunan kadar gula darah de

Maka dari itu, ginjal menjadi penting karena berfungsi sebagai pengatur kadar kalium di dalam darah dengan cara membuang atau menyerap kembali kalium yang masuk ke dalam

pengasinan karena garam akan lebih mudah berpenetrasi ke dalam telur bebek. Jika pori-pori telur kecil, akan menyebabkan penetrasi garam terhambat sehingga rasa telur jadi kurang

Tabel 6 menunjukkan bahwa pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan kualitas tidur baik cenderung memiliki kadar gula dalam darah normal yaitu berjumlah 8 orang (66,7%)

Bagi Penulis Penulis berharap dapat menambah pengetahuan mengenai efektivitas Resveratrol dalam mengatur kadar gula darah dan sensitivitas insulin pada penderita Diabetes Melitus tipe